Konsep Penyebab Penyakit-2.

dokumen-dokumen yang mirip
POLA PENYAKIT DALAM EPIDEMIOLOGI. Putri Handayani, M.KKK

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT. Ade Heryana

HERD IMMUNITY. Sesi ke-7 Epidemiologi Penyakit Menular Universitas Esa Unggul

KONSEP HOST-AGENT-ENVIRONMENT

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR

Proses Penyakit Menular

KONSEP PENYAKIT MENURUT EPIDEMIOLOGI. Desy Indra Yani

Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular. Jakarta, 5 Maret 2016 Universitas Esa Unggul Jakarta Kelas 11 Paralel

Pengantar Epidemiologi. Aria Gusti, SKM, M.Kes Created for : Akbid PBH Batusangkar

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BATASAN EPIDEMIOLOGI

Sehat merupakan kondisi yang ideal secara fisik, psikis & sosial, tidak terbatas pada keadaan bebas dari penyakit dan cacad (definisi WHO)

BAB II TINJAUAN TEORI. sehat, baik itu pasien, pengunjung, maupun tenaga medis. Hal tersebut

BAB 1 KONSEP DASAR EPIDEMIOLOGI

Epidemiologi Penyakit Menular. Bank Soal

Food-borne Outbreak. Saptawati Bardosono

Management Healthcare Associated Infections (HAIs)

LATIHAN SOAL EPIDEMIOLOGI PM (EMERGING INFECTIOUS DISEASE, PENCEGAHAN DAN JUNE 18, 2016 PENANGGULANGAN PM, HERD IMMUNITY)

LANDASAN TEORI HERD IMMUNITY

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat karena menyebar dengan cepat dan dapat menyebabkan kematian (Profil

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. (innaparent infection), atau nyata ( infectious disease). Adanya kehidupan agent

PENDAHULUAN. zoonoses (host to host transmission) karena penularannya hanya memerlukan

BAB I PENDAHULUAN. menimbulkan berbagai spektrum penyakit dari tanpa gejala atau infeksi ringan

Menerapkan ilmu kesehatan Masyarakat HILMA HENDRAYANTI S.Si., Apt

AGENT AGENT. Faktor esensial yang harus ada agar penyakit dapat terjadi. Jenis. Benda hidup Tidak hidup Enersi Sesuatu yang abstrak

Riwayat Alamiah Penyakit PERTEMUAN 6 IRA MARTI AYU FIKES/ KESMAS

BAB III KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bersifat sangat dinamis. Mikroba sebagai makhluk hidup memiliki cara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KONSEP DASAR EPIDEMIOLOGI. Putri Ayu Utami S. Kep, Ns.

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh. virus Dengue yang ditularkan dari host melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

KONSEP PENYEBAB PENYAKIT

PARASITOLOGI. DISUSUN OLEH dr. Mayang Anggraini Naga KESMAS - FIKES ESA UNGGUL (Revisi 2014)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Komplikasi infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) terhadap

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

TERJADINYA WABAH PENYAKIT

BAB 1 PENDAHULUAN. Sasaran pembangunan milenium (Millennium Development Goals/MDGs)

TETAP SEHAT! PANDUAN UNTUK PASIEN DAN KELUARGA

Peran Psikologi dalam layanan HIV-AIDS. Astrid Wiratna

I. PENDAHULUAN. Sitorus (2001) mendefinsikan sumberdaya lahan (land resources) sebagai

MENJELASKAN STRUTUR DAN FUNGSI ORGAN MANUSIA DAN HEWAN TERTENTU, KELAINAN/ PENYAKIT YANG MUNGKIN TERJADI SERTA IMPLIKASINYA PADA SALINGTEMAS

COXIELLA BURNETII OLEH : YUNITA DWI WULANSARI ( )

