PROSIDING ISBN :

dokumen-dokumen yang mirip
P 26 Interaksi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Matematika Topik Kaidah Pencacahan dengan Menggunakan Buku Ajar di Kelas XI IPA SMA Kolese De Britto

PROSIDING SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA 3 Desember 2011 FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta

Aturan Pencacahan MATERI MATEMATIKA SMA KELAS XI MIA PERMUTASI SAPTANA SURAHMAT. Penyusun : Sub-pokok Bahasan:

KOMBINATORIKA SEDERHANA

Tingkat-tingkat Berpikir Mahasiswa... (M. Andy Rudhito)

PROSIDING ISBN :

Bab 11 PELUANG. Contoh : 5! = = 120

EFEKTIFITAS PEMANFAATAN PROGRAM GEOGEBRA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM UPAYA MEMBANTU PEMAHAMAN MATERI TURUNAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP

PELUANG. Permutasi dengan beberapa elemen yang sama: Dari n obyek terdapat n

MAKALAH MATEMATIKA SEKOLAH 2 ATURAN PERKALIAN DAN PERMUTASI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

PROSIDING ISBN :

DESAIN LEMBAR KERJA SISWA DENGAN PEMANFAATAN PROGRAM GEOGEBRA MELALUI DEMONSTRASI PADA MATERI KESEBANGUNAN DI KELAS IX SMP NEGERI 2 JETIS BANTUL

LAMPIRAN B. B.3 Hasil Pengisian Lembar Penilaian LKS oleh Guru. B.4 Hasil Pengisian Lembar Penilaian RPP

PROSIDING ISBN :

PROSIDING ISBN :

I. Standar Kompetensi 1.1 Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah

PELUANG. Standar kompetensi : Menggunakan aturan statistika, kaidah, pencacahan, dan sifatsifat peluang dalam pemecahan masalah

BAB V BARISAN DAN DERET BILANGAN

BAHAN AJAR HARRY DWI PUTRA MATEMATIKA SMA KELAS XI SEMESTER 2

PROSIDING ISBN :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P ) Mata Pelajaran : Matematika Satuan Pendidikan : SMA Kelas/Semester : XI IPS/ 1 Alokasi waktu : 2 x 45 menit

Peluang Aturan Perkalian, Permutasi, dan Kombinasi dalam Pemecahan Masalah Ruang Sampel Suatu Percobaan Peluang Suatu Kejadian dan Penafsirannya

BAB 2 PELUANG RINGKASAN MATERI

BAB I PENDAHULUAN. penghapusan desentralisasi pendidikan oleh pemerintah. Pembaharuan sistem

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

PROGRAM TAHUNAN. Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas : XI (Sebelas) Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah Negeri Bayah Tahun Pelajaran : 2010 / 2011

SILABUS KEGIATAN PEMBELAJARAN. Membaca sajian data dalam bentuk diagram garis, dan diagram batang.

SILABUS. Nama Sekolah : SMA Negeri 78 Jakarta Mata Pelajaan : Matematika 1 Beban Belajar : 4 SKS. Materi Pembelajaran.

KOMBINATORIKA DAN PELUANG. Jika n adalah bilangan asli, maka n factorial, ditulis n! diartikan sebagai

PELUANG. n cara yang berbeda. Contoh 1: Ali mempunyai 2 celana dan 3 baju yang berbeda. Berapa stelan celana dan baju berbeda yang dipunyai Ali?

PENGARUH PROGRAM BRIDGING COURSE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII CERDAS SMP KANISIUS PAKEM

PELUANG. Standar kompetensi : Menggunakan aturan statistika, kaidah, pencacahan, dan sifatsifat peluang dalam pemecahan masalah

8/29/2014. Kode MK/ Nama MK. Matematika Diskrit 2 8/29/2014

Solusi dan Penyelesaian. Kombinatorik. (b)

B. Aturan Permutasi ATURAN PENCACAHAN 11/20/2015. B. Aturan Permutasi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RINTISAN SISTEM SKS SMA NEGERI 78 JAKARTA

SILABUS MATERI PEMBELAJARAN. Statistika: Diagram batang Diagram garis Diagram Lingkaran Tabel distribusi frekuensi Histogram dan Ogif

Riwa Giyantra *) Armis, Putri Yuanita **) Kampus UR Jl. Bina Widya Km. 12,5 Simpang Baru, Pekanbaru

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan di pendidikan formal mulai dari tingkat

PROSIDING ISBN :

09. Mata Pelajaran Matematika

DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR SISWA DAN PEMBELAJARAN REMEDIAL DALAM MATERI OPERASI PADA PECAHAN BENTUK ALJABAR DI KELAS VIII SMPN 2 JETIS BANTUL

MAKALAH PPM WORKSHOP PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA TOPIK ARITMETIKA BAGI GURU-GURU SMP DI YOGYAKARTA. Oleh : Nila Mareta Murdiyani, M.

