PROSIDING ISBN :
|
|
|
- Ivan Makmur
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 P - 55 PEMANFAATAN PROGRAM CABRI 3D DALAM UPAYA MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS 5 SD NEGERI BANYUURIP PURWOREJO PADA POKOK BAHASAN VOLUME KUBUS DAN BALOK Leo Agung Noviar Kidung Adi 1, M. Andy Rudhito 2 1 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sanata Dharma, 2 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sanata Dharma 1 [email protected], 2 [email protected] Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Program Cabri 3D kaitannya dalam mengatasi kesulitan-kesulitan belajar pada siswa yang muncul terkhusus pada saat mempelajari pokok bahasan volume kubus dan balok. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Banyuurip Purworejo. Subyek penelitian adalah siswa kelas V. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif-deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, hasil pekerjaan siswa, serta angket. Dalam penelitian ini peneliti melakukan pembelajaran penuh pada pokok bahasan volume kubus dan balok serta untuk mengetahui kesulitan belajar siswa pada pokok bahasan tersebut peneliti tidak menggunakan test diagnostik melainkan melihat dari interaksi pembelajaran dan hasil pekerjaan siswa. Angket juga digunakan untuk mendukung dalam mengetahui kesulitan belajar siswa. Selanjutnya dilakukan model pembelajaran dengan menggunakan Program Cabri 3D sebagai upaya mengatasi kesulitan belajar tersebut. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir keseluruhan siswa mengalami kesulitan dalam pokok bahasan volume kubus dan balok terutama dalam memahami bagian-bagian kubus dan balok (ditinjau dari interaksi pembelajaran dan hasil pekerjaan siswa) sehingga timbul kesulitan lain seperti, persepsi sisi dan rusuk serta bidang alas. Berdasarkan hasil pembelajaran dengan menggunakan Program Cabri 3D dapat disimpulkan bahwa siswa cukup terbantu dalam mengatasi kesulitan belajar terkait dengan pokok bahasan volume kubus dan balok. Kata-kata kunci: Volume Kubus dan Balok, Kesulitan Belajar, Cabri 3D PENDAHULUAN Berbagai macam kesulitan belajar pada siswa dapat dilihat dari beberapa pandangan. Hasil pekerjaan siswa, dan interaksi pada saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dapat menjadi salah satu cara dalam mengetahui kesulitan belajar yang dialami siswa pada mata pelajaran tertentu. Tidak dipuungkiri juga bahwa tingkat pemahaman antara siswa satu dengan lainnya berbeda. Oleh karena itu, peran guru dalam memberikan pengajaran yang dapat diterima dengan jelas oleh siswa sangatlah penting. Hal tersebut sering dijumpai dalam pelajaran matematika ang dimana matematika seringkali Makalah dipresentasikan dalam Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika dengan tema Kontribusi Pendidikan Matematika dan Matematika dalam Membangun Karakter Guru dan Siswa" pada tanggal 10 November 2012 di Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY
2 dipandang sebagai momok bagi sebagian orang. Penyampaian materi oleh guru menjadi peran penting dalam mempelajari matematika karena menurut Bruner dalam Hidayat (2004: 8) menegaskan bahwa pengetahuan perlu dipelajari dalam tahap-tahap tertentu agar pengetahuan tersebut dapat diinternalisasi dalam piikiran manusia yang mempelajarinya yang dimana tahapan tersebut meliput enaktif, ikonik, dan simbolik. Tahapan tersebut juga menjadi salah satu cara dalam mengatasi kesulitan belajar siswa terkhusus dalam mengkonstruksi pengetahuan agar dapat diterima dengan baik oleh siswa. Perkembangan teknologi dan komunikasi saat ini turut memberikan dampak positif juga dalam bidang kependidikan. Sekarang ini banyak pula sekolah memanfaatkan teknologi, seperti komputer maupun internet untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Hal ini dimaksudkan agar dapat menciptakan metode-metode pembelajaran dengan media yang inovatif dan kreatif atau dengan kata lain metode pembelajaran mulai beralih dari metode pembelajaran lama (konvensional). Dalam pembelajaran matematika media pembelajaran yang dimaksudkan, misalnya : Penggunaan program Cabri 3D, GeoGebra, Maple, Wingeom, Win Plot, dan sebagainya, tergantung pada sasaran yang akan capai. Dalam penelitian ini peneliti mencoba mengangkat permasalahan yang timbul dari kesulitan belajar siswa yakni siswa kelas V SD Negeri Banyuurip Purworejo terkhusus pada pokok bahasan volume kubus dan balok serta melihat bagaimana peran media pembelajaran Program Cabri 3D dalam upaya mengatasi kesulitan belajar siswa tersebut. Program Cabri 3D itu sendiri dipilih karena program ini dapat menyajikan gambaran, bagian-bagian kubus dan balok secara menyeluruh sehingga membantu siswa dalam memahami hal-hal yang berkaitan dengan kubus dan balok. Selanjutnya, dengan program ini harapannya proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan timbul motivasi belajar yang lebih sehingga pada akhirnya dapat menepis pandangan bahwa matematika merupakan pelajaran yang membosankan bahkan menjadi momok bagi sebagian orang. METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini memuat deskripsi tentang pemanfaatan Program Cabri 3D dalam upaya mengatasi Yogyakarta, 10 November 2012 MP-528
