CATATAN PERKEMBANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) LATIHAN FISIK RENTANG GERAK / RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF

nonfarmakologi misalnya, teknik

SATUAN ACARA PENYULUHAN RANGE OF MOTION (ROM)

Tindakan keperawatan (Implementasi)

ROM (Range Of Motion)

Lampiran 1 SURAT IJIN PENELITIAN

ROM (Range Of Motion)

CATATAN PERKEMBANGAN. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan. Hari/tanggal Pukul Tindakan Keperawatan Evaluasi

LAMPIRAN CATATAN PERKEMBANGAN

LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT KEGIATAN PENYULUHAN TENTANG REMATIK PADA LANSIA. TIM PENGABMAS Yenni, M.kep, Ns, Sp, Kep kom. Ns. Emira Apriyeni, S.

Latihan Aktif Dan Pasif / Range Of Motion (ROM) Pada Pasien. Stroke Non Hemoragik

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) MOBILISASI DAN PENCEGAHAN STROKE BERULANG DI RUANGAN SYARAF RSUP DR. M DJAMIL PADANG

CATATAN PERKEMBANGAN. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan No. Hari/tanggal Pukul Tindakan Keperawatan Evaluasi. 2. Mengkaji tandatanda

CATATAN PERKEMBANGAN IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN

CATATAN PERKEMBANGAN. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan Hari/tanggal Pukul Tindakan Keperawatan/implementasi MANDIRI. S: klien mengatakan 2014

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN BANTEN JURUSAN KEPERAWATAN TANGERANG SOP SENAM HAMIL

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PENDIDIDKAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT STROKE DAN ROM (RANGE OF MOTION)

Latihan 1: untuk menyiapkan kondisi secara fisiologis maupun psikologis agar dapat melaksanakan latihan gerakan senam dengan baik dan benar

Kebutuhan Personal Higiene. Purnama Anggi AKPER KESDAM IM BANDA ACEH

SATUAN ACARA PENYULUHAN DETEKSI DINI PADA CA MAMAE

Dilakukan. Komponen STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TEKNIK PEMIJATAN BAYI

CATATAN PERKEMBANGAN

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

BAB V PEMBAHASAN. A. Pembahasan. Bab ini penulis akan membahas tentang tindakan keperawatan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PERUBAHAN BODY MEKANIK DALAM KEHAMILAN. Dosen Pembimbing : Christin Hiyana TD, S.SiT


SENAM REFLEKSI TAHAP PELEBURAN (terdiri dari tujuh gerakan)

BAB I PENDAHULUAN BAB II A. LATAR BELAKANG

PANDUAN TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PERAWATAN JENAZAH

22/03/2016 MASYKUR KHAIR

A. Pengertian Defisit Perawatan Diri B. Klasifikasi Defisit Perawatan Diri C. Etiologi Defisit Perawatan Diri

PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN NGARINGAN SD NEGERI 3 BELOR Alamat : Jl. Singosari, Desa Belor, Kec. Ngaringan Kab.

LATIHAN FISIK SEBAGAI PENDUKUNG ASUHAN GIZI BAGI LANSIA DR.dr.BM.Wara Kushartanti

INSTRUMEN OBSERVASI PENILAIAN FUNGSI KESEIMBANGAN (SKALA KESEIMBANGAN BERG) Deskripsi Tes Skor (0-4) 1. Berdiri dari posisi duduk

CATATAN PERKEMBANGAN. Implementasi Keperawatan. Mengevaluasi tingkat mobilitas klien Mendorong partisipasi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

LAMPIRAN SUKHASANA SHAVASANA

BAB II KONSEP DASAR. memelihara kesehatan mereka karena kondisi fisik atau keadan emosi klien

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PERAWATAN JENASAH

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN MOBILITAS

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN PERAWATAN KEBERSIHAN DIRI (PERSONAL HYGIENE)

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) : Cuci Tangan yang Baik dan Benar Pokok Bahasan : Cara Mencuci Tangan yang Baik dan Benar : keluarga dan klien

Angkat kedua dumbbell ke depan dengan memutar pergelangan tangan (twist) hingga bertemu satu sama lain.

Tanggal Bimbingan dengan dosen pembimbing

terdiri dari Langkah Berirama terdiri dari Latihan Gerak Berirama Senam Kesegaran Jasmani

Lembar Persetujuan Menjadi Responden. Saya yang bernama Khairul Bariah / adalah mahaiswi D-IV Bidan

LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Oleh. D.P.Wiranata 1), E. Pujiati 2), ABTSRAK

BAB 1 PENDAHULUAN. pasien mulai dari pasien yang tidak mampu melakukan aktivitasnya secara

SATUAN ACARA PENYULUHAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Fraktur dapat terjadi pada semua tingkat umur (Perry & Potter, 2005).

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

SATUAN ACARA PENYULUHAN 6 LANGKAH MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR

PEDOMAN MEMIJAT PADA BAYI DAN ANAK. ppkc

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) SENAM NYERI HAID. Sasaran Penyuluhan : Keluarga Bapak Buang Budi Santosa Khususnya Saudari Rahayu I.

BAB V PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN. pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi.

PENERAPAN TERAPI RANGE OF MOTION (ROM) UNTUK MENINGKATKAN PERGERAKAN SENDI PADA PASIEN STROKE DI DESA WONOSIGRO KELURAHAN GOMBONG

I. BIODATA IDENTITAS PASIEN. Jenis Kelamin : Laki - laki. Status Perkawinan : Menikah

CATATAN PERKEMBANGAN Implementasi dan Evaluasi Keperawatan No. Hari/ Implementasi. Evaluasi Pukul (SOAP)

LAMPIRAN. 1. Penjelasan dan Persetujuan Kepada Orang Tua. Kepada Yth Bapak / Ibu...

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT. Tanggal Masuk RS : 09 Desember 2014

PENGANTAR ANATOMI & FISIOLOGI TUBUH MANUSIA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. mengarah pada tujuan penelitian serta dapat dipertanggungjawabkan secara. pada ketepatan dalam penggunaan metode.

RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PURI BETIK HATI. Jl. Pajajaran No. 109 Jagabaya II Bandar Lampung Telp. (0721) , Fax (0721)

Lampiran 1. PLAN OF ACTION (Oktober 2016 Juni 2017) Nama : Dita Erline Kurnia NIM :

Latihan Kekuatan Otot Tubuh Bagian Atas

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Pertumbuhan penduduk lansia umur 60 tahun ke. atas di seluruh dunia sangat cepat, bahkan lebih cepat

haluaran urin, diet berlebih haluaran urin, diet berlebih dan retensi cairan beserta natrium ditandai dengan - Pemeriksaan lab :

I. KONSEP DASAR GERAK 1. PENGERTIAN GERAK MANUSIA

Mata Ajar                   : Keperawatan Komunitas. Pokok Pembahasan    : Rematik (Artritis reumatoid dan Osteoartritis)

PMR WIRA UNIT SMA NEGERI 1 BONDOWOSO Materi 3 Penilaian Penderita

melakukan aktivitas yang diperlukan.

LAMPIRAN 1 JUDUL PENELITIAN HUBUNGAN LETAK LESI INSULA DENGAN FUNGSI MOTORIK PADA PASIEN STROKE ISKEMIK INSTANSI PELAKSANA : RSUP DR.

CATATAN PERKEMBANGAN. Implementasi Keperawatan 1. Mengkaji kekuatan otot/kemampuan fungsional mobilitas sendi yaitu kekuatan otot 1

LEMBAR PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

BAB I PENDAHULUAN. duduk terlalu lama dengan sikap yang salah, hal ini dapat menyebabkan

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN POST PARTUM RETENSIO PLACENTA

APA ITU REMATIK...??? Rematik adalah penyakit peradangan. pada sendi yang bersifat menahun. atau kronis yang menyebabkan. perubahan dari bentuk sendi

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS

AKTIVITAS / MOBILISASI PIMPINAN MENERAN DUKUNGAN MENTAL

BAB II PENGELOLAAN KASUS. A. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan dengan Masalah Kebutuhan Dasar

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Pada tahun 2000 jumlah lansia di Indonesia diproyeksikan sebesar

LAPORAN PENDAHULUAN (KONTRAKTUR)

CATATAN PERKEMBANGAN. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 3. SISTEM GERAK PADA MANUSIALatihan Soal 3.2

: Jln. Panca Karya No.81, Kelurahan Harjosari II,

Lampiran 1. A. Kuesioner Nordic Body Map Nama : Umur : Pendidikan terakhir : Masa kerja :...tahun

LAMPIRAN 7. Prosedur Pelaksanaan Tes. Prosedur tes : pernafasan atau dapat pula untuk mengukur VO2 Max. kebutuhan

6

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON RESPONDEN. Nama saya Retno Wahyuni, sedang menjalani pendidikan di program D-IV Bidan

BAB I PENDAHULUAN. dan memiliki besar derajat kebebasan. Posisi ini bekerja mempromosikan

INSTRUMENTASI PERIODONTAL

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) OSTEOARTHRITIS

SATUAN ACARA PENYULUHAN. A. Tujuan Umum Agar klien dapat mengetahui dan mengerti tentang tanda-tanda bahaya kehamilan.

Konsep Perawatan Tujuan Kebersihan Diri Meningkatkan drajat kesehatan seseorang Memelihara kebersihan diri seseorang Memperbaiki kebersihan diri yang

Transkripsi:

CATATAN PERKEMBANGAN Implementasi dan Evaluasi Keperawatan No.Dx Hari/tanggal Pukul Tindakan keperawatan Evaluasi 1. Rabu, 10.00 5. Mengkaji faktor penyebab dan mengevaluasi S : Ny. L mengaku mengalami kesulitan dalam 20/05/2015 WIB pemantauan tingkat inflamasi/rasa sakit pada sendi. menggerakkan kaki dan tangan kanannya. 6. Menjelaskan tentang masalah dan tujuan untuk Terasa ngilu dan kaku saat bergerak. setiap latihan fisik. O : 1. tangan kanan mengalami keterbatasan 7. Memberi kesempatan pada klien untuk dalam bergerak. menggantungkan tungkainya disisi tempat tidur 2. lutut kaki tampak membengkak dan tidak selama beberapa menit sebelum berdiri mampu melakukan ROM secara maksimal. 8. Membantu klien untuk berdiri dan duduk secara 3. kemampuan mobilitas dalam berdiri, perlahan. bangkit, dan ambulasi memerlukan bantuan. 9. Menginstruksikan klien untuk bertumpu pada sisi 4. tidak mampu berdiri dalam waktu yang terdekat saat hendak berdiri. lama. 10. Mengevaluasi latihan awal yang diberikan dapat 5. berjalan tertatih-tatih dan penggunaan cane dengan mudah dilakukan dan tidak membutuhkan sudah tepat. kekuatan serta koordinasi yang terlalu besar. 6. skala nyeri 3 dan tidak terdapat edema. 63

11. Menginstruksikan klien untuk melakukan latihan ROM aktif pada ekstremitas. 12. Menginstruksikan klien untuk menggunakan lengan yang tidak sakit untuk melatih lengan yang sakit dan menganjurkan klien untuk menggerakkan lengan yang sakit secara perlahan dalam melakukan aktivitas. 13. Melanjutkan dengan latihan ambulasi (berjalan dari satu tempat ketempat lain dengan atau tanpa alat bantu). 14. Mengobservasi cara penggunaan cane. 15. Menganjurkan latihan ambulasi dengan melakukan jalan-jalan yang sering dan singkat. 16. Membatasi waktu latihan hingga 15 menit untuk menghindari kelelahan. 17. Mengupayakan untuk memasukkan latihan ROM kedalam kegiatan harian pasien. 18. Mengajarkan keluarga untuk memberikan kompres hangat agar meredakan rasa nyeri atau inflamasi. 7. kekuatan otot pada tangan kiri 4, tangan kanan 3, kaki kiri 3 dan kaki kanan 2. A : hambatan mobilisasi belum teratasi. P: intervensi dilanjutkan. 64

2. 11.00 WIB 19. Menganjurkan klien untuk menggunakan air yang hangat saat mandi. 20. Mendokumentasikan dan mendiskusikan tentang kemajuan yang spesifik. 10. Mengidentifikasi risiko terjadinya jatuh. 11. Mengevaluasi kemampuan pasien dalam pelaksanaan latihan ROM. 12. Memposisikan alat bantu berjalan dekat dengan pasien. 13. Membantu pasien saat ambulasi (berjalan dari satu tempat ketempat lain). 14. Mengajarkan keluarga untuk melakukan latihan ambulasi pada yaitu berjalan dari satu tempat ketempat lain. 15. Anjurkan keluarga untuk menyediakan alat pemanggil seperti lonceng atau peluit. Untuk memudahkan pasien mencari bantuan dalam memenuhi kebutuhan dan pelaksanaan aktivitas. 65 S : Ny. L mengaku tidak mampu untuk berjalan dan berdiri tanpa alat bantu. O : 1. Ny. L tampak menggunakan cane saat berjalan. 2. mudah kehilangan keseimbangan saat Romberg test. 3. Berjalan dengan tertatih-tatih. 4. Kondisi lantai kamar mandi basah dan Ny. L tidak menggunakan alas kaki saat kekamar mandi. 5. Ny. L tidak mampu melakukan aktivitas tanpa dibantu orang lain. 6. Barang- barang diletakkan jauh dari Ny. L.

