Etika Profesi dan Pendidikan Interprofesional

dokumen-dokumen yang mirip
Interprofessional Education: Sebuah Ulasan Singkat. Zakka Zayd Zhullatullah Jayadisastra. Staff Kajian Medical Education and Profession (MEP) ISMKI

Pendekatan Interprofessional Collaborative Practice dalam Perawatan Pasien Katastropik

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. berbahaya, salah satunya medical error atau kesalahnan medis. Di satu sisi

BAB I PENDAHULUAN orang meninggal pertahun akibat medication error. Medication error

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan. Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran KEVIN PIETER TOMAN G FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

BAB V PEMBAHASAN. A. Pembahasan keterkaitan antara kategori attachment, patient-centered

BAB 1 PENDAHULUAN. sistem pelayanan kesehatan untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dengan, dari, dan tentang satu sama lain untuk meningkatkan kolaborasi

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Pembelajaran IPE berbasis komunitas memberikan dampak positif dengan

BAB I PENDAHULUAN. pengajar dan peserta didik dalam mencapai tujuan learning outcome.

Bab II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. bersama, belajar dari profesi kesehatan lain, dan mempelajari peran masingmasing

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS, 2013) melaporkan

BAB 1 : PENDAHULUAN. kesehatan di era global. Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang

BAB I PENDAHULUAN. menunjang kinerja setelah lepas dari institusi pendidikan (Barr, 2010)

BAB I PENDAHULUAN. kerawanan terjadi kesalahan medik (medical error). Kasus kematian akibat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pharmaceutical care menggeser paradigma praktik kefarmasian dari drug

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. World Health Organization (WHO) menyatakan setiap menit seorang wanita

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Kesiapan (readiness) terhadapinteprofesional Education (IPE)

BAB 1 PENDAHULUAN. tradisional yang berbasis silo dimana setiap tenaga kesehatan tidak mempunyai

Inter-Professional Education in Clinical Setting*)

BAB 1 PENDAHULUAN. medical error antara % dari jumlah pasien dengan %. Medical

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan, di Amerika Serikat penyebab kematian nomer tiga pada

BAB I PENDAHULUAN. I. 1. Latar Belakang. Pada beberapa tahun terakhir ini terjadi inovasi. di dalam sistem pendidikan kedokteran di Indonesia,

SILABUS BLOK BIOETIKA & HUMANIORA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET TAHUN 2014

SILABUS BLOK BIOETIKA & HUMANIORA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET TAHUN 2014

BAB I PENDAHULUAN. serta kualitas pelayanan kesehatan (Majumdar, et al., 1998; Steinert, 2005).

PRINSIP DASAR BIOETIKA. Oleh: E. Suryadi Fakultas Kedokteran UGM

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PENGANTAR ETIKA KEPERAWATAN

PENERAPAN PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESIONAL: Dewi Irawaty, MA, PhD

ETIKA KEPERAWATAN YUNIAR MANSYE SOELI

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DHARMA HUSADA BANDUNG. Konsep Keperawatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. antar profesi kesehatan (IPE) pada bulan September 2013 setelah melalui

ETIKA. Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat.

BAB III METODE PENELITIAN. korelasional yaitu dengan mengkaji hubungan kesiapan IPE dan kemampuan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PANDUAN PROSES EVALUASI KINERJA STAF MEDIS RUMAH SAKIT UMUM AMINAH BLITAR TAHUN

Gambar Tampilan Pemilihan Kepala Keluarga Gambar Tampilan Create Anggota Kepala Keluarga Gambar 4.24.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. terfragmentasi dan kebutuhan kesehatan masyarakat tidak terpenuhi. Tenaga

HUBUNGAN KESIAPAN DALAM INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) DENGAN KEMAMPUAN SHARED-DECISION MAKING (SDM) PADA MAHASISWA PROFESI FKIK UMY

Keterampilan Komunikasi dalam Pendidikan Kedokteran

BAB I PENDAHULUAN. memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu. Pelayanan yang bermutu

Relation Between Cognitive Ability With Interprofession Teamwork Skills In Profession Stage Students At FKIK UMY

INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) DEVELOPMENT: empowering young generation

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan kedokteran bertujuan untuk menghasilkan dokter yang. sebagai bekal untuk belajar sepanjang hayat (Konsil Kedokteran

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DHARMA HUSADA BANDUNG. Konsep Keperawatan

Contoh Pendidikan Karakter Dalam Mata Kuliah: Sikap Mental Etika Profesi

PROFESIONALISME DAN INTERPROFESIONALISME DALAM MASYARAKAT YANG SEDANG BERUBAH

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DHARMA HUSADA BANDUNG. Konsep Keperawatan

