BAB VI AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

dokumen-dokumen yang mirip
AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

Konsep Dasar Audit Sistem Informasi

AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER DIANA RAHMAWATI

PERTEMUAN 10 AUDIT SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

PENIPUAN DAN PENGAMANAN SERTA AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

PENGERTIAN DAN TUJUAN AUDIT

1. Ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti : Kebakaran atau panas yang berlebihan Banjir, gempa

TUGAS KELOMPOK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI. BAB 11 - Pengauditan Sistem Informasi Berbasis Komputer

BAB IV PENGENDALIAN DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

BAB XI SISTEM BUKU BESAR DAN PELAPORAN

BAB IX SIKLUS PRODUKSI

PERTEMUAN 8 PENGAMANAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

PENGENDALIAN DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DIANA RAHMAWATI

Pengendalian Sistem Informasi Berdasarkan Komputer

PERTEMUAN 14 BUKU BESAR DAN PELAPORAN

Mengelola Sistem Informasi Manajemen

1. Mana di bawah ini yang bukan termasuk dalam kelompok pengendalian umum:

PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI BERDASARKAN KOMPUTER

PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI BERDASARKAN KOMPUTER DIANA RAHMAWATI

a. Pengendalian transaksi e-business dan e-commerce e-business Electronic business

Diagram konteks gram sistem buku besar konteks dan pela dan poran

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI

TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER

BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini perkembangan teknologi informasi merupakan salah satu alternatif

SATUAN ACARA PERKULIAHAN DAN SILABUS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI I JURUSAN AKUNTANSI STIE SEBELAS APRIL SUMEDANG

PENENTUAN RISIKO DAN PENGENDALIAN INTERN-PERTIMBANGAN DAN KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI KOMPUTER

BAB X SIKLUS PENGGAJIAN DAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

1. Keandalan laporan keuangan 2. Kepatuhan terhadap hukum & peraturan yang ada. 3. Efektifitas & efisiensi operasi

Nama : Putri Syaharatul Aini Nim : Uas : Sistem Informasi Akuntansi Soal : ganjil

KEAMANAN DAN KONTROL. A. PENTINGNYA KONTROL Salah satu tujuan CBIS adalah untuk memberi dukungan kepada manajer dalam mengontrol area operasinya

Tutut Dewi Astuti, SE, M.Si, Ak, CA

LAMPIRAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB 4 AUDIT SISTEM INFORMASI. Pada bab ini akan membahas mengenai proses pelaksanaan Audit Sistem

BAB II LANDASAN TEORI

TABEL 1 DAFTAR PERTANYAAN EFEKTIVITAS AUDIT INTERNAL

PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR : 54 TAHUN 2010 TENTANG

BUPATI PENAJAM PASER UTARA

PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI BERDASARKAN KOMPUTER

BAB I PENDAHULUAN. semakin perlu untuk dipenuhi agar tujuan auditing tetap dapat dicapai secara

BAB 4 AUDIT SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN PADA PT. MAKARIZO INDONESIA. tidak akurat dan tidak lengkap merupakan kegiatan audit yang penting dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian ini didukung dari beberapa rujukan di dalam literatur penelitian

SOAL UAS SISTEM IFORMASI AKUNTASI

PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 25 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) KABUPATEN SITUBONDO

BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2011 NOMOR 2 SERI E PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG

AUDIT SISTEM INFORMASI & PROSEDUR. DOSEN : Ir. I. JOKO DEWANTO., MM H. FEBRIANA HENDIONO, SE, MM

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI. Sebagaimana individu, perusahaan, dan ekonomi semakin bergantung pada sistem

KENDALI MANAJEMEN MUTU

BUPATI BANYUMAS, TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH. menetapkann. Sistem

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 27 TAHUN 2010 TENTANG

MATERI 03 : KEAMANAN INFORMASI

PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI. Dokumentasi dalam Pengelolaan Sistem Informasi

BUPATI CILACAP PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 88 TAHUN 2013 TENTANG

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Konsep Dasar Sistem, Informasi Dan Akuntansi

TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER

Etika dalam Sistem Informasi

Contoh : Isi pesan/ , membuka data yang bukan haknya, menjual data

PIAGAM UNIT AUDIT INTERNAL

PERTEMUAN 7 KONSEP DAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERNAL

Lampiran Checklist Pengendalian Manajemen Operasional. 1 Apakah terhadap seluruh operasi komputer. telah dilakukan penjadwalan sehingga dapat

BUPATI GARUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Auditing. Obyektif. 3.1 Phase Audit Sistem Informasi

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA,

Lampiran 1 : Kuesioner Pengendalian Intern Penjualan Kredit Berbasis Komputer. Kuesioner Pengendalian Intern Akuntansi dalam Sistem Komputer

BAB VII SIKLUS PENDAPATAN: PENJUALAN DAN PENAGIHAN KAS

DAFTAR PERTANYAAN AUDIT INTERNAL. (Variabel Independen)

UJIAN AKHIR SEMESTER NAMA : RINI PUSPITA SARI NIM : KELAS : 5.01

Standar Audit SA 501. Bukti Audit - Pertimbangan Spesifik atas Unsur Pilihan

Chapter 10 PENGENDALIAN INTEGRITAS PEMROSESAN DAN KETERSEDIAAN

II. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI

SIKLUS PRODUKSI. N. Tri Suswanto Saptadi. 6/1/2016 nts/sia 1. Aktivitas Siklus Produksi

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI

BAB II LANDASAN TEORI Pengertian Sistem Pengendalian Intern. Sistem menurut James A Hall (2007: 32). Sistem adalah kelompok dari dua

BERITA DAERAH KOTA SUKABUMI TAHUN 2011 NOMOR 16 PERATURAN WALIKOTA SUKABUMI

MENGIDENTIFIKASI RISIKO DAN PENGENDALIAN DALAM PROSES BISNIS

PT INDO KORDSA Tbk. PIAGAM AUDIT INTERNAL

Etika dan Keamanan SI

PERATURAN BUPATI BIMA NOMOR : 05 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH KABUPATEN BIMA BUPATI BIMA,

LAMPIRAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 35 /SEOJK.03/2017 TENTANG PEDOMAN STANDAR SISTEM PENGENDALIAN INTERN BAGI BANK UMUM

PERTEMUAN 13 SIKLUS TRANSAKSI BISNIS : SIKLUS PRODUKSI

PELAKSANAAN PENUGASAN

UAS 1. Rancangan ERP Sistem Penjualan yang terhubung dengan seluruh cabang dan kantor pusat disajikan dalam bentuk struktur :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Manajemen Sumber Daya Manusia dan Sistem Penggajian

Lampiran Check List Pengendalian Manajemen Operasional. No. Pertanyaan Y T Keterangan Standart

Standar Audit SA 402. Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Orang yang melaksanakan fungsi auditing dinamakan pemeriksa atau auditor. Pada mulanya

BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG JADI. untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan operasional perusahaan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Struktur Organisasi. PT. Akari Indonesia. Pusat dan Cabang. Dewan Komisaris. Direktur. General Manager. Manajer Sumber Daya Manusia Kepala Cabang

Pengendalian Sistem Informasi Yang Berbasiskan Komputer Bag. II

Standar Internasional ISO 27001

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai peranan sistem

PIAGAM AUDIT INTERNAL

BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 30 TAHUN 2010 TENTANG

Siklus Pendapatan: Penjualan dan Penagihan Kas. Pertemuan 11

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN EVALUASI. Kuesioner yang dibuat mencakup 15 bagian dari IT Risk Management yang. 6. Rencana Kontingensi/Pemulihan Bencana

Bab 1. Pendahuluan. Dalam memasuki era globalisasi, laju perekonomian di Indonesia harus

Transkripsi:

BAB VI AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER A. Sifat Audit Asosiasi akuntansi Amerika mendefinisikan auditing sebagai berikut : Auditing adalah sebuah proses sistemeatis untuk secara obyektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai pernyataan perihal tindakan dan transaksi bernilai ekonomi, untuk memastikan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta mengkomunikasikan hasil-hasilnya pada para pemakai yang berkepentingan Auditing membutuhkan pendekatan langkah per langkah yang dibentuk dengan perencanaan teliti serta pemilihan dan pelaksanaan teknik yang tepat dengan hati-hati. Keterlibatan audit yaitu mengumpulkan, meninjau, dan mendokumentasikan bukti audit. Standar-standar Audit Internal 1. Berdasarkan According Institute of Internal Auditors (IIA), tujuan dari audit internal adalah untuk mengevaluasi kecukupan dan efektifitas sistem pengendalian internal perusahaan. 2. Menetapkan keluasan dari pelaksanaan tanggung jawab yang benar-benar dilakukan. Standar lingkup audit IIA memberikan garis besar atas tanggung jawab auditor internal : 1. Melakukan tinjauan atas keandalan dan integritas informasi operasional dan keuangan, serta bagaimana hal tersebut diidentifikasi, diukur, diklasifikasi dan dilaporkan. 2. Menetapkan apakah sistem telah didesain untuk sesuai dengan kebijakan operasional dan pelaporan, perencanaan, prosedur, hukum, dan peraturan yang berlaku. 3. Melakukan tinjauan mengenai bagaimana aset dijaga, dan memverifikasi keberadaan aset tersebut. 4. Mempelajari sumber daya perusahaan untuk menetapkan seberapa efektif dan efisien mereka digunakan. 5. Melakukan tinjauan atas operasional dan program perusahaan, untuk menetapkan apakah mereka telah dilaksanakan sesuai rencana dan apakah mereka dapat memenuhi tujuan-tujuan merek. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) - RDK 38

Terdapat tiga (3) jenis audit yang biasanya dilakukan, yaitu : 1. Audit keuangan 3. Audit operasional atau manajemen 2. Audit sistem informasi Jenis-jenis Kegiatan Audit Internal 1. Audit keuangan memeriksa keandalan dan integritas catatan-catatan akuntansi (baik informasi keuangan dan operasional). 2. Audit sistem informasi melakukan tinjauan atas pengendalian SIA untuk menilai kesesuaiannya dengan kebijakan dan prosedur pengendalian serta efektivitas dalam menjaga aset perusahaan. 3. Audit operasional atau manajemen berkaitan dengan penggunaan secara ekonomis dan efisien sumber daya, serta pencapaian sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Seluruh audit menggunakan urutan kegiatan yang hampir sama, hingga dapat dibagi ke dalam empat langkah: 1. Merencanakan audit a. Tetapkan lingkup dan tujuan b. Organisasi tim audit c. Kembangkan pengetahuan mengenai operasional bisnis d. Tinjauan hasil audit sebelumnya e. Identifikasi faktor-faktor resiko f. Siapkan program audit 2. Mengumpulkan bukti audit a. Pengamatan atas kegiatan-kegiatan operasional b. Tinjauan dokumentasi c. Berdiskusi dengan para pegawai dan kuesioner d. Pemeriksaan fisik aset e. Konfirmasi melalui pihak ketiga f. Melakukan ulang prosedur g. Pembuktian dengan dokumen sumber h. Review analitis dan pengambilan sampel audit 3. Mengevaluasi bukti audit a. Nilai kualitas pengendalian internal b. Nilai keandalan informasi c. Nilai kinerja operasional Sistem Informasi Akuntansi (SIA) - RDK 39

d. Pertimbangkan kebutuhan atas bukti tambahan e. Pertimbangkan faktor-faktor resiko f. Pertimbangkan faktor-faktor materialitas g. Dokumentasikan penemuan-penemuan audit 4. Mengkomunikasikan hasil audit a. Memformulasikan kesimpulan audit b. Membuat rekomendasi bagi pihak manajemen c. Mempersiapkan laporan audit d. Menyajikan hasil-hasil audit ke pihak manajemen B. Audit Sistem Informasi Tujuan audit SIA adalah untuk meninjau dan mengevaluasi pengendalian internal yang melindungi sistem tersebut. Ketika melaksanakan audit sistem informasi, para auditor harus memastikan tujuan-tujuan berikut ini dipenuhi : 1. Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer, program, komunikasi, dan data dari akses yang tidak sah, modifikasi, atau penghancuran. 2. Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai dengan otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen. 3. Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan pihak manajemen. 4. Pemrosesan transaksi, file, laporan, dan catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap. 5. Data sumber yang tidak akurat atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan. 6. File data komputer telah akurat, lengkap, dan dijaga kerahasiaannya. Pendekatan Audit Berdasarkan Risiko Pendekatan berdasarkan risiko untuk audit memberikan para auditor pemahaman yang jelas atas kesalahan dan ketidak berturan yang dapat terjadi dan risiko serta penyingkapan yang terkait. Pemahaman atas hal ini memberikan dasar yang kuat untuk mengembangkan rekomendasi pada pihak manajemen mengenai bagaimana sistem pengendalian SIA seharusnya ditingkatkan. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) - RDK 40