LAMPIRAN A. A1. Analisis kurikulum. A2. Skenario (jalan cerita) A3. Flowchart (alur) Permainan Pekerja Aljabar

PROSIDING ISBN :

44. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA)

PROSIDING ISBN :

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

KISI-KISI PENULISAN SOAL UJIAN MADRASAH TAHUN PELAJARAN 2015/2016

SILABUS PEMBELAJARAN

Silabus. Indikator Teknik

ATURAN PENCACAHAN 7/8/2015. B. Aturan Permutasi. Soal 01W362. Nilai dari 5!. 2! Adalah A. 120 B. 200 C. 240 D. 280 E Soal 02W168.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggambarkan apa adanya tentang suatu variabel, gejala atau keadaan (Arikunto,

LEMBAR AKTIVITAS SISWA PELUANG

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT) Vol. 1 No. 3 ISSN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN. : Mahasiswa memiliki pengetahuan konseptual tentang silabus dan prosedur perkuliahan

PENGANTAR KOMBINATORIKA DAN TEORI GRAF

KOMBINATORIAL DALAM HUKUM PEWARISAN MENDEL

09. Mata Pelajaran Matematika

BAB III KOMBINATORIK

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SMA kelas XI. Pengembangan menggunakan model ADDIE (Analysis,

PERMUTASI & KOMBINASI

SILABUS. tentu. Menentukan integral tentu dengan menggunakan sifat-sifat integral. Menyelesaikan masalah

Silabus. Kegiatan Pembelajaran Instrumen

KAJIAN TEKS BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) GEOGRAFI KELAS XII SMA/MA PADA KOMPETENSI DASAR MENJELASKAN PEMANFAATAN CITRA PENGINDERAAN JAUH

PROBABILITY AND GENETIC EVENTS

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Program : XI (Sebelas) Semester : Ganjil

KISI-KISI PENULISAN SOAL TRY OUT UJIAN NASIONAL MATEMATIKA IPA SANGGAR 07 TAHUN 2014/2015

BAB III METODE PENELITIAN

22. MATEMATIKA SMA/MA (PROGRAM IPA)

Kata Kunci : Pendekatan Kontekstual, Jigsaw puzzle competition, Hasil Belajar Fisika I. PENDAHULUAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, data dan sumber data, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian,

A n a l i s i s K e s u l i t a n S i s w a S M A d a l a m Menyelesaikan Soal Cerita Matematika pada Pokok Bahasan Peluang

CONTOH BAHAN AJAR PENDEKATAN INDUKTIF-DEDUKTIF

STATISTIKA MATEMATIKA

TEKS UTAMA MATEMATIKA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RINTISAN SISTEM SKS SMA NEGERI 78 JAKARTA

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 4 ISSN X. Maspupah SDN Inpres 1 Birobuli, Sulawesi Tengah

Analisis Kombinatorial

KISI-KISI PENULISAN TRY OUT UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2010/2011

MODUL PELUANG MATEMATIKA SMA KELAS XI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. tindakan, observasi/pengamatan, dan refleksi. Hubungan keempat komponen. Bagan 2. Alur Pelaksanaan Tindakan Kelas

Soal UN 2009 Materi KISI UN 2010 Prediksi UN 2010

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD PADA SISWA KELAS IV SD INPRES 2 PARIGIMPUU

Transkripsi:

