BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
IV.3 DANA SYIRKAH TEMPORER

BAB 1V PEMBAHASAN. Pada bab ini penulis akan melakukan evaluasi terhadap pembiayaan

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1 Penerapan Pembiayaan Murabahah Pada PT. Bank Muamalat Indonesia,

KERANGKA DASAR LAPORAN KEUANGAN SYARIAH. Budi Asmita, SE Ak, Msi Akuntansi Syariah Indonusa Esa Unggul, 2008

BAB IV PEMBAHASAN. Berikut ini adalah prosedur pelaksanaan deposito ib mudharabah Bank

BAGIAN XI LAPORAN LABA RUGI

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL. penelitian, dalam hal ini adalah data dari Bank Syariah Muamalat dan Bank DKI

Penyajian Laporan Keuangan Bank Syariah. Elis Mediawati, S.Pd.,S.E.,M.Si.

AKUNTANSI BANK SYARIAH

Pertemuan Minggu IX : Pembiayaan Syariah

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. mudharabah pada Unit Usaha Syariah (UUS) PT. Bank DKI. Dilaksanakannya

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

AKUNTANSI DAN KEUANGAN SYARIAH

BAB IV PEMBAHASAN. Implementasi Sistem Bagi Hasil dan Risiko Berdasarkan Prinsip. Mudharabah Di Bank Jabar Banten Syariah

AKUNTANSI BANK SYARIAH. Imam Subaweh

PRODUK SYARIAH DI INDONESIA

BAB IV PEMBAHASAN. 1. Pembukaan Simpanan Berjangka (SIJANGKA)

AKUNTANSI DAN KEUANGAN SYARIAH

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV PEMBAHASAN. A. Implementasi Prinsip Mudharabah Muthlaqah pada BNI ib Deposito

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : March-2016 (dalam Jutaan Rupiah)

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : Januari s/d January-2017 (dalam Jutaan Rupiah)

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : January-2015 (dalam Jutaan Rupiah)

AKUNTANSI MUDHARABAH (psak 105)

Soal UTS Semester Gasal 2015/2016 Mata Kuliah : Akuntansi Syariah

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAGIAN IV AKAD BAGI HASIL

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN 29 /SEOJK.05/2015 TENTANG LAPORAN KEUANGAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO

LAPORAN POSISI KEUANGAN UNIT SYARIAH PT AJB BUMIPUTERA 1912 PER 31 DESEMBER 2012 (dalam jutaan rupiah)

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH

BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Implementasi Bagi Hasil dan Risiko Berdasarkan Prinsip Mudharabah

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV. ANALISIS MEKANISME TRANSAKSI PRODUK DEPOSITO ib HASANAH DOLLAR PADA BNI SYARIAH PEKALONGAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH 30/06/2016 ( dalam jutaan rupiah ) 30 June 2016 A S E T 1 Kas 42,019 2 Penempatan pada

BAB II LANDASAN TEORI. Tinjauan Umum Tentang Bagi Hasil Dan Bonus Simpanan

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH

BAB II LANDASAN TEORI

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH

LAPORAN POSISI KEUANGAN /NERACA BULANAN

BAB IV ANALISIS TERHADAP PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) NO. 105 TENTANG AKUNTANSI MUDHARABAH DI KJKS BMT HUDATAMA SEMARANG

BAB IV PEMBAHASAN. sebelumnya yaitu jenis penghimpunan dana berdasarkan prinsi wadiah pada PT Bank

Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Bulanan Bank Panin Syariah Tanggal : 31 Juli 2015

LAPORAN POSISI KEUANGAN /NERACA BULANAN BANKMEGA SYARIAH

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH

Ringkasan Informasi Produk

BAB IV PEMBAHASAN. 1 Wawancara dengan Ajeng selaku Teller

AKUNTANSI PENGHIMPUNAN DANA

MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN BANK MEGA SYARIAH

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : Januari s/d September-2017 (dalam Jutaan Rupiah)

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : Januari s/d May-2017 (dalam Jutaan Rupiah)

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : Januari s/d March-2018 (dalam Jutaan Rupiah)

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : Januari s/d January-2018 (dalam Jutaan Rupiah)

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : Januari s/d August-2017 (dalam Jutaan Rupiah)

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : Januari s/d October-2017 (dalam Jutaan Rupiah)

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : Januari s/d October-2017 (dalam Jutaan Rupiah)

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK PERIODE : Januari s/d February-2018 (dalam Jutaan Rupiah)

KODIFIKASI PRODUK PERBANKAN SYARIAH

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per 30 September 2016 (Dalam Jutaan Rupiah)

LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per 30 November 2016 (Dalam Jutaan Rupiah)

LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per 31 Januari 2016 (Dalam Jutaan Rupiah)

LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per 31 Januari 2017 (Dalam Jutaan Rupiah)

LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per 31 Juli 2016 (Dalam Jutaan Rupiah)

LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per 31 Mei 2017 (Dalam Jutaan Rupiah)

LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) Per 31 Juli 2017 (Dalam Jutaan Rupiah)

LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN)

LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN)

LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN)

LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN)

DAFTAR PUSTAKA. Antonio, Muhammad Syafi i, 2002, Bank Syariah, Dari Teori ke Praktek, Gema Insani Press, Jakarta.

LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) PT BANK BRISYARIAH

LAPORAN POSISI KEUANGAN NERACA (BULANAN) PT BANK BRISYARIAH

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk 31-May-2017

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk 31-Jan-2017

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk 31-Dec-2016

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALISIS PERBANDINGAN BAGI HASIL DEPOSITO MUDHARABAH PADA BANK SYARIAH MANDIRI DENGAN BUNGA DEPOSITO PADA BANK KONVENSIONAL

PERBANKAN SYARIAH SISTEM DAN OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH AFRIZON. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Akuntansi.

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk 28-Feb-2017

Transkripsi:

72 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Penerapan PSAK No. 105 Tentang Sistem Bagi Hasil Deposito Mudharabah pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. 1. Penerapan sesuai dengan PSAK No. 105 Tabel 4.1 Komparasi PSAK No. 105 dan PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. No PSAK PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Ket. No.105 1. Paragraf 4 Dalam posisinya dengan nasabah, PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Sesuai bertindak sebagai pengelola dana (mudharib) sekaligus sebagai pemilik dana (shahibul maal). Ketika suatu entitas bertindak sebagai mudharib maka jenis mudharabah yang berlaku adalah mudharabah mutlaqah, sebab nasabah pada umunya memberikan kebebasan kepada perusahaan dalam pengelolaan investasinya, namun entitas seharusnya menginformasikan kepada nasabah kemana dananya akan diinvestasikan. Sebaliknya, ketika perusahaan bertindak sebagai pemilik dana maka jenis mudharabah yang berlaku adalah mudharabah muqayyadah, artinya suatu jenis mudharabah dimana pemilik dana memberi batasan kepada pengelola dana.

73 2. Paragraf 5 Dalam hal ini, PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. bertindak sebagai pengelola Sesuai dana (mudharib) dan nasabah sebagai pemilik dana (shahibul maal). Hal ini terjadi karena deposito mudharabah merupakan dana syirkah temporer atau investasi tidak terikat sehingga yang berlaku adalah mudharabah mutlaqah. 3. Paragraf 6 Dana syirkah temporer merupakan investasi dengan akad mudharabah Sesuai mutlaqah dimana pemilik dana (shahibul maal) memberikan kebebasan kepada pengelola dana (mudharib/bank) dalam pengelolaan investasinya dan akan memperoleh bagi hasil sesuai nisbah yang disepakati. Dana syirkah temporer terdiri dari deposito mudharabah pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk., 4. Paragraf 10 Nisbah telah ditetapkan pada saat awal akad mudharabah, nisbah ini akan Sesuai menentukan bagian keuntungan masing-masing antara pemilik dana dan pengelola dana. Dalam deposito mudharabah mutlaqah yang terdapat pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk., nisbah telah ditentukan oleh bank dalam hal ini bertindak sebagai pengelola dana. 5. Paragraf 11 Pembagian hasil usaha mudharabah pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk Sesuai dilakukan berdasarkan prinsip bagi hasil (revenue sharing). Berdasarkan prinsip ini, maka dasar pembagian hasil usaha adalah laba bruto (gross profit). Besarnya nisbah sudah ditetapkan pada awal akad antara pihak bank (mudharib) dengan nasabah pemilik dana (shahibul maal). 6. Paragraf 25 Dana yang diterima dari pemilik dana yaitu nasabah dalam akad mudharabah Sesuai khususnya dalam kasus ini deposito mudharabah diakui sebagai dana syirkah 73

74 temporer pada laporan neraca konsolidasi harian PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk sebesar jumlah kas yang diterima. Pada akhir periode akuntansi, dana syirkah temporer tersebut diukur sebesar nilai tercatatnya. Dana syirkah temporer diukur sebesar jumlah kas atau nilai wajar asset non kas yang diterima. Dalam jurnal, dapat diilustrasikan sebagai berikut : Dr. Kas/Aset Non Kas xxx Cr. Dana Syirkah Temporer xxx 7. Paragraf 26 Dana syirkah temporer yang diterima oleh pengelola dana diakui sebagai aset Sesuai sesuai dengan ketentuan pada paragraph sebelumnya yakni pada paragraf 12 dan paragraf 13. 8. Paragraf 27 Pengelola dana mengakui pendapatan atas penyaluran dana syirkah temporer Sesuai secara bruto sebelum dikurangi dengan bagian hak pemilik dana. Ilustrasi jurnal ketika menerima pendapatan bagi hasil dari penyaluran kembali dana syrikah temporer, adalah sebagai berikut : Dr. Kas/Piutang xxx Cr. Pendapatan yang Belum Dibagikan xxx 9. Paragraf 28 Dalam prakteknya, PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk menggunakan metode Sesuai revenue sharing dalam menetapkan besarnya bagi hasil dan nisbah telah sesuai dengan yang disepakati diawal akad antara nasabah dengan pihak bank. 74