BAB 1 PENDAHULUAN. menjalankan kebijakan dan program pembangunan kesehatan perlu

Dalam penyakit menular, jumlah kasus baru yang terjadi dalam periode waktu tertentu tergantung pada jumlah penular dalam populasi rentan dan tingkat

INFORMASI TENTANG HIV/AIDS

Penyakit Endemis di Kalbar

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Malaria merupakan penyakit kronik yang mengancam keselamatan jiwa yang

BAB 1 PENDAHULUAN. HIV di Indonesia termasuk yang tercepat di Asia. (2) Meskipun ilmu. namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

Project Status Report. Presenter Name Presentation Date

Proses Penularan Penyakit

BAB I PENDAHULUAN. sekitar 90 % dan biasanya menyerang anak di bawah 15 tahun. 2. Demam berdarah dengue merupakan masalah kesehatan masyarakat karena

BAB 2 PENGENALAN HIV/AIDS. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

HOST. Pejamu, adalah populasi atau organisme yang diteliti dalam suatu studi. Penting dalam terjadinya penyakit karena :

INDIKATOR KINERJA KEGIATAN (IKK)

PRODI DIII KEBIDANAN STIKES WILLIAM BOOTH SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Jika tidak terjadi komplikasi, penyembuhan memakan waktu 2 5 hari dimana pasien sembuh dalam 1 minggu.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pernafasan bagian atas; beberapa spesiesnya mampu. memproduksi endotoksin. Habitat alaminya adalah tanah, air dan

FAKTOR DAN AGEN YANG MEMPENGARUHI PENYAKIT & CARA PENULARAN PENYAKIT

BAB III KERANGKA TEORI, KONSEP DAN HIPOTESIS

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perkembangan zaman saat ini yang terus maju, diperlukan suatu

INFEKSI NOSOKOMIAL OLEH : RETNO ARDANARI AGUSTIN

AGEN, HOST, DAN LINGKUNGAN SERTA HUBUNGANNYA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. pemeriksaan dahak penderita. Menurut WHO dan Centers for Disease Control

BAB 2 DATA DAN ANALISA

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR DAN PENYAKIT TIDAK MENULAR

BAB I PENDAHULUAN. dapat menyebabkan AIDS (Acquired Immuno-Deficiency Syndrome). Virus. ibu kepada janin yang dikandungnya. HIV bersifat carrier dalam

Anjing Anda Demam, Malas Bergerak dan Cepat Haus? Waspadai Leptospirosis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PROSES PERJALANAN PENYAKIT SECARA UMUM DAPAT DIBEDAKAN ATAS :

ANALISIS KESTABILAN MODEL DINAMIK PENYEBARAN VIRUS INFLUENZA

BAB I PENDAHULUAN. penyebabnya adalah gaya hidup dan lingkungan yang tidak sehat. Murwanti dkk,

Kanker Serviks. 2. Seberapa berbahaya penyakit kanker serviks ini?

I. PENDAHULUAN. Menurut TIPE SIKLUS HIDUP AGEN PENYAKIT: a. Orthozoonosis b. Cyclozoonosis c. Metazoonosis d. Saprozoonosis

RSCM KEWASPADAAN. Oleh : KOMITE PPIRS RSCM

DINAS KESEHATAN KABUPATEN CIANJUR PUSKESMAS CIANJUR KOTA LAMPIRAN NOMOR : TENTANG KERANGKA ACUAN KEGIATAN KAMPANYE VAKSIN MEALSES- RUBELLA (MR)

MEMBANGUN KEKEBALAN TUBUH, MENGHAPUS SERATUS PENYAKIT

BAB 1 PENDAHULUAN. HIV merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi Human

BAB I PENDAHULUAN. penyebarannya semakin meluas. DBD disebabkan oleh virus Dengue dan

II MODEL MATEMATIKA PENYEBARAN PENYAKIT DBD

WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR

BAB I PENDAHULUAN. menjadi prioritas dan menjadi isu global yaitu Infeksi HIV/AIDS.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DEFINISI KASUS MALARIA