Pendekatan empat tahap evaluasi pengendalian internal: 1. Tentukan ancaman-ancaman yang dihadapi SIA. 2. Identifikasi prosedur pengendalian yang diimplementasikan untuk meminimalkan setiap ancaman dengan mencegah atau mendeteksi kesalahan dan ketidak beraturan. 3. Evaluasi prosedur pengendalian. 4. Evaluasi kelemahan (kesalahan dan ketidak-beraturan yang tidak terungkap oleh prosedur pengendalian). Kerangka untuk Audit Keamanan Komputer 1. Pencurian atau kerusakan yang tidak disengaja atas hardware dan file 2. Kehilangan, pencurian, atau akses tidak sah ke program, file data, dan sumber daya sistem lainnya 3. Modifikasi atau penggunaan secara tidak sah program dan file data 1. Rencana keamanan/perlindungan informasi 2. Pembatasan atas akses secara fisik ke perlengkapan komputer 3. Pengendalian penyimpanan dan pengiriman data seperti enkripsi 4. Prosedur perlindungan dari virus 5. Menggunakan firewall 6. Rencana pemulihan dari bencana 7. Pemeliharaan pencegahan 8. Asuransi sistem informasi Prosedur Audit: Tinjauan atas Sistem 1. Menginspeksi lokasi komputer 2. Wawancara dengan personil sistem informasi mengenai prosedur keamanan 3. Meninjau kebijakan dan prosedur 4. Memeriksa kebijakan asuransi apabila terjadi bencana atas sistem informasi 5. Memeriksa daftar akses sistem 6. Memeriksa rencana pemulihan dari bencana Prosedur Audit: Uji Pengendalian 1. Mengamati prosedur akses ke lokasi komputer 2. Memverifikasi bahwa terdapat pengendalian dan pengendalian tersebut berfungsi seperti dengan yang diharapkan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) - RDK 41

3. Menginvestigasi berbagai kesalahan atau masalah untuk memastikan mereka ditangani dengan benar 4. Memeriksa berbagai uji yang sebelumnya telah dilaksanakan 1. Kebijakan yang baik dalam hal personalia 2. Penggunaan pengendalian secara efektif 3. Pemisahan pekerjaan yang tidak boleh disatukan Kerangka untuk Audit Pengembangan Program 1. Kesalahan pemrograman yang tidak disengaja 2. Kode program yang tidak sah 1. Otorisasi manajemen atas pengembangan program dan persetujuannya untuk spesifikasi pemrograman 2. Persetujuan pemakai atas spesifikasi pemrograman 3. Pengujian keseluruhan atas program yang baru 4. Pengujian penerimaan oleh pemakai 5. Dokumentasi sistem yang lengkap Prosedur Audit : Tinjauan atas sistem : 1. Tinjauan independen dan bersaman atas proses pengembangan sistem 2. Tinjauan prosedur dan kebijakan pengembangan/perolehan sistem 3. Tinjauan otorisasi sistem dan prosedur persetujuannya 4. Tinjauan atas standar evaluasi pemrograman 5. Tinjauan atas standar dokumentasi program 6. Tinjauan atas pengujian program dan prosedur persetujuan pengujian Prosedur Audit : Uji Pengendalian 1. Wawancara dengan pemakai mengenai keterlibatan mereka dalam perolehan/pengembangan serta implementasi sistem 2. Tinjauan atas notulen rapat tim pengembangan untuk mendapat bukti keterlibatan 3. Memverifikasi poin-poin penting penolakan manajemen dan pemakai dalam proses pengembangan 4. Tinjauan atas spesifikasi pengujian, data uji, dan hasil pengujian sistem Sistem Informasi Akuntansi (SIA) - RDK 42

