PENGARUH KREATIFITAS MENGAJAR GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI DI KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 SUWAWA OLEH

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Variabel X (Karakteristik Siswa)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Variabel X (Kemampuan Mengajar Guru)

PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERADU DI KELAS VII SMP NEGERI 2 SUWAWA

desain korelasional yang dapat digambarkan sebagai berikut. Dalam penelitian ini akan dianalisis dua variabel penelitian, yaitu:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Hasil Penelitian tentang Bimbingan Orang Tua

HUBUNGAN KARAKTERISTIK SISWA DENGAN MOTIVASI BELAJAR (Suatu Penelitian di SMA Negeri I Tibawa)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dari hasil pengolahan data berdasarkan hasil pengisian angket tentang pola asuh orangtua

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data hasil penelitian diperoleh dari hasil sebaran angket kepada siswa,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN / Selanjutnya, sekolah ini beralamat di desa

Pengaruh Pembelajaran Kontekstual Pada Mata Pelajaran Kewirausahaan Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X Ap SMK Gotong Royong Kabupaten Gorontalo

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS SISWA JURNAL. Oleh RIZKI RAMADHANI ERNI MUSTAKIM CUT ROHANI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tentang Kecerdasan Spiritual Siswa dan Kondisi Psikologis Keluarga di SMP Negeri 2 Telaga

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Deskripsi Tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah

HUBUNGAN KREATIVITAS GURU DENGAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS EKONOMI DI SMP NEGERI 6 BOTUMOITO KABUPATEN BOALEMO.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data penelitian ini diolah berdasarkan hipotesis penelitian dengan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sekolah pada saat itu adalah Bapak Wahab Moha. Kemudian Ibu Ulpa Pagau, S.Pd

BAB III METODE PENELITIAN. Langkah yang penting dalam keseluruhan proses penelitian ini

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian pada variabel Lingkungan Sosial untuk nilai tengah dari rangkaian data yang

PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 1 TOLINGGULA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian terdiri dari deskripsi hasil penelitian uji analisis

HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII MTs UNIT SEKOLAH BARU (USB) SAGULUNG BATAM

PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN INTENSITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 10 KOTA JAMBI TAHUN AJARAN 2013/2014 ABSTRACT

HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DENGAN HASIL BELAJAR IPS SISWA JURNAL. Oleh NIO WICAK KUNCORO BAHARUDDIN RISYAK RIYANTO M.

PENGARUH KREATIVITAS MENGAJAR GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 1 TAPA ROSNAWATY BURUDJI

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Analisis Validitas Soal Variabel X dan Variabel Y

PENGARUH IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR CAMAT KABILA, KABUPATEN BONE BOLANGO OLEH. : Indrayani Kiayi.

PENGARUH KONDISI EKONOMI KELUARGA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII PADA MATA PELAJARAN IPS EKONOMI DI SMP NEGERI 1 KOTA GORONTALO

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terletak di Jalan Arif Rahman Hakim Kecamatan Kota Utara Kota

Kata Kunci : Variasi Mengajar Guru dan Hasil Belajar Siswa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

THE EFFECT OF LEARNING FACILITIES TOWARD STUDENTS S LEARNING OUTCOMES OF CLASS X AND XI SOCIAL ON ECONOMICS OF SMA 3 PEKANBARU ABSTRACT

HUBUNGAN ANTARA SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA GURU

JURNAL PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SMK Negeri 1 Limboto sebelumnya bernama Sekolah Menengah Ekonomi

Oleh: MUHAMMAD DZIKRI ZUFRIANSYAH A

The 6 th University Research Colloquium 2017 Universitas Muhammadiyah Magelang

PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 1 MARAWOLA

JURNAL PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi

RENA A JURNAL. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi P.IPS. FKIP UNTAD Penerbit : E Journal Geo-Tadulako UNTAD

BAB III METODE PENELITIAN. suatu permasalahan (Azwar,2012:1). Desain penelitian dapat diartikan suatu

BAB III METODE PENELITIAN

JURNAL SKRIPSI. Disusun oleh : Taufiana C. Muna. Bambang Sutjiroso PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK SPIL DAN PERENCANAAN

BAB III METODE PENELITIAN

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Pendidikan Akuntasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 3 Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan yaitu dari bulan Februari

Jurnal Sosialisasi Pendidikan Sosiologi-FIS UNM

ABSTRACT RELATED LEARNING MOTIVATION AND LEARNING FACILITY WITH STUDENT ACHIEVEMENT IPS

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. melalui penyebaran angket adalah melakukan perhitungan menggunakan

B. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Kaliwungu yang beralamat di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal pada

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Januari 2013 semester genap tahun

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif, jenis deskriptif dengan model korelasional. Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS III SD N PANDANSARI WARUNGASEM BATANG TAHUN AJARAN 2014/2015

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Analisis Validitas Soal Variabel X dan Variabel Y

PENGARUH PEMANFAATAN WAKTU BELAJAR SISWA DI LUAR JAM PELAJARAN DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan, gambaran hubungan antar variabel, perumusan hipotesis sampai dengan

ANALISIS LINGKUNGAN SEKOLAH DAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPS MAN 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2016/2017

NASKAH PUBLIKASI. Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Matematika

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN SARANA

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI AKUNTANSI DI SMA PRASETYA KOTA GORONTALO OLEH

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KETRAMPILAN MENGAJAR GURU DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA

BAB III METODE PENELITIAN Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi Penelitian

This PDF file is Created by trial version of Quick PDF Converter Suite. Please use purchased version to remove this message.

