URUSAN WAJIB KETAHANAN PANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
LKPJ Walikota Semarang AkhirTahunAnggaran 2015

1. Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut :

IV.B.13. Urusan Wajib Ketahanan Pangan

IV.B.13. Urusan Wajib Ketahanan Pangan

BAGIAN PEREKONOMIAN DINAS PERTANIAN ,95 JUMLAH

LKPJ WALIKOTA SEMARANG AKHIR TAHUN ANGGARAN URUSAN PILIHAN

13. URUSAN KETAHANAN PANGAN

BAB I PENDAHULUAN. cukup mendasar, dianggapnya strategis dan sering mencakup hal-hal yang bersifat

DATA STATISTIK KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

IV.B.13. Urusan Wajib Ketahanan Pangan

PERNYATAAN PERUBAHAN PERJANJIAN KINERJA SKPD DINAS PERTANIAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN KOTA BLITAR PERUBAHAN PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN. Pertanian. Konsumsi Pangan. Sumber Daya Lokal.

DAFTAR PEMILIH TETAP (DPT) PER-TPS PEMILU GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH TAHUN 2013 KOTA SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. laut ini, salah satunya ialah digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi oleh suatu kelompok sosial

BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG GERAKAN PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL

WALIKOTA KEDIRI PERATURAN WALIKOTA KEDIRI NOMOR 24 TAHUN 2011 TENTANG

METODE. Keadaan umum 2010 wilayah. BPS, Jakarta Konsumsi pangan 2 menurut kelompok dan jenis pangan

B A B I P E N D A H U L U A N

LKPJ Walikota Semarang Akhir Tahun Anggaran 2015

BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 16 TAHUN 2011

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA RINCIAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 71 TAHUN 2009 TENTANG

METODE PENELITIAN. No Data Sumber Instansi 1 Konsumsi pangan menurut kelompok dan jenis pangan

Buletin IKATAN Vol. 3 No. 1 Tahun

RENCANA AKSI TAHUN 2017 DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA SEMARANG. KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA SEMARANG NOMOR: 45/Kpts/KPU-Kota /2015 TENTANG

4.2.7 URUSAN PILIHAN PERINDUSTRIAN KONDISI UMUM

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH TAHUN Indikator Kinerja Program Tolok Ukur. Target (Vol & Satuan)

PENGENDALIAN DAN EVALUASI ATAS RENCANA AKSI DINAS KETAHANAN PANGAN KABUPATEN MERANGIN TAHUN ANGGARAN 2017

RENCANA AKSI DINAS KETAHANAN PANGAN KABUPATEN MERANGIN TAHUN ANGGARAN 2017

REALISASI PELAKSANAAN KEGIATAN APBD S/D TW I 2016 BADAN KETAHANAN PANGAN

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

POLA PANGAN HARAPAN (PPH)

PERATURAN BUPATI BELITUNG TIMUR NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG

II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

URUSAN WAJIB KOPERASI & USAHA KECIL MENENGAH. Hal Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Semarang Akhir Tahun Anggaran 2016

PEMERINTAH KOTA MEDAN RINCIAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

BAB III KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TAHUN Target. Realisasi Persentase URAIAN (Rp)

Alokasi Anggaran Tahun Kebutuhan Dana/ Pagu Indikatif. Target Capaian Kinerja (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)

B A B I V U r u s a n W a j i b P e r p u s t a k a a n

STATISTIK KETAHANAN PANGAN TAHUN 2013

KANTOR KETAHANAN PANGAN

Nama Program. Anggaran No dan Kegiatan. Target Sasaran Program/Kegiatan. (Rp.) Program Pelayanan Administrasi 1. Perkantoran

B A B I V U r u s a n P i l i h a n K e l a u t a n d a n P e r i k a n a n URUSAN PILIHAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ( DPA SKPD )

I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian merupakan sektor yang berperan penting terhadap pemenuhan

KATA PENGANTAR. Bontang, Desember 2015 Kepala, Ir. Hj. Yuli Hartati, MM NIP LAKIP 2015, Kantor Ketahanan Pangan Kota Bontang

