BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
I. PENDAHULUAN. Pencemaran udara adalah masuknya, atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam

Senyawa Koordinasi. Ion kompleks memiliki ciri khas yaitu bilangan koordinasi, geometri, dan donor atom:

BAB I P ENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Senyawa Koordinasi (senyawa kompleks)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

1.1 Senyawa Koordinasi (Coordination Coumpond)

Kimia Koordinasi Teori Ikatan Valensi

SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA KOMPLEKS KOBALT(II) DENGAN BENZOKAIN

8.4 Senyawa Kompleks

D. 2 dan 3 E. 2 dan 5

Senyawa Koordinasi. Kompleks ion dengan pusat d B memiliki empat ligan dengan dengan bentuk persegi planar (B)

KIMIA. Sesi KIMIA UNSUR (BAGIAN IV) A. UNSUR-UNSUR PERIODE KETIGA. a. Sifat Umum

I. PENDAHULUAN. Kualitas udara yang dipergunakan untuk kehidupan tergantung dari lingkungannya. Udara

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PERCOBAAN IV PENENTUAN KOMPOSISI ION KOMPLEKS

I. PENDAHULUAN. senyawa kompleks bersifat sebgai asam Lewis sedangkan ligan dalam senyawa

KIMIA. Sesi POLIMER. A. LOGAM ALKALI a. Keberadaan dan Kelimpahan Logam Alkali. b. Sifat-Sifat Umum Logam Alkali. c. Sifat Keperiodikan Logam Alkali

9. KOMPETENSI INTI DAN KOMPTENSI DASAR KIMIA SMA/MA KELAS: X

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK PERCOBAAN 3 PENENTUAN BILANGAN KOORDINAI KOMPLEKS TEMBAGA (II)

SAP DAN SILABI KIMIA DASAR PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN UNIVERSITAS PASUNDAN

(2) kekuatan ikatan yang dibentuk untuk karbon;

Struktur atom, dan Tabel periodik unsur,

SINTESIS DAN KARAKTER SENYAWA KOMPLEKS Cu(II)-EDTA DAN Cu(II)- C 6 H 8 N 2 O 2 S Dian Nurvika 1, Suhartana 2, Pardoyo 3

KISI-KISI PENULISAN SOAL USBN

Kimia Koordinasi SOAL LATIHAN. Jawab soal sudah tersedia. Selesaikan soalnya, dan pelajari mengapa dipilih jawaban tersebut

Peranan elektron dalam pembentukan ikatan kimia

Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan. IV.1 Sintesis dan karaktrisasi garam rangkap CaCu(CH 3 COO) 4.6H 2 O

STANDAR KOMPETENSI. 1.Menjelaskan sifat- sifat

! " "! # $ % & ' % &

Kegiatan Belajar 4 Kimia Unsur. Menguasai teori aplikasi materipelajaran yang diampu secara mendalam pada materi Kimia Unsur.

Kata kunci: surfaktan HDTMA, zeolit terdealuminasi, adsorpsi fenol

KISI-KISI UN KIMIA SMA/MA

KISI UJI KOMPETENSI 2013 MATA PELAJARAN KIMIA

SENYAWA KOORDINASI Putri Anjarsari, S.Si., M.Pd

Atom unsur karbon dengan nomor atom Z = 6 terletak pada golongan IVA dan periode-2 konfigurasi elektronnya 1s 2 2s 2 2p 2.

Ikatan Kimia. 2 Klasifikasi Ikatan Kimia :

SILABUS. Alokasi Sumber/ Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian

Jurnal Kimia Indonesia

SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA KOMPLEKS NIKEL(II) DENGAN LIGAN ETILENDIAMINTETRAASETAT (EDTA)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Modifikasi Ca-Bentonit menjadi kitosan-bentonit bertujuan untuk

PENENTUAN RUMUS ION KOMPLEKS BESI DENGAN ASAM SALISILAT

Bab I Pendahuluan. I.1 Latar Belakang dan Masalah Penelitian

11. Mata Pelajaran Kimia Untuk Paket C Program IPA

D. 4,50 x 10-8 E. 1,35 x 10-8

54. Mata Pelajaran Kimia untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara

PERSIAPAN PRESENTASI. Praktikum Anorganik KI3231 Semester /2018

PAKET UJIAN NASIONAL 14 Pelajaran : KIMIA Waktu : 120 Menit

Bab IV Hasil dan Pembahasan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN. Dalam bab ini diuraikan mengenai latar belakang masalah, tujuan dari penelitian dan manfaat yang diharapkan.

