BAB VII PENILAIAN PORTOFOLIO

dokumen-dokumen yang mirip
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. VIII. No. 2 Tahun 2010, Hlm

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dengan upaya cara atau jalan yang ditempuh sehubungan dengan upaya ilmiah,

TUJUAN ASESMEN ALTERNATIF

BAHAN AJAR Kompetensi Dasar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) TOPIK-4: Evaluasi HAsil Belajar dalam PJJ

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Kemampuan menulis surat undangan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu

BAB 1 PENDAHULUAN. Keterampilan berbicara sangat diperlukan untuk berkomunikasi lisan.

PENILAIAN HASIL BELAJAR. YANI KUSMARNI Dan TARUNASENA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG

BAB III METODE PENELITIAN. di dalam kelas, maka penelitian ini disebut Penelitian Tindakan atau Action

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research).

Penelitian penting bagi upaya perbaikan pembelajaran dan pengembangan ilmu. Guru bertanggung jawab dalam mengembangkan keterampilan pembelajaran.

BAB I PENDAHULUAN. masalah penelitian yang berisikan pentingnya keterampilan menulis bagi siswa

RPP Theory A. Apakah RPP itu? Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa:

BAB III METODE PENELITIAN

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Satuan Pendidikan : SMP/MTs. Kelas/Semester : VII s/d IX /1-2. Nama Guru :... NIP /NIK :... Sekolah :...

Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen dengan Strategi Copy The Master Melalui Media Audio Visual pada Siswa Kelas IX-C SMPN 2 ToliToli

BAB II KAJIAN PUSTAKA. oleh peneliti sebelumnya yang berkaitan dengan karangan argumentasi sebagai

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Prosiding Seminar Nasional Prodi Teknik Busana PTBB FT UNY Tahun 2005 PENERAPAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME DALAM MATA KULIAH PENGETAHUAN TEKSTIL

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Metode Penelitian Menentukan metode penelitian diperlukan suatu pemilihan secara cermat, sehingga dengan

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 14 B. TUJUAN 14 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 14 D. UNSUR YANG TERLIBAT 14 E. REFERENSI 15 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 15

PENGEMBANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN MAPEl PAI. Oleh Dr. Marzuki FIS -UNY

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembelajaran bahasa Indonesia pada dasarnya merupakan upaya untuk

PEMBELAJARAN MENULIS SEBAGAI SUATU KETERAMPILAN BERBAHASA

BAB 1 PENDAHULUAN. teknologi dan seni. Peningkatan pengetahuan berbahasa Indonesia berhubungan

Intel Teach Program Assessing Projects

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

BAB I PENDAHULUAN. kesepakatan bahasa yang digunakan dalam kelompok terebut.

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). PTK dilakukan berdasar

Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Siswa Kelas II SDN Lalong Melalui Media Gambar Seri

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK DENGAN MEDIA KATALOG MODEL PAKAIAN DAN TAS PADA SISWA KELAS X SMA CITRA MEDIKA MAGELANG

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Bahasa adalah sarana yang digunakan untuk berkomunikasi dengan

BAB I PENDAHULUAN. dalam interaksi dirinya dengan lingkungannya. Hasil dari interaksi yang dilakukan

Penilaian Portofolio Sebagai Bentuk Penghargaan Guru Terhadap Hasil Belajar Dan Karya Siswa. Oleh Wahyudi

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Keterampilan Menulis Kalimat dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Wardhani, dkk. (2007 :14), Penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam

PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) PADA MATEMATIKA MATERI KESEBANGUNAN UNTUK SISWA SMP. Oleh: Endah Budi Rahaju UNESA

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. kehidupan serta meningkatkan kemampuan berbahasa. Tarigan (1994: 1) berpendapat bahwa.

