MENYIMPULKAN INFORMASI LISAN

dokumen-dokumen yang mirip
BISAKAH KAU MENYIMPULKANNYA?

TAWAR MENAWAR YANG CERDAS

MAT. 13. Aproksimasi Kesalahan

: 2.1 Menyimak untuk menyimpulkan informasi yang

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Budi Waluyo Rudi Adi Nugroho BAHASA INDONESIA. Tingkat Semenjana. untuk SMK Kelas X. Pusat Perbukuan. Departemen Pendidikan Nasional

PENALARAN. Nurul Bahiyah, M.Kom.

Atikah Anindyarini Yuwono Suhartanto

UPAYA PENINGKATAN PEMBELAJARAN BERBICARA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN GAMBAR SERI UNTUK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 SEMARANG 1. Oleh: Sri Sudarminah 2

Bahasa Indonesia 2. Untuk SMK/MAK Semua Program Kejuruan Kelas XI. Mokhamad Irman Tri Wahyu Prastowo Nurdin

Bahasa Jepang merupakan alat untuk berkomunikasi lisan dan tulisan. Berkomunikasi dalam bahasa Jepang

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. kualitas sumber daya manusia dalam suatu bangsa atau negara. Sebagaimana

BAB I PENDAHULUAN. orang lain, memengaruhi atau dipengaruhi orang lain. Melalui bahasa, orang dapat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM MATA KULIAH BAHASA MANDARIN I DI PRODI S1 PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS FIB UB

BAB 1 PENDAHULUAN. kebahasaan dan keterampilan berbahasa. Pengetahuan kebahasaan meliputi

Nantia Rena Dewi Munggaran

MODUL BAHASA INDONESIA MARI BERMAIN KATA

Lukiskan Imajinasimu KODE MODUL. Milik Negara Tidak Diperdagangkan BHS. IND. 03.2

SPEKTRUM KEAHLIAN PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN

LAMPIRAN 7 KODE BIDANG STUDI/MATA PELAJARAN

07. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. A. Latar Belakang

Bagaimana Tanyamu? BAHASA INDONESIA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SEMUA BIDANG KEAHLIAN SEMUA PROGRAM KEAHLIAN WAKTU 4 X 45 MENIT

SILABUS. Kegiatan Pembelajaran

ARTIKEL ILMIAH. Kemampuan Menulis Laporan Pengamatan Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 16 Kota Jambi Tahun Pelajaran 2013/2014. Oleh: Pebrina Pakpahan

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN EJAAN DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS X SMA SWASTA TAMAN SISWA BINJAI TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017

BAB I PENDAHULUAN. ditentukan dari proses pembelajaran tersebut. Berbagai mata pelajaran diajarkan

PROGRAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR KELAS V SEMESTER

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Keterampilan Dasar Menulis

JANGAN BICARA TANPA FAKTA!

31. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

A. LATAR BELAKANG MASALAH

KURIKULUM 2004 STANDAR KOMPETENSI. Mata Pelajaran

Nas Haryati Suhardi Siti Cholisatul Hamidah Leo Idra Ardiana Sumiyadi. PUSAT PERBUKUAN Departemen Pendidikan Nasional

KISI-KISI ULANGAN TENGAH SEMESTER SDN BALEWANGI 01 TP Indikator/ Materi Soal

33. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunanetra (SMALB A)

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu sistem yang berperan sebagai pusat bagi

34. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunadaksa(SMPLB D)

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu keharusan bagi manusia karena pada

34. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunarungu (SMALB B)

TINDAK TUTUR DALAM BERCERITA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 CIAMIS

MODEL PEMBELAJARAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK ALFA (EKSPERIMEN KUASI)

KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI SISWA KELAS X MULTIMEDIA 1 SMK NEGERI 9 MUARO JAMBI TAHUN PELAJARAN 2016/2017. Herman dan Nur Indah

DESKRIPSI PROGRAM PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

ARTIKEL ILMIAH. Kemampuan Menulis Paragraf Deskripsi siswa Kelas X SMA Negeri 2. Tanah Sepenggal Kabupate Bungo Tahun Ajaran 2013/2014

SILABUS PEMBELAJARAN

DAFTAR PENYESUAIAN/KONVERSI BIDANG STUDI SERTIFIKASI SEBELUM DAN SETELAH 2009

LEMBAR VALIDASI AHLI MATERI

DAFTAR ISI... i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN...1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN...2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN Kompetensi Umum...5

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan :... Kelas / Semester : 6 / 2 Tema / Topik : Wirausaha Petemuan ke : 1 Alokasi Waktu : 1 Hari

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia

BAB III METODE PENELITIAN

BAGIAN I PENDAHULUAN

Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :

Berbahasa dan Bersastr

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI EKSPOSITORIS DENGAN METODE MIND MAPPING

MAKALAH FILSAFAT ILMU. Penalaran Induktif dan Penalaran Deduktif. Patricia M D Mantiri Pend. Teknik Informatika. Tema: Disusun oleh:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA MATARAM NOMOR : 868/1884/2009 TENTANG

PROGRAM ALIH FUNGSI PEDOMAN. Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik Bagi Guru SMK/SMA

SILABUS. Nama Sekolah : SMA Negeri 78 Jakarta Mata Pelajaan : Bahasa Indonesia 2 (IND 2) Beban Belajar : 4 sks. Materi Pembelajaran.

II. KAJIAN PUSTAKA. Keterampilan berbahasa terdiri atas empat komponen, yaitu (a) menyimak, (b) berbicara, (c)

BAB I PENDAHULUAN. keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Menyimak adalah

31. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

Sumber/Bahan/Alat (8) Tak Putus Dirundung. Alokasi (7) Waktu. Penilaian (6) Pembelajaran. Kegiatan (5) novel. Indikator (4) Mampu.

BAB I PENDAHULUAN. nasional. Hal ini dikarenakan melalui sektor pendidikan dapat dibentuk

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SMA mencakup beberapa prosedur pengembangan. Langkah-langkah. pengembangan bahan ajar adalah sebagai berikut:

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA KELAS IV MELALUI MODEL DIRECT WRITING ACTIVITIES DI SDN 08 KINALI KABUPATEN PASAMAN BARAT

KURIKULUM Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMA 6 : ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN. Kelas / Semester : V / 2

SILABUS. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu

Hemat Energi. Belajar Apa di Pelajaran 8? Menjelaskan isi drama dan memerankan drama melalui kegiatan mendengarkan

Kepala, Syawal Gultom NIP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

SUB TOTAL (SKOR X BOBOT) KOMPONEN MATERI/ISI (A)

Nomor : 812/E4.1/ Juni 2013 Lampiran : -- Hal : Sosialisasi Rintisan Kolaborasi PPG SMK Produktif

Bahan Ajar Keaksaraan Dasar

Bunga Lestari Dr. Wisman Hadi, M.Hum. ABSTRAK

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Guru Tahun 2012

BAB I PENDAHULUAN. studi yang wajib dipelajari dan diajarkan di sekolah-sekolah. Mata pelajaran Bahasa

