INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) DEVELOPMENT: empowering young generation
|
|
|
- Widyawati Tanudjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) DEVELOPMENT: empowering young generation Diantha Soemantri Koordinator Kurikulum Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia Departemen Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia pictures courtesy of Unit Koordinasi RIK UI
2 HEALTH Indonesia Medicine Nursing Pharmacy Dentistry Public Health Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia Soekarno - Presiden RI pertama
3 sumber: healthydebate.ca sumber: healthsciences.curtin.edu.au It is no longer enough for health workers to be professional. In the sumber: online.wsj.com Does INTERPROFESSIONALITY value (D Amour & Ondasan, 2005) exist? current global climate, health workers also need to be interprofessional (WHO, 2010, p.36)
4 INTERPROFESSIONAL Interprofessional is defined as a group of individuals from different disciplines working and communicating with each other individuals. In the interprofessional learning environment each member provides his/her knowledge, skills, and attitudes to augment and support the contributions of others (Hall and Weaver, 2001)
5 INTERPROFESSIONALITY the process by which professionals reflect on and develop ways of practicing that provides an integrated and cohesive answer to the needs of the client/family/population [I]t involves continuous interaction and knowledge sharing between professionals, organized to solve or explore a variety of education and care issues all while seeking to optimize the patient s participation Interprofessionality requires a paradigm shift, since interprofessional practice has unique characteristics in terms of values, codes of conduct, and ways of working. D Amour and Ondasan (2005)
6 MENGAPA IPE DIPERLUKAN? Interprofessional team Interprofessional collaboration Patient safety and optimum patient/fami ly/communit y care WHO (2010). Framework for Action on Interprofessional Education and Collaborative Practice
7 Mengapa perlu sebuah program khusus untuk mengajarkan profesi kesehatan bekerja sama demi tercapainya IPC? Tiga kondisi untuk mengurangi prasangka/prejudice (Allport, 1979 contact theory) Equality of status between the groups Group members working towards common goals Cooperation during the contact Whole is more than sum of their parts Group Team
8 TIGA JENIS KOMPETENSI SEORANG PROFESIONAL (Barr, 1998) Common competencies Individual professional competencies IP collaborative competencies
9 HEALTH Indonesia MODUL MULTIPROFESSIONAL Kompetensi yang dimiliki oleh seluruh profesi Biomedik Dasar Etika & Hukum Komunikasi Kesehatan Metodologi Penelitian Kesehatan Pengelolaan Bencana Kesempatan informal untuk mahasiswa belajar berinteraksi dan bekerja sama
10 MODUL KOLABORASI & KERJASAMA TIM KESEHATAN RIK UNIVERSITAS INDONESIA Terbagi menjadi 2 bagian, bagian pertama di tahap awal/preklinik; bagian kedua di tahap klinik/praktik Kompetensi spesifik: collaboration and teamworking Universitas Indonesia Dinamika kelompok Konsep kolaborasi dan sistem pelayanan kesehatan Manajemen konflik Komunikasi interprofesional & kepemimpinan Canada Interprofessional communication Patient/client/fam ily/communitycentred care Role clarification Team functioning IPEC Interprofessional communication practices Roles and responsibilities Values and ethics Interprofessional teamwork & team based practice Meningkatkan pelayanan kesehatan dengan pendekatan interprofesional Peran setiap profesi kesehatan Hambatan & strategi kolaborasi interprofesional Collaborative leadership Interprofessional conflict resolution
11 CONTOH GROUP PROJECT MAHASISWA INTERPROFESI UI
12 IPE clinical learning experiences (Freeth, 2010) Diskusi berbasis kasus/masalah Simulasi Shadowing Praktik klinik dalam sebuah tim interprofesi Community placement, clinical ward placement Patient safety Quality improvement Kasus/masalah yang hanya dapat ditangani secara interprofesional
13 IPE tahap klinik di Universitas Indonesia TA 2015/2016: melibatkan 2 fakultas FIK dan FKM Mahasiswa turun ke lapangan: Puskesmas dan daerah binaannya (Depok dan sekitarnya) Tiga pendekatan: Individu Keluarga Komunitas Masalah kesehatan yang memerlukan penanganan kolaboratif Difasilitasi tutor dan pembimbing lapangan; serta narasumber dari 5 fakultas
14 IPE tahap klinik di Universitas Indonesia Praktek lapangan
15 Kegiatan kemahasiswaan IPC tidak harus selalu dipupuk hanya di pendidikan formal Kesempatan menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi: Identifikasi bersama masalah kesehatan yang ada Susun kegiatan bersama, dengan berbagai profesi yang terlibat Pembagian peran Tumbler day MC day (mother & child) SEJAHTERA Selamat tinggal osteoporosis Grand launching first aid box
16 Triggering question Interprofessional education vs interprofessional collaborative patient care mana yang terlebih dahulu harus dimulai?