75 10. Paragraf 29 Hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer merupakan bagian bagi Sesuai hasil milik pihak ketiga yang didasarkan pada prinsip mudharabah mutlaqah atas hasil pengelolaan dana mereka oleh bank dengan menggunakan sistem revenue sharing. Jumlah pendapatan margin dan bagi hasil atas pembiayaan yang diberikan dan dari aset produktif lainnya yang akan dibagikan kepada nasabah penyimpan dana dan bank, dihitung secara proporsional sesuai dengan alokasi dana nasabah dan bank yang dipakai dalam pembiayaan yang diberikan dan aset produktif lainnya yang disalurkan. Dari jumlah pendapatan margin dan bagi hasil yang tersedia untuk nasabah tersebut kemudian dibagihasilkan ke nasabah penabung dan deposan sebagai shahibul maal dan bank sebagai mudharib sesuai dengan porsi nisbah bagi hasil atas pembiayaan yang diberikan dan aset produktif lainnya yang memakai dana bank, seluruhnya menjadi milik bank. Hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diperhitungkan tetapi belum dibagikan kepada pemilik dana diakui sebagai kewajiban sebesar bagi hasil yang menjadi hak porsi pemilik dana. Dalam jurnal, dapat diilustrasikan sebagai berikut : Dr. Beban Bagi Hasil Mudharabah xxx Cr. Utang Bagi Hasil Mudharabah xxx 75

76 Jurnal saat pengelola dana membagi hasil : Dr. Utang Bagi Hasil Mudharabah xxx Cr. Kas xxx 11. Paragraf 30 Kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian pengelola dana diakui Sesuai sebagai beban pengelola dana. Dalam jurnal, dapat diilustrasikan sebagai berikut : Dr. Beban xxx Cr. Utang lain-lain/kas xxx 76

77 Tabel 4.2 LAPORAN DISTRIBUSI BAGI HASIL Tanggal 31 Desember 2011 (Diaudit) (Dalam Jutaan Rupiah) NO POS-POS SALDO RATA- RATA PENDAPATAN YANG HARUS DIBAGI HASIL PORSI PEMILIK DANA BAGI HASIL RATE OF RETURN NISBAH 1 Giro Wadiah a. Bank - - 0,00 % - 0,00 % b. Non Bank - - 0,00 % - 0,00 % 2 Tabungan Mudharabah 5.622.518 52.458 22,00% 11.540 2,42% 3 Deposito Mudharabah Bank dan Non Bank a. Rupiah 1 bulan 10.769.029 100.475 50,00% 50.237 5,50% 3 bulan 2.785.055 25.985 51,00% 13.252 5,60% 6 bulan 1.755.093 16.375 53,00% 8.678 5,82% 12 bulan 741.863 6.922 54,00% 3.737 5,93% b. Valas 1 bulan 1.092.179 8.159 17,00% 1.387 1,50% 3 bulan 69.429 518 19,00% 98 1,67% 6 bulan 57.929 433 21,00% 91 1,85% 12 bulan 51.855 387 23,00% 89 2,02% Total 22.944.950 211.712 89.109 77

78 Tabel 4.3 Data-data Perhitungan Pembagian Hasil Usaha Sumber Dana Penyaluran Dana Pendapatan Saldo Ratarata Prinsip Wadiah Prinsip Bagi Hasil Tabungan Wadiah Pembiayaan Mudharabah 207.395 Giro Wadiah - Pembiayaan Musyarakah 772.905 Sub Total - Sub Total 980.300 Prinsip Jual Beli Prinsip Mudharabah Murabahah 1.078.893 Deposito Mudharabah 17.322.432 Salam & Salam Paralel - Tabungan Mudharabah 5.622.518 Istishna & Istishna Paralel 3.794 Sub Total 22.944.950 Sub Total 1.082.687 Prinsip Ujroh (Sewa) 45.983 Ijarah & IMB Sub Total Pendapatan Dari Penyertaan 108 Lainnya 122.124 TOTAL PENYALURAN 241.813.493,50 2.231.202 Perhitungan Kolom Pendapatan yang Harus Dibagi Hasil Mudharabah : Rp 211.712 Penyaluran Dana : Rp 241.813.493,50 Pendapatan Cash Basis : Rp 2.231.202 78