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang di olah

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) BADAN KETAHANAN PANGAN PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

LKPJ Walikota Semarang Akhir Tahun Anggaran 2015

Kinerja Anggaran Tahun 2012 Prakiraan Maju Rencana Tahun 2015

I. PENDAHULUAN. merupakan kebutuhan dasar manusia. Ketahanan pangan adalah ketersediaan

POHON KINERJA TAHUN 2017 DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

JUMLAH ANGGARAN DAN REALISASI KEGIATAN TAHUN ANGGARAN Anggaran (Rp)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LKPJ Walikota Semarang Akhir Tahun Anggaran 2015

URUSAN WAJIB OTONOMI DAERAH, PEMERINTAHAN UMUM, ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH, PERANGKAT DAERAH, KEPEGAWAIAN DAN PERSANDIAN.

PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN DAN GIZI : FAKTOR PENDUKUNG PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA

RENCANA KERJA Tahun 2014

METODE PENELITIAN Desain, Sumber dan Jenis Data

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Plan), Rencana Kinerja (Performace Plan) serta Laporan Pertanggungjawaban

TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN

Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan. Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan. Indikator Kinerja Program (outcomes) dan Kegiatan (output)

PENDAHULUAN Latar Belakang

PEMERINTAH KOTA MEDAN RINCIAN LAPORAN REALISASI ANGGARAN MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

REALISASI PELAKSANAAN KEGIATAN APBD DESEMBER 2014 BADAN KETAHANAN PANGAN

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN LALU

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

BAB. I PENDAHULUAN. Untuk mewujudkan Visi tersebut, maka Misi Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Indramayu adalah :

LAPORAN EVALUASI RENJA BADAN KETAHANAN PANGAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG TA. 2016

URAIAN PENDAPATAN 0, Pendapatan Asli Daerah 0,

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

KATA PENGANTAR. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua. Samarinda, April 2016 Kepala, Ir. Fuad Asaddin, M.Si. Nip

RENCANA PROGRAM KEGIATAN

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

RENCANA KERJA (RENJA) KANTOR KETAHANAN PANGAN KOTA PADANG TAHUN 2015

PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 60 TAHUN 2010 TENTANG PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL GUBERNUR JAWA BARAT,

LKPJ Walikota Semarang AkhirTahunAnggaran 2015

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG KEBIJAKAN PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL

Lampiran 4.b Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Pagu Indikatif Urusan Pertanian Kabupaten Bandung KONDISI AWAL 2015

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA BAPERMAS KOTA SALATIGA TAHUN 2017

I. PENDAHULUAN. pangan dan rempah yang beraneka ragam. Berbagai jenis tanaman pangan yaitu

Transkripsi:

4.1.21. URUSAN WAJIB KETAHANAN PANGAN 4.1.21.1 KONDISI UMUM Urusan ketahanan pangan secara substansial ditujukan untuk melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan ketersediaan pangan, bidang pengembangan distribusi pangan serta bidang konsumsi dan keamanan pangan. Sub sistem ketersediaan berfungsi menjamin pasokan pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat baik dari segi kuantitas, kualitas, keragaman dan keamanannya. Sub sistem distribusi berfungsi mewujudkan sistem distribusi yang efektif dan efisien untuk menjamin seluruh rumah tangga dapat memperoleh pangan dalam jumlah dan kualitas yang cukup sepanjang waktu dengan harga yang terjangkau. Sedangkan sub sistem konsumsi mengarahkan pada pola pemanfaatan pangan yang memenuhi kaidah mutu, keragaman, kandungan gizi, keamanan dan kehalalannya. Mengacu pada konsep keterjaminan tersebut di atas, maka Pembangunan Ketahanan Pangan perlu menjamin konsumsi pangan yang cukup aman, bermutu dan bergizi seimbang melalui pemanfaatan sumber daya dan budaya lokal, teknologi inovatif dan peluang pasar. Guna mewujudkan kemandirian pangan untuk menjamin ketersediaan pangan harus dipertahankan sama atau lebih besar daripada kebutuhan penduduk terhadap pangan. Jika keadaan ini tercapai maka ketersediaan pangan (food avaibility) akan berada pada tingkat yang aman. Dalam rangka percepatan penganekaragaman panga banyak upaya yang telah dilakukan kantor ketahanan pangan diantaranya : 1. Sosialisasi dan edukasi kepada berbagai kalangan seperti TP PKK kecamatan, pengelola kantin sekolah, guru maupun siswa SD untuk mengkonsumsi pangan yang beragam bergizi seimbang dan aman, 2. Membentuk kelompok optimalisasi pemanfaatan pekarangan untuk memanfaatkan pekarangan dengan berbagai usaha mulai dari penanaman sayuran, buah, budidaya perikanan maupun ternak kecil (bebek, kelinci, ayam), 3. Mengadakan pelatihan pengolahan pangan lokal bagi para pelaku usaha pengolahan pangan lokal, 4. Bekerjasama dengan beberapa universitas untuk aplikasi teknologi pengolahan pangan lokal. H a l - 418

