supertipe/subtipesubtipe
|
|
|
- Iwan Kurnia
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Enhanced E-R Model E - ERD
2 EER Digunakan untuk menangani hubungan supertipe/subtipesubtipe Supertipe adalah suatu entitas yang bersifat umum Subtipe adalah suatu entitas yang merupakan pengkhususan dari supertipe Contoh: MOBIL dapat menjadi supertipe SEDAN, MINIBUS, JIP dapat berkedudukan sebagai subtipe
3 Hubungan Supertipe/Subtipe Atribut-atribut yang bersifat umum SUPERTIPE Tipe entitas umum SUBTIPE 1 SUBTIPE 2 SUBTIPE 3 Pengkhususan dari supertipe Atribut-atribut khusus milik SUPTIPE 1 Atribut-atribut khusus milik SUPTIPE 2 Atribut-atribut khusus milik SUPTIPE 3
4 Notasi Hubungan Supertipe/Subtipe Simbol lingkaran digunakan untuk menghubungkan garis ke supertipe dan suptipe Simbol Bentuk-U pada garis yang menghubungkan simbol lingkaran dan suptipe menyatakan bahwa suptipe adalah bagian dari supertipe
5 Contoh Supertipe dan Subtipe Nama_Pegawai Alamat Nomor_Pegawai PEGAWAI Tgl_Mulai_Kerja PEGAWAI HARIAN PEGAWAI TETAP PEGAWAI KONTRAK Kompensasi Upah_Harian Gaji_Bulanan Tunjangan Nomor_Kontrak Lama_Kontrak
6 Pilihan Model Konseptual 1. Buat sebuah tipe entitas bernama PEGAWAI 2. Buat tiga buah entitas terpisah 3. Buat supertipe dan subtipe seperti pada contoh di depan
7 Contoh Supertipe dan Subtipe Kode_Pasien Tgl_Kunjung Kode_Dokter PASIEN Ditangani_oleh DOKTER RAWAT JALAN RAWAT INAP Ditempatkan_ke TEMPAT TIDUR Tgl_Balik Tgl_Pulang Kode_Tempat_Tidur
8 Pewarisan Atribut Pewarisan atribut (attribute inheritance) merupakan sifat yang membuat entitas subtipe mewarisi nilai-nilai yang terdapat pada semua atribut dalam supertipe Contoh Nama_Pegawai terdapat pada supertipe PEGAWAI. Nilai atribut ini dengan sendirinya diwarisi oleh subtipe seperti PEGAWAI TETAP
9 Proses Pembuatan Hubungan 1. Generalisasi Supertipe/Subtipe Proses perancangan yang bersifat bottom-up Pembuatan entitas yang bersifat umum dimulai dari tipe-tipe entitas yang bersifat khusus 2. Spesialisasi Proses perancangan yang bersifat top-down Pembuatan satu atau beberapa entitas yang bersifat khusus (subtipe) dilakukan dari entitas yang bersifat umum terlebih dulu (supertipe)
10 Ilustrasi Generalisasi Model Tahun ID_Kendaraan Nama_Kendaraan Harga Cc_Mesin Model Tahun Jumlah_Penumpang MOBIL ID_Kendaraan Nama_Kendaraan Harga Cc_Mesin Model Tahun MOTOR ID_Kendaraan Nama_Kendaraan Harga Kapasitas TRUK Cc_Mesin Tiga tipe entitas dibuat terlebih dulu (MOBIL, TRUK, MOTOR)
11 Ilustrasi Generalisasi Model Tahun ID_Kendaraan Nama_Kendaraan Harga KENDARAAN Cc_Mesin Generalisasi supertipe KENDARAAN (Entitas MOTOR tidak muncul secara eksplisit) MOBIL TRUK Jumlah_Penumpang Kapasitas
12 Ilustrasi Spesialisasi Harga_Per_Unit Nomor_Suku_Cadang Kode_Pemasok Nama_Suku_Cadang SUKU CADANG Lokasi Jumlah_Tersedia Routing_Number Kondisi: Kode_Pemasok dan Harga_Per_Unit terkait dnegan suku cadang yang dibeli dari pemasok Routing_Number terkait dengan pabrik (tempat suku cadang dibuat sendiri)
13 Ilustrasi Spesialisasi Jumlah_Tersedia Nomor_Suku_Cadang Lokasi Kode_Pemasok Nama_Suku_Cadang SUKU CADANG PEMASOK SUKU CADANG BUATAN SENDIRI SUKU CADANG DIBELI Memasok Routing_Number Harga_Per_Unit
14 Contoh Lain Spesialisasi Entitas ORANG mengandung atribut Nama, Alamat, Kota Seseorang bisa dipecah lagi menjadi: PELANGGAN PEGAWAI
15 Kekangan Kelengkapan Kekangan kelengkapan (completeness constraint) ) adalah jenis kekangan yang ditujukan untuk menjawab pertanyaan apakah suatu instan dari supertipe harus juga menjadi paling tidak anggota dari sebuah subtipe Kekangan kelengkapan memiliki 2 aturan: Spesialisasi parsial (partial specialization) Suatu instan supertipe boleh tidak menjadi bagian dari subtipe Spesialisasi total (total specialization) Setiap instan supertipe harus menjadi anggota dari subtipe