3. 12.00 WIB 16. Menganjurkan keluarga untuk meminimalisir bahaya lingkungan dengan cara memastikan lantai tetap kering dan menyediakan keset kaki yang menyerap air dipintu kamar mandi. 17. Menganjurkan pasien memakai alas kaki yang sesuai dan tidak licin. 18. Menganjurkan pada keluarga untuk mengatur letak barang-barang ditempat yang mudah dijangkau pasien. 11. Mengkaji kemampuan untuk melakukan personal hygiene. 12. Menjelaskan pada pasien dan keluarga tentang perawatan diri. 13. Mendukung pasien untuk melakukan hygiene selama perawatan diri dan melibatkan keluarga dalam asuhan. 14. Memberikan bantuan perawatan diri sampai pasien benar-benar mampu melakukan perawatan diri sesuai kemampuan. 66 A: masalah belum teratasi. P : intervensi dilanjutkan. S : Ny. L mengaku tidak dapat melakukan aktivitas kebersihan diri tanpa dibantu. Ny. L hanya mandi jika dimandikan dan tidak pernah menyikat gigi dan sangat jarang keramas. Ny. L juga menambahkan bahwa sela jari kakinya sering gatal karena basah. O: 1. Ny. L melakukan perawatan diri dengan dibantu oleh anak. 2. Badan tercium bau keringat dan urin. 3. Mulut berbau, lidah kotor dan gigi busuk.

15. Menganjurkan keluarga untuk meletakkan sabun, 4. Rambut bermi- handuk, dan peralatan lain yang dibutuhkan dekat nyak dan berbau. dengan tempat tidur atau kamar mandi. 5. Sela-sela jari luka dan kaki berbau. 16. Menganjurkan keluarga untuk memfasilitasi 6. Tidak ada handuk atau pengering disekitar pasien dalam menyikat gigi dan hygiene oral. klien. 17. Menawarkan untuk mencuci tangan setelah A: masalah berlum teratasi. eliminasi dan sebelum makan. P: intervensi dilanjutkan 18. Mempertahankan lingkungan mandi hangat dan menganjurkan klien untuk mandi dengan air hangat. 19. Meningkatkkan kemandirian seoptimal mungkin sesuai kemampuan pasien. 20. Motivasi pasien berjalan dan latihan fisik selama melakukan kegiatan. 1. Kamis, 10.30 1. Mengevaluasi pemantauan tingkat inflamasi/rasa S : Ny. L mengaku masih mengalami kesulitan 21/05/2015 WIB sakit pada sendi. dalam menggerakkan kaki dan tangan 2. Mengevaluasi kemampuan pasien untuk melakukan kanannya sulit digerakkan. pergerakan secara mandiri. Terasa ngilu dan kaku saat bergerak. 3. Membantu klien untuk berdiri dan duduk secara Ny. L mengaku hanya mengingat beberapa 67

2. 11.00 WIB perlahan. 4. Mengevaluasi kemampuan klien melakukan melakukan latihan ROM aktif pada ekstremitas. 5. Menginstruksikan klien untuk menggunakan lengan yang tidak sakit untuk melatih lengan yang sakit dan menganjurkan klien untuk menggerakkan lengan yang sakit secara perlahan dalam melakukan aktivitas. 6. Mengevaluasi kemampuan ambulasi (berjalan dari satu tempat ketempat lain dengan atau tanpa alat bantu). 7. Membatasi waktu latihan hingga 15 menit untuk menghindari kelelahan. 8. Melibatkan keluarga untuk memberikan kompres hangat agar meredakan rasa nyeri atau inflamasi. 9. Mendokumentasikan dan mendiskusikan tentang kemajuan yang spesifik. 1. Mengevaluasi kemampuan pasien dalam melaksanakan ROM untuk meningkatkan 68 gerakan ROM yang diajarkan. O: 1. Ny. L masih tampak kaku saat menggerakkan kaki dan tangannya. Nyeri masih dirasakan (skala 3). 2. Kemajuan masih belum signifikan, pelaksanaan ROM masih mengalami keterbatasan terutama pada baru dan tungkai. 3. Ny. L masih memerlukan bantuan dalam berdiri dan berjalan. 4. Kekuatan otot pada tangan kiri 4, tangan kanan 3, kaki kiri 3 dan kaki kanan 2. 5. Ny. L mudah terjatih dalam melakukan Romberg test. 6. Menggunakan alat bantu cane dengan benar. A: Masalah belum teratasi P : Intervensi dilanjutkan. S: Ny. L mengaku mengalami kesulitan dalam melakukan terapi latihan fisik dan belum

3. 12.30 WIB mekanika tubuh. 2. Mengevaluasi keseimbangan saat melaksanakan romberg test. 3. Mengevaluasi anjuran kepada keluarga dalam menempatkan cane. 4. Memastikan pasien memakai alas kaki yang sesuai dan tidak licin. 5. Mengevaluasi hasil anjuran kepada keluarga dalam meminimalisir bahaya lingkungan, seperti mengeringkan lantai yang licin dan basah, menempatkan kain lap dipintu kamar mandi. 1 Mengevaluasi kemampuan untuk melakukan personal hygiene. 69 mampu untuk melakukan ambulasi tanpa bantuan. O : 1. Keseimbangan masih belum optimal. 2. Ny. L masih belum mampu untuk melakukan ROM secara optimal. 3. Berjalan sangat lambat dan tertatih. 4. Alat bantu berjalan berada didekat klien dan letak-letak barang sudah dipindah sesuai jangkauan klien. 5. Ny. L menggunakan alas kaki yang tidak licin. 6. Beberapa bahaya lingkungan sudah diminimalisir seperti menempatkan kain lap dipintu kamar mandi., namun lantai masih tampak basah. A: Masalah teratasi sebagian. P: Intervensi dilanjutkan S: Ny. L mengaku bahwa beliau telah melakukan beberapa intervensi dalam