3 kesulitan belajar siswa kelas V SD Negeri Banyuurip Purworejo pada pokok bahasan volume kubus dan balok. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Banyuurip Purworejo dengan jumlah siswa 8 orang. Penelitian ini sendiri dilakukan sebanyak kurang lebih tujuh kali pertemuan. Data penelitian diperoleh peneliti dari pretes, proses pembelajaran dalam kelas, hasil pekerjaan siswa (postes), dan angket pembelajaran. Dalam hal ini peneliti melakukan pengajaran di kelas pada pokok bahasan volume kubus dan balok. Dalam proses belajar mengajar tersebut dilihat dimana saja letak kesulitan belajar pada pokok bahasan volume kubus dan balok. Pretes diberikan untuk mengetahui pemahaman awal tentang bangun ruang kubus dan balok dengan asumsi siswa sudah mempelajari kubus dan balok di kelas IV. Sedangkan Postes dilakukan setelah didapat kesulitan belajar dan dilakukan pembelajaran menggunakan Program Cabri 3D. Dalam penelitian ini postes dan angket digunakan untuk melihat bagaimana peran Program Cabri 3D dalam mengatasi kesulitan belajar siswa pada pokok bahasan volume kubus dan balok. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini akan dijelaskan hasil penelitian yang sudah dilakukan berupa hasil pretes, proses pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan Program Cabri 3D, hasil pekerjaan siswa (postes) dan juga dari hasil angket yang telah diisi oleh siswa. Pemanfaatan media Program Cabri 3D dilakukan setelah didapat kesulitan pada siswa dalam mempelajari pokok bahasan volume kubus dan balok. Sebelumnya perlu diketahui dahulu tentang rincian pelaksanaan penelitian kali ini. Rinciannya sebagai berikut : Tabel. 1 Rincian Kegiatan Penelitian No Hari Tanggal Agenda Kegiatan Jumlah Siswa 1 Sabtu 2 Kamis 3 Jumat 15 September September September 2012 Proses pembelajaran dengan agenda melihat pemahaman awal sebelum masuk pokok bahasan volume kubus dan balok (pretes) Proses pembelajaran dengan agenda melihat pemahaman awal sebelum masuk pokok bahasan volume kubus dan balok (pretes) Penyampaian materi dan melihat kesulitan belajar siswa dari interaksi siswa pada pokok bahasan volume kubus dan balok 7 6, pretes (8 siswa) 8 Yogyakarta, 10 November 2012 MP-529
4 PROSIDING ISBN : Sabtu 5 Kamis 22 September September 2012 Latihan soal dan melihat kesulitan belajar siswa. Pemberian angket, mengulas materi dengan menggunakan Program Cabri 3D, pemberian angket. Wawancara dengan siswa mengenai kesulitan belajar dan tanggapan tentang penggunaan Program Cabri 3D. 8 7 Pada penelitian ini peneliti mendapat jam pembelajaran jam pertama dan kedua dengan durasi 35 menit per jam pelajarannya atau 1 jam 10 menit tiap pertemuannya. Dalam pelaksanaanya kadang jadwal berubah-ubah dari yang awalnya jadwal matematika hari Rabu, Kamis, Jumat, menjadi terkadang hari Sabtu, atau Selasa. Untuk pertemuan pertama dan kedua, Peneliti memberikan pretes untuk melihat pemahaman awal siswa sebelum memasuki pokok bahasan volume kubus dan balok. Pretes berisi soal mengenai bangun datar (luas, keliling persegi dan persegi panjang) dan bagian-bagian kubus dan balok. No. Siswa Keliling Luas Perseegi dan Persegi Panjang 1. AD 2. HE 3. IR Benar 4. IN Benar 5. IT Benar 6. NO Benar 7. RE Benar 8. SH - Tabel. 2 Hasil Pretes Siswa Keterangan Jawaban Siswa Bagian-bagian Kubus dan Balok Gambar 1. Hasil Pekerjaan Siswa tentang Keliling dan Luas Bangun Datar Yogyakarta, 10 November 20122
5 PROSIDING ISBN : Gambar 2. Hasil Pekerjaan Siswa tentang Bagian-Bagian Kubus dan Balok Dari data diatas peneliti mendapati kesulitan belajar siswa tentang bangun datar, dan bagian-bagian kubus balok. Peneliti juga melihat kesulitan tersebut dari interaksi pembelajaran, contohnya siswa diminta menyebutkan macam-macam bangun datar tetapi beberapa dari mereka menyebutkan bangun ruang, ada siswa yang awalnyaa tidak bisa membedakan kubus dengan balok, ada pula yang tidak bisa menyebutkan bagian-bagian bangun ruang kubus dan balok. Pada gambar 2. tampak salah satu hasil pekerjaan siswa yang diduga siswa hafal tentang sifat kubus dan balok tetapi dalam interaksi di kelas siswa tersebut tidak dapat menjawab pertanyaan dari guru (peneliti). Untuk melihat kesulitan apa-apa saja yang dijumpai siswa terlebih pada pokok bahasan volume kubus dan balok peneliti tidak lupa menggunakan angket pembelajaran. Dari angket pembelajaran dan wawancaraa banyak juga ditemukan kesulitan belajar lain, misalnya siswa mengalami kesulitan dalam menggambar, menghitung, memvisualisasikan bentuk bangun ruang kubus dan balok pada soal cerita, membayangkan bidang alas dan sisi-sisi lainnya pada kubus atau balok. Peneliti bersama siswa juga membahas kembali sambil mengingat-ingat materi tentang bangun datar. Pada pertemuan ketiga peneliti mulai menyesuaikan dengan yang biasanya guru lakukan di kelas. Peneliti menyampaikan materi pembelajaran volume kubus dan balok dengan sumber belajar berupa LKS NEW PAKEM atas saran dari guru kelas V Yogyakarta, 10 November 20122