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

KIMIAWI SENYAWA KARBONIL

KISI UJI KOMPETENSI 2014 MATA PELAJARAN KIMIA

DAFTAR ISI HALAMAN PERNYATAAN ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMA KASIH... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR...

D. H 2 S 2 O E. H 2 S 2 O 7

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK I PERCOBAAN V

I. PENDAHULUAN. sedikit, biasanya dinyatakan dalam satuan nanogram/liter atau mikrogram/liter

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

KIMIA ANORGANIK TRANSISI

Pengantar KO2 (Kimia Organik Gugus Fungsi)

MAKALAH PRAKTIKUM KIMIA DASAR REAKSI-REAKSI ALKOHOL DAN FENOL

AMINA. Klasifikasi 19/04/2013

KONSEP DASAR KIMIA ORGANIK YANG MENUNJANG PEMBELAJARAN KIMIA SMA GEBI DWIYANTI

DESKRIPSI PEMELAJARAN - KIMIA

Ikatan Kimia. Ikatan kimia adalah gaya tarik antar atom yang pemutusan atau pembentukannya menyebabkan terjadinya perubahan kimia.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Soal dan jawaban tentang Kimia Unsur

TITRASI KOMPLEKSOMETRI

S I L A B U S. Indikator Materi Pembelajaran Imtaq Kegiatan Pembelajaran Metode Penilaian Alokasi Waktu

Teori medan kristal adalah model yang hampir secara menyeluruh menggantikan teori ikatan valensi, pertama kali dimunculkan oleh Hans Bethe pada 1929.

Bahasan. Senyawa Koordinasi. Bahasan. 1. Teori Werner tentang Senyawa Koordinasi : Tinjauan Ulang. Irwansyah, M.Si

SINTESIS DAN UJI TOKSISITAS KOMPLEKS LOGAM Co(II)/Zn(II) DENGAN LIGAN ASAM PIRIDIN- 2,6-DIKARBOKSILAT

SAP-GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

SIFAT FISIS DAN SIFAT KIMIA UNSUR-UNSUR

JAWABAN. 8. Untuk obligasi tunggal antara sejenis atom, bagaimana kekuatan ikatan yang berhubungan dengan ukuran dari atom?jelaskan secara ilmiah.

Senyawa Alkohol dan Senyawa Eter. Sulistyani, M.Si

Ikatan kovalen koordinat adalah ikatan dimana elektronelektron yang dipakai bersama-sama hanya berasal dari satu atom.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. sol-gel, dan mempelajari aktivitas katalitik Fe 3 O 4 untuk reaksi konversi gas

d. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kimia

KRITERIA KETUNTASAN MINIMUM KIMIA KELAS X TAHUN PELAJARAN 2013/2014

SINTESIS DAN KARAKTERISASI KROMIUM (III) ASKORBAT DENGAN METODE REFLUKS BERATMOSFER NITROGEN. Kun Sri Budiasih Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK

Kisi UKG berdasarkan Pemetaan Standar Kompetensi Pedagogik dan Profesional Guru KIMIA SMA. 1 Kimia

SENYAWA KOMPLEKS. Definisi. Ion Kompleks. Bilangan koordinasi, geometri, dan ligan RINGKASAN MATERI

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. Kanker merupakan penyebab kematian paling banyak kedua setelah serangan

Kimia Organik 1. Indah Solihah

Untuk mengetahui pengaruh ph medium terhadap profil disolusi. atenolol dari matriks KPI, uji disolusi juga dilakukan dalam medium asam

Ikatan Kimia dan Struktur Molekul. Sulistyani, M.Si.

SOAL DAN PEMBAHASAN TRY OUT 1 KOMPETISI KIMIA NASIONAL 2017

BAB I PENDAHULUAN I.1

Chapter 20 ASAM KARBOKSILAT

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

REAKSI-REAKSI ALKOHOL DAN FENOL

STUDI SPEKTROSKOPI UV-VIS DAN INFRAMERAH SENYAWA KOMPLEKS INTI GANDA Cu-EDTA

kimia HIDROKARBON 1 Tujuan Pembelajaran

30 Soal Pilihan Berganda Olimpiade Kimia Tingkat Kabupaten/Kota 2011 Alternatif jawaban berwarna merah adalah kunci jawabannya.