TINJAUAN TENTANG HIV/AIDS

BAB III VIRUS TOKSO PADA KUCING

Konsep Sakit dan Penyakit

Materi ini berisi soal-soal tentang Epidemiologi Penyakit Menular yang diberikan pada kuliah kelas 12 (Paralel) Universitas Esa Unggul Jakarta

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit

Kesimpulan serta Masalah yang masih Terbuka

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN. SISTEM IMUNITAS

1. BAB I PENDAHULUAN

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR. Hafni Bachtiar FK UNAND

BAB I PENDAHULUAN. Model matematika merupakan sekumpulan persamaan atau pertidaksamaan yang

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

A. Kesimpulan. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian diatas, dapat disimpulkan beberapa hal antaralain lain:

Transkripsi:

Konsep Penyebab Penyakit-2 ade.heryana24@gmail.com

KLASIFIKASI PERIODE INFEKSI PENYAKIT MENULAR

Periode Infeksi Penyakit 1. Prodromal = periode dimana tanda2 & gejala penyakit muncul 2. Fastigium = Periode dimana penyakit berada pada keparahan/intensitas maksium 3. Defervescence = periode dimana gejala2 penyakit berkurang 4. Convalescence = periode penyembuhan /recovery 5. Defection = periode dimana agent patogen dibunuh atau dikurangi dengan sistem imun

ISPA

SPEKTRUM PENYAKIT

Spektrum Penyakit Beberapa penyakit menunjukkan manifestasi klinis dan keparahan yang sempit atau luas; Sprektrum tersebut mulai dari : tidak tampak ( silent atau inapparent ), bertahap jadi buruk ( progressive ), sampai dengan parah ( fulminating ) Pada penyakit menular, spektrum penyakit disebut gradient of infection (derajat infeksi). Cth: Infeksi HIV, memiliki spektrum mulai dari Tidak terdeteksi (Inapparent); ke Penyakit ringan (mild disease) yaitu saat terjadi sindrom penurunan kekebalan; hingga ke Penyakit ganas (severe disease) yaitu sindrom menghancurkan kekebalan tubuh (wasting syndrome)

Spektrum Penyakit Menular (individu)

Klasifikasi Spektrum Penyakit Menular(individu) Tanpa gejala Gejala ringan Gejala moderat Gejala berat Fatal 1. Kelas A Tanpa gejala mendominasi (mis: TBC) 0% Tanpa gejala Gejala ringan Gejala mode rat Gejala berat Fatal 100% 2. Kelas B Gejala moderat mendominasi(mis: measles virus) 0% Tanpa gejala Gejal a ringa n Gejala moderat Gejala berat Fa tal 100% 3. Kelas C Infeksi Fatal (mis: Rabies) 0% Gejala berat Fatal 100%

Spektrum Penyakit Menular (populasi) Endemik Apabila penyakit menyebar terbatas pada populasi tertentu saja Epidemik Apabila penyakit telah menyebar pada populasi yang lebih luas Pandemik Apabila penyakit telah menyebar pada populasi yang lebih luas lagi (worlwide)

FENOMENA GUNUNG ES

Fenomena Gunung Es (Iceberg Metaphor) Permasalahan utama penyakit, biasanya luput dari perhatian (tersembunyi); Fenomena ini dapat terjadi pada kasus penyakit menular; Mis: laporan kasus AIDS hanya menggambarkan infeksi HIV. Dengan terapi antiretroviral (ARV) yang tepat, tahap klinik penyakit dapat ditunda, serta penularan dapat dicegah. Sehingga kasus AIDS tidak tampak ke permukaan.