6 PROSIDING ISBN : tersebut. Tahap ini dijadikan sebagai observasi langsung untuk melihat suasana kegiatan pembelajaran di kelas V ini dan dapat dicatat point-point penting yang terjadi di kelas. Pada pertemuan keempat peneiliti memberikan latihan soal diawal pembelajaran. Dalam proses pengerjaan terkadang siswa bertanya pada guru dan tidak jarang guru disuruh untuk mengutarakan jawabannya tetapi pada kesempatan ini guruu (peneliti) mengutarakan hal penting yaitu dimana siswa diminta berusaha semaksimal mungkin terlebih dahulu. Siswa diminta jangan takut untuk membuat kesalahan karena untuk selanjutnya dari kesalahan tersebut guru (peneliti) dapat membantu dalam mencari solusi agar siswa dapat memperbaikii kesalahannya. Gambar 3. Hasil Pekerjaan Siswa terkait Materi Volume Kubus dan Balok Berikutnya siswa diminta mengisi angket berkaitan dengan pembelajaran pada pokok bahasan volume kubus dan balok. Kemudian peneliti memperkenalkan Program Cabri 3D yang selanjutnya siswa diminta meminta siswa memperhatikan tentang apa saja yang akan dilakukan peneliti dengan media tersebut. Peneliti menggunakan media program Cabri 3D dalam pembelajaran untuk menegaskan kembali terkait dengan kesulitan yang dihadapi siswa. Disini peneliti memperlihatkan contoh bangunn kubus dan balok dan bersama siswa berdiskusi tentang bangun ruang tersebut. Kemudian peneliti memperlihatkan bagian-bagiann bangun ruang kubus dan balok sambil merotasi tampilan agar siswa dapat melihat bangun ruang tersebut secara utuh. Seperti yang disasar sebelumnya oleh peneliti bahwa Program Cabri 3D ini bertujuan untuk memberikan konsep keruangan yang cukup sehingga diharapkan dapat membantu yang mengalami kesulitan mengasbtraksi bangun ruang kubus balok, memahami bagian-bagian kubus Yogyakarta, 10 November 20122
7 balok dari berbagai posisi dan mendetail. Siswa juga diminta mengerjakan soal yang diberikan peneliti dengan maksud agar peneliti bisa melihat apakah dengan memanfaatkan Program Cabri 3D ini dapat mengatasi kesulitan yang dialami siswa terkhusus pada pokok bahasan volume kubus dan balok. Kegiatan selanjutnya siswa diminta mengisi angket berkaitan dengan pemanfaatan media dalam menjelaskan materi volume kubus dan balok yang beberapa saat lalu diberikan. Hasil dari pembelajaran ini juga tampak memiliki manfaat terkait dengan pemahaman siswa tentang bangun ruang kubus. Hal tersebut terlihat pada hasil wawancara dan respon siswa pada hasil angket pemanfaatan media Program Cabri 3D. Tabel. 3 Respon Siswa tentang Pemanfaatan Program Cabri 3D No. Siswa Respon/Komentar 1. AD Tambah tahu tentang rumus kubus dan balok 2. HE Mudah dan gampang 3. IR Cepat mengerti dan terbantu dalam membayangkan 4. IN Lumayan mudah dan lebih bisa membayangkan 5. IT Sangat terbantu, ada keterangan dan gambar sehingga cepat paham 6. NO Cepat paham dan terbantu dalam volume kubus dan balok 7. RE Menyenangkan dan mudah mengerti bagian-bagian kubus dan balok 8. SH Menyenangkan dan mudah mengerti bagian-bagian kubus dan balok Dari hasil interaksi dalam proses pembelajaran dengan Program Cabri 3D dan hasil belajar, proses interaksi lebih menunjukkan perkembangan yang positif yaitu dimana terlihat sebagian siswa mampu menjawab beberapa pertanyaan lisan dari peneliti berkaitan dengan panjang, lebar, dan tinggi pada balok; pemahaman alas sudut pandang yang berbeda-bedada; peneliti juga mencoba membenarkan pemahaman siswa tentang rumus volume kubus (sisi sisi sisi) dengan penjelasan yang dimaksud dengan sisi pada bangun ruang berbeda disbanding pada saat kita belajar bagian-bagian bangun datar. Dalam tanya jawab tersebut siswa terlihat dapat memahami tetapi pada hasil pengerjaan soal yang diberikan siswa kembali menerapkan rumus volume kubus sisi sisi sisi. Pada pertemuan kelima peneliti mengingatkan kembali sedikit tentang materi volume kubus dan balok terutama tentang rumus volume kubus dan balok. Beberapa dari mereka juga menyatakan bahwa mereka masih salah dalam menjawab soal yang diberikan. Selanjutnya guru (peneliti) memberikan soal volume kubus dan balok dengan versi yang berbeda. Dalam pengerjaan soal ini, banyak kemajuan yang terjadi. Kebanyakan dari mereka sudah benar dalam mengerjakan soal, terutama berkaitan dengan menggambar dan menyelesaikan soal dalam bentuk soal cerita yang dimana Yogyakarta, 10 November 2012 MP-533
8 PROSIDING ISBN : sebelumnya siswa mengalami kesulitan dalam mendeskripsikan soal ke dalam bentuk gambar. Gambar 4. Hasil Pekerjaan Siswa terkait Materi Volume Kubus dan Balok Yogyakarta, 10 November 20122
9 Setelah pengerjaan soal tersebut guru (peneliti) mengadakan wawancara dengan siswa kelas 5 secara bergantian. Dalam proses wawancara peneliti mengalami kesulitan karena siswa pada malu untuk diberi pertanyaan. Disini peneliti menjelaskan juga bahwa wawancara disini bukan untuk menguji siswa tentang materi yang pertemuan lalu diajarkan melainkan untuk sekedar mengetahui beberapa hal yang dirasakan siswa dalam proses pembelajaran terkait materi volume kubus dan balok. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh serta analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Dari hasil interaksi pembelajaran, angket, hasil belajar, dan wawancara di kelas menunjukkan bahwa beberapa siswa mengalami kesulitan dalam memahami bentuk bangun ruang kubus dan balok, kesulitan dalam menunjukkan bagian-bagian bangun ruang kubus dan balok, kesulitan dalam menggambar, memvisualisasikan bangun ruang kubus dan balok pada soal cerita, menghitung, memahami soal cerita, memahami bidang sisi alas pada kubus atau balok. 2. Dari hasil pekerjaan siswa, angket, dan wawancara siswa menunjukkan bahwa program Cabri 3D membantu siswa dalam memvisualisasi bangun ruang kubus dan balok secara mendetail (termasuk dalam menunjukkan bagian-bagian bangun ruang kubus dan balok hingga penamaan bangun), membantu memvisualisasi bidang sisi alas kaitannya dengan sisi-sisi lain pada bangun ruang kubus dan balok yang selanjutnya siswa dapat mencermati dengan seksama. Untuk selanjutnya, penggunaan media pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti juga memiliki dampak yang positif, antara lain : 1. Minat belajar siswa menjadi meningkat dibanding saat peneliti memberikan materi menggunakan model pembelajaran konvensional 2. Siswa menjadi lebih perhatian terhadap materi yang diberikan sehingga kelas menjadi lebih tenang dari sebelumnya yang dimana sebagian siswa sering berlarian di kelas saat KBM Yogyakarta, 10 November 2012 MP-535
