VII. KESEIMBANGAN ASAM BASA

dokumen-dokumen yang mirip
KESEIMBANGAN ASAM- BASA. dr.sudarno

2

Kesetimbangan asam basa tubuh

KESEIMBANGAN ASAM BASA Pengertian ph Definisi ph -log (H + ) Untuk menghitung ph larutan : 1.Hitung konsentrasi ion Hidrogen (H + ) 2.Hitung logaritma

FUNGSI SISTEM GINJAL DALAM HOMEOSTASIS ph

Interpretasi Hasil Analisa Gas Darah dan Peranannya Dalam Penilaian Pasien- Pasien Kritis

Reaksi keseluruhannya :

LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)

respiratorik adalah alkalosis metabolic, sedangkan kompensasi dari alkalosis respiratorik adalah asidosis metabolic dan demikian juga sebaliknya.

LARUTAN ASAM-BASA DAN LARUTAN PENYANGGA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Pemberian cairan diperlukan karena gangguan dalam keseimbangan cairan dan

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL TAHUN

PETA KONSEP. Larutan Penyangga. Larutan Penyangga Basa. Larutan Penyangga Asam. Asam konjugasi. Basa lemah. Asam lemah. Basa konjugasi.

LARUTAN PENYANGGA (BUFFER) Disusun Oleh: Diah Tria Agustina ( ) JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

BAB 6. Jika ke dalam air murni ditambahkan asam atau basa meskipun dalam jumlah. Larutan Penyangga. Kata Kunci. Pengantar

Artikel Kimia tentang Peranan Larutan Penyangga

ph = log = - log [H + ] ph = - log [0, ] ph = 7,4

KESEIMBANGAN ASAM BASA

LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)

BAB I PENDAHULUAN. keterbatasan aliran udara yang menetap pada saluran napas dan bersifat progresif.

SOP TINDAKAN ANALISA GAS DARAH (AGD)

Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan harga ph terhadap pengaruh penambahan sedikit asam atau basa, atau terhadap pengenceran.

Pertukaran cairan tubuh sehari-hari (antar kompartemen) Keseimbangan cairan dan elektrolit:

Easy Way to Interpret

Anatomi & Fisiologi Sistem Respirasi II Pertemuan 7 Trisia Lusiana Amir, S. Pd., M. Biomed PRODI MIK FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)

Larutan penyangga dapat terbentuk dari campuran asam lemah dan basa

TEORI ASAM BASA Secara Umum :

mekanisme penyebab hipoksemia dan hiperkapnia akan dibicarakan lebih lanjut.

Analisis asam basa. Cara interpretasi dan contoh kasus. S.P.Edijanto Patologi Klinik RSUD Dr.Soetomo/ FK Unair Surabaya

LARUTAN PENYANGGA Bahan Ajar Kelas XI IPA Semester Gasal 2012/2013

LARUTAN PENYANGGA DAN HIDROLISIS

Connective tissue. Bone 3 % 2 L 4,5 % 3 L. Interstitial Fluid 11,5 % 8 L. Plasma 4,5 % 3 L. Cell water 36 % 25 L. Transceluler water 4,5 % 1 L

Aplikasi Larutan Buffer dalam Kehidupan Sehari-hari

Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab17. Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan

L A R U T A N _KIMIA INDUSTRI_ DEWI HARDININGTYAS, ST, MT, MBA WIDHA KUSUMA NINGDYAH, ST, MT AGUSTINA EUNIKE, ST, MT, MBA

2. PERFUSI PARU - PARU

LEMBARAN SOAL 4. Mata Pelajaran : KIMIA Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : XI IPA ( SEBELAS IPA )

BAB I PENDAHULUAN. dikonsumsi, tetapi juga dari aktivitas atau latihan fisik yang dilakukan. Efek akut

Sistem Pernapasan - 2

PEMERIKSAAN ASTRUP/ANALISA GAS DARAH * * * * * * * * * * EFY AFIFAH, M.Kes DKKD FIK UI

Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab 16. Asam dan Basa

INSUFISIENSI PERNAFASAN. Ikbal Gentar Alam ( )

PERCOBAAN 3 REAKSI ASAM BASA

LAPORAN PRAKTIKUM. ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

M.Nuralamsyah,S.Kep.Ns

BAB VI CAIRAN TUBUH, ELEKTROLIT DAN KESEIMBANGAN ASAM-BASA A. PENDAHULUAN

ph = pk a + log ([A - ]/[HA])

