Enhanced E-R Model 4/20/2009 1

dokumen-dokumen yang mirip
supertipe/subtipesubtipe

Sistem Basis Data. Chapter 4: The Enhanced E-R Model and Business Rules Andronicus Riyono, M.T.

SISTEM BASIS DATA 2. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

Sistem Basis Data. Chapter 4: The Enhanced E-R Model and Business Rules Andronicus Riyono, M.T.

SISTEM BASIS DATA 2. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

Database Design. Enhanced Entity-Relationship (EER) Pertemuan 5. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom

Entity adalah objek di dunia yang bersifat unik. Setiap entity mempunyai atribut yang membedakannya dengan entity lainnya.

Perancangan Database Bagian I. Ahmad Hanafi

Perancangan Database Bagian I

MODEL ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM. Basis data

Mahasiswa dapat melakukan perancangan basis data dengan model entity relationship

MODEL EER (ENHANCED ENTITY RELATIONSHIP)

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) Basis data

MODEL ENTITY RELATIONSHIP

ERD, EERD DAN PEMETAAN KE MODEL RELASIONAL

Model EER. (Enhanced Entity Relationship)

Enhanced ER Modeling Techniques. Yusuf 2010

Enhanced Entity Relationship. Mata Ajar Basis Data 1

Entity Relationship Model

PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK

Outline. 1. Latar Belakang. 2. Superclass/Subclass Relationship. 3. Specialisasi dan Generalisasi. 4. Hierarchy dan Lattice

Pertemuan IV Advanced Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika

PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK

PERTEMUAN IV ADVANCED ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM FAK. TEKNIK JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

Adri Priadana. ilkomadri.com

SISTEM BASIS DATA. Pertemuan 4. 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi Nizar Rabbi Radliya

PERANCANGAN BASIS DATA. Alif Finandhita, S.Kom

ENHANCED ENTITY RELATIONSHIP (EER) DIAGRAM

PEMODELAN DATA (ER-D) Basis Data -1 / Dian Dharmayanti

SISTEM BASIS DATA 1 Imam Asrowardi, S.Kom.

PERANCANGAN DATABASE E-R DIAGRAM. Pengolahan Basis Data D3-TI STMIK AMIKOM

KOMPONEN ENTITY RELATIONSHIP

Perancangan Basis Data Relasional. Bab IV Converting ER Model To Table

Modul ke: Pertemuan - 8. Model Relasi Entitas. Fakultas Ilmu Komputer. Ariefah Rachmawati. Program Studi Sistem Informasi.

Basis Data I. Pertemuan Ke-2 & Ke-3 (Rancangan Basisdata) Noor Ifada.

Diagram E-R. ERD (Entity Relationship Diagram) Alat Bantu Perancangan Basis Data

ER-DIAGRAM (ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM)

Atribut NPM (underlined) = primary key

PertemuanI. Object Oriented

E-R Diagram Kusnawi, S.Kom, M.Eng

Basis Data. Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series

PERANCANGAN BASIS DATA

DIAGRAM E-R. ERD (ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM) ALAT BANTU PERANCANGAN BASIS DATA

Entity Relationship Model

Basis Data I Danny Kriestanto, S.Kom., M.Eng

ENTITY RELATIONSHIP PENGERTIAN

Modul 3 Konsep Perancangan Basis Data

Model Data HANI IRMAYANTI, M.KOM

Database Design. Pemodelan data & Model Entity-Relationship. Pertemuan 4. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom

Pertemuan 2-3 ER-MODEL

Pertemuan 6. Data Design

Entity Relationship Diagram

Entity Relationship Diagram. Rima Dias Ramadhani, S.Kom., M.Kom Wa:

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM. SiBaDa Sesi 4

Pertemuan Transformasi ER-MODEL INDIKATOR. 1. Memahami ER model 2. Menerapkan transformasi ER- Model ke Model Relasional.