DAFTAR NAMA KOMPETENSI KEAHLIAN (PROGRAM KEAHLIAN) UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2009/2010 KOMPETENSI KEAHLIAN

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

BAB I PENDAHULUAN. daya manusia yang berkualitas, berkarakter dan mampu berkompetensi dalam

SUB TOTAL (SKOR X BOBOT) KOMPONEN MATERI (A)

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru Tahun 2012

DAFTAR ISI...i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN...1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN...2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN Kompetensi Umum...7

KISI UJI KOMPETENSI 2014 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Keempat keterampilan tersebut saling berhubungan, tidak boleh dipisahpisahkan

Petunjuk untuk mempelajari materi mata kuliah PGTK2204 Tips untuk mempermudah Anda mempelajari bahasa Inggris

Transkripsi:

KODE MODUL BHS.IND.MAD.01.1 Milik Negara Tidak Diperdagangkan SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SEMUA BIDANG KEAHLIAN SEMUA PROGRAM KEAHLIAN MENYIMPULKAN INFORMASI LISAN DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005

KODE MODUL BHS.IND.MAD.01.1 Milik Negara Tidak Diperdagangkan SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SEMUA BIDANG KEAHLIAN SEMUA PROGRAM KEAHLIAN MENYIMPULKAN INFORMASI LISAN Tim Penulis: 1. Khodijah 2. Dra. Ernawati 3. Akhmad Mukhid. S.Pd Tim Fasilitator: 1. Drs. A. Latief 2. Ir. Bagiono Joko Sumbogo 3. Dra. Entin Supriatin 4. Eni Rita Zahara DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005

KATA PENGANTAR Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunianya, sehingga kami dapat menyusun bahan ajar modul interaktif dan modul manual. Adapun modul manual terdiri atas bidang-bidang dan programprogram keahlian kejuruan yang berkembang di dunia kerja baik instansi maupun perusahaan. Tahun Anggaran 2005 telah dibuat sebanyak 300 modul manual terdiri atas 9 (sembilan) bidang keahlian dan 32 (tiga puluh dua) program keahlian yaitu: Bisnis dan Manajemen (Administrasi Perkantoran dan Akuntansi), Pertanian (Agroindustri pangan dan nonpangan, Budidaya Tanaman, Budidaya Ternak Ruminansia, Pengendalian Mutu), Seni Rupa dan Kria (Kria Kayu, Kria Keramik, Kria Kulit, Kria Logam Kria Tekstil), Tata Busana, Teknik Bangunan (Gambar Bangunan, Teknik Konstruksi Baja dan Alumunium, Teknik Konstruksi Batu Beton, Tekni Industri Kayu), Teknik Elektronika (Teknik Audio Vidio, Teknik Elektronika Industri), Teknik Listrik (Pemanfaatan Energi Listrik, Teknik Distribusi, Teknik Pembangkit Ketenagalistrik-kan), Teknik Mesin (Mekanik Otomotif, Pengecoran Logam, Teknik Bodi Otomotif, Teknik Gambar Mesin, Teknik Pembentukan, Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri, Teknik Pemesinan), Teknologi Informasi dan Komunikasi (Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan), dan program Normatif Bahasa Indonesia. Modul ini disusun mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Edisi 2004 dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi (Competency Based Training/CBT). Diharapkan modul-modul ini digunakan sebagai sumber belajar pokok peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) Kejuruan khususnya SMK dalam mencapai standar kompetensi kerja yang diharapkan dunia kerja. Penyusunan modul dilakukan oleh para tenaga ahli kejuruan dibidangnya terdiri atas para Guru SMK, para Widyaiswara Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) lingkup Kejuruan dengan para nara sumber dari berbagai perguruan Tinggi, para praktisi Balai Latihan dan Pengembangan Teknologi (BLPT) dan unsure dunia usaha dan industri (DU/DI), dan berbagai sumber referensi yang digunakan baik dari dalam dan luar negri. Modul dilakukan melalui beberapa tahap BHS. IND.MAD.03.6 i

pengerjaan termasuk validasi dan uji coba kepada para peserta Diklat/Siswa di beberapa SMK. Sesuai perkembangan paradigma yang selalu terjadi, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah beserta para penulis dan unsure terlibat, menerima masukan-masukan konstruktif dari berbagai pihak khususnya para praktisi dunia usaha dan industri, para akademis, dan para psikologis untuk dihasilkannya Sumber Daya Manusia (SDM)tingkat menengah yang handal. Pada kesempatan baik ini kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada berbagai pihak terutama tim penyusun modul, para nara sumber dan fasilitator, serta para editor atas dedikasi dan pengorbanan waktu, tenaga, dan pemikiran untuk dihasilkannya modul ini. Semoga modul ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya peserta Diklat SMK atau praktisi yang sedang mengembangkan bahan ajar modul SMK. Jakarta, Desember 2005 a.n. Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Dr. Joko Sutrisno, MM NIP 131415680 BHS. IND.MAD.03.6 ii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI... PETA KEDUDUKAN MODUL... DAFTAR JUDUL MODUL... MEKANISME PEMELAJARAN... i ii-iii iv v BAB. I PENDAHULUAN... 1 A. Deskripsi... 1 B. Prasyarat... 1 C. Petunjuk Penggunaan Modul... 1 D. Tujuan Akhir... 2 E. Kompetensi... 2 F. Cek Kemampuan... 2 BAB. II PEMELAJARAN... 3 A. Rencana Belajar Siswa... 3 B. Kegiatan Belajar... 3 Kegiatan Belajar 1: Menyimpulkan Informasi Lisan yang Tidak Bersifat perintah... 3 a. Tujuan... 3 b. Uraian Materi... 3 c. Rangkuman... 8 d. Tugas... 8 e. Tes Formatif... 8 f. Kunci Jawaban... 8 Kegiatan Belajar 2: Menyimpulkan Secara Deduktif dan Induktif... 10 a. Tujuan... 10 b. Uraian Materi... 10 c. Rangkuman... 12 BHS. IND.MAD.03.6 iii

d. Tugas... 12 e. Tes Formatif 2... 13 f. Kunci Jawaban 2... 13 BAB. III EVALUASI DAN KUNCI JAWABAN... 30 BAB. IV PENUTUP... 37 DAFTAR PUSTAKA BHS. IND.MAD.03.6 iv

PETA KEDUDUKAN MODUL BHS.IND.MAD.01.1 Menyimak BHS.IND.MAD.01.2 Membaca BHS.IND.MAD.02.1 BHS.IND.MAD.02.2 M A D Y A BHS.IND.MAD.03.1 BHS.IND.MAD.03.2 BHS.IND.MAD.03.3 Berbicara BHS.IND.MAD.03.4 BHS.IND.MAD.03.5 BHS.IND.MAD.03.6 BHS.IND.MAD.03.7 BHS.IND.MAD.04.1 BHS.IND.MAD.04.2 Menulis BHS.IND.MAD.04.3 BHS.IND.MAD.04.5 BHS.IND.MAD.04.6 BHS. IND.MAD.03.6 v