16 Ilustrasi Aturan Spesialisasi Total Kode_Pasien Tgl_Kunjung Kode_Dokter PASIEN Ditangani_oleh DOKTER Spesialisasi total RAWAT JALAN RAWAT INAP Ditempatkan_ke TEMPAT TIDUR Tgl_Balik Tgl_Pulang Kode_Tempat_Tidur Aturan bisnis: Setiap pasien harus tergolong sebagai salah satu: pasien rawat jalan atau pasien rawat inap Pada contoh ini, penambahan pada PASIEN dengan sendiri akan menambahkan ke salah satu: RAWAT JALAN atau RAWAT INAP
17 Ilustrasi Spesialisasi Parsial Model Tahun ID_Kendaraan Harga Nama_Kendaraan KENDARAAN Cc_Mesin Jika kendaraan adalah mobil, maka akan menjadi instan dari MOBIL Jika kendaraan adalah truk, maka akan menjadi instan dari TRUK Tapi jika kendaraan adalah sepeda motor, tidak akan muncul dalam subtipe MOBIL TRUK Jumlah_Penumpang Kapasitas
18 Disjointness Constraint Disjointness constraint adalah kekangan yang ditujukan untuk menjawab pertanyaaan apakah suatu instan supertipe bisa secara serentak menjadi angota dua buah suptipe (atau lebih). Dua aturan pada disjointness constraint : Aturan disjoint : jika suatu instan supertipe adalah anggota salah satu subtipe, maka instan tersebut tidak boleh menjadi anggota subtipe yang lain Aturan overlap : jika suatu instan supertipe adalah anggota salah satu subtipe, maka instan tersebut boleh menjadi anggota subtipe yang lain
19 Ilustrasi Aturan Disjoint Kode_Pasien Tgl_Kunjung Kode_Dokter PASIEN Ditangani_oleh DOKTER d Aturan disjoint RAWAT JALAN RAWAT INAP Ditempatkan_ke TEMPAT TIDUR Tgl_Balik Tgl_Pulang Kode_Tempat_Tidur Aturan bisnis: Pada waktu yang sama, tidak mungkin seseorang pasien masuk kategori RAWAT JALAN dan RAWAT INAP
20 Ilustrasi Aturan Overlap Aturan bisnis: Suatu suku cadang bisa berasal dari buatran sendiri atau beli Contoh: suku cadang dengan kode AX-003 memiliki jumlah sediaan sebanyak 60 buah (40 berasal dari pembelian dan 20 berasal dari buatan sendiri) Jumlah_Tersedia Nomor_Suku_Cadang Lokasi Kode_Pemasok Nama_Suku_Cadang SUKU CADANG Aturan overlap PEMASOK o SUKU CADANG BUATAN SENDIRI SUKU CADANG DIBELI Memasok Routing_Number Harga_Per_Unit
21 Pembeda Subtipe Masalah yang timbul dalam hubungan supertipe/subtipe: Ke dalam subtipe yang mana suatu instan akan disisipkan? Hal ini diatasi dengan pembeda subtipe (Subtype discriminator) Pembeda subtipe adalah suatu atribut pada supertipe yang nilainya menentukan target sebuah subtipe atau beberapa subtipe
22 Pembeda Subtipe Jumlah_Tersedia Nomor_Suku_Cadang Lokasi Kode_Pemasok SUKU CADANG Nama_Suku_Cadang Tipe_Suku_Cadang: Buatan Sendiri?= Y o Beli?=Y Pembeda subtipe PEMASOK SUKU CADANG BUATAN SENDIRI SUKU CADANG DIBELI Memasok Routing_Number Harga_Per_Unit
23 Pembeda Subtipe (Lanjutan ) Tipe Suku Cadang Buatan Sendiri Beli Dibuat sendiri Y T Beli saja T Y Dibuat sendiri dan juga beli Y Y
24 Pembeda Subtipe Nama_Pegawai Alamat Nomor_Pegawai PEGAWAI Tgl_Mulai_Kerja Tipe_Pegawai: H T d K PEGAWAI HARIAN PEGAWAI TETAP PEGAWAI KONTRAK Kompensasi Upah_Harian Gaji_Bulanan Tunjangan Nomor_Kontrak Lama_Kontrak
25 Contoh Soal Bank memiliki tiga jenis rekening: cek, tabungan, pinjaman Atribut untuk ketiga rekening: CEK=(No_Rek, Tgl_Buka, Saldo, Biaya_Layanan) TABUNGAN=(No_rek, Tgl_Buka, Saldo, Bunga) PINJAMAN=(No_Rek, Tgl_Buka, Bunga, Pembayaran) Setiap rekening harus menjadi salah satu dari ketiga subtipe. Dengan menggunakan generalisasi, buatlah model EER Sertakan pula pembeda subtipe
26 Soal EER Gambarkan diagram EER-nya untuk masing- masing persoalan berikut, bila ATLIT, PELARI, PETEMBAK, dan PEMBALAP adalah entitas: Suatu ATLIT tidak harus menjadi PELARI, PETEMBAK, dan PEMBALAP Suatu ATLIT bisa menjadi salah satu PELARI, PETEMBAK, dan PEMBALAP Suatu ATLIT bisa menjadi PELARI, PETEMBAK, dan PEMBALAP sekaligus
Enhanced E-R Model 4/20/2009 1
Enhanced E-R Model 1 EER Digunakan untuk menangani hubungan supertipe/subtipe Supertipe adalah suatu entitas umum Subtipe adalah himpunan bagian dari supertipe yang membagi atribut atau relasi dengan jelas
SISTEM BASIS DATA 2. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.