P 2 Alur Substansi Materi Pelajaran dalam Pembelajaran Matematika Topik Kaidah Pencacahan dengan Menggunakan Buku Ajar di Kelas XI IPA SMA Kolese De Britto Agata Susilo Ernawati Mahasiswa S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sanata Dharma Kampus III USD Paingan Maguwoharjo Yogyakarta a_3rn4@yahoo.co.id M. Andy Rudhito Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sanata Dharma Kampus III USD Paingan Maguwoharjo Yogyakarta email: arudhito@yahoo.co.id H.J. Sriyanto Guru Matematika SMA Kolese De Britto Jl. Laksda Adisucipto 161 Yogyakarta hj_sriyanto@yahoo.co.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alur substansi materi yang terjadi dalam proses pembelajaran matematika topik Kaidah Pencacahan dengan menggunakan buku ajar Matematika Kontekstual untuk SMA/MA Kelas XI Program Studi Ilmu Pengetahuan Alam di Kelas XI IPA 3 SMA Kolese De Britto Tahun Ajaran 2011/2012. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian dikumpulkan dengan cara observasi langsung dan observasi tidak langsung. Kegiatan analisis data dilakukan dalam tiga langkah, yaitu reduksi data, kategorisasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembelajaran di kelas XI IPA 3 SMA Kolese De Britto terjadi alur substansi sebagai berikut. Pertemuan I: pengertian peluang, definisi faktorial dan contoh menyelesaikannya, penjumlahan dan pengurangan faktorial, perkalian dan pembagian faktorial, menyederhanakan faktorial, menyatakan dalam bentuk faktorial. Pertemuan II: menyederhanakan faktorial, menyatakan dalam bentuk faktorial, menentukan nilai n dengan mencari faktor persamaan kuadrat yang diperoleh dari penyederhanaan faktorial, definisi faktorial, kaidah pencacahan, filling slot dan contohnya. Pertemuan III: latihan filling slot. Pertemuan IV: permutasi unsur berbeda dan contohnya, permutasi unsur sama dan contohnya, permutasi siklik dan contohnya, latihan soal permutasi. Pertemuan V: kombinasi, perbedaan dan hubungan kombinasi dan permutasi, soal kombinasi, penjabaran binom, segitiga pascal, binomial newton. Pertemuan VI: contoh binomial newton dan latihan soal dari faktorial sampai binomial newton. Kata kunci: Kaidah Pencacahan, Buku Ajar, Pembelajaran Matematika, Alur Substansi. A. Pendahuluan Buku ajar merupakan salah satu sarana pembelajaran yang sangat penting dan strategis untuk menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran siswa di sekolah dan di rumah. Dari buku pelajaran kita dapat memperoleh informasi dan pengetahuan.(wardani,2010). Dalam pembelajaran matematika di sekolah, dilakukan berbagai upaya agar siswa lebih mudah memahami matematika dan menghubungkan Makalah dipresentasikan dalam dengan tema Matematika dan Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran pada tanggal 3 Desember 2011 di Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY

matematika dengan sesuatu yang nyata sehingga siswa lebih mudah membayangkan dan memahami matematika. Salah satu upaya yang digunakan adalah menggunakan buku ajar matematika kontekstual (Sriyanto & Supatmono,2011). Buku ajar ini merupakan salah satu sarana pembelajaran yang dikembangkan oleh guru SMA Kolese De Britto untuk menunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran siswa. Dalam pembelajaran di kelas terjadi transfer materi dari guru yang mengajar, dari siswa yang menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari guru, dan dari buku ajar yang sudah dipelajari oleh siswa yang digunakan sebagai penunjung pembelajaran. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti alur substansi materi pelajaran yang terjadi dalam pembelajaran di kelas. Penelitian ini difokuskan pada bagaimana alur substansi materi yang terjadi dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan buku ajar Matematika Kontekstual untuk SMA/MA kelas XI Program Studi IPA di kelas XI IPA 3 SMA Kolese De Britto pada tahun ajaran 2011/2012. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alur materi yang terjadi dalam pembelajaran matematika menggunakan buku ajar Matematika Kontekstual untuk SMA/MA Kelas XI Program Studi Ilmu Pengetahuan Alam di kelas XI IPA 3 SMA Kolese De Britto. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi kepada pengajar dan peneliti sebagai calon pengajar saat melakukan pembelajaran di kelas menggunakan buku ajar agar tercipta kondisi belajar mengajar yang efektif dan semua materi dapat tersampaikan sepenuhnya kepada siswa. B. Metode penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan alur substansi materi yang terjadi dalam pembelajaran matematika di kelas tersebut baik materi yang berasal dari guru, materi dari siswa maupun materi buku ajar yang digunakan dalam pembelajaran dalam keadaan sebenarnya. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar, siswa di kelas XI IPA 3 SMA Kolese De Britto yang berjumlah 28 siswa, dan juga buku ajar yang digunakan dalam pembelajaean di kelas tersebut. Adapun gejala- Yogyakarta, 3 Desember 2011 MP 11