79 Pendapatan yang harus dibagi hasil 1. Pendapatan Tabungan Mudharabah 5.622.518 x 211.712 = 51.878,71 seharusnya 52.458 22.944.950 2. Pendapatan Deposito Mudharabah Rupiah a) 10.769.029 x 211.712 = 99.365,3 seharusnya 100.475 (1 bulan) 22.944.950 b) 2.785.055 x 211.712 = 25.697,57 seharusnya 25.985 (3 bulan) 22.944.950 c) 1.755.093 x 211.712 = 16.194,16 seharusnya 16.375 (6 bulan) 22.944.950 d) 741.863 x 211.712 = 6.845,13 seharusnya 6.922 (12 bulan) 22.944.950 3. Pendapatan Deposito Mudharabah Valas a) 1.092.179 x 211.712 = 10.077,48 seharusnya 8.159 (1 bulan) 22.944.950 b) 69.429 x 211.712 = 640,61 seharusnya 518 (3 bulan) 22.944.950 c) 57.929 x 211.712 = 534,50 seharusnya 433 (6 bulan) 22.944.950 d) 51.855 x 211.712 = 478,46 seharusnya 387 (12 bulan) 22.944.950 79

80 Perhitungan : Bagi hasil Porsi Pemilik Dana 1) Tabungan Mudharabah = 52.458 x 22 % = 11.540 2) Deposito Mudharabah Rupiah a) 1 bulan = 100.475 x 50 % = 50.237 b) 3 bulan = 25.985 x 51 % = 13.252 c) 6 bulan = 16.375 x 53 % = 8.678 d) 12 bulan = 6.922 x 54 % = 3.737 3) Deposito Mudharabah Valas a) 1 bulan = 8.159 x 17 % = 1.387 b) 3 bulan = 518 x 19 % = 98 c) 6 bulan = 433 x 21 % = 91 d) 12 bulan = 387 x 23 % = 89 80

81 Rate Of Return 1) Tabungan Mudharabah = 11.540 x 365 x 100 % = 2,42 % 5.622.518 31 2) Deposito Mudharabah Rupiah a) 1 bulan = 50.237 x 365 x 100 % = 5,50 % 10.769.029 31 b) 3 bulan = 13.252 x 365 x 100 % = 5,60 % 2.785.055 31 c) 6 bulan = 8.678 x 365 x 100 % = 5,82 % 1.755.093 31 d) 12 bulan = 3.737 x 365 x 100 % = 5,93 % 741.863 31 2) Deposito Mudharabah Valas a) 1 bulan = 1.387 x 365 x 100 % = 1,50 % 1.092.179 31 b) 3 bulan = 98 x 365 x 100 % = 1,67 % 69.429 31 81

82 c) 6 bulan = 91 x 365 x 100 % = 1,85 % 57.929 31 d) 12 bulan = 89 x 365 x 100 % = 2,02 % 51.855 31 2. Penyajian Pemilik dana menyajikan investasi mudharabah dalam laporan keuangan sebesar nilai tercatat. Pengelola dana menyajikan transaksi mudharabah dalam laporan keuangan : a. Dana syirkah temporer dari pemilik dana disajikan sebesar nilai tercatatnya untuk setiap jenis mudharabah. b. Bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diperhitungkan tetapi belum diserahkan kepada pemilik dana disajikan sebagai pos bagi hasil yang belum dibagikan di kewajiban. 82

83 DANA SYIRKAH TEMPORER BUKAN BANK Tabungan mudharabah Pihak ketiga 6.060.522.578 Pihak berelasi 4.722.698 Jumlah 6.065.245.276 Deposito berjangka mudharabah Pihak ketiga 17.064.708.766 Pihak berelasi 181.366.438 Jumlah 17.246.075.204 Jumlah dana syirkah temporer dari bukan bank 23.311.320.480 BANK Tabungan mudharabah (ummat) 89.496.619 Deposito berjangka mudharabah 2.379.067.079 Jumlah dana syirkah temporer dari bank 2.468.563.698 Surat berharga yang diterbitkan Investasi mudharabah antar bank 45.337.500 Sukuk mudharabah subordinasi 313.454.447 Jumlah surat berharga yang diterbitkan 358.791.947 JUMLAH DANA SYIRKAH TEMPORER 26.138.676.125 KEWAJIBAN, DANA SYIRKAH TEMPORER DAN EKUITAS KEWAJIBAN KEWAJIBAN SEGERA 98.407.266 SIMPANAN Giro wadiah Pihak ketiga 2.468.994.040 Pihak berelasi 29.451.325 Jumlah giro wadiah 2.498.445.365 Tabungan wadiah - pihak ketiga 848.320.526 Jumlah 3.346.765.891 SIMPANAN DARI BANK LAIN 119.972.819 BAGI HASIL YANG BELUM DIBAGIKAN 65.716.108 83