DAFTAR JUDUL MODUL NO. KODE MODUL SUB KOMPETENSI JUDUL MODUL KUALIFIKASI JENJANG UKBI PENDIDIKAN 1. BHS.IND.MAD.01.1 Mempelajari Informasi Lisan yang tidak Menyimpulkan Bersifat Perintah Informasi Lisan MADYA SMK 2. BHS.IND.MAD.01.2 Memahami Perintah Lisan Baik yang Memahami Perintah Diungkapkan Maupun Tidak Lisan MADYA SMK 3. BHS.IND.MAD.02.1 Memahami Perintah Kerja Tertulis Perintah itu Siap Kulaksanakan MADYA SMK 4. BHS.IND.MAD.02.2 Memahami Makna Kata, Bentuk Kata, Mari Bermain Kata Ungkapan dan Kalimat dalam Teks MADYA SMK 5. BHS.IND.MAD.03.1 Menggunakan Kalimat Bagaimana Tanyamu? Tanya/Pernyataan sesuai Tuntutan MADYA SMK Situasi Tuntutan Komunikasi 6. BHS.IND.MAD.03.2 Membuat Parafrase Lisan Katakan Sejujurnya MADYA SMK 7. BHS.IND.MAD.03.3 Menerapkan Pola Gilir dalam Sopan Bertindak Santun Berkomunikasi Bertutur MADYA SMK BHS. IND.MAD.03.6 vi

NO. KODE MODUL SUB KOMPETENSI JUDUL MODUL KUALIFIKASI JENJANG UKBI PENDIDIKAN 8. BHS.IND.MAD.03.4 Bercakap-Cakap (Konversasi) Konversasi MADYA SMK 9. BHS.IND.MAD.03.5 Berdiskusi Indahnya Berbeda Pendapat MADYA SMK 10. BHS.IND.MAD.03.6 Bernegosiasi Tawar Menawar yang Cerdas MADYA SMK 11. BHS.IND.MAD.03.7 Menyampaikan Laporan Jangan Bicara Tanpa Fakta! MADYA SMK 12. BHS.IND.MAD.04.1 Membuat Karangan Teknik Membuat Karangan MADYA SMK 13. BHS.IND.MAD.04.2 Membuat Deskripsi Lukisan Imajinasimu MADYA SMK 14. BHS.IND.MAD.04.3 Membuat Eksposisi Membuat Karangan Eksposisi MADYA SMK 15. BHS.IND.MAD.04.4 Membuat Ringkasan/Rangkuman Seni Meringkas Wacana MADYA SMK 16. BHS.IND.MAD.04.5 Membuat Simpulan Bisakah Kau Menyimpulkannya? MADYA SMK BHS. IND.MAD.03.6 vii

MEKANISME PEMELAJARAN Untuk mencapai penguasaan modul ini dilakukan melalui alur mekanisme sspemelajaran sebagai berikut: START Lihat Kedudukan Modul Lihat Petunjuk Penggunaan Modul Kerjakan Cek Kemampuan Nilai 7 Y T Kegiatan Belajar 1 Kegiatan Belajar n Kerjakan Evaluasi T Nilai 7 Y Modul berikutnya/uji Kompetensi BHS. IND.MAD.03.6 viii

SENARAI Bagan : gambar rancangan; gambar denah; skema alat peraga grafik untuk menyajikan data agar mempermudah penafsiran Deduktif : bersifat deduksi (penarikan kesimpulan dari keadaan yang umum; penemuan yang khusus dari yang umum) Denah : gambar yang menunjukkan letak kota, jalan dsb.; peta gambar rancangan (rumah, bangunan) dsb. Diagram : gambaran (buram, sketsa) untuk memperlihatkan atau menerangkan sesuatu Grafik : lukisan pasang surut suatu keadaan dengan garis atau gambar (tentang turun naiknya hasil, statistik dsb.) Induktif : bersifat/secara induksi (metode pemikiran yang bertolak dari kaidah/halhal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum/kaidah yang umum; penarikan kesimpulan berdasarkan keadaan-keadaan yang khusus untuk diperlakukan secara umum; penentuan kaidah umum berdasarkan BHS. IND.MAD.03.6 ix

kaidah-kaidah khusus) Matriks : kerangka, bagan tabel yang disusun dalam lajur dan jajaran sehingga butir-butir uraian yang diisikan dapat dibaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan Miliar : seribu juta Proyeksi : perkiraan tentang keadaan masa yang akan datang dengan menggunakan data yang ada (sekarang) Verbal : (secara) lisan (bukan tertulis) BHS. IND.MAD.03.6 x

BAB. I PENDAHULUAN A. Deskripsi Modul ini berisi kompetensi menyimak/subkompetensi menyimpulkan informasi lisan yang tidak bersifat perintah. Kriteria kinerja yaitu informasi lisan dialihkan ke dalam bentuk nonverbal (bagan/tabel/diagram/grafik/denah/matriks) dengan menggunakan teknik menyimpulkan secara induktif dan deduktif serta unsur kebahasaan. Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan modul ini 4x45 menit. B. Prasyarat Syarat Anda mempelajari modul ini adalah Anda telah menguasai modul Memahami Lafal, Tekanan, Intonasi, dan Jeda yang Lazim/Baku (Semenjana 1) dan modul Memahami Informasi Lisan (Semenjana 2). C. Petunjuk Penggunaan Modul Petunjuk Peserta Diklat 1. Baca dan pahami modul dengan baik! 2. Simak informasi lisan yang diperdengarkan dengan cermat! 3. Ikuti ketentuan yang berlaku dalam modul, khususnya waktu yang disediakan untuk bagian tertentu! 4. Manfatkan kamus untuk membantu menyelesaikan tugas! 5. Kerjakan tugas-tugas dan uji kemahiran dengan cermat dan jujur! 6. Jangan melihat kunci jawaban sebelum waktunya! 7. Usahakan menyelesaikan modul lebih cepat dari waktu yang ditetapkan! 8. Tingkatkan terus pemahaman Anda! a. Target minimal skor nilai uji kemahiran adalah 70 (Skala 100) b. Jika target 70 % belum tercapai, mintalah saran fasilitator! c. Jika skor nilai Anda > 70 %, Anda diperbolehkan melanjutkan ke modul berikutnya. 9. Anda diperbolehkan bertanya kepada fasilitator (guru), jika dirasa perlu. Modul BHS.IND.MAD.01.1 1