gejala yang akan diamati adalah alur substansi materi yang berasal dari materi yang guru berikan, dari siswa yang menanggapi pertanyaan-pertanyaan guru maupun dari buku ajar yang digunakan. Data penelitian diperoleh dengan cara observasi langsung dan observasi tidak langsung. Observasi langsung dilakukan dengan mengamati kegiatan yang terjadi selama pembelajaran di kelas. Sedangkan observasi tidak langsung dilakukan dengan mengamati hasil rekaman kegiatan pembelajaran yang telah direkam menggunakan alat perekam handy-cam secara menyeluruh. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama enam kali pertemuan, tiap pertemuan berlangsung maksimal 2 jam pelajaran (1JP=45menit). Materi pembelajaran yang diamati adalah Kaidah Pencacahan di kelas XI IPA 3 SMA Kolese De Britto. Kegiatan analisis data meliputi tiga langkah, yaitu reduksi data, kategori data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data adalah proses membandingkan bagian-bagian data untuk maenghasilkan topic-topik data. Reduksi data terdiri dari transkripsi dan penentuan data. Transkripsi adalah penyajian kembali sesuatu yang tampak dan terdengar dalam hasil rekaman video dalam bentuk narasi tertulis. Sedangkan penentuan topik-topik data adalah deskrispsi secara ringkas mengenai bagian data yang mengandung makna tertentu yang diteliti. Penetuan kategori data merupakan proses membandingkan topic-topik data satu sama lain untuk menghasilkan kategori-kategori data. Kategori data adalah gagasan abstrak yang mewakili makna tertentu yang terkandung dalam sekelompok topic data. Penarikan kesimpulan adalah proses mandiskripsikan fenomena yang diteliti dengan cara menemukan dan mensintesakan hubunganhubungan di antara kategori-kategori data. C. Hasil Penelitian dan Pembahasan Reduksi data Dalam bagian ini data dibandingkan untuk menghasilkan topic-topik data deskriptif alur substansi materi pelajaran pada pembelajaran matematika topik akidah pencacahan di kelas XI IPA 3 SMA Kolese De Britto. Alur substansi materi pelajaran merupakan urut-urutan isi materi yang muncul dalam proses pembelajaran yang berlangsung di kelas baik yang berasal dari guru, dari siswa Yogyakarta, 3 Desember 2011 MP 12

maupun dari buku ajar yang digunakan dalampembelajaran melalui pembahasan secara klasikal. Contoh topik data dapat dilihat pada Tabel 1 berikut. Tabel 1. Contoh Topik Data Alur Substansi Materi Pelajaran Pertemuan I No Topik Data Bagian Data 1. Memahami pengertian peluang dengan membuat kalimat-kalimat I.5-103 yang menggunakan istilah peluang. 2. Menarik kesimpulan dari kalimat-kalimat yang sudah di buat I.105-124 tentang pengertian peluang. 3. Memahami pengertian peluang dengan contoh sederhana. I.125-177 Mencari nilai peluang yang mungkin terjadi dari suatu contoh sederhana tersebut. 4. Menarik kesimpulan pengertian peluang dari contoh sederhana I.178-188 yang sudah dikerjakan. 5. Mempelajari definisi factorial. I.204-212 6. Contoh-contoh bilangan factorial yang masih sederhana. I.213-215 7. Mempelajari definisi factorial lebih terperinci, membuktikan I.216-221 definisi 1! dan 0! dan menyederhanakan factorial yang ada. 8. Soal penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian I.223-224 factorial. 9. Mengerjakan soal penjumlahan dan pengurangan dalam factorial. I.230-234 10. Mengerjakan soal perkalian dan pembagian dalam factorial. I.241-242 11. Menarik kesimpulan dari soal penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian factorial bahwa pada factorial tidak berlaku sifat komutatif. I.243-249 12. Contoh menyederhanakan bilangan factorial atau mengubah I.250-265 perkalian kedalam bentuk factorial. 13. Soal tentang penyederhanaan factorial dan mengerjakannya. I.266-283 14. Mencoba mengerjakan soal-soal yang ada di buku ajar. I.284-285 15. Menjelaskan kembali mengenai penyederhanaan factorial. I.286-308 16. Mengerjakan di papan tulis soal yang ada di buku ajar. I.326-329 17. Menjelaskan kembali tentang penyederhanaan factorial. I.330-345 18. Melanjutkan mengerjakan soal yang ada di buku. I.346-377 19. Mengecek pekerjaan yang ada di papan tulis tentang I.378-383 penyederhanaan. 20. Menyatakan dalam bentuk notasi factorial yang ada dalam soal di buku ajar. I.384-405 Yogyakarta, 3 Desember 2011 MP 13

