BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS

dokumen-dokumen yang mirip
ALAT - ALAT OPTIK. Bintik Kuning. Pupil Lensa. Syaraf Optik

2. MATA DAN KACAMATA A. Bagian Bagian Mata Diagram mata manusia ditunjukkan pada gambar berikut.

Mata Manusia. Eye Structure

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Metode Metode Pembelajaran

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertianpengertian,

3.1.3 menganalisis pembentukan bayangan pada lup,kacamata, mikroskop dan teropong

NAMA : ABIMANYU THEOPHANO NIM : Metode Ceramah

BAHAN AJAR. 1. Mata. Diagram susunan mata dapat dilihat pada gambar berikut.

7.4 Alat-Alat Optik. A. Mata. Latihan 7.3

ALAT-ALAT OPTIK. Beberapa jenis alat optik yang akan kita pelajari dalam konteks ini adalah:

ALAT-ALAT OPTIK. Adalah alat-alat yang ada hubungannya dengan cahaya. Created by Ius 201

qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq

Skor Evaluasi pada Observasi Awal

ALAT - ALAT OPTIK MATA

kacamata lup mikroskop teropong 2. menerapkan prnsip kerja lup dalam menyelesaikan permasalahan yang berhubungan

2. Lup (Kaca Pembesar) Pembesaran bayangan saat mata berakomodasi maksimum

ALAT-ALAT OPTIK B A B B A B

fisika CAHAYA DAN OPTIK

ALAT-ALAT OPTIK B A B B A B

ALAT ALAT OPTIK MATA KAMERA DAN PROYEKTOR LUP MIKROSKOP TEROPONG

memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang, dan optika dalam produk teknologi sehari-hari.

Alat optik adalah suatu alat yang bekerja berdasarkan prinsip cahaya yang. menggunakan cermin, lensa atau gabungan keduanya untuk melihat benda

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. MATA Merupakan alat Indra kita untuk melihat keadaan disekitar kita. Bagian-bagian mata No Bagian Mata Fungsinya 1 Lensa mata Memfokuskan bayangan

Latihan Soal Optik Geometrik SMK Negeri 1 Balikpapan Kelas XI Semua Jurusan

A. ALAT-ALAT OPTIK Alat-Alat Optik Bagian-bagian mata Kornea mata: Otot siliar: Iris: Pupil: Lensa mata: Retina:

Alat Optik dalam Kehidupan

dan juga urutan jalannya cahaya ketika cahaya yang dipantulkan benda masuk ke mata sehingga benda bisa dilihat. Kornea, merupakan bagian paling depan

ALAT OPTIK ALAT OPTIK

BAB I PENDAHULUAN. membentuk sikap serta ketrampilan yang berguna baginya dalam menyikapi

15B08064_Kelas C TRI KURNIAWAN OPTIK GEOMETRI TRI KURNIAWAN STRUKTURISASI MATERI OPTIK GEOMETRI

Alat-Alat Optik. Bab. Peta Konsep. Gambar 18.1 Pengamatan dengan menggunakan mikroskop. Bagian-bagian mata. rusak Mata. Cacat mata dibantu.

LEMBAR PERSETUJUAN ARTIKEL

*cermin datar terpendek yang diperlukan untuk dapat melihat seluruh bayangan adalah: SETENGAH dari TINGGI benda itu.

BAB 11 CAHAYA & ALAT OPTIK

OPTIK GEOMETRI. 1. Pemantulan pada cermin datar

2.1.2 Pembelajaran Kooperatif

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan Penulisan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Alat-Alat Optik. B a b 6. A. Mata dan Kacamata B. Kamera C. Lup D. Mikroskop E. Teropong

adalah proses beregu (berkelompok) di mana anggota-anggotanya mendukung dan saling mengandalkan untuk mencapai suatu hasil

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

KAJIAN PUSTAKA. makna tersebut dapat dilakukan oleh siswa itu sendiri atau bersama orang

Meningkatkan Kemampuan Siswa melalui Model Pembelajaran Creative Problem Solving

BAB II KAJIAN PUSTAKA. ada di sekitar individu. Menurut Sudjana dalam Rusman. (2011: 1) Belajar

BAB II ANALISIS KONSEPSI SISWA PADA KONSEP MATA DAN CACAT MATA DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR

BAB II KAJIAN PUSTAKA

ALAT OPTIK. Bagian-bagian Mata

Berdasarkan pernyataan di atas, bahwa peserta didik harus

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS. Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian,

1. Apabila cahaya dipancarkan ke dalam botol bening yang tertutup cahaya tersebut akan... a. dipantulkan botol

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Gina Gusliana, 2014

PENERAPAN METODE PEMECAHAN MASALAH DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA (Suatu studi di SDN 01 Poasia) Kota Kendari tahun 2012.