2 Mengevaluasi pelaksanaan personal higyene yang telah dianjurkan. 3 Memotivasi pasien untuk melakukan hygiene selama perawatan diri dan melibatkan keluarga dalam asuhan. 4 Memberikan bantuan perawatan diri sampai pasien benar-benar mampu melakukan perawatan diri sesuai kemampuan. 5 Meningkatkkan kemandirian seoptimal mungkin sesuai kemampuan pasien. 6 Motivasi pasien berjalan dan latihan fisik selama melakukan kegiatan. mengatasi masalah personal hygiene, tapi mengalami kesulitan dalam melakukannya secara mandiri. Ny. L masih belum mencuci rambut karena malas. Keluhan gatal pada sela-sela jari kaki. O: 1. Tindakan perawatan diri masih belum dapat dilakukan secara mandiri sesuai kemampuan. 2. Rambut berminyak, tercium bau, tampak diikat asal-asalan. 3. Sela jari kaki masih tampak basah dan tercium bau. 4. Handuk dan peralatan mandi sudah diletakkan ditempat yang dapat klien jangkau. 5. Oral hygiene sudah dilakukan, mulut tampak lebih bersih dan tidak terlalu bau. 6. Latihan fisik yang dilakukan belum menunjukkan hasil yang optimal. 70

A : Masalah teratasi sebagian. P : Intervensi dilanjutkan 1. Jum at, 10.00 1 Mengevaluasi pemantauan tingkat inflamasi/rasa S: Ny. L mengaku kaki dan tangan kanan 22/05/2015 WIB sakit pada sendi. masih susah digerakkan, terasa kaku dan nyeri 2 Mengevaluasi kemampuan pasien untuk melakukan saat digerakkan. pergerakan secara mandiri. O : 1. Belum ada peningkatan yang spesifik. 3 Membantu klien untuk berdiri dan duduk secara 2. Pada latihan ROM belum ada peningkatan. perlahan. Ekstremitas masih mengalami keterbatasan 4 Mengevaluasi kemampuan klien melakukan dalam bergerak terutama bagian bahu dan melakukan latihan ROM aktif pada ekstremitas. tungkai. 5 Menginstruksikan klien untuk menggunakan lengan 3. Skala nyeri 3 dan wajah tampak meringis yang tidak sakit untuk melatih lengan yang sakit saat bergerak. dan menganjurkan klien untuk menggerakkan 4. Berjalan masih sama pelannya seperti lengan yang sakit secara perlahan dalam melakukan kemarin, langkah lambat dan pelan serta harus aktivitas. menggunakan alat bantu. 6 Mengevaluasi kemampuan ambulasi (berjalan dari 5. Tidak terdapat edema. satu tempat ketempat lain dengan atau tanpa alat 6. Kekuatan otot pada tangan kiri 4, tangan bantu). kanan 3, kaki kiri 3 dan kaki kanan 2. 7 Membatasi waktu latihan hingga 15 menit untuk 71

2. 11.00 WIB menghindari kelelahan 8 Melibatkan keluarga untuk memberikan kompres hangat agar meredakan rasa nyeri atau inflamasi. 9 Mendokumentasikan dan mendiskusikan tentang kemajuan yang spesifik 1. Mengevaluasi kemampuan pasien dalam melaksanakan ROM untuk meningkatkan mekanika tubuh. 2. Mengevaluasi kekmampuan pasien dalam ambulasi (berpindah dari satu tempat ketempat yang lain). 3. Mengevaluasi kemampuan klien dalam berdiri tanpa menggunakan alat bantu. 4. Mengevaluasi kemungkinan timbulnya bahaya lingkungan seperti penggunaan alat bantu berjalan yang licin. 72 A: Masalah belum teratasi. P: Intervensi dilanjutkan keluarga. S: Ny. L mengaku masih belum dapat menjalani latihan fisik secara optimal. Klien mengaku terbantu saat melaksanakan implementasi yang diberikan. O : 1. Klien tampak lebih mudah menjangkau barang yang diperlukan. 2. Keseimbangan masih belum optimal tanpa alat bantu. 3. Bahaya lingkungan sudah terminimalisir seperti lantai tampak lebih kering dan membuat klien jalan lebih nyaman. 4. Berjalan masih tertatih-tatih dan pelan. A : Risiko jatuh sebagian besar dapat diatasi. P : Intervensi dilanjutkan oleh keluarga.

3. 12.30 WIB 1 Mengevaluasi kemampuan untuk melakukan personal hygiene. 2 Mengevaluasi pelaksanaan personal higyene yang telah dianjurkan. 3 Mengevaluasi pelaksanaan perawatan diri oleh pasien dan keluarga. 4 Memberikan bantuan perawatan diri sampai pasien benar-benar mampu melakukan perawatan diri sesuai kemampuan. 5 Meningkatkan kemandirian seoptimal mungkin sesuai kemampuan pasien. 6 Motivasi pasien berjalan dan latihan fisik selama melakukan kegiatan. S : Ny. L mengaku lebih segar dan bersih. Rasa gatal pada sela jari sudah berkurang. O: 1. Perawatan diri masih memerlukan bantuan. 2. Rambut tampak bersih, tidak bau dan tidak berkeringat. 3. Sela jari kaki tampak kering dan tidak berbau. 4. Klien melakukan cuci tangan setelah eliminasi dan sebelum makan. 5. Klien menggunakan air hangat untuk mandi. 6. Klien mengikuti latihan fisik, meski masih terbatas dalam melakukan pergerakan. A : Masalah perawatan diri teratasi. P : Intervensi dilanjutkan oleh keluarga. 73

DOKUMENTASI 74

75

76

77

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) LATIHAN FISIK RENTANG GERAK / RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF Pokok bahasan Sub Pokok bahasan : Latihan fisik rentang derak/ Range Of Motion (ROM) : Mengajarkan latihan fisik rentang gerak kepada keluarga Ny. L untuk diaplikasikan kepada Ny. L yang mengalami hambatan mobilisasi fisik. Hari dan Tanggal : Rabu, 20 Mei 2015 Waktu : Jam 10.00 WIB Tempat : Rumah Ny. L. Jalan Bajak III Kel. Harjosari II Kec. Medan Amplas. Sasaran Penyuluh : Ny. L dan keluarga. : Iyatunna S. P. Manik A. TUJUAN 1. Tujuan umum Setelah dilakukan penyuluhan mengenai latihan ROM aktif diharapkan Ny.L dan keluarga memahami mengenai latihan rentang gerak. 2. Tujuan khusus Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit Ny. L dan keluarga dapat : a. menyebutkan pengertian latihan rentang gerak/ ROM. b. menyebutkan tujuan dan manfaat latihan rentang gerak/ ROM. c. menyebutkan gerakan-gerakan pada latihan rentang gerak/ ROM aktif. d. mampu mendemonstrasikan dan menerapkan gerakan latihan rentang gerak ROM aktif pada Ny. L 78