KURIKULUM 2015 PRODI SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Penyusunan RPKPS dengan strategi student-centered learning. Harsono Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Gadjah Mada

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Profesionalisme Pengertian Profesionalisme Profesionalisme berasal dari akar kata profesi. Menurut Kamus Besar

PRAKTIK BELAJAR LAPANGAN TERINTEGRASI

Peran RS Pendidikan dalam Operasional FK: Kebersamaan Pengembangan Suasana Akademik

DOKUMEN PEMBELAJARAN KONSEP DASAR KEPERAWATAN SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2017/2018

VâÜ ÜvâÄâÅ i àtx 15/10/2015. Peran Kolegium dalam Pengembangan Program Spesialis Keperawatan Intensif. Oleh:

EDITORIAL INTEGRASI PENDIDIKAN, PENELITIAN, & PELAYANAN YANG BERKUALITAS DALAM ACADEMIC HEALTH SYSTEM

ETIKA PROFESI. OLEH HJ. Djumiati, SKM, MKes

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dengan melibatkan sekelompok mahasiswa atau profesi kesehatan yang

KLIRENS ETIK PENELITIAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DAN KEMANUSIAAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. jadi, yang tinggal dipindahkan ke orang lain dengan istilah transfer of knowledge.

PEMBELAJARAN DI WAHANA PENDIDIKAN (PRIMER) Dr. dr. Herqutanto, MPH, MARS Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI BKS IKM/IKP/IKK-FKI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PENGERTIAN DAN PERANAN ETIKA PROFESI

EFFECTIVE TEACHER AND EFFECTIVE TEACHING

BAB I PENDAHULUAN. memecahkan masalah (problem solving skill) serta berfokus pada mahasiswa

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. berpusat pada pasien dan keluarga ( patient-and family-centered care) untuk

BAB I PENDAHULUAN. tinggi diharapkan proses pemahaman akan menjadi lebih berkembang dan

PRINSIP-PRINSIP ETIKA DALAM KEPERAWATAN

TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM HADAPI

Implementasinya dalampbl. Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia Departemen Pendidikan Kedokteran FKUI

KUESIONER DATA PRIBADI DAN DATA PENUNJANG KATA PENGANTAR. adalah menyusun skripsi. Adapun judul skripsi ini adalah Studi Deskriptif tentang

Modul. Blok II 1. Magister Manajemen Rumahsakit Fakultas Kedokteran UGM. Etika dan Standar Profesional

BAB I PENDAHULUAN. dorongan yang dapat menimbulkan perilaku tertentu yang terarah kepada pencapaian

LO = CP, CAPAIAN PEMBELAJARAN

01ILMU ETIKA PROFESI. Etika dan Etiket dalam Humas. Frenia KOMUNIKASI.

PENDIDIKAN AKUNTANSI DAN AKUNTAN PROFESIONAL. Prof. Dr. Hj. Nunuy Nur Afiah, SE, M.Si, Ak, CA Ketua IAI KAPD

LAMPIRAN PERATURAN DIREKTUR RS (...) NOMOR :002/RSTAB/PER-DIR/VII/2017 TENTANG PANDUAN EVALUASI STAF MEDIS DOKTER BAB I DEFINISI

KEBIJAKAN ORGANISASI PROFESI DALAM MENGKAWAL KOMPETENSI PERAWAT MELALUI SDKI

Integration of Professional Behavior and Early Clinical Exposure to the Skills Lab Curriculum

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG REKAM MEDIS DENGAN KELENGKAPAN PENGISIAN CATATAN KEPERAWATAN JURNAL PENELITIAN MEDIA MEDIKA MUDA

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

NILAI SENTRAL KEDOKTERAN KELUARGA. Disiapkan oleh: Dr. FX. Suharto, M. Kes

PENYELESAIAN MASALAH ETIK DAN LEGAL DALAM PENELITIAN KEPERAWATAN

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN. 96

BAB I PENDAHULUAN. mahasiswa ilmu keperawatan. Lulus dari ujian merupakan keharusan dan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah

PRESCRIPTION FOR HEALTH: MENGUBAH PRAKTEK PRIMARY CARE UNTUK MENGUBAH PERILAKU SEHAT

SKEMA GRAND DESIGN LAM-PTKes

PERAN DAN FUNGSI PERAWAT GAWAT DARURAT

Andi Ansharullah. Workshop Pengembangan Kompetensi dan Sistem Pendidikan Kebidanan, JW Marriott Surabaya, 5-6 Juli 2010.