10 3. Hampir semua dari siswa juga tumbuh kebiasaan untuk menggambar dalam membantu memecahkan masalah dalam bentuk soal cerita yang selanjutnya memperlakukannya seolah dengan menggunakan media Program Cabri 3D. 2. Saran 1. Bagi pihak sekolah Pihak sekolah sebaiknya lebih memperhatikan prasarana kegiatan belajar mengajar seperti perangkat media pembelajaran, alat peraga, perlengkapan menggambar papan tulis (penggaris, busur, dan penggaris segitiga) karena mengingat tidak/kurang tersedianya perlengkapan tersebut. 2. Bagi guru kelas Guru sebaiknya berusaha untuk memberikan materi ajar dengan model pembelajaran dengan variasi yang berbeda karena hal ini dapat menumbuhkan motivasi tersendiri bagi. Dengan guru menerapkan model pembelajaran yang bervariasi, diharapkan siswa menjadi lebih aktif dalam menanggapi materi yang diberikan. 3. Bagi mahasiswa calon guru Mahasiswa calon guru sebaiknya selalu membekali diri baik dengan ilmu mata pelajaran maupun hal yang berkaitan dengan strategi dalam mengajar. Hal ini dirasa penting karena untuk era saat ini selain perkembangan jaman yang pesat, siswa saat ini juga lebih kritis dalam menanggapi suatu informasi baik yang didapat di kelas maupun di luar kelas. DAFTAR PUSTAKA Accacina, G dan Rogora, E Using Cabri 3D Diagrams For Teaching Geomerty. International Journal for Technology in Mathematics Educations, Vol. 13 (1) Depdiknas Tes Diagnostik. Jakarta : Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama. Moleong, Lexy J Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Yogyakarta, 10 November 2012 MP-536
PROSIDING ISBN :
P - 56 ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS VIII I SMP N 1 KARANGANYAR DALAM MENGERJAKAN SOAL PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG SISI DATAR SERTA UPAYA REMEDIASINYA DENGAN MEDIA BANTU PROGRAM CABRI 3D Leonardo
PROSIDING ISBN :
P - 103 PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN GEOGEBRA TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI GRAFIK FUNGSI KUADRAT DI KELAS X SMA NEGERI 2 YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Yulia Tri Widyaningrum
PENGARUH PENGGUNAAN PROGRAM CABRI 3D TERHADAP PEMAHAMAN SISWA DALAM MENENTUKAN JARAK TITIK KE GARIS PADA RUANG UNTUK SISWA KELAS X SMA
PENGARUH PENGGUNAAN PROGRAM CABRI 3D TERHADAP PEMAHAMAN SISWA DALAM MENENTUKAN JARAK TITIK KE GARIS PADA RUANG UNTUK SISWA KELAS X SMA Fransisca Romana Andriyati 1, M. Andy Rudhito 2 1 Mahasiswa Program
PEMANFAATAN PROGRAM GEOGEBRA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PADA POKOK BAHASAN SEGITIGA DITINJAU DARI HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII
PEMANFAATAN PROGRAM GEOGEBRA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PADA POKOK BAHASAN SEGITIGA DITINJAU DARI HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII Adi Suryobintoro 1, M. Andy Rudhito 2 1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan
PROSIDING ISBN :
P 97 PENGGUNAAN PROGRAM GEOGEBRA DALAM UPAYA MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS VIII E SMP N I NANGGULAN KULON PROGO POKOK BAHASAN GRAFIK GARIS LURUS PADA PEMBELAJARAN REMEDIAL Veronica Wiwik Dwi
PEMANFAATAN PROGRAM CABRI 3D DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA POKOK BAHASAN KEDUDUKAN TITIK, GARIS DAN BIDANG DALAM RUANG DIMENSI TIGA KELAS X
PEMANFAATAN PROGRAM CABRI 3D DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA POKOK BAHASAN KEDUDUKAN TITIK, GARIS DAN BIDANG DALAM RUANG DIMENSI TIGA KELAS X Merry Larasati 1, M. Andy Rudhito 2 1 Mahasiswa Program
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DENGAN SOFTWARE CABRI 3D DITINJAU DARI HASIL BELAJAR DALAM POKOK BAHASAN LUAS PERMUKAAN KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII B
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DENGAN SOFTWARE CABRI 3D DITINJAU DARI HASIL BELAJAR DALAM POKOK BAHASAN LUAS PERMUKAAN KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII B Deni Candra Pamungkas 1, M. Andy Rudhito 2 1,2 Program Studi
PROSIDING ISBN :
P 35 EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN DENGAN PROGRAM GEOGEBRA DIBANDING PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS KELAS VIII SMP PANGUDI LUHUR GANTIWARNO KLATEN Fransiscus Dimas Permadi 1, M. Andy
BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN
14 BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN A. Pembahasan 1. Aktivitas Guru dalam Mengelola Pembelajaran Kategori pertama yang diamati dalam penelitian ini adalah persiapan. Berdasarkan hasil analisis
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR SISWA DAN PEMBELAJARAN REMEDIAL DALAM MATERI OPERASI PADA PECAHAN BENTUK ALJABAR DI KELAS VIII SMPN 2 JETIS BANTUL
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR SISWA DAN PEMBELAJARAN REMEDIAL DALAM MATERI OPERASI PADA PECAHAN BENTUK ALJABAR DI KELAS VIII SMPN 2 JETIS BANTUL Angelina Dwi Marsetyorini 1, Ch. Enny Murwaningtyas 2 P 7
P - 64 KEMAMPUAN SPASIAL SISWA MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA DENGAN MEDIA GEOGEBRA