KISI KISI SOAL UJIAN SEKOLAH SMK SE-KABUPATEN CIAMIS TP. 2013/2014

SIFAT-SIFAT SENYAWA KOVALEN

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK (KI2051)

Transkripsi:

BAB I PEDAHULUA A. Latar Belakang Senyawa kovalen koordinasi terbentuk antara ion logam yang memiliki orbital d yang belum terisi penuh (umumnya ion logam transisi) dengan ligan yang memiliki pasangan elektron bebas atau donor elektron. Pelaksanaan analisis anorganik kualitatif banyak melibatkan reaksi-reaksi yang menghasilkan pembentukan kompleks, hal ini bermanfaat dalam mengidentifikasi karakter senyawa yang terbentuk. Umumnya logam pusat berasal dari golongan transisi atau logam golongan utama (Silsberberg, M.S., 2000 : 23). Unsur transisi didefinisikan sebagai unsur yang memiliki kulit d atau f yang terisi sebagian. Ion tembaga(ii) merupakan salah satu ion logam transisi divalensi deret pertama yang mempunyai konfigurasi elektron 3d 9 dengan satu elektron tidak berpasangan (Lee, 1991: 827). Tembaga(II) memiliki stabilitas kompleks yang paling besar jika dibandingkan dengan logam transisi deret pertama yang lain dan paling stabil jika dibandingkan dengan bilangan oksidasi tembaga lain. Kebanyakan senyawa tembaga(i) cukup mudah teroksidasi menjadi tembaga(ii) (otton and Wilkinson, 1988: 766). Tembaga(II) membentuk sejumlah kompleks dengan bilangan koordinasi I dan II membentuk geometri tetrahedral dan oktahedral karena mempunyai orbital d yang kosong sehingga dapat menerima elektron dari gugus lain atau ligan untuk berikatan. Kompleks-kompleks tembaga banyak digunakan sebagai obat pembasmi hama dalam pertanian, karena toksisitas tembaga terhadap mahluk hidup yang cukup tinggi. Garam tembaga(ii) klorida dalam bentuk kompleks anionik tetraklorokuprat, (ul 4 ) 2-, mempunyai sifat karakteristik yang menarik berkenaan dengan sifat termokromik, yaitu perubahan warna oleh karena perubahan temperatur (Willet, R.D., et al, 1974: 2919). Pembentukkan kompleks juga melibatkan ligan yang merupakan senyawa dengan atom atau gugus yang mampu mendonorkan sepasang elektron, atau yang bermuatan negatif untuk membentuk suatu ikatan dengan atom atau ion logam pusat. 1

2 Ligan morfolina mempunyai atom donor dan, sedangkan piperidina mempunyai 1 atom donor, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1. H H (a) (b) Gambar 1. Struktur morfolina (a) dan piperidina (b). Morfolina ( 4 H 9 ) adalah ligan yang mempunyai nama lain diethyleneimide oxide atau diethylene imodoxida, merupakan senyawa heterosiklik non aromatik. Morfolina merupakan kimia serbaguna yang penting dalam industri, seperti karet, pencegah korosi, sintesis pengkilap optik, produk farmasi dan bahan pencelup. (http://www.inchem.org). Sifat fisik dan kimia morfolina yaitu tidak berwarna, berminyak, higroskopis, larutan volatil dengan bau amina yang khas. Senyawa ini mempunyai titik didih 128,9 o, titik beku 4,9 o, dan densitas (20 o ): 0,999 g/cm 3. Reaksi morfolina sama seperti amina sekunder yang lain. Morfolina dengan asam anorganik membentuk garam dan amida. Senyawa ini dapat dialkilasi pada atom nitrogen dengan metode umum menggunakan alkil halida, dialkil sulfat dan kombinasi aldehida dan asam format (rthmer, K., 1993 : 83). Sifat fisik dan kimia piperidina yaitu tidak berwarna dengan titik didih 106,3 o, titik beku 11,0 o dan densitas pada 15 o sebesar 0,8659 g/cm 3. Senyawa ini larut dalam air, alkohol dan eter. Piperidina merupakan basa kuat. Piperidina ditemukan dalam jumlah yang kecil dalam piper ningrum L piperaceae (lada hitam). Piperidina dibuat dari reduksi pyridine dengan asam dan logam seperti timah atau pemanasan piperidina dengan alkali. Piperidina sering digunakan dalam sintesis organik, akselator karet dan obat-obatan (Arthur dan Elisabeth rose, 1956:869). Hong, M., et al (1996) mensintesis dan mengkarakterisasi kompleks (Ph 4 P) 2 [Mou 3 Se 3 l 3 (Pyridine)].H 3, ligan piridin berikatan pada ion u(1)

