Standar Pelayanan Minimal



dokumen-dokumen yang mirip
DATA STATISTIK KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI PROVINSI RIAU PADA AGUSTUS 2012 SEBESAR 4,30 PERSEN

A. Luas potensi lahan sumber pakan ternak (Ha) Luas Potensi Hijauan (Ha) No Kabupaten/Kota Tanaman Padang. Pangan Rumput

RESUME UMPAN BALIK PELKON dan DALLAP 2013 PERWAKILAN BKKBN PROVINSI RIAU

HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS) FORMULIR UNTUK KEPERLUAN PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPR, DPD DAN DPRD TAHUN KOMISI PEMILIHAN 2014 UMUM PROVINSI RIAU

PERKEMBANGAN HARGA DAN PASOKAN PANGAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT PERIODE BULAN MARET TAHUN 2015

HASIL PENCACAHAN LENGKAP SENSUS PERTANIAN 2013 DAN SURVEI PENDAPATAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN 2013

RINCIAN HARGA PENAWARAN FORMULIR UNTUK KEPERLUAN PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPR, DPD DAN DPRD TAHUN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI RIAU

STATISTIK KETAHANAN PANGAN TAHUN 2013

IV. KONDISI UMUM PROVINSI RIAU

KATA PENGANTAR. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua. Samarinda, April 2016 Kepala, Ir. Fuad Asaddin, M.Si. Nip

Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi Riau

TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI PROVINSI RIAU PADA AGUSTUS 2014 SEBESAR 6,56 PERSEN

TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI RIAU PADA AGUSTUS 2010 SEBESAR 8,72 PERSEN

PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT TAHUN 2013

POTENSI PENGEMBANGAN INDUSTRI KELAPA SAWIT 1 Oleh: Almasdi Syahza Peneliti dan Pengamat Ekonomi Pedesaan Lembaga Penelitian Universitas Riau

Hasil Pendaftaran (Listing) Usaha/Perusahaan Sensus Ekonomi 2016 Provinsi Riau

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Potensi Desa (Podes) 2014 Provinsi Riau

Gambar 1.1 Persentase konsumsi pangan di Indonesia

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2015

2 PERENCANAAN 3 PENGANGGARAN 4 PROGRES 5 PERMASALAHAN 2

BADAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TENGAH

RINCIAN JENIS, SPESIFIKASI, JUMLAH KEBUTUHAN DAN PERUNTUKAN FORMULIR

Propinsi RIAU. Total Kabupaten/Kota Total Kecamatan

BADAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI RIAU

PENDAHULUAN. Dinas Perkebunan Provinsi Riau Laporan Kinerja A. Tugas Pokok dan Fungsi

BAB I PENDAHULUAN. Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan rumah tangga yang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : MEWUJUDKAN JAWA TIMUR LEBIH SEJAHTERA, BERDAYA SAING MELALUI KETAHANAN PANGAN YANG BERKELANJUTAN

RENCANA UMUM PENGADAAN PADA DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI RIAU TAHUN ANGGARAN 2013

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2016 PROVINSI RIAU SEBESAR 71,20

GUBERNUR RIAU PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR : 50 TAHUN 2012 TENTANG

I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian merupakan sektor yang berperan penting terhadap pemenuhan

PERKEMBANGAN HARGA BERAS TERMURAH TK. ECERAN DI PROVINSI UTAMA s.d PERIODE MG-I JUNI 2017

PENGELOLAAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN (IUP) MINERAL DAN BATUBARA DI PROVINSI RIAU

SISTEM KEWASPADAAN PANGAN DAN GIZI

BAB I PENDAHULUAN. berbagai perubahan mendasar atas seluruh sistem sosial seperti politik, ekonomi,

HARGA BAHAN PANGAN POKOK DI TINGKAT KONSUMEN

pertanian pada hakekatnya, adalah semua upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani menuju kehidupan yang lebih