10.Laporkan kemajuan Anda kepada fasilitator sebelum melanjutkan ke modul berikutnya! Petunjuk Fasilitator 1. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar 2. Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas latihan yang dijelaskan dalam tahap belajar 3. Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, dan menjawab pertanyaan/kendala proses belajar peserta diklat 4. Membantu peserta diklat untuk mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar 5. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. 6. Mencatat pencapaian kemajuan belajar peserta diklat 7. Melaksanakan penilaian 8. Menjelaskan kepada peserta diklat mengenai bagian yang perlu dibenahi 9. Mengecek kembali kemampuan peserta diklat sebelum melaksanakan uji kemahiran 10.Melaksanakan verifikasi setelah peserta diklat menyelesaikan modul untuk merundingkan rencana pemelajaran selanjutnya. D. Tujuan Pemelajaran 1. Terampil menyimpulkan informasi lisan yang tidak bersifat perintah. 2. Tenang dan tekun dalam menyerap/mencari informasi pokok. 3. Terampil menjelaskan teknik menyimpulkan deduktif dan induktif. 4. Terampil membuat catatan verbal dan nonverbal. 5. Terampil membuat simpulan lisan dan tulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. 6. Terampil membedakan fakta dan opini. 7. Terampil menyampaikan simpulan dan pendapat dengan lugas. Modul BHS.IND.MAD.01.1 2

E. Kompetensi SUBKOMPETENSI KRITERIA KINERJA RUANG LINGKUP SIKAP MATERI POKOK PEMELAJARAN PENGE- KETERAMPILAN TAHUAN 1. Menyimak Informasi lisan Informasi Tenang dan Teknik Membuat catatan, baik 1.1. Menyimpulkan dialihkan ke dalam lisan dengan tekun dalam menyimpul- verbal maupun nonverbal, informasi lisan bentuk non verbal durasi yang mencari kan secara sebagai dasar untuk yang tidak (bagan/tabel/diagram/ berbeda- informasi induktif dan membuat simpulan (lisan bersifat garfik/denah/martiks beda dan pokok deduktif dan tulis) yang akurat. perintah dengan menggunakan dalam sebagai serta unsur Menyampai-kan simpul-an teknik menyimpulkan berbagai dasar untuk kebahasaan dan pendapat yang akurat secara induktif dan bentuk, membuat (kata/kali- dengan lugas. deduktif serta unsur seperti simpulan mat) yang Membuat simpulan (lisan kebahasaan dialog dengan dapat dan tulis) dalam bahasa Simpulan informasi deskripsi, memanfaat- dipakai Indonesia yang baik dan dalam bentuk lisan dan narasi kan penanda sebagai benar termasuk mengenai ataupun tulis, Informasi kebahasan petunjuk kesadaran berbahasa/ sikap termasuk memberikan mengenai Mantap bagian ke- ber- bahasa yang positif. pendapat/opini dibuat bahasa dalam simpulan dengan menggunakan sebagai menentukan Teknik me- teknik penyampaian sarana bentuk nyampaikan simpulan dan berkomunika nonverbal simpulan pendapat yang akurat. si dan alat yang akan dan penda- Simpulan dengan berpikir, digunakan pat menggunakan bahasa bahasa dalam Kebijakan Modul BHS.IND.MAD.01.1 3

Indonesia sesuai sebagai memastikan Bahasa di dengan kedudukan unsur dan keakuratan Indonesia serta fungsi bahasa pengembang informasi termasuk daerah, dan bahasa kebudayaan, yang dicatat kesadaran asing di Indonesia serta Selalu siap berbahasa/ (untuk membangkitkan informasi menghubung- sikap kesadaran siswa mengenai kan dan berbahasa berbahasa Indonesia) kedudukan membanding- yang posi- dibuat dengan dan fungsi kan informasi tif, serta memperhatikan bahasa yang dide- hubungan kebijakan bahasa di daerah, dan ngar dengan bahasa, Indonesia bahasa asing informasi lain, logika, dan di Indonesia seperti matematika informasi dari dalam PPKn dan berkomuni- Sejarah serta kasi. berusaha memantapkan kesadaran berbahasa, khususnya sikap berbahasa yang positif Modul BHS.IND.MAD.01.1 4

F. Cek Kemampuan Untuk mengetahui kemampuan Anda tentang modul yang berjudul Menyimpulkan Informasi Lisan, jawablah pertanyaan/pernyataan di bawah ini dengan memberi tanda centang ( ) pada kolom jawaban yang disediakan. Nomor Pertanyaan/Pernyataan Ya Tidak 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Informasi yang kita serap ada yang berdasarkan informasi lisan dan informasi tulis Informasi yang kita serap berupa fakta dan opini Informasi yang kita serap ada yang verbal Informasi yang kita serap ada yang nonverbal Informasi verbal bisa dialihkan menjadi informasi nonverbal Informasi nonverbal bisa dialihkan menjadi informasi verbal Kesimpulan dapat dibuat deduktif Kesimpulan dapat dibuat induktif Penyimpulan induktif yaitu cara mengambil kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang bersifat khusus menuju kesimpulan yang bersifat umum Penyimpulan deduktif yaitu cara mengambil kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang bersifat umum menuju kesimpulan yang bersifat khusus. Jika Anda menjawab ya berjumlah minimal 80%, hubungi fasilitator untuk menentukan kegiatan Anda selanjutnya. Namun jika anda menjawab ya kurang dari 80%, silakan pelajari modul ini sampai tuntas. Modul BHS.IND.MAD.01.1 5

BAB. II PEMELAJARAN A. Rencana Belajar Peserta Diklat No. Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat pencapaian Alasan perubahan Disetujui oleh fasilitator 1. Menyimpulkan informasi lisan yang tidak bersifat perintah 2. Menyimpulkan secara deduktif dan induktif Modul BHS.IND.MAD.01.1 6

B. Kegiatan Belajar Kegiatan belajar 1: Menyimpulkan Informasi Lisan yang tidak Bersifat Perintah a. Tujuan Peserta diklat dapat menyimpulkan informasi lisan yang tidak bersifat perintah. b. Uraian materi Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menyerap informasi, baik informasi lisan maupun informasi tulis. Kita menyerap informasi dari berbagai sumber, langsung dari seseorang, radio, televisi, telepon, internet dan media lainnya. Informasi yang kita simak ada yang bersifat perintah, pertanyaan, dan pernyataan atau berita. Agar kita terampil menyimak dan menyimpulkan informasi lisan ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Pertama, mengikuti dengan cermat, serius, dan memfokuskan diri pada isi pembicaraan walaupun uraian lisan itu disampaikan secara panjang dan lebar. Kedua, mengetahui teknik/cara menyimpulkan pembicaraan secara deduktif dan induktif. Kita dapat menyimpulkan secara verbal dan nonverbal. Apabila informasi lisan itu berisi angka-angka, maka kita dapat simpulkan secara nonverbal berupa bagan/tabel, diagram/grafik, denah/matriks. Simpulan verbal bisa kita buat secara deduktif atau induktif. Sebetulnya secara sadar atau tidak, kita sudah biasa membuat simpulan secara deduktif atau induktif. Perhartikan contoh-contoh berikut ini! Contoh1: Kita mendengarkan informasi dari kepala sekolah. Kepala sekolah menyampaikan informasi tentang nilai ujian nasional Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Kepala sekolah berkata, Nilai ujian nasional siswa kelas 3 yang berjumlah 350 orang semuanya bagus. Modul BHS.IND.MAD.01.1 7