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Gina Gusliana, 2014

Alat-Alat Optik dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

OPTIKA CERMIN, LENSA ALAT, ALAT OPTIK. PAMUJI WASKITO R, S.Pd GURU MATA PELAJARAN FISIKA SMK N 4 PELAYARAN DAN PERIKANAN

TUGAS TELAAH KURIKULUM BAHAN AJAR ALAT-ALAT OPTIK

BAB II KAJIAN PUSTAKA

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 3. Sistem Koordinasi dan Alat InderaLatihan Soal 3.3

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SMP kelas 8 - FISIKA BAB 7. CAHAYA DAN ALAT - ALAT OPTIKLATIHAN SOAL BAB 7. 1 dan 2. 1 dan 3. 2 dan 4. 3 dan 4

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. 2.1 Hakikat Hasil Belajar Siswa Tentang Perubahan Wujud Benda

BAB II KAJIAN TEORI Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS)

Hesti Yunitasari Universitas PGRI Yogyakarta

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 MENGKENDEK

Cahaya Pemantulan Pembiasan Cermin lengkung Lensa Alat optik lain Cacat mata Kata Kunci 236 Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas VIII

Ernidalisma Guru Matematika dan Kepala Sekolah SMP N 30 Pekanbaru. Kata kunci: metode pembelajaran learning start with a question, hasil belajar.

BAB II KAJIAN TEORI. Rosdakarya, 2009) Nana Sudjana, penilaian hasil proses belajar mengajar. (Bandung: PT Remaja

OPTIKA. Gb.1. Pemantulan teratur. i p. Gb.3. Hukum pemantulan A A B B C C. Gb.4. Pembentukan bayangan oleh cermin datar A.

BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Kajian Teori Pengertian Belajar

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SIFAT-SIFAT BENDA MELALUI METODE EKSPERIMEN DI KELAS IV SDN 3 BULANGO TIMUR KABUPATEN BONE BOLANGO

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. DAFTAR ISI... iv. DAFTAR TABEL... vii. DAFTAR GAMBAR... ix. DAFTAR LAMPIRAN... xi. A. Latar Belakang Masalah...

BAB II LANDASAN TEORI

Kondisi Mata By I Nengah Surata

Bab III Prinsip Kerja Alat-Alat Optik

BAB II KERANGKA TEORI. karena itu, hakekat fisika dapat ditinjau dan dipahami melalui hakekat

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial

BAB II KAJIAN TEORETIS. tersebut dapat menghasilkan suatu bentuk perubahan yang nampak pada diri siswa

JURNAL PRAKTIKUM FISIKA DASAR MENENTUKAN FOKUS LENSA

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS. Kata "media" menurut Heinich, dkk (1982) berasal dari bahasa latin,

PADANAN LITERASI SAINS

Lampiran 4 Data Mentah Uji Validitas Siklus I

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. perlu dilakukan usaha atau tindakan untuk mengukur hasil belajar siswa. Hamalik

BAB II KAJIAN PUSTAKA

MATRIKS KISI-KISI DAN SOAL TES UNTUK MATERI CAHAYA DAN OPTIK SEBAGAI PADANAN SOAL TIMSS. Pokok bahasan : Cahaya dan Optik. Kelas / Semeter : VIII / 2

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dengan tujuan dan bahan acuan interaksi. Di dalamnya dikembangkan

BAB V PEMBAHASAN. Fiqih dengan melalui penerapan model pembelajaraan kooperatif tipe picture and

Transkripsi:

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS 2.1 kajian Teori 2.1.1 Hasil Belajar Menurut Suprijono : 5 : 2011 Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan,nilai nilai, pengertian pengertian, sikap-sikap, apersiasi,dan ketrampilan. Merujuk pemikiran Gagne, hasil belajar berupa : 1) Informasi verbal yaitu kapabilitas mengungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa,baik lisan maupun tulisan. Kemampuan merespons secara spesifik terhadap ransangan spesifik. Kemampuan tersebut tidak memerlukan manipulasi simbol, pemecahan masalah maupun penerapan aturan. 2) Ketrampilan intelektual yaitu kemampuan mempersentasekan konsep dan lambang. Ketrampilan intelektual terdiri dari kemampuan mengkategorisasi, kemampuan analitis sintesis fakta-konsep dan mengembangkan prinsipprinsip keilmuan. ketampilan intelektual merupakan kemampuan melakukan aktivitas kognitif bersifat khas. 3) Strategi kognitif adalah kecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri. Kemampuan ini meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahkan masalah. 4) Ketrampilan motorik yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalam urusan dan koordinasi, sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani. 5) Sikap adalah kemampuan menerima aa menolak objek berdasarkan penilaian terhadap objek tersebut. Sikap berupa kemampuan menginternalisasi dan eksternalisasi nilai nilai. Sikap merupakan kemampuan menjadikan nilai nilai sebagai standar perilaku.

Menurut Bloom, hasil belajar mencakup kemampuan kognitif,afektif dan psikomotorik. Domain kognitif adalah knowledge (pengetahuan ingatan), comprhension (pemahaman,menjelaskan,meringkas, contoh ), application (menerapkan), analysis (menguraikan, menentukan hubungan),synthesis (mengorganisasikan, merencanakan, membentuk bangunan baru), dan evaluation (menilai). Domain efektif adalah reciving (sifat menerima), responding (memberikan respons),valuing (nilai), organization ( organisasi), characterization (karakterisasi). Domain psikomotor meliputi initiatory, pre-routine, dan rountinized. Psikomotor juga mencakup ketrampilan produktif, teknik, fisik, sosial, manajerial,dan intelektual. Sementara, menurut Lingren hasil pembelajaran meliputi kecakapan, informasi, pengertian, dan sikap. Hasil belajar adalah perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi kemanusiaan saja. Artinya, hasil pembelajaran yang dikategorikan oleh para pakar pendidikan sebagaimana tersebut di atas tidak dilihat secara fragmentaris atau terpisah, melainkan komprehensif (Suprijono:2009:5). 2.1.2 Metode Demonstrasi Metode demonstrasi adalah pertunjukan tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami oleh peserta didik secara nyata atau tiruannya metode demonstrasi ini lebih sesuai untuk mengajarkan bahan-bahan pelajaran yang merupakan suatu gerakan-gerakan, suatu proses maupun hal-hal yang bersifat rutin. Dengan metode demonstrasi peserta didik berkesempatan mengembangkan kemampuan mengamati segala benda yang sedang terlibat dalam proses serta dapat mengambil kesimpulan-kesimpulan yang diharapkan. (Syaiful, 2008:210). Tujuan Metode Demonstrasi menggunakan metode demonstrasi adalah untuk memperlihatkan proses terjadinya suatu peristiwa sesuai materi ajar, cara

pencapaiannya dan kemudahan untuk dipahami oleh siswa dalam pengajarn kelas. Metode demonstrasi mempunyai beberapa kelebihan dan kelekurangan. a) Manfaat Metode Demonstrasi Manfaat psikologis dari metode demonstrasi adalah : Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa. Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2008:211) kelebihan dan kekurangan metode demonstrasi adalah sebagai berikut : b) Kelebihan metode demonstrasi Perhatian siswa dapat dipusatkan pada hal-hal yang dianggap penting oleh guru sehingg hal yang penting itu dapat diamati secara teliti. Di samping itu, perhatian siswa pun lebih mudah dipusatkan kepada proses belajar mengajar dan tidak kepada yang lainya. Dapat membimbing siswa ke arahberpikir yang sama dalam satu saluran pikiran yang sama. Ekonomis dalam jam pelajaran di sekolah dan ekonomis dalam waktu yang panjang dapat diperlihatkan melalui demonstrasi dengan waktu yang pendek. Dapat mengurangi kesalahan-kesalahan bila dibandingkan dengan hanya membaca atau mendengarkan, karena murid mendapatkan gambaan yang jelas dari hasil pengamatannya. Karena gerakan dan proses dipertunjukan maka tidak memerlukan keterangan-keterangan yang banyak Beberapa persoalan yang menimbulkan petanyaan atau keraguan dapat diperjelas waktu proses demonstrasi. c) Kekurangan metode demonstrasi