P - 64 KEMAMPUAN SPASIAL SISWA MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA DENGAN MEDIA GEOGEBRA Ristontowi Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMB email: [email protected] Abstrak Standar
PROSIDING ISBN :
P 54 UPAYA MENINGKATKAN KARAKTER POSITIF SISWA DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE KOOPERATIF DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA TRAVEL GAME DI SMP NEGERI 14 YOGYAKARTA Laela Sagita, M.Sc 1, Widi Asturi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I A. Tahap Perencanaan Setelah diperoleh informasi pada waktu observasi, maka peneliti melakukan diskusi
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI INKUIRI SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 1 BALONG TAHUN AJARAN 2013/2014
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI INKUIRI SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 1 BALONG TAHUN AJARAN 2013/2014 Kiki Pramudita Amalia Program Studi Pendidikan Matematika Universitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan setiap manusia sepanjang hidupnya. Kegiatan inti dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah adalah proses belajar mengajar.
PROSIDING ISBN :
P - 81 PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS VII A SMP KANISIUS KALASAN
DESAIN LEMBAR KERJA SISWA DENGAN PEMANFAATAN PROGRAM GEOGEBRA MELALUI DEMONSTRASI PADA MATERI KESEBANGUNAN DI KELAS IX SMP NEGERI 2 JETIS BANTUL
DESAIN LEMBAR KERJA SISWA DENGAN PEMANFAATAN PROGRAM GEOGEBRA P - 71 MELALUI DEMONSTRASI PADA MATERI KESEBANGUNAN DI KELAS IX SMP NEGERI 2 JETIS BANTUL Paulina Hani Rusmawati 1, M. Andy Rudhito 2 1,2 Pendidikan
PROSIDING ISBN :
P 30 EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DENGAN PROGRAM GEOGEBRA DIBANDING PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA TOPIK GRAFIK FUNGSI KUADRAT KELAS X SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA Elisabeth Evi Alviah 1, M. Andy Rudhito 2
PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBANTUAN KOMPUTER MELALUI PROGRAM CABRI 3D TERHADAP KEMAMPUAN SPASIAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR
Jurnal Teori dan Riset Matematika (TEOREMA) Vol. 2 No. 1, Hal, 21, September 2017 p-issn 2541-0660, e-issn 2597-7237 2017 PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBANTUAN KOMPUTER MELALUI PROGRAM CABRI 3D
BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL
BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL A. PERSIAPAN Kegiatan PPL dilaksanakan di SMA Negeri 1 Gamping, kelurahan Banyuraden, kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan PPL dimaksudkan agar
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan observasi yang telah dilakukan peneliti terhadap hasil belajar siswa kelas 5 SDN Karangduren 04 sebelum dilaksanakan penelitian
PENINGKATAN MINAT BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN RUANG MELALUI MEDIA WINGEOM
PENINGKATAN MINAT BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN RUANG MELALUI MEDIA WINGEOM Tika Listiana, Bambang Priyo Darminto, Nila Kurniasih Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo
Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Materi Garis dan Sudut dengan Pendekatan Inquiry Berbantuan Software Wingeom
SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2015 Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Materi Garis dan Sudut dengan Pendekatan Inquiry Berbantuan Software Wingeom Dyah Pradipta 1, Kuswari Hernawati
BAB IV PAPARAN HASIL PENELITIAN
BAB IV PAPARAN HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. Paparan Data Pra an Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti mengadakan studi pendahuluan di lokasi penelitian yaitu di MTs Negeri Bandung yang beralamatkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dipelajari di setiap jenjang pendidikan. Dalam dunia pendidikan, matematika merupakan ilmu universal yang
PEMANFAATAN PROGRAM CABRI 3D DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR GEOMETRI MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME LIMAS MODEL PBI KELAS VIII
PEMANFAATAN PROGRAM CABRI 3D DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR GEOMETRI MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME LIMAS MODEL PBI KELAS VIII Nina Kristin Wulan Anggar Wati 1, M. Andy Rudhito 2 1 Mahasiswa Program
I. PENDAHULUAN. pembukaan Undang-undang Dasar Melalui pendidikan, kualitas sumber
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan nasional, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang tertuang dalam pembukaan Undang-undang
Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematika ISBN:
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR- SHARE (TPS) DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS X MIA 1 SMA MTA SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Sigit
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Tlogodalem. SD Negeri Tlogodalem terletak di Dusun Ngadisari, Desa Tlogodalem, Kecamatan Kertek, Kabupaten
BAB I PENDAHULUAN. sosial, teknologi, maupun ekonomi (United Nations:1997). Marzano, et al (1988)
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan sangat mendasar dalam meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan menjamin perkembangan sosial, teknologi,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan melihat kondisi awal keaktifan belajar dan hasil belajar matematika pada siswa kelas 5 SD Negeri Jebeng