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH GAYA MENGAJAR DAN KEPEMIMPINAN GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DI KALANGAN SISWA KELAS XII SMK NEGERI I SALATIGA

HUBUNGAN SIKAP SISWA DALAM PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA-BIOLOGI SISWA KELAS VII MTSN PARAK LAWAS PADANG

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. dan sesuai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif. Menurut

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah

BAB III METODE PENELITIAN. menetapkan SD Inpres Panca Karsa II, Kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato sebagai

PENGARUH TINGKAT PERHATIAN ORANG TUA DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SD MUHAMMADIYAH WIROBRAJAN 3 YOGYAKARTA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian melainkan hanya menggunakan fakta pada diri responden.

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK. Putria Maharani 1 Yusmansyah 2 Shinta Mayasari 3

BAB III METODE PENELITIAN

HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN MEDIA VIDEO DAN MOTIVASI

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MENULIS SISWA KELAS X SMA. Oleh

PENGARUH NILAI UJI KOMPETENSI KEJURUAN DAN INFORMASI DUNIA KERJA TERHADAP MINAT BEKERJA SISWA

PENGARUH KREATIVITAS GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI SMA NEGERI 1 BUNOBOGU

Mega Selvia 2), Drs. Khairudin, M.Si 1), Karmila Suryani, M.Kom 2)

Artikel Publikasi Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Akuntansi

PUBLIKASI ILMIAH. Oleh : DWI PUJI HASTUTI A

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN DASAR MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA UNIT TEORI KINETIK GAS SISWA SMA NEGERI 1 TILAMUTA JURNAL

PENGARUH PERSIAPAN MATERI SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP NEGERI 19 PALU

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 4 HASIL PENELITIAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Abstract

BAB III. dapat dipercaya (dapat diandalkan, reliabilitas) antara iklim organisasi. kepuasan kerja pada karyawan PT Cipta Niaga Semesta.

AHMAD MUJAHID K

Economic Education Analysis Journal

E-JURNAL. Oleh : AFIFATUL MUSRIFA

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

PENGARUH KREATIFITAS MENGAJAR GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI DI KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 SUWAWA OLEH Nama : Andri Saputra Ahmad Nim : 911 409 134 Jurusan Program studi Konsentrasi Pembimbing I Pembimbing II : Pendidikan Ekonomi : S1 Pendidikan Ekonomi : S1 Pendidikan Akuntansi : Dr. H. Rosman Ilato, M.Pd : Hj. Irawati Abdul, SE, M.Si ABSTRAK Andri Saputra Ahmad, 2013. Pengaruh Kreatifitas Mengajar Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntasi Di Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Suwawa. Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Konsentrasi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Gorontalo dibawah bimbingan Bapak Dr. H. Rosman Ilato, M.Pd dan Ibu Hj. Irawaty Abdul, SE., M.Si Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan rumusan masalah Apakah kreatifitas mengajar guru berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa pada pelajaran Akuntansi dikelas XI IPS SMA Negeri 1 Suwawa?. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Variabel X adalah kreativitas mengajar guru sedangkan variabel Y adalah motivasi belajar siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 48 siswa, penelitian ini menggunakan tekhnik observasi, wawancara, dan penyebaran angket. Pengolahan data menggunakan regresi sederhana. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) Hasil persamaan regresi Ŷ = 30.52 + 0.61X yang berarti setiap terjadi perubahan sebesar satu unit variabel kreativitas mengajar guru dapat diikuti rata-rata 0.61 untuk variabel motivasi belajar siswa, 2) Hasil uji linieritas persamaan regresi diperoleh F hitung = 0.36 dan

F daftar = 2.30 dan hasil uji keberartian persamaan regresi diperoleh F hitung = 32.90 dan F daftar = 7.21, dengan demikian sesuai dengan kriteria pengujian dapat dikatakan persamaan regresi adalah linier (dapat diterima dan berarti), 3) Hasil perhitungan koefisien kolerasi diperoleh sebesar = 0.65 dengan korelasi determinasi r 2 = 0.4225 atau 42.25%, berarti variasi yang terjadi pada motivasi belajar siswa dapat dijelaskan oleh kreatifitas mengajar guru. Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh positif antara kreatifitas mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Suwawa. Kata Kunci : Kreatifitas Mengajar Guru dan Motivasi Belajar Siswa ABSTRACT Andri Saputra Ahmad, 2013. The Influence of Teacher s Teaching Creativity toward Student s Learning Motivation on Accounting Subject in 11 th Grade Social Science of SMA Negeri 1 Suwawa. S1 Economics Education Study Program, Major in Accounting Education, Faculty of Economic and Business, Universitas Negeri Gorontalo. It was supervised by Dr. H. Rosman Ilato, M.Pd and Hj. Irawaty Abdul, SE, M.Si This research was conducted based on the identification problem whether teacher s teaching creativity has influence toward student s learning motivation on accounting subject in 11 th grade Social Science of SMA Negeri 1 Suwawa. Quantitative method is applied in this research with teacher s teaching creativity as X variable and student s learning motivation as Y variable. The research sample consisted of 48 students. This research applied observation technique, interview, and questionnaire. The data were analyzed by using simple regression. The conclusions of this research were: 1) regression equation result Y=30,52 + 0,61X which meant that every one point change on teacher s teaching creativity variable was followed by 0,61 average on student s learning motivation, 2) the result of regression linearity test F count = 0,36 and F list = 2,30, and the regression equation significant test F count = 32,90 and F list = 7,21. Therefore, it can be said that the regression equation was linear (accepted and significant), 3) the result of correlation coefficient was 0,65 with correlation determination r 2 = 0,4225 or 42,25% which meant that variation in student s learning motivation could be explained by teacher s teaching creativity. Therefore, it could be concluded that