Contoh topik yang ditampilkan adalah topik pada pertemuan pertama, sedangkan pembelajaran Topik Kaidah Pencacahan dilaksanakan dalam enam kali pertemuan. Untuk pertemuan kedua dan seterusnya secara umum topik alur substansi materi pelajaran hampir sama dengan topik pada pertemuan pertama diatas hanya saja materi yang disampaikan berbeda dan berkelanjutan. Kategorisasi Data Topik-topik data di atas dibandingkan untuk menghasilkan kategorikategori data alur substansi materi pelajaran dalam pembelajaran matematika topik Kaidah Pencacahan di kelas XI IPA 3 SMA Kolese De Britto, seperti disajikan dalam Tabel 2 berikut. Tabel 2. Kategori dan Subkategori Data Alur Substansi Materi Pelajaran No. Kategori dan Subkategori Topik Data 1. Pengertian peluang Menarik kesimpulan pengertian peluang dengan contoh sederhana. 2. Factorial a) Definisi factorial Mempelajari definisi faktorial b) Mencari nilai faktorial Contoh-contoh bilangan factorial yang masih sederhana. c) Membuktikan definisi factorial, yaitu 0! dan 1! d) Penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dalam faktorial Mempelajari definisi factorial lebih terperinci, membuktikan definisi 1! dan 0! Dan menyederhanakan factorial yang ada. Soal penjumlahan,pengurangan, perkalian, dan pembagian. Menarik kesimpulan dari soal tersebut bahwa pada factorial tidak berlaku sifat asosiatif. e) Menyederhanakan bentuk factorial Soal mengenai penyederhanaan factorial dan pengerjaannya. f) Mengubah bentuk ke dalam notasi factorial Menyatakan dalam bentuk notasi factorial yang ada dalam soal di buku ajar. g) Menentukan nilai n pada factorial dengan menggunakan persamaan kuadrat dan pemfaktorannya Jawaban no 3, soal disederhanakan didapat suatu persamaan kuadrat, dari persamaan kuadrat tersebut dicari pemfaktorannya sehingga diperoleh nilai n dalam faktorial. 3. Kaidah Pencacahan Kaidah pencacahan yang ada di buku halaman 56-58 4. Filling slot atau aturan pengisian tempat a) Soal perjalanan bus Penerapan filling slot untuk no 10 pada buku. b) Soal mengenai angka-angka yang sudah tersedia Aturan pengisian tempat yang mungkin terjadi dengan angka-angka yang sudah disediakan dan tidak boleh berulang pada soal no 11a. c) Soal laki-laki dan perempuan duduk Aturan pengisian tempat jika terdapat sejumlah lakilaki dan sejumlah perempuan yang akan duduk berselang-seling berselang-seling pada soal no 12 yang ada di buku. d) Soal mengenai pembangunan rumah Aturan pengisian tempat jika terdapat sejumlah rumah yang akan dibangun di seberang jalan pada soal no 13. Aturan pengisian tempat jika terdapat sejumlah pasangan suami istri yang akan duduk. e) Soal mengenai posisi duduk pasangan suami istri 5. Diagram pohon a) Membantu menyelesaikan filling slot Diagram pohon untuk menjelaskan aturan pengisian Yogyakarta, 3 Desember 2011 MP 14