PRESENTASI POWERPOINT PENGAJAR OLEH PENERBIT ERLANGGA DIVISI PERGURUAN TINGGI. BAB 16. ASAM DAN BASA

biologi SET 15 SISTEM EKSKRESI DAN LATIHAN SOAL SBMPTN ADVANCE AND TOP LEVEL A. ORGAN EKSKRESI

Reabsorpsi dan eksresi cairan, elektrolit dan non-elektrolit (Biokimia) Prof.dr.H.Fadil Oenzil,PhD.,SpGK Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

TEORI ASAM BASA SECARA UMUM :

Lampiran 2.2 (Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

Hubungan Hipertensi dan Diabetes Melitus terhadap Gagal Ginjal Kronik

WRAP UP SKENARIO 3 DIARE

ASIDOSIS RESPIRATORIK

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BAHAN AJAR KIMIA DASAR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang terkandung di dalam urine serta adanya kelainan-kelainan pada urine.

GALAT TITRASI. Ilma Nugrahani

Dikenal : - Asidimetri : zat baku asam - Alkalimetri : zat baku basa DASAR : Reaksi penetralan Asam + Basa - hidrolisis - buffer - hal lain ttg lart

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. positif dan anion bermuatan negatif. Keseimbangan keduanya disebut sebagai

BAB I PENDAHULUAN. yang progresif dan irreversibel akibat berbagai penyakit yang merusak nefron

OAL TES SEMESTER II. I. Pilihlah jawaban yang paling tepat!

2/14/2012 LOGO Asam Basa Apa yang terjadi? Koma Tulang keropos Sesak napas dll

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pakan. Biaya untuk memenuhi pakan mencapai 60-70% dari total biaya produksi

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 1. Sistem Ekskresi ManusiaLATIHAN SOAL BAB 1

I. LARUTAN BUFFER. 1. Membuat Larutan Buffer 2. Mempelajari Daya Sanggah Larutan Buffer TINJAUAN PUSTAKA

Pokok Bahasan. Teori tentang asam, basa dan garam Kesetimbangan asam-basa Skala ph Sörensen (Sörensen ph scale) Konstanta keasaman

Penentuan parameter kualitas air secara kimiawi. oleh: Yulfiperius

Chapter 7 Larutan tirtawi (aqueous solution)

Derajat Keasaman dan kebasaan (ph dan poh)

LAPORAN PRAKTIKUM. ph Meter dan Persiapan Larutan Penyangga

LOGO TEORI ASAM BASA

LAPORAN PRAKTIKUM 2. : Magister Ilmu Biolmedik : ph meter, persiapan larutan penyangga Tanggal pelaksanaan : 10 Maret 2015

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

LAPORAN PRAKTIKUM 03 ph Meter dan Persiapan Larutan Penyangga

YAYASAN WIDYA BHAKTI SEKOLAH MENENGAH ATAS SANTA ANGELA TERAKREDITASI A

PELATIHAN NEFROLOGI MEET THE PROFESSOR OF PEDIATRICS. TOPIK: Tata laksana Acute Kidney Injury (AKI)

BAB I PENDAHULUAN. lain. Elektrolit terdiri dari kation dan anion. Kation ekstraseluler utama adalah natrium (Na + ), sedangkan kation

Created by Mr. E. D, S.Pd, S.Si LOGO

G R A C I A C I N T I A M A S S I E P E M B I M B I N G : D R. A G U S K O O S H A RT O R O, S P. P D

Bab II Tinjauan Pustaka. Asam basa Konjugasi Menurut Bronsted Lowry

BAB 7. ASAM DAN BASA

KIMIa ASAM-BASA II. K e l a s. A. Kesetimbangan Air. Kurikulum 2006/2013

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR LARUTAN BUFFER

I. PENDAHULUAN 9/12/2014. Analisa Gas Darah (AGD): Pengukuran dan Penghitungan : ph, PO2, PCO2, [HCO3-], Saturasi OxyHb (%), BE

HUBUNGAN STRUKTUR, SIFAT KIMIA FISIKA DENGAN PROSES ABSORPSI, DISTRIBUSI DAN EKSKRESI OBAT

KESEIMBANGAN CAIRAN, ELEKROLIT, ASAM DAN BASA * Kuntarti, S.Kp

LOGO. Analisis Kation. By Djadjat Tisnadjaja. Golongan V Gol. Sisa

Universitas Indonusa Esa Unggul FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT Jurusan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan

JADUAL KULIAH BIOKIMIA KELAS I (KODE MAK 144, 3 (2-1) SKS)

TI T PS K ESEHATA T N 1

MACAM-MACAM SUARA NAFAS

BAB 1 PENDAHULUAN. pasien ICU. Suatu penelitian menunjukkan 64% pasien critically ill mengalami

KIMIA LARUTAN LARUTAN ELEKTROLIT ASAM DAN BASA

HEALTH SECRET. Q & S Dept Travira Air

Kesetimbangan Kimia. Chapter 9 P N2 O 4. Kesetimbangan akan. Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi

Kompetensi Memahami mekanisme kerja fisiologis organ-organ pernafasan

OLIMPIADE SAINS NASIONAL Manado September 2011 LEMBAR JAWAB. UjianTeori. Bidang Kimia. Waktu 210 menit

Transkripsi:

VII. KESEIMBANGAN ASAM BASA Mohammad Hanafi, MBBS (Syd)., dr., MS. 1.Pendahuluan Untuk mempelajari keseimbangan asam basa, diperlukan pengertian tentang air, asam, basa dan mekanisme kompensasi tubuh untuk mempertahankan keseimbangan tersebut. Air terdiri merupakan komponen utama tubuh kita. Diperkirakan 55% tubuh kita terdiri dari air. Pelajari lagi kuliah yang ke 6 tentang metabolisme air. Hal lain mengenai air: dapat berionisasi biarpun kecil sekali, bersifat asam atau basa H 2 O + H 2 O H 3 O + + OH namun lebih sering ditulis sebagai H 2 O H + + OH 2.Pengertian tentang ph. Untuk mengetahui apa arti ph, maka perlu kita tinjau lagi tentang persamaan Henderson Hasselbach. Air berdissosiasi, dan secara sederhana ditulis sebagai berikut: H 2 O H + + OH HA H + + A K = dissosiasi konstan [ H + ][ A ] [ HA] K = [ H + ] = K [ HA] [ A ] [ HA] log [ H + ] = log K log [ A ] [A ] ph = pk + log [HA] Satu liter air (1000 gr) mengandung 1000/180= 55,56 mol. Kw = [K][ H 2 O] = [ H+ ][ OH ] Kw = produk ion untuk air Pada temperatur 25 o Kw = ( 10 7 ) 2 = 10 14 (mol/l) 2 ph adalah logarithme negative dari konsentrasi ion H. Pada temperatur 25 o air murni : ph = log [ H + ] = log 10 7 = 7

Istilahistilah yang lain. Asam, suatu senyawa sebagai donor proton dan basa adalah reseptor proton. Asam kuat (H, H 2 SO 4 ), senyawa yang berdissosiasi sempurna menjadi anion dan kation, sehingga larutannya bersifat asam kuat. Asam lemah berdisosiasi sebagian (H 2 CO 3 ). Basa kuat sama pengertiannya dengan asam kuat yaitu berdissodiasi sempurna (KOH). Basa lemah berdissosiasi sebagian (RCOOH). Dalam darah kita, terdapat keseimbangan asam karbonat bikarbonat yang sanga dominan, sehingga dapat menentukan ph darah kita. H 2 CO 3 H + + HCO 3 ph = pk a + log [A ]/ [HA] ph = pk a + log [HCO3 ]/[H 2 CO 3 ] pk a H 2 CO 3 = 6,1 ph plasma darah = 6,1 + log = 6,1 + log 20/1 = 7,4 ph plasma darah = 7,4 (berkisar 7,35 7,45) Asam dan konyugat basa HA H + + A RNH + 3 RNH2 + H+ HA dan RNH + 3 adalah asam dan A dan RNH 2 disebut konyugat basa, dapat pula menyebut A dan RNH 2 basa dan HA dan RNH + 3 konyugat asam. Asam lemah konyugat basa pk (dissosiasi konstan) H2CO3 HCO3 6,4 H2PO4 HPO4 2 7,2 3.Sistem penyangga atau Buffer Untuk mengerti bagaimana Penyangga bekerja, perhatikanlah hal berikut! Ingatlah bahwa: [A ] ph = pk + log [HA] 3.1.Apabila [ A ] = [ HA ] [ A ] 1 ph = pk + log = pk + log = pk + 0 [HA] 1 ph = pk 3.2.Apabila perbandingan [ A ] / [ HA] = 100 : 1