there were positive influence between teacher s teaching creativity and student s learning motivation on Accounting Subject in 11 th Grade Social Science of SMA Negeri 1 Suwawa. Key Words: Teacher s Teaching Creativity and Student s Learning Motivation PENDAHULUAN Pendidikan merupakan modal utama manusia dalam mengembangkan kreatifitasnya untuk dapat melakukan perubahan yang sifatnya membangun guna meningkatkan kualitas SDM manusia itu sendiri. Dalam masa pembangunan saat ini, negara kita memerlukan tenaga-tenaga ahli termasuk dalam bidang pendidikan, yang berkepribadian kuat dan berusaha untuk memberikan pendidikan yang bermutu dan memadai. Dunia pendidikan telah mengalami peningkatan yang cukup baik dan ini ditandai dengan meningkatnya kreatifitas manusia dalam mengolah pengetahuannya sendiri untuk digunakan dalam kehidupan sebagai wujud untuk mengembangkan kualitas hidup manusia itu sendiri, namun untuk mengimbangi dunia yang semakin canggih dengan perkembangan teknologi, maka dunia pendidikan perlu dilakukan berbagai pengembangan sehingga para guru sangat dituntut agar dapat menyalurkan seluruh kreatifitasnya untuk dapat menghasilkan para generasi yang kreatif serta terlatih sebagai modal dalam mengembangkan potensinya menjadi lebih baik lagi sebagaimana yang tercantum dalam tujuan pendidikan.

Kreatif adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk karya maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang belum pernah ada sebelumnya dengan menekankan kemampuan yaitu yang berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan atau menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional. Sementara kreatifitas adalah suatu proses upaya manusia atau bangsa untuk membangun dirinya dalam berbagai aspek kehidupan dengan tujuan menikmati kualitas kehidupan yang baik. Kreativitas seorang guru memang sangat diperlukan dalam proses pembelajaran, sehingga guru perlu melakukan perubahan dalam setiap proses belajar mengajar agar supaya suasana pembelajaran dalam setiap pertemuan selalu memiliki makna untuk membangkitkan motivasi belajar para peserta didik. Kenyataan yang terjadi di SMA Negeri 1 Suwawa, antara lain bahwa kemampuan guru mengelola kelas yang masih kurang, terkadang guru belum sepenuhnya menguasai materi pelajaran, dan kurangnya penggunaan media pembelajaran. Sehingga hal tersebut menyebabkan kondisi belajar yang tidak dikuti oleh tumbuhnya motivasi belajar dalam diri siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka guru harus memperbaiki cara mengajarnya agar motivasi belajar siswa dapat meningkat, bisa mengembangkan kegiatan yang menarik dan beragam, membuat alat bantu belajar, memanfaatkan lingkungan, mengelola kelas dan sumber belajar, serta merencanakan proses dan hasil belajar. Jika hal ini diperhatikan secara serius oleh guru, maka proses pembelajaran akan dirasakan mudah dan disenangi siswa. Kreativitas guru dalam

belajar mengajar merupakan kunci sentral sebagai motivator dan pendidik, dalam arti seorang guru yang kreatif diharapkan mampu menciptakan kondisi belajar sedemikian rupa sehingga motivasi belajar siswa dapat tercapai secara optimal. Berdasarkan masalah yang dipaparkan di atas maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dan memformulasikan dalam judul penelitian Pengaruh Kreativitas Mengajar Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa pada mata Pelajaran Akuntansi Di kelas X1 IPS SMA Negeri 1 Suwawa Berdasarkan latar belakang masalah, maka masalah dalam penelitian ini dapat di identifikasi sebagai berikut: kemampuan guru mengelola kelas masih kurang, guru belum sepenuhnya menguasai materi pelajaran, kurangnya penggunaan media pembelajaran sehingga siswa tidak bisa mengerjakan soal yang diberikan oleh guru pada saat jam pelajaran berlangsung, dalam proses pembelajaran guru belum menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif, proses pembelajaran selalu bertumpu pada guru dimana guru yang selalu aktif dalam kelas. Berdasarkan latar belakang dan identifikisi masalah, maka dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut: Apakah kreatifitas mengajar guru berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa pada pelajaran Akuntansi dikelas XI IPS SMA Negeri 1 Suwawa? Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar pengaruh kreativitas mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa pada pelajaran Akuntansi di kelas XI IPS SMA Negeri 1 Suwawa. Manfaat yang

diharapkan dari pelaksanaan dan hasil penelitian ini adalah 1) Manfaat Teoritis : a) Pelaksanaan penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan peneliti tentang teori dan konsep kreatifitas mengajar guru dan motivasi belajar siswa. b) Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan informasi yang berharga bagi peneliti lain yang ingin melaksanakan kajian tentang kreatifitas mengajar guru dan motivasi belajar siswa. 2) Manfaat Praktis : Diharapkan hasil penelitian ini menjadi masukan yang sangat bermanfaat bagi pemimpin dan para guru di SMA Negeri 1 Suwawa dalam upaya untuk lebih mengatasi masalah proses pembelajaran serta peningkatan hasil belajar siswa. METODE PENELITIAN Sehubungan dengan penelitian ini, lokasi yang dijadikan tempat penelitian yaitu SMA Negeri 1 Suwawa, Desa Tingkohubu, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bonebolango. Penetapan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa ditinjau dari segi biaya, waktu, serta tenaga, lokasi tersebut mudah dikunjungi oleh peneliti. Selain itu, penulis merasa tertarik dengan objek yang diteliti di SMA Negeri 1 Suwawa. Adapun waktu penelitian ini, kurang lebih dilakukan selama 3 bulan, dimulai dari bulan Maret 2013 sampai dengan bulan Mei tahun 2013. Sebelum menentukan desain penelitian atau perencanaan penelitian maka terlebih dahulu perlu ditetapkan metode penelitian. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, hal ini disebabkan pada sasaran penelitian yang ingin mengungkap tentang pengaruh kreatifitas mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa. Variabel pada penelitian ini adalah Variabel