B. ALOKASI WAKTU : ( 30 menit ) No Komunikator Komunikan waktu 1 Pre Interaksi Memberi salam dan memperkenalkan diri Menjawab salam 2 Menjelaskan tujuan penyuluhan dan tema Mendengarkan 5 mnt penyuluhan 3 Isi Menjelaskan materi penyuluhan mengenai latihan ROM aktif dan gerakan-gerakan yang harus dilakukan dalam latihan fisik. Mendengarkan 20 mnt 4 Memberikan kesempatan kepada Mengajukan komunikan untuk bertanya tentang materi pertanyaan yang disampaikan 5 Penutup 5 mnt Memberikan pertanyaan akhir sebagai Menjawab evaluasi 6 Menyimpulkan bersama-sama hasil Mendengarkan kegiatan penyuluhan 7 Menutup penyuluhan dan mengucapkan salam Menjawab salam C. STRATEGI PENGAJARAN 1. Demontrasi 2. Diskusi 3. Tanya jawab D. MEDIA PENGAJARAN Leaflet latihan rentang gerak/ range of motion (ROM). E. EVALUASI 1. Evaluasi proses pengamatan selama penyuluhan 2. Hasil Evaluasi formatif cara lisan/sering 79

Materi Penyuluhan LATIHAN FISIK RENTANG GERAK / RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF A. Pengertian Latihan Fisik Rentang Gerak/ Range Of Motion (ROM) Latihan range of motion (ROM) adalah latihan yang dilakukan untuk mempertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakan persendian secara normal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus otot (Potter & Perry, 2006). ROM Aktif yaitu gerakan yang dilakukan oleh seseorang (pasien) dengan menggunakan energi sendiri. B. Tujuan dan Manfaat Latihan Rentang Gerak/ ROM Adapun tujuan dari ROM (Range Of Motion), yaitu : 1. Meningkatkan atau mempertahankan fleksibiltas dan kekuatan otot. 2. Mempertahankan fungsi jantung dan pernapasan. 3. Mencegah kekakuan pada sendi. 4. Merangsang sirkulasi darah. 5. Mencegah.kelainan bentuk, kekakuan dan kontraktur. Manfaat dari ROM (Range Of Motion), yaitu : 1. Menentukan nilai kemampuan sendi tulang dan otot dalam melakukan pergerakan. 2. Mengkaji tulang, sendi, dan otot. 3. Mencegah terjadinya kekakuan sendi. 4. Memperlancar sirkulasi darah. 5. Memperbaiki tonus otot. 6. Meningkatkan mobilisasi sendi. 7. Memperbaiki toleransi otot untuk latihan. 80

C. Gerakan dalam Pelaksanaan Latihan Rentang Gerak/ Range Of Motion (ROM) Ada berbagai macam gerakan ROM, yaitu : a. Fleksi, yaitu berkurangnya sudut persendian. b. Ekstensi, yaitu bertambahnya sudut persendian. c. Hiperekstensi, yaitu ekstensi lebih lanjut. d. Abduksi, yaitu gerakan menjauhi dari garis tengah tubuh. e. Adduksi, yaitu gerakan mendekati garis tengah tubuh. f. Rotasi, yaitu gerakan memutari pusat dari tulang. g. Eversi, yaitu perputaran bagian telapak kaki ke bagian luar, bergerak membentuk sudut persendian. h. Inversi, yaitu putaran bagian telapak kaki ke bagian dalam bergerak membentuk sudut persendian. i. Pronasi, yaitu pergerakan telapak tangan dimana permukaan tangan bergerak ke bawah. j. Supinasi, yaitu pergerakan telapak tangan dimana permukaan tangan bergerak ke atas. k. Oposisi, yaitu gerakan menyentuhkan ibu jari ke setiap jari-jari tangan pada tangan yang sama. Gerak sendi Leher, Spina, Serfikal Fleksi : menggerakkan dagu menempel ke dada. Ekstensi: mengembalikan kepala ke posisi tegak. Hiperektensi: menekuk kepala ke belakang sejauh mungkin. Fleksi lateral: memiringkan kepala sejauh mungkin sejauh mungkin kearah setiap bahu. Derajat rentang normal 45 45 40-45 40-45 81

Rotasi: memutar kepala sejauh mungkin dalam gerakan sirkuler. Bahu Fleksi: menaikan lengan dari posisi di samping tubuh ke depan ke posisi di atas kepala. Ekstensi: mengembalikan lengan ke posisi di samping tubuh. Hiperektensi: menggerakkan lengan kebelakang tubuh, siku tetap lurus. Abduksi: menaikan lengan ke posisi samping di atas kepala dengan telapak tangan jauh dari kepala. Adduksi: menurunkan lengan ke samping dan menyilang tubuh sejauh mungkin. Rotasi dalam: dengan siku pleksi, memutar bahu dengan menggerakan lengan sampai ibu jari menghadap ke dalam dan ke belakang. Rotasi luar: dengan siku fleksi, menggerakan lengan sampai ibu jari ke atas dan samping kepala. Sirkumduksi: menggerakan lengan dengan lingkaran penuh. Siku Ektensi: meluruskan siku dengan menurunkan tangan. Fleksi Menggerakkan siku sehingga lengan bahu bergerak ke depan sendi bahu dan tangan sejajar bahu. 180 180 180 45-60 180 320 90 90-150 150 82

Pinggul Fleksi: menggerakkan tungkai ke depan dan keatas. Ekstensi: menggerakan kembali ke samping tungkai yang lain. Hiperekstensi: mengerakan tungkai ke belakang tubuh. Abduksi: menggerakan tungkai ke samping menjauhi tubuh, Adduksi : menggerakan tungkai kembali ke posisi media dan melebihi jika mungkin. Rotasi dalam: memutar kaki dan tungkai ke arah tungkai lain. Rotasi luar: memutar kaki dan tungkai menjauhi tungkai lain. Sirkumduksi: menggerakan tungkai melingkar Lutut Fleksi: mengerakan tumit ke arah belakang paha. Ekstensi: mengembalikan tungkai kelantai. Kaki Inversi: memutar telapak kaki ke samping dalam. Eversi: memutar telapak kaki ke samping luar. 90-120 90-120 30-50 30-50 30-50 90 90-120-130 120-130 10 10 83