RENCANA STRATEGIS BADAN KETAHANAN PANGAN TAHUN

I. PENDAHULUAN. meningkat, rata-rata konsumsi protein hewani penduduk Indonesia masih sangat

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PROSPEK TANAMAN PANGAN

MEWUJUDKAN KEDAULATAN PANGAN NASIONAL

JURNAL EKONOMI Volume 22, Nomor 2 Juni 2014

Lampiran I.14 : PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 PROVINSI :

BAPPEDA PROVINSI RIAU

BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU

GUBERNUR RIAU. b. bahwa untuk meningkatkan kemampuan petani dalam penerapan pemupukan berimbang diperlukan subsidi pupuk;

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI RIAU

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

*11780 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 13 TAHUN 2000 (13/2000)

03. ACUAN PENETAPAN REKOMENDASI PUPUK N, P, DAN K PADA LAHAN SAWAH SPESIFIK LOKASI (PER KECAMATAN) PROVINSI RIAU

Luas Baku Sawah (Ha) Bera Penggenangan

SITUASI PANGAN DAN GIZI WILAYAH (Kasus di Kabupaten Tuban) PENDAHULUAN

II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

DATA AGREGAT KEPENDUDUKAN PER KECAMATAN (DAK2)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RIAU PANUTAN 2017 AYO SEKOLAH! PENDIDIKAN BERMUTU RAMAH ANAK BEBAS PUNGUTAN

Demikian surat undangan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

KEGIATAN BIDANG HARGA PANGAN

KOMPOSISI KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN YANG DIANJURKAN

BAB I PENDAHULUAN. untuk jangka waktu tertentu yang akan dipenuhi dari penghasilannya. Dalam

BAB I PENDAHULUAN. suatu negara yang sudah menjadi agenda setiap tahunnya dan dilakukan oleh

BAB III KEBIJAKAN STABILISASI HARGA

BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU

I. PENDAHULUAN 927, ,10

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. Malaka terletak antara Lintang Selatan Lintang Utara atau antara 100

Statistik Konsumsi Pangan 2012 KATA PENGANTAR

METODE PENELITIAN. No Data Sumber Instansi 1 Konsumsi pangan menurut kelompok dan jenis pangan

yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang cenderung terus meningkat tampaknya akan menghadapi kendala yang cukup berat.

ANALISIS PENGELUARAN DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN PENDUDUK KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI RIAU TAHUN 2008 DAN 2009

Disajikan dalam Acara Pertemuan Tahunan EEP- Indonesia Tahun 2013, di Hotel Le Meridien Jakarta, 27 November 2013

PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Penelitian

GUBERNUR RIAU PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR : 37 TAHUN 2012 TENTANG NILAI PEROLEHAN AIR PERMUKAAN SEBAGAI DASAR PENGENAAN PAJAK

RESUME UMPAN BALIK PELKON dan DALLAP 2014 PERWAKILAN BKKBN PROVINSI RIAU

Transkripsi:

Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) Provinsi Bidang Ketahanan No. Jenis Pelayanan Dasar A. Ketersediaan dan Cadangan B. Distribusi dan Akses Standar Pelayanan Minimal Indikator Nilai (%) 1 Penguatan Cadangan 60 2015 BKP 2 Ketersediaan Informasi Pasokan, Harga dan Akses di Daerah Batas Waktu Pencapaian (Tahun) SKPD/ Lembaga Penanggung Jawab 100 2015 BKP C. Penganekaragaman dan Keamanan D. Penanganan Kerawanan 3 Pengawasan dan Pembinaan Keamanan 4 Penanganan Daerah Rawan 80 2015 BKP 60 2015 BKP SKPD = Satuan Kerja Pemerintah Daerah BKP.= Badan Ketahanan

Profil SPM Provinsi Bidang Ketahanan (Hasil Perhitungan) No. Jenis Pelayanan Dasar Indikator SPM A. Ketersediaan dan Cadangan B. Distribusi dan Akses C. Penganekaragaman dan Keamanan 1 Penguatan Cadangan 2 Ketersediaan Informasi Pasokan, Harga dan Akses di Daerah 3 Pengawasan dan Pembinaan Keamanan Hasil Capaian (%) 2011 2012 2013 167,53 95,94 73,82 95,06 96,30 100,00 84,44 88,89 77,14 D. Penanganan Kerawanan 4 Penanganan Daerah Rawan 36,36 25,00 0,00