4.1.21.2. KEBIJAKAN PROGRAM Untuk mencapai target/ sasaran Pembangunan Ketahanan Pangan Tahun 2013 di Kota Semarang, telah disusun Pelaksanaan Program-Program berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 sebagai berikut : Program-program Penunjang Urusan yang meliputi : a. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Program ini diarahkan untuk menyediakan kinerja dan pelayanan administrasi perkantoran. b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program ini diarahkan untuk menyediakan pemenuhan kebutuhan sarana prasarana yang memadai bagi aparat dalam rangka meningkatkan kinerja dan kualitas layanan publik. c. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja & Keuangan. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kinerja aparatur melalui penyusunan laporan capaian kinerja yang akuntabel Program-program Pelaksanaan Urusan, yang meliputi : a. Program Ketahanan Pangan Program ini diarahkan untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat Kota Semarang. b. Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Program ini diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui kemandirian pangan masyarakat 4.1.21.3 PELAKSANAAN PROGRAM & 4.1.21.3.1 PENDANAAN Alokasi dana yang disediakan untuk pelaksanaan program/kegiatan dalam Urusan Ketahanan Pangan pada tahun 2013 sebesar Rp. 1.719.113.000,- dengan rincian Rp. 316.269.000,- untuk program penunjang dan Rp. 1.402.844.000,- untuk program yang berkaitan dengan tugas teknis pada urusan Ketahanan Pangan. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan pada Urusan Ketahanan Pangan adalah Rp. 1.712.963.000,- (satu milyar tujuh ratus dua H a l - 419

belas juta sembilan ratus enam puluh tiga ribu rupiah) dengan rincian Rp. 314.578.000,- (tiga ratus empat belas juta lima ratus tujuh puluh delapan ribu rupiah) untuk program yang berkaitan dengan tugas teknis pada urusan Ketahanan Pangan. Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa tingkat penyerapan anggaran pada urusan ketahanan pangan adalah sebesar 99,64%. Perincian realisasi keuangan pada masing-masing kegiatan sebagaimana disajikan pada tabel berikut. Anggaran Program Pelaksanaan Urusan Wajib Ketahanan Pangan 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini adalah sebagai berikut : SKPD : Kantor Ketahanan Pangan 1 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik 41.826.000 38.890.263 92,98 2 Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja 4.750.000 3.800.000 80,00 3 Penyediaan Alat Tulis Kantor 10.891.000 10.891.000 100,00 4 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan 9.457.000 9.457.000 100,00 5 Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan 634.000 634.000 100,00 Bangunan Kantor 6 Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor 49.650.000 49.650.000 100,00 7 Penyediaan Peralatan Rumah Tangga 5.862.000 5.862.000 100,00 8 Penyediaan Makanan dan Minuman 9.000.000 9.000.000 100,00 9 Rapat-Rapat Kordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah 65.900.000 65.884.000 99,98 JUMLAH PROGRAM 197.970.000 194.068.263 98,03 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini adalah sebagai berikut : SKPD : Kantor Ketahanan Pangan 1 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor 28.900.000 28.900.000 100,00 2 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan 53.399.000 53.399.000 100,00 dinas/operasional JUMLAH PROGRAM 82.299.000 82.299.000 100,00 3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini adalah sebagai berikut : SKPD : Kantor Ketahanan Pangan 1 Penyusunan laporan capaian kinerja & iktisar realisasi kinerja SKPD 2.040.000 2.040.000 100,00 H a l - 420