BAB I PENDAHULUAN. Untuk menghadapi tantangan zaman yang dinamis, berkembang dan

BAB I PENDAHULUAN. dan nilai-nilai. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

BAB V MODEL BERBASIS MULTIKULTURAL DAN PEMBELAJARANYA DALAM MASYARAKAT DWIBAHASAWAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian tindakan

BAB I PENDAHULUAN. khususnya bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran yang penting dan

PENILAIAN PORTOFOLIO

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN

PENGARUH METODE KOOPERATIF TIPE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) DAN TTW (THINK-TALK-WRITE) DALAM PEMBELAJARAN

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. pada bab-bab terdahulu, terdapat tiga kesimpulan pokok yang dapat diungkapkan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Pada bab metode penelitian ini akan diuraikan mengenai pendekatan dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sebagaimana kita ketahui bahwa Matematika merupakan suatu ilmu yang mampu

Memilih Metode Pembelajaran Matematika

BAB I PENDAHULUAN. keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Menyimak adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah (School Action Research),

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

PENENTUAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR OLEH: ANNISA RATNA SARI, M.S.ED

BAB III METODE PENELITIAN. difokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal Classroom Action Research,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tujuan pembelajaran matematika dalam standar isi adalah agar peserta

Pembelajaran yang Ramah M.SUGIARMIN

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI UNSUR-UNSUR CERITA PENDEK MELALUI METODE JIGSAW

KETERAMPILAN MENILAI (MENGEVALUASI)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian belajar dalam kehidupan sehari-hari seringkali diartikan yang kurang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melaksanakan penelitian pada siklus I, terlebih dahulu peneliti

UNIT 6 : MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG BAIK

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan penelitian ini adalah PTK (Penelitian

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. orang lain, memengaruhi atau dipengaruhi orang lain. Melalui bahasa, orang dapat

BAB III METODE PENELITIAN. yang memfokuskan pada proses belajar di kelas. Peserta didik menjadi subjek

BAB III METODE PENELITIAN. siklus dapat dihentikan meskipun masih ada siklus kedua. Hubungan keempat

BAB 1 PENDAHULUAN. Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam kurikulum satuan tingkat

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa di Kelas IV SD Inpres Pedanda

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

MODUL PEMETAAN SOSIAL BERBASIS KELOMPOK ANAK

BAB II KAJIAN TEORITIS. mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Atmodiwiryo,2000:5). Selanjutnya

BAB I PENDAHULUAN. setiap orang memiliki kemampuan berbahasa.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Shinta Rizki N, 2013

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

BAB I PENDAHULUAN. secara sadar dengan tujuan untuk menyampaikan ide, pesan, maksud,

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG PERKALIAN BILANGAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 2 KALITENGAH

Transkripsi:

BAB VII PENILAIAN PORTOFOLIO Tujuan :a)dapat memahami makna penilaian portofolio, b) dapat menjelaskan unsur-unsur yang lazim terapat dalam sebuah portofolio.; c) dapat menyebutkan ciri-ciri dasar portofolio; Dapat menjelaskan prinsip-prinsip dan tehniktehnik analisa portofolio; d) dapat melakukan analisis portofolio. Bagi dunia pendidikan dan pengajaran di Indonesia, penilaian portofolio belum banyak dikenal atau dikembangkan. Kurangnya perhatian akan penilaian portofolio mungkin disebabkan besarnya perhatian guru untuk mngejar pencapaian target kurikulum yang dirasakan sangat padat dan luas dibandingkan dengan waktu yang tersedia. Hal ini ialah banyak/kompleksnya masalah administrasi proses pembelajaran yang dituntut. Pembuatan portofolio erat hubungannya dengan kreatifitas siswa dan guru, sedang menurut hemat penulis proses pembelajaran banyak diarahkan pada pengembangan kreatifitas siswa dan juga kurangnya bahan-bahan/sumber yang dapat mendorong tingginya kreatifitas siswa.walaupun demikian banyaknya kekurangan dalam pengembangan penilaian. Portofolio bukan berarti guru berhenti berbuat, namun dianjurkan perhatian guru hendaknya memulai pembuatan portofolio walaupun sederhana mungkin, karena sangat membantu peningkatan hasil dari proses pembelajaran. 1. Makna Penilaian Portofolio Menurut Tienery, Carter dan Desai (1991), berdasarkan ciri-ciri portofolio yang dimajukannya dapat didefinisikan bahwa portofolio adalah koleksi atau kumpulan sistematik karya baik yang dikembangkan oleh siswa dan guru yang dapat berfungsi sebagai dasar untuk penilaian usaha, perbaikan, proses, dan pencapaian disamping untuk memenuhi tuntutan-tuntutan validitas yang umumnya dicapai oleh prosedur pengujian yang lebih formal. 167