DATA DASAR SPM

Indikator: 1 Penguatan Cadangan Rumus: Penguatan Cadangan Provinsi = Cadangan Provinsi 200 Ton x 100 % Cadangan di Provinsi Riau Item Satuan 2011 2012 2013 1 Produksi gabah (GKG) Ton 563.314 512.152 434.151 2 Produksi beras Ton 353.423 321.324 272.386 3 Penjualan ke luar daerah Ton 0 0 0 Jml beras stl penjualan Ton 353.423 321.324 272.386 4 Pembelian beras dari luar daerah Ton 496.362 496.362 533.999 beras stl pembelian Ton 849.785 817.686 806.385 5 Selisih stok awal - stok akhir di Bulog Provinsi Riau Ton 30.000 35.000 30.156 persediaan beras Ton 879.785 852.686 836.541 6 Kecukupan konsumsi beras/kapita/hari Gram 362 362 362 penduduk Jiwa 5.738.543 5.929.172 5.929.172 Total konsumsi beras per tahun Ton 757.488 782.651 782.651 7 Kecukupan Cadangan Beras/Tahun Ton 122.298 70.035 53.891 Kecukupan Cadangan Beras/Hari Ton 335 192 148 * Sumber: Keterangan: 1 Beras sebanyak 200 gram, kandungan energinya sebesar= 200 gram x 365Kal/100 gram x 1 = 730 Kkal. 2 Kecukupan kaori adalah 2.200 Kkal/kap/hari 3 Kalori diprediksi yang berasal dari beras 75% 4 Kandungan kalori beras adalah 365 Kkal/100 gram bahan. 5 Bagian yang dapat dimakan pada beras adalah 100% (= 1 = seluruh bagian) 6 Tersedianya cadangan pemerintah di tingkat kabupaten/kota minimal sebesar 100 ton ekuivalen beras (pada hari itu = 1 hari). 7 Konsumsi padipadian rata-rata mencapai hampir 60% (Susenas 1999 sd 2010)

Indikator: 2 Ketersediaan Informasi Pasokan, Harga dan Akses di Daerah I. Nilai Capaian Ketersediaan Informasi Harga, Pasokan, dan Akses Tahun 2011 I 1 = Harga 2 = Pasokan 3 = Akses J T R % T R % T R % 1. Komoditas 9 9 100 9 9 100 9 5 55,555556 2. Lokasi 3 3 100 4 4 100 10 10 100 3. Waktu (Minggu) 52 52 100 52 52 100 52 52 100 Ki 100 100 85,18519 Nilai Capaian Ketersediaan Informasi (K) 95,061728 Keterangan: Target komoditas yang dipantau ada 9 jenis, yaitu: (1) gabah/beras, (2) jagung, (3) kedelai, (4) daging sapi, (5) daging ayam, (6) telur, (7) minyak goreng, (8) gula pasir, dan (9) cabe merah. 1. Lokasi untuk memantau HARGA LOKASI KOMODITAS WAKTU Lokasi-1 Pasar Pusat 1 1 9 9 52 52 Lokasi-2 Pasar Kodim 1 1 9 9 52 52 Lokasi-3 Pasar Sail 1 1 9 9 52 52 3 3 Rata-rata 9,00 9,00 Rata-rata 52 52 2. Lokasi untuk memantau PASOKAN LOKASI KOMODITAS WAKTU Target Realisasi * Target Realisasi Target Realisasi Lokasi-1 Jembatan Timbang Muara Lembu 1 1 9 9 52 52 Lokasi-2 Jembatan Timbang Rantau Berangin 1 1 9 9 52 52 Lokasi-3 Jembatan Timbang Rokan Hulu 1 1 9 9 52 52 Lokasi-4 Jembatan Timbang Balai Raja 1 1 9 9 52 52 4 4 Rata-rata 9 9 Rata-rata 52 52 3. Lokasi untuk memantau AKSES Lokasi-1 Kabupaten Indragiri Hilir 1 1 9 5 52 52 Lokasi-2 Kabupaten Indragiri Hulu 1 1 9 5 52 52 Lokasi-3 Kabupaten Rokan Hilir 1 1 9 5 52 52 Lokasi-4 Kabupaten Rokan Hulu 1 1 9 5 52 52 Lokasi-5 Kabupaten Siak 1 1 9 5 52 52 Lokasi-6 Kabupaten Bengkalis 1 1 9 5 52 52 Lokasi-7 Kabupaten Kuantan Singingi 1 1 9 5 52 52 Lokasi-8 Kabupaten Kampar 1 1 9 5 52 52 Lokasi-9 Kabupaten Pelalawan 1 1 9 5 52 52 Lokasi-10 Kota Dumai 1 1 9 5 52 52 10 10 Rata-rata 9 5 Rata-rata 52 52