Transkripsi:

Etika Profesi dan Pendidikan Interprofesional Nur Azid Mahardinata, dr Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Disampaikan pada: Pertemuan Koordinas Pengelola Pendidikan Tenaga Kesehatan Tahun 2015

Tujuan Presentasi Pemahaman bersama mengenai Pendidikan Interprofesional dan Etika Profesi Terbentuknya kerangka kerja bersama terkait integrasi pendidikan interprofesional dibidang etika profesi

Latar Belakang Kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia

Latar Belakang Problema Pencapaian MDGs Keyakinan bahwa pendidikan interprofesional adalah jawaban untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan TUJUAN UTAMA PENDIDIKAN TENAGA KESEHATAN SECARA NASIONAL Program Kesehatan Mental Pelayanan Kolaboratif Keadaaan Bencana Manajemen Penyakit Menular (TB/HIV-AIDS)

Latar Belakang Pelayanan Kolaboratif menjamin pelayanan kesehatan yang dilaksanakan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya kesehatan, termasuk di dalamnya adalah tenaga kesehatan Untuk dapat memiliki budaya pelayanan kolaboratif, maka pendidikan bagi seluruh tenaga kesehatan harus mengintegrasikan pendidikan interprofesional, baik dalam kurikulum, strategi pengajaran, hingga evaluasi hasil belajar

Pendidikan Interprofesional Definisi Tujuan Kompetensi

Definisi Pendidikan Interprofesional Pendidikan Interprofesional BUKAN adalah: sekedar: Mendudukkan secara bersama mahasiswa dari berbagai profesi kesehatan dalam satu kelas yang sama, atau Mendatangkan pengajar dari berbagai profesi kesehatan untuk mengajar pada kelas yang sama, atau Memaparkan mahasiswa dari berbagai profesi (tingkat sarjana maupun klinik) pada pasien yang sama Tanpa melakukan refleksi secara interaktif Tanpa mampu menunjukkan integrasi keilmuan Tanpa disertai pembagian tanggung jawab dalam mengambil keputusan

Definisi Pendidikan Interprofesional IPE occurs when 2 or more professions learn with, from, and about each other to improve collaboration and the quality of care WHO, Framework for IPE, 2011

Pendidikan Interprofesional Hanya Dapat Terjadi, jika: Terdapat interaksi dan refleksi yang aktif antar mahasiswa dan institusi dari berbagai profesi kesehatan Tujuan dan strategi pendidikannya diarahkan pada pencapaian: Keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjalankan kerja tim dalam penanganan pasien Pemahaman dan sikap saling menghormati karakter khusus dan fungsi berbeda yang dimiliki oleh masingmasing profesi

Tujuan Pendidikan Interprofesional Harus disesuaikan dengan sistem pelayanan kesehatan yang ada, dan Kapasitas dari masing-masing institusi pendidikan

Contoh Rumusan Tujuan Pendidikan Saint Louise University Medical Center The purpose of Interprofessional Education is to prepare students with knowledge, attitudes and skills of interprofessional practice which lead to: Interprofessional patient/client-centered care Optimal individual patient health outcomes Improvements in community level (population) health Effective and efficient delivery of health care services Advocacy for improvement of health and health services SLU-IPE

Tujuan Pendidikan Interprofesional di FK UGM Menyesuaikan pada trend pola pelayanan kesehatan yang mengarah pada Kedokteran Keluarga Keluarga menjadi unit terkecil dalam penatalaksanaan kondisi kesehatan pasien/klien untuk mencapai derajat kesehatan komunitas yang lebih baik FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA Mempersiapkan lulusan dokter, perawat, dan dietisien dari FK UGM untuk melakukan penatalaksanaan penyakit atau keluhan pasien/klien secara kolaboratif dan komprehensif

Rumusan Kompetensi Pendidikan Interprofesional Integrate the enactment of knowledge, skills, and values/attitudes that define working together across the professions, with other health care workers, and with patients, along with families and communities, as appropriate to improve health outcomes in specific care contexts. Interprofessional Education Collaborative Expert Panel. (2011). Core competencies for interprofessional collaborative practice: Report of an expert panel. Washington, D.C.: Interprofessional Education Collaborative

Domain Kompetensi Pendidikan Interprofesional 1. Values/Ethics for Interprofessional Practice 2. Roles/Responsibilities 3. Interprofessional Communication 4. Teams and Teamwork