3 melalui atom, koordinasi pada atom Mo mendekati bentuk tetrahedral, seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 2. (3) (4) (2) (5) (1) l(1) Se(1) (1) u(1) Se(2) l(2) u(2) u(3) l(3) Se(3) Mn Gambar 2. Struktur dari anion senyawa [Mou3Se3l3(Py)] (Hong, M., et al, 1996) Pietro Riccieri dan Edoardo Zinato (1996) juga mensintesis dan mengkarakterisasi kompleks (pyridine)pentaamminechromium(iii), kompleks berbentuk oktahedral dengan krom(iii) sebagai ion pusat yang berikatan dengan pada piridin seperti ditunjukkan oleh Gambar 3. H 3 3+ H 3 r H 3 H 3 H 3 Gambar 3. Senyawa kompleks (pyridine)pentaamminechromium(iii) (Riccieri dan Zinato, 1996) Hidetaka, Y. (1996) mensintesis kompleks trans-bis (morpholine- )cadmium(ii) tetracyanonickelate(ii)), bersistem kristal kompleks ortorombik, berbentuk square planar, morpholine terkoordinasi pada atom d pada posisi trans, struktur kompleks [d(morp) 2 i() 4 ] ditunjukkan oleh Gambar 4.

4 atau i d Gambar 4. Struktur kompleks [d(morp) 2 i() 4 ] (Yuge, 1996) Secara struktural keberhasilan sintesis senyawa diatas membentuk kompleks karena memiliki atom donor yang berada dalam lingkar. Hal ini memungkinkan ligan morfolina dan piperidina dapat membentuk kompleks dengan ion logam, karena ligan tersebut memiliki atom donor yang berada dalam lingkar. Kedua ligan tersebut merupakan golongan amina siklis, reaksi keduanya sama seperti amina-amina sekunder yang lain, dengan asam anorganik mereka membentuk garam, dan dengan asam organik membentuk garam atau sebuah amida. B. Perumusan masalah 1. Identifikasi masalah Perbedaan gugus atom donor dari ligan morfolina dan piperidina ditunjukkan oleh Gambar 1, ligan morfolina memiliki gugus -H dan gugus -- (eter) dalam siklis yang memiliki kemampuan untuk mendonorkan elektron ke ion logam u(ii), sedangkan ligan piperidina terdapat gugus -H dalam siklis yang juga dapat mendonorkan elektron ke ion logam u(ii), menyebabkan berbagai kemungkinan struktur kompleks yang dapat terbentuk dan hal ini menarik untuk dipelajari. Studi penentuan kadar u 2+ dapat dilakukan dengan metode mikroanalisis, kristalografi dan AAS. Karakteristik lain yang bisa dipelajari adalah warna kompleks yang terbentuk, pergeseran λ maks pada spektra UV-Vis, pergeseran gugus fungsi pada

5 spektra IR, sifat termal material, harga momen magnetik, daya hantar listrik, potensial reduksi atau oksidasi. 2. Batasan masalah Kompleks yang akan disintesis dari penelitian ini adalah kompleks antara ion logam u 2+ dengan ligan morfolina dan piperidina. Pelarut yang digunakan adalah pelarut metanol. Penentuan bilangan koordinasi senyawa kompleks dapat diketahui dengan metode perbandingan mol, dan kandungan ion logam dari senyawa kompleks dilakukan dengan AAS. Dari data ini maka komposisi kompleks dapat diperkirakan. Karakterisasi senyawa kompleks yang terbentuk dilakukan dengan spektrofotometer UV-Visible, spektrofotometer Infra Merah, perubahan pola termogram DTA, sifat kemagnetan, daya hantar listrik dan potensial reduksi atau oksidasi. 3. Rumusan masalah Permasalahan yang diteliti adalah: a. Bagaimana sintesis senyawa kompleks antara ion u 2+ dengan ligan morfolina dan piperidina? b. Bagaimana karakteristik masing-masing senyawa kompleks yang terbentuk antara tembaga (II) dengan ligan morfolina dan piperidina?. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mensintesis senyawa kompleks ion logam u 2+ dengan ligan morfolina dan piperidina. 2. Mengetahui karakteristik masing-masing senyawa kompleks yang terbentuk antara tembaga (II) dengan ligan morfolina dan piperidina. D. Manfaat Penelitian Memberikan informasi tentang sintesis dan karakteristik masing-masing senyawa kompleks yang terbentuk.