2 Penyusunan laporan keuangan semesteran 2.040.000 2.040.000 100,00 3 Penyusunan Pelaporan prognosis realisasi anggaran 2.040.000 2.040.000 100,00 4 Penyusunan Pelaporan keuangan akhir tahun 1.020.000 1.020.000 100,00 5 Penunjang Kinerja PA, PPK, Bendahara dan Pembantu 28.860.000 27.810.000 96,36 JUMLAH PROGRAM 36.000.000 34.950.000 97.1 Anggaran Program Pelaksanaan Urusan Ketahanan Pangan 1. Program Ketahanan Pangan Kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini adalah sebagai berikut : SKPD : Kantor Ketahanan Pangan 1 Pengembangan Distribusi dan peningkatan Akses Pangan 2 Pengembangan Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan 3 Pembinaan dan Fasilitasi Penanganan Mutu dan 48.220.000 48.220.000 100 245.000.000 245.000.000 100 120.000.000 119.515.000 99,60 Keamanan Pangan 4 Penyusunan Data Base Potensi Produk Pangan 44.200.000 44.200.000 100 5 Koordinasi Perumusan Kebijakan Ketahanan Pangan 72.000.000 72.000.000 100 6 Apresiasi Ketahanan Pangan 100.300.000 100.300.000 100 7 Fasilitasi Penyediaan Makanan Pokok Bagi Warga 380.550.000 378.250.000 99,40 Miskin JUMLAH PROGRAM 1.1010.270.000 1.007.485.000 99,72 2. Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini adalah sebagai berikut : SKPD : Kantor Ketahanan Pangan 1 Pengembangan Desa Mandiri Pangan 279.605.000 279.105.000 99,82 2 Pembentukan Cadangan Pangan Pemerintah Kota 112.969.000 111.186.000 98,40 JUMLAH PROGRAM 392.574.000 390.291.000 99,42 4.1.21.3.2 HASIL YANG DICAPAI Capaian kinerja penyelenggara Urusan Ketahanan Pangan pada tahun 2013 dapat dilihat pada beberapa indikator sebagai berikut : 1. Program Ketahanan Pangan a. Ketersediaan pangan utama tahun 2013 sebesar 169.590,02 kg/1000 penduduk lebih rendah dari tahun 2012 yang besarnya 167.086,00 kg/1000 penduduk, tetapi lebih tinggi dari target yang telah ditetapkan yaitu 117.816,00 kg/1000 penduduk. H a l - 421

Rumus yang digunakan adalah rata-rata jumlah ketersediaan pangan utama pertahun dibagi jumlah penduduk. Adapun data yang mempengaruhi ketersediaan pangan utama antara lain : produksi padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar serta Stok Bulog dan Pasar. b. Skor Pola Pangan Harapan tahun 2013 adalah 88,7 (lebih tinggi dibanding tahun 2012 yang mencapai 86,3 atau naik 2,78%). Dapat dilihat dari tabel sebagai berikut : SKOR POLA PANGAN HARAPAN AKTUAL BERDASARKAN SURVEI KONSUMSI PANGAN TAHUN 2013 KOTA SEMARANG No Perhitungan Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Kelompok Skor Skor Skor Skor Pangan Kalori % % AKE*) Bobot Aktual AKE Maks PPH 1. Padi-padian 1073,0 55,6 53,6 0,5 27,8 26,8 25,0 25,0 2. Umbi-umbian 74,1 3,8 3,7 0,5 1,9 1,9 2,5 1,9 3. Pangan Hewani 188,2 9,7 9,4 2,0 19,5 18,8 24,0 18,8 4. Minyak dan Lemak 219,8 11,4 11,0 0,5 5,7 5,5 5,0 5,0 5. Buah/Biji Berminyak 29,1 1,5 1,5 0,5 0,8 0,7 1,0 0,7 6. Kacangkacangan 113,1 5,9 5,7 2,0 11,7 11,3 10,0 10,0 7. Gula 72,4 3,8 3,6 0,5 1,9 1,8 2,5 1,8 8. Sayur dan Buah 102,0 5,3 5,1 5,0 26,4 25,5 30,0 25,5 9. Lain-lain 59,1 3,1 3,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 Total 1930,8 100,0 96,5 11,5 95,7 92,3 100,0 88,7 Sumber Data : Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang Tahun 2013 Keterangan = *) Angka Kecekupan Energi (AKE) : 2000,0 Kkal/Kap/Hari Dari segi konsumsi umbi-umbian, ada peningkatan dari jumlah konsumsi umbi-umbian pada tahun 2013 dari 73,5 gr/kapita/hr pada tahun 2012 menjadi 73,9 gr/kapita/hr pada tahun 2013. Dapat dilihat dari tabel sebagai berikut : H a l - 422