SISTEM BASIS DATA 2 WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI. PERTEMUAN 2 SBD 2 Model Enhanced Entity Relationship Review Konsep Model Enhanced Entity Relationship (EER). Konsep Model EER : Superclass dan Subclass.
SISTEM BASIS DATA 2. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.
SISTEM BASIS DATA 2 WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI. PERTEMUAN 3 SBD 2 Model Enhanced Entity Relationship Konsep Model EER : Constraints Spesialisasi dan Generalisasi. Hierarki dan Lattice. Categorization.
Database Design. Enhanced Entity-Relationship (EER) Pertemuan 5. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom
Database Design Pertemuan 5 Enhanced Entity-Relationship (EER) Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom Refresh Sebuah bank memiliki beberapa cabang di daerah yang berlainan. Masing-masing cabang memiliki nasabah yang
Sistem Basis Data. Chapter 4: The Enhanced E-R Model and Business Rules Andronicus Riyono, M.T.
Sistem Basis Data Chapter 4: The Enhanced E-R Model and Business Rules Andronicus Riyono, M.T. Supertype & Subtypes Subtype: Pengelompokan sebagian entity instances dari suatu entity type yang memiliki
Sistem Basis Data. Chapter 4: The Enhanced E-R Model and Business Rules Andronicus Riyono, M.T.
Sistem Basis Data Chapter 4: The Enhanced E-R Model and Business Rules Andronicus Riyono, M.T. Supertype & Subtypes Subtype: Pengelompokan sebagian entity instances dari suatu entity type yang memiliki
Entity adalah objek di dunia yang bersifat unik. Setiap entity mempunyai atribut yang membedakannya dengan entity lainnya.
Entity adalah objek di dunia yang bersifat unik. Setiap entity mempunyai atribut yang membedakannya dengan entity lainnya. Entity Set merupakan sekelompok entitas yang sejenis dan berada dalam lingkup
Perancangan Database Bagian I. Ahmad Hanafi
Perancangan Database Bagian I Ahmad Hanafi 1 Model Data Relasional Data direprentasikan dalam tabel berdimensi dua Tiga komponen yang mendasari model data relasional: Struktur data Pemanipulasi data Integritas
Perancangan Database Bagian I
Perancangan Database Bagian I 1 Pengantar Apa yang akan dipelajari dalam modul ini? Model data relasional Relasi Kunci Integrity Constraints Anomali Transformasi Diagram E/R ke Relasi Pemetaan Hubungan
Mahasiswa dapat melakukan perancangan basis data dengan model entity relationship
TIU Mahasiswa dapat melakukan perancangan basis data dengan model entity relationship TIK Memahami bagaimana wujud data relational Menjelaskan simbol dan istilah yang terdapat di dalam model ER Mentransformasikan
MODEL EER (ENHANCED ENTITY RELATIONSHIP)
MODEL EER (ENHANCED ENTITY RELATIONSHIP) Model EER Model entity Relationship yang ditambah kemampuan semantiknya dengan beberapa konsep yang lebih kompleks. Konsep-konsepnya : Subclass Superclass Generalization
MODEL ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM. Basis data
MODEL ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM Basis data TIU Mahasiswa dapat melakukan perancangan basis data dengan model entity relationship TIK Memahami bagaimana wujud data relational Dapat membuat contoh penerapan
MODEL ENTITY RELATIONSHIP
BASIS DATA (BS203) MODEL ENTITY RELATIONSHIP Bagian 2 [email protected] fb: NDoro Edi Page 1 Outline Varian Relasi (Biner & Non-biner) Himpunan Entitas Lemah (Weak Entity) ER yang diperluas (Extended
ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) Basis data
ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) Basis data Manfaat ERD ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data. Dengan ERD kita dapat menjawab pertanyaan seperti : 1. Data apa yang kita
Enhanced ER Modeling Techniques. Yusuf 2010
Enhanced ER Modeling Techniques Yusuf Priyandari @Agustus 2010 Contents 1 Click to add Title 2 Click to add Title 3 Click to add Title 4 Click to add Title 2 Tahap Pengembangan Basis Data Model 1 1 2 Topics
Outline. 1. Latar Belakang. 2. Superclass/Subclass Relationship. 3. Specialisasi dan Generalisasi. 4. Hierarchy dan Lattice
Pemodelan EER 1 Tujuan Pemelajaran Setelah mengikuti pemelajaran pada topik ini, jika diberikan requirement basis data, Anda diharapkan dapat memodelkan basis data dengan tepat mengunakan Enhanced Entity
PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK
PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK 1. PENDAHULUAN Analisis dan disain berorientasi objek adalah cara baru dalam memikirkan suatu masalah dengan menggunakan model yang dibuat menurut konsep sekitar dunia nyata.