84 3. Pengungkapan Pengelola dana mengungkapkan hal-hal terkait transaksi mudharabah, tetapi tidak terbatas pada : a. Isi kesepakatan utama usaha mudharabah, seperti porsi dana, pembagian hasil usaha mudharabah. b. Rincian dana syirkah temporer yang diterima berdasarkan jenisnya. c. Penyaluran dana yang berasal dari mudharabah muqayyadah. d. Pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK 101 : Penyajian Laporan Keuangan Syariah. B. Ketentuan Deposito Mudharabah PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Deposito syariah adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah dengan bank. Produk deposito pada Bank Muamalat berdasarkan pada akad mudharabah mutlaqah. Prinsip mudharabah mutlaqah adalah prinsip yang digunakan di dalam menjalankan transaksi deposito dengan menggunakan mekanisme pooling of fund, dimana bank diberi kewenangan tanpa ada batasan apapun untuk mendapatkan keuntungan. 84

85 Dana yang telah nasabah investasikan akan dikelola oleh bank secara produktif dan profesional ke dalam bentuk pembiayaan untuk masyarakat sesuai dengan prinsip syariah. Hasil usaha yang diperoleh akan dibagihasilkan antara nasabah dan bank sesuai dengan porsi bagi hasil atau nisbah yang telah disepakati pada saat akad terjadi. Deposito mudharabah adalah jenis investasi pada bank dalam mata uang rupiah dan valuta asing yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada saat jatuh tempo. Deposito tersebut dapat diperpanjang otomatis / ARO (Automatic Roll Over). Berdasarkan jangka waktunya, deposito syariah pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk terdiri dari : a. Deposito 1 bulan b. Deposito 3 bulan c. Deposito 6 bulan d. Deposito 12 bulan Bila nasabah menginginkan deposito syariah dicairkan sebelum jatuh tempo, maka nasabah dikenakan denda dengan jumlah sesuai ketentuan yang berlaku dan diakui sebagai pendapatan operasional lainnya. Bagi hasil 85

86 berjalan akan diterima nasabah sesuai dengan jumlah hari pengendapan deposito. Terdapat beberapa keunggulan dari deposito mudharabah pada Bank Muamalat, antara lain sebagai berikut : 1. Dana aman dan terjamin (diikutsertakan dalam program penjaminan pemerintah yaitu LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). 2. Amanah, karena dana yang diinvestasikan akan dikelola secara produktif dan profesional sesuai dengan prinsip syariah. 3. Bagi hasil kompetitif. 4. Jangka waktu fleksibel sesuai dengan keinginan nasabah. 5. Pokok deposito dapat diperpanjang secara otomatis (Automatic Roll Over / ARO). 6. Dapat dijadikan sebagai jaminan pembiayaan. 7. Pengkreditan bagi hasil fleksibel, dapat dikreditkan ke rekening Bank Muamalat atau ditransfer ke rekening lain. Alur Produk : 1. Nasabah (shahibul maal) menginvestasikan dananya di bank (mudharib). 86

87 2. Bank menerima dana (maal) dari nasabah (shahibul maal) berdasarkan prinsip mudharabah, yaitu suatu perjanjian kerjasama antara pihak yang mempunyai modal (shahibul maal) dengan pihak bank (mudharib). 3. Nasabah harus memberikan persetujuan kepada bank umum untuk mengelola keseluruhan dananya dalam kegiatan operasional bank dengan menandatangani aplikasi pembukaan rekening dan akad mudharabah. 4. Bank dan pihak ketiga menyetujui pembagian keuntungan dari hasil investasi dana berdasarkan nisbah yang telah disepakati. C. Kebijakan dan Prosedur Umum Deposito Mudharabah Pada dasarnya kebijakan dan prosedur deposito mudharabah sama dengan tabungan mudharabah. Hanya ada beberapa bagian saja yang berbeda. Perbedaan tersebut antara lain sebagai berikut : 1. Sumber Dana Penempatan Deposito Mudharabah Sumber dana penempatan deposito syariah dibedakan menjadi dua, yaitu : a. Tunai, yaitu dana yang bersumber dari : 1) Kas, transaksi penempatan deposito syariah dapat dibukukan langsung oleh kantor cabang atau kantor kas. 2) Cek Bank Muamalat, transaksi penempatan deposito syariah dapat dibukukan langsung oleh kantor cabang dengan terlebih dahulu 87

88 memastikan keabsahan dan ketersediaan dana pada pemilik rekening cek. b. Non Tunai : 1) Debet Rekening Transaksi penempatan deposito syariah langsung dapat dibukukan oleh kantor cabang dengan terlebih dahulu memastikan kesamaan data nasabah pada aplikasi permohonan deposito syariah dengan data pada rekening nasabah yang akan didebet, serta melakukan verifikasi tanda tangan nasabah. 2) Bilyet Giro Transaksi penempatan deposito syariah langsung dapat dibukukan oleh kantor cabang dengan terlebih dahulu memastikan keabsahan dan ketersediaan dana pada rekening pemilik bilyet giro. 3) Sumber dana berasal dari transfer dari bank lain/rtgs (Real Time Gross Settlement). Transaksi penempatan deposito syariah baru dapat dilakukan oleh kantor cabang setelah dana efektif diterima kantor cabang. Setiap sumber dana penempatan deposito syariah harus memenuhi ketentuan prinsip mengenal nasabah / KYC (Know Your Customer). 88