Hal ini terlihat dari nilai rata-rata mereka. Untuk mata diklat Bahasa Indonesia nilai rata-rata 8,50. Nilai rata-rata Matematika 7,80. Bahasa Inggris nilai rataratanya 8,20. Kepala sekolah sebetulnya sudah membuat simpulan secara deduktif. Ia mengemukakan hal yang bersifat umum/kesimpulan umum/gagasan utama yaitu, Nilai ujian nasional siswa kelas 3 yang berjumlah 350 orang semuanya bagus. Kemudian kepala sekolah memberikan penjelasan/uraian/fakta yang bersifat khusus yaitu Hal ini terlihat dari nilai rata-rata mereka. Untuk mata diklat Bahasa Indonesia nilai rata-rata 8,50. Nilai rata-rata Matematika 7,80. Bahasa Inggris nilai rata-ratanya 8,20. Kalau kita simak uraian di atas dapat kita susun menjadi tabel sebagai berikut. NILAI UJIAN NASIONAL Mata Diklat Nilai Rata-rata Bahasa Indonesia 8,50 Matematika 7,80 Bahasa Inggris 8,20 Latihan 1 1. Buatlah grafik batang dari data di atas! 2. Bagaimana opini atau pendapat Anda tentang nilai ujian nasional tersebut? 3. Setelah Anda memahami contoh 1 di atas, Anda dapat menjelaskan bahwa kesimpulan deduktif adalah Modul BHS.IND.MAD.01.1 8

Contoh 2: Misalnya teman Anda mengatakan kepada Anda, Tempat saya belajar lantainya disapu dan dipel tiap hari. Meja dan tembok tidak ada coretan. Kaca jendela jernih. Langit-langit tidak ada sarang laba-laba. Memang tempat saya belajar bersih. Teman Anda sebenarnya telah membuat simpulan secara induktif, karena ia menjelaskan/mengemukakan hal-hal yang bersifat khusus/fakta terlebih dahulu yaitu, Tempat saya belajar lantainya disapu dan dipel tiap hari. Meja dan tembok tidak ada coretan. Kaca jendela jernih. Langit-langit tidak ada sarang laba-laba. Kemudian teman Anda mengemukakan hal yang bersifat umum yaitu, Memang tempat saya belajar bersih. Latihan 2 a. Setelah Anda memahami contoh 2 di atas Anda dapat menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kesimpulan induktif adalah. b. Simaklah wacana berikut! (diperdengarkan melalui kaset atau dibacakan oleh fasilitator dan bisa juga dibacakan oleh teman). PERTUMBUHAN PENYALURAN KREDIT USAHA KECIL Kredit usaha kecil (KUK) tahun 2001 senilai Rp 62,57 miliar atau 20,34 persen dari total kredit bank. Pada tahun 2002 berjumlah 62,27 miliar atau 17,04 persen. Tahun 2003 berjumlah 73,97 miliar atau 16,89 persen. Tahun 2004 senilai 93,62 miliar atau 16,91 persen. Sedangkan proyeksi tahun 2005 senilai 99,00 miliar atau 16,84 persen. Sumber: Republika, 3 Agustus 2005 Modul BHS.IND.MAD.01.1 9

Buatlah tabel berdasarkan informasi yang telah Anda simak! (Pertumbuhan Penyaluran Kredit Usaha Kecil) Tahun Nilai (miliar Rp) Pangsa terhadap total Kredit bank (%) c. Buatlah simpulan berdasarkan tabel tersebut! d. Bagaimana pendapat Anda tentang pertumbuhan penyaluran kredit usaha kecil? e. Sebutkan 5 kata serapan dari informasi yang telah Anda simak! f. Masukkan kata-kata berikut ke tabel yang telah tersedia! milliar-miliar, persen-prosen, persentase-prosentase, kredit-kredit, matrikmatriks, grafik-grapik, deduktip-deduktif, induktif-induktip, informasiinpormasi, tehnik-teknik. KATA BAKU KATA TIDAK BAKU Modul BHS.IND.MAD.01.1 10

C.Rangkuman Setelah Anda mempelajari uraian materi kegiatan belajar 1, Anda dapat membuat rangkuman sebagai berikut: Kegiatan belajar 2: Menyimpulkan Secara Deduktif dan Induktif a. Tujuan Peserta diklat terampil menyimpulkan secara deduktif dan induktif. b. Uraian materi Dalam menyusun pendapat untuk menarik kesimpulan yang benar, kita harus menggunakan pola berpikir/penalaran yang benar pula. Pola penalaran dibagi dua, yaitu deduktif dan induktif. 1. Penalaran deduktif yaitu penalaran yang dimulai dengan mengemukakan pernyataan umum (premis mayor) diikuti pernyataan khusus (premis minor) untuk menarik kesimpulan yang khusus. Penalaran ini disebut juga silogisme. Contoh: - Pengendara sepeda motor harus memakai helm (premis mayor) - Diaz mengendarai sepeda motor (premis minor) - Jadi, Diaz harus memakai helm (kesimpulan) Kalimat pertama (Pengendara sepeda motor harus memakai helm) berisi pernyataan umum atau premis mayor. Kalimat kedua (Diaz mengendarai sepeda motor) merupakan pernyataan khusus dan terbatas atau premis minor. Sedangkan kalimat ketiga (Jadi, Diaz harus memakai helm) adalah Modul BHS.IND.MAD.01.1 11

kesimpulan yang ditarik dari dua premis sebelumnya. Biasanya silogisme disusun seperti itu. Kalimat pertama (premis mayor) bersifat universal (umum), yaitu berisi pernyataan yang dianggap meliputi semua bagian dari suatu golongan tertentu. Kalimat kedua (premis minor) partikular (khusus), yaitu berisi pernyataan yang merupakan bagian tertentu daripada golongan tadi. Kemudian kalimat ketiga berisi konklusi (kesimpulan) bahwa apa yang benar bagi semua bagian, juga akan benar bagi bagian tertentu yang disebut premis minor. 2. Penalaran induktif yaitu penalaran yang dimulai dengan mengemukakan peristiwa-peristiwa khusus menuju kepada kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus tersebut. Penalaran induktif ada beberapa macam: a. Generalisasi Penalaran generalisasi kita mulai dengan mangemukakan peristiwperistiwa yang khusus untuk diambil kesimpulannya secara umum. Peristwa khusus yang kita kemukakan jumlahnya harus memadai agar kesimpulan yang kita tarik adalah kesimpulan yang terpercaya kebenarannya. Oleh karena itu, generalisasi harus berdasarkan faktafakta, buktui-bukti yang ada, akurat, jelas, dan tepat. Contoh: - Emas adalah jenis logam, bila dipanaskan akan memuai - Perak adalah sejenis logam, bila dipanaskan akan memuai - Timah adalah sejenis logam, bila dipanaskan akan memuai - Tembaga adalah sejenis logam, bila dipanaskan akan memuai. Dari peristiwa-peristiwa tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa semua jenis logam bila dipanaskan akan memuai. Modul BHS.IND.MAD.01.1 12