Kondisi Aktual Pola Konsumsi Pangan dan Proyeksi Konsumsi Pangan Konsumsi Aktual Kelompok/Jenis Pangan (Gram/kapita/hari) Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Padi-padian 281,4 242,2 296,3 291,6 298,0 Beras giling 263,3 218,8 263,2 269,9 258,9 Jagung Pipilan 0,8 0,5 0,7 0,7 2,4 Tepung Terigu 17,3 22,8 32,4 21,0 25,2 2. Umbi-umbian 44,66 54,4 70,6 73.5 73,9 Ketela Pohon 36,4 39,3 50,2 50.2 51,7 Ubi Jalar 0,8 2,9 5,4 5.4 3,9 Kentang 6,6 10,4 10,6 13.1 14,9 Talas 0,3 1,7 4,4 4.8 3,4 3. Pangan Hewani 130,1 145,1 155,0 158.7 161,0 Daging Ruminansia 7,4 11,1 8,2 7.1 9,3 Daging Unggas 16,4 30,5 34,2 34.8 33,1 Telur 20,3 21,7 35,7 32.6 27,4 Susu 21,4 28,3 30,7 30.6 38,8 Ikan 64,9 53,5 46,2 53.5 52,4 4. Minyak dan Lemak 7,4 2,6 32,6 30.2 24,4 Minyak Kelapa 0,0 0,0 0,0 0.0 0,0 Minyak Sawit 7,4 33,4 32,4 29.8 24,2 Lemak 0,0 0,0 0,3 0.4 0,2 Minyak Lain 0,0 0,0 0,0 0.0 0,0 Sumber Data : Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang Tahun 2013 c. Ketersediaan informasi pasokan, harga dan akses pangan untuk 14 komoditas pangan dihimpun dari 31 lokasi pemantauan selama 12 bulan yang secara umum tingkat kestabilannya baik. Ketersediaan informasi ini penting untuk perkembangan data harga, pasokan, stok dan akses pangan masyarakat sebagai bahan dalam perumusan kebijakan peningkatan ketahanan pangan d. Penumbuhan warung desa merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kemiskinan, kerawanan pangan, dan gizi buruk. Melalui kegiatan penumbuhan warung desa yang tahun 2013 berjumlah 25 buah dapat meningkatkan akses pangan masyarakat miskin sejumlah 1.665 KK. Adapun lokasi warung desa / lumbung pangan dapat dilihat dari tabel sebagai berikut : H a l - 423