Fenomena Gunung Es Demam Dengue DSS DBD DD Sakit ringan s/d tidak sakit

Konsep Necessity & Sufficiency

Necessity & Sufficiency Exposure Disease Suatu exposure dikatakan necessary (perlu), bila exposure tersebut selalu ada pada penyakit; Suatu exposure (atau sekumpulan exposure) dikatakan sufficient, bila exposure tersebut pasti menyebabkan penyakit timbul; Kondisi di atas menyebabkan 4 kemungkinan penyebab penyakit: Necessary (+) dan Sufficient (+) Necessary (+) dan Sufficient (-) Necessary (-) dan Sufficient (+) Necessary (-) dan Sufficient (-)

Tipe Causality relationship (Necessary vs Sufficient) Necessary Sufficient Contoh + - M. tuberculosis TBC, Multistage carcinogenesis - + Putusnya Nervus opticus buta Radiasi ion & benzen leukemia (masing-masing) + + HIV AIDS, Rabies - - Rokok PJK

Epidemiologi Variables

Epidemiologic Variables Hipotesa penyebab penyakit dapat dihasilkan dengan mengeksplor penyakit berdasarkan variabel epidemiologi, yakni: Person Place Time

Variabel Person Merupakan karakteristik dan atribut dari anggota populasi; Variasi tingkat penyakit berdasarkan variabel person memberikan pemahaman terhadap sumber exposure yang potensial dan perbedaan faktor host; Contoh1: variabel umur: Variabel ini umumnya dihubungkan dengan tingkat risiko beberapa penyakit, yang dihubungkan dengan perbedaan fisiologis; Variabel umur juga mensejajarkan waktu kronologis penyakit, yang membantu dalam kelengkapan mekanisme penyebab penyakit Contoh2: variable pekerjaan: Orang banyak menghabiskan waktunya di tempat kerja, yang secara langsung atau tidak langsung menyebabkan kontak dengan bahan kimia, agen fisik, patogen biologi, dan kondisi sosial yang membahayakan kesehatan; Variabel pekerjaan juga berhubungan erat dengan status sosioekonomi dan perilaku khusus.

Contoh: Jenis variabel Person Usia Gender Etnis Genetik Status fisiologis Penyakit konkuren Status imunisasi Aktivitas fisik Status pernikahan Diet Merokok Minum alkohol Indeks Massa Tubuh Respon sosial & lingkungan Tingkat pendidikan Status sosioekonomi Pekerjaan Adat Agama Kelahiran di luar negeri

Variabel Place Merupakan karakteristik lokal dimana seseorang tinggal, bekerja, dan berkunjung; Place dapat dinyatakan dengan: Istilah absolut (mis: jalan, kota, provinsi, negara); atau Klasifikasi geografis yang lebih luas (mis: desa/kota, domestik/luar negeri, institusi/noninstitusi).

Contoh: variabel Place (dihubungkan dengan Host & Environment) Kehadiran & tingkat Agent Kehadiran vektor yang menyebabkan penularan Perbedaan sosioekonomi Karakteristik genetik penghuni Atribut fisiologi dan anatomi penghuni Geologi Iklim Kerapatan populasi/kepadatan penduduk Nutrisi Pekerjaan Kebiasaan Hiburan/rekreasi Perbedaan desa/kota Pembangunan ekonomi Gangguan sosial (mis: perang, bencana alam, gejolak ekonomi) Perilaku dan norma sosial Kebiasaan berobat Akses ke pelayaan kesehatan

Variable Time Merupakan variabel yang melihat kejadian penyakit dari sudut pandang berbeda-beda sesuai dengan variasi waktu; Salah satu cara mengeksplor variasi waktu kejadian penyakit adalah dengan mem-plot data dalam bentuk epidemic curves; Kurva epidemik menghasilkan 4 pola terjadinya penyakit: Sporadic (jarang terjadi dan tidak biasa); Endemic (kejadiannya dapat diprediksi, dengan fluktuasi minor atau terprediksi); Point Epidemic (terjadi akibat waktu yang lama, dan jarang kembali ke keadaan normal); dan Propagating Epidemic (terjadi akibat peningkatan penyakit yang berelanjutan sepanjang waktu)