Derajat visibilitasnya kurang, peserta didik tidak dapat melihat atau mengamati keseluruhan benda atau peristiwa yang didemonstrasikan kadang-kadang terjadiperubahan yang tidak terkontrol. Untuk mengadakan demonstrasi digunakan ala-alat yang khusus, kadang-kadang alat itu susah didapat. Demonstrasi merupakan metode yang tidak wajar bila alat yang didemonstrasikan tidak dapat diamati secara seksama.dalam mengadakan pengamatan terhadap hal-hal yang didemonstrasikan diperlukan pemusatan perhatian. Dalam hal ini banyak diabaikan leh peserta didik. Tidak semua hal dapatdidemonstrasikan di kelas. Memerlukan banyak waku sedangkan hasilnya kadang-kadang sangat minimum. Kadang-kadang hal yang didemonstrasikan di kelas akan berbeda jika proses itu didemonstrasikan dalam situasi nyata atau sebenarnya. Agar demonstrasi mendapaptkan hasil yang baik diperlukan ketekitian dan kesabaran. Dengan metode demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam, sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Juga siswa dapat mengamati dan memperhatikan apa yang diperlihatkan selama pelajaran berlangsung. Metode demonstrasi baik digunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan proes mengatur sesuatu, proses membuat sesuatu, proses bekerjanya sesuatu proses mengerjakan atau menggunakannya, komponen-komponen yang membentuk sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara lain dan untuk mengetahui atau melihat kebenaran sesuatu. Metode demonstrasi adalah suatu cara penajian informasi dalam proses belajar mengajar dengan mempertunjukan tentang cara melakukan sesuatu disertai penjelasan secara visual dari proses dengan jelas.teknik yang lain yang hampir sejenis dengan eksperimen ialah demonstrasi. Tetapi siswa tidak dapat melakukan hanya melihat saja apa yang dikerjakan oleh guru. Jadi demonstrasi adalah cara mengajar dimana seorang instruktur atau tim guru menunjukan, memperlihatkan suatu proses misalnya merebus air sampai mendidih 100 o C, sehingga seluruh siswa

dalam kelas dapat melihat, mengamati, mendengar, mungkin meraba- raba dan merasakan proses yang dipertunjukan oleh guru tersebut. Tujuan : Demonstrasi menunjukan urutan proses yang sulit di jelaskan dengan kata kata.demonstrasi menunjukan kepada peserta bagaimana melakukan suatu kegiatan tertentu secara benar dan tepat.prosedur Pelaksanaan Tindak lanjut Pelaksanaan, Perencanaan persiapan Menunjukan cara kerja yang benar kepada siiswa yang benar dengan menggunakan peragaan, selanjutnya siswa harus dapat mengerjakan sesuatu yang sudah diperagakan. Untuk menghindari kesulitan demonstrasi, ada empat hal yang harus dilakukan guru,yaitu (1) mengatakan kepada siswa bahwa pada giliran berikutnya ia juga harus melakukan ketrampilan yang ditunjukan ; (2) mengatakan pada siswa apa saja yang perlu dicatat dalam demonstrasi ; (3) mendemonstrasikan ketrampilan dan memberikan setiap langkah sebelum melakukan demonstrasi ; (4) sebelum praktik, mengingatkan langkah-langkah ketrampilan yang penting ( Joice & Weil, 1986 ) dalam buku Saiful : 215: 2008 Merill mengemukakan bahwa cara yang paling efektif untuk mengajarkan ketrampilan adalah demonstrasi. Hal ini berarti, dalam mengajarkan ketrampilan kerja, demonstrasi lebih penting dari pada ceramah.norman (1984) menyimpulkan bahwa siswa yang secara tuntas mempraktikan apa yang telah didemonstrasikan oleh guru memiliki siswa skor lebih tinggi secara signifikan pada tes tulisan dan memerlukan waktu lebih pendek untuk latihan dan balikan daripada siswa yang tidak secara tuntas mempraktikan apa yang telah didemonstrasikan oleh guru. Tahap peragaan pada hakikatnya sudah merupakan tahap implementasi pembelajaran praktik. Pada tahap ini guru praktik harus mampu menyajikan peragaan yang menarik sehingga siswa memahami langkah langkah kerja dan tahu dan apa yang harus dilakukannya. Dalam tahap peragaan ini guru praktik harus mampu memberikan contoh yang, baik dan benar, baik menyangkut langkah langkah kerja,