DAFTAR LOKASI WARUNG DESA / LUMBUNG PANGAN TAHUN 2013 NAMA PENERIMA BANTUAN ALAMAT (1) (2) (3) 1 Warung Desa Kelurahan Purwosari Kelurahan Purwosari Kecamatan Semarang Utara 2 Warung Desa Kelurahan Tugurejo Kelurahan Tugurejo Kecamatan Tugu 3 Warung Desa Kelurahan Kramas Kelurahan Kramas Kecamatan Tembalang 4 Warung Desa Kelurahan Kudu Kelurahan Kudu Kecamatan Genuk 5 LPMK RW II Kelurahan Ngemplak Simongan Ngemplak Simongan Kecamatan Semarang Barat 6 LPMK RW II Bongsari Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat 7 Kendali Candi Kelurahan Candi Kecamatan Candisari 8 LPMK RW V Manyaran Kelurahan Manyaran Kecamatan Semarang Barat 9 Rumah Pintar V Wonodri Sendang Kelurahan Wonodri Kecamatan Semarang Selatan 10 KP Wonoharjo RW XI Kelurahan Kembang Arum Kecamatan Semarang Barat 11 Jangli Makmur Kelurahan Jangli Kecamatan Tembalang 12 Warung Desa RW X Kelurahan Krobokan Kecamatan Semarang Barat 13 Warung Desa Cempaka Kelurahan Tegalsari Kecamatan Candisari 14 PKK Kel. Karangroto Kel. Karangroto Kec. Genuk 15 PKK Kel. Kalipancur Kel. Kalipancur Kec. Ngaliyan 16 PKK Kel. Siwalan Kel. Siwalan Kec. Gayamsari 17 PKK Kel. Gisikdrono Kel. Gisikdrono Kec. Semarang Barat 18 Kelompok Makmur I Kel. Jatibarang Kec. Mijen 19 Kelompok Makmur II Kel. Jatibarang Kec. Mijen 20 Kelompok Rukun Tani Kel. Mangkang Wetan Kec. Tugu 21 Kelompok Lumbung Makmur Kel. Mangkang Wetan Kec. Tugu 22 Kelompok Tani Rejo Makmur Kel. Mangunharjo Kec. Tugu 23 Warung Ibu Sakino Kel. Gayamsari Kec. Gayamsari 24 Warung Desa Kel. Karangayu Kel. Karangayu, Kec. Semarang Barat 25 Warung Desa Kel. Lamper Kidul Kel. Lamper Kidul Kec. Semarang Selatan Sumber Data : Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang Tahun 2013 e. Dalam rangka pemeriksaan bahan makanan yang kadaluarsa dan tidak aman untuk dimakan, telah dilaksanakan kegiatan inspeksi mendadak (sidak). Sidak ini dilaksanakan menjelang lebaran maupun menjelang natal dan tahun baru, dimana diambil sampel bahan pangan yang beredar baik di pasar tradisional maupun swalayan diuji kandungan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil. H a l - 424

Dari hasil sidak diketahui bahwa 83,16% bahan pangan aman atau ada 20 temuan bahan pangan yang tidak memenuhi standar keamanan. f. Sesuai petunjuk teknis pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) ketahanan pangan untuk indikator keamanan pangan lebih difokuskan pada pemantauan keamanan pangan segar khususnya sayur dan buah, untuk tahun 2013 dilakukan pengujian untuk 40 sampel yang lebih tinggi dibanding tahun 2012 yang berjumlah 36 sampel pangan segar. g. Pemberian bantuan untuk penanganan rawan pangan/ rawan gizi pada tahun 2013 ditujukan untuk 240 KK yang lebih tinggi dibanding tahun 2012 yang ditujukan untuk 60 KK. Dapat dilihat dari tabel sebagai berikut : PENERIMA BANTUAN RAWAN PANGAN / RAWAN GIZI TAHUN 2013 NAMA PENERIMA ALAMAT PENERIMA BANTUAN 1 Forum Kesehatan Kelurahan Tambakaji Kecamatan Ngaliyan 80 KK Kelurahan Tambakaji 2 Forum Kesehatan Kelurahan Bubakan Kecamatan Tambakaji 80 KK Kelurahan Bubakan 3 Kelompok Tani Makmur Kelurahan Tugurejo Kecamatan Tugu 80 KK TOTAL 240 KK Sumber Data : Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang Tahun 2013 h. Kegiatan yang mendukung upaya peningkatan kualitas pangan lokal yang telah dilaksanakan pada tahun 2013 antara lain Lomba cipta olahan pangan lokal, festival pangan lokal, bazar produk olahan lokal, pelatihan olahan pangan lokal,gelar olahan pangan, pemantapan gemar makan makanan lokal, pelatihan teknologi olahan pangan lokal dan bantuan sarana prasarana olahan pangan yang ditujukan pada UMKM pangan lokal di Kota Semarang mulai dari melatih maupun memfasilitasi produk yang dihasilkan untuk dipromosikan baik pada event kota, provinsi maupun event tingkat nasional. 2. Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Kelurahan mandiri pangan sampai dengan tahun 2013 sudah berjumlah 12 kelurahan bertambah 2 kelurahan dibandingkan tahun H a l - 425