Rantai Infeksi

Teori Rantai Infeksi Agent meninggalkan Reservoir, melalui pintu ke luar (portal of exit) Agent ditransmisikan dengan model tertentu (mode transmisi) agar dapat masuk ke Host melalui pintu masuk (portal of entry), sehingga menginfeksi Host yang rentan. Reservoir Portal of Exit Mode Transmisi Portal of Entry Host yang rentan

Reservoir = habitat tempat Agent hidup, tumbuh, dan memperbanyak diri Manusia Orang dgn penyakit asimtom; Carrier: asimtomatik, inkubasi, dan konvalesen Reservoir Portal of Exit Hewan Sapi (brucellosis); Domba/Kambing (Anthrax); Tikus (plaq); Cacing (trichinosis); Kelelawar, rakun, anjing, manusia (rabies); Mammalia lainnya... Lingkungan Tanaman Tanah (cth: agen fungal penyebab histoplasmosis, hidup & memperbanyak diri dalam tanah) Air (cth: Bacillus Leginnaire, muncul pada kolam air, termasuk air dari menara pendingin & kondensor penguapan)

Tipe Reservoir Cases reservoir Menular langsung dengan gejala khas. Contoh Agent dengan cases reservoir: HIV, Influenza, Measles, Smallpox, Infeksi menular seksual Carrier reservoir Menular tanpa tanda-tanda yang khas, meliputi carrier: tidak tampak, saat inkubasi, dan saat penyembuhan. Animal & insect reservoir Inanimate reservoir Zoonosis = penyakit pada hewan yang tertular ke manusia Contoh: air, makanan, tanah, dsb

Jenis Zoonosis Direct zoonoses Penularan dari binatang vertebrata manusia; Cth: Rabies Cyclozoonoses Penularan dari spesies satu spesies lain; atau Penularan dari manusia spesies. Cth: Echinococcus tapeworm Metazoonoses Penularan dari binatang vertebrata invertebrata manusia Cth: malaria Saprozoonoses Penularan dari binatang vertebrata obyek tidak bernyawa manusia Cth: coccidiomycosis atau Valley fever

Jenis Agent (dari ukuran terbesar ke terkecil) Helminths (cacing parasit) Fungi & yeast (tumbuhan parasit, tidak berklorofil) Protozoa (eucaryotes; siklus hidupnya kompleks) Bacteria (reproduksi independen) Rikcettsia (agent intra sel); Virus (submikroskopis; tidak dapat berkembang biak di luar Host); Prions (protein yang terinfeksi)

Portal of Exit = jalan Agent meninggalkan Reservoir/Host sumber, biasanya berhubungan dengan Agent yang terlokalisasi 1. Sistem Respirasi (mis: tubercule bacilli, influenza) 2. Urine (mis: schistosoma) 3. Faeces (mis: vibrio cholera) 4. Lesi kulit (mis: sarcoptes scabiei, enterovirus 70) 5. Sekresi Konjungtiva (mis: agen hemoragik konjungtivis) 6. Darah lewat plasenta (mis: rubella, sifilis, toksoplasmosis) Reservoir Portal of Exit Mode Transmisi 7. Kulit/per kutaneus (mis: luka sayat & jarum suntik pd Hepatitis B, isapan darah artropoda pd Malaria)

Mode Transmisi, mentransmisi agent agar dapat masuk ke Host yang rentan melalui portal of entry Langsung/Direct Kontak langsung Mononukleosis infeksius; Gonore; Cacingan (karena cacing tambang) Penyebaran droplet, semprotan relatif besar Bersin Batuk bicara Portal of Exit Mode Transmisi Portal of Entry Tidak Langsung/Indirect Airborne (melalui udara) Partikel di udara: debu dan residu droplet yang dikeringkan (droplet nuclei) Mis: tuberculosis, histoplasmosis Vehicleborne (oleh Agent yg masuk ke tubuh) Makanan, Air, produk biologik (darah), fomites (obyek tidak bergerak) Vectorborne: Mekanis (Agent tidak berubah secara fisiologis) Biologis (Agen berubah dalam tubuh vektor)