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan di kelas 5 SD Negeri Sukorejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. Jumlah siswa di kelas 5 sebanyak 19 terdiri dari
Iswandi Abdullah, I Nyoman Murdiana, dan Dasa Ismaimuza
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Tentang Konsep Keliling dan Luas Persegi Panjang Melalui Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik di Kelas III SDN Luksagu Iswandi Abdullah, I Nyoman Murdiana, dan Dasa
BAB I PENDAHULUAN. serta memperdayakan siswa untuk mampu memecahkan masalah- masalah yang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam pembelajaran matematika, pemecahan masalah menjadi salah satu target utama yang penting untuk dikembangkan, karena pembelajaran matematika tidak hanya
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum SDN 1 Krobokan Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SDN 1 Krobokan Kecamatan Juwangi Kabupaten
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini membahas tentang hasil penelitian dan pembahasan yang memaparkan uraian masing-masing siklus, mulai dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan
Penerapan Teori Bruner Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Simetri Lipat di Kelas IV SDN 02 Makmur Jaya Kabupaten Mamuju Utara
Penerapan Teori Bruner Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Simetri Lipat di Kelas IV SDN 02 Makmur Jaya Kabupaten Mamuju Utara Dewi Lestari Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) saat ini semakin pesat. Manusia dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, sistematis, logis, kreatif, bernalar,
P 26 Interaksi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Matematika Topik Kaidah Pencacahan dengan Menggunakan Buku Ajar di Kelas XI IPA SMA Kolese De Britto
P 26 Interaksi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Matematika Topik Kaidah Pencacahan dengan Menggunakan Buku Ajar di Kelas XI IPA SMA Kolese De Britto Indah Permatasari Mahasiswa S1 Pendidikan Matematika
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Geometri ruang merupakan suatu bentuk geometri yang tidak terletak pada bidang datar atau suatu benda ruang yang berbentuk tiga dimensi. Geometri ruang memiliki panjang,
Jurnal Pendidikan Matematika Solusi Vol.1 No.1 Maret
ANALISIS KESULITAN PEMBELAJARAN MAEMATIKA DENGAN PENGANTAR BAHASA INGGRIS PADA MATERI POKOK BENTUK LOGARITMA KELAS X IMERSI SMA NEGERI KARANGPANDAN KARANGANYAR 2012/2013 Ungky Pawestri 1,*, Soeyono 2,
I. PENDAHULUAN. Matematika sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah dinilai berperan penting
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Matematika sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah dinilai berperan penting karena matematika dapat meningkatkan pengetahuan siswa dalam berpikir secara logis, rasional,
Metode Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Kelas V SDN Kedung Banteng
Metode Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Kelas V SDN Kedung Banteng Eka Setya Ningsih (Eka Setya Ningsih/148620600018/6/B1) S-1 PGSD Universitas
BAB I PENDAHULUAN. logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Lebih
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika adalah ilmu pengetahuan yang sangat penting. Bukan tanpa alasan matematika diberikan di semua jenjang pendidikan. Dalam standar isi untuk satuan pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. E. Latar Belakang. Matematika adalah suatu ilmu pengetahuan yang tergolong ilmu dasar
BAB I PENDAHULUAN E. Latar Belakang Matematika adalah suatu ilmu pengetahuan yang tergolong ilmu dasar dan mempunyai peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terkadang, siswa
BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN HASIL ANALISIS
BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN HASIL ANALISIS Kegiatan PPL merupakan program kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik atau
BAB V PEMBAHASAN. digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
BAB V PEMBAHASAN A. Pembahasan Profil Kemampuan Penalaran Matematis dan Keterampilan Sosial Siswa Dalam Pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP) Ditinjau dari Kemampuan Matematika Siswa Telah dijelaskan
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS. 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTsN Batu Benawa
66 BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTsN Batu Benawa Madrasah Tsanawiyah Negeri Batu Benawa yang terletak di jalan Tanjung Pura No.5 Pagat
UPAYA MENGATASI KESULITAN SISWA DALAM OPERASI PERKALIAN DENGAN METODE LATIS
UPAYA MENGATASI KESULITAN SISWA DALAM OPERASI PERKALIAN DENGAN METODE LATIS P - 1 Abdul Mujib 1, Erik Suparingga 2 1,2 Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah 1 [email protected], 2 [email protected]
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Gambaran Sekolah Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Kopeng 03 Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. SD Negeri Kopeng 03 terletak
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER TERHADAP SISWA KELAS VIII
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER TERHADAP SISWA KELAS VIII Yanu Candra Admaja Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo e-mail:
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. mengidentifikasi masalah pembelajaran matematika yang terdapat di kelas