LATIHAN RENTANG GERAK/ RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF OLEH Iyatunna S. P. Manik 122500001 Program Studi DIII Keperawatan Universitas Sumatera Utara April 2015 Latihan Rentang Gerak/ Range Of Motion (ROM) Apa itu latihan ROM? Latihan range of motion (ROM) adalah latihan yang dilakukan untuk mempertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakan persendian secara normal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus otot (Potter & Perry, 2006). Manfaatnya... 1. Menentukan nilai kemampuan sendi tulang dan otot dalam melakukan pergerakan. 2. Mengkaji tulang, sendi, dan otot 3. Mencegah terjadinya kekakuan sendi. 4. Memperlancar sirkulasi darah. 5. Memperbaiki tonus otot. 6. Meningkatkan mobilisasi sendi. 7. Memperbaiki toleransi otot untuk latihan. Gerakan ROM... Ada berbagai macam gerakan ROM, yaitu : 1. Fleksi, yaitu berkurangnya sudut persendian. 2. Ekstensi, yaitu bertambahnya sudut persendian. 3. Hiperekstensi, yaitu ekstensi lebih lanjut. 84

4. Abduksi, yaitu gerakan menjauhi dari garis tengah tubuh. 5. Adduksi, yaitu gerakan mendekati garis tengah tubuh. 6. Rotasi, yaitu gerakan memutari pusat dari tulang. 7. Eversi, yaitu perputaran bagian telapak kaki ke bagian luar, bergerak membentuk sudut persendian. 8. Inversi, yaitu putaran bagian telapak kaki ke bagian dalam bergerak membentuk sudut persendian. 9. Pronasi, yaitu pergerakan telapak tangan dimana permukaan tangan bergerak ke bawah. 10. Supinasi, yaitu pergerakan telapak tangan dimana permukaan tangan bergerak ke atas. 11. Oposisi, yaitu gerakan menyentuhkan ibu jari ke setiap jarijari tangan pada tangan yang sama. Pelaksanaan gerakan ROM pada : Leher, Spina, Serfikal Fleksi : menggerakkan dagu menempel ke dada. Ekstensi: mengembalikan kepala ke posisi tegak. Hiperektensi: menekuk kepala ke belakang sejauh mungkin. Fleksi lateral: memiringkan kepala sejauh mungkin sejauh mungkin kearah setiap bahu. Rotasi: memutar kepala sejauh mungkin dalam gerakan sirkuler. Bahu Fleksi: menaikan lengan dari posisi di samping tubuh ke depan ke posisi di atas kepala. Ekstensi: mengembalikan lengan ke posisi di samping tubuh. Hiperektensi: menggerakkan lengan kebelakang tubuh, siku tetap lurus. Abduksi: menaikan lengan ke posisi samping di atas kepala dengan telapak tangan jauh dari kepala. Adduksi: menurunkan lengan ke samping dan menyilang tubuh sejauh mungkin. 85

Rotasi dalam: dengan siku pleksi, memutar bahu dengan menggerakan lengan sampai ibu jari menghadap ke dalam dan ke belakang. Rotasi luar: dengan siku fleksi, menggerakan lengan sampai ibu jari ke atas dan samping kepala. Sirkumduksi: menggerakan lengan dengan lingkaran penuh. Siku Ektensi: meluruskan siku dengan menurunkan tangan. Fleksi Menggerakkan siku sehingga lengan bahu bergerak ke depan sendi bahu dan tangan sejajar bahu. Pinggul Fleksi: mengerakkan tungkai ke depan dan keatas. Ekstensi: menggerakan kembali ke samping tungkai yang lain. Hiperekstensi: mengerakan tungkai ke belakang tubuh. Abduksi: menggerakan tungkai ke samping menjauhi tubuh, Adduksi : menggerakan tungkai kembali ke posisi media dan melebihi jika mungkin. Rotasi dalam: memutar kaki dan tungkai ke arah tungkai lain. Rotasi luar: memutar kaki dan tungkai menjauhi tungkai lain. Sirkumduksi: menggerakan tungkai melingkar Lutut Fleksi: mengerakan tumit ke arah belakang paha. Ekstensi: mengembalikan tungkai kelantai. Kaki Inversi: memutar telapak kaki ke samping dalam. Eversi: memutar telapak kaki ke samping luar 86

87

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) MENGHINDARI RISIKO JATUH Pokok bahasan Sub Pokok bahasan : Menghindari terjadinya risiko jatuh :Penyuluhan terhadap keluarga dalam menghindari risiko jatuh pada Ny.L yang mengalami hambatan mobilisasi fisik. Hari dan Tanggal : Kamis, 21 Mei 2015 Waktu : Pukul 10.00 WIB Tempat : Rumah Ny. L. Jalan Bajak III Kel. Harjosari II Kec. Medan Amplas. Sasaran Penyuluh : Ny. L dan keluarga. : Iyatunna S. P. Manik A. TUJUAN 1. Tujuan umum Setelah dilakukan penyuluhan tentang menghindari risiko jatuh, keluarga dapat mengaplikasikannya terhadap Ny. L 2. Tujuan khusus Setelah dilakukan penyuluhan selama 15 menit Ny. L dan keluarga dapat : a. Keluarga dapat menyebutkan pengertian risiko jatuh. b. Keluarga dapat menyebutkan faktor risiko yang menyebabkan risiko jatuh pada lansia. c. Keluarga dapat memahami dan menyebutkan tujuan/kriteria hasil yang diharapkan dari pelaksanaan pencegahan risiko jatuh. d. Keluarga dapat mengaplikasikan yang dapat dilakukan keluarga untuk menghindari risiko jatuh pada Ny. L. 88

B. ALOKASI WAKTU : ( 20 menit ) No Komunikator Komunikan waktu Pre Interaksi 1 Memberi salam dan memperkenalkan diri Menjawab salam 2 Menjelaskan tujuan penyuluhan dan tema Mendengarkan 5 mnt penyuluhan 3 Isi Menjelaskan materi penyuluhan mengenai latihan pencegahan risiko jatuh. Mendengarkan 15 mnt 4 Memberikan kesempatan kepada Mengajukan komunikan untuk bertanya tentang materi pertanyaan yang disampaikan 5 Penutup 5 mnt Memberikan pertanyaan akhir sebagai Menjawab evaluasi 6 Menyimpulkan bersama-sama hasil Mendengarkan kegiatan penyuluhan 7 Menutup penyuluhan dan mengucapkan salam Menjawab salam C. STRATEGI PENGAJARAN 1. Demontrasi 2. Diskusi 3. Tanya jawab D. MEDIA PENGAJARAN Leaflet menghindari risiko jatuh. E. EVALUASI 1. Evaluasi proses pengamatan selama penyuluhan 2. Hasil Evaluasi formatif cara lisan/sering 89