b) Membantu menemukan pola aturan filling slot 6. Filling slot a) Aturan tempat duduk jika dua orang tidak mau duduk berdekatan b) Aturan tempat duduk jika dia orang duduk berdekatan c) Hubungan aturan tempat duduk jika dua orang tertentu tidak mau duduk berdekatan dengan jika dua orang tertentu harus duduk berdekatan. d) Kemungkinan soal yang dapat dikerjakan jika pilihan jawaban benar dan salah e) Kemungkinan soal yang dikerjakan dari 10 soal yang tersedia f) Hubungan kemungkinan soal yang dikerjakan dengan kombinasi g) Filling slot sebagai aturan dasar membilang tempat yang ada pada soal 11b. Diagram pohon membantu menemukan pola aturan pengisian tempat. Penjelasan no 14d, bahwa dua orang tertentu tidak mau berdekatan dicari dengan cara mengurangkan keseluruhan kemungkinan duduk 8 orang yang ada dengan banyak orang yang kira-kira tidak ingin berdekatan, banyak orang yang tidak ingin berdekatan di hitung secara manual. Penjelasan no 14d, bahwa dua orang tertentu tidak mau berdekatan dicari dengan cara mengurangkan keseluruhan kemungkinan duduk 8 orang yang ada dengan banyak orang yang kira-kira tidak ingin berdekatan, banyak orang yang tidak ingin berdekatan di hitung secara manual. Hubungan no 14e dengan 14d, bahwa dua orang yang tidak mau berdekatan dapat dicari dengan mengurangkan kemungkinan keseluruhan yang ada dengan kemungkinan dua orang yang harus selalu berdekatan. Penjelasan soal no 15, mengenai kemungkinan suatu soal yang dapat dikerjakan jika pilihan jawaban Benar dan Salah. Penjelasan no 16, mengenai kemungkinan soal yang dikerjakan dari 10 soal yang tersedia dengan ketentuan 2 soal dari 5 soal pertama dan 3 soal dari 5 soal terakhir. Hubungan no 16 dengan kombinasi. Penggunaan filling slot sebagai aturan dasar membilang, yang bisa digunakan untuk permutasi maupun kombinasi. 7. Permutasi a) Permutasi dengan unsur berbeda Permutasi yang ada di buku dan contoh permutasi yang ada di buku, mengenai pemilihan ketua dan sekretaris dari 3 orang yang sudah tersedia, cara menyusun kemungkinan yang ada dengan diagram pohon. b) Perbedaan permutasi dengan kombinasi Perbedaan permutasi dengan kombinasi dari contoh kemungkinan susunan ketua sekretaris dengan contoh soal no 16. c) Permutasi yang mengandung unsur yang sama. Contoh permutasi yang mengandung unsure yang sama, menentukan banyak susunan yang terjadi dengan diagram pohon. d) Permutasi siklik Menyimpulkan banyaknya kemungkinan dari contoh tiga orang duduk melingkar ke rumus permutasi siklik. e) Permutasi berulang Contoh permutasi berulang, tentang banyaknya pilihan jawaban yang tersedia. 8. Kombinasi a) Notasi dan definisi kombinasi Menyatakan notasi dan definisi kombinasi. b) Contoh kombinasi jika n dan r sudah Contoh kombinasi dan penjelasan kombinasi. diketahui c) Banyak cara berjabat tangan Menentukan banyak cara orang berjabat tangan mengunakan kombinasi pada contoh 19 yang ada di buku. d) Pengambilan bola Penerapan kombinasi untuk menentukan banyak cara mengambil bola pada contoh 22. Yogyakarta, 3 Desember 2011 MP 15

e) Latihan soal kombinasi Penerapan kombinasi pada soal no 3,4 dan 5 pada buku. f) Perkalian kombinasi Penerapan perkalian kombinasi dalam menentukan banyak cara mengambil bola pada contoh 22a. g) Perbedaan kombinasi dan permutasi Perbedaan kombinasi dan permutasi. h) Hubungan kombinasi dan permutasi Menghubungkan kombinasi dengan permutasi dalam definisi kombinasi. 9. Binomial newton a) Penjabaran binom Penjabaran binom pangkat 1, pangkat 2, pangkat 3 b) Segitiga pascal Koefisien- koefisien pada penjabaran binom di susun dalam segitiga pascal. c) Hubungan segitiga pascal dengan Hubungan koefisien-koefisien dalam segitiga pascal kombinasi pada baris pertama dengan kombinasi. d) Penjabaran binom dengan menggunakan Mengganti koefisien-koefisen pada penjabaran binom kombinasi berpangkat 1 dengan kombinasi yang nilainya sama dengan koefisien-koefisien pada penjabaran binom berpangkat 1. e) Notasi binomial newton Penjabaran binom berpangkat n diubah kedalam bentuk notasi sekma, yaitu rumus umum dari binomial newton. f) Hubungan binomial newton dengan Menghubungkan kembali rumus binomial newton penjabaran binom dengan penjabaran binom berpangkat. g) Menjabarkan binomial newton Menguraikan suatu binom berpangkat dengan binomial newton yang ada dalam contoh di buku halaman 70. h) Koefisien suku pada penjabaran binomial Koefisien suku pada pada penjabaran binom newton berpangkat yang ada dalam contoh 22 di buku. i) Menyederhanakan pangkat pada binomial Menyederhanakan pangkat pada binomial newton. newton j) Nilai k dalam binomial newton untuk menentukan suku ke- dalam binomial newton Koefisien salah satu unsur dalam penjabaran binomial newton, dengan cara mencari nilai k yang sesuai dan menerapkannya ke dalam rumus umum binomial newton. k) Suku pada binomial newton Suku keempat dalam penjabaran binomial newton dihubungkan dengan notasi binomial newton. Yaitu dengan mencari nilai k untuk suku keempat. 10. Sifat perkalian pada bilangan berpangkat Menghubungkan sifat perkalian bilangan berpangkat dengan bilangan pokok yang sama ke rumus umum binomial newton untuk mencari koefisien suku pada penjabaran binomial newton. 11. Permutasi a) Penggunaan permutasi dalam soal yang ada di buku Permutasi,kombinasi dan filling slot pada latihan 4 yang ada di buku. b) Definisi permutasi Mengingat kembali definisi permutasi, agar siswa mau menjabarkan definisi permutasi apabila menemukan soal yang berhubungan dengan permutasi. 12. Kombinasi a) Penggunaan kombinasi dalam soal yang ada di buku Kombinasi pada soal no 7 yang ada di buku. b) Definisi kombinasi Mengingat kembali definisi kombinai, agar siswa mau menjabarkan definisi kombinasi apabila menemukan soal yang berhubungan dengan kombinasi. 13. Factorial a) Menyatakan dalam bentuk notasi faktorial Soal no 1. Menyatakan dalam bentuk notasi factorial. b) Pembultian persamaan faktorial Soal no 7. Pembuktian dalam persamaan factorial. c) Perkalian faktorial Perkalian factorial pada soal no 3. Yogyakarta, 3 Desember 2011 MP 16