cara penggunaan alat, maupun cara mengerjakan benda kerja. Secara umum, untuk mendapatkan hasil pembelajaran praktik yang optimal, tahap peragaan ini harus dilakukan dengan urutan berikut. 1) Menarik perhatian siswa 2) Memberitahukan tujuan pembelajaran praktik 3) Menjelaskan masalah yang berkaitan dengan lembar kerja 4) Meransang ingatan pada prasyarat 5) Menyajikan bahan peransang 6) Melakukan peragaan d) Langkah- langkah metode demonstrasi menurut roestiyah : 432:2009 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan 3. Menyiapkan bahan atau alat yang diperlukan 4. Menunjuk salah seorang peserta didik untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan. 5. Seluruh peserta didik memperhatikan demontrasi dan menganalisisnya. 6. Tiap peserta didik mengemukakan hasil analisisnya dan juga pengalaman peserta didik didemontrasikan. 7. Guru membuat kesimpulan 2.2 Alat Alat Optik A. Mata Mata manusia mirip dengan kamera dalam struktur dasarnya. Mata merupakan volume tertutup kedalam mana cahaya masuk melalui lensa. Diafragma,disebut selaput pelangi (sebagian berwarna dari mata anda ), menyesuaikan secara otomatis untuk mengendalikan banyaknya cahaya yang memasuki mata. Lubang pada selaput pelangi melalui mana cahaya masuk (pupil) berwarna hitam sehingga tidak ada cahaya yang dipantulkan darinya (ini merupakan

lubang), dan sangat sedikit cahaya yang dipantulkan kembali dari bagian dalam mata.retina, yang memainkan film dalam kamera,berada pada permukaan belakang,yang lengkung. Gambar 1. Mata Lensa mata hanya sedikit membelokan berkas cahaya, kebanyakan pembiasan dilakuakn dipermukaan dekat kornea(indeks bias =1,376), yang juga berfungsi sebagai penutup pelindung.untuk memfokuskan pada benda dekat, otot berkontraksi, menyebabkan pusat lensa menebal, dengan demikian memendekan panjang fokus sehinnga bayangan benda benda yang dekat dapat difokuskan pada retina, dibelakang titik fokus. Penyetelan fokus ini disebut akomodasi. Jarak terdekat yang dapat difokuskan mata disebut titik dekat mata. Untuk orang dewasa muda biasanya 25 cm, walaupun anak anak sering kali bisa memfokuskan benda sedekat 10 cm.sementara orang semakin tua, kemampuan berakomodasi makin kurang dan titik titik dekat bertambah. Titik jauh adalah jarak terjauh dimana benda masih dilihat secara jelas. Untuk beberapa tujuan akan berguna jika dibicarakan mengenai mata normal (sebagai rata rata dari populasi ), yang didefinisikan sebagai mata yang memiliki titik dekat 25 cm dan titik jauh tak hingga(giancoli:edisi lima:333). Rabun Jauh (Miopi)

Mata rabun jauh atau miopi mengacu pad mata yang hanya dapat berfokus pada benda dekat. Titik jauh tidak jauh berada pada tak hingga tetapi jarak yang lebih dekat, sehingga benda jauh tidak terlihat jelas. Hal ini biasanya disebabkan oleh bola mata yang terlalu panjang, kadang-kadang kelengkungan kornealah yang terlalu besar (Giancoli:edisi lima:335). Gambar.2. Kacamata Miopi Presbiopi Rabun dekat terjadi jika mata tidak dapat melihat benda-benda yang jaraknya dekat. Hal ini dikarenakan fokus lensamata mempunyai jarak yang terlalu panjang. Akibatnyabayangan akan jatuh di belakang retina.rabun disebut juga hipermetropi. Orang yang menderitanyaakan kesulitan melihat benda-benda yang jaraknya dekat.benda yang terlihat oleh orang yang menderitanya akantampak buram. Rabun dekat, atau hyperopia, mengacu pada mata yang tidak dapat memfokus pada bend dekat. Walaupun benda benda jauh biasanya terlihat jelas, titik dekat agak lebih besar dari normal 25 cm, yang terlalu pendek atau (lebih jarang ) oleh kornea yang tidak cukup lengkung. Untuk membantu penderita rabun dekat, lensa mata perludiberi bantuan sedemikian rupa agar bayangan yang di-bentuk oleh lensa mata jatuh tepat pada retina. Merekamembutuhkan kacamata dengan lensa cembung. Perananlensa