Model EER. (Enhanced Entity Relationship)
Model EER (Enhanced Entity Relationship) Model EER : Model Entity Relationship yang ditambah kemampuan semantiknya dengan beberapa konsep yang lebih kompleks. Konsep-konsepnya yaitu : Subclass Superclass
Enhanced Entity Relationship. Mata Ajar Basis Data 1
Enhanced Entity Relationship Mata Ajar Basis Data 1 Tujuan Pemelajaran Setelah mengikuti pemelajaran pada topik ini, jika diberikan requirement basis data, Anda diharapkan dapat memodelkan basis data dengan
ERD, EERD DAN PEMETAAN KE MODEL RELASIONAL
BAB 1 ERD, EERD DAN PEMETAAN KE MODEL RELASIONAL Tujuan Belajar: Memahami konsep dalam Model EntitasHubungan (EntityRelationship Model) Memahami dan bisa membuat Entity Relationship Diagram (ERD) Memahami
Pertemuan IV Advanced Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika
Pertemuan IV Advanced Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Caca E. Supriana, S.Si.,MT. [email protected] id 2014 Himpunan Entitas Lemah h(weak
PERTEMUAN IV ADVANCED ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM FAK. TEKNIK JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
PERTEMUAN IV ADVANCED ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM FAK. TEKNIK JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA Pertemuan IV Advanced Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Caca
PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK
PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK 1. PENDAHULUAN Analisis dan disain berorientasi objek adalah cara baru dalam memikirkan suatu masalah dengan menggunakan model yang dibuat menurut konsep sekitar dunia nyata.
ENHANCED ENTITY RELATIONSHIP (EER) DIAGRAM
ENHANCED ENTITY RELATIONSHIP (EER) DIAGRAM Model EER berisikan seluruh konsep model ER ditambah konsep-konsep dari subclass dan superclass, dan konsep-konsep yang berhubungan yaitu specialization dan generalization.
Diagram E-R. ERD (Entity Relationship Diagram) Alat Bantu Perancangan Basis Data
Alat Bantu Perancangan Basis Data ERD (Entity Relationship Diagram) Sistem Basis Data STMIK AUB Surakarta Diagram E-R (Entity- Relationship) biasa digunakan dalam tahap analisis perancangan database Digunakan
PERANCANGAN DATABASE E-R DIAGRAM. Pengolahan Basis Data D3-TI STMIK AMIKOM
PERANCANGAN DATABASE E-R DIAGRAM Pengolahan Basis Data D3-TI STMIK AMIKOM DIAGRAM E-R Diagram E-R (Entity-Relationship) biasa digunakan dalam tahap analisis perancangan database Digunakan sebagai perangkat
Atribut NPM (underlined) = primary key
BAB 2 ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM ERD Diagram untuk menggambarkan model data (konsep/ blue print dari basis data) Menggunakan simbol-simbol standar 2 macam standar simbol ERD Crow s Foot Chen Diagram CROW
Entity Relationship Diagram
Entity Relationship Diagram Ema Utami, S.Si, M.Kom STMIK AMIKOM Yogyakarta Entity Relationship Diagram (ERD) Kompetensi Dasar: 1. Mampu memahami konsep model ER 2. Mampu merancang BD dengan teknik ERD
DIAGRAM E-R. ERD (ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM) ALAT BANTU PERANCANGAN BASIS DATA
DIAGRAM E-R. ERD (ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM) ALAT BANTU PERANCANGAN BASIS DATA Alat Bantu Perancangan Basis Data ERD (Entity Relationship Diagram) Sistem Basis Data STMIK AUB Surakarta Diagram E-R Diagram
Entity Relationship Model
Entity Relationship Model Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom BasDat 2016 Pendahuluan Model data E-R didasarkan pada persepsi bahwa dunia nyata merupakan sekumpulan dari sejumlah obyek dasar (entitas)
Entity Relationship Diagram. Rima Dias Ramadhani, S.Kom., M.Kom Wa:
Entity Relationship Diagram Rima Dias Ramadhani, S.Kom., M.Kom Email: rima@[email protected] Wa: 087731680017 Entity Relationship Diagram Semesta Data di dunia nyata ditransformasikan ke dalam sebuah
PERANCANGAN BASIS DATA. Alif Finandhita, S.Kom
PERANCANGAN BASIS DATA Alif Finandhita, S.Kom Proses perancangan basis data, terlepas dari masalah yang ditangani dibagi menjadi 3 tahapan : Perancangan basis data secara konseptual Merupakan upaya untuk