Dari pengertian fortofolio di atas dapat diambil beberapa hal penting, yaitu : a. Penyusunan portofolio haruslah sistematis. Pengertian sistematis dalam hal portofolio mengandung makna, bahwa karyanya baik itu tersusun dalam satu aspek mungkin berdasarkan mata pelajaran/bidang studi atau mungkin dalam bidang kemampuan tertentu. Di samping itu makna sistematis dalam pengertian portofolio, bermakna disusun sehubungan dengan waktu pembuatan karya-karya tersebut. b. Pembuatan portofolio. Pembutan portofolio adalah kerja sama siswa dan guru. Pembuatan portofolio adalah tertuju pada murid, artinya karya-karya yang baik yang dimasukkan dalam portofolio adalah hasil baik dari murid. Dengan kata lain bahwa kreatifitas muridlah yang dituntut dalam pembuatan karya baik itu. Seperti yang dikemukakan dimuka, proses pembelajaran yang dilakukan guru saat ini sangat kurang dalam meningkatkan kreatifitas murid, sehingga pembuatan portofolio adalah sebagai pembimbing untuk menunjukkan/ membantu siswa dalam melihat kekuatankekuatan dan kelemahan-kelemahan sehingga pada masa datang murid semakin mampu mengahsilkan karya baik yang semakin baik. Bila hal ini dipertentangkan dengan keadaan pengajaran di Indoensia, hal yang sulit dalam melaksanakan pengembangan portofolio, adalah banyaknya murid dalam satu kelas dan padatnya jadwal pelajaran dan kesempatan berdialog sangat kurang tersedia, padahal dialog antara murid dan guru akan mengembangkan komunikasi yang benar-benar bermakna. Portofolio sangat mendukung terlaksanya penilaian pribadi (self appraisal). Self appraisal adalah alat atau instrument yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menilai diri sendiri. Instrumen ini terdiri atas pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan 168

kompetensi dasar-indikator dan atau tujuan pembelajaran yang akan dan atau telah dikuasai/dimiliki peserta didik. Butir-butir tertentu yang diminta untuk dipilih oleh peserta didik harus dilengkapi dengan melampirkan dokumen atau bukti-bukti yang diperlukan sesuai dengan jawaban peserta didik. Lampiran tersebut merupakan bukti kompetensi dasar indikator dan atau tujuan pembelajaran yang sudah dikuasai/dimiliki dan dikemas secara berurutan. Dokumen tersebut dipakai sebagai dasar penilaian sekaligus untuk mengecek kesalahan (validitas) hasil-hasil tes lain, dan merupakan sumber informasi yang lebih kaya mengenai prestasi, kemajuan dan perkembangan kesinambungan dibandingkan dengan sumber informasi lain yang lebih formal serta membantu pemahaman banyak orang mengenai aspek-aspek belajar peserta didik secara positif sesuai kenyataan. Kemasan bukti-bukti pencapaian kompetensi dasar indikator dan atau tujuan pembelajaran dapat dilakukan setiap penilaian formatif. Untuk mengembangkan self appraisal dan portofolio perlu dilakukan hal-hal berikut : 1. Menyusun kontrak pembelajaran Kontrak pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada rencana pembelajaran. Dalam rencana pembelajaran sudah dirumuskan kompetensi dasar-indikator dan atau tujuan pembelajaran, namun untuk perbuatan self appraisal dan portofolio pendidik harus menjabarkan kompetensi dasarindikator dan tujuan pembelajaran ke dalam pengalaman belajar yang lebih spesifik yang akan dilakukan peserta didik, sehingga jelas tergambar aktivitas atau kegiatan atau tugas yang akan dikerjakan peserta didik dan dapat didokumentasikan dan dapat dinilai sebagai bukti bahwa kompetensi telah dimiliki dikuasai atau belum. 2 Menyusun pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan kompetensi dasar-indikator dan atau tujuan pembelajaran 169