ph = pk + 2 3.3.Apabila perbandingan [ A ] / [ HA] = 1 : 10 ph = pk 1 Apabila diteruskan dengan bermacam angka misalnya antara 10 3 dan 10 3, kemudian dibuat grafik antara ph dan pk hasilnya merupakan diagram mengenai titrasi suatu asam lemah oleh basa kuat seperti berikut: 1 meq alkali ditambahkan per meq asam 0,8 0,6 0,4 0,2 0 pk pk pk pk pk pk pk 3 2 1 0 +1 +2 +3 Gambar : 2. Kurva titrasi dihitung dari persamaan HendersonHasselbalch 1 1 meq alkali ditambahkan per meq asam 0,8 0,6 0,4 0,2. 0,8 0,6 0,4 0,2 Perubahan netto 0 0 2 3 4 5 6 7 8 ph Gambar 3. Kurva titrasi tipe asam HA. Titik tebal ditengah menunjukkan pk, 5 Larutan asam lemah dan konyugat basanya atau basa lemah dan konyugat asamnya mempunyai sifat penyangga (buffer), artinya dapat mempertahankan ph lebih efektif bila dibanding air. Pada ph dekat dengan harga pk larutan buffer dapat mempertahankan ph lebih kuat.

Perhatikan Gambar 3, perubahan dari ph 4 ke 5 terjadi setelah penambahan 0,3 mg KOH, namun pada perubahan ph 3 menjadi ph 4 hanya dengan penambahan kurang dari 0,05 mg KOH. Dalam tubuh, sesnyawa sebagai buffer, bikarbonat (HCO 3 ) orto fosfat HPO 2 4 protein Senyawa tersebut dapat mempertahankan perubahan ph (keasaman) apabila ada penambahan suatu asam (H + ). Dalam keadaan normal, konsentrasi ion hidrogen dalam darah kita yang dinyatakan dengan keasaman atau ph adalah sekitar 7,35 7,45 ( 7,4 ). Dalam darah ada juga asam karbonat (H 2 CO 3 ). Asam karbonay [H 2 CO 3 ] ditentukan oleh tekanan CO 2 ( pco 2 ) di dalam alveoli (paru). Tekanan CO 2 atau pco 2 (PACO 2 alveoli biasanya sekitar 40 mm Hg kalau di dalam plasma darah sesuai dengan 1 meq/l. Kadar Bikarbonat atau [HCO 3 ] diatur oleh epitel tubulus ginjal, dan dalam keadaan normal terdapat sekitar 22 26 meq/l. H 2 O + CO 2 H 2 CO 3 H + + HCO 3 Enzim yang terlibat : Carbonic unhydrase Unhidrase asam karbonat 4.Pembuangan hasil metabolisme Proses pembuangannya hasil metabolisme tergantung apakah dapat dimetabolisir sempurna menjadi karbon dioksida (CO 2 ) dan air (H 2 O) ataukah menjadi senyawa lain. Misalnya asam laktat, asetoasetat, asam oksalat dan lainlain. CO 2 akan membentuk asam karbonat dalam darah dan dibuang lewat paru sebagai CO 2. Asam yang lain seperti asetoasetat, asam sulfat yang berasal dari oksidasi makanan yang mengandung sulfur akan dibuang lewat ginjal. Asam aseto asetat di dalam plasma akan berdissosiasi dan bereaksi dengan sistem buffer bikarbonat. Hidrogen ion (H + ) dengan bikarbonat menjadi asam karbonat yang akan dibuang lewat paru, sedangkan ion asetoasetat akan dibuang lewat ginjal dengan mengikat Na + atau K +. 5.Peran Paru dan Ginjal. CO 2 dari jaringan diangkut ke paru. Jaringan O 2 CO 2 + H O 2 H CO 2 3 HbO 2 H + Hb H 2CO3 H + + HCO 3 Sel eritrosit HCO 3