Basis Data. Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series
Basis Data DATABASE Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series Material Covered 1. Spesialisasi dan generalisasi 2. Derajat Relasi Detail 3. Merancang ERD, Database, Fisik, Logik Spesialisasi Basis Data
E-R Diagram Kusnawi, S.Kom, M.Eng
E-R R Diagram Kusnawi, S.Kom, M.Eng Diagram E-RE Diagram E-R E R (Entity- Relationship) biasa digunakan dalam tahap analisis perancangan database Digunakan sebagai perangkat untuk berkomunikasi antara
PertemuanI. Object Oriented
PertemuanI Object Oriented Pendahuluan Pemodelan Sistem Berbasis Objek Sejarah Object Oriented Konsep awal programming (Basic) dengan kekuatan GOTO statement, ini merupakan Non Procedural Language Procedural
KOMPONEN ENTITY RELATIONSHIP
ENTITY RELATIONSHIP Pertemuan 4 PENGERTIAN Entity relationship Adalah jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dari sistem secara abstrak. Entity-relationship dari model terdiri dari unsur-unsur
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pikir Proses lama atau yang sedang berjalan saat ini memiliki masalah seperti redundansi kegiatan yang mengakibatkan lamanya hasil pendapatan rawat inap, tidak
Pertemuan9. Disain Basis Data
Pertemuan9 Disain Basis Data Pembahasan Entity Relationship Diagram adalah pemodelan data utama dan akan membantu mengorganisasikan data dalam suatu proyek ke dalam entitas-entitas dan menentukan hubungan
Basis Data I Danny Kriestanto, S.Kom., M.Eng
Topik Basis Data I Danny Kriestanto, S.Kom., M.Eng Komponen E-R Hubungan Entitas Kunci Constraint: kardinalitas Pengertian Entitas Semua obyek yang memiliki makna dan merupakan informasi yang perlu diketahui.
PEMODELAN DATA (ER-D) Basis Data -1 / Dian Dharmayanti
PEMODELAN DATA (ER-D) Basis Data -1 / Dian Dharmayanti OUTLINE Modeling Entity, Relationship, Attributes Mapping Cardinality Constraints Key ER Diagram Design Issues Modeling (Entitas) Entitas adalah sesuatu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi kini semakin mengalami kemajuan pesat dalam berbagai bidang. Teknologi informasi memiliki peranan dalam masyarakat khususnya dalam perusahaan
Adri Priadana. ilkomadri.com
Adri Priadana ilkomadri.com Entity, Entity Set Entity : object atau benda dalam dunia nyata Entity Set : Sekumpulan entity yang sejenis Misal kumpulan orang yang berobat di sebuah rumah sakit dapat didefinisikan
Modul 9. Memahami dan menerapkan ERD (Entity Relationship Diagram) dan Normalisasi. Memahami Diagram EER (Enhanced Entity Relatioship Diagram)
Modul 9 Mata Pelajaran Kelas Semester Alokasi waktu : Basis Data : III : V : 6 X 45 menit A. Standar Kompetensi Memahami langkah merancang Basis Data B. Kompetensi Memahami dan menerapkan ERD (Entity Relationship
NORMALISASI BASIS DATA. Institut Teknologi Sumatera
NORMALISASI BASIS DATA Institut Teknologi Sumatera PRE TEST Sebutkan kegunaan ERD. Sebutkan perbedaan metode perancangan basis data dengan cara top down vs bottom up. Jelaskan! 2 TUJUAN PERKULIAHAN Mahasiswa
Database Design. Pemodelan data & Model Entity-Relationship. Pertemuan 4. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom
Database Design Pertemuan 4 Pemodelan data & Model Entity-Relationship Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom Pemodelan Data Pemodelan data / sistem dalam database diguanakan Model ER (Entity Relationship) Diagram
BAB I PENDAHULUAN I - 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Masalah persediaan merupakan masalah yang sangat penting bagi sebuah perusahaan. Tanpa adanya persediaan, perusahaan akan dihadapkan pada suatu resiko dimana
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penjelasaan Tentang Arti Sistem Sistem dapat diartikan sesuatu jaringan kerja yang terdiri dari prosedur-prosedur untuk saling berhubungan, saat melakukan suatu kegiatan agar
Basis Data I. Pertemuan Ke-2 & Ke-3 (Rancangan Basisdata) Noor Ifada.
