PANDUAN GERAKAN PASKAH HIJAU (GREEN EASTER MOVEMENT)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PANDUAN GERAKAN PASKAH HIJAU (GREEN EASTER MOVEMENT)"

Transkripsi

1 PANDUAN GERAKAN PASKAH HIJAU (GREEN EASTER MOVEMENT) Keuskupan Agung Jakarta

2 Catatan Pengantar 1. Masa pra-paskah adalah masa pertobatan, terutama diungkapkan dengan pantang, puasa dan aksi nyata kepedulian. Mengingat makin rusaknya kondisi lingkungan hidup, juga di Jakarta, Paus Benedictus XVI berkali-kali menyerukan pentingnya pertobatan ekologis, yaitu pertobatan dari ketidak-pedulian pada lingkungan hidup. Dalam konteks itu, panduan gerakan paskah hijau (green easter)ini dibuat dalam rangka memberi gagasan kepada umat Katolik di Keuskupan Agung Jakarta bagaimana mewujudkan pertobatan ekologis itu. Pertobatan itu bisa dimulai dari kepedulian pada sampah, yang menjadi perhatian penting dalam arah dasar pastoral Keuskupan Agung Jakarta. Yang menjadi target atau tujuan bukanlah kegiatan-kegiatan itu sendiri, melainkan terbentuknya sebuah habitus baru, dan dalam hal ini adalah habitus menaruh (bukan membuang) dan memilah sampah. Itu berarti bahwa berbagai kegiatan yang diusulkan diharapkan bisa memberi cakrawala yang lebih luas akan arti penting kepedulian pada sampah. Dalam hal ini pun perlu diingat bahwa habitus menaruh dan memilah sampah adalah salah satu perwujudan iman dan cinta kasih kristiani yang sangat nyata. 2. Mengingat bahwa upaya ini adalah upaya bersama dan berkelanjutan, perlulah kerjasama semua pihak. Kongkretnya, dalam konteks paroki, perhatian akan lingkungan hidup perlu menjadi perhatian semua seksi dan masing-masing saling menunjang dengan kapasitas/kemampuan/tanggung-jawab masing-masing. Jadi, yang bertanggung-jawab bukan hanya seksi lingkungan hidup. Karena itu, panduan kecil ini akan dibagikan kepada panitia ANP/APP dan panitia paskah paroki, seksi lingkungan hidup, dewan paroki, guru sekolah Minggu dan tentunya juga kepada para pastor, selain untuk kepala-kepala sekolah Katolik di KAJ. 3. Dalam kerjasama itu, yang tetap paling penting adalah peran pastor paroki. Yang dibutuhkan bukan hanya dukungan 'moril dan materiil' (dukungan dan keterlibatan eksplisit mauupun dukungan dana). Yang jauh lebih penting adalah 'dukungan rohani.' Seperti dikatakan tadi, kepedulian pada lingkungan hidup dan terbentuknya habitus menaruh dan memilah sampah adalah wujud kecil pertobatan ekologis dan sungguh-sungguh wujud dari iman dan cinta akan Yesus Kristus. Yang diharapkan dari para pastor adalah pendasaran iman yang kokoh supaya kepedulian ini tidak hanya menjadi kegiatan atau kepedulian ikut-ikutan. Karena itu, kotbah, homili, atau juga renungan tertulis dari para pastor, khususnya pastor paroki, akan sangat bermakna. 5. Dalam kaitan dengan tema APP 2012 "Dipersatukan dalam ekaristi, diutus untuk berbagi," menjadi relevan untuk gerakan peduli lingkungan hidup karena semangat 'berbagi' yang diharapkan makin mengakar dalam hidup umat beriman berarti berbagi juga untuk seluruh bumi seisinya, tidak hanya berbagi untuk sesama manusia. Bahkan, kalaupun dipikirkan lebih dalam, peduli pada bumi/lingkungan hidup saat ini sebenarnya pula peduli pada sesama dan juga generasi yang akan datang. Karena itu, sudah layak dan sepantasnya kepedulian pada lingkungan hidup tidak luput dari perhatian pada semangat berbagi. 6. Dalam seluruh kerangka besar itulah disusun panduan ini. Sekali lagi, panduan ini lebih bersifat memberi gagasan yang mungkin bisa diterapkan di paroki-paroki dan sekolah-sekolah di lingkup Keuskupan Agung Jakarta, setidaknya selama masa prapaskah dan paskah tahun 2012, meski tetap diharapkan juga untuk diteruskan di waktu lain. Hanya saja, perlu juga tetap diingat agar program kepedulian pada lingkungan hidup ini tetap diletakkan dalam seluruh program kegiatan prapaskah dan paskah, sehingga bukan menjadi satu-satunya program. 7. Panduan ini akan terbagi dalam dua bagian, atau bisa disebut juga, dua langkah besar. Bagian pertama adalah panduan untuk mengisi masa prapaskah dengan mewujudkan semangat pertobatan ekologis dengan gerakan nyata. Sebenarnya banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan, tetapi supaya fokus, akan diambil tiga bentuk gerakan saja, juga mengingat relatif pendeknya masa prapaskah. Tiga gerakan itu adalah gerakan peduli sampah, gerakan peduli air dan gerakan hemat listrik. Ketiga tema diambil karena beberapa alasan, yang akan dituliskan pada bagiannya masing-masing. Bagian kedua adalah mengisi sekitar perayaan paskah dengan gerakan yang juga lebih mencerminkan kepedulian pada lingkungan hidup. Bisa juga gerakan pada bagian kedua ini mengembangkan lebih jauh tiga gerakan pada bagian pertama, sehingga bisa disebut sebagai gerakan menyayangi kehidupan. Perlu diingat bahwa semangat 1