MATERI PENYULUHAN MENCEGAH RISIKO JATUH A. Pengertian Risiko Jatuh Risiko jatuh merupakan peningkatan kerentanan terhadap jatuh yang dapat menyebabkan bahaya fisik (Wilkinson&Judith, 2012). Hal ini dapat terjadi pada kondisi klien yang mengalami bahaya akibat persepsi dan fisiologis yang menurun, kurangnya kewaspadaan terhadap bahaya, atau usia yang lanjut. B. Faktor Risiko yang Menyebabkan Risiko Jatuh pada Lansia Faktor risiko yang menyebabkan risiko jatuh pada lansia, yaitu: 1. Usia diatas 65 tahun. 2. Riwayat jatuh. 3. Hidup seorang diri. 4. Tungkai bawah tiruan (prostesis). 5. Menggunakan alat bantu (misalnya tongkat, walker dan lain-lain). 6. Penyakit yang menyebabkan hambatan mobilisasi fisik seperti rematik. C. Tujuan/Kriteria Hasil yang Diharapkan dari Pelaksanaan Pencegahahan Risiko Jatuh Dari pelaksanaan hal-hal yang mencegah jatuh tersebut, hasil yang kita harapkan adalah: 1. Risiko jatuh akan menurun atau terbatas yang dibuktikan oleh keseimbangan, gerakan terkoordinasi, perilaku pencegahan jatuh dan pengetahuan pencegahan jatuh. 2. Pasien dan keluarga akan menciptakan lingkungan yang aman. 3. Pasien dan keluarga akan mengidentifikasi risiko yang meningkatkan kerentanan terhadap terjatuh, serta menghindari cedera fisik akibat jatuh. 90

D. Hal yang Dapat Dilakukan Keluarga Untuk Menghindari Risiko Jatuh Untuk menghindari terjadinya jatuh ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh keluarga dalam meminimalkan risiko jatuh, yaitu : 1. Bantu pasien saat ambulasi (berpindah dari satu tempat ketempat lain). 2. Menyediakan alat bantu berjalan. 3. Beritahu klien untuk mencari bantuan dalam pergerakan. Sediakan alat pemanggil didekat klien, seperti lonceng atau peluit. Hal ini akan memudahkan klien untuk memenuhi kebutuhannya. 4. Pastikan klien memakai alas kaki yang sesuai dan tidak licin. 5. Posisikan alat bantu berjalan dekat dengan klien dan mengatur letak barangbarang ditempat yang mudah dijangkau klien. 6. Hindari bahaya lingkungan dengan memastikan lantai tidak basah/licin dan menyediakan kain lap yang menyerap air didepan pintu kamar mandi. 7. Hindari perubahan letak benda klien jika tidak diperlukan. 91

MENCEGAH RISIKO JATUH OLEH Iyatunna S. P. Manik 122500001 Program Studi DIII Keperawatan Universitas Sumatera Utara April 2015 A. Pengertian Risiko Jatuh Risiko jatuh merupakan peningkatan kerentanan terhadap jatuh yang dapat menyebabkan bahaya fisik (Wilkinson&Judith, 2012). Hal ini dapat terjadi pada kondisi klien yang mengalami bahaya akibat persepsi dan fisiologis yang menurun, kurangnya kewaspadaan terhadap bahaya, atau usia yanglanjut. B. Faktor Risiko yang Menyebabkan Risiko Jatuh pada Lansia Faktor risiko yang menyebabkan risiko jatuh pada lansia, yaitu: 7. Usia diatas 65 tahun. 8. Riwayat jatuh. 9. Hidup seorang diri. 10. Tungkai bawah tiruan (prostesis). 11. Menggunakan alat bantu (misalnya tongkat, walker dan lain-lain). 12. Penyakit yang menyebabkan hambatan mobilisasi fisik seperti rematik. 92

C. Tujuan/Kriteria Hasil yang Diharapkan dari Pelaksanaan Pencegahahan Risiko Jatuh Dari pelaksanaan hal-hal yang mencegah jatuh tersebut, hasil yang kita harapkan adalah: 4. Risiko jatuh akan menurun atau terbatas yang dibuktikan oleh keseimbangan, gerakan terkoordinasi, perilaku pencegahan jatuh dan pengetahuan pencegahan jatuh. 5. Pasien dan keluarga akan menciptakan lingkungan yang aman. 6. Pasien dan keluarga akan mengidentifikasi risiko yang meningkatkan kerentanan terhadap terjatuh, serta menghindari cedera fisik akibat jatuh. D. Hal yang Dapat Dilakukan Keluarga Untuk Menghindari Risiko Jatuh Untuk menghindari terjadinya jatuh ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh keluarga dalam meminimalkan risiko jatuh, yaitu : 8. Bantu pasien saat ambulasi (berpindah dari satu tempat ketempat lain). 9. Menyediakan alat bantu berjalan. 10. Beritahu klien untuk mencari bantuan dalam pergerakan. Sediakan alat pemanggil didekat klien, seperti lonceng atau peluit. Hal ini akan memudahkan klien untuk memenuhi kebutuhannya. 11. Pastikan klien memakai alas kaki yang sesuai dan tidak licin. 12. Posisikan alat bantu berjalan dekat dengan klien dan mengatur letak barang-barang ditempat yang mudah dijangkau klien. 13. Hindari bahaya lingkungan dengan memastikan lantai tidak basah/licin dan menyediakan kain lap yang menyerap air didepan pintu kamar mandi. Hindari perubahan letak benda klien jika tidak diperlukan. 93

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PERSONAL HYGIENE Pokok bahasan Sub Pokok bahasan : Pemenuhan kebutuhan dasar perawatan diri. : Personal hygiene pada klien dengan hambatan mobilisasi. Hari dan Tanggal : Kamis, 21 Mei 2015 Waktu : Jam 11.00 WIB Tempat : Rumah Ny. L. Jalan Bajak III Kel. Harjosari II Kec. Medan Amplas. Sasaran Penyuluh : Ny. L dan keluarga. : Iyatunna S. P. Manik A.TUJUAN 1. Tujuan umum Setelah dilakukan penyuluhan mengenai personal hygiene diharapkan Ny.L dan keluarga memahami mengenai personal hygiene. 2. Tujuan khusus Setelah dilakukan penyuluhan selama 20 menit Ny. L dan keluarga dapat : a. menyebutkan pengertian perawatan diri (personal hygiene). b. menyebutkan tujuan dan manfaat perawatan diri. c. menyebutkan dampak yang dapat terjadi pada masalah pemenuhan personal hygiene. d. menyebutkan dan mengaplikasikan hal-hal yang dapat dilakukan unruk memenuhi kebutuhan personal hygiene. 94