yang akan dimiliki/dikuasai peserta didik. Pertanyaan yang dipilih peserta didik harus dilengkapi bukti fisik sebagai hasil kinerjanya. 3 Kontrak pembelajaran harus disepakati dan dimiliki bersama antara pendidik dengan peserta didik. 4.Self appraisal dan portofolio dapat dilakukan pada setiap evaluasi formatif dengan hasil aktivitas belajar peserta didik yang sudah dikemas secara berurutan, Contoh : Tujuan pembelajaran: dapat mendeskripsikan konsep pengukuran, pengujian /tes, penilaian, dan kedudukan serta makna evaluasi dalam pembelajaran. Guna dapat menguasai atau memiliki kompetensi-indikator dan atau tujuan pembelajaran di atas, maka peserta didik harus mengerjakan self appraisal yang disertai bukti fisik nyata. No Pernyataan Diisi oleh penilai 1 Saya telah menguasai/memiliki konsep pengukuran dengan : belajar sendiri dan membuat rangkuman berdiskusi dengan teman (2 orang atau lebih dengan rangkuman hasil diskusi hanya membaca sendiri 170

2 Saya telah memiliki / menguasai konsep pengujian / tes dengan : belajar sendiri dan membuat rangkuman berdiskusi dengan teman (2-3 orang atau lebih) dengan rangkuman hasil diskusi. hanya membaca sendiri. 3 Saya telah memiliki / menguasai konsep penilaian dengan : belajar sendiri dan membuat rangkuman berdiskusi dengan teman (2-3 orang atau lebih) dengan rangkuman hasil diskusi. hanya membaca sendiri. 4 Saya telah memiliki / menguasai hubungan pengukuran, pengujian/tes dengan evaluasi, dengan : belajar sendiri dan membuat rangkuman berdiskusi dengan rangkuman (2-3 orang atau lebih) dengan rangkuman hasil diskusi. hanya membaca sendiri. 5 Saya telah memiliki/menguasai kedudukan evaluasi dalam pembelajaran, dengan : belajar sendiri dan membuat rangkuman berdiskusi dengan teman (2-3 orang atau lebih) dengan rangkuman hasil diskusi. menanya/berdiskusi dengan guru di lapangan, hasil diskusi 171

dirangkum. hanya membaca sendiri 172 Catatan : 1. Berilah tanda conteng ( ) pada pilihan jawaban yang sesuia dengan anda. 2. Anda boleh memilih lebih dari satu pilihan jawaban. 3. Lampirkan dokumen yang relevan yang anda buat sesuai dengan pilihan anda. Rubrik portofolio 1. Self appraisal : berilah skor /untuk masing-masing pilihan kecuali pilihan terakhir (hanya membaca sendiri) diberi kor 0. 2. Untuk memperoleh skor peserta didik pada kompetensi dasar ini dijumlahkan skor-skornya. 3. Sedangkan skor untuk bukti fisik (portofolio) gunakanlah rubrik menilai hasil kerja peserta didik, seperti dijelaskan pada topik pemeriksaan jawaban non tes. 4. Untuk memperoleh skor akhir dari self appraisal dan portofolio, jumlahkanlah skor kedua-duanya lalu dikonveksi ke nilai. c. Portofolio bukan saja sebagai koleksi fisik, tetapi berperan sebagai alat penilaian yang terus-menerus. Pada bab terdahulu materi yang dibahas tertuju kepada penilaian hasil akhir dari suatu pengajaran, pada hal hasil akhir itu adalah gambaran umum dari proses pengajaran yang dilakukan, oleh karena itu penilaian terhadap proses sebenarnya penting. Penilaian yang dilakukan dalam portofolio mengarah pada penialian proses, dan terusmenerus sepanjang tahun ajaran. Dengan penilaian demikian akan mengahasilkan objektifitas yang tinggi, disamping itu penilaian portofolio berperan juga sebagai bimbingan belajar, karena kegiatan pada portofolio adalah bersifat menyeluruh (upaya, peningkatan, proses dan pencapaian atau hasil). d. Penilaian portofolio menginggikan kesadaran diri pada murid.

