GERAKAN SILIH EKOLOGIS

dokumen-dokumen yang mirip
dibacakan pada hari Sabtu-Minggu, 1-2 Maret 2014

(Disampaikan sebagai pengganti Homili, pada Misa Sabtu/Minggu, 28/29 September 2013)

GERAKAN BETA SAPA & GERAKAN MAKAN SIANG NATAL

TAHUN SUCI LUAR BIASA KERAHIMAN ALLAH

BAB XII MENJAGA KEUTUHAN CIPTAAN. Dosen : Drs. Petrus Yusuf Adi Suseno, M.H. Modul ke: Fakultas MKCU. Program Studi Psikologi.

Sukacita atas ciptaan Allah

Iklim Perubahan iklim

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

ARTI DOA SYAFAAT Kata Syafaat (Inggris : Intercession ) sendiri berasal dari bahasa Latin: Intercedere

ARAH DASAR PASTORAL KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2018 KELUARGA KATOLIK YANG BERKESADARAN HUKUM DAN MORAL, MENGHARGAI SESAMA ALAM CIPTAAN

dilatarbelakangi oleh bertambahnya di kawasan BSD dan sekitarnya, sehingga dibutuhkan sebuah bangunan gereja yang dapat mengakomodasi kegiatan Gereja

APA ITU GLOBAL WARMING???

PANDUAN GERAKAN PASKAH HIJAU (GREEN EASTER MOVEMENT)

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB IV ANALISIS DAN SINTESIS

Iklim Telah Berubah, Selanjutnya Bagaimana?

PROPOSAL JOB FAIR KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA MARI BEKERJASAMA MELAWAN KEMISKINAN

Gereja Katolik Paroki Rasul Barnabas di Tangerang BAB I PENDAHULUAN

Warta BONAVENTURA. Juni Menjaga Lingkungan Menjaga Kehidupan. No : II/2016/06. Juni 2016

BAB I PENDAHULUAN A. Permasalahan 1. Latar Belakang Masalah

BAB I. PENDAHULUAN. Perubahan iklim merupakan fenomena global meningkatnya konsentrasi

Edisi 03/XVI Mei - Juni Lingkungan Hidup vs Sumber Daya Alam. Gerakan Silih Ekologis

BAB I PENDAHULUAN. pada pertengahan abad ke-20 yang lalu. Hal ini ditandai antara lain dengan

BAB I PENDAHULUAN. imannya itu kepada Kristus dalam doa dan pujian. Doa, pujian dan kegiatan-kegiatan liturgi

DISAMPAIKAN PADA ACARA PELATIHAN BUDIDAYA KANTONG SEMAR DAN ANGGREK ALAM OLEH KEPALA DINAS KEHUTANAN PROVINSI JAMBI

BAB I PENDAHULUAN. Kawasan suaka alam sesuai Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 adalah sebuah

BAB I PENDAHULUAN. Di permukaan bumi ini, kurang lebih terdapat 90% biomasa yang terdapat

Perumpamaan-Perumpamaan Yesus

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. semakin banyak di Indonesia. Kini sangat mudah ditemukan sebuah industri

BAB I PENDAHULUAN. Keuskupan Surabaya. Menurut pernyataannya, jaman sekarang umat di

PEMANASAN GLOBAL PENYEBAB PEMANASAN GLOBAL

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Raden Roby Maulidan, 2014 Kesiapan Warga Kampus UPI Menuju ECO-Campus

Kisah Hidup Jean-Claude Colin Pendiri Perkumpulan Maria (the Society of Mary)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Pendidikan Agama Katolik

BAB I PENDAHULUAN. intensitas ultraviolet ke permukaan bumi yang dipengaruhi oleh menipisnya

BAB I. PENDAHULUAN. Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Perubahan iklim global (global climate

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI GEREJA (Studi Kasus Pada Program Aksi Puasa Pembangunan di Paroki St. Yohanes Pemandi Malang)

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Kota Kupang merupakan ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur yang

BAB I PENDAHULUAN. terjadinya bencana lingkungan hidup yang mengancam, bukan hanya kesehatan,