3 dasar Paskah adalah mencintai kehidupan yang dipercayakan Tuhan kepada manusia. Untuk itu pula Tuhan berkenan menebus dosa manusia, dosa yang menghalangi manusia bisa hidup seperti yang dikehendakinya. 8. Akhirnya, panduan ini disusun dengan upaya memberi gagasan kegiatan yang bersifat personal maupun bersama, baik dalam lingkup lingkungan/wilayah maupun paroki, yang juga bisa diterapkan di sekolah- sekolah. Selain itu, usulan kegiatan coba akan disusun dengan mengaitkannya dengan beberapa hari peringatan yang bersifat nasional ataupun internasional seperti hari peduli sampah nasional (21 Februari), hari air internasional (22 Maret) dan hari bumi (22 April). Dalam bagian kedua ini ada dua hal yang mau dijadikan pemicu gerakan. Yang pertama adalah perayaan Paskahnya, yang biasanya diikuti dengan berbagai pesta. Yang kedua adalah gerakan pada masa Paskah. Diharapkan gerakan paskah hijau ini nanti bisa memuncak pada hari bumi 22 April. 2

4 A. GERAKAN PEDULI LINGKUNGAN HIDUP MASA PRAPASKAH 1. GERAKAN PEDULI SAMPAH a. Latar belakang Gerakan peduli sampah, dengan fokus pembentukan habitus menaruh dan memilah sampah, diambil karena fokus itulah yang dipilih Keuskupan Agung Jakarta sejak tahun Selain itu, perlu diingat bahwa sehari sebelum hari Rabu Abu 2012 adalah tanggal 21 Februari yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia sebagai hari peduli sampah nasional. Dalam hal ini, akan sangat bagus bahwa gerakan dalam Gereja Katolik dapat dikaitkan secara erat dengan gerakan yang ada dalam masyarakat. b. Gerakan pribadi Mewujudkan motto KAJ Taruh Sampah, Jadikan Berkah dengan cara a) Membentuk habitus baru dengan tidak sembarangan membuang sampah, tetapi menaruh di tempat yang sudah disediakan, dan akan lebih baik lagi jika memilahnya sesuai dengan tempat sampah yang disediakan itu b) Menghemat sampah, khususnya styrofoam dan plastik (misalnya dengan membawa kantong/tas sendiri jika belanja) c) Jika membeli makanan dan minuman, dapat membawa botol minum /wadah sendiri dari rumah, hingga mengurangi limbah plastik dan styrofoam. c. Gerakan di lingkungan (atau di tingkat kelas untuk sebuah sekolah) a) Di tempat acara pertemuan lingkungan atau di depan kelas disediakan sampah terpilah dan ada peringatan secara berkesinambungan untuk itu b) Tuan rumah pertemuan lingkungan tidak menyediakan minuman dari air kemasan, melainkan dengan gelas, c) Dalam setiap pertemuan lingkungan peserta diminta membawa barang-barang bekas, dan tuan rumah menyediakan tempat/kotak cukup besar untuk menampungnya. Esok harinya barang bekas bisa dijual kepada pencari barang bekas dan hasil penjualan bisa dimasukkan ke kotak APP d) Mengumpulkan gelas plastik bekas air kemasan dari tempat