Basis Data I Pertemuan Ke-2 & Ke-3 (Rancangan Basisdata) Noor Ifada [email protected] 1 Sub Pokok Bahasan Pendahuluan ER Model (Entity, Relationship) Weak Entity Class Hierarchy Aggregation
Handout 1A. Anggaran Bulanan. Anggaran Berimbang
Handout 1A Anggaran Berimbang Anggaran Bulanan Pendapatan (Uang Masuk) Gaji Pengeluaran (Uang Keluar) 5,000,000 Pengeluaran Tetap Kontrak Rumah 1,500,000 Cicilan Kendaraan 750,000 Asuransi 100,000 Tabungan
Modul ke: Pertemuan - 8. Model Relasi Entitas. Fakultas Ilmu Komputer. Ariefah Rachmawati. Program Studi Sistem Informasi.
Modul ke: Pertemuan - 8 Model Relasi Entitas Fakultas Ilmu Komputer Ariefah Rachmawati Program Studi Sistem Informasi www.mercubuana.ac.id Bagian Isi Entity Sets Relationship Sets Design Issues Mapping
Kontrak Kuliah. Entity Relationship Diagram Bagian 2. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom
Kontrak Kuliah Entity Relationship Diagram Bagian 2 Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom Spesialisasi Merupakan dekomposisi (pengelompokan) sebuah himpunan entitas yang melahirkan himpunan entitas baru dilakukan
SISTEM BASIS DATA. Pertemuan 4. 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi Nizar Rabbi Radliya
SISTEM BASIS DATA Pertemuan 4 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi ------------------------- Nizar Rabbi Radliya [email protected] Universitas Komputer Indonesia 2017 Tujuan perancangan basis data:
ENTITY RELATIONSHIP PENGERTIAN
ENTITY RELATIONSHIP Pertemuan 4 PENGERTIAN Entity relationship Adalah jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dari sistem secara abstrak. Entity-relationship dari model terdiri dari unsur-unsur
BAB 2 LANDASAN TEORI
7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Pemodelan Objek Pemodelan objek merupakan suatu metode untuk menggambarkan struktur sistem yang memperlihatkan semua objek yang ada pada sistem. (Nugroho, 2005, hal:37).
SURVEI STATISTIK KEUANGAN BADAN USAHA MILIK DAERAH
V-BUMD15 REPUBLIK INDONESIA SURVEI STATISTIK KEUANGAN BADAN USAHA MILIK DAERAH 2013-2014 1. Daftar isian ini digunakan untuk mendapatkan informasi dan data mengenai profil dari Perusahaan BUMD Tahun 2013-2014.
PERBANDINGAN PERHITUNGAN BAGI HASIL TABUNGAN MUDHARABAH PADA PT. BANK SYARIAH MANDIRI DENGAN PADA PT. BANK MANDIRI
PERBANDINGAN PERHITUNGAN BAGI HASIL TABUNGAN MUDHARABAH PADA PT. BANK SYARIAH MANDIRI DENGAN BUNGA TABUNGAN KONVENSIONAL PADA PT. BANK MANDIRI Latar Belakang Bank merupakan badan usaha yang menghimpun
STIKOM SURABAYA BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Kemajuan teknologi informasi telah merambah dengan cepat ke berbagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi informasi telah merambah dengan cepat ke berbagai negara maju yang sangat merasakan arti pentingnya teknologi informasi dalam menunjang
Perancangan Basis Data Relasional. (Lanjutan dengan EER) By : Hanung N. Prasetyo
Perancangan Basis Data Relasional (Lanjutan dengan EER) By : Hanung N. Prasetyo Himpunan Entitas Lemah Himpunan Entitas Lemah tidak memiliki primary key dan selalu bergantung pada entitas lain. Notasi
Modul 3 Konsep Perancangan Basis Data
Modul 3 Konsep Perancangan Basis Data A. Tujuan Pratikum a) Tujuan 1. Praktikan mampu merancang basis data yang baik. 2. Praktikan mampu membuat dan menjelaskan hubungan antar data dalam suatu basis data.
PERTEMUAN 11 KONSEP PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK
PERTEMUAN 11 KONSEP PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK 1. Pendahuluan POKOK BAHASAN 2. Pengenalan Pemrograman Berorientasi Objek 3. Pengenalan Objek & Class 4. Karakteristik OOP 5. Kelebihan OOP 6. Pemrograman
UML : Class Diagram 23/11/ Area Pokok Class. Kaidah Penulisan Nama Class. Class Diagram (1) Contoh Class. Class Diagram (2) SHINTA P.