Penilaian portofolio ditujukan pada menemukan kekuatankekuatan pada kelemahan karya murid dan dilakukan bersama secara kooperatif antara siswa dan guru. Pelaksanaan penilaian seperti ini, akan meningkatkan kesadaran tinggi pada diri siswa dalam mengenal kekuatan dan kelemahannya yang akhirnya akan berusaha/ termotivasi secara instrinsik untuk lebih meningkatkan kekuatan dan mengatasi kelemahnnya. e. Penilaian portofolio akan meningkatkan kreatifitas peserta didik Pembuatan portofolio adalah aktivitas adalah siswa bukan yang didorong-dorong oleh guru. Motivasi yang dilakukan guru adalah dalam memberi bimbingannya dan memberi peranan dalan memperbaiki/meningkatkan nilai akhirnya hal lain, karena portofolio ini adalah produksi siswa sendiri dan akan tersimpan relatif lama, hal ini akan menimbulkan rasa bangga dan akhirnya merupakan pendorong untuk lebih berprestasi. 2. fungsi Portofolio Dari uraian tentang makna portofolio nampak jelas bahwa portofolio menawarkan sebuah kerangka baru dalam penilaian. Selain memotivasi siswa untuk berprestasi baik dan semakin baik. Portofolio juga meningkatkan perbaikan praktek-praktek pengujian. Dalam hal ini kelemahan praktek pengujian seperti sukarnya menghilangkan ketidak jujuran siswa sewaktu ujian atau sukarnya merumuskan butir soal yang benar-benar valid, reliable, praktis dan objektif serta besarnya biaya/ dana yang diperlukan dalam praktek-praktek pengujian dapat ditutupi dengan pelaksanaan portofolio. Portofolio menawarkan sebuah kerangka yang dinamis dan berkelanjutan berdasarkan keadaan nyata dari siswa. Dengan pelaksaan portofolio guru dan siswa lebih diperdayakan dalam meningkatkan karya-karya yang baik. 3. Bentuk Portofolio Portofolio merupakan gambaran perilaku siswa dalam belajar jadi bukan sekedar hasil karya (produk). Bagi guru dan siswa portofolio lebih diutamakan untuk mengenal 173

dan mengembangkan, bakat dan kemampuan yang beragam dan bervariasi, oleh karena itu guru dapat mengembangkan, bakat dan kemampuan tersebut secara terarah. Agar siswa dapat lebih berkembang sesuai dengan potensinya, hendaknya guru dalam memberi saran/ penilaian pada portofolio jangan bersifat kaku, walaupun dalam penilaian dituntut tolok ukur yang sama dan mendasar. Dengan saran atau petunjuk yang kaku akan mengurangi peluang kepada para siswa untuk saling berbeda yang satu dengan yang lainnya. Dengan memberikan kebebasan sesuai dengan minat dan kemampuannya akan mengakrabkan diri siswa dengan portofolionya sendiri; untuk lebih tegas dikatakan bahwa portofolio harus. Menggambarkan sejumlah kemungkinan untuk siswa mengungkapkan kepribadian minat dan gaya belajar masing-masing oleh karena itu saran, petunjuk dan penilaian yang diberikan pada setiap karya siswa harus selalu mendorong untuk berkembang sesuai irama dan potensi masing-masing siswa secara individu. Ragam portofolio dapat dibuat sesuai kebutuhan dan bidang yang diminati namun, secara umum bagian-gabian fisik yang lazim dibuat oleh sebuah portofolio adalah sebagai berikut : a. Sebuah folder Folder adalah tempat menyimpan semua karya yang telah dipilih dan dikomentari, baik oleh siswa maupun guru. b. Karya-karya terpilih Karya-karya terpilih, adalah semua karya yang dipilih secara cermat oleh siswa dari semua karya yang pernah dihasilkan siswa. c. Lembaran komentar Komentar yang dimaksud adalah komentar dari guru atas karya siswa yang dipilih atau komentar siswa sendiri yang berfungsi sebagai evaluasi diri. Karya-karya yang dipilih untuk dalam portofolio dapat berupa: 1) Karangan/buku cerita yang disusun oleh para ahli, yang diminati. untuk hal ini hendaknya 174