Domain Kompetensi dalam Pendidikan Interprofesional WHO (2010) 1. Team work 2. Roles and responsibilities 3. Communication 4. Learning and critical reflexion 5. Relationship with and recognizing the need of the patient 6. Ethical practice

Kata Kunci Pengembangan Program Pendidikan Interprofesional Aspek pelaksana (institusi dan SDM) Champions/role model Institutional support Managerial commitment Shared objectives Staff training Aspek Pengajaran Adult learning principles Assessment Compulsory attendance Contextual learning Learning outcomes Logistics and scheduling Programme content

Etika Profesi Pengertian Ruang Lingkup dan Tujuan

Pengertian Etika adalah bagian pokok ilmu kedokteran dan kesehatan, bukan sebagai pelengkap Tidak ada satupun tenaga kesehatan yang melakukan tugas profesinya, yang tidak pernah menghadapi permasalahan atau dilema etika dalam praktiknya Oleh karena itu, penting bagi setiap tenaga kesehatan untuk menguasai ilmu Etika

Pengertian Etika tidak sama dengan ETIKET Etiket Cara suatu perbuatan harus dilakukan Hanya berlaku dalam pergaulan Bersifat relatif Memandang sisi lahiriah Etika Norma tentang perbuatan itu sendiri Etika selalu berlaku meskipun tidak ada saksi mata Lebih absolut Memandang lebih ke dalam hati

Pengertian Etika adalah ilmu yang mempelajari seni berpikir dalam menentukan argumentasi terhadap tindakan yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh seorang agen Pengertian Bahasa: 1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak) 2. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak KODE ETIK PROFESI 3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat

Ruang Lingkup Pendidikan Etika Keterampilan Pengetahuan Perilaku ETIKA

Etika Profesi dalam Pendidikan Interprofesional: Pengalaman di UGM

Komitmen Institusi Tim Pengajar Etika Kedokteran (1994 2000) Pusat Kajian Bioetika dan Humaniora Kedokteran (2000 sekarang) Pusat Pendidikan Pengajar Bioetika dan Humaniora Kesehatan di Indonesia dan Koordinator Pendidikan Bioetika Asia Pasifik Tim Perilaku Profesional (2007 2014) Komite Perilaku Profesional (2014 saat ini)

Pendidikan Interprofesional di FK UGM Disusun sebagai kurikulum longitudinal Selain memiliki kegiatan yang terintegrasi dalam blok, juga memiliki kegiatan pembelajaran secara mandiri Kegiatan dilakukan sesuai dengan tahapan pembelajaran di FK UGM Bentuk kegiatan berupa: Seminar interprofesional Kuliah Diskusi kasus bersama Refleksi Kunjungan lapangan (rumah, komunitas, dll) secara interprofesional

CFHC-IPE (Comprehensive Family and Community Health Care) Tahun IV Tahun I Pengenalan profesi dan antar-profesi Mengenal konsep keluarga dan masyarakat Tahun II Melakukan identifikasi dan pemetaan masalah Mengenal ruang lingkup bahasan profesi lain Tahun III Melatih kemampuan dan keterampilan untuk memecahkan masalah secara bersama Memecahkan masalahmasalah pada situasi khusus

Menentukan Topik Pembahasan Etika Profesi dalam Pendidikan Interprofesional 1. Teori etika 2. Tugas profesi 3. Informed consent 4. Kerahasiaan 5. Pasien rentan 6. Etika penelitian 7. Deliberasi moral/etik

Teori Etika Dasar berpikir etik Prinsip-prinsip dasar etika biomedis Etika awal kehidupan Etika kehidupan Etika akhir kehidupan Respect for Autonomy Beneficence Non-maleficence Justice

Tugas Profesi Saling mengenal tugas/fungsi kerja, batasan, potensi, dan hambatan pelaksanaan tugas profesi

Informed Consent Menentukan kapasitas pasien/klien untuk bertindak otonom Pendelegasian pengambilan IC Aspek legal

Kerahasiaan Siapa yang memiliki kewajiban merahasiakan Apa yang harus dirahasiakan Aspek legal Berbagi informasi vs membuka rahasia

Pasien/klien/populasi Rentan Definisi dari tiap-tiap profesi Perlindungan pasien rentan Kekerasan dalam rumah tangga

Etika Penelitian Ethical clearance Penelitian berbasis komunitas Perlindungan subjek peneliti yang mengundurkan diri dari penelitian komunitas

Deliberasi Moral/Etik Cara penyusunan argumentasi moral Pengambilan keputusan kompromistis dalam diskursus moral/etik Menyusun pernyataan etik

Terima Kasih