1. Pengendalian pemrosesan yang kokoh (kuat) 2. Pemrosesan secara independen data uji oleh auditor Kerangka untuk Audit Prosedur Modifikasi Program 1. Kesalahan pemrograman yang tidak disengaja 2. Kode program yang tidak sah 1. Daftar berbagai komponen program yang akan dimodifikasi 2. Otorisasi dan persetujuan pihak manajemen atas modifikasi program 3. Persetujuan pemakai atas perubahan spesifikasi program 4. Pengujian keseluruhan atas perubahan program, termasuk uji penerimaan pemakai Prosedur Audit: Tinjauan atas Sistem 1. Tinjau kebijakan, standar, dan prosedur modifikasi program 2. Tinjau standar dokumentasi untuk modifikasi program 3. Tinjau pengujian modifikasi program serta uji prosedur pemberian persetujuan 4. Diskusikan kebijakan dan prosedur modifikasi program dengan pihak manajemen, pemakai sistem, dan personil sistem informasi Prosedur Audit : Uji Pengendalian 1. Verifikasi pemakai dan persetujuan manajemen sistem informasi atas perubahan program 2. Verifikasi pemakai mengenai keterlibatan dalam perancangan dan omplementasi sistem 3. Memverifikasi poin-poin penting penolakan manajemen dan pemakai dalam proses pengembangan 4. Tinjauan atas notulen rapat tim pengembangan untuk mendapat bukti keterlibatan 5. Tinjauan atas spesifikasi pengujian, data uji, dan hasil dari pengujian sistem 1. Pengendalian pemrosesan yang bagus 2. Uji audit independen untuk perubahan program yang tidak sah atau yang salah Sistem Informasi Akuntansi (SIA) - RDK 43

Kerangka untuk Melakukan Audit Pengendalian Pemrosesan Komputer 1. Kegagalan untuk mendeteksi input data yang salah, tidak lengkap, atau tidak sah 2. Kegagalan untuk memperbaiki kesalahan yang ditandai oleh prosedur edit data dengan tepat 3. Masuknya kesalahan dalam file atau database selama pembaruan 1. Rutinitas edit data komputer 2. Penggunaan dengan benar label file eksternal dan internal 3. Prosedur perbaikan kesalahan yang efektif 4. Daftar dan ringkasan perubahan file yang disiapkan untuk tinjauan atas departemen pemakai Prosedur Audit : Tinjauan Sistem 1. Meninjau dokumentasi administratif untuk standar pengendalian pemrosesan 2. Mengamati operasional komputer dan fungsi pengendalian data 3. Meninjau salinan daftar kesalahan, laporan jumlah total batch, dan daftar perubahan file Prosedur Audit: Uji Pengendalian 1. Mengevaluasi kecukupan dan kelengkapan pengendalian edit data 2. Memverifikasi kepatuhan pada prosedur pengendalian pemrosesan dengan cara mengamati operasional komputer dan fungsi pengendalian data 3. Menelusuri pengaturan sampel kesalahan yang ditandai oleh rutinitas edit data untuk memastikan adanya penanganan yang tepat 4. Mengawasi sistem pemrosesan on-line dengan mengunakan teknik audit bersamaan 1. Pengendalian yang kokoh terhadap pemakai 2. Pengendalian data sumber yang efektif Kerangka untuk Audit Pengendalian Data Sumber 1. Data sumber yang tidak akurat 2. Data sumber yang tidak sah Sistem Informasi Akuntansi (SIA) - RDK 44