89 2. Perhitungan dan Distribusi Bagi Hasil Deposito Mudharabah Dalam hal perhitungan bagi hasil pada bank muamalat dilakukan secara otomatis oleh sistem komputerisasi. Nisbah bagi hasil deposito mudharabah harus sesuai dengan nisbah yang tertera pada aplikasi penempatan deposito dan akad mudharabah yang telah ditandatangani oleh nasabah dan bank pada saat pembukaan rekening deposito mudharabah. Atas bagi hasil deposito mudharabah yang diterima oleh nasabah, akan dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Distribusi bagi hasil deposito mudharabah dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : a. Distribusi bagi hasil melalui rekening. b. Distribusi bagi hasil melalui transfer ke bank lain. c. Distribusi bagi hasil secara tunai. 3. Pencairan Deposito Mudharabah Deposito mudharabah hanya dapat dicairkan pada saat jatuh tempo. Dalam pencairan yang dilakukan sebelum jatuh tempo maka nasabah akan dikenakan ganti rugi dengan jumlah sesuai ketentuan yang berlaku dan diakui sebagai pendapatan operasional lainnya. Deposito yang dicairkan sebelum jatuh tempo, maka bagi hasil akan dibayarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada saat pencairan deposito, nasabah wajib menyerahkan bilyet deposito yang asli maka 89

90 deposito secara otomatis tidak akan diperpanjang. Pencairan deposito mudharabah pada Bank Muamalat dapat dilakukan dengan dua cara : a. Pencairan deposito secara tunai. b. Pencairan deposito dengan surat kuasa. 4. Peraturan Deposito Mudharabah PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk a. Break Sebelum Jatuh Tempo 1) Pada dasarnya deposito mudharabah tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo (break), jika dilakukan akan dikenakan denda yang pembayarannya langsung disalurkan ke rekening infak dan bagi hasil bulan berjalan tidak dibayar. 2) Untuk jumlah nominal tertentu wajib meminta persetujuan kepada pejabat yang ditunjuk (treasury). b. Deposito Jatuh Tempo 1) Pencairan deposito saat jatuh tempo, hanya dapat dilakukan melalui rekening deposan yang bersangkutan di Bank Muamalat Indonesia. 2) Tidak diambil pada hari tanggal jatuh tempo, pada sore harinya wajib dipindahkan ke bagian Deposito Jatuh Tempo, tidak menerima nisbah bagi hasil. 90

91 c. Deposito Berjangka Dijaminkan 1) Pada komputer (KIBLAT) harus dirubah flag menjadi dijaminkan. 2) Perubahan status (pemblokiran dan pelepasan) harus mendapat persetujuan dari komite pembiayaan. d. Pemberian Spesial Nisbah 1) Pembagian keuntungan dengan nisbah selain yang normal sesuai keputusan ALCO (Asset and Liability Committee) yang berlaku. 2) Tidak ada spesial rate, yang ada spesial nisbah (nisbah khusus yang berbeda dengan nisbah umum). e. PPH 21 Atas Bagi Hasil 1) Terdapat beberapa lembaga, untuk lembaga yang dibebaskan dari pajak harus memberikan, Surat Keterangan Bebas Pajak dari dinas pajak yang berwenang. 2) Bagi hasil yang diterima deposan tetap dikenakan pajak pendapatan (PPh 21) sesuai ketentuan yang berlaku f. Pembayaran Bagi Hasil Pembayaran Bagi Hasil pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk dilakukan setiap ulang tanggal pada saat penempatan deposito awal. 91

92 D. Bank Syariah Sebagai Pengelola Dana (Penghimpunan Dana Bank Syariah) 1. Akun Pada Akuntansi Pengelola Dana a. Akun Laporan Posisi Keuangan (Neraca) 1) Dana Syirkah Temporer 2) Bagi Hasil Diumumkan Belum Dibagi 3) Aset Mudharabah / Persediaan 4) Hutang Kepada LKS b. Akun Laporan Laba Rugi 1) Hak Pihak Ketiga Atas Bagi Hasil 2) Kerugian Mudharabah 92