guru harus hati-hati agar perimbangan jenis/macam karangan yang pernah dibaca tersebar sebaik mungkin dan jangan sampai mengurangi waktu untuk membaca buku pelajaran. Hal ini dimaksudkan karena siswa/i mempunyai kecenderungan yang besar untuk membaca cerita-cerita seperti komik-komik yang beredar banyak dan menarik perhatian. 2) Karangan yang dibuat oleh para siswa sendiri. Dalam pelajaran membaca sudah barang tentu sering guru menyeruh murid membuat sebuah karangan. Dari karangan yang dibuat hendaknya dipilih oleh murid dan guru. Guru hendaknya dapat mengarahkan siswa tentang karangan yang pantas untuk dimasukkan dalam portofolio. Dalam hal ini guru hendaknya secara bijaksana dan mampu menunjukkan karangan yang terpilih dilihat dari respon/komentar guru terhadap karangan. Selain karangan yang dibuat atas respon guru, dalam portofolio juga sangat baik dimasukkan karangan yang dihasilkan murid sebagai hasil inisiatif sendiri. Untuk memberi makna yang lebih bermakna yang lebih baik hendaknya murid dan guru secara konferensi adalah tindakan yang tepat dalam menunjukkan kekuatanan kelemahan karangan tersebut. 3) Gambar-gambar sebagai hasil dari respon guru dalam memberi pelajaran atau sebagai hasil kreativitas siswa/murid. Untuk dapat memberi komentar yang jelas dan tepat hendaknya guru memberikan kesempatan kepada murid untuk mneceritakan makna gambar yang dilihat dari pesan gambar yang direncanakan oleh murid. Hal ini juga mendorong peningkatan imajinasi murid dan wawasannya. Selain dari pada dimasukkan dalam portofolio dapat juga gambar tersebut dipamerkan dalam kelas, sebagai 175

176 tindakan reinforment (hadiah) dalam memantapkan/peningkatan berprestasi. 4) Hasil-hasil ulangan/latihan tertentu. Seorang murid yang pada suatu waktu mendapat nilai/skor yang tinggi, yang sebelumnya belum pernah diperolehnya adalah baik apabila lembaran kerjanya dimasukkan dalam potofolio sudah barang tertentu lembaran kerja tersebut selain tercantum nilai dari guru perlu dibarengi dengan komentar-komentar guru misalnya kamu telah berhasil enggan baik atau bapak bangga dengan nilai yang kamu peroleh. Selain dari pada itu lembaran kerja sedikit kurang berhasil (belum sempurna), mungkin baik juga dimasukkan dalam portofolio. Dalam hal seperti demikian ini, komentar juga hendaknya didahului tingkat keberhasilannya, untuk itu hendaknya dipilih kata atau kelimat yang baik (tidak mencela) dan selanjutnya diberikan komentar tentang kelemahannya (kata/kalimat hendaknya tidak bersifat mencela). Dari uraian di atas jelasnya bahwa dalam membuat portofolio harus benar-benar dipertimbangkan hal berikut : pertama. tujuan portofolio adalah respon meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar. Kedua portofolio dibuat atas inisiatif murid/siswa sedangkan guru berperan dalam mengarahkan, menujukkan serta merangsang agar berprestasi lebih baik. Ketiga, portofolio jangan sampai menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Hal ini dimaksudkan bagi murid-murid yang kurang mampu dalam menyediakan bahan fisik dalam pembuatan portofolio, dan murid yang kurang mampu berprsetasi, guru harus memberikan kesan bahwa portofolio sifatnya individual.