I. PENDAHULUAN. hidup, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya (Sitorus, 2004). Suatu

HIDUP MODERN BERWAWASAN LINGKUNGAN

SAMBUTAN BUPATI SLEMAN PADA PUNCAK ACARA PERINGATAN HARI LINGKUNGAN HIDUP SE-DUNIA TINGKAT KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2014 TANGGAL : 27 JUNI 2014

PANDUAN UMUM TIM PENGGERAK PAROKI, KOMUNITAS, DAN TAREKAT TAHUN SUCI LUAR BIASA KERAHIMAN ALLAH - KAJ 1. LATAR BELAKANG dan TUJUAN Dalam Tahun Suci

SD kelas 6 - BAHASA INDONESIA BAB 8. MENULIS TERBATASLatihan Soal 8.10

Pertemuan Pertama. Allah Yang Murah Hati

(Dibacakan sebagai pengganti homili pada Misa Minggu Biasa VIII, 1 /2 Maret 2014)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. hasil penelitian sebagai jawaban dari tujuan penelitian adalah: (1887) dan Kota Raja di Aceh (1881)

BAB I PENDAHULUAN. lingkungannya, menempatkan manusia sebagai subjek utama yang mengambil. hidup sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan.

MAKALAH GLOBAL WARMING PEMBAHASAN

APLIKASI DI BIDANG LINGKUNGAN

POPOK KAIN MENGURANGI BEBAN BUMI

BAB 3 LANDASAN TEORI

Segenap peserta upacara yang berbahagia;

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya lingkungan semakin

Keuskupan Agung Jakarta APP K3S KAJ

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LITURGI SABDA. Tahun C Minggu Paskah VII. Bacaan Pertama Kis. 7 : Aku melihat Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.

è KAJ: Tata pastoral berbasis data belum punya manajemen sistem informasi terintegrasi

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan Dunia dalam berbagai bidang kehidupan mempengaruhi kehidupan

Pendidikan Agama. Katolik IMAN DAN GLOBALISASI ( PEMBAHARUAN KONSILI VATIKAN II ) Modul ke: 12Fakultas Psikologi

Definisi Perubahan Iklim. Adaptasi perubahan iklim. Knowledge Management Forum 2017 Surabaya, April

BAB I PENDAHULUAN. Anastasia Jessica Putri Larasati

KELUARGA DAN PANGGILAN HIDUP BAKTI 1

PEMBEKALAN PENGURUS LINGKUNGAN PAROKI ST. YAKOBUS. Jakarta, Agustus-September 2010

Peningkatan Kepedulian dan Pemahaman Masyarakat akan Dampak Perubahan Iklim. oleh: Erna Witoelar *)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan bahan fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam

CBDC TFI. Menanam Pohon Untuk Menyelamatkan Bumi Dari Global Warming

BAB I PENDAHULUAN. banyak sekali dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global ini.

KATA PENGANTAR. Manfaat dalam melakukan kegiatan pembuatan lubang biopori antara lain :

Editorial Merawat Iman

APLIKASI DI BIDANG LINGKUNGAN

SAMBUTAN MENTERI KEHUTANAN PADA ACARA PERINGATAN HARI PENANGGULANGAN DEGRADASI LAHAN DAN KEKERINGAN TAHUN 2010

BAB III TINJAUAN TEMA ARSITEKTUR HIJAU

SPIRITUALITAS EKARISTI

PERMUKIMAN SEHAT, NYAMAN FARID BAKNUR, S.T. Pecha Kucha Cipta Karya #9 Tahun 2014 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Orisinalitas (State of the Art)

PENGARUSUTAMAAN PERUBAHAN IKLIM KE DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Perancangan

KESEJATIAN IMAM YANG BERTINDAK IN PERSONA CHRISTI MELALUI PELAYANAN SAKRAMEN EKARISTI DALAM TERANG ENSIKLIK ECCLESIA DE EUCHARISTIA NO.

PENTINGNYA MENJAGA KEANEKARAGAMAN HAYATI ALAM DI SEKITAR KITA

TANTANGAN RELIGIUS DALAM MEWARTAKAN KABAR GEMBIRA DI ZAMAN GADGET

I. PENDAHULUAN. manusia dalam penggunaan energi bahan bakar fosil serta kegiatan alih guna

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu

BAB I PENDAHULUAN. Foto I.1.1. Wisma Atlet Fajar - Senayan. Sumber : Dokumentasi pribadi

KEPEMIMPINAN KRISTIANI SEBAGAI PELAYAN DI BIARA Rohani, Juni 2013, hal Paul Suparno, S.J.

ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yoh. 3 : 30) EDISI Maret 2014

TIN206 - Pengetahuan Lingkungan Materi #10 Genap 2016/2017. TIN206 - Pengetahuan Lingkungan

INVENTARISASI DAN PENENTUAN KEMAMPUAN SERAPAN EMISI CO2 OLEH RUANG TERBUKA HIJAU DI KABUPATEN SIDOARJO, JAWA TIMURM

RUMAH RETRET KHATOLIK DI TUNTANG DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR NEO-VERNACULAR

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada zaman sekarang ini perkembangan dunia bisnis di Indonesia sudah

Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Provinsi Jambi Tahun I. PENDAHULUAN

Transkripsi:

GERAKAN SILIH EKOLOGIS KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

1 2 Fakta tentang pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (climate change) bukan lagi isapan jempol. Sudah banyak orang mengetahui dan merasakannya. Tidak perlu lagi dikatakan tentang sebabnya. Intinya sederhana: manusia menjadi penyebab utama. Anthropogenic, begitu istilah akademisnya. Artinya, kekurangpedulian manusia menjadi bumerang bagi dirinya, selain karena jejak karbon (carbon footprints) yang tidak bisa dihindarkan dari setiap upaya manusia mencari kemudahan untuk hidupnya. Terkait dengan masalah ini, Paus Fransiskus pada bulan Juni 2015 yang lalu mengeluarkan sebuah ensiklik berjudul Laudato si, on care for our common home. Dalam ensiklik ini Paus mengajak kita merawat bumi sebagai rumah bersama sebaik-baiknya, juga demi generasi yang akan datang. Paus mengingatkan kita akan keserakahan manusia. Paus juga mengajak kita untuk melakukan tobat ekologis, karena selama ini kurang peduli. Beliau juga menyinggung tentang hutang ekologis yang kita lakukan, dan sudah selayaknya kita membuat silih atas hutang dan dosa ekologis itu.

3 4 Memang, upaya untuk memberi silih atas jejak karbon yang menimbulkan pemanasan global telah dilakukan banyak orang, antara lain dengan mengurangi perjalanan dan menanam pohon serta memelihara hutan. Bagi yang tidak mungkin menghindarkan perjalanan, upaya menyisihkan uang untuk ikut memelihara pohon di tempat lain menjadi salah satu cara, antara lain dengan istilah adopsi pohon. Sebelum ini, Paus Benediktus XVI sudah melakukan upaya nyata. Dalam upaya mengurangi dampak pemanasan global yang juga disebabkan oleh emisi karbon dari Vatikan, Paus memasang solar cell di atap perkantoran Vatikan supaya Vatikan menjadi lebih ramah lingkungan. Selain itu, untuk memberi silih atas jejak karbon warga Vatikan, pemerintah Vatikan, berdasar anjuran Paus, memelihara 6000 ha hutan di Hungaria. Selain memberi oksigen, hutan juga menyerap emisi karbon.