b. Analogi Penalaran jenis ini kita mulai dengan membandingkan dua hal yang memiliki banyak persamaan. Karena dalam banyak segi terdapat persamaan akhirnya kita menarik kesimpulan bahwa pada segi-segi yang lain pun tentu akan terdapat persamaan juga. SContoh: Seorang siswa berkunjung ke beberapa rumah kerabat dan temantemannya di Jakarta pada hari lebaran. Di setiap rumah yang ia kunjungi selalu ada ketupat dan kue nastar. Akhirnya ia berksesimpulan bahwa di rumah kerabat dan temannya yang lain pun pada saat lebaran pasti ada ketupat dan kue nastar. c. Sebab-akibat Pada penalaran jenis ini yang kita kemukakan adalah peristiwaperistiwa/fakta-fakta yang menjadi sebab menuju kepada suatu kesimpulan yang menjadi akibat. Contoh: Seorang gadis penduduk kota Jakarta pulang sekolah kehujanan. Ia segera naik bus. Nampak olehnya jalan raya tergenang air karena banjir. Beberapa pohon tumbang ditiup angin kencang. Dia berpikir tentu tempat tinggalnya yang berjarak tiga kilometer dari sekolahnya juga disiram air hujan bahkan banjir. Kemuadian ia teringat akan jemuran baju seragamnya yang ia cuci tadi pagi. Ia berkesimpulan pasti jemuran seragamnya basah. d. Akibat-sebab Penalaran akibat-sebab dimulai dengan fakta-fakta yang menjadi akibat lalu kita analisis untuk mencari sebabnya. Contoh: Modul BHS.IND.MAD.01.1 13

Ada siswa yang nilainya rata-ratanya 5,00. Orang tua dan gurunya mencari sebab mengapa siswa tersebut nilai rata-ratanya jelek. Ternyata ia sering membolos dan tidak pernah mengerjakan tugas serta malas membaca. Perbedaan Penyimpulan Deduktif dan Induktif Penyimpulan Deduktif Penyimpulan Induktif 1. Gagasan utama terletak pada 1. Gagasan utama pada akhir awal pernyataan. Pernyataan. 2. Dimulai dengan pernyataan 2. Dimulai dengan peristiwa umum (kesimpulan) diikuti khusus diakhiri dengan peristiwa khusus kesimpulan umum. (penjelas/fakta). Informasi berupa opini dan fakta Informasi yang kita serap atau kita simak ada yang berupa opini atau pendapat dan ada yang berupa fakta. Opini atau pendapat adalah pandangan berdasarkan ideologi atau sikap seseorang dalam memberikan suatu wawasan terhadap objek atau peristiwa. Antonim opini adalah fakta. Fakta bersifat objektif, merupakan kenyataan bersifat konkret dan dapat dibuktikan kebenarannya. Perhatikan informasi berikut! RSU ini direncanakan merupakan salah satu alternatif tempat pemilihan pengobatan di kota ini. Di RSU ini dipasang alat canggih untuk menderteksi kelainan jantung. Pengelola RSU berusaha melengkapi pengobatan setingkat RSU di kota besar. Jika pertambahan penduduk meningkat 2 % per tahun, RSU ini menjadi alternatif pertama dalam pemulihan kesehatan. Ada asumsi bahwa pelayanan kesehatan bermutu lebih mudah dikenal dari kecanggihan infrastruktur klinik maupun rumah sakit. Modul BHS.IND.MAD.01.1 14

Kalau kita perhatikan informasi di atas ada 5 kalimat. Kalimat kedua berupa fakta. Anda dapat mencari informasi yang berupa opini dari kutipan pernyataan di atas. Modul BHS.IND.MAD.01.1 15

Latihan 3 1. Buatlah contoh simpulan secara deduktif! 2. Buatlah contoh simpulan secara induktif!kebahasaan: Carilah kata-kata berimbuhan di-, ber-, peng-, ke-an, di-kan,pe(r)-an dalam informasi tentang Rumah sakit Umum (RSU) di atas! c. Rangkuman Setelah Anda mempelajari materi kegiatan belajar 2, maka rangkuman yang Anda Buat adalah: Modul BHS.IND.MAD.01.1 16

BAB. III EVALUASI Uji Kemahiran Untuk menjawab pertanyaan nomor 1 s.d. 5, peserta diklat menyimak wacana yang berjudul Produksi Buku Kita Sangat Tertinggal (Wacana diperdengarkan lewat kaset atau dibacakan fasilitator atau peserta diklat yang lain). PRODUKSI BUKU KITA SANGAT TERTINGGAL Bandung Produksi buku di Indonesia dari segi kuantitas masih tertinggal bila dibandingkan dengan negara lain. Menurut ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) pusat, Makfudin Wirya Atmaja, saat ini setiap tahunnya buku diproduksi hanya 10 ribu judul yang dicetak sebanyak tiga juta eksemplar. Di negara lain seperti Jepang dan Cina produksi buku sudah cukup tinggi. DiJepang sebanyak 715 juta eksemplar dan Cina lebih dari enam miliar eksemplar. Idealnya, setiap tahun kita harus memproduksi 220 juta buku sehingga minimal satu penduduk Indonesia satu buku, ujar Makfudin, usai acara Pembukaan Pameran Buku 2005, Selasa(2/8). Dari 10 ribu judul buku yang diterbitkan itu, 90 persennya merupakan terjemahn. Dengan minimnya produksi, itu kata dia, maka tidak seimbang dengan jumlah penduduk di Indonesia. Itu berarti banyak masyarakat yang tidak terlayani buku. Sementara di Cina dan Jepang, kata dia per orangnya akan memperoleh lima buku. Menurut Dirjen Pendidikan Luar Sekolah Depdiknas, Ace Suryadi, 10 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau 15,4 juta jiwa buta aksara. Artinya, kata dia minat baca tidak ada pada 15,4 juta penduduk. Untuk memberantas buta aksara itu, kata dia, pihaknya bekerja sama dengan masyarakat yang tergabung dalam yayasan atau pun organisasi lainnya.*kie Sumber: Republika, 3 Agustus 2005 Modul BHS.IND.MAD.01.1 17