4. Portofolio Dan Teting Berikut ini diberikan perbandingan perbandingan antara portofolio dengan testing. Portofolio Testing 1. Memuat serangkaian gambar/bacaaan hasil karya siswa (hasil sesuai dengan apa yang dikerjakan). 2. Siswa terlibat dalam menilai kemajuannya sendiri. 3. Penilaian siswa secara individual sesuai kemampuan masingmasing. 4. Penialaian bersifat kola boratif 5. Meningkatkan kreatifitas penilaian diri sendiri. 6. Meningkatkan penilaian dan pembelajaran. 1. Menilai siswa dalam serangkaian tugas membaca sesuai atau mungkin tidak sesuai dengan apa yang dilakukan siswa 2. Guru sendiri yang memberi nilai tanpa murid diikut sertakan. 3. Manilai siswa dalam hal yang sama, tanpa melihat individual. 4. Penilaian tidak bersifat kolaboratif. 5. Tidak mengingkatkan penilaian diri sendiri. 6. Terdapat pemisahan yang nyata antara belajar, ujian dan pembelajaran. 177

178 5. Portofolio di dalam kelas Portofolio memberi kemungkinan pada anak untuk mengembangkan minat dan bakat sesuai dengan anggotanya dengan potensinya sendiri. Hal ini berarti ragamnya isi portofolio bisa terjadi sebanyak siswa yang terdapat dalam kelas. Kegunaan portofolio juga dapat dilihat sebagai: a. Mengecek kesahihan (validitas) Hasil-hasil tes lain (perbandingan) b. Sumber informasi yang lebih kaya mengenai prestasi, kemajuannya, dan perkembangan kesinambungannya dibandingkan dengan sumber informasi lain yang lebih formal. c. Membantu pemahaman banyak orang mengenai aspek-aspek belajar siswa, secara positif sesuai kenyataan. 6. Koferensi Portofolio Koferensi Portofolio yang dimaksudkan di sini adalah pembicaraan/ diskusi antara siswa dan guru dalam membahas wawasan yang dikandung oleh bahan dalam portofolio. Dalam hubungan ini langkah umum adalah sebagai berikut : 1) Siswa menyajikan mendiskusikan portofolio dengan guru. - Berikan kesempatan pada siswa untuk mengontrol portofolionya. - Tanyakan (Guru) kepada siswa apa yang mereka anggap merupakan kelebihan-kelebihan portofolionya siswa. - Guru menunjukkan aspek-aspek positif dari portofolio. - Menetukan kesepakatan dengan siswa mengenal evaluasi sebuah karya siswa. 2) Mengakhiri pertemuan, dengan : - Menciptakan tujuan-tujuan untuk siswa bekerja selanjutnya. - Menentukan kegiatan portofolio selanjutnya.

Pelaksanaan konferensi bergantung kepada keperluan dan perkembangan portofolio. Berikut ini disajikan sejumlah cara penggunaan portofolio (rangkuman yang dibuat Teirney, Carter dan Desai). a) Hormati kepemilikan karya siswa, setiap siswa harus dihargai untuk memotivasi siswa untuk berkembang. b) Siswa dan guru mengumpulkan karya siswa yang dihasilkan dalam konteks kelas yang mendukung minat, pembuatan keputusan, dan kolaborasi siswa untuk ini hendaknya diciptakan sebuah tempat aman untuk menyimpan koleksi siswa. Undang orang tua supaya terlibat dalam proses portofolio. Kegiatan ini dapat memberi saling pengertian antara siswa dan orang-tua sehingga terdapat kerjasama antara sekolah dan masyarakat (orang-tua). c) Guru menjelaskan kepada siswa bahwa siswa harus meilih karya mereka berupa karya terbaik, karya penting dan karya layak dan sebagainya. Yang menggambarkan kelebihan-kelebihan, minat, keragaman, upaya dan alur perkembangan siswa. Bimbinglah siswa dengan membuat Mabel gagasan-gagasan yang akan dikumpulkan. Guru membantu siswa mengenali unsurunsur dalam bacaan dan tulisan siswa sendiri. d) Diskusikan unsur-unsur yang berbeda yang dapat dimasukkan kedalam portofolio. e) Bentuklah siswa dalam memilih karya-karya yang akan mereka masukkan kedalam portofolio. Diskusikan pula cara penyimpangan karya-karya secara berkelompok/ klasifikasi dan sistematis. f) Suruh siswa untuk menulis alasan-alasan pemilihan karya dan diberi tanggal penyelesaiannya. g) Karya diberi label untuk diisi keterangan kelebihan dan alasan pemilihan dimasukkan dalam portofolio. h) Luangkan waktu untuk menelaah portofolio. Tuliskan keistimewaan karya serta komentar-komentar harapan yang ingin ditemukan dalam setiap portofolio. i) Remajakan portofolio pada jangka waktu tertentu. 179