UML : Class Diagram SHINTA P. SARI 3 Area Pokok Class Nama (dan stereotype) Atribut Metoda Bentuk Class Class Diagram (1) Kaidah Penulisan Nama Class menggambarkan struktur dan deskripsi class, package
KUESIONER PENELITIAN. Berikut ini adalah kuesioner yang berkaitan dengan penelitian tentang PENGARUH KOMPENSASI DAN KEPUASAN TERHADAP KINERJA
KUESIONER PENELITIAN Berikut ini adalah kuesioner yang berkaitan dengan penelitian tentang PENGARUH KOMPENSASI DAN KEPUASAN TERHADAP KINERJA MANAJER PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI SEMARANG. Maka dari itu
Basis data ERD. Entity. Atribut ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM 13/10/2015 TIU TIK. Entity
ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM Basis Data Shinta P. Sari TIU Mahasiswa dapat melakukan perancangan basis data dengan model entity relationship TIK Memahami bagaimana wujud data relational Dapat membuat contoh
Pembeli. Bag. Gudang. Bag. Keuangan. Supplier
DIAGRAM CONTEXT: A Pembeli B Gudang - Kebutuhan - Daftar Pembelian - yang Kosong Kosong - Daftar Masuk SISTEM PENJUALAN BARANG DI SUPERMARKET Daftar Rencana Persetujuan D Keuangan - Permintaan - C Supplier
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan-perusahaan untuk terus berkembang agar dapat bertahan dalam kancah
BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Persaingan dalam dunia usaha saat ini telah semakin ketat dan menuntut perusahaan-perusahaan untuk terus berkembang agar dapat bertahan
Perancangan Basis Data Relasional. (Entity Relationship Model) By : Hanung N. Prasetyo
Perancangan Basis Data Relasional (Entity Relationship Model) By : Hanung N. Prasetyo Database Model Definisi Pemodelan ER ER adalah salah satu pemodelan basis data ke dalam bentuk Entitas-Entitas dan
BAB 5 SIMPULAN & SARAN
109 BAB 5 SIMPULAN & SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan uraian dan analisis yang telah dikemukakan pada bab-bab terdahulu, maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Faktor-faktor yang
IKHTISAR LHKPN BRAM BRAHMANTIYO
IKHTISAR LHKPN BRAM BRAHMANTIYO 3271060605650028 1. DATA PRIBADI Nama : BRAM BRAHMANTIYO NHK : 135701 Bidang : - Lembaga : - Jabatan : - Tanggal Lapor : 9 Juni 2016 2. DATA KELUARGA NO NAMA 1 DR. Ir. HENNY
TEKNIK ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)
TEKNIK ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) Pertemuan 9 A. Entity Relationship Konsep Teknik Entity Relationship Pada teknik ini akan terdapat dua atau lebih file yg direlasikan dengan kunci relasi (primary
Perancangan Basis Data Relasional. Bab IV Converting ER Model To Table
Perancangan Basis Data Relasional Bab IV Converting ER Model To Table Himpunan Entitas Lemah Himpunan Entitas Lemah tidak memiliki primary key dan selalu bergantung pada entitas lain. Notasi entitas lemah
Pertemuan6. Class Diagram
Pertemuan6 Class Diagram Class Diagram Class Diagram mendeskripsikan jenis-jenis objek dalam sistem dan berbagai macam hubungan statis yang terdapat diantara mereka. Class diagram juga menunjukkan properti
Pertemuan Transformasi ER-MODEL INDIKATOR. 1. Memahami ER model 2. Menerapkan transformasi ER- Model ke Model Relasional.
Pertemuan 4-5-6 Transformasi ER-MODEL INDIKATOR 1. Memahami ER model 2. Menerapkan transformasi ER- Model ke Model Relasional. URAIAN MATERI PERANCANGAN DATABASE Perancangan Database adalah proses untuk
SISTEM BASIS DATA 1 Imam Asrowardi, S.Kom.
SISTEM BASIS DATA 1 Imam Asrowardi, S.Kom. POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG 2007 Chapter 2 ER Model (Entitiy Relatioanship) OBJECTIVES Tujuan Memahami konsep dasar ER Model Memahami Entity, Attribute, Entity
PERTEMUAN 3. Model E-R (Lanjutan)
PERTEMUAN 3 Model E-R (Lanjutan) Model ER Relationship Constraints Merupakan kendala yang membatasi kemungkinan kombinasi entitas yang terlibat dalam relationship instance Contoh: setiap pegawai hanya
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Sistem pelayanan pada rumah sakit MARDI WALUYO merupakan suatu sistem
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Sistem pelayanan pada rumah sakit MARDI WALUYO merupakan suatu sistem yang mencakup pengelolaan data rekam medik pasien,
PEMODELAN DATA DAN PROSES PENGEMBANGAN DATABASE. Pengolahan Basis Data D3-TI STMIK AMIKOM
PEMODELAN DATA DAN PROSES PENGEMBANGAN DATABASE Pengolahan Basis Data D3-TI STMIK AMIKOM MODEL DATA Menyatakan hubungan antardata dalam database Ada tiga macam model data dasar Hierarkis Jaringan Relasional
Model Data HANI IRMAYANTI, M.KOM
Model Data HANI IRMAYANTI, M.KOM Model data merupakan kumpulan perangkat konseptual untuk menggambarkan data, hubungan data, semantic (makna) data dan batasan data. Karena yang ingin ditunjukkannya adalah
Materi 6 PERANCANGAN BASIS DATA (PBD) 3 SKS Semester 5 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya
Materi 6 PERANCANGAN BASIS DATA (PBD) 3 SKS Semester 5 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya [email protected] Nama Mahasiswa NIM Kelas Kompetensi Dasar Memahami tahapan pemodelan data
Pertemuan 4 ENTITY RELATIONSHIP ENTITY RELATIONSHIP
Pertemuan 4 ENTITY RELATIONSHIP ENTITY RELATIONSHIP PENGERTIAN Entity relationship Adalah jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dari sistem secara abstrak. Entity-relationship dari model
PERANCANGAN DATABASE E-R DIAGRAM 2. Pengolahan Basis Data D3-TI STMIK AMIKOM
PERANCANGAN DATABASE E-R DIAGRAM 2 Pengolahan Basis Data D3-TI STMIK AMIKOM KEKANGAN INTEGRITAS (INTEGRITY CONSTRAINT) Tujuannya adalah untuk memfasilitasi penjagaan keakurasian dan integritas data dalam
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.367, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN. Mekanisme. Penetapan. Formulasi. Perhitungan Tarif. Angkutan Penyeberangan. PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR
PENGERTIAN DASAR AKUNTANSI. Akuntansi dapat didefinisikan berdasarkan dua aspek penting yaitu :
PENGERTIAN DASAR AKUNTANSI Akuntansi dapat didefinisikan berdasarkan dua aspek penting yaitu : 1. Penekanan pada aspek fungsi yaitu pada penggunaan informasi akuntansi. Berdasarkan aspek fungsi akuntansi
Pertemuan 6-7. UML (Unified Modeling Language) (Software Design 2) Muhamad Alif,S.Kom Teknik Informatika UTM 17 Oktober 2012
Pertemuan 6-7 UML (Unified Modeling Language) (Software Design 2) Muhamad Alif,S.Kom Teknik Informatika UTM 17 Oktober 2012 UML Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa standart untuk melakukan spesifikasi,
Entity Relationship Model
Entity Relationship Model Outline Pendahuluan Entitas Atribut Batasan Keys Hubungan Pendahuluan Model data E-R didasarkan pada persepsi bahwa dunia nyata merupakan sekumpulan dari sejumlah obyek dasar
30 Juni 31 Desember
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 30 Juni 31 Desember ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 73102500927 63710521871 Investasi 2072565000 1964636608 Piutang usaha - setelah
PERANCANGAN BASIS DATA
PERANCANGAN BASIS DATA 3 SKS Semester 5 S1 Sistem Informasi Pertemuan 4 Nizar Rabbi Radliya [email protected] Universitas Komputer Indonesia 2014 Tujuan perancangan basis data: tercipta basis data
LAMPIRAN. Lampiran 1 Notasi untuk Flowchart Diagram
L.1 LAMPIRAN Lampiran 1 Notasi untuk Flowchart Diagram Gambar L1 Simbol Notasi Flowchart Diagram Gambar L2 Notasi Hubungan untuk Flowchart Diagram L.2 L.3 Lampiran 2 Entity Relationship Diagram dari User
PERHITUNGAN BUNGA TABUNGAN
7 Desember 206 3 Pada pertemuan ke-9 telah dibahas tentang kegiatan usaha simpan pinjam, kegiatan yang dilakukan untuk menghimpun dana dan menyalurkannya melalui usaha simpan pinjam dari dan untuk anggota
LAMPIRAN. Screenshot Perancangan Data Warehouse Menggunakan Oracle Warehouse Builder 11g. Gambar berikut berisi atribut-atribut dari dimensi waktu.
I LAMPIRAN Screenshot Perancangan Data Warehouse Menggunakan Oracle Warehouse Builder 11g 1. Dimensi Waktu Gambar berikut berisi atribut-atribut dari dimensi waktu. 2. Dimensi Cabang Gambar berikut berisi
IKHTISAR LHKPN TATANG HIDAYAT
IKHTISAR LHKPN TATANG HIDAYAT 3271020811620002 1. DATA PRIBADI Nama : TATANG HIDAYAT NHK : 195783 Bidang : EKSEKUTIF Lembaga : KEMENTERIAN PERTANIAN Jabatan : PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN Tanggal Lapor : 31