Portal of Entry = jalan Agent masuk ke Host yang rentan sehingga timbul penyakit 1. Kulit (mis: cacing tanah) 2. Sistem Respirasi (mis: influenza) 3. Enterik (mis: fecaloral makanan, air, alat masak) 4. Membrana mukosa (mis: sifilis, trakoma) Mode Transmisi Portal of Entry Host yang rentan 5. Darah (mis: Hepatitis-B)

Host yang Suseptibel Suseptibilitas/kerentanan Host bergantung kepada: Faktor genetik; Imunitas yang didapat; Kemampuan bertahan terhadap infeksi atau membatasi patogenisitas; Membrana mukosa; Asiditas Gastrik; Silia dalam sistem respirasi; Refleks batuk; Respon imun spesifik; Malnutrisi; Alkoholisme; Mode Transmisi Portal of Entry Penyakit atau terapi yang melemahkan respon imun spesifik; dll Host yang rentan

Peters: Tropical Medicine and Parasitology, 2001 (www)

Herd Immunity

Herd Immunity/Community Immunity Herd = sekumpulan, kawanan Seperti juga individu, suatu komunitas memiliki status imunitas yang menentukan kerentanan kelompok; Prinsip = ketika sejumlah individu dalam suatu kelompok/komunitas telah imun terhadap beberapa penyakit, maka ia bertindak sebagai barrier atau penghalang dari penyakit menular bagi individu yang tidak imun. Herd Immunity adalah proporsi individu yang resisten pada suatu populasi; Herd immunity ada yang bawaan (innate) dan didapat (acquired).

Innate herd immunity Proporsi individu dalam populasi yang resisten terhadap infeksi, dikarenakan ada pajanan sebelumnya atau karena mendapat imunisasi; Cth: orang yang memiliki sickle-cell dalam darahnya, relatif terdapat sedikit parasit ketika terinfeksi plasmodium falcifarum, dan relatif terlindungi penyakit ganas. Acquired herd immunity Proporsi individu dalam populasi yang resisten terhadap infeksi, dikarenakan baru saja terpajan atau mendapat imunisasi; Melalui acquired herd immunity inilah, tujuan utama program vaksinasi untuk mencapai tingkat cakupan yang efektif dan menghentikan penyakit sesuai dengan tujuan program, dapat terlaksana.

Membendung wabah dengan herd immunity Skenario-1: -HI = 0% -IR = 100% Skenario-2: -HI = 65% -IR = 29% Skenario-3: -HI = 25% -IR = 100% = individu yang telah imun = individu yang rentan = individu dengan kasus awal HI = Herd Immunity = proporsi individu yang imun dalam populasi IR = Infection Rate = proporsi individu rentan yang menularkan penyakit

The Reed-Frost Model Adalah model matematis untuk memprediksi pergerakan infeksi suatu penyakit, serta mengestimasi parameter antara lain tingkat inkubasi dan infeksi dan edukasi pemangku kepentingan tentang program vaksinasi. Rumus: C C S t 1 t 1 t 1 q S (1 q ) jumlah insiden kasus pada periode t 1 jumlah individu rentan (suscept) pada periode t C t t C t probabilitas paling sedikit satu orang terkontaminasi secara efektif pada periode tertentu Kontaminasi efektif (effective contact) adalah satu kondisi exposure menyebabkan infeksi bila ada individu yang terinfeksi dan yang rentan.

The Reed-Frost Model (Asumsi) Komposisi poopulasi bersifat random; Populasi dekat dengan kontak luar; Kondisi penularan konstan setiap waktu; Penularan hanya terjadi secara kontak langsung; Secara berurutan, kasus infeksi menjadi imun

Thanks