Desain Data Base. Proses Desain Data Base

Perancangan Basis Data Relasional. (Lanjutan dengan EER) By : Hanung N. Prasetyo

Perancangan Basis Data Relasional. (Entity Relationship Model) By : Hanung N. Prasetyo

Basis data ERD. Entity. Atribut ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM 13/10/2015 TIU TIK. Entity

NORMALISASI BASIS DATA. Institut Teknologi Sumatera

PRAKTIKUM BASIS DATA MODUL 1 PERANCANGAN DATABASE MENGGUNAKAN ER DIAGRAM

PERTEMUAN 3. Model E-R (Lanjutan)

Matakuliah : Basisdata Versi : Materi : Model Data Lanjutan Penyaji : Zulkarnaen NS

Materi 6 PERANCANGAN BASIS DATA (PBD) 3 SKS Semester 5 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya

Pertemuan 4 ENTITY RELATIONSHIP ENTITY RELATIONSHIP

MODEL RELASIONAL. Model Data adalah kumpulan bentukanbentukan deskripsi data level tinggi yang menyembunyikan rincian penyimpanan data level rendah.

E-R Model (Model Keterhubungan Entitas)

ER (Entity-Relationship) Model dan Mapping ke Model Relasional. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Kontrak Kuliah. Entity Relationship Diagram Bagian 2. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

Desain Sistem Basis Data. 1. Struktur Basis Data 2. Normalisasi Data 3. ERD (entity relationship diagram)

IMPLEMENTASI BASIS DATA. By : I Ngh Putu Mardika, S.Pd

Basis Data. Pemodelan Database dengan ER Diagram (Entity Relationship Diagram) Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS

Pertemuan9. Disain Basis Data

Perancangan Basis Data

ER (ENTITY RELATIONSHIP) MODEL

Model Data. Universitas Darwan Ali Kalimantan Tengah. Author : Minarni, S.Kom.,MM

Materi 4 BASIS DATA 3 SKS Semester 4 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2016 Nizar Rabbi Radliya

PERTEMUAN 4 ENTITY-RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) JUM AT,

Pertemuan 4. Entity-Relationship Diagram (ERD)

Entity Relationship Diagram.

Materi 1 BASIS DATA 3 SKS Semester 4 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2016 Nizar Rabbi Radliya

TEKNIK ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan-perusahaan untuk terus berkembang agar dapat bertahan dalam kancah

ENTITY RELATIONAL MODEL. Dr.Budi Setiyono, MT

SISTEM BASIS DATA. Pertemuan SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi Nizar Rabbi Radliya

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Materi 1 SISTEM BASIS DATA 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2017 Nizar Rabbi Radliya

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SISTEM INFORMASI HRD BENGKEL PADA AREMA MOTOR BENGKEL RESMI SEPEDA MOTOR HONDA DENGAN MENGGUNAKAN DELPHI 2007 DAN SQL SERVER 2008

PERTEMUAN 2 MODEL DATA MODEL ENTITY RELATIONSHIP ( MODEL E-R)

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Sistem pelayanan pada rumah sakit MARDI WALUYO merupakan suatu sistem

Dibuat Oleh : 1. Andrey ( )

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERANCANGAN SISTEM TERINCI DATABASE

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

BASIS DATA (BS203) MODEL RELASIONAL

Transkripsi:

Enhanced E-R Model 1

EER Digunakan untuk menangani hubungan supertipe/subtipe Supertipe adalah suatu entitas umum Subtipe adalah himpunan bagian dari supertipe yang membagi atribut atau relasi dengan jelas dari himpunan bagian yang lain (suatu entitas yang merupakan pengkhususan dari supertipe) Contoh: MOBIL dapat menjadi supertipe SEDAN, MINIBUS, JIP dapat berkedudukan sebagai subtipe 2

Hubungan Supertipe/Subtipe Atribut-atribut yang bersifat umum SUPERTIPE Tipe entitas umum SUBTIPE 1 SUBTIPE 2 SUBTIPE 3 Pengkhususan dari supertipe Atribut-atribut khusus milik SUPTIPE 1 Atribut-atribut khusus milik SUPTIPE 2 Atribut-atribut khusus milik SUPTIPE 3 3

Notasi Hubungan Supertipe/Subtipe Simbol lingkaran digunakan untuk menghubungkan garis ke supertipe dan subtipe. dapat juga berupa relasi ISA (relasi antara supertipe dan subtipe) Simbol Bentuk-U pada garis yang menghubungkan simbol lingkaran dan subtipe menyatakan bahwa subtipe adalah bagian dari supertipe ISA 4

Contoh kasus Diasumsikan dalam sebuah perusahaan terdapat 3 jenis pegawai, yaitu : Pegawai harian: nomor_pegawai, nama_pegawai, alamat, tgl_mulai_kerja, upah harian Pegawai tetap: nomor_pegawai, nama_pegawai, alamat, tgl_mulai_kerja, gaji_bulanan, tunjangan Pegawai kontrak: nomor_pegawai, nama_pegawai, alamat, tgl_mulai_kerja, nomor_kontrak, lama_kontrak, kompensasi. 5