Dalam cairan interstisial sel, CO2 bereaksi dengan air menjadi asam karbonat (H2CO3). Asam karbonat masuk kedalam sel darah merah, berdissosiasi melepas ion hidrogen. Ion hidrogen bereaksi dengan hemoglobin dan mendesak O2 untuk dilepas. Oksigen masuk jaringan Paru CO 2 + H O 2 H CO 2 3 O 2 HbO 2 H + Hb H 2CO3 H + + HCO 3 Sel eritrosit HCO 3 Di Paru, oksigen bereaksi dengan Hb dan mendesak ion hidrogen. Ion hudrogen bereaksi dengan bikarbonat menjadi asam karbonat. Asam karbonat meninggalkan sel eritrosit (sel darah merah), masuk paru. CO 2 keluar melalui alveolus. Bikarbonat keluar masuk sel darah merah tergantung di jaringan apa, dan bertukar tempat dengan untuk menyamakan muatan. Dalam ginjal, di sel nephron. Lumen Nephron Sel eritrosit H + Na + CO 2 + H 2 O H H + 2 CO 3 HCO + Na + 3 HCO 3 Fungsi ginjal terutama membuang kelebihan asam tubuh dalam bentuk ion hidrogen. Gambar di atas menunjukkan apa yang terjadi dalam proksimal konfulutet tubulus. Ion hidrogen (H+) keluar sel. Untuk menyamakan muatan Na+ masuk. Bikarbonat meninggalkan sel nephron masuk kedalam sel darah merah. Lumen Nephron Sel eritrosit H PO 2 4 NH 4 NH Na + 3 + NaH PO 2 4 CO 2 + H 2 O H H + 2 CO 3 HCO + Na + 3 HCO 3 NH 3 H + + Na HPO 2 Dalam distal konfulutet tubulus. Dalam gambar di atas ditunjukkan sekresi H + dan NH 3.

NH 3 berasal dari reaksi Glutamin menjadi Glutamat. Glutamin + H 2 O Glutamat + NH 3 Glutaminase + Amonia (NH 3 ) bereaksi dengan air membentuk ammonium ( NH 4 OH NH 4 + OH ) Kelebihan asam tubuh dibuang oleh ginjal dalam bentuk H + dan NH 3 atau NH + 4. Selain itu ginjal juga membentuk bikarbonat (HCO 3 )yang dibawa ke jantung untuk disebarkan keseluruh tubuh. Ingat bikarbonat bersifat basa, karena dapat menerima H +. 6.Asidosis dan alkalosis Dalam keadaan normal, konsentrasi ion hidrogen [H + ] dalam darah kita yang dinyatakan dengan keasaman atau ph adalah sekitar 7,35 7,45. Jadi tubuh kita agak sedikit alkali. Dalam tubuh kita banyak mengandung bikarbonat, fosfat dan protein, yg bersifat basa (dapat menerima H + ). 6.1.Asidosis respiratori. Disebabkan karena kegagalan fungsi paru, untuk membuang CO 2. Paru seolaholah bernafas dengan uadara yang kaya CO 2. Akibatnya tekanan CO 2 paru (p CO 2 ) meningkat. Penyebabnya, misalnya bronchopneumonia, depresi pusat pernafasan (misalnya keracunan morfin), hipoventilasi karena penyakit paru lainnya, karena penyakit jantung, penyakit otot dll. H 2 O + CO 2 H 2 CO 3 H+ + HCO 3 Dalam paru CO 2 akan dibuang, reaksi yang terjadi adalah ke kiri. Mekanisme Kompensasi: Tubuh berusaha mengembalikan ph kearah normal. Tubuh mempertahankan ph darah oleh sistem buffer (penyangga): bikarbonat, fosfat, protein. Asam karbonat yang masuk dalam darah yang berlebihan terutama dibuffer oleh Hb dan sistem buffer protein. Paru:dengan membuang CO 2 atau meningkatkan kecepatan respirasi Tekanan CO 2 (pco 2) alveolus yang meningkat akan merangsang pusat pernapasan dan menaikkan laju pernapasan (asal kelainan primer bukan pada pusat pernapasan) sehingga mempercepat pengeluaran CO 2 lewat paru. Ginjal: dengan membuang H +, NH 3 dan meningkatkan reabsorbsi HCO 3. Secara klinis bisa ditemukan : Keluar keringat yang berlebihan Sakit kepala Takhikardi (denyut jantung meningkat) Bingung Gelisah, seperti ketakutan (apprehension) Dalam pemeriksaan Laboratorium ditemukan: Retensi CO 2 meningkat