II. Nilai Capaian Ketersediaan Informasi Harga, Pasokan, dan Akses Tahun 2012 I 1 = Harga 2 = Pasokan 3 = Akses J T R % T R % T R % 1. Komoditas 9 9 100 9 6 66,6666667 9 9 100 2. Lokasi 3 3 100 4 4 100 10 10 100 3. Waktu (Minggu) 52 52 100 52 52 100 52 52 100 Ki 100 88,888889 100,00 Nilai Capaian Ketersediaan Informasi (K) 96,30 Keterangan: Target komoditas yang dipantau ada 9 jenis, yaitu: (1) gabah/beras, (2) jagung, (3) kedelai, (4) daging sapi, (5) daging ayam, (6) 1. Lokasi untuk memantau HARGA Lokasi-1 Pasar Pusat 1 1 9 9 52 52 Lokasi-2 Pasar Kodim 1 1 9 9 52 52 Lokasi-3 Pasar Sail 1 1 9 9 52 52 3 3 Rata-rata 9 9 Rata-rata 52 52 2. Lokasi untuk memantau PASOKAN Lokasi-1 Jembatan Timbang Muara Lembu 1 1 9 6 52 52 Lokasi-2 Jembatan Timbang Rantau Berangin 1 1 9 6 52 52 Lokasi-3 Jembatan Timbang Rokan Hulu 1 1 9 6 52 52 Lokasi-4 Jembatan Timbang Balai Raja 1 1 9 6 52 52 4 4 Rata-rata 9 6 Rata-rata 52 52 3. Lokasi untuk memantau AKSES Lokasi-1 Kabupaten Indragiri Hilir 1 1 9 9 52 52 Lokasi-2 Kabupaten Indragiri Hulu 1 1 9 9 52 52 Lokasi-3 Kabupaten Rokan Hilir 1 1 9 9 52 52 Lokasi-4 Kabupaten Rokan Hulu 1 1 9 9 52 52 Lokasi-5 Kabupaten Siak 1 1 9 9 52 52 Lokasi-6 Kabupaten Bengkalis 1 1 9 9 52 52 Lokasi-7 Kabupaten Kuantan Singingi 1 1 9 9 52 52 Lokasi-8 Kabupaten Kampar 1 1 9 9 52 52 Lokasi-9 Kabupaten Pelalawan 1 1 9 9 52 52 Lokasi-10 Kota Dumai 1 1 9 9 52 52 10 10 Rata-rata 9 9 Rata-rata 52 52

III. Nilai Capaian Ketersediaan Informasi Harga, Pasokan, dan Akses Tahun 2013 I 1 = Harga 2 = Pasokan 3 = Akses J T R % T R % T R % 1. Komoditas 7,71 7,71 100 9 9 100 1 1 100 2. Lokasi 14 14 100 5 5 100 11 11 100 3. Waktu (Minggu) 52 52 100 52 52 100 2 2 100 Ki 100 100,00 100 Nilai Capaian Ketersediaan Informasi (K) 100,00 Keterangan: Target komoditas yang dipantau ada 9 jenis, yaitu: (1) gabah/beras, (2) jagung, (3) kedelai, (4) daging sapi, (5) daging ayam, (6) 1. Lokasi untuk memantau HARGA Lokasi-1 Kota Pekanbaru 3 3 9 9 156 156 Lokasi-2 Kota Dumai 1 1 9 9 52 52 Lokasi-3 Kab. Indragiri Hilir 1 1 9 9 52 52 Lokasi-4 Kab. Indragiri Hulu 1 1 9 9 52 52 Lokasi-5 Kab. Rokan Hilir 1 1 9 9 52 52 Lokasi-6 Kab. Rokan Hulu 1 1 9 9 52 52 Lokasi-7 Kab. Siak 1 1 9 9 52 52 Lokasi-8 Kab. Bengkalis 1 1 9 9 52 52 Lokasi-9 Kab. Kuantan Singingi 1 1 9 9 52 52 Lokasi-10 Kab. Kampar 1 1 9 9 52 52 Lokasi-11 Kab. Pelalawan 1 1 9 9 52 52 Lokasi-12 Kab. Meranti 1 1 9 9 52 52 14 14 Rata-rata 7,71 7,71 Rata-rata 52 52 2. Lokasi untuk memantau PASOKAN Lokasi-1 Jembatan Timbang Logas 1 1 9 9 52 52 Lokasi-2 Jembatan Timbang Rantau Berangin 1 1 9 9 52 52 Lokasi-3 Jembatan Timbang Ujung Batu 1 1 9 9 52 52 Lokasi-4 Jembatan Timbang Duri 1 1 9 9 52 52 Lokasi-5 Jembatan Timbang Trantak Manuk 1 1 9 9 52 52 5 5 Rata-rata 9 9 Rata-rata 52 52 3. Lokasi untuk memantau AKSES Target Realisasi * Target Realisasi Target Realisasi Lokasi-1 Kabupaten Indragiri Hilir 1 1 1 1 2 2 Lokasi-2 Kabupaten Indragiri Hulu 1 1 1 1 2 2 Lokasi-3 Kabupaten Rokan Hilir 1 1 1 1 2 2 Lokasi-4 Kabupaten Rokan Hulu 1 1 1 1 2 2 Lokasi-5 Kabupaten Siak 1 1 1 1 2 2 Lokasi-6 Kabupaten Bengkalis 1 1 1 1 2 2 Lokasi-7 Kabupaten Kuantan Singingi 1 1 1 1 2 2 Lokasi-8 Kabupaten Kampar 1 1 1 1 2 2 Lokasi-9 Kabupaten Pelalawan 1 1 1 1 2 2 Lokasi-10 Kota Dumai 1 1 1 1 2 2 Lokasi-11 Kabupaten Meranti 1 1 1 1 2 2 11 11 Rata-rata 1 1 Rata-rata 2 2

Indikator 3: Pengawasan dan Pembinaan Keamanan Keamanan produk Hortikultura dari residu Pestisida Produk Sampel (buah) Sampel Aman (buah) % Sampel Aman Sayuran 26 20 76,92 Buah-buahan 19 18 94,74 45 38 84,44 Sumber: Hasil Pengamatan 2011 Produk Sampel (buah) Sampel Aman (buah) % Sampel Aman Sayuran 9 8 88,89 Buah-buahan 9 8 88,89 18 16 88,89 Sumber: Hasil Pengamatan 2012 Produk Sampel (buah) Sampel Aman (buah) % Sampel Aman Sayuran 20 13 65,00 Buah-buahan 15 14 93,33 35 27 77,14 Sumber: Hasil Pengamatan 2013

Indikator 4 : Penanganan Daerah Rawan Tahun Daerah Terkena atau Termasuk Rawan Daerah Terkena Atau Termasuk Rawan yang Sudah Atau Sedang Ditangani Sesuai Dengan Standar yang Berlaku % 2011 11 4 36,36 2012 12 3 25 2013 23 0 0