93 E. Transaksi Akuntansi Mudharabah (Bank Syariah Sebagai Pengelola Dana) 1. Jurnal Deposito Mudharabah a. Bank syariah menerima setoran tunai atas nama Maskaryo sebesar Rp 25.000.000 sebagai investasi deposito mudharabah untuk jangka waktu satu bulan dengan nisbah 65 untuk nasabah dan 35 untuk bank syariah. Dr. Kas Rp 25.000.000 Cr. Dana Syirkah Temporer Rp 25.000.000 (Dep. Mudharabah a/n Maskaryo) b. Dibayar deposito mudharabah yang telah jatuh tempo atas nama Maskaryo sebesar Rp 25.000.000. Bagi hasil sebesar Rp 170.000 setelah dikurangi PPh 21 sebesar Rp 30.000. Dr. Dana Syirkah Temporer Rp 25.000.000 (Dep. Mudharabah a/n Maskaryo) Dr. Hak Pihak Ke-3 Atas Bagi Hasil Rp 200.000 Cr. Titipan PPh 21 Rp 30.000 Cr. Kas/Rek. Nasabah Rp 25.170.000 93

94 2. Jurnal Tabungan Mudharabah a. Diterima setoran tunai pembukaan rekening tabungan mudharabah atas nama Zaenab sebesar Rp 10.000.000 Dr. Kas/Rek. Zaenab Rp 10.000.000 Cr. Dana Syirkah Temporer Rp 10.000.000 (Tab. Mudharabah a/n Zaenab) b. Zaenab melakukan penarikan tabungan atas namanya melalui counter teller sebesar Rp 1.000.000 Dr. Dana Syirkah Temporer Rp 1.000.000 (Tab. Mudharabah a/n Zaenab) Cr. Kas Rp 1.000.000 c. Dibayarkan bagi hasil tabungan mudharabah untuk Zaenab sebesar Rp 20.000 dan atas pembayaran bagi hasil tersebut dipotong pajak 15 %. Dr. Hak Pihak Ke-3 Atas Bagi Hasil Rp 20.000 Cr. Kas/Rek. Zaenab Rp 17.000 Cr. Titipan Kas Negara Rp 3.000 94

95 3. Perhitungan Deposito Mudharabah (Tutup Buku Akhir Bulan) Penempatan simpanan berjangka satu bulan pada tanggal 25 Juni Tutup buku akhir bulan pada tanggal 29 Juni a. Perhitungan Bagi Hasil Individu (Rumus 1) So rata-rata harian rek x HBH x Return Produk 365 x 100 Bagi hasil deposito mudharabah Abdullah Saldo rata tabungan : Rp 5.000.000 Hari Investasi (hari) Return Produk : 25 Juni sampai 29 Juni = 4 hari : 5.93125 % p.a Bagi hasil dengan nisbah : 65 % Rp 5.000.000 x 4 x 5.93125 / (365 x 100) = 3.250 Bagi hasil dengan nisbah : 80 % Hasil nisbah umum 3.250 Tambahan : (80-65) / 65 x 3.250 750 Total 4.000 b. Perhitungan Bagi Hasil Individu (Rumus 2) So rata2 harian rek x HBH x (Nisbah Nasabah x Return Total Pendptn 365 x 100 Bagi hasil deposito mudharabah Abdullah 95

96 Saldo rata tabungan : Rp 5.000.000 Hari Investasi (hari) Return Total Pendapatan : 25 Juni sampai 29 Juni = 4 hari : 9.125 % p.a Bagi hasil dengan nisbah : 65 % Rp 5.000.000 x 4 x (0.65 x 9.125) / (365 x 100) = 3.250 Bagi hasil dengan nisbah : 80 % Rp 5.000.000 x 4 x (0.80 x 9.125) / (365 x 100) = 4.000 c. Perhitungan Bagi Hasil Individu (Rumus 3) So rata-rata harian rek x HI Per Mil x Nisbah Nasabah 1000 Bagi hasil deposito mudharabah Abdullah Saldo rata tabungan : Rp 5.000.000 Hari Investasi : 25 Juni sampai 29 Juni = 4 hari HI Per Mil : Rp 7.5 Bagi hasil dengan nisbah : 65 % Rp 5.000.000 / 1000 x 7.5 x 0.65 = 24.375 (seharusnya 3.250) Bagi hasil dengan nisbah : 80 % Rp 5.000.000 / 1000 x 7.5 x 0.80 = 30.000 (seharusnya 4.000) 96

97 Catatan : hanya boleh dipergunakan jika seluruh indikatornya sama, jangka waktu investasi sama. d. Perhitungan Bagi Hasil Individu (Rumus 4) Saldo rata rek individu x Pendapatan Kelompok Produk Total Saldo Produk Perhitungan simpanan berjangka Ahmad Saldo simpanan berjangka Ahmad : Rp 5.000.000 Total Saldo Produk : Rp 20.000.000 Hasil Pendapatan Kelompok Produk : Rp 97.500 Bagi hasil Ahmad (Nisbah 65) Rp 5.000.000 / Rp 20.000.000 x Rp 97.500 = Rp 24.375 (seharusnya 3.250) Bagi hasil Ahmad (misal : nisbah 80) Rp 5.000.000 / Rp 20.000.000 x Rp 97.500 = Rp 24.375 (seharusnya 4.000) Catatan : hanya dipergunakan jika seluruh indikator sama, khususnya nisbah dan jangka waktu. 97