ph < 7.35 ( N. 7.35 7.45) HCO 3 28 meq/l (N. 22 26 meq/l) paco 2 > 45 mm Hg (N. 35 45 mmhg) (tekanan CO 2 alveolus) 6.2.Alkalosis Respiratorik Primer kekurangan [H 2 CO 3 ] pco 2 ph Sebab: Semua keadaan yang menyebabkan meningkatnya laju (rate) atau kedalaman (depth) pernapasan, atau keduanya. Misalnya demam, suhu luar yang tinggi, histeria yang menyebabkan hiperventilasi, hipoksia, dan keracunan salisilat Eliminasi CO 2 yang berlebihan menurunkan [H 2 CO 3 ] akibatnya ratio [HCO3 ] / [H 2 CO 3 ] meningkat dan akan menyebabkan ph meningkat. Mekanisme kompensasi: Terutama dilakukan oleh ginjal dengan cara: Ekresi H + dihambat pembentukan ammonia menurun ekskresi HCO3 meningkat Secara klinis akan ada gejala dan atau tanda: Pernafasan cepat dan dalam Parastesi (terasa kesemutan) Kepala terasa ringan (melayang) Kontraksi otot tertentu (twitching) Cemas Rasa takut Dalam laboratorium yang didapat: ph > 7.45 HCO 3 < 24 meq/l PaCO 2 < 35 mm Hg 6.3.Arterial Blood Gases (ABG) ABG : adalah pengukuran beberapa komponen darah arteri untuk mengetahui: 6.3.1.Oksigenasi darah melalui pertukaran gas di paru 6.3.2.Pembuangan CO 2 melalui respirasi 6.3.3.Keseimbangan asambasa cairan ektra seluler ABG: bisa membantu diagnoses dan monitoring pengobatan suatu keadaan atau penyakit: a.kecepatan respirasi yg (tachypnea) b.kesulitan bernafas (dyspnea)

c.gelisah, cemas yg tdk diketahui penyebabnya pada pasien rawat inap e.ngantuk atau bingung (confusion) pada penderita dgn O 2 terapi. f.prediksi resiko operasi g.penderita dengan ventilator h.monitor perkembangan penyakit kardiopulmoner Beberapa istilah: PaO 2 tekanan parsial Oksigen dlm arteri PaCO 2 tek parsial CO 2 dalam arteri Harga normal: ph 7.35 7.45 HCO 3 22 26 meq/l PaCO 2 35 45 mm Hg Base excess (BE): menunjukkan jumlah kelebihan atau jumlah kekurangan dari bikarbonat (HCO 3 ) dalam sistem buffer (penyangga). Harga normal antara 2 dan + 2 Dapat dihitung dengan rumus: BE = 0.93 [HCO 3 24.4 + 14.8 (ph 74)] atau = 0.93 x [HCO 3 ] + 13.77 x ph 124.58 BE juga dinyatakan jumlah basa dalam mmol/l yang harus dibuang agar ph kembali normal dengan PCO 2 dibuat 40 mm Hg. 6.4.Asidosis metabolik (metabolic acidosis) Asidosis metabolik terjadi apabila intake (makan) asam (selain asam karbonat) atau hasil metabolisme asam yang berlebihan. Ciriciri : ph rendah [HCO 3 ] rendah dalam plasma. Penyebab: Keadaan fisiologis, olahraga berat akan menghasilkan asam laktat. Hipoksia dalam jaringan akibat "shock", Diabetes mellitus yang tidak terkontrol dapat menimbulkan ketoasidosis. Senyawa keton dalam tubuh : asetoasetat dan betahidroksi butirat) Kegagalan ginjal yang menyebabkan penurunan pembentukan bikarbonat oleh ginjal dan terjadinya penurunan sekresi [H+] dan [NH + 4 ]. Bila kompensasi berjalan sempurna dikatakan asidosis metabolik terkompensasi sempurna. Namun apabila dengan kompensasi ph tetap <7,35 dikatakan terkompensasi sebagian. Mekanisme kompensasi: Sistem buffer: terutama oleh buffer bikarbonat/asam karbonat