1. Produksi buku di Indonesia dari segi masih tertinggal bila dibandingkan dengan negara lain. Kata yang tepat sesuai dengan informasi yang diungkapkan oleh Ketua Ikapi adalah a. produktivitas b. kreativitas c. kuantitas d. kualitas 2. Pernyataan-pernyataan di bawah ini merupakan fakta, kecuali a. di Indonesia tiap tahun produksi buku berjumlah tiga juta eksemplar b. di Cina tiap tahun produksi buku berjumlah lebih dari enam miliar eksemplar c. di Jepang produksi buku berjumlah 715 juta eksemplar tiap tahun d. kita harus memproduksi 220 juta buku tiap tahun 3. Simpulan yang tepat dari informasi yang Anda simak adalah a. yang paling tinggi produksi bukunya adalah jepang b. Negara yang paling rendah produksi bukunya adalah Cina c. produksi buku di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan negara Jepang d. produksi buku di Indoensia lebih rendah dibandingkan dengan negara Cina dan Jepang 4. Idealnya, setiap tahun kita harus memproduksi 220 juta buku sehingga minimal satu penduduk Indonesia satu buku, ujar a. makfudin b. mahmudin c. ace suryadi d. saefudin 5. Menurut Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) pusat, saat ini setiap tahunnya buku yang diproduksi hanya 10 ribu judul. Pernyataan tersebut dengan informasi yang Anda simak. Modul BHS.IND.MAD.01.1 18

a. bertentangan b. bersesuaian c. tidak terkait d. tidak sesuai Merespon Kaidah 6. Kata-kata di bawah ini penulisannya baku, kecuali a. kualitas, kuantitas b. produktivitas, produktif c. sistimatis, sistim d. teknik, teknologi 7. Beberapa fihak yang terlibat akan bekerja sama meningkatkan minat baca dan daya pikir masyarakat. Kata yang penulisannya tidak baku dalam kalimat di atas adalah a. fihak b. bekerja c. pikir d. masyarakat 8. Kata berikut diserap dari bahasa asing yang penulisannya salah adalah a. kredit b. prosentase c. produksi d. konversasi 9. Kata berimbuhan di bawah ini yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia adalah a. melola b. menyolok c. diketik Modul BHS.IND.MAD.01.1 19

d. menyukseskan 10. Penggunaan kata berimbuhan pada kalimat di bawah yang tidak tepat adalah a. Kemerdekan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta b. Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 c. Para ilmuwan sedang mengadakan seminar. d. Pejabat yang dilantik itu disumpah di hadapan rohaniwan 11. Pemakaian bahasa Indonesia di seluruh daerah di Indonseia sekarang ini belum dapat dikatakan seragam. Perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, ucapan, terlihat dengan mudah. Pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan, sering dikalahkan oleh bahasa daerah. Di lingkungan persuratkabaran, radio, dan televisi pemakaian bahasa Indonesia belum lagi dapat dikatakan sudah terjaga baik.para pemuka kita pun pada umumnya juga belum memperlihatkan penggunaan bahasa Indonesia yang terjaga baik. Faktafakta di atas menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Indonesia perlu lebih ditingkatkan. Informasi di atas menggunakan penalaran a. sebab-akibat b. akibat-sebab c. generalisasi d. analogi 12. Premis umum: Setiap warga negara Indonesia harus berusaha menghemat penggunaan energi. Premis khusus: Sumbodo warga negara Indonesia Kesimpulan yang paling tepat berdasarkan premis di atas adalah a. Sumbodo, warganegara Indonesia, harus berusaha menghemat energi seperti warga negara yang lain b. Sumbodo harus berusaha menghemat penggunaan energi Modul BHS.IND.MAD.01.1 20

c. Sumbodo sebagai warga negara Indonesia harus berusaha menghemat penggunaan energi d. Setiap warga negara Indonesia seperti Sumbodo harus berusaha menghemat pengguaaan energi. 13. Premis umum: Pemimpin yang jujur tidak mau melakukan korupsi. Premis khusus: Kesimpulan: Pak Kawkab tidak mau melakukan korupsi. Premis yang tepat untuk melengkapi silogisme di atas adalah a. Pak Kawkab pemimpin yang tidak melakukan korupsi b. Pak Kawkab pemimpin yang tidk mau disogok c. Pak Kawkab pemimpin yang baik d. Pak Kawkab pemimpin yang jujur. 14. Bambang Sutomo, pelopor senam Tera Indonesia mengatakan bahwa salah satu akibat kurang gerak adalah penyakit hipokinetik, termasuk di dalamnya penyakit pinggang, pembuluh darah kaku, peredaran darah kurang lancar, metabolisme kurang baik dan sebagainya. Penyakit hipokinetik menyerang masyarakat yang aktivitas kerjanya hanya duduk di belakang meja seperti eksekutif, pengusaha, sekretaris, wartawan, dnan sebagainya. Oleh karena gerak merupakan elemen yang sngat penting bagi kehidupan, sebaiknya kita mengubah pola hidup tak bergerak menjadi banyak bergerak, salah satu pilihannya adalah olah raga. Fakta yang terdapat dalam paragraf di atas adalah a. Salah satu akibat kurang gerak adalah penyakit hipokinetik b. Kita perlu mengubah pola hidup tak bergerak menjadi bergerak c. Salah satu pilihannya ialah olah raga senam Tera Indonesia d. Penyakit hipokinetik menyerang masyarakat yang kurang melakukan gerak 15. Tumbuhan adalah bagian dari makhluk hidup yang dalam pertumbuhannya selain diberi pupuk agar subur, sangat memerlukan air agar tumbuh dan berkembang Modul BHS.IND.MAD.01.1 21

dengan baik. Tanpa air tumbuhan akan mati. Demikian pula binatang. Tanpa air, binatang akan mati. Simpulan dari analogi di atas adalah a. Manusia memerlukan air untuk kehidupannya b. Air sangat dibutuhkan makhluk hidup c. Binatang memerlukan air untuk kehidupannya d. Manusia tidak dapat hidup tanpa air 16. Di Amerika Serikat, ilmuwan bermimpi tentang tomat yang yang tidak pernah busuk, semangka yang berbentuk kubus, dan gandum yang mampu tumbuh di padang pasir. Para industriawan dan pabrik obat memimpikan produksi vanili, coklat, rempah-rempah, obat-obatan, dan kosmetika yang tidak lagi membutuhkan lahan pertanian. Dengan bioteknologi, semua mimpi itu bukan hal yang mustahil lagi. Cukup dengan membuang gen yang membawa sifat busuk, tomat matang akan selalu segar. Kesimpulan yang tepat dari kutipan di atas adalah a. Bioteknologi dapat menghasilkan tomat, semangka unggul b. Bioteknologi dapat membuang gen yang membawa sifat busuk c. Ilmuwan amerika menginginkan buah-buahan yang unggul d. Tanaman unggul tanpa lahan akan terwujud dengan bioteknologi 17. Setiap seniman adalah orang yang kreatif. Semua orang yang kreatif berguna bagi masyarakat. Berdasarkan dua premis tersebut dapat ditarik kesimpulan yang paling tepat adalah a. Kreativitas sangat dibutuhkan semua orang b. Semua orang yang kreatif adalah seniman c. Semua seniman berguna bagi masyarakat d. Semua anggota masyarakat harus kreatif Modul BHS.IND.MAD.01.1 22