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Hasil Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini di awali dari orientasi lapangan untuk mengidentifikasi masalah pembelajaran matematika yang terdapat di kelas 2.B
Alamat Korespondensi : 1) Jalan Ir. Sutami No. 36 A Kentingan,
ANALISIS KEMAMPUAN MENULIS MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP AL IRSYAD SURAKARTA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BANGUN RUANG SISI TEGAK TAHUN AJARAN 2011/2012 Ana Andriyani 1), Sutopo 2), Dwi Maryono
Blue Print ANGKET AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA (Fransiska, 2016)
L55 Blue Print ANGKET AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA (Fransiska, 2016) 1. Saya membaca catatan maupun buku matematika ketika besuk ada pelajaran 2. Saya memperhatikan saat guru menjelaskan materi pelajaran
JURNAL DAYA MATEMATIS, Volume 3 No. 3 November 2015
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA MATERI TRIGONOMETRI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA KELAS X SMA NEGERI 11 MAKASSAR Habriah Ahmad Guru
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Nining Priyani Gailea, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu unsur dalam pendidikan. Mata pelajaran matematika telah diperkenalkan kepada siswa sejak tingkat dasar sampai ke jenjang yang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan peneliti yang juga sebagai guru mata pelajaran yang terlibat dalam penelitian
PEMANFAATAN PEMBELAJARAN DENGAN PROGRAM CABRI 3D PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG
PEMANFAATAN PEMBELAJARAN DENGAN PROGRAM CABRI 3D PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG Nova Cristya C. S. 1 Maya Debby Ruth K. 2 Dewi Nur Kumalasari 3 [email protected] 1 [email protected] 2 [email protected]
PENERAPAN PAKEM DENGAN MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS I SEMESTER 1 SDN TANGGUL KULON 01 TAHUN PELAJARAN 2009/2010
PENERAPAN PAKEM DENGAN MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS I SEMESTER 1 SDN TANGGUL KULON 01 TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Tutik Yuliarni 7 Abstrak. Proses pembelajaran masih
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pengambilan data dalam penelitian ini adalah dengan tes tertulis serta wawancara dengan semua subjek. Tes tertulis dan wawancara tahap pertama dilakukan pada tanggal 16 November
KISI-KISI INSTRUMEN TES KEMAMPUAN PENALARAN INDUKTIF. : SMP Pasundan 4 Bandung
LAMPIRAN A.1 KISI-KISI INSTRUMEN TES KEMAMPUAN PENALARAN INDUKTIF Sekolah Mata pelajaran Pokok bahasan Kelas/Semester : SMP Pasundan 4 Bandung : Matematika : Prisma dan limas : VIII/2 Standar Kompetensi
BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL A. PERSIAPAN
BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL A. PERSIAPAN Kegiatan PPL dilaksanakan di SMA Negeri 1 Gamping, kelurahan Banyuraden, kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan PPL dimaksudkan agar
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII b SMP NEGERI 1 TIRAWUTA PADA MATERI BANGUN DATAR SEGIEMPAT MELALUI METODE PENEMUAN TERBIMBING
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII b SMP NEGERI 1 TIRAWUTA PADA MATERI BANGUN DATAR SEGIEMPAT MELALUI METODE PENEMUAN TERBIMBING Rinus 1), Mustamin Anggo 2) 1) Alumni Program Studi Pendddikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tujuan pendidikan nasional menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 pasal 3 adalah untuk berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan
BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL
BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL A. Persiapan PPL Sebelum dilaksanakannya program-program PPL yang sudah tersusun dalam suatu rumusan, maka perlu diadakan persiapan-persiapan agar program
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah proses pengembangan daya nalar, keterampilan, dan moralitas kehidupan pada potensi yang dimiliki oleh setiap manusia. Pendidikan dikatakan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan diuraikan hasil penelitian berkaitan dengan peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika menggunakan metode kumon, dan pembahasan
PROSIDING SEMINAR NASIONAL Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA Tanggal 02 Juni 2012, FMIPA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 02 Juni 2012 PROSIDING SEMINAR NASIONAL Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA Tanggal
P 32 MODEL DISAIN DIDAKTIS PEMBAGIAN PECAHAN BERBASIS PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
P 32 MODEL DISAIN DIDAKTIS PEMBAGIAN PECAHAN BERBASIS PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Epon Nur aeni 1, Dindin Abdul Muiz Lidinillah 2, Ayi Sakinatussa adah 3 1,2,3 PGSD
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG DI SMP DAN ALTERNATIF PEMECAHANNYA
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG DI SMP DAN ALTERNATIF PEMECAHANNYA Nurul Kustiyati Mahasiswa Pascasarjana FKIP Universitas Sebelas Maret [email protected]
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis
SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016 PM - 26 Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Viviana Muplihah (Fakultas
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Menghitung Luas Bangun Datar Melalui Metode Penemuan Terbimbing di Kelas IV SD Negeri 3 Marowo