98 4. Perhitungan Deposito Mudharabah (ulang tanggal) Penetapan bagi hasil di Bank Muamalat dilakukan dengan terlebih dahulu menghitung HI-1000 (baca: Ha-i-seribu), yakni angka yang menunjukkan hasil investasi yang diperoleh dari penyaluran setiap Rp. 1.000 dana nasabah. Sebagai contoh: HI-1000 bulan Januari 2009 adalah 9,99. Hal tersebut berarti bahwa dari setiap Rp. 1.000,- dana nasabah yang dikelola Bank Muamalat akan menghasilkan Rp. 9,99 (HI- 1000 sebelum bagi hasil). Apabila nisbah bagi hasil antara nasabah dan bank untuk deposito 1 bulan adalah 50:50, maka dari Rp. 9,99 tersebut, untuk porsi nasabah dikalikan dahulu dengan 50% sehingga untuk setiap Rp. 1.000,- dana yang dimiliki, nasabah akan memperoleh bagi hasil sebesar Rp. 4,99 (berarti HI-1000 nasabah = 4,99 rupiah). Secara umum hal tersebut dirumuskan sebagai berikut : Rata-Rata Dana Nasabah Nisbah Nasabah Bagi Hasil Nasabah = X HI-1000 X 1000 100 98

99 Sebagai contoh, seorang nasabah (Pak Slamet) menyimpan deposito Mudharabah di Bank Muamalat pada bulan Juni senilai Rp. 10.000.000,- dengan jangka waktu 1 bulan. Diketahui nisbah deposito 1 bulan 50:50. HI- 1000 untuk bulan Juni 10,93. Maka untuk mengetahui nilai bagi hasil yang akan didapatkan Pak Slamet adalah : Rp 10.000.000,- 50 Bagi Hasil Nasabah = X 10,93 X 1000 100 Bagi Hasil Nasabah = Rp. 54,650,- a. Perhitungan Bagi Hasil Individu (Rumus 1) So rata-rata harian rek x HBH x Return Produk 365 x 100 Bagi hasil deposito mudharabah Abdullah Saldo rata tabungan : Rp 5.000.000 Hari Investasi (hari) : 25 Juni sampai 25 Juli = 30 hari Return Produk : 5.93125 % p.a Bagi hasil dengan nisbah : 65 % Rp 5.000.000 x 30 x 5.93125 / (365 x 100) = 24.375 99

100 Bagi hasil dengan nisbah : 80 % Hasil nisbah umum 24.375 Tambahan : (80-65) / 65) x 24.375 5.625 Total 30.000 b. Perhitungan Bagi Hasil Individu (Rumus 2) So rata2 harian rek x HBH x (Nisbah Nasabah x Return Total Pendptn 365 x 100 Bagi hasil deposito mudharabah Abdullah Saldo rata tabungan : Rp 5.000.000 Hari Investasi (hari) : 25 Juni sampai 25 Juli = 30 hari Return Total Pendapatan : 9.125 % p.a Bagi hasil dengan nisbah : 65 % Rp 5.000.000 x 30 x (0.65 x 9.125) / (365 x 100) = 24.375 Bagi hasil dengan nisbah : 80 % Rp 5.000.000 x 30 x (0.80 x 9.125) / (365 x 100) = 30.000 c. Perhitungan Bagi Hasil Individu (Rumus 3) So rata-rata harian rek x HI Per Mil x Nisbah Nasabah 1000 100

101 Bagi hasil deposito mudharabah Abdullah Saldo rata tabungan : Rp 10.000.000 Hari Investasi : 30 hari HI Per Mil : Rp 7.5 Bagi hasil dengan nisbah : 45 % Rp 10.000.000 / 1000 x 7.5 x 0.45 = 33.750 Bagi hasil dengan nisbah : 80 % Rp 10.000.000 / 1000 x 7.5 x 0.80 = 60.000 Catatan : hanya boleh dipergunakan jika seluruh indikatornya sama, terutama jangka waktu investasi individu dengan n hari sama. d. Perhitungan Bagi Hasil Individu (Rumus 4) Saldo rata rek individu x Pendapatan Kelompok Produk Total Saldo Produk Perhitungan simpanan berjangka Ahmad Saldo simpanan berjangka Ahmad : Rp 5.000.000 Total Saldo Produk : Rp 20.000.000 Hasil Pendapatan Kelompok Produk : Rp 97.500 101

102 Bagi hasil Ahmad (Nisbah 65) Rp 5.000.000 / Rp 20.000.000 x Rp 97.500 = Rp 24.375 Bagi hasil Ahmad (missal : nisbah 80) Rp 5.000.000 / Rp 20.000.000 x Rp 97.500 = Rp 24.375 (seharusnya 30.000) Catatan : hanya dipergunakan jika seluruh indikator sama, khususnya nisbah dan jangka waktu. 102