Penarikan Kesimpulan Kategori-kategori data ditemukan hubungan-hubungannya. Kesimpulan dapat disampaikan dalam bentuk diagram pohon pada diagram 1 berikut. Diagram 1. Kategori Alur Substansi Materi Pelajaran Peluang Faktorial Kaidah Pencacahan (i)definisi factorial, (ii)mencari nilai factorial, (iii)membuktikan definisi factorial,yaitu 0! dan 1!, (iv)penjumlahan,pengurangan,perkalian dan pembagian dalam factorial, (v)menyederhanakan bentuk factorial, (vi)mengubah bentuk ke dalam notasi factorial, (vii)menentukan nilai n pada factorial. Filling slot Diagram pohon Filling slot Permutasi Kombinasi Binomial Newton Sifat perkalian pada bilangan berpangkat (i)soal perjalanan bus,(ii) Soal mengenai angka-angka yang sudah tersedia, (iii)soal laki-laki dan perempuan duduk berselang-seling,(iv) Soal mengenai pembangunan rumah,(v) Soal mengenai posisi duduk pasangan suami istri a. Membantu menyelesaikan filling slot b. Membantu menemukan pola filling slot (i)aturan tempat duduk jika dua orang tidak mau berdekatan,(ii) Aturan tempat duduk jika dua orang duduk berdekatan,(iii) Hubungan aturan tempat duduk jika dua orang tidak mau berdekatan dengan jika dua orang duduk berdekatan,(iv) Kemungkinan soal yang dapat dikerjakan jika pilihan jawaban benat dan salah,(v) Kemungkinan soal yang dikerjakan dari 10 soal yang tersedia(vi), Hubungan kemungkinan soal yang dikerjakan dengan kombinasi, (vii)filling slot sebagai t d bil (i)permutasi dengan unsur berbeda.(ii)perbedaan permutasi dengan kombinasi,(iii)permutasi dengan unsur yang sama, (iv)permutasi siklik (v)permutasi berulang (i)notasi dan definisi kombinasi, (ii) contoh kombinasi jika n dan r sudah diketahui, (iii)banyak cara berjabat tangan, (iv) pengambilan bola, (v)latihan kombinasi, (vi)perkalian kombinasi, (vii)perbedaan kombinasi dan permutasi, (viii)hubungan kombinasi dan permutasi (i)penjabaran binom, (ii) segitiga pascal, (iii)hubungan segitiga pascal dengan kombinasi, (iv)penjabaran binom dengan kombinasi, (v)notasi binomial newton, (vi)hubungan binomial newton dengan penjabaran binom, (vii)menjabarkan binomial newton, (viii)koefisien suku pada penjabaran binomial newton, (ix) menyederhanakan pangkat binomiakl newton,(x)nilai k pada binomial newton (xi)suku padabinomial newton Permutasi (i)penggunaan permutasi dalam soal yang ada di buku, (ii) definisi permutasi Kombinasi (i)penggunaan kombinasi dalam soal yang ada di buku, (ii) definisi kombinasi Faktorial (i)menyatakan dalam bentuk notasi factorial, (ii)pembuktian persamaan factorial, (iii)perkalian factorial. Yogyakarta, 3 Desember 2011 MP 17