17 ROADMAP OF IPE AND IPC Interprofessional education in university setting (college-led pre-qualifying IPE) Interprofessional training in healthcare services (service-/jointly-led IPE) Curriculum Classroom based activities Simulation Clinical and community placement Patient-centered interprofessional collaborative practice in healthcare services Continuing professional development Quality improvement Patient-centered practice Role model from the healthcare practitioners in the teaching hospital/clinics Partnership between teaching and healthcare service institutions Teachers and hospital/clinic staff training
18 CHALLENGES Role model National policy (naskah akademik?) Sociocultural aspect What stereotype exist? How is the hierarchy of healthcare professions? Different background (culture, value, ethnicity, etc) how does it influence the perceptions on other healthcare professions? Rudland & Mires (2005), Verma et al (2006), Cooke et al (2003), Soemantri et al, 2011
19 CHALLENGES Institutional commitment Human resources Curriculum Training of teaching staff (Hammick et al, 2007) Minimizing negative perceptions of teaching staff Soemantri et al (2011): lack of understanding of IPE negative perceptions; stereotyping Curriculum change Time allocated specific for interprofessional education Early vs Later?
20 CHALLENGES Organization Egalitarian principle Individual preparedness Teaching & learning method Individual preparedness (Ondasan & Reeves, 2005; Freeth & Reeves, 2004) Willingness to cooperate Prior knowledge, skills and attitude Being aware that other professions play a role in healthcare service delivery Enthusiasm Motivation, expectation Awareness from both teachers and students
21 Bagaimana peran individu mahasiswa dan profesional muda? Sadar terhadap berbagai tantangan yang ada Hilangkan semua stereotype, mulai dari diri sendiri No dominance No inferiority Siapkan diri masing-masing: bangun motivasi, semangat saling menghargai dan saling membutuhkan Anda mahasiswa? Kegiatan kolaborasi kemahasiswaan Munculkan kebutuhan akan program pendidikan interprofesi di setiap institusi Anda profesional muda? Be an INTERprofessional practitioner! Be a role model!
22 take home message macro micro meso Egalitarian principle Organization of resources Curriculum experiential learning Real practice Role model Challenges Interprofessional education Interprofessional collaborative practice
23 TERIMA KASIH, SEMOGA BERMANFAAT Selamat berkolaborasi demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan
24 Daftar Pustaka Allport G (1979). The nature of prejudice. Reading: Addison-Wesley Barr, H. (1998). Competent to collaborate: Towards a competency-based model for interprofessional education. Journal of Interprofessional Care, 12, Canadian Interprofessional Health Collaborative. A National Interprofessional Competency Framework. February CAIPE (1997). Interprofessional education a definition. Centre for the Advancement of Interprofessional Education, London Freeth D (2010). Interprofessional education in Swanwick T (ed). Understanding medical education: evidence, theory and practice. Oxford: Wiley-Blackwell. p Interprofesional Education Collaborative (IPEC) Expert Panel (2011). Core competencies for interprofessional collaborative practice: report of an expert panel. Washington, DC. Interprofessional Education Collaborative. Modul Kolaborasi dan Kerjasama Tim Kesehatan. Rumpun Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia, 2012 World Health Organization (2010). Framework for action on interprofessional education and collaborative practice. Geneva: WHO Press
Interprofessional Education: Sebuah Ulasan Singkat. Zakka Zayd Zhullatullah Jayadisastra. Staff Kajian Medical Education and Profession (MEP) ISMKI
Interprofessional Education: Sebuah Ulasan Singkat Zakka Zayd Zhullatullah Jayadisastra Staff Kajian Medical Education and Profession (MEP) ISMKI Research Head of IPE Research Project, MEP ISMKI Staff
Etika Profesi dan Pendidikan Interprofesional
Etika Profesi dan Pendidikan Interprofesional Nur Azid Mahardinata, dr Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Disampaikan pada: Pertemuan Koordinas Pengelola Pendidikan Tenaga Kesehatan Tahun 2015
Inter-Professional Education in Clinical Setting*)
Inter-Professional Education in Clinical Setting*) HARIF FADHILLAH KETUA UMUM DPP PPNI Disampaikan pada PERTEMUAN DAN EKSPO PENDIDIKAN KEDOKTERAN INDONESIA (PEPKI) VII Bandar Lampung, 30 Oktober 2016 Excellent
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. World Health Organization (WHO) menyatakan setiap menit seorang wanita
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang World Health Organization (WHO) menyatakan setiap menit seorang wanita meninggal selama persalinan atau melahirkan. Nour (2008) dalam jurnal Review in Obstetric and