Sistem pernafasan: ph yang turun merangsang Hiperventilasi agar ekskresi CO 2 meningkat, ini dapat menurunkan kadar asam karbonat [H 2 CO 3 ] sehingga agar ratio [HCO3 ]/[H 2 CO 3 ] kembali 20/1. Mekanisme renal (asal bukan karena gagal ginjal) Ginjal berusaha mengembalikan komposisi elektrolit semula dan ph dengan cara ekskresi asam dan menahan basa ekskresi H + meningkat pembentukan ammonia meningkat reabsorpsi HCO3 meningkat 6.5.Alkalosis metabolik. Penyebab: Muntahmuntah yang lama. Muntah menyebabkan kehilangan [H+] lambung (dalam bentuk H). Pemberian sodium bikorbonat misalnya obat mag yang berlebihan (jarang terjadi) Kehilangan K+. Misalnya pada Sindroma Cushing, pada aldosteronism, sesudah pemberian ACTH tau hormonhormon adrenokortikal, dan pemberian diuretika. Mekanisme kompensasi: Sistem buffer: terutama oleh buffer bikarbonat/asam karbonat Sistem pernafasan: ph yang naik menekan pusat pernapasan, akan terjadi Hipoventilasi. Akan terjadi retensi CO 2. Asam karbonat meningkat [H 2 CO 3 ], ratio [HCO3 ] / [H 2 CO 3 ] menurun dan kembali 20/1. Mekanisme renal ekskresi H + dihambat pembentukan ammonia dihambat retensi HCO 3 menurun (ekskresi ) Tahapan mekanisme pertahanan tubuh untuk menyeimbangkan keasaman darah: Ginjal merupakan pertahanan terakhir namun bisa lebih baik hasilnya. Beberapa contoh kasus: Dalam prakteknya, nilai atau harga yang kita temukan kadangkadang tidak sejelas dalam teori.

Misalnya: Kasus dengan Respiratori asidosis khronik: Seoran pria berumur 73 tahun, emfisima (krn perokok berat) nafas agak susah memerlukan usaha, didapatkan: ph = 7.36 (normal 7.35 7.45) PaCO 2 = 64 mmhg (N 35 45 mmhg) HCO 3 = 35 meq/l (N 22 26 meq/l) Pria tersebut mengalami kompensasi sempurna. Respiratori asidosis akuta, mengalami kompensasi sebagian. ph = 7.30 PaCO 2 = 55 mmhg HCO 3 = 27 meq Respiratori asidosis khronik gagal pernafasan. ph = 7.38 PaCO 2 = 76 mmhg HCO 3 = 42 meq/l BE = +14 Respiratori asidosis akuta krn gagal pernafasan. ph = 7.26 PaCO 2 = 56 HCO 3 = 24 BE = 4 Respiratori alkalosis alveolar hiperventasi khronik ph = 7.44 PaCO 2 = 24 mmhg HCO 3 = 16 meq/l BE = 6 Respiratori alkalosis akuta, pasien psikosomatik, pernafasan cepat, ada gangguan cara bicara ph = 7.36 PaCO 2 = 23 HCO 3 = 23 BE = 21 Teoritis (klasik) Asidosis respiratori ph < 7.35 (N 7.35 7.45) PaCO 2 tinggi (N 35 45 mmhg) HCO 3 tinggi (N 22 26 meq/l)

Alkalosis respiratori ph > 7.45 PaCO 2 rendah HCO 3 rendah Latihan soal: 1.Apa artinya ph H 2 O = 7? 2.Apabila HA dalam reaksi di bawah ini suatu asam, maka yang manakah disebut konyugat basa: HA H + + A 3.Apakah buffer itu? 4.Sebutkan apa saja dalam darah yang bisa bertindak sebagai buffer! 5.Berapakah kadar Bikarbonat dalam darah yang norma? 6. H2O + CO2 H 2 CO 3 H+ + HCO 3 Enzim apakah yang terlibat dalam reaksi di atas? 7.Pada jaringan senyawa apa yang dapat melepas atau menggeser Oksigen dari Hemoglobin dalam sel darah merah? 8.Terangkan cara asam asetato asetat dibuang dari tubuh! 9.Terangkan cara tubuh untuk mengatasi atau mengurangi efek dari Respiratori asidosis! 10.Terangkan cara tubuh untuk mengatasi atau mengurangi efek dari metabolik asidosis! 11.Terangkan cara tubuh untuk mengatasi atau mengurangi efek dari metabolik alkalosis!