lain, dan mencucinya, supaya nanti bisa dikumpulkan di paroki untuk penutup lilin-lilin kecil umat pada malam paskah supaya lelehan lilin tidak jatuh ke bangku dan lantai e) Memberi modal bor biopori dan teknik pemakaiannya, lalu menggerakkan OMK untuk membuat lubanglubang resapan biopori di halaman umat. Untuk setiap lubang biopori yang dibuat, OMK mendapat imbalan secukupnya supaya bisa masuk kas mereka untuk kegiatan Paskah f) Memberi pelatihan membuat kompos dari sampah organik, misalnya dengan metode takakura dan mini komposter e. Gerakan di gereja paroki/stasi (atau sekolah) a) Untuk yang sudah ada: mengecek apakah tempat sampah terpilah masih dalam kondisi bagus dan apakah stiker.petunjuknya membantu umat untuk menaruh dan memilah sampah b) Untuk yang belum ada: menyediakan tempat sampah terpilah yang cukup banyak di tempat-tempat strategis dengan stiker petunjuknya c) Menyediakan semacam depo atau tempat penampungan barang bekas/sampah anorganik (kertas, kaleng, elektronik dll) yang bisa dimanfaatkan lagi/didaur-ulang, atau kalau tidak bisa dijual dengan harga murah kepada pengepul dan hasilnya untuk tambahan dana kegiatan lingkungan hidup d) Menampung pengumpulan gelas plastik bekas air kemasan untuk penutup lilin-lilin umat pada malam paskah e) Membatasi penggunaan tas plastik di toko buku paroki dan kantin yang ada. Umat dihimbau membawa kantong/tas sendiri. Syukur-syukur paroki bisa berinisiatif untuk membuatnya dan menjualnya ke umat. 3

5 f) Menghimbau umat untuk membawa botol minuman sendiri dan paroki mendukung dengan menyediakan galon air isi ulang (menyediakan dispenser sederhana di beberapa tempat dan menaruh kotak tertutup untuk meletakkan uang secara sukarela yang dapat digunakan kembali untuk membeli air galon). Gerakan bisa diberi nama BBM (Bawa Botol Minum) g) Membuat seminar pengolahan sampah organik dengan memasukkan ke lubang biopori dan/atau pembuatan kompos skala rumah-tangga, sekaligus tentang pemanfaatan barang-barang bekas secara kreatif h) Menulis di lembar paroki/majalah paroki tentang berbagai tips pengolahan sampah i) Menyediakan pohon kering atau pohon-pohonan kering dari kawat yang bisa digantungi telur paskah doa (kulit telur yang dibungkus dengan kertas warna-warni yang ditulisi doa/harapan pembuatnya dan diberi pengait atau tali untuk digantungkan di ranting/cabang pohon kering tadi). Mula-mula panitia yang memberi contoh, dan umat yang mau boleh menempatkan telur doanya di pohon itu. j) Membuat poster dengan design menarik untuk tema peduli sampah ini k) Mencarikan informasi bagi umat/lingkungan/sekolah yang membutuhkan informasi tentang penampung/pembeli barang bekas yang ada di wilayah paroki Contoh tas dari koran 4

6 Contoh poster peduli sampah yang bisa dibuat. Gambar dan kata yang lucu akan lebih menggelitik dan mudah diingat. Contoh tempat sampah terpilah di Gereja St. Yakobus 5

7 2. GERAKAN PEDULI AIR a. Latar belakang Gerakan peduli air dipilih karena pada masa prapaskah juga akan melewati hari air internasional pada tanggal 22 Maret. Air jelas menjadi sumber kehidupan. Kalau air buruk atau kurang, kualitas kehidupan pun berkurang. Untuk konteks Jakarta, masalah air sangat jelas. Selain bahwa tidak ada satu pun sungai bersih di Jakarta, kualitas airnya pun sangat memprihatinkan dan air bersih semakin mahal. Dalam hal ini, sampah yang tidak dikelola dengan baik menjadi salah satu sumbernya. b. Waktu Pelaksanaan Mengingat hari air (22 Maret) 2012 jatuh pada hari Kamis dan kebetulan hari Jumat-nya (23 Maret) adalah hari libur Nyepi, waktu pelaksanaan bisa dibuat di antara hari Minggu 18 Maret sampai Minggu 25 Maret Artinya, dalam seminggu itu fokus pada peduli air. c. Gerakan pribadi Setiap orang/umat dihimbau untuk lebih hemat dalam menggunakan air, termasuk menghabiskan air minum yang disediakan dan menjaga kebersihan air, misalnya tidak membuang sampah di kali/got/selokan. (Dalam hal ini himbauan pastor lewat mimbar (homili, kotbah) akan sangat kuat pengaruhnya. d. Gerakan di lingkungan (atau di tingkat kelas untuk sebuah sekolah) a. membersihkan got/selokan, syukur-syukur bisa mengajak warga RT/RW (yang bisa dilakukan pada hari Jumat 23 Maret karena hari libur) b. membuat resapan biopori (perlu diingat bahwa lubang resapan biopori memang berfungsi ganda: untuk memberi makan bumi dengan sampah organik tetapi sekaligus untuk memberi jalan lebih lebar bagi air untuk kembali ke bumi, dan disimpan di dalamnya) e. Gerakan di gereja paroki/stasi (atau sekolah) a. membersihkan got/selokan di sekitar gereja, juga sungai jika ada di sekitar gereja (yang bisa dilakukan pada hari Jumat 23 Maret karena hari libur) b. membuat resapan biopori di halaman pastoran/gereja c. memeriksa secara rutin kran-kran di kompleks gereja/pastoran apakah berfungsi semestinya d. mengadakan misa/ekaristi bertema lingkungan hidup, khususnya air, pada hari Jumat 23 Maret (dan bisa dilanjutkan dengan kerja bakti untuk membersihkan got/selokan sekitar gereja). e. membuat poster dengan design menarik untuk tema peduli air ini Contoh poster menarik Contoh banner di Gereja St. Laurentius 6

8 3. GERAKAN HEMAT LISTRIK a. Latar belakang Kemudian, gerakan hemat listrik dipilih karena hal ini pun mudah dilakukan. Selain itu, terlebih untuk konteks global warming atau pemanasan global, hal ini makin perlu dilakukan sebagai upaya penghematan energi. Dalam hal ini, di tengah masa prapaskah nanti akan ada gerakan internasional Earth Hour pada tanggal 31 Maret, yaitu gerakan untuk mematikan lampu dan alat-alat elektronik selama satu jam. Akan sangat bagus pula jika kita bisa mengintegrasikan gerakan Gereja Katolik dengan gerakan internasional ini, meski diharapkan gerakan hemat listrik ini tidak hanya berhenti hari itu saja. b. Waktu Pelaksanaan Terutama pada hari Sabtu 31 Maret malam, bersamaan dengan waktu Earth Hour, tetapi diharapkan juga bisa dilakukan lebih intensif sejak hari itu. c. Gerakan pribadi a) ikut berpartisipasi mematikan lampu pada saat Earth Hour (himbauan bisa dilakukan lewat lembaran paroki dan/atau pengumuman di akhir ekaristi seminggu sebelumnya) b) mengingatkan teman-temannya untuk ikut berpartisipasi d. Gerakan di gereja paroki/stasi (atau sekolah) a) membuat himbauan untuk umat dan juga ikut berpartisipasi aktif pada hari itu b) membuat poster dengan design menarik untuk mengingatkan hal ini 7

9 B. GERAKAN PEDULI LINGKUNGAN HIDUP MASA PASKAH 1. PERAYAAN EKARISTI PASKAH Dalam hal ini, yang menjadi perhatian adalah beberapa pendukung ekaristi yang bisa dibuat lebih ramah-lingkungan, seperti misalnya tentang dekorasi dan beberapa hal lain. Yang bisa dipikirkan, misalnya: a. membuat dekorasi gereja dari bahan daur ulang, dalam hal ini OMK bisa dilibatkan karena biasanya mereka cukup kreatif (bisa saja dibuat lomba antar OMK lingkungan/wilayah dengan tema paskah hijau. Lomba dibuka sejak masa pra-paskah. Karya mereka dipajang sebagai hiasan gereja pada waktu malam paskah, dan umat yang menilai.) b. mengurangi pemakaian bunga dengan lebih banyak tanaman hidup dalam pot c. kalau ada persembahan dalam bentuk buah, pilihlah buah lokal, bukan buah import, syukur-syukur dari kebun sendiri, untuk mengurangi jejak karbon (carbon footprints), sekaligus secara simbolis lebih kena karena hasil dari tanah sendiri (dan sekaligus memberdayakan petani lokal) d. untuk menampung lelehan lilin-lilin paskah yang dipegang umat waktu janji baptis, gelas plastik bekas air kemasan bisa dipakai (dikumpulkan dari awal masa Prapaskah) lalu dilubangi di bawahnya untuk memasukkan lilin. Gelas plastik bekas ini lebih efektif dibandingkan sekedar sepotong kertas. (Kalau toh sulit menyediakan gelas plastik bekas, pakailah kertas/karton bekas yang dipotong-potong.) e. dalam liturgi: bisa dimasukkan doa umat yang terkait dengan janji baptis untuk sungguh memelihara bumi seperti diamanatkan Tuhan dalam kisah penciptaan. Pastor bisa menyinggungnya secara eksplisit dalam homili. f. dalam pengumuman di akhir missa umat diingatkan lagi untuk tidak meninggalkan lilin/tissue di bangku. (Gambar contoh dekorasi gereja dengan bahan daur ulang. Kalau gambar-gambar ini kurang jelas, bisa dilihat atau mencarinya di Google images/gambar dengan memasukkan entry easter decoration. ) 8

10 (Contoh dekorasi sederhana dengan dahan kering yang digantungi cangkang telor yang dihias/digambari.) Contoh hiasan paskah sederhana 9

11 2. PERAYAAN (PESTA) PASKAH DAN KEGIATAN MASA PASKAH Biasanya Paskah akan diikuti dengan perayaan baik di lingkungan maupun paroki/sekolah. Kepedulian pada sampah dan lingkungan hidup bisa ditanamkan dengan berbagai kegiatan dalam perayaan paskah maupