BAB III DESKRIPSI OBJEKTIF PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III GAMBARAN UMUM SD N 21 SUNGAI KENTEN BANYUASIN. A. Sejarah Singkat Berdirinya SD N 21 Sungai Kenten Banyuasin

BAB III KONDISI UMUM SMP SINAR PEMBANGUNAN KAB.OKI. A. Sejarah Singkat Berdiri SMP Sinar Pembangunan Kab. OKI

BAB III KEADAAN MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAJIRIN PALEMBANG. A. Sejarah Berdiri Madrasah Ibtidaiyah Muhajirin Palembang

BAB III KONDISI OBJEKTIF PENELITIAN. A. Letak Geografis dan Sejarah Berdirinya MI Nurussalam Sidogede

BAB III GAMBARAN UMUM SMP NEGERI 1 TRAGAH BANGKALAN. A. Sejarah Singkat SMP Negeri 1 Tragah Bangkalan.

BAB IV PROFIL LOKASI PENELITIAN

BAB III GAMBARAN UMUM SMPN 04 SUNGAI LILIN

BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Gambaran Umum SMA Negeri di Kota Bandarlampung

BAB III GAMBARAN UMUM MI ASSEGAF PALEMBANG. A. Letak Dan Sejarah Berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Assegaf

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2015 SMPN 2 WATES Alamat : Jl. KH Wahid Hasyim, Bendungan, Wates, Kulon progo

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB III KONDISI OBJEKTIP PENELITIAN. 1. Sejarah Singkat SMP Negeri Karang Dapo. 2. Letak Geografis Sekolah SMP Negeri Kecamatan Karang Dapo

BAB III DESKRIPSI OBJEKTIF PENELITIAN. dikelola oleh perorangan. Kemudian Pada tahun 1978 barulah dinegerikan dengan

PROFIL SEKOLAH. YAYASAN HANG TUAH CABANG JAKARTA SD HANG TUAH 3 Jl. Teluk Mandar No. 70 Komp. TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Telp.

BAB 3 GAMBARAN UMUM RESPONDEN

BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI Kegiatan PPL dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu

I. PENDAHULUAN. Organisasi adalah sebuah unit sosial yang dikoordinasikan secara sadar oleh

1) Identitas Sekolah

A. Analisis Situasi Sekolah 1. Sejarah SMK Kristen 1 Klaten berdiri pada tanggal 1 Agustus 1965 menempati gedung SD Krsiten III yang dahulu berada di

BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi

BAB III KAJIAN OBJEK PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN ANALISIS SITUASI

BAB III KEADAAN MI MUHAJIRIN PALEMBANG. A. Sejarah Berdiri dan Letak Geogerafis MI Muhajirin Palembang. 1. Sejarah Berdirinya MI Muhajirin Palembang

BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi

RIWAYAT HIDUP PENULIS

BAB III GAMBARAN UMUM SD NEGERI 9 BANYUASIN III KECAMATAN BANYUASIN III KABUPATEN BANYUASIN

Landasan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)

BAB III KONDISI OBJEKTIF PENELITIAN. A. Sejarah dan Latar Belakang Berdirinya MTs Miftahul Ulum Pangkalan Balai

BAB III IDENTIFIKASI MASALAH

BAB III LAPORAN PENELITIAN

LAPORAN INDIVIDU SEKOLAH DASAR DAN MADRASAH IBTIDAIYAH TAHUN AJARAN : (SEBELUM MENGISI, BACALAH PETUNJUK PENGISIAN)

BAB IV GAMBARAN UMUM. Sekolah Dasar Negeri 2 Waringinsari Timur merupakan satu dari 4 sekolah yang

BAB III DESKRIPSI SD NEGERI 1 TELUK KIJING KECAMATAN LAIS KABUPATEN MUSI BANYUASIN

BAB II STRATEGU GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS. 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTs Hidayatullah Lawahan

BAB III KONDISI UMUM MIN MENANTI KECAMATAN KELEKAR KABUPATEN MUARA ENIM. A. Sejarah MIN Menanti Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim

RUMUSAN VISI DAN MISI SMP NEGERI 1 PAYUNG. Pengambilan keputusan dalam perumusan visi-misi dan tujuan satuan

BAB I PENDAHULUAN. KKN-PPL Penjas UNY - SMA N 3 Klaten

BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN. 1. Sejarah Berdirinya SMP AL-WACHID SURABAYA 1

BAB II. TINJAUAN SMPN 24 Bandung. 2.1 Sejarah SMPN 24 Bandung

TERWUJUDNYA INSAN PENDIDIKAN YANG BERPRESTASI DALAM ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN SENI BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA

BAB 3 TINJAUAN PERUSAHAAN

BAB III DESKRIPSI WILAYAH PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi

BAB IV HASIL PENELITIAN. keadaan dari obyek yang erat kaitannya dengan penelitian. 1. Sejarah Singkat Berdirinya SMP Negeri 26 Surabaya

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB III KONDISI OBJEKTIF PENELITIAN. Madrasah Ibtidaiyah Hijriyah II ini dibangun oleh K.H.M. Amin Majid yang

BAB III DESKRIPSI OBJEKTIF PENELITIAN. dikelola oleh perorangan. Kemudian Pada tahun 1978 barulah dinegerikan dengan

Profil Sekolah Tahun 2016 SMPN 1 Kayen Kidul kab kediri 1

LAMPIRAN LOKASI. 1. Deskripsi Singkat MTs Darussalam Kademangan Blitar. : MTs Darussalam Kademangan. No. Telepon / Faksimile : (0342)

BAB III SETTING WILAYAH PENELITIAN. 1. Latar Belakang Berdirinya MTs Nurul Hilal Senuro

BAB III KONDISI UMUM SMP MUHAMMADIYAH 6 PALEMBANG

BAB III KONDISI OBJEKTIF PENELITIAN. A. Sejarah berdirinya MI Quraniah IV Palembang

BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Nasional pasal 18 diatur tentang pendidikan menengah yaitu:

BAB III LAPORAN PENELITIAN. Surya. Menempati SD Wisma Surya selama 2 tahun yakni pada tahun 1977-

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi Kondisi Fisik

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. A. Deskripsi Data Madrasah Aliyah Negeri 3 Barabai

BAB II DESKRIPSI SMA NEGERI RAYON 08 JAKARTA BARAT

BAB II HASIL SURVEY. bertempat di Jl. Jenggolo Gg. III No. 61, Sidoarjo. Sekolah ini memiliki 4

PROFIL UPTD PAUD DAN SD KECAMATAN KARAWANG TIMUR

PROGRAM KERJA WAKIL KEPALA SEKOLAH BIDANG KURIKULUM TAHUN PELAJARAN 2015/2016

BAB IV GAMBARAN UMUM SMP ASA CENDIKIA SEDATI. A. Sejarah Singkat SMP Asa Cendikia Sedati Sidoarjo

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian M², SMA Negeri 1 Suwawa adalah sekolah yang dikelilingi oleh

BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. surat keputusan Departemen Agama, dengan latar belakang banyak anak

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

BAB III GAMBARAN UMUM MTS SALAFIYAH WONOYOSO PEKALONGAN. A. Kondisi Umum MTs Salafiyah Wonoyoso Pekalongan

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

KEMENTERIAN AGAMA KELOMPOK KERJA PENGAWAS PAI (POKJAWAS PAI) KANTOR KABUPATEN CILACAP Alamat : Jalan DI. Panjaitan No.44 Telp. (0282) Cilacap

BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. 516 dan SMP Kartika IV-10, sebelah barat adalah Makodam V Brawijaya, tepatnya di

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. penelitian adalah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN)

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Singkat Berdirinya SMA Negeri 10 Bandar Lampung

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. SHAFTA adalah kepanjangan dari Shidiq, Amanah, Fathonah dan Tabligh

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Suradji Tirtonegoro Klaten; Nomor Rekening: BRI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pojok Harjobinangun Pakem dengan batas wilayah sebagai berikut,

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

BAB III KONDISI OBJEKTIF PENELITIAN. A. Sejarah berdirinya MI Nurul Huda Palembang

BAB II GAMBARAN UMUM SMA NEGERI 1 PETIR

BAB II DESKRIPSI SMKN 2 KOTA TANGERANG SELATAN. SMK Negeri 2 Kota Tangerang Selatan berdiri pada tahun 2009, dengan nama

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS. 1. Sejarah Singkat Berdirinya SMA Negeri 1 Anjir Pasar

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Ditulis oleh Administrator Rabu, 08 Desember :28 - Terakhir Diperbaharui Rabu, 22 Desember :00

PROGRAM KERJA KOORDINATOR EKSTRAKURIKULER SMP ITUS JALAKSANA TAHUN AJARAN 2015/2016 SMP ITUS

BAB III TINJAUAN UMUM MADRASAH ALIYAH AL-MUTHOHHAR. formal SLTA di bawah Yayasan Al-Muthohhar yang beralamat di Kampung

RANGKUMAN DATA SEKOLAH MENENGAH (SMP, MTs, SMA, MA, DAN SMK) TAHUN PELAJARAN : 2013 / 2014

BAB III KONDISI UMUM SMP PGRI II PALEMBANG

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2015 SMP NEGERI 1 PRAMBANAN KLATEN

PROFIL / KEADAAN SEKOLAH UPTD SMAN 1 KARANGREJO - TULUNGAGUNG. 1. Nama Sekolah : UPTD SMA Negeri 1 Karangrejo

dipraktikkan di sekolah atau lembaga pendidikan dengan program studi mahasiswa. Pada program PPL tahun 2015 ini, penulis mendapatkan lokasi

BAB III SETTING WILAYAH PENELITIAN. A. Letak Geografis dan Latar Belakang Berdirinya SD Negeri 12 Suak

PROFIL SEKOLAH MENENGAH ATAS MUHAMMADIYAH WAINGAPU

BAB II KONDISI OBJEKTIF SEKOLAH MA AL-KHAIRIYAH PEKALONGAN CILEGON. A. Letak Geografis MA Al-Khairiyah Pekalongan Cilegon

PROFIL SEKOLAH SMP NEGERI 4 LEMBANG

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Menengah Atas Negeri yang ada di ProvinsiRiau, Indonesia. Terletak di jalan

LAMPIRAN. Fasilitas Akademik Sekolah

BAB III GAMBARAN UMUM MTS PARADIGMA PALEMBANG. A. Sejarah Singkat Berdirinya Madrasah Tsanawiyah Paradigma Palembang

Transkripsi:

65 BAB III DESKRIPSI OBJEKTIF PENELITIAN A. Profil Lengkap SMP PGRI Betung 1. Sejarah berdirinya SMP PGRI Betung SMP PGRI Betung adalah sekolah SMP Swasta yang terletak di Provinsi Sumatera Selatan Kab. Banyuasin. SMP PGRI ini berdiri pada tahun 1984. SMP ini didirikan oleh sebuah yayasan yang bernama Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Dasar dan Menengah Persatuan Guru Republik Indonesia (YPLP DASMEN-PGRI) Prov. Sumatera Selatan. Pada tahun 1984 bangunan yang didirikan hanya 3 ruang kelas, 1 ruang guru dan 1 mushola. Dan murid-murid yang ada pada saat itu kurang lebih ada 90 siswa dengan jumlah guru hanya ada 10 orang yang mengajar pada saat itu. SMP PGRI yang dulunya bernama SLTP PGRI dipimpin oleh Marsito Marijan. 1 Sejalan dengan perkembangan zaman, SMP PGRI Betung sekarang memiliki fasilitas yang memadai untuk proses belajar mengajar. Untuk lebih jelasnya berikut data tentang SMP PGRI Betung Kab. Banyuasin. 2 Nama Sekolah : SMP PGRI Betung Banyuasin No. Statistik Sekolah : 21111103013 Tahun Didirikan : 1984 1 Dokumentasi SMP PGRI Betung Tahun Ajaran 2015-2016 2 Dokumentasi SMP PGRI Betung Tahun ajaran 2015-2016

66 Tahun Beroperasi : 1984 Luas Lahan/Tanah : 14.000 M 2 Alamat Sekolah : Jl. PIR. I Taja Lk. III Kel. Rimba Asam Kec. Betung Telepon : (0711) 893214 Kab. Banyuasin kode pos. 30758 Sumatera Selatan Email Status Sekolah : smppgbetung@gmail.com : Swasta Nilai Akreditasi : No.Dp 010266. Tahun 2010 2. Letak Geografis SMP PGRI Betung Secara geografis SMP PGRI Betung terletak di Jl. PIR. I Taja Lk. III Kel. Rimba Asam Kec. Betung Kab. Banyuasin kode pos. 30758 Sumatera Selatan. Adapun batas-batasnya sebagai berikut: 3 Sebelah Barat Sebelah Timur Sebelah Utara Sebelah Selatan : berbatasan dengan jalan PIR. I Taja : berbatasan dengan perumahan warga Rimba Asam : berbatasan dengan perumahan warga Rimba Asam : berbatasan dengan perumahan warga Rimba Asam Melihat kondisi ini, maka SMP PGRI Betung telah memiilki situasi dan kondisi lingkungan yang baik, sehingga efektifitas belajar mengajar berjalan dengan baik. 3 Dokumentasi SMP PGRI Betung Tahun Ajaran 2015-2016

67 3. Visi dan Misi SMP PGRI Betung Adapun visi dan misi SMP PGRI Betung sebagai berikut: 4 a. Visi: Terwujudnya generasi yang trampil, berbudi luhur, berwawasan IPTEK dan IMTAQ serta mempuyai kepedulian sosial yang tinggi. b. Misi: 1) Mengembangkan inovasi kurikulum yang efektif untuk optimalisasi multi kecedersan siswa 2) Mengembangkan kegiatan religious di sekolah 3) Mengembangkan jiwa seni dan budaya siswa 4) Mengoptimalkan kegiatan pengembangan diri 5) Meninngkatkan disiplin seluruh warga sekolah 6) Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik 7) Mengoptimalkan mutu lulusan 8) Melengkapi sarana dan prasarana pendidikan 9) Mengembangkan iklim sekolah yang kondusif, bersih,, indah dan nyaman 10) Mengoptimalkan kerjasama dengan masyarakat Sesuai dengan Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007, sebuah sekolah harus memiliki komponen standar pengelolaan pendidikan diantaranya 4 Dokumentasi SMP PGRI Betung Tahun Ajaran 2015-2016

68 perencanaan program, pelaksanaan rencana kerja, pengawasan evaluasi, kepemimpinan sekolah, sistem informasi manajemen, penilaian khusus tujuan. Diantara Standar Pengelolaan Pendidikan tersebut perencanaan program harus mengulas terlebih dahulu tentang visi sekolah, misi sekolah, tujuan sekolah, dan rencana kerja sekolah. Menurut hemat penulis bahwasanya sebuah sekolah memang harus memiliki visi dan misi sekolah, agar tujuan sebuah sekolah tersebut dapat diketahui. Dan SMP PGRI ini sudah memiliki visi dan misi, sehingga SMP PGRI sudah memenuhi salah satu standar pendidikan. 4. Sarana dan Prasana Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang baik sudah seharusnya disediakan sarana dan prasarana yang baik yang memadai kelengkapan fasilitas pada lembaga pendidikan yang sangat mempengaruhi tingkat kualitas pendidikan karena sarana dan prasarana yang lengkap akan tercapai dan minat siswa terhadap belajar pun meningkat. Sarana dan prasana sangat dibutuhkan dalam pembelajaran, karena sarana adalah alat-alat belajar yang dapat digunakan secara langsung dalam proses belajar mengajar, misalnya papan tulis, spidol dan white board yang digunakan langsung dalam melakukan proses belajar mengajar di sekolah, sedangkan prasarana di sekolah adalah ruang tempat belajar atau tempat berlangsungnya proses belajar mengajar.

69 Adapun sarana dan prasarana di SMP PGRI Betung dapat dilihat pada tabel berikut ini: 5 Tabel 5 Sarana dan Prasana SMP PGRI Betung No Sarana dan Prasarana Jumlah Keterangan 1 Kantor Kepala Madrasah 1 Baik 2 Kantor Guru 1 Baik 3 Ruang Kelas 13 Baik 4 Ruang Konseling 1 Baik 5 Ruang Perpustakaan 1 Baik 6 Ruang Tata Usaha 1 Baik 7 Musholah 1 Baik 8 Ruang Laboratorium - Komputer 1 Baik 9 Ruang UKS 1 Baik WC 10 - WC Siswa 4 - WC Guru 2 Baik Sumber: Dokumentasi SMP PGRI Betug Tahun Ajaran 2015-2016 Dari data yang di atas bahwa sarana prasarana penunjang kegiatan pembelajaran telah diupayakan dengan sebaik-baiknya serta sudah dapat dikatakan memadai untuk berlangsungnya proses belajar mengajar. Salah satu 5 Dokumentasi SMP PGRI Betug Tahun Ajaran 2015-2016

70 terpenuhnya standar pendidikan yang terdapat dalam sebuah sekolah yaitu dengan adanya standar sarana dan prasana. Dalam kelangkapan sarana dan prasana di sebuah sekolah terutama Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus memiliki ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang pimpinan, ruang guru, ruang tata usaha, tempat beribadah, ruang konseling, ruang UKS, ruang organisasi kesiswaan, jamban, gudang, ruang sirkulasi, tempat bermain/berolahraga. Menurut penulis di SMP PGRI Betung sebagian besar sarana dan prasana sudah memenuhi yang telah dibutuhkan dalam sebuah lembaga pendidikan. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel di atas. Oleh karena itu, SMP PGRI Betung sudah memenuhi salah satu Standar Pendidikan. Ruang kelas adalah tempat kegiatan pembelajaran teori, praktik yang tidak memerlukan peralatan khusus, atau praktik dengan alat khusus yang mudah dihadirkan. Dan ruang kelas yang dimiliki oleh SMP PGRI Betung- Banyuasin terdapat sebanyak 13 ruang kelas, yang terdiri dari 5 ruang kelas untuk kelas VII, 4 ruang kelas untuk kelas VII, dan 4 ruang kelas untuk kelas IX. Dan Standar Pendidikan telah menentukan bahwanya setiap sekolah teruma Sekolah Menengah pertama (SMP) harus memiliki ruang kelas yang berkapasitas 15-32 siswa. Dan pada saat penulis melakukan dokumentasi di SMP PGRI Betung. Penulis mengetahui bahwasanya setiap ruang kelas

71 berkapasitas 34-36 siswa. Jadi, Standar Pendidikan yang salah satunya membahas tentang standar sarana dan prasarana sudah terpenuhi dengan baik dan SMP PGRI Betung sudah layak untuk melaksanakan sebuah lembaga pendidikan. B. Keadaan Tenaga Kependidikan SMP PGRI Betung 1. Keadaan Kepala Sekolah Adapun nama-nama kepala sekolah yang memimpin SMP PGRI Betung sampai sekarang adalah: 6 Tabel 6 Daftar Nama Kepala SMP PGRI Betung No Nama NIP Periode 1. Drs. Marsito Marijan 440011656 1984-2008 2. Husin, S. Pd 19590708 198411 1 001 2008-2011 3. Drs. Muhammad Akip - 2011-2012 4. Drs. Raskawi - 2012- sekarang Sumber: Dokumentasi SMP PGRI Betung Tahun Ajaran 2015-2016 Dari data di atas menyatakan bahwasanya bapak Marsito Marijan memimpin sekolah selama 24 tahun. Dan bapak Husin hanya menjabat kepala sekolah selama 4 tahun. Karena bapak Husin meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Jadi bapak Muhammad Akip menduduki sebagai kepala sekolah sementara yang bertugas selama 1 tahun. Setelah itu barulah Bapak Raskawi 6 Dokumentasi SMP PGRI Betung Tahun Ajaran 2015-2016

72 menjabat kepala SMP PGRI sampai sekarang. Sebelum menjadi kepala sekolah bapak Raskawi juga telah menjadi guru di SMP PGRI Betung. 2. Keadaan Guru SMP PGRI Betung Guru pada hakikatnya orang yang bertanggung dan berwenang untuk membimbing dan membina peserta didik baik secara individual maupun klasikal, baik di sekolah maupun di luar rumah. Para guru di SMP PGRI Betung ini sudah melaksanakan tugasnya secara baik dan bertanggung jawab di lingkungannya dan dituntut untuk dapat mendidik dan membina peserta didik dengan kompetensinya. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di SMP PGRI Betung, terdapat pada tabel sebagai berikut: 7 Tabel 7 Daftar Guru SMP PGRI Betung No Nama L/P Pend.Terakhir Mata Pelajaran 1 Drs. Raskawi L S. 1 PAI Agama 2 Niswatun, S. Pd P S. 1 B.Indonesia Bahasa Indonesia 3 Sabar Iswanto, S. P L S. 1 Pertanian IPS Terpadu 4 5 Lely Agustina, S. Pd NIP. 19630822 198411 2 001 Renita Yuni Nugraha, S. Pd NIP. 19610627 198802 2 001 P S. 1 Matematika Matematika P S. 1 PKn PPKn 6 Imam Sayuti, BA L S. 1 B. Inggris Bahasa Inggris 7 Dokumentasi SMP PGRI Betung Tahun Ajaran 2015-2016

73 NIY. 936037 7 Hasan Basri, BA L SM Akutansi Bahasa Inggris 8 Drs. Kusanto L S. 1B. Indonesia Bahasa Indonesia 9 A. Ropik, S. Sos., S. Pd L S. 1 Sejarah IPS Terpadu 10 Arpika Lensi P PGA PAI Pend. Agama 11 Masiana, S.E P S. 1 Ekonomi IPS Terpadu 12 Suparni, S. Pd P S. 1 Matematika Matematika 13 Eka Handayani, S. Pd P S. 1 B. Indonesia Bahasa Indonesia 14 Siti Salmah, S. Pd P S. 1 B. Indonesia Bahasa Indonesia 15 Sriyati, S. Pd. I P S. 1 PAI Mulok PAI 16 Herniadi, S. Pd L S. 1 Fisika IPA Terpadu 17 Sumini, S. Hum P S. 1 PAI PAI 18 Dedek Hanidah, S. Pd P S. 1 Biologi IPA Terpadu 19 Gu Sukarno. As, S. Pd. I L S. 1 PAI TIK 20 Suyani, S. Pd P S. 1 Matematika Matematika 21 Agustin Haryanti, S. Pd P S. 1 Akutansi Seni Budaya 22 Margo Budi Santoso, S. Pd L S. 1Biologi IPA Terpadu 23 Mitha Ayu Lestari, S. Pd P S. 1 Kesenian Seni Budaya 24 Ngadiran, S. E L S. 1 Ekonomi PD 25 Liza Anggara, S. Pd P S. 1 Biologi Matematika 26 Oktarina, S. Pd P S. 1 Matematika Matematika 27 Suwinto, S. Pd L S. 1Penjas Penjaskes 28 Rika Pidia, S. Pd P S. 1 B. Inggris Bahasa Inggris 29 Soga Prinado, S. Pd L S. 1 Penjas Penjaskes 30 Listina Pane, S. Pd P S. 1 PPKn PPKn 31 Faizah Apriyanti, S, Pd P S. 1 Biologi Prakarya Sumber: Dokumentasi SMP PGRI Betung Tahun Ajaran 2015-2016

74 Dilihat pada tabel di atas dapat diketahui, bahwa guru di SMP PGRI Betung berjumlah 31 guru, dengan 12 guru laki-laki dan 19 guru perempuan. Guru atau pengajar di SMP PGRI Betung ini berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda. Oleh karena itu mereka mengajar mata pelajaran yang sesuai dengan bidang dan kemampuannya masing-masing. Dari tabel di atas terdapat beberapa guru yang pendidikan terakhir tidak sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan oleh siswa dan ada beberapa guru juga yang menempuh kuliah yang mengambil bukan jurusan pendidikan, sehingga beberapa guru yang bersangkutan diharuskan mengikuti kualifikasi guru. Salah satunya bapak Sabar Iswanto, S. P yang menempuh pendidikan terakhir jurusan pertanian tahun 2003, hal ini mengharuskan bapak Sabar Iswanto, S. P harus mengikuti kualifikasi guru. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 41 Tahun 2009 tentang Standar kualifikasi pembimbing pada kursus dan pelatihan. Jadi menurut penulis guru-guru yang telah mengajar di SMP PGRI Betung telah memenuhi salah satu Standar Pendidikan yaitu Standar pendidik dan Tenaga Pendidikan. Sehingga pada tahun ajaran 2015-2016 SMP PGRI Betung layak untuk melaksanakan proses pembelajaran.

75 3. Keadaan Pegawai SMP PGRI Betung Tenaga pegawai di SMP PGRI Betung membantu dalam proses pembelajaran di madrsah. Adapun keadaan pegawai SMP PGRI Betung, sebagai berikut: 8 Tabel 8 Daftar Pegawai SMP PGRI Betung No Nama L/P Jabatan 1 Hery Satriandi, S. Kom L Kepala Tata Usaha 2 Ngadiran, S. E L Staf Tata Usaha 3 Susi Eva, S. Ag P Staf Tata Usaha 4 Royani P Staf Tata Usaha 5 Rezky L Staf Tata Usaha 6 Drs. Kusyanto L KA. Perpustakaan 7 Herniadi, S. Pd L KA. Laboratorium Sumber: Dokumentasi SMP PGRI Betung Tahun Ajaran 2015-2016 Berdasarkan tabel di atas menjelaskan bahwa ada 7 orang pegawai atsau staf yang berada di SMP PGRI Betung, dengan 5 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Staf atau pegawai yang ada di SMP PGRI betung dapat dilihat menjadi 3 unit dengan 5 orang yang bertanggung jawab dalam staf atau pegawai TU (Tata Usaha) dan 1 orang berada di Perpustakaan serta 1 orang yang bertanggung jawab di Laboratorium sekolah. 9 8 Dokumentasi SMP PGRI Betung Tahun Ajaran 2015-2016 9 Dokumentasi SMP PGRI Betung Tahun Ajaran 2015-2016

76 Tenaga kependidikan yang dimaksud di sini adalah staf atau pegawai yang tenaganya merupakan salah satu faktor yang dapat mewujudkan visi sekolah. SMP PGRI Betung telah memiliki tenaga TU yang berpendidikan sesuai dengan perkerjaannya. Jadi menurut penulis disini bahwa SMP PGRI Betung telah memenuhi standar pendidikan salah satunya standar pengelolaan dan standar pendidikan dan kependidikan. 4. Keadaan Siswa SMP PGRI Betung Siswa SMP PGRI Betung berasal dari latar belakang yang berbedabeda. Adapun keadaan siswa SMP PGRI Betung adalah: 10 Tabel 9 Jumlah Siswa/I SMP PGRI Betung No Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah 1 VII.1 20 15 35 2 VII.2 19 16 35 3 VII.3 18 18 36 4 VII.4 18 18 36 5 VII.5 17 18 35 6 VIII.1 10 33 43 7 VIII.2 33 10 43 8 VIII.3 26 18 44 9 VIII.4 27 14 41 10 IX.1 14 23 37 11 IX.2 19 22 37 12 IX.3 20 17 37 13 IX.4 21 16 37 Jumlah 262 238 500 Sumber: Dokumentasi SMP PGRI Betung Tahun Ajaran 2015-2016 10 Dokumentasi SMP PGRI Betung Tahun Ajaran 2015-2016

77 Dari data tabel di atas dapat diketahui jumlah siswa di SMP PGRI Betung secara keseluruhan berjumlah 500 orang siswa. Dilihat dari jenis kelamin laki-laki berjumlah 262 orang dan perempuan berjumlah 238 orang siswa. Untuk masuk sekolah ini, siswa harus mengikuti tes secara tertulis dan lisan, sehingga yang masuk terseleksi dengan baik. Siswa yang diterima di SMP PGRI Betung tergolong ekonomi menengah kebawah.

78 5. Struktur Organisasi SMP PGRI Betung Adapun struktur organisasi SMP PGRI Betung dapat dilihat sebagai berikut: 11 Tabel 10 Struktur Organisasi di SMP PGRI Betung YLYP Komite Sekolah Muhsoni Kepala Sekolah Drs. Raskawi Dewan Guru Kepala TU Hery Satriandi, S. Kom WK. Kurikulum Niswatun, S. Pd WK. Kesiswaan Sabar Iswanto, SP UR. Umum Ngadiran, SE WK.Sapras Drs. Kusanto UR. Kesiswaan Royani Persuratan Ngadiran, SE Kepegawaian Royani UR. Keuangan Susi Eva, S. Ag KA. Perpustakaan Drs. Kusyanto KA. Laboratorium Herniadi, S. Pd Rumah Tangga Susi Eva, S. Ag Siswa 11 Dokumentasi SMP PGRI Betung Tahun Ajaran 2015-2016

79 C. Kurikulum di SMP PGRI Betung Kurikulum merupakan faktor yang sangat penting dalam proses belajar mengajar karena kurikulum merupakan acuan atau patokan dalam proses pembelajaran, selain itu di dalam kurikulum tergambar jelas terencana bagaimana dan apa saja yang harus dilakukan pada proses pembelajaran. Adapun fungsi kurikulum adalah sebagai sarana atau alat untuk mencapai sesuatu pendidikan yang efektif dan efesien sesuai dengan yang dicita-citakan oleh lembaga yang bersangkutan. Sedangkan tujuan kurikulum itu sendiri adalah agar tercapainya suatu kegiatan yang telah direncanakan oleh lembaga pendidikan. Di SMP PGRI Betung menggunakan kurikulum KTSP. Karena sudah keputusan dari pihak sekolah maka dari kelas VII-IX diharuskan menggunakan kurikulum KTSP. Adapun pelaksanaan kegiatan belajar siswa di SMP PGRI Betung dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB. Rincian jam pelajaran di SMP PGRI Betung, yaitu sebagai berikut: Tabel 11 Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar No Waktu Kegiatan 1 13.00 13.40 Belajar 2 13.40 14.20 Belajar 3 14.20 15. 10 Belajar 4 15.10 15.30 Istirahat 5 15.35 16.15 Belajar 6 16.15 17.00 Belajar Sumber: Dokumentasi SMP PGRI Betung Tahun Ajaran 2015-2016

80 Dari kegiatan belajar di atas pelaksanaannya dilakukan setiap hari, kecuali hari libur. Dan pada setiap hari Jum at yang pembelajaran akan dilaksanakan dari mulai pukul 13.30WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB. Kegiatan belajar mengajar di SMP PGRI Betung dilaksanakan 40 menit dalam satu mata pelajaran. Mata pelajaran yang diajarkan di SMP PGRI Betung sama seperti SMP lainnya, yakni tentang pelajaran umum dan lain-lain. D. Kegiatan Ekstrakulikuler SMP PGRI Betung Di SMP PGRI Betung Banyuasin yang menggunakan kurikulum KTSP. Selain kegiatan belajar mengajar secara umum, SMP PGRI Betung juga memberikan kegiatan ekstrakulikuler dengan tujuan untuk memberikan kecakapan dan keterampilan kepada siswa sehingga memiliki motivasi belajar dan mampu bersosialisasi dengan masyarakat sekitarnya. Adapun kegiatan ekstrakurikuler di SMP PGRI Betung, yaitu: 12 1. OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) Pada setiap Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Madratsah Tsanawiyah (MTs), semua siswa diberikan kesempatan untuk berorganisasi baik intra maupun ekstra sekolah. Organisasi yang dilaksanakan dalam sekolah adalah OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah. Organisasi ini sangat berguna untuk membantu kelancagran kegiatan sekolah. Dengan demikian siswa dituntut bertanggung jawab atas semua kegiatan yang dilakukan di sekolah. 12 Dokumentasi SMP PGRI Betung Tahun Ajaran 2015-2016

81 Selain itu kegiatan OSIS ini memberikan pendidikan dan latihan bagi siswa untuk mengelolah sebuah organisasi dan juga dapat mengembangkan bakat serta kreaktifitas siswa. Dalam menjalankan organisasi ini harus dibimbing oleh seorang guru bagian kesiswaan. Jadi setiap kali akan melaksanakan kegiatan, anggota tersebut harus meminta pendapat dan persetujuan dari guru pembina OSIS. 2. Pramuka Salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang dilaksnakan di SMP PGRI Betung adalah kegiatan pramuka dan kegiatan pramuka ini selalu dilaksanakan setiap hari Minggu pukul 08.00-11.00. 3. Pencak Silat Kegiatan ekstrakulikuler selanjutnya yaitu pencak silat yang diikuti sebagian siswa, karena kegiatan ini hanya diikuti oleh siswa yang bersungguh-sunguh ingin ikut dalam kegiatan ini. Kegiatan pencak silat ini juga dilaksanakan pada setiap hari minggu pagi sekitar pukul 07.30-10.30 WIB.