Independent (Variabel X) sering juga disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut variabel bebas. Variabel X pada penelitian ini adalah kreatifitas guru, dengan indikator sebagai berikut: 1) Mengembangkan kegiatan yang menarik dan beragam, 2) Membuat alat bantu belajar, 3) Memanfaatkan lingkungan, 4) Mengelola kelas dan sumber belajar, serta 5) Merencanakan proses dan akhir hasil belajar (Asnani, 2011: 93). Variabel Dependent (Variabel Y) sering disebut sebagai output, criteria, konsekuen, dalam bahasa Indonesia sering disebut variabel terikat. Variabel Y pada penelitian ini adalah motivasi belajar siswa, dengan Indikator sebagai berikut: 1) Adanya hasrat dan keinginan berhasil, 2) Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, 3) Adanya harapan dan cita-cita masa depan, 4) Adanya penhargaan dalam belajar, 5) Adanya lingkungan belajar yang kondusif sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik (Uno, 2007:23). Menurut Sugiyono (2008:49) Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristiknya tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan di tarik kesimpulannya. Berdasarkan pengertian di atas, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah Kelas XI IPS yang terdiri dari 3 Kelas, meliputi Kelas X1 1PS 1: 31 orang, Kelas X1 IPS 2: 32 orang, dan Kelas X1 IPS 3: 33 orang, dengan jumlah keseluruhan yaitu 96 orang. Menurut Sugiyono (2008: 49) Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti. Dengan mengingat penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS 1, kelas XI IPS 2, dan kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Suwawa

dengan karakteristik dianggap homogen baik siswa yang menerima materi, guru yang mengajar dan lamanya menerima materi, maka sampel yang ditetapkan dalam penelitian ini yaitu 48 orang. Dengan cara pengambilan sampel menggunakan teknik Sampel Acak atau simple random sampling. Dalam hal ini peneliti memberi hak yang sama kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan dipilih menjadi sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah : a. Observasi Teknik awal yang digunakan untuk memperoleh data umum dari objek penelitian. Peneliti melakukan observasi dengan cara mengamati siswa kelas XI IPS 1, 2, dan 3 serta mengamati guru mata pelajaran Akuntansi yang sedang mengajar, hal ini dilakukan agar peneliti mengetahui bagaima proses belajar-mengajar pada mata pelajaran Akuntansi. b. Wawancara Teknik yang digunakan secara langsung dengan para responden serta informasi sekunder lainnya guna mendapat kesesuaian data yang dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data lainnya tentang pengaruh kreativitas. Peneliti melakukan wawancara langsung kepada siswa kelas XI IPS 1, 2, dan 3, Hal ini dilakukan untuk mengetahui baagaimana respon siswa terhadap guru mata pelajaran Akuntansi. c. Angket

Pengumpulan data yang dilakukan dengan mengedarkan pertanyaan secara tertulis kepada siswa kelas XI IPS 1, 2, dan 3. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data yang akurat tentang kretifitas mengajar guru dan motivasi belajar siswa. Masing-masing item pertanyaan memiliki alternatif lima pilihan jawaban dengan skor bertingkat. Skor bertingkat yakni dari 1 sampai 5. Tabel 1. Kisi-kisi Angket Variabel Penelitian Indikator No. Item Instrumen Kreativitas Mengajar Guru. (Asnani,2011:93) Membuat Alat Bantu Belajar 1, 2, 3, 4 Mengelola Kelas dan Sumber Belajar 5, 6, 7, 8 Merencanakan Proses dan Hasil 9, 10, 11, 12 Belajar Memanfaatkan Lingkungan 13, 14, 15, 16 Mengembangkan Kegiatan yang Menarik dan Beragam 17, 18, 19, 20 Motivasi Belajar Siswa. (Uno, 2007:23). Adanya Hasrat dan Keinginan Berhasil 21, 22, 23, 24 Adanya Dorongan dan Kebutuhan 25, 26, 27, 28 Belajar Adanya lingkungan Belajar Kondusif 29, 30, 31, 32 Adanya Penghargaan belajar 33, 34, 35, 36 Adanya Harapan dan Cita-cita Masa 37, 38, 39, 40

Depan Tabel 2. Skor Item Alternatif Responden Jawaban Skor Selalu 5 Sering 4 Kadang-kadang 3 Pernah 2 Tidak pernah 1 Untuk mengetahui pengaruh kreativitas mengajar guru (variabel X) terhadap motivasi belajar siswa (variabel Y), maka pengujian dilakukan dengan menggunakan Regresi Sederhana, Namun sebelumnya didahului dengan uji normalitas data untuk kedua variabel yang diteliti. Untuk dapat mengetahui instrumen yang akan digunakan terdistribusi normal atau tidak, maka akan dilakukan uji normalitas data. Sugiyono (2006: 77) Untuk kepentingan pengujian hipotesis secara statistik maka hipotesis penelitian di transfer kedalam ; H 0 : β 0 X (Kreativitas Mengajar Guru) tidak berpengaruh positif terhadap variabel Y (Motivasi Belajar Siswa).