2012. Sampai dengan tahun 2012, sasaran pemberian bantuan mandiri pangan berjumlah 44 kelompok afinitas (585 KK) sehingga sampai dengan tahun 2013 berjumlah 50 kelompok afinitas (675 KK). Dapat dilihat dari tabel sebagai berikut : LOKASI DESA MANDIRI PANGAN S/D TAHUN 2013 LOKASI DESA MANDIRI PANGAN JUMLAH KELOMPOK JUMLAH KK 1 Kel. Patemon Kec. Gunungpati 3 kelompok 45 2 Kel. Bubakan Kec. Mijen 3 kelompok 45 3 Kel. Wonolopo, Kec. Mijen 4 kelompok 50 4 Kel. Wonoplumbon, Kec. Mijen 4 kelompok 50 5 Kel. Sukorejo, Kec. Gunungpati 5 kelompok 70 6 Kel. Rowosari, Kec. Tembalang 5 kelompok 70 7 Kel. Tandang, kec. Tembalang 5 kelompok 70 8 Kel. Jatibarang, Kec. Mijen 4 kelompok 55 9 Kel. Mangkang Wetan, Kec. Tugu 4 kelompok 50 10 Kel. Mangunsari, Kec. Gunungpati 5 kelompok 70 11 Kel. Bandarharjo, Kec. Semarang Utara 4 kelompok 50 12 Kel. Wates, Kec. Ngaliyan 4 kelompok 50 JUMLAH 50 kelompok 675 KK Sumber Data : Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang Tahun 2013 Indikator penguatan cadangan pemerintah merupakan upaya yang dilakukan pemerintah dalam rangka mendukung salah satu indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) urusan Ketahanan Pangan yang diperuntukkan bagi penanganan kerawanan pangan akibat bencana (banjir, tanah longsor dan sebagainya). Berdasarkan target Pemerintah Daerah harus menyediakan cadangan pangan minimal sebesar 60% pada tahun 2015 60 ton dari 100 ton. Sampai dengan tahun 2013 sudah dilakukan penguatan cadangan pangan berupa beras sejumlah 20 ton atau bertambah 10 ton dari tahun 2012. Dengan demikian sudah ada 20% cadangan pangan pemerintah. 4.1.21.4 PERMASALAHAN Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan Urusan Wajib Ketahanan Pangan pada tahun 2013 diantaranya : 1) Masih rendahnya kreatovitas dalam pemanfaatan potensi bahan pangan yang menghasilkan aneka produk bahan pangan yang bermutu 2) Kurang beragamnya konsumsi bahan pangan pokok (dominan beras dan rendahnya konsumsi sayur/buah). H a l - 426

3) Masih beredar berbagai jenis pangan yang mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan di Kota Semarang. 4.1.21.5 RENCANA TINDAK LANJUT Rencana tindak lanjut dalam menghadapi permasalahan tersebut di atas antara lain : 1) Perlu pelaksanaan pembinaan, pendampingan dan motivasi yang kontinyu untuk merubah pola pikir agar lebih kreatif dan inovatif untuk mengembangkan potensi wilayah serta bijak dalam menyikapi bantuan yang diberikan kepada kelompok disamping melibatkan perguruan tinggi yang ada di Kota Semarang. 2) Pengawasan dan pembinaan bagi pedagang agar menggunakan bahan tambahan yang aman pada makanan yang dijual serta edukasi pada masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih pangan. 4.1.21.6 PRESTASI / PENGHARGAAN Pemerintah Kota Semarang menjadi Juara II stan terbaik dalam Festival Pangan Lokal Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diikuti Kantor/ Badan Ketahanan Pangan Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah. H a l - 427