kacamata cembung adalah agar bayangan yang tadinyajatuh di belakang retina dapat maju sehingga jatuh tepat pada retina (Giancoli:edisi lima:335). Astigmatisme Astigmatisme, biasanya disebabkan oleh kornea atau lensa yang kurang bundar sehingga benda dititik difokuskan sebagai titik garis pendek, yang mengatur bayangan. Hal ini terjadi karena kornea berbentuk sferis dengan bagian silindrisnya bertumpuk (Giancoli:edisi lima:335). B.Alat Optik Yang Lain a) Kamera Kamera adalah alat yang digunaka untuk mengambil gambar foto Gambar 4. kamera b) Lup Lup atau kacamata pembesar biasanya digunakan bisanya digunakan oleh tukang refarasi arloji yang melihat benda benda kecil.

Gambar.4. Lup sederhana buatan guru dari dasar botol atau bawah botol c) Miskroskop Miskroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda benda renik, misalnya bakteri, dan virus. Gambar.5. Miskroskop di Lab SMP Negeri 2 Limboto d) Periskop Periskop adalah alat yang digunakan untuk mengamati benda jarak jauh atau berada dalam sudut tertentu bentuknya sederhana yaitu berupa tabung yang dilengkapi dengan cermin atau prisma pada ujung ujungnya.

Gambar.6. Periskop sederhana buatan guru e. Teropong Teleskop atau teropong adalah alat optik untuk melihat bendayang jaraknya jauh Gambar.6. teropong 2.3 Kajian Relevan Siti Fatimah dengan judul Pengaruh Metode Pembelajaran Demonstrasi terhadap hasil belajar siswa pada materi balok dan kubus Di SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Bulila Tahun 2010. Berdasarkan hasil penelitian untuk kelas eksperimen

yang menggunakan pendekatan metode pembelajaran demonstrasi skor minimum siswa yaitu 58 dan skor maksimum 99 dari perhitungan nilai-nilai rata-rata 78,8 sedangkan untuk kelas perbandingan kelas (control) yang tidak menggunakan pendekatan metode pembelajaran metode demonstrasi (pembeljaran konvensional), diperoleh skor minimum 44 dan skor maksimum 92, dari perhitungan diperoleh skor rata-rata 60,56 bahwa dilihat dari hasil belajar yang menggunakan pendekatan metode pembelajaran demonstrasi lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa yang tidak menggunakan pendekatan metode pembelajaran demonstrasi (pembelajaran konvesional ) Perbedaan antara penelitian yang akan saya lakukan dengan penelitian yang diatas dimana penlitian yang dilakukan Siti Ftimah yaitu penelitian eksperimen sedangkan penelitian yang saya lakukan yaitu penelitian tindakan kelas. 2.4 Hipotesis tindakan Berdasarkan rumusan masalah yang menjadi hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah jika dalam pembelajaran fisika guru menerapkan metode demonstrasi maka hasil belajar akan meningkat. 2.5 kriteria keberhasilan Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian tujuan dalam penelitian tindakan kelas ini dirumuskan criteria sebagai berikut : 1. Kegiatan pembelajaran guru Jika 80 % dari aspek aspek yang diamati berkategori sangat baik atau baik maka pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru di kelas dikatakan berhasil. 2. Kegiatan belajar oleh siswa Jika 80 % dari aspek aspek yang diamati berkategori sangat baik atau baik maka pembelajaran yang dilaksanakan oleh siswa dikelas dikatakan berhasil.

3. Hasil belajar Jika persentase ketuntasan siswa secara klasiskal telah terdapat 80% ke atas yang mencapai KKM yaitu 75 maka kelas dikatakan tuntas.