j) Bersama siswa tentukan jumlah karya yang harus dimasukkan, ini akan mendorong siswa untuk membandingkan, menganalisa dan memilih secara cermat. k) Para siswa bisa saja mendiskusikan portofolio dengan siswa-siswa lain, dengan orang-tua pada kesempatan tertentu. 7. Penilaian portofolio Portofolio yang telah dikembangkan diseleksi ulang, kemudian dikumpulkan menjadi satu siap untuk dinilai dan diperiksa dengan cermat. Scoring portofolio dapat dilakukan dengan menggunakan rubrik, seperti berikut ini : Skala yang ditentukan : 5 : sangat memuaskan 4 : memuaskan 3 : sedang 1 : tidak memuaskan Identitas peserta didik Nama : Kelas :... Sekolah :.. Skala deskripsi 4 - Menunjukkan keterampilan pemecahan masalah yang menonjol - Menunjukkan keterampilan berargumentasi yang menonjol - Menunjukkan kemampuan berargumentasi yang menonjol - Menunjukkan kemampuan membuat hubungan yang menonjol - Pengorganisasian yang sangat baik dan bersih - Melebihi permintaan - Menunjukkan keterampilan pemecahan 3 masalah yang baik 180

- Menunjukkan keterampilan berbahasa yang baik - Menunjukkan kemampuan berargumentasi yang baik - Menunjukkan kemampuan membuat hubungan yang baik - Pengorganisasian yang baik dan bersih - Memenuhi semua permintaan 2 - Kadang-kadang menunjukkan keterampilan pemecahan masalah yang baik - Kadang-kadang menunjukkan keterampilan berbahasa yang baik - Kadang-kadang berargumentasi dengan baik - Pengorganisasian dapat diterima dan bersih - Memenuhi sebagian besar permintaan. 1 - Menujukkan keterampilan pemecahan masalah yang sangat rendah - Menunjukkan keterampilan berbahasa yang sangat rendah - Menunjukkan kemampuan berargumentasi yang sangat rendah. - Pengorganisasian dan kebersihan kurang - Tidak memenuhi permintaan Skor yang diperoleh dengan menggunakan rubrik tersebut di atas dapat dikonversi menjadi nilai sesuai dengan prosedur pengolahan nilai. 181

Rangkuman 1. Portofolio adalah koleksi atau kumpulan sistematik karya baik yang dikembangkan oleh siswa dan guru yang berfungisi sebagai dasar untuk menelaah usaha perbaikan, proses dan pencapaian validitas pengujian yang lebih formal. 2. Dengan pembuatan portofolio kreatifitas siswa didorong untuk berkembang dengan usaha sendiri dan belajar secara aktif. 3. Potofolio diutamakan untuk mengenal dan mengembangkan bakat dan kemampuan yang beragam dan bervariasi oleh karena itu sangat untuk dilakukan di sekolah. 4. Dengan pembuatan portofolio secara sungguh dan terencana diharapkan siswa terbimbing untuk berprestasi. 182