H a : β > 0 X (Kreativitas Mengajar Guru) berpengaruh positif terhadap variabel Y (Motivasi Belajar Siswa). HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Uji Validitas Angket. Sebelum dilakukan pengujian analisis data dari angket yang akan disebarkan kepada kelas XI IPS SMA Negeri 1 Suwawa, maka langkah pertama yang ditempuh oleh peneliti adalah melakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap angket. Berdasarkan hasil perhitungan pada lampiran 3 untuk angket variabel X (kretivitas mengjar guru) diperoleh hasil uji validitas angket dengan menggunakan taraf nyata α = 0.05 dan N = 32 serta dengan kriteria interval kepercayaan 95% maka harga r daftar = r (a)(n) = r (0.05)(32) = 0.349. Dengan membandingkan harga r daftar dengan harga r hitung = 0.545 untuk item pertanyaan nomor 1, seperti item angket yang ada pada lampiran 3, diperoleh bahwa r daftar <r hitung. Dengan demikian hasil pengujian validitas data dari 20 item pertanyaan diperoleh bahwa semuanya valid. Sedangkan untuk variabel Y (motivasi belajar siswa) diperoleh hasil uji validitas angket dengan menggunakan taraf nyata α = 0.05 dan N = 32 serta dengan kriteria interval kepercayaan 95% maka harga r daftar = r (a)(n) = r (0.05)(32) = 0.349. Dengan membandingkan harga r daftar dengan harga r hitung = 0.449 untuk item pertanyaan nomor 21, seperti item angket yang ada pada lampiran 4, diperoleh bahwa r daftar <r hitung. Dengan demikian hasil pengujian validitas data dari 20 item pertanyaan diperoleh bahwa semuanya valid. 2. Uji Reabilitas Angket

Uji Reliabilitas Angket Variabel X (Kreatifitas Mengajar Guru) Untuk menguji reliabilitas test digunakan rumus alpa dengan langkahlangkah sebagai berikut: a. Menentukan varians setiap item soal Berdasarkan hasil perhitungan varians seperti pada lampiran 3, dapat diperoleh sebesar 15.068. b. Menghitung varians total Dari hasil perhitungan pada lampiran 3, diperoleh varians total σ 2 i = 82.438. c. Menghitung reliabilitas angket. Dari hasil perhitungan pada lampiran 3, diperoleh reliabilitas test r 11 = 0.860 dengan taraf signifikan α = 0.05 dan N = 32, maka harga r daftar r (0.05)(21) = 0.349, dari hasil diatas diperoleh bahwa r daftar = 0.349 <r hitung = 0.860 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa angket reliabel. Uji Reliabilitas Angket Variabel Y (Motivasi Belajar Siswa) Untuk menguji reliabilitas test digunakan rumus alpa dengan langkahlangkah sebagai berikut: a. Menentukan varians setiap item soal Berdasarkan hasil perhitungan varians seperti pada lampiran 3, dapat diperoleh sebesar 21.134. b. Menghitung varians total Dari hasil perhitungan pada lampiran 3, diperoleh varians total σ 2 i = 88.218 c. Menghitung reliabilitas angket.

Dari hasil perhitungan pada lampiran 3, diperoleh reliabilitas test r 11 = 0.800 dengan taraf signifikan α = 0.05 dan N = 21, maka harga r daftar r (0.05)(21) = 0.349, dari hasil diatas diperoleh bahwa r daftar = 0.349 <r hitung = 0.800 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa angket reliabel. 3. Deskripsi Data Variabel X (Kreatifitas Mengajar Guru) Data yang dikumpul dari penyebaran angket kepada responden yang berada di SMA Negeri 1 Suwawa khususnya pada siswa kelas XI IPS menunjukan bahwa nilai tengah (median) sebesar 58.83, nilai data yang memiliki frekuensi terbesar atau yang paling sering terjadi (modus) sebesar 58.10, nilai rata-rata dari rangkai data responden ( _ X ) sebesar 59, dan simpangan baku dari rangkaian data (S) sebesar 6.15 (perhitungan terlampir pada lampiran 6). Dari pemberian skor serta penilaian data penelitian diperoleh rentang dari data terbesar dan data terkecil adalah 72 dan 45, sedangkan banyaknya luas kelas dan panjang kelas masing-masing 7 dan 4. Sehingga distribusi frekuensi pengamatan variabel X (kreativitas mengajar guru) adalah sebagai beikut: Tabel 5. Daftar Distribusi Pengamatan Variabel X No Kelas Interval Frekuensi 1 45 48 2 2 49 52 5 3 53 56 10 4 57 60 12 5 61 64 9 6 65 68 7 7 69 72 3 Jumlah 48

Dari tabel di atas, menunjukan bahwa lebih banyak responden yang menjawab di atas angka 57 60. Untuk lebih jelasnya distribusi frekuensi pengamatan dapat di lihat melalui histogram sebagai berikut: Frekuensi 15 10 5 0 12 10 9 7 5 2 3 45-48 49-52 53-56 57-60 61-64 65-68 69-72 Kelas Interval Gambar 3. Histrogram Data Kreativitas Mengajar Guru Dengan histogram di atas, menunjukkan bahwa banyaknya responden yang menyatakan setuju terhadap permasalahan yang diteliti. Hal ini dapat diamati melalui grafik, di mana untuk nilai 57 60 merupakan jenjang nilai yang memiliki frekuensi yang lebih banykadengan frekuensi 12, kedua yang menjawab 53 56 dengan frekuensi 10, ketiga yang menjawab 61 64 dengan frekuensi 9, keempat yang menjawab 65 68 dengan frekuensi 7, kelima yang menjawab 49 52 dengan frekuensi 5, keenam yang menjawab 69 72 dan 70 72 dengan frekuensi 2, dan ketujuh yang menjawab 45 48 dengan frekuensi 2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh siswa kelas XI-IPS yang menjadi responden di SMA Negeri 1 Suwawa menyetujui dengan adanya kreativitas mengajar guru. 4. Deskripsi Data Variabel Y(Motivasi Belajar Siswa) Motivasi Belajar Siswa sebagai variabel Y memperoleh skor sebagai berikut: untuk nilai tengah (median) sebesar 66.70, nilai data yang memiliki