1. Otorisasi pemakai atas input data sumber 2. Penanganan input data sumber secara efektif oleh personol pengendalian data 3. Mendaftar penerimaan, perpindahan, dan pemrosesan input data sumber 4. Penggunaan dokumen yang dapat dikirim kembali Prosedur Audit: Tinjauan Sistem 1. Meninjau dokumentasi administratif atas standar pengendalian data sumber 2. Mendokumentasikan pengendalian data sumber akuntansi dengan menggunakan sebuah matriks pengendalian input 3. Meninjau dokumentasi sistem akuntansi untuk mengidentifikasi isi data sumber dan langkah pemrosesan serta pengendalian data sumber tertentu yang digunakan. Prosedur Audit: Uji Pengendalian 1. Mengamati dan mengevaluasi jalannya departemen pengendalian data dan prosedur pengendalian data tertentu 2. Merekonsiliasi sebuah sampel jumlah total batch dan menindaklanjuti penyimpangan 3. Memeriksa beberapa sampel data sumber akuntansi dalam hal keberadaan otorisasi yang memadai 1. Pengendalian pemrosesan yang kokoh 2. Pengendalian yang kokoh terhadap pemakai Kerangka untuk Audit Pengendalian File Data 1. Modifikasi atau pengungkapan yang tidak sah atas data yang disimpan 2. Penghancuran atas data yang disimpan akibat kesalahan yang tidak disengaja, kegagalan fungsi hardware atau software, dan tindakan sengaja untuk melakukan sabotase atau vandalisme 1. Pengendalian pembaruan bersamaan 2. Penggunaan yang sesuai atas label file dan mekanisme write-protection 3. Penggunaan software perlindungan virus Sistem Informasi Akuntansi (SIA) - RDK 45

Prosedur Audit: Tinjauan Sistem 1. Memeriksa rencana pemulihan dari bencana 2. Mendiskusikan prosedur pengendalian file data dengan para manajer dan operator sistem 3. Meninjau kebijakan dan prosedur akses logika 4. Meninjau dokumentasi atas fungsi-fungsi operasional perpustakaan file Prosedur Audit: Uji Pengendalian 1. Mengamati dan mengevaluasi operasional perpustakaan file 2. Meninjau catatan pemberian dan modifikasi password 3. Mengamati persiapan dan penyimpanan di luar lokasi kantor dari file cadangan 4. Merekonsiliasi jumlah total file utama dengan jumlah total pengendalian yang diproses secara terpisah 1. Pengendalian keamanan komputer secara efektif 2. Pengendalian pemakai yang kokoh 3. Pengendalian pemrosesan yang kokoh C. Software Komputer Beberapa program komputer, yang disebut Computer Audit Software (CAS) atau generalized audit software (GAS), telah dibuat secara khusus untuk auditor. CAS adalah program komputer yang, berdasarkan spesifikasi dari auditor, menghasilkan program yang melaksanakan fungsi-fungsi audit. Pemakaian Software Komputer Langkah pertama auditor adalah memutuskan tujuan-tujuan audit, mempelajari file serta databse yang akan diaudit, merancang laporan audit, dan menetapkan bagaimana cara menghasilkannya. Informasi ini akan dicatat dalam lembar spesifikasi dan dimasukkan ke dalam sistem melalui program input data. Program ini membuat catatan spesifikasi yang digunakan CAS untuk menghasilkan satu atau lebih program audit. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) - RDK 46

Program audit memproses file-file sumber dan melaksanakan operasional audit yang dibutuhkan untuk menghasilkan laporan audit yang telah ditentukan. Fungsi Umum Software Audit Komputer 1. Pemformatan ulang 2. Manipulasi file 3. Perhitungan 4. Pemilihan data 5. Analisis data 6. Pemrosesan file 7. Statistik 8. Pembuatan laporan D. Audit Operasional atas Suatu Sistm Informasi Akuntansi Berbagai teknik dan prosedur yang digunakan dalam audit operasional hampir sama dengan yang diterapkan dalam audit sistem informasi dan keuangan. Perbedaan utamanya adalah bahwa lingkup audit sistem informasi dibatasi pada pengendalian internal, sementara lingkup audit keuangan dibatasi pada output sistem. Sebaliknya, lingkup audit operasional lebih luas, melintasi seluruh aspek manajemen sistem informasi. Tujuan audit operasional mencakup faktor-faktor seperti: 1. Efektivitas 2. Efisiensi 3. Pencapaian tujuan. Pengumpulan bukti mencakup kegiatan-kegiatan berikut ini : 1. Meninjau kebijakan dokumentasi operasional 2. Melakukan konfirmasi atas prosedur dengan pihak manajemen serta personil operasional Prosedur pengumpulan bukti: 1. Mengamati fungsi-fungsi dan kegiatan operasional 2. Memeriksa rencana dan laporan keuangan serta operasional 3. Menguji akurasi informasi operasional 4. Menguji pengendalian Sistem Informasi Akuntansi (SIA) - RDK 47