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Interprofessional education a. Definisi interprofessional education Centre for the Advancement of Interprofessional Education (CAIPE, 2002) menyebutkan, IPE
BAB 1 PENDAHULUAN. sistem pelayanan kesehatan untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Institute of Medicine (IOM) melalui Crossing the quality Chasm : A New Health System for the 21 st Century mengatakan diperlukan pembaharuan dalam sistem pelayanan
Bab II TINJAUAN PUSTAKA
Bab II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Interprofessional Education (IPE) a. Definisi IPE Menurut the Center for the Advancement of Interprofessional Education (CAIPE, 1997), IPE adalah dua atau
BAB I PENDAHULUAN. pengajar dan peserta didik dalam mencapai tujuan learning outcome.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh oleh pengajar dan peserta didik dalam mencapai tujuan learning outcome. Pendekatan pembelajaran juga merupakan
Pendekatan Interprofessional Collaborative Practice dalam Perawatan Pasien Katastropik
Pendekatan Interprofessional Collaborative Practice dalam Perawatan Pasien Katastropik Sugiarsih.,S.Kep.,Ns.,MPH Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada PERKONAS Poltekkes Kemenkes, Jakarta 22-24 Maret 2017
PERBEDAAN PERSEPSI MAHASISWA TAHAP PROFESI DI FKIK UMY TENTANG INTERPROFESSIONAL EDUCATION DI ASRI MEDICAL CENTER YOGYAKARTA
PERBEDAAN PERSEPSI MAHASISWA TAHAP PROFESI DI FKIK UMY TENTANG INTERPROFESSIONAL EDUCATION DI ASRI MEDICAL CENTER YOGYAKARTA Differences in Perceptions of Students Stage Clinical in FKIK UMY About Interprofessional
SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan. Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran KEVIN PIETER TOMAN G FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN OLEH KELOMPOK MAHASISWA PROFESI DOKTER DAN KEBIDANAN DENGAN METODE PEMBELAJARAN INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) BERBASIS KOMUNITAS SKRIPSI Untuk
BAB I PENDAHULUAN. bersama, belajar dari profesi kesehatan lain, dan mempelajari peran masingmasing
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah World Health Oranization (WHO) mencetus kan Interprofessional Education (IPE) sebagai sebuah konsep pendidikan terintegrasi untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi
BAB I PENDAHULUAN. serta kualitas pelayanan kesehatan (Majumdar, et al., 1998; Steinert, 2005).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tingginya kompleksitas permasalahan dan kemajuan teknologi di bidang kesehatan menyebabkan diversifikasi profesi kesehatan (Hall dan Waver, 2001). Pendidikan adalah
BAB I PENDAHULUAN. memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu. Pelayanan yang bermutu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di era global seperti saat ini, seorang tenaga kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu. Pelayanan yang bermutu dapat diperoleh dari kolaborasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dengan melibatkan sekelompok mahasiswa atau profesi kesehatan yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interprofessional Education (IPE) 1. Definisi IPE Menurut WHO (2010), IPE merupakan suatu proses yang dilakukan dengan melibatkan sekelompok mahasiswa atau profesi kesehatan
BAB I PENDAHULUAN orang meninggal pertahun akibat medication error. Medication error
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang The Bussiness Case for Medication Safety memperkirakan sekitar 7.000 orang meninggal pertahun akibat medication error. Medication error adalah jenis medical error yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dengan, dari, dan tentang satu sama lain untuk meningkatkan kolaborasi
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interprofessional Education (IPE) 1. Definisi IPE Menurut the Center for the Advancement of Interprofessional Education (CAIPE, 1997), IPE adalah dua atau lebih profesi belajar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori 1 Interprofessional Education (IPE) a. Pengertian IPE Interprofessional education (IPE) adalah metode pembelajaran yang interaktif, berbasis kelompok, yang dilakukan
DUKUNGAN WHO INDONESIA TERHADAP STANDARISASI KURIKULUM PELATIHAN GIZI OLEH: SUGENG EKO IRIANTO
DUKUNGAN WHO INDONESIA TERHADAP STANDARISASI KURIKULUM PELATIHAN GIZI OLEH: SUGENG EKO IRIANTO Why WHO is here? WHO is a major player in Global Health The environment in country is changing The role of
PERSEPSI DOSEN STIKES AISYIYAH SURAKARTA TERHADAP INTER PROFESIONAL EDUCATION (IPE)
PERSEPSI DOSEN STIKES AISYIYAH SURAKARTA TERHADAP INTER PROFESIONAL EDUCATION (IPE) Ida Nur Imamah 1 ; Martini Listrikawati 2 1. Dosen STIKES Aisyiyah Surakarta 2. Fasilitator PKH Kemensos [email protected]
BAB 1 PENDAHULUAN. medical error antara % dari jumlah pasien dengan %. Medical
BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Medical Error adalah setiap kejadian yang dapat dihindari yang menyebabkan atau berakibat pada pelayanan kesehatan yang tidak tepat atau membahayakan pasien (NCC MERPP,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Efikasi diri 1.1 Pengertian efikasi diri Efikasi diri merupakan keyakinan seseorang akan kemampuannya dalam mengatur dan melaksanakan suatu tindakan yang ingin dicapai (Bandura
BAB V PEMBAHASAN. A. Pembahasan keterkaitan antara kategori attachment, patient-centered
BAB V PEMBAHASAN A. Pembahasan keterkaitan antara kategori attachment, patient-centered care process, dan outcome Hasil penelitian menunjukkan terjadinya 2 insiden yang berbeda menurut persepsi pasien
PRAKTIK BELAJAR LAPANGAN TERINTEGRASI
www.iakmi.or.id PRAKTIK BELAJAR LAPANGAN TERINTEGRASI Aplikasi Student Centered Active Learning untuk Meningkatkan Mutu Lulusan Agustin Kusumayati, dr., MSc., PhD. Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. berbahaya, salah satunya medical error atau kesalahnan medis. Di satu sisi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini yang paling dibutuhkan dalam dunia kesehatan adalah kerja sama tim antar sesama profesi kesehatan. Keselamatan dan kualitas pelayanan kesehatan bergantung
BAB I PENDAHULUAN. menunjang kinerja setelah lepas dari institusi pendidikan (Barr, 2010)
BAB I PENDAHULUAN I. 1 Latar Belakang Masing-masing profesi kesehatan di pelayanan kesehatan memiliki peran yang berbeda. Namun pada praktiknya, profesional kesehatan tidak akan bekerja sendirian namun
Relation Between Cognitive Ability With Interprofession Teamwork Skills In Profession Stage Students At FKIK UMY
Relation Between Cognitive Ability With Interprofession Teamwork Skills In Profession Stage Students At FKIK UMY Hubungan Antara Kemampuan Kognitif Dengan Kemampuan Kerjasama Tim Interprofesi Pada Mahasiswa
PENERAPAN PENDIDIKAN INTERPROFESI DALAM PENDIDIKAN KEBIDANAN Ayu Nurdiyan 1*, Yulizawati 2, Lusiana El Sinta Bustami 3, Fitrayeni 4, Detty Iryani 5
23 PENERAPAN PENDIDIKAN INTERPROFESI DALAM PENDIDIKAN KEBIDANAN Ayu Nurdiyan 1*, Yulizawati 2, Lusiana El Sinta Bustami 3, Fitrayeni 4, Detty Iryani 5 1 Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Kedokteran,
BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan, di Amerika Serikat penyebab kematian nomer tiga pada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tuntutan sistem pelayanan kesehatan mempengaruhi praktik dalam pelayanan kesehatan, di Amerika Serikat penyebab kematian nomer tiga pada pasien adalah dampak dari kesalahan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Hasil Penelitian Terdahulu Keaslian penelitian ini dapat dijamin. Beberapa penelitian yang terkait dengan topik ini adalah sebagai berikut : 1. Presepsi dan Kesiapan Mahasiswa
BAB 1 PENDAHULUAN. tradisional yang berbasis silo dimana setiap tenaga kesehatan tidak mempunyai
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Kurangnya komunikasi antar petugas kesehatan dikatakan menjadi salah satu penyebab dari ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan. Hal ini dapat berujung kepada
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Kesiapan (readiness) terhadapinteprofesional Education (IPE)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Interprofesional Education (IPE) a. Kesiapan (readiness) terhadapinteprofesional Education (IPE) The Interprofesional Education for Collaborative Patient-Centered
ORGANISASI PEMBELAJARAN. Hendrawan Soetanto. Bagian Ketiga
ORGANISASI Bagian Ketiga PEMBELAJARAN YANG AKAN KITA DISKUSIKAN TTG ORGANISASI PEMBELAJARAN : APA DAN BAGAIMANA? KARAKTERISTIK ORGANISASI PEMBELAJARAN PERGURUAN TINGGI SBG ORGANISASI PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN
Analisis Persepsi, Motivasi, dan Kesiapan Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sumatera Utara pada Interprofessional Education (IPE)
Analisis Persepsi, Motivasi, dan Kesiapan Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan pada Interprofessional Education (IPE) SKRIPSI Oleh: Winda Yani Sinambela 111101040 FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
BAB 1 : PENDAHULUAN. kesehatan di era global. Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang
BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelayanan kesehatan yang bermutu menjadi sebuah tuntutan bagi pemberi pelayanan kesehatan di era global. Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. terfragmentasi dan kebutuhan kesehatan masyarakat tidak terpenuhi. Tenaga
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem kesehatan di seluruh dunia saat ini sedang mengalami kondisi krisis, yaitu kekurangan tenaga kesehatan, distribusi serta perpaduan tenaga kesehatan yang belum
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Interprofessional Education (IPE) a. Definisi IPE merupakan suatu pelaksanaan pembelajaran yang diikuti oleh dua atau lebih profesi yang berbeda untuk meningkatkan
DAFTAR PUSTAKA. Almas SH. (2000). Uniprofessional and Interprofessional learning for. study in Norway. Journal of Interprofessional Care 14; 291-2
71 DAFTAR PUSTAKA A la, M. Z. (2012). Interprofessional Education (IPE) dan Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan. Almas SH. (2000). Uniprofessional and Interprofessional learning for Physiotherapy and
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pharmaceutical care menggeser paradigma praktik kefarmasian dari drug
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pharmaceutical care menggeser paradigma praktik kefarmasian dari drug oriented menjadi patient oriented (Hepler dan Strand, 1990). Perubahan paradigma tersebut mempengaruhi
KETERAMPILAN-KETERAMPILAN MENGAJAR
KETERAMPILAN-KETERAMPILAN MENGAJAR RINI SOLIHAT Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI Pendahuluan Profesional : Pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan
BAB I PENDAHULUAN. kerawanan terjadi kesalahan medik (medical error). Kasus kematian akibat
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas terus mengalami perubahan, baik dalam hal kemajuan teknologi maupun prosedur layanan kesehatan yang digunakan (Siegler &
Peran RS Pendidikan dalam Operasional FK: Kebersamaan Pengembangan Suasana Akademik
Annual Scientific Meeting - 2013 Peran RS Pendidikan dalam Operasional FK: Kebersamaan Pengembangan Suasana Akademik Ova Emilia dan Adi Utarini Bagian 1. Situasi Dulu dan Sekarang Suasana Dulu Suasana
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Pembelajaran IPE berbasis komunitas memberikan dampak positif dengan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V.I Kesimpulan 1. Pembelajaran IPE berbasis komunitas memberikan dampak positif dengan adanya peningkatan kemampuan kolaboratif (komunikasi, kolaborasi, peran dan tanggung jawab,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tim pelayanan kesehatan merupakan sekelompok profesional yang mempunyai aturan yang jelas, tujuan umum dan keahlian berbeda. Tim akan berjalan dengan baik bila setiap
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN. 96
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN. ii HALAMAN PERNYATAAN. iii KATA PENGANTAR. iv DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL.. viii DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR LAMPIRAN... x INTISARI. xi ABSTRACT... xii
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan kedokteran bertujuan untuk menghasilkan dokter yang. sebagai bekal untuk belajar sepanjang hayat (Konsil Kedokteran
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan kedokteran merupakan suatu rangkaian pendidikan yang ditempuh untuk menjadi seorang dokter maupun dokter gigi. Pendidikan kedokteran bertujuan untuk
REFLEKSI : PENTINGKAH BAGI DOSEN PENDIDIKAN KEDOKTERAN? dr. Rika Lisiswanti Bagian Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
REFLEKSI : PENTINGKAH BAGI DOSEN PENDIDIKAN KEDOKTERAN? dr. Rika Lisiswanti Bagian Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Refleksi bukan merupakan hal yang baru. Kita sebenarnya
Section 1 OUR PROFILE & EXPERIENCE
Section 1 OUR PROFILE & EXPERIENCE Our Experience 3 Our Experience 4 Our Experience, 5 Our Experience 6 Our Experience 7 Our Experience 8 Our Experience Current Similar Experiences (in-house training)
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA PUBLIKASI ILMIAH Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Ilmu
Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Etika menjadi kebutuhan penting bagi semua profesi yang ada agar tidak melakukan tindakan yang menyimpang hukum. Etika merupakan nilai-nilai hidup dan normanorma serta hukum yang mengatur perilaku
Andi Ansharullah. Workshop Pengembangan Kompetensi dan Sistem Pendidikan Kebidanan, JW Marriott Surabaya, 5-6 Juli 2010.
Andi Ansharullah Medical Education Unit Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Workshop Pengembangan Kompetensi dan Sistem Pendidikan Kebidanan, JW Marriott Surabaya, 5-6 Juli 2010 Output Workshop 1.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Obyek Group Field Project Group field project kami melakukan riset di International SOS. Di sini kami berperan sebagai konsultan luar bagi Human Resource Department AEA.
3/16/2012 LECTURER: Reference
E - Commerce sessi 1 Electronic Commerce LECTURER: M. Mulyana Mubarak http://moebarak.wordpress.com Tujuan : definisi dan konsep dari E- Commerce Dimensi dari E-Commerce Framework E-Commerce Klasifikasi
HOW I SHOULD STUDY as A MEDICAL STUDENTS? Widana Primaningtyas, dr. Medical Faculty of Sebelas Maret University
HOW I SHOULD STUDY as A MEDICAL STUDENTS? Widana Primaningtyas, dr. Medical Faculty of Sebelas Maret University NEWS WHAT S THE DIFFERENCE BETWEEN US AND THEM? WHAT WE SHOULD DO? TAKE A LOOK Selection
KREDENSIALING DAN KEWENANGAN KLINIS BAGI APOTEKER RUMAH SAKIT
KREDENSIALING DAN KEWENANGAN KLINIS BAGI APOTEKER RUMAH SAKIT Veronika Susi Purwanti Rahayu Disampaikan pada RAKERNAS & PIT IKATAN APOTEKER INDONESIA 2017 Tangerang 6 September 2017 Skill Knowledge Attitude
Draft Naskah Akademik Pengembangan Staf Dosen Pendidik Klinis Menggunakan Metode e-learning. Perkembangan jumlah institusi pendidikan kedokteran,
Draft Naskah Akademik Pengembangan Staf Dosen Pendidik Klinis Menggunakan Metode e-learning I. Pendahuluan 1. Latar Belakang Perkembangan jumlah institusi pendidikan kedokteran, Tuntutan kualitas, pentingnya
PEMBELAJARAN KEMAMPUAN GERAK DASAR
PEMBELAJARAN KEMAMPUAN GERAK DASAR State of Victoria, Department of Education (1996). Fundamental motor skills: A manual for classroom teacher. Melbourne: Community Information Service. (4-8) Back Next
Daftar Referensi 1-3
Daftar Referensi 1-3 REFERENSI-1 KONSEP KOLABORASI 1. World Health Organization. Patient safety curriculum guide for medical schools: topic 1: what is patient safety?. 2009. 2. 1Canadian Health Services
PENILAIAN KINERJA MALCOLM BALDRIDGE
PENILAIAN KINERJA MALCOLM BALDRIDGE OLEH SUSANTI KURNIAWATI PENGERTIAN KINERJA Hasil evaluasi proses, produk dan jasa yang dihasilkan perusahaan yang telah dievaluasi dan dibandingkan dengan tujuan, standar
Body of Knowledge dan Standar Kompetensi Dokter Manajemen Medik
Body of Knowledge dan Standar Kompetensi Dokter Manajemen Medik PERSATUAN DOKTER MANAJEMEN MEDIK INDONESIA (PDMMI) June 29, 2012 Authored by: PDMMI Body of Knowledge dan Standar Kompetensi Dokter Manajemen
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG TENTANG KESELAMATAN LALU LINTAS TAHUN 2014
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG TENTANG KESELAMATAN LALU LINTAS TAHUN 2014 KNOWLEDGE, ATTITUDE, AND PRACTICE OF FACULTY MEDICINE STUDENT
PENERAPAN PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESIONAL: Dewi Irawaty, MA, PhD
PENERAPAN PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESIONAL: KENDALA DAN TANTANGANNYA Dewi Irawaty, MA, PhD PERSI, 10 November 2012 1 PERAWAT INDONESIA ADALAH PROFESI Disepakati dan dideklarasikan dalam Lokakarya Nasional
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN MAHASISWA FKIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA MENGHADAPI INTERPROFESIONAL EDUCATION (IPE)
Naskah Publikasi HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN MAHASISWA FKIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA MENGHADAPI INTERPROFESIONAL EDUCATION (IPE) Diajukan Oleh: ERNA SUSANTI 20120320106 PROGRAM
Kolaborasi Interprofesi dalam Pendayagunaan SDM Kesehatan : perspektif mahasiswa dan profesional muda kesehatan
Kolaborasi Interprofesi dalam Pendayagunaan SDM Kesehatan : perspektif mahasiswa dan profesional muda kesehatan Aprilia Ekawati Utami Ketua Dewan Pengawas Indonesian Young Health Professionals Society
Model Kompetensi. Dalam hal ini untuk mengidentifikasi perilaku seseorang yang sesuai dengan visi, misi & strategi organisasi.
Model Kompetensi Model Kompetensi adalah powerful tool untuk mengidentifikasi knowledge, skills, and personal attributes yang dibutuhkan untuk menjalankan institusi. Dalam hal ini untuk mengidentifikasi
Kepemimpinan & Budaya Mutu. Hanevi Djasri, dr. MARS MMR & PKMK FK-UGM
Kepemimpinan & Budaya Mutu Hanevi Djasri, dr. MARS MMR & PKMK FK-UGM Diskusi: Bagaimana cara anda memperbaiki mutu RS ini? Meningkatkan kinerja Memahami BLUD Pembenahan SDM Merubah kebiasaan budaya kerja
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. antar profesi kesehatan (IPE) pada bulan September 2013 setelah melalui
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mulai mengimplementasikan pembelajaran
JURUSAN Pendidikan Bahasa Inggris Alamat: Karangmalang, Yogyakarta (0274) , Fax. (0274) http: //www.fbs.uny.ac.
1. Fakultas / Program Studi : FBS / Bahasa dan Sastra Inggris 2. Mata Kuliah & Kode : British Culture & Literature I Kode : SBI 207 3. Jumlah SKS : 2 Teori : 1 SKS Praktik : 1 SKS : Sem : Waktu : 4. Mata
POST GRADUATE PROGRAM IN PUBLIC HEALTH, FACULTY OF MEDICINE, UNIVERSITAS GADJAH MADA, YOGYAKARTA
POST GRADUATE PROGRAM IN PUBLIC HEALTH, FACULTY OF MEDICINE, UNIVERSITAS GADJAH MADA, YOGYAKARTA COURSE TITLE : Magang Informatika Kesehatan KUI : KUI 7003 Credit : 2 SKS Course type : Wajib Semester :
HUBUNGAN KARATERISTIK PERAWAT DENGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PROSES KEPERAWATAN DAN DIAGNOSIS NANDA
HUBUNGAN KARATERISTIK PERAWAT DENGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PROSES KEPERAWATAN DAN DIAGNOSIS NANDA Anindini Winda Amalia 1, Rr. Tutik Sri Hariyati 2 1 Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas
Sinergi Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran di RSP
Sinergi Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran di RSP Anwar Santoso National Cardiovascular Centre Harapan Kita Hospital Dept. of Cardiology Faculty of Medicine ~ University of Indonesia The Indonesian
Gambaran Pelaksanaan Problem-Based Learning Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi
Gambaran Pelaksanaan Problem-Based Learning Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi Anggia Rohdila Sari 1, Nyimas Natasha Ayu Shafira 2 Fakultas
Pengembangan Kurikulum Berbasis Patient Safety di Magister Manajemen Rumahsakit Fakultas Kedokteran - UGM
Pengembangan Kurikulum Berbasis Patient Safety di Magister Manajemen Rumahsakit Fakultas Kedokteran - UGM Andreasta Meliala [email protected] MAGISTER MANAJEMEN RUMAHSAKIT-UGM Paradigma Baru Pelayanan
Public Fundraising. Peer to Peer Learning. HIVOS Regional Office, Southeast Asia
Peer to Peer Learning Public Fundraising HIVOS Regional Office, Southeast Asia Sesi Berbagi, 6 Juni 2012 Sesi Umpan Balik, 3 Juli 2012 Ditataselenggarakan oleh: Resource Mobilization Framework (kerangka
Kerangka Kompetensi Kepemimpinan Klinik
Kerangka Kompetensi Kepemimpinan Klinik The Medical Leadership Competency Framework (MLCF) Dibuat atas dasar konsep kepemimpinan bersama di mana kepemimpinan tidak terbatas hanya pada pemimpin saja, dan
UPAYA MENINGKATKAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN JIWA Dl PUSKESMAS MANUKAN KULON SURABAYA
UPAYA MENINGKATKAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN JIWA Dl PUSKESMAS MANUKAN KULON SURABAYA Oktarina1 dan Rr. lka lndiyah Praseyawati2 ABSTRACT Government policy to developing mental health service in
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Dosen 1.1 Definisi Dosen Menurut Undang-undang Nomor 14 (2005 dalam Dikti, 2010) mengenai Guru dan Dosen dijelaskan bahwa dosen adalah pendidik profesional dan ilmuan dengan tugas
KEPEMIMPINAN SPESIALIS. Badriul Hegar Indonesia Pediatric Society
KEPEMIMPINAN SPESIALIS Badriul Hegar Indonesia Pediatric Society 1 IDAI : The Value of Professional Organization Medicine Why IDAI? Education Research Clinical Child Health Care Education Doctor comes
Tantangan Profesi Teknologi Informasi & Komunikasi Dalam Indonesia Digital Dies Natalis Fasilkom Universitas Sriwijaya ke 6 29 November 2012
Tantangan Profesi Teknologi Informasi & Komunikasi Dalam Indonesia Digital 2020 Dies Natalis Fasilkom Universitas Sriwijaya ke 6 29 November 2012 1 Topik Peta Peluang Usaha di Bidang TIK Siapkah Kita?
KERANGKA SISTEM UJI KOMPETENSI DOKTER INDONESIA. Komite Bersama Uji Kompetensi Dokter Indonesia
KERANGKA SISTEM UJI KOMPETENSI DOKTER INDONESIA Komite Bersama Uji Kompetensi Dokter Indonesia Latar Belakang UU No 20 TAHUN 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 20 ayat 3 berbunyi : Perguruan
Definisi dan Ruang Lingkup Praktek Konseling Rehabilitasi. Oleh Didi Tarsidi <a href="http://www.upi.edu">universitas Pendidikan Indonesia (UPI)</a>
Definisi dan Ruang Lingkup Praktek Konseling Rehabilitasi Oleh Didi Tarsidi universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 1. Definisi Istilah konseling rehabilitasi yang dipergunakan
Konsep Dasar Clinical Governance dan penerapannya di RS
Konsep Dasar Clinical Governance dan penerapannya di RS Latar belakang: Inggris Clinical governance muncul karena putus-asanya thd pendekatan total quality management (TQM) atau continuous quality improvement
Course Perfomance Evaluation Odd Semester of Academic Year 2015/2016
Course Perfomance Evaluation Odd Semester of Academic Year 5/6 No. Course Performance Criteria A. Course Benefits (Manfaat Mata Kuliah) Improved knowledge literacy Meningkatkan pengetahuan Developed biomedical-specific
Multiprofesional Learning
89 Menumbuhkan Ketrampilan Kepemimpinan dan Team- Building serta Penghargaan terhadap Profesi Lain Melalui Interprofessional Education Analisis Kemungkinan Penerapannya Pada Fakultas Kedokteran di Indonesia
LABORATORIUM PEKERJAAN SOSIAL SEBAGAI PUSAT PENGEMBANGAN TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN PROFESIONAL BERKELANJUTAN
www.umj.academia.edu/adifahrudin LABORATORIUM PEKERJAAN SOSIAL SEBAGAI PUSAT PENGEMBANGAN TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN PROFESIONAL BERKELANJUTAN PROF. ADI FAHRUDIN, PhD Sekretaris, Sekolah Pascasarjana UNIVERSITAS
LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR
ABSTRAK Dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, disebutkan bahwa tugas dosen berkaitan dengan pelaksanaan tiga hal utama yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Karenanya kinerja dosen dalam
Becoming a Learning Organization. Becoming. a Learning Organization. File D:optima/Klien/SIPF/Becoming a Learning Org/PP-H/120214
Becoming 1 Becoming A. Transformasi Pengembangan Organisasi B. Dimensi Pokok Pertumbuhan Sistem SDM C. Optima Integrated HR Development Program D. Knowledge Management E. Manfaat dan Kendala Implementasi
9/10/2012. Mobilization Framework. (kerangka pikir, kerangka kerja, duduk perkara) Eko K. Komara. faktor #1. kesesuaian anatomi
Resource Mobilization Framework (kerangka pikir, kerangka kerja, duduk perkara) Eko K. Komara faktor #1 kesesuaian anatomi 1 Resources The human (skills, knowledge and concepts) and goods like money, materials,
REVITALIZING QUALITY REVIT MANAGEMENT MANA EDE SURYA DARMAWAN INDAH ROSANA ALPISAHAR IND
REVITALIZING QUALITY MANAGEMENT EDE SURYA DARMAWAN INDAH ROSANA ALPISAHAR PERUBAHAN PARADIGMA PADA MUTU PELAYANAN KESEHATAN UNTUK TERCAPAINYA KEBERHASILAN, INSTITUSI YANKES HARUS FOCUS PADA MUTU DAN PERBAIKAN
PELATIHAN APLIKASI SOFTWARE WORKLOAD INDICATORS OF STAFFING NEED UNTUK PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSKESMAS DI GIANYAR ABSTRAK
JURNAL UDAYANA MENGABDI, VOLUME 15 NOMOR 3, SEPTEMBER 2016 PELATIHAN APLIKASI SOFTWARE WORKLOAD INDICATORS OF STAFFING NEED UNTUK PERENCANAAN SUMBER DAYA N. M. S. Nopiyani 1, P. P. Januraga 2, P. Muliawan
ANALISIS TINGKAT KEYAKINAN GURU (TEACHERS BELIEF) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
ANALISIS TINGKAT KEYAKINAN GURU (TEACHERS BELIEF) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Sugeng Sutiarso, Nurhanurawati, Gimin Suyadi, dan Widyastuti Universitas Lampung, Jl. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No.
Diah Pitaloka Handriani SMP Negeri 1 Surakarta
22-200 IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN DAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI LINGKUNGAN KELAS VII H SMP NEGERI 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN
BAB I PENDAHULUAN. penanganan terhadap kualitas Sumberdaya Manusia, khususnya pada. tingkatan organisasi. Sumberdaya Manusia yang besar apabila dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Salah satu masalah dunia pendidikan saat ini adalah rendahnya penanganan terhadap kualitas Sumberdaya Manusia, khususnya pada tingkatan organisasi. Sumberdaya
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) MATA KULIAH: SERVICES MARKETING PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN 2015 Nama Mata Kuliah : Services Marketing Kode Mata Kuliah/sks : / 3 sks Program Studi Semester Nama
Executive Development Program Registration: (021) ,
KEPEMIMPINAN EFEKTIF MENJAWAB MASALAH APA? Perkembangan lingkungan bisnis saat ini mengharuskan perusahaan untuk berusaha keras supaya bisa bertahan dalam persaingan. SDM sebagai modal utama menjadi penentu
PERSEPSI DAN KESIAPAN DOSEN TERHADAP PEMBELAJARAN INTERPROFESIONAL.
ABSTRACT PERSEPSI DAN KESIAPAN DOSEN TERHADAP PEMBELAJARAN INTERPROFESIONAL Arif Eko Yuniawan 1, Wastu Adi Mulyono 2, Dwi Setiowati 3 1 Perawat RSU dr. Moewardi, Surakarta 2 Jurusan Keperawatan FIKES Universitas