frekuensi terbesar atau yang paling sering terjadi (modus) sebesar 65.65, nilai rata-rata dari rangkai data responden ( _ X ) sebesar 67.17, dan simpangan baku dari rangkaian data (S) sebesar 5.77 (perhitungan terlampir pada lampiran 6). Dari pemberian skor serta penilaian data penelitian diperoleh rentang dari data terbesar dan data terkecil adalah 75 dan 52, sedangkan banyaknya luas kelas dan panjang kelas masing-masing 7 dan 3. Sehingga distribusi frekuensi pengamatan variabel X (motivasi belajar siswa) adalah sebagai berikut: Tabel 6. Daftar Distribusi Pengamatan Variabel Y No. Kelas Interval Frekuensi 1 52-55 1 2 56-59 3 3 60-63 8 4 64-67 15 5 68-71 9 6 72-75 8 7 76-79 4 Jumlah 48 Dari tabel di atas, menunjukan bahwa lebih banyak responden yang menjawab di atas angka 64 67. Untuk lebih jelasnya distribusi frekuensi pengamatan dapat di lihat melalui grafik sebagai berikut: Frekuensi 20 15 10 5 0 15 8 9 8 3 4 1 52-55 56-59 60-63 64-67 68-71 72-75 76-79 Kelas Interval Gambar 4. Histrogram Data Motivasi Belajar Siswa

Dengan histogram di atas, menunjukkan bahwa banyaknya responden yang menyatakan setuju terhadap permasalahan yang diteliti. Hal ini dapat diamati melalui histogram, di mana untuk nilai 64 67 merupakan jenjang nilai yang memiliki frekuensi yang lebih banyak dengan frekuensi 15, kedua yang menjawab 68 71 dengan frekuensi 9, ketiga yang menjawab 60 63 dan 72 75 dengan frekuensi masing-masing 8, keempat yang menjawab 76 79 dengan frekuensi 4, kelima 56 59 dengan frekuensi 3, dan keenam yang menjawab 52 55 dengan frekuensi 2, dan ketujuh yang menjawab 55 57 dengan frekuensi 1. Sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di kelas X1 IPS SMA Negeri 1 Suwawa sangat tinggi dan dapat dipengaruhi oleh kreatifitas mengajar guru. 5. Pengujian Persyaratan Analisis. Untuk kepentingan pengujian normalitas data digunakan uji Chi-kuadrat (X 2 ). Pengujian ini di lakukan terhadap skor variabel X (kreativitas mengajar guru) serta skor variabel Y (motivasi belajar siswa). 1. Uji Normalitas Data Variabel X Hasil pengujian normalitas data variabel X (kreativitas mengajar guru) menunjukan harga X²hitung = 1.17, sedangkan dari daftar distribusi frekuensi harga X²daftar (0.95) (4) = 9.488. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa X²hitung lebih kecil dari X²daftar. Hal ini menunjukan bahwa data hasil penelitian untuk variabel X berasal dari populasi yang berdistribusi normal. 2. Uji Normalitas Data Variabel Y

Hasil pengujian normalitas data variabel Y (motivasi belajar siswa) menunjukan harga X²hitung = 3.66, sedangkan dari daftar distribusi frekuensi harga X²daftar (0.95) (4) = 9.488. Dengan demikian dapat di katakan bahwa X²hitung lebih kecil dari X²daftar. Hal ini menunjukan bahwa data hasil penelitian untuk variabel Y berasal dari populasi yang berdistribusi normal. 6. Pengujian Hipotesis. Untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini diadakan pengujian terhadap persamaan regresi, lineritas, keberartian persamaan regresi dan koefisien korelasi. 1. Mencari Persamaan Regresi Untuk mencari persamaan regresi di gunakan rumus Ŷ = a + b x, sehingga dari hasil penelitian (terlampir pada lampiran 6) diperoleh persamaan regresi adalah Ŷ = 30.52 + 0.61x. Hal ini berarti setiap perubahan sebesar satu unit pada variabel X, maka akan diikuti oleh perubahan rata-rata variabel Y sebesar 0.61 unit yaitu motivasi belajar siswa, maksudnya bahwa setiap unit variabel X akan mempengaruhi setiap indikator yang ada pada variabel Y sebesar 0.61, dan hal ini berarti setiap terjadi perubahan satu unit pada indikator kreativitas mengajar guru maka akan diikuti oleh perubahan rata-rata indikator motivasi belajar siswa. 2. Uji Linearitas dan Keberartian Persamaan Regresi Hasil pengujian linieritas dan keberartian persamaan regresi yang menggambarkan hubungan linier dan berarti atau tidak, digunakan tabel ANAVA. Berdasarkan hasil tabel ANAVA pada lampiran 6 diperoleh F hitung = 0.36 untuk taraf nyata ά = 0.01 dan dk pembilang = 20 dan dk penyebut = 26, diperoleh F

(0,99) (16,42) = 2.30. Kriteria pengujian yaitu ternyata F hitung < F daftar, sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa regresi linier Y atas X dengan persamaan Ŷ = 30.52 + 0.61x dapat diterima pada taraf nyata ά = 0.01. Kemudian untuk pengujian keberartian regresi diperoleh F hitung = 32.90 untuk taraf nyata ά = 0.01 dan dk pembilang = 1, dk penyebut = 46 didapat F (0,99) (1,46) = 7.17. Kriteria pengujian ternyata F hitung > F daftar, sehingga ketergantungan Y atas X pada persamaan Ŷ = 30.52 + 0.61x, sangat berarti pada taraf nyata ά = 0.01 (data terlampira pada lampiran 6). 3. Menghitung Koefisien Korelasi Jika garis regresi dari sekumpulan data pengumpulan data berbentuk linier, maka dapat ditentukan sejauh mana derajat pengaruh antara variabel Y dan X melalui kooefisien korelasi (r) diperoleh koefisien korelasi sebesar = 0.65 dengan korelasi determinasi r 2 = 0.4225 atau 42.25% (perhitungan pada lampiran 6). Hal ini berarti terdapat korelasi atau pengaruh positif antara kreativitas mengajar guru dengan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di kelas X1 IPS SMA Negeri 1 Suwawa, dimana 42.25% motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh kreativitas mengajar guru. 4. Menghitung Uji Signifikan Koefisien Regresi Untuk uji signifikan (correlation) kooefisien korelasi adalah 5.801pada taraf nyata α = 0.01 dan 0.05 dan dk = 46, maka dari daftar distribusi t didapat (0,995)(46) dan (0,975)(46) = 2.704 dan 2.021 oleh karena thitung lebih besar dari tdaftar dan thitung tidak berada pada daerah penerimaan yaitu = -2.704 sampai

dengan +2.704 maka hipotesis H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian koefisien regresi sangat signifikan. Selanjutnya dapat diilihat pada gambar kurva penerimaan dan penolakan Ha dan Ho berikut ini: Ho H a H a -2.704 0 +2.704 5.801 Gambar 5. Kurva Penerimaan dan Penolakan Ha dan Ho Penelitian ini termasuk studi pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa secara empirik terbukti variabel bebas yang diteliti, ikut menentukan variabel terikat. Adapun variabel bebas pada penelitian ini adalah kreativitas mengajar guru (variabel X) dan variabel terikat adalah motivasi belajar siswa (variabel Y) pada mata pelajaran akuntansi di kelas X1 IPS SMA Negeri 1 Suwawa. Berbicara tentang motivasi belajar siswa, maka tidak terlepas dari peran guru dalam melaksanakan prose pembelajaran. Peran guru yang dimaksud adalah kreativitas guru. Kreativitas merupakan sebuah kata yang berasal dari kreatif yang berarti daya cipta atau kemampuan untuk menciptakan. Kreativitas pada dasarnya merupakan anugerah untuk mencipta dan bereaksi. Implementasi dari kreatifitas setiap orang tidak sama, tergantung pada sejauh mana orang tersebut mau dan

mampu mewujudkan daya ciptanya menjadi sebuah kreasi atau karya. Kaitannya dengan kreativitas guru dalam melaksanakan proses pembelajaran merupakan suatu proses yang dilaksanakan oleh guru dalam merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. Pada kreativitas guru dalam proses belajar mengajar mencakup cara guru dalam proses merencanakan, cara guru dalam pelaksanaan proses belajar mengajar dan cara guru dalam mengadakan evaluasi. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses kegiatan interaksi antara dua unsur, yaitu siswa sebagai pihak yang belajar dan guru sebagai pihak mengajar. Dalam proses belajar mengajar perlu suatu sikap kreatif bagi seorang guru, sehingga dapat berhasil dengan baik, terutama aspek yang berkaitan dengan kreatifnya seorang guru termasuk cara mengajar atau dengan kata lain kreatifitas seorang guru sangat menentukan proses serta motivasi dan hasil belajar siswa. Kreatifitas mengajar guru yang dapat diukur untuk membangkitkanmotivasi belajar siswa adalah: membuat alat bantu belajar, mengelola kelas dan sumber belajar, merencanakan proses dan hasil belajar, memanfaatkan lingkungan, dan mengembangkan kegiatan yang menarik dan beragam. Dengan adanya indikator tersebut, maka seorang guru harus mengetahui bagaimana cara agar siswa dapat menarik perhatian terhadap apa yang diajarkan pada saat mengajar. Hal ini diperlukan kecakapan seorang guru untuk menumbuhkan motivasi pada diri siswa dengan jalan membangkitkan minat dan perhatian persepsi pada diri siswa pada saat menerima materi. Hal seperti yang diungkapkan oleh Uno (2007: 23) yang memberikan batasan mengenai motivasi belajar siswa sebagai dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang

belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku pada umumnya dengan beberapa indicator atau unsure yang mendukung. Motivasi belajar dapat di timbulkan karena diakibatkan oleh faktor intrinsik berupa hasrat dan keinginan pribadi dorongamn kebutuhan belajar, harapan dan cita-cita. Sedangkan faktor ekstrinsik adalah adanya lingkungan belajar yang kondusif dan kegiatan belajar yang menarik. Namun harus diingat kedua factor tersebut disebabkan oleh rangsangan tertentu, sehingga seseorang berkeinginan untuk melakukan aktifitas belajar yang lebih giat dan semangat. Motivasi belajar siswa yang telah dicapai dapat diukur melalui kemajuan yang telah diperoleh siswa setelah belajar dengan sungguh-sungguh. Melalui proses belajar seorang siswa berusaha mengumpulkan pengalaman berupa pengetahuan, kecakapan, keterampilan dan penyesuaian tingkah laku, dengan indikator: adanya hasrat dan keinginan berhasil, adanya dorongan dan kebutuhan belajar, adanya lingkungan belajar kondusif, adanya penghargaan dalam belajar, dan adanya harapan dan cita-cita masa depan. Berdasarkan penjelasan dan deskripsi hasil penelitian di atas, maka diperoleh pengaruh antara kreativitas mengajar guru dengan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, sebelum melakukan pengujian hipotesis yang telah ditetapkan, pertama-tama peneliti mengadakan pengujian normalitas data yang telah terkumpul dari responden. Pengujian normalitas data dimaksudkan apakah data tersebut berditribusi normal atau tidak, sehingga dapat digunakan inti pengujian berikutnya. Dari hasil pengujian normalitas data baik variabel X (kreativitas mengajar guru) maupun variabel Y (motivasi belajar siswa) benarbenar berdistribusi normal dan dapat diterima.

Berdasarkan langkah tersebut maka langkah selanjutnya adalah pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis regresi dan korelasi, sehingga dalam penelitian ini persamaan regresi Ŷ = 30.52 + 0.61x. Hal ini berarti setiap terjadi perubahan sebesar satu unit variabel kreativitas mengajar guru dapat diikuti ratarata 0.61 untuk variabel motivasi belajar siswa. Untuk linearitas dan keberartian koefisien korelasi ternyata keduanya menunjukan hasil yang benar-benar linear atau berarti. Untuk mengukur derajat hubungan antara variabel X (kreativitas mengajar guru) dan variabel Y (motivasi belajar siswa), maka sebagai langkah berikutnya adalah menghitung koefisien korelasi. Hasil perhitungan koefisien korelasi sebesar r = 0.65 dengan koefisien determinasi sebesar r² = 0.4225 atau 42.25% variasi yang terjadi pada motivasi belajar siswa dapat dijelaskan oleh kreatifitas mengajar guru, sebagai langkah terakhir tentang pengujian keberartian koefisien dari t hitung atau berada di luar daerah perhitungan Ho atau Ho ditolak dan Ha diterima. Sedangkan sisanya sebesar 0.5775 atau sebesar 57.75% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak didesain oleh peneliti misalnya kemampuan mengajar guru, pengelolaan kelas, penggunaan metode dan media pembelajaran, serta lingkungan kelas maupun fasilitas pendukung sekolah. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara kreativitas mengajar guru dengan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di kelas X1 IPS SMA Negeri 1 Suwawa dapat di uji kebenarannya atau dapat diterima dalam penelitian ini.

SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, maka dikemukakan kesimpulan sebagai berikut: hipotesis penelitian yaitu "Terdapat pengaruh kreativitas mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di kelas X1 IPS SMA Negeri 1 Suwawa dapat diterima pada taraf sangat signifikan, karena didapat dengan hasil penelitian : 1. Hasil persamaan regresi Ŷ = 30.52 + 0.61X yang berarti setiap terjadi perubahan sebesar satu unit variabel kreativitas mengajar guru dapat diikuti rata-rata 0.61 untuk variabel motivasi belajar siswa. 2. Hasil uji linieritas persamaan regresi diperoleh F hitung = 0.36 dan F daftar = 2.30 dan hasil uji keberartian persamaan regresi diperoleh F hitung = 32.90 dan F daftar = 7.21, dengan demikian sesuai dengan kriteria pengujian dapat dikatakan persamaan regresi adalah linier (dapat diterima dan berarti). 3. Hasil perhitungan koefisien kolerasi diperoleh sebesar = 0.65 dengan korelasi determinasi r 2 = 0.4225 atau 42.25%, berarti variasi yang terjadi pada motivasi belajar siswa dapat dijelaskan oleh kreatifitas mengajar guru. SARAN Berdasarkan kesimpulan di atas, maka peneliti dapat mengemukakan saran dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Seorang guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai tenaga pendidik, hendaknya mampu penemuan sesuatu yang berkaitan dengan materi

pembelajaran, dan melakukan proses pembelajaran sesuai dengan materi yang dijelaskan. 2. Untuk membangkitkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi, hendaknya guru mampu menyegarkan suasana, membangkitkan semangat, dan memompa potensi siswa. 3. Untuk meningkatkan mutu pembelajaran akuntansi, guru harus lebih memperhatikan faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa dalam menerima materi. DAFTAR PUSTAKA Asnani Ma ruf Jamal. 2011. 7 Tips Aplikasi PAKEM. Jogjakarta: DIVA press Gagne, Robert M. 2005. Principles Of Intructional Design. Holt Rinehart and Winston: New York. Gintings, Abdorakhman. 2008. Enesi Praktis (Belajar dan Pembelajaran). Bandung : Humaniora Mulyasa, E. 2010. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset Munandar, Utami. 2009. Mengembangkan Bakat dan Kreatifitas Anak Sekolah. Jakarta : Gramedia Widiasara Indonesia. Munandar, Utami. 2008. Pengembangan Kreatifitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta. Purwanto, Budi. 2007. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sardiman, A.M. 2001. Interaksi Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rajawali Pers. Slameto. 2006. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Sugiono. 2006. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Penerbit Alfabeta. Suparno. 2000. Membangun Kompetensi Belajar. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas Uno, Hamzah. 2007. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: PT. Bumi Aksara Usman, Moh. Uzer. 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Resda Kary