5 6 Dalam kesadaran penuh bahwa umat Katolik juga ikut melakukan hutang dan dosa ekologis, diupayakan cara untuk melakukan pertobatan ekologis. Ada gerakan memilah dan mengolah sampah. Ada gerakan pantikfoam (pantang plastik dan styrofoam). Ada gerakan menanam pohon. Yang belum dilakukan adalah gerakan silih ekologis. Artinya, gerakan untuk selalu berusaha menyisihkan sebagian uang untuk mengganti emisi karbon yang ditimbulkan karena perjalanan yang dilakukan, khususnya perjalanan naik pesawat, dan memanfaatkan uang itu untuk memelihara bumi. Mengapa hanya (atau baru ) mereka yang melakukan perjalanan naik pesawat saja yang diajak melakukan silih? Ya, sebenarnya sih semua orang yang melakukan perjalanan yang memakai bahan bakar fosil (bensin, solar, avtur), tetapi gerakan baru mungkin untuk yang bisa melakukannya. Dalam hal ini, yang bisa melakukan adalah yang biasa naik pesawat terbang, baik karena kesadarannya diandaikan lebih baik, maupun karena sangat dimungkinkan untuk menyisihkan sebagian uang untuk mengganti emisi karbonnya.

7 8 Gereja sebagai institusi pun mau bertobat dan memberikan silih. Karena itu, Keuskupan Agung Jakarta telah menyediakan setidaknya dua bidang tanah untuk dijadikan wujud pertobatan ini. Yang pertama ada di paroki St. Barnabas Pamulang, dan biasa disebut Kebun Darling (Sadar Lingkungan). Yang kedua di paroki St. Helena Curug Karawaci, biasa disebut Kebun Bumi Kahuripan. Masing-masing luasnya sekitar 1,1 ha. Penanaman pohon dan pengelolaannya untuk edukasi ekologis bagi umat maupun masyarakat di kebun itu sudah mulai dan akan dioptimalkan. Selain dua bidang tanah itu, ada dua-tiga bidang tanah lagi sedang dijajaki untuk digarap. Untuk menindaklanjuti ajakan Paus Fransiskus agar kita melakukan pertobatan ekologis dan juga melakukan silih ekologis untuk membayar hutang ekologis yang kita lakukan, dengan ini diluncurkan sebuah gerakan bernama Gerakan Silih Ekologis KAJ. Gerakan ini akan mengajak umat (termasuk romo, bruder, maupun suster) Keuskupan Agung Jakarta yang biasa melakukan perjalanan naik pesawat untuk menyisihkan uang sebagai silih. Jumlahnya boleh ditentukan sendiri, meski dalam hitungan kasar kira-kira Rp 10.000,- per jam terbang (artinya semakin lama terbangnya, semakin banyak yang disisihkan). Uang yang disisihkan sebagai silih ekologis inilah yang akan diwujudkan dalam penanaman dan pemeliharaan pohon serta pengembangan kebun-kebun KAJ tadi menjadi tempat pendidikan ekologis.

9 Bagaimana teknisnya? a. Mereka yang baru saja melakukan perjalanan naik pesawat, mengirimkan uang silih ekologisnya ke rekening Keuskupan Agung Jakarta, yaitu Bank BCA no. 544-0177788 a.n. KAJ (Silih Ekologis). Rekening ini akan dikhususkan sebagai rekening hijau (rekening peduli lingkungan hidup). b. KAJ akan menyalurkan dana yang tersedia ke pengelola tanah/kebun yang ditunjuk, dengan dua prioritas yang sudah disebut. c. Secara berkala KAJ akan memberi laporan keuangan secara umum melalui web KAJ dan juga meminta laporan penggunaan dana dari pengelola kebun. Jakarta, 5 Juni 2016 (hari lingkungan hidup sedunia) Al. Andang L. Binawan, SJ Koordinator Gerakan Hidup dan Bersih KAJ I. Suharyo Uskup Keuskupan Agung Jakarta

Gerakan ini didukung oleh BPK PKK KAJ (Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik Keuskupan Agung Jakarta) Catholic Fellowship of Jakarta Komunitas Domus Cordis Komunitas Emmaus Komunitas Keluarga Kudus Nazareth Perduki (Persekutuan Doa Pengusaha Katolik Indonesia) Komunitas Philadelfia Lingkungan Octavianus Paroki St. Stefanus Cilandak Pukat (Profesional dan Usahawan Katolik) Staf pengajar STF Driyarkara Jakarta Komunitas Women Gospel Anda mau ikut mendukung juga?