B. ALOKASI WAKTU : ( 20 menit ) No Komunikator Komunikan waktu 1 Pre Interaksi Memberi salam dan memperkenalkan diri Menjawab salam 2 Menjelaskan tujuan penyuluhan dan tema Mendengarkan 5 mnt penyuluhan 3 Isi Menjelaskan materi penyuluhan mengenai personal higiene dan hal-hal yang harus dilakukan dalam pemenuhan kebutuhan perawatan diri. Mendengarkan 10 mnt 4 Memberikan kesempatan kepada Mengajukan komunikan untuk bertanya tentang materi pertanyaan yang disampaikan 5 Penutup 5 mnt Memberikan pertanyaan akhir sebagai Menjawab evaluasi 6 Menyimpulkan bersama-sama hasil Mendengarkan kegiatan penyuluhan 7 Menutup penyuluhan dan mengucapkan salam Menjawab salam C. STRATEGI PENGAJARAN 1. Demontrasi 2. Diskusi 3. Tanya jawab D. MEDIA PENGAJARAN Leaflet personal hygiene/ perawatan diri. E. EVALUASI 1. Evaluasi proses Pengamatan selama penyuluhan 2. Hasil Evaluasi formatif cara lisan/sering Materi Penyuluhan 95

PERSONAL HYGIENE A. Pengertian Personal Hygiene Perawatan diri/ personal hygiene adalah cara perawatan diri manusia untuk memelihara kesehatan mereka (Perry &Potter, 2006) Cara perawatan diri akan mengalami hambatan sehingga menyebabkan terjadinya defisit perawatan diri. Defisit perawatan diri merupakan suatu keadaan seseorang yang mengalami hambatan kemampuan untuk melakukan aktivitas perawatan diri, seperti mandi, berganti pakaian, makan dan eliminasi. Hal ini dapat disebabkan oleh keadaan individu mengalami keterbatasan dalam melakukan gerakan fisik. B. Tujuan Personal Hygiene Adapun tujuan dari pelaksanaan perawatan diri/ personal hygiene, yaitu : 1. Meningkatkan derajat kesehatan. 2. Memelihara kebersihan diri. 3. Memperbaiki personal hyiene yang kurang 4. Mencegah penyakit 5. Meningkatkan rasa percaya diri dan rasa nyaman. C. Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hygiene 1. Dampak Fisik Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit, gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, dan gangguan fisik pada kuku. 2. Dampak Psikososial Masalah sosial yang berhubungan dengan personal hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial. 96

D. Hal-hal yang dapat dilakukan keluarga untuk melakukan perawatan diri pada klien dengan hambatan mobilitas fisik. Beberapa hal yang dapat dilakukan keluarga dalam membantu klien untuk memenuhi kebututuhan perawatan diri, yaitu : 13. Membantu klien untuk melakukan aktivitas perawatan diri seperti mandi, berganti pakaian, makan dan eliminasi. Berikan bantuan sampai pasien benarbenar mampu melakukan perawatan diri. 14. Letakkan sabun, handuk, dan peralatan lain yang dibutuhkan dekat dengan tempat tidur atau kamar mandi. 15. Fasilitasi pasien dalam membersihkan mulut seperti penyediaan obat kumur dan mengingatkan klien untuk kumur-kumur setelah makan. 16. Pertahankan lingkungan mandi hangat. Anjurkan klien untuk mandi dengan air hangat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan rasa nyaman, meredakan ketegangan otot dan meningkatkan mobilisasi. 17. Tawarkan untuk mencuci tangan setelah BAB atau BAK dan sebelum makan. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan kebersihan. 18. Motivasi klien untuk melakukan aktivitas perawatan diri semampu klien. Tingkatkkan kemandirian seoptimal mungkin sesuai kemampuan pasien. 19. Motivasi pasien berjalan dan latihan fisik selama melakukan kegiatan. Hal ini bertujuan untuk melatih kemampuan pasien dalam bergerak dan melakukan aktivitas perawatan. 97

PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR PERAWATAN DIRI/ PERSONAL HYGIENE Oleh Iyatunna S. P. Manik 122500001 PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA APRIL 2015 A. Pengertian Perawatan diri/ personal hygiene adalah cara perawatan diri manusia untuk memelihara kesehatan mereka (Perry &Potter, 2006). B. Manfaat perawatan diri/ personal hygiene 1. Meningkatkan derajat kesehatan. 2. Memelihara kebersihan diri. 3. Memperbaiki personal hyiene yang kurang. 4. Mencegah penyakit. 5. Meningkatkan rasa percaya diri dan rasa nyaman. C. Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hygiene 1. Dampak Fisik Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanyakebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit, gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, dan gangguan fisik pada kuku. 2. Dampak Psikososial Masalah sosial yang berhubungan dengan personal hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial. 98

D. Hal-hal yang dapat dilakukan keluarga untuk melakukan perawatan diri pada klien dengan hambatan mobilitas fisik. 20. Membantu klien untuk melakukan aktivitas perawatan diri seperti mandi, berganti pakaian, makan dan eliminasi. Berikan bantuan sampai pasien benar-benar mampu melakukan perawatan diri. 21. Letakkan sabun, handuk, dan peralatan lain yang dibutuhkan dekat dengan tempat tidur atau kamar mandi. 22. Fasilitasi pasien dalam membersihkan mulut seperti penyediaan obat kumur dan mengingatkan klien untuk kumur-kumur setelah makan. 23. Pertahankan lingkungan mandi hangat. Anjurkan klien untuk mandi dengan air hangat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan rasa nyaman, meredakan ketegangan otot dan meningkatkan mobilisasi. 24. Tawarkan untuk mencuci tangan setelah BAB atau BAK dan sebelum makan. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan kebersihan. 25. Motivasi klien untuk melakukan aktivitas perawatan diri semampu klien. Tingkatkkan kemandirian seoptimal mungkin sesuai kemampuan pasien. 26. Motivasi pasien berjalan dan latihan fisik selama melakukan kegiatan. Hal ini bertujuan untuk melatih kemampuan pasien dalam bergerak dan melakukan aktivitas perawatan. 99