18. Pilihan untuk meningkatkan kualitas manusia sudah sangat tepat. Ada tiga jalur strategi yang menjamin tercapainya peningkatan kualitas itu. Jalur pertama adalah perbaikan gizi. Jalur kedua peningkatan mutu pendidikan dalam arti luas. Jalur ketiga meningkatkan partisipasi pendudduk dalam lapangan kerja. Ketiga jalur ini berpangkal pada keberhasilan pembangunan. Ciri bahwa paragraf di atas berupa paragraf deduktif adalah a. diawali dengan pernyataan umum b. dimulai dengan pernyataan fakta c. diakhiri dengan pernyataan simpulan d. diakhiri dengan pernyataan umum 19. Kalimat di bawah ini mengadung kata berimbuhan kecuali a. Dia dikenal sebagai wirausahawan yang demawan b. Pengelola usaha itu anak muda yang kreatif c. Produk yang dihasilkannya bermutu d. Kelola usaha itu dengan baik 20. Bioteknologi pertanian modern dikembangkan melalui dua kegiatan dasar, yaitu kultur jaringan dan rekayasa genetika. Teknik kultur jaringan memungkinkan kita mengisolasi jaringan dan sel-sel tumbuhan, kemudian menanamkannya di luar tumbuh-tumbuhan itu sendiri. Kesimpulan informasi di atas yang paling tepat adalah a. kegiatan dasar kultur jaringan dan rekayasa genetika b. Dua kegiatan dasar modern dikembangkan melalui bioteknologi pertanian c. Pengisolasian jaringan dan sel-sel tumbuhan d. Bioteknologi pertanian modern akan dikembangkan. Modul BHS.IND.MAD.01.1 23

BAB. IV PENUTUP Setelah Anda mengerjakan semua evaluasi, cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar! Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk menghitung tingkat pemahaman Anda! Jumlah jawaban yang benar Tingkat pemahaman= ---------------------------------- X 100 % 20 Berapa persen pemahaman Anda? % Arti tingkat pemahaman yang Anda capai: 90% s.d. 100%= baik sekali 80% s.d. 89%= baik 70% s.d. 79%= cukup <70%= kurang Bila Anda telah mencapai tingkat pemahaman > 70%, Anda dapat melanjutkan ke modul Madya 1.2 (Madya 2). Selamat! Tetapi jika hasil pemahaman Anda <70% pelajari kembali modul ini, terutma bagianbagian yang belum Anda kuasai atau berkonsultasilah dengan fasilitator Anda! Modul BHS.IND.MAD.01.1 24

RENUNGAN Orang yang memiliki harga diri biasanya bermoral tinggi, menguasai etika sopan santun dan penuh tenggang rasa. Hanya mereka yang memilki harga diri, yang akan berani menahan dirinya untuk tidak egois sehingga tidak akan melukai perasaan orang lain. Orang-orang yang egois biasanya angkuh dan apabila orang ini berkuasa, biasanya kepedulian sosialnya rendah, karena dia hanya mementingkan dirinya sendiri. Apabila pikiran kita telah terbiasa kita tanami dengan kebaikan, maka keburukan dan kejahatan tidak akan mendekat. Harseno Modul BHS.IND.MAD.01.1 25

KUNCI JAWABAN Latihan 1 1. Grafik batang 10.00 5.00 0.00 Ind Mtk Ing 2. Opini atau pendapat Nilai ujian nasional Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris rataratanya cukup bagus, berarti siswa kelas 3 yang berjumlah 350 itu semuanya lulus untuk tiga mata diklat tersebut. 3. Kesimpulan deduktif adalah cara mengambil kesimpulan dengan mengemukakan hal yang bersifat umum diikuti dengan mengemukakan hal yang bersifat khusus/uraian/penjelasan/fakta. Latihan 2 a) Kesimpulan induktif adalah cara mengambil kesimpulan dengan mengemukakan hal-hal yang bersifat khusus kemudian diikuti dengan hal yang bersifat umum. b) Tahun Nilai (miliar) Pangsa terhadap kredit bank (%) 2001 2002 2003 2004 2005 62,57 62,27 73,97 93,62 99,00 20,34 17,04 16,89 16,91 16,84 Modul BHS.IND.MAD.01.1 26

c)simpulan: Penyaluran kredit usaha kecil dari tahun ke tahun mengalami kenaikan bila dilihat dari jumlah nilai miliar rupiah yang disalurkan, namun bila dilihat dari pangsa terhadap kredit bank mengalami penurunan. d) Pendapat: Pertumbuhan penyaluran kredit usaha kecil masih minim dan perlu ditingkatkan. e) Kata serapan Kredit, miliar, persen, bank, proyeksi f) Kata baku dan tidak baku Baku Tidak Baku miliar milliar persen prosen persentase prosentase kredit kridit matriks matrik grafik grapik deduktif deduktip induktif induktip informasi inpormasi teknik tehnik Latihan 3 1. Contoh simpulan deduktif Pilihan untuk meningkatkan kualitas manusia sudah sangat tepat. Ada tiga jalur strategi yang menjamin tercapainya peningkatan kualitas itu. Jalur pertama adalah perbaikan gizi. Jalur kedua peningkatan mutu pendidikan dalam arti luas. Jalur ketiga meningkatkan partisipasi penduduk dalam lapangan kerja. Ketiga jalur ini berpangkal pada keberhasilan pembangunan. Modul BHS.IND.MAD.01.1 27

2. Contoh simpulan induktif Pak Gunawan, guru bahasa Indonesia kelas 2 Akuntansi 1 sedang memeriksa tes menyimak. Setelah Pak Gunawan memeriksa ternyata Bambang, Andi, Anis, Siti, dan Yanto mendapat nilai 9, yang lain mendapat nilai 8 dan 7. Hanya Oneng yang mendapat nilai 6. Maka bisadikatakan bahwa siswa kelas 2 Ak 1 cukup pandai dalam bahasa Indonesia kompetensi menyimak. 3. Contoh kata-kata berimbuhan di- = dikenal ber- = bermutu peng- = pengelola ke-an = kecanggihan, kesehatan di-kan = direncanakan pe(r)-an = pelayanan, pertambahan Kunci Jawaban Uji Kemahiran 1. C 11. C 2. D 12. B 3. D 13. D 4. A 14. A 5. B 15. B 6. C 16. A 7. A 17. C 8. B 18. A 9. D 19. D 10. B 20. C Modul BHS.IND.MAD.01.1 28

DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.. 1987. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Kurikulum Bahasa Indonesia SMK 2004. Jakarta: Dikmenjur Harseno. Introspeksi. Republika, 3 Agustus 2005. Suparni, Dra. 2002. Materi Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMK. Bandung: Aditya. Tarigan, Henry Guntur, Prof. Dr. 1987. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Modul BHS.IND.MAD.01.1 29