Contoh Supertipe dan Subtipe Nama_Pegawai Alamat Nomor_Pegawai PEGAWAI Tgl_Mulai_Kerja PEGAWAI HARIAN PEGAWAI TETAP PEGAWAI KONTRAK Kompensasi Upah_Harian Gaji_Bulanan Tunjangan Nomor_Kontrak Lama_Kontrak 6

Pilihan Model Konseptual 1. Buat sebuah tipe entitas bernama PEGAWAI 2. Buat tiga buah entitas terpisah 3. Buat supertipe dan subtipe seperti pada contoh di depan 7

Contoh Supertipe dan Subtipe Kode_Pasien Tgl_Kunjung Kode_Dokter PASIEN Ditangani_oleh DOKTER RAWAT JALAN RAWAT INAP Ditempatkan_ke TEMPAT TIDUR Tgl_Balik Tgl_Pulang Kode_Tempat_Tidur 8

Pewarisan Atribut Pewarisan atribut (attribute inheritance) merupakan sifat yang membuat entitas subtipe mewarisi nilai-nilai yang terdapat pada semua atribut dalam supertipe Contoh Nama_Pegawai terdapat pada supertipe PEGAWAI. Nilai atribut ini dengan sendirinya diwarisi oleh subtipe seperti PEGAWAI TETAP 9

Proses Pembuatan Hubungan 1. Generalisasi Supertipe/Subtipe Proses perancangan yang bersifat bottom-up Pembuatan entitas yang bersifat umum dimulai dari tipe-tipe entitas yang bersifat khusus 2. Spesialisasi Proses perancangan yang bersifat top-down Pembuatan satu atau beberapa entitas yang bersifat khusus (subtipe) dilakukan dari entitas yang bersifat umum terlebih dulu (supertipe) 10

Ilustrasi Generalisasi Model Tahun ID_Kendaraan Nama_Kendaraan Harga Cc_Mesin Model Tahun Jumlah_Penumpang MOBIL ID_Kendaraan Nama_Kendaraan Harga Cc_Mesin Model Tahun MOTOR ID_Kendaraan Nama_Kendaraan Harga Kapasitas TRUK Cc_Mesin Tiga tipe entitas dibuat terlebih dulu (MOBIL, TRUK, MOTOR) 11

Ilustrasi Generalisasi Model Tahun ID_Kendaraan Nama_Kendaraan Harga Cc_Mesin KENDARAAN Generalisasi supertipe KENDARAAN (Entitas MOTOR tidak muncul secara eksplisit) MOBIL TRUK Jumlah_Penumpang Kapasitas 12

Ilustrasi Spesialisasi Harga_Per_Unit Nomor_Suku_Cadang Kode_Pemasok Nama_Suku_Cadang SUKU CADANG Lokasi Jumlah_Tersedia Routing_Number Kondisi: Kode_Pemasok dan Harga_Per_Unit terkait dengan suku cadang yang dibeli dari pemasok Routing_Number terkait dengan pabrik (tempat suku cadang dibuat sendiri) 13

Ilustrasi Spesialisasi Jumlah_Tersedia Nomor_Suku_Cadang Lokasi Kode_Pemasok Nama_Suku_Cadang SUKU CADANG PEMASOK SUKU CADANG BUATAN SENDIRI SUKU CADANG DIBELI Memasok Routing_Number Harga_Per_Unit 14

Contoh Lain Spesialisasi Entitas ORANG mengandung atribut Nama, Alamat, Kota Seseorang bisa dipecah lagi menjadi: PELANGGAN PEGAWAI 15

Kekangan Kelengkapan Kekangan kelengkapan (completeness constraint) adalah jenis kekangan yang ditujukan untuk menjawab pertanyaan apakah suatu instan dari supertipe harus juga menjadi paling tidak anggota dari sebuah subtipe Kekangan kelengkapan memiliki 2 aturan: Spesialisasi parsial (partial specialization) Setiap instan supertipe harus menjadi anggota dari subtipe Spesialisasi total (total specialization) Suatu instan supertipe boleh tidak menjadi bagian dari subtipe 16

Ilustrasi Aturan Spesialisasi Total Kode_Pasien Tgl_Kunjung Kode_Dokter PASIEN Ditangani_oleh DOKTER Spesialisasi total RAWAT JALAN RAWAT INAP Ditempatkan_ke TEMPAT TIDUR Tgl_Balik Tgl_Pulang Kode_Tempat_Tidur Aturan bisnis: Setiap pasien harus tergolong sebagai salah satu: pasien rawat jalan atau pasien rawat inap Pada contoh ini, penambahan pada PASIEN dengan sendiri akan menambahkan ke salah satu: RAWAT JALAN atau RAWAT INAP 17

Ilustrasi Spesialisasi Parsial Model Tahun ID_Kendaraan Harga Nama_Kendaraan KENDARAAN Cc_Mesin Jika kendaraan adalah mobil, maka akan menjadi instan dari MOBIL Jika kendaraan adalah truk, maka akan menjadi instan dari TRUK Tapi jika kendaraan adalah sepeda motor, tidak akan muncul dalam subtipe MOBIL TRUK Jumlah_Penumpang Kapasitas 18

Disjointness Constraint Disjointness constraint adalah kekangan yang ditujukan untuk menjawab pertanyaaan apakah suatu instan supertipe bisa secara serentak menjadi angota dua buah subtipe (atau lebih). Dua aturan pada disjointness constraint : Aturan disjoint : jika suatu instan supertipe adalah anggota salah satu subtipe, maka instan tersebut tidak boleh menjadi anggota subtipe yang lain Aturan overlap : jika suatu instan supertipe adalah anggota salah satu subtipe, maka instan tersebut boleh menjadi anggota subtipe yang lain 19

Ilustrasi Aturan Disjoint Kode_Pasien Tgl_Kunjung Kode_Dokter PASIEN Ditangani_oleh DOKTER d Aturan disjoint RAWAT JALAN RAWAT INAP Ditempatkan_ke TEMPAT TIDUR Tgl_Balik Tgl_Pulang Kode_Tempat_Tidur Aturan bisnis: Pada waktu yang sama, tidak mungkin seseorang pasien masuk kategori RAWAT JALAN dan RAWAT INAP 20

Ilustrasi Aturan Overlap Aturan bisnis: Suatu suku cadang bisa berasal dari buatran sendiri atau beli Contoh: suku cadang dengan kode AX-003 memiliki jumlah sediaan sebanyak 60 buah (40 berasal dari pembelian dan 20 berasal dari buatan sendiri) Jumlah_Tersedia Nomor_Suku_Cadang Lokasi Kode_Pemasok Nama_Suku_Cadang SUKU CADANG Aturan overlap PEMASOK o SUKU CADANG BUATAN SENDIRI SUKU CADANG DIBELI Memasok Routing_Number Harga_Per_Unit 21

Pembeda Subtipe Masalah yang timbul dalam hubungan supertipe/subtipe: Ke dalam subtipe yang mana suatu instan akan disisipkan? Hal ini diatasi dengan pembeda subtipe (Subtype discriminator) Pembeda subtipe adalah suatu atribut pada supertipe yang nilainya menentukan target sebuah subtipe atau beberapa subtipe 22

Figure 4-8 Introducing a subtype discriminator (disjoint rule) A simple attribute with different possible values indicating the subtype 23

Figure 4-9 Subtype discriminator (overlap rule) A composite attribute with sub-attributes indicating yes or no to determine whether it is of each subtype 24

Pembeda Subtipe Jumlah_Tersedia Nomor_Suku_Cadang Lokasi Kode_Pemasok SUKU CADANG Nama_Suku_Cadang Tipe_Suku_Cadang: Buatan Sendiri?= Y o Beli?=Y Pembeda subtipe PEMASOK SUKU CADANG BUATAN SENDIRI SUKU CADANG DIBELI Memasok Routing_Number Harga_Per_Unit 25

Pembeda Subtipe (Lanjutan ) Tipe Suku Cadang Buatan Sendiri Beli Dibuat sendiri Y T Beli saja T Y Dibuat sendiri dan juga beli Y Y 26

Pembeda Subtipe Nama_Pegawai Alamat Nomor_Pegawai PEGAWAI Tgl_Mulai_Kerja Tipe_Pegawai: H T K PEGAWAI HARIAN PEGAWAI TETAP PEGAWAI KONTRAK Kompensasi Upah_Harian Gaji_Bulanan Tunjangan Nomor_Kontrak Lama_Kontrak 27