PEMBAHASAN Dalam buku Matematika Erlangga (Wirodrikomo,2007) alur yang terjadi dalam Topik Kaidah Pencacahan adalah sebagai berikut. Kaidah pencacahan terdiri dari tiga metode, yaitu: aturan perkalian, permutasi dan kombinasi. Aturan perkalian itu sendiri ada tiga metode yang dapat digunakan dalam mendaftar kemungkinan yang terjadi, yaitu diagram pohon, tabel silang, dan pasangan terurut. Sebelum memasuki materi permutasi, ditampilkan pula factorial dari bilangan asli, kemudian masuk ke dalam permutasi dari unsurunsur yang berbeda, permutasi yang memuat beberapa unsur yang sama, permutasi siklis, dan permutasi berulang. Setelah itu baru dipelajari kombinasi dan materi pengayaan penerapan aturan kombinasi dalam penjabaran binom newton. Dalam pembelajaran Topik Kaidah Pencacahan dengan menggunakan buku ajar Matematika Kontekstual untuk SMA/MA Program Studi IPA di kelas XI IPA 3 SMA Kolese De Britto alur materi pelajaran yang terjadi secara umum sama dengan yang ada di buku Erlangga hanya saja untuk aturan perkalian guru menggunakan istilah yang ada dalam buku ajar yang digunakan yaitu filling slot. Dalam pembelajaran di kelas terkadang guru mengulang kembali materi yang sudah di jelaskan guna mengingatkan siswa akan materi tersebut. Guru tidak hanya mengulang materi dalam kaidah pencacahan saja akan tetapi juga ada materi persamaan kuadrat dan pemfaktorannya untuk mencari nilai n pada factorial, dan juga mengulas kembali salah satu sifat pada bilangan berpangkat untuk memecahkan masalah dalam binomial newton. D. Simpulan dan Saran Penelitian ini menghasilkan deskriptif mengenai alur substansi materi pelajaran dalam pembelajaran matematika menggunakan buku ajar Matematika Kontekstual untuk SMA/MA Kelas XI Program Studi IPA. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan alur substansi materi pelajaran yang terjadi sebagai berikut. Pertemuan I: pengertian peluang, definisi faktorial dan contoh menyelesaikannya, penjumlahan dan pengurangan faktorial, perkalian dan pembagian faktorial, menyederhanakan faktorial, menyatakan dalam bentuk Yogyakarta, 3 Desember 2011 MP 18

faktorial. Pertemuan II: menyederhanakan faktorial, menyatakan dalam bentuk faktorial, menentukan nilai n dengan mencari faktor persamaan kuadrat yang diperoleh dari penyederhanaan faktorial, definisi faktorial, kaidah pencacahan, filling slot dan contohnya. Pertemuan III: latihan filling slot. Pertemuan IV: permutasi unsur berbeda dan contohnya, permutasi unsur sama dan contohnya, permutasi siklik dan contohnya, latihan soal permutasi. Pertemuan V: kombinasi, perbedaan dan hubungan kombinasi dan permutasi, soal kombinasi, penjabaran binom, segitiga pascal, binomial newton. Pertemuan VI: contoh binomial newton dan latihan soal dari faktorial sampai binomial newton. Untuk penelitian dan implementasi lebih lanjut di masa yang akan dating, diberikan saran sebagai berikut, pengambilan data pada saat pembelajaran topik kaidah pencacahan hanya menggunakan satu alat perekam sehingga ada tulisan yang tidak begitu jelas dan juga percakapan pada saat pembelajaran tidak begitu jelas karena keterbatasan alat. Sehingga untuk penelitian yang akan dating lebih baik peneliti menggunakan alat perekam tidak hanya satu alat saja. E. Daftar Pustaka Sanjaya,Wina. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran :Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta : Kencana. Sriyanto & Supatmono,Catur. 2011. Matematika Kontekstual untuk SMA/MA Kelas XI Prodi IPA. Klaten : Intan Pariwara. Wardani,Wahyu. 2010. Analisis Teks Buku Sekolah Elektronik (BSE) IPS Terpadu Kelas VII SMP/MTS terbitan DEPDIKNAS pada Kompetensi Dasar Mendiskripsikan Gejala Atmosfer dan Hidrosfer serta Pengaruhnya bagi Kehidupan. Malang : Universitas Negeri Malang. Wirodikromo,Sartono. 2007. Matematika untuk SMA Kelas XI semester 1. Jakarta:Erlangga. Yogyakarta, 3 Desember 2011 MP 19