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Menghitung Luas Bangun Datar Melalui Metode Penemuan Terbimbing di Kelas IV SD Negeri 3 Marowo Nurhasnah, Rizal, dan Anggraini Mahasiswa Program Guru Dalam
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBANTUAN MEDIA LKS MATERI LINGKARAN Endang Susilowati E-mail: [email protected]
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SAINS (IPA) DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING)
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SAINS (IPA) DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) Diah Nugraheni Fakultas Ilmu Pendidikan, IKIP Veteran Semarang email: [email protected]
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Budhi Karya Kecamatan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Tahap Identifikasi Masalah Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Budhi Karya Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Sebelum melakukan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekolah Dasar (SD) merupakan satuan pendidikan yang ada pada jenjang pendidikan dasar. Dikatakan sebagai Sekolah Dasar karena sekolah pada jenjang ini merupakan
PENGAPLIKASIAN PROGRAM WINGEOM PADA POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK
PENGAPLIKASIAN PROGRAM WINGEOM PADA POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK P 14 Awit Widya Lestari Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Widya Mandala Madiun
Keefektivan Penggunaan Classpad Casio, Cabri 2d Dan Geometer s Sketchpad Sebagai Media Pembelajaran Matematika
Keefektivan Penggunaan Classpad Casio, Cabri 2d Dan Geometer s Sketchpad Sebagai Media Pembelajaran Matematika Oleh:, S.Pd, M.Pd Dosen Prodi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Semarang Abstrak Belajar geometri
BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL
BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL A. PERSIAPAN Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kegiatan yang wajib ditempuh oleh mahasiswa S1 UNY program kependidikan karena orientasi utamanya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ari Yanto, 2015
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, pembelajaran merupakan aktifitas yang paling utama. Ini berarti bahwa keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan banyak
GAYA BERPIKIR MATEMATIKA SISWA DALAM PENYELESAIAN SOAL CERITA 1. PENDAHULUAN
GAYA BERPIKIR MATEMATIKA SISWA DALAM PENYELESAIAN SOAL CERITA Sri Haryati 1), Masduki 2), dan Muhammad Noor Kholid 3) 1),2),3) UniversitasMuhammadiyahSurakarta 1) [email protected], 2) [email protected],
Representasi Grafik Dalam Pemecahan Masalah Nyata Terkait Konsep Perbandingan
SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2015 PM 91 Representasi Grafik Dalam Pemecahan Masalah Nyata Terkait Konsep Perbandingan Putri Selisawati Wahyu Ivana, Birgitta Galuh Widya Astuti
PROSIDING ISBN :
P 40 UPAYA PENINGKATAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) PADA SISWA KELAS V SD NEGERI SIDOMULYO TAHUN PELAJARAN 2011/2012
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengembangan Instrumen Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan soal tes akhir siklus. Seluruh instrumen
BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL
BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL A. Persiapan Mahasiswa PPL selum melaksanakan praktik mengajar di kelas, terlebih dahulu melaksanakan beberapa persiapan yang dapat mendukung kegiatan
BAB II KEGIATAN PPL. a. Persiapan di Universitas Negeri Yogyakarta 1) Orientasi Pembelajaran Mikro
BAB II KEGIATAN PPL A. KEGIATAN PPL Rangkaian kegiatan PPL dimulai sejak mahasiswa di kampus sampai di SMA Negeri 7 Purworejo. Penyerahan mahasiswa di sekolah dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2014. Praktik
UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS MEMECAHKAN MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 TERAS
UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS MEMECAHKAN MASALAH MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 TERAS NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna
BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL
BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL A. Persiapan Kegiatan PPL merupakan kegiatan untuk melakukan praktek kependidikan yang meliputi; melakukan praktek mengajar dan membuat administrasi pembelajaran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Masing-masing siklus
47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Masing-masing siklus dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu untuk satu
ANALYSIS OF MATHEMATICS TEACHER PROBLEM IN LEARNING IMPLEMENTATION SENIOR HIGH SCHOOL
Pedagogy Volume 1 Nomor 1 ISSN 2502-3802 ANALYSIS OF MATHEMATICS TEACHER PROBLEM IN LEARNING IMPLEMENTATION SENIOR HIGH SCHOOL Muhammad Ikram 1, Taufiq 2 Program Studi Pendidikan Matematika 1,2, Fakultas
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-1)
114 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-1) Mata Pelajaran : Matematika Pokok Bahasan : Bangun ruang sisi datar Pertemuan ke : 1 (Pertama) Kelas/Semester : VIII/Genap Tahun Pelajaran : 2011/2012 Alokasi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Negeri Tlahap cenderung bersifat konvensional ceramah yang berpusat pada guru.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Observasi awal yang dilakukan di kelas IIIA SD Negeri Tlahap, peneliti berhasil menemukan beberapa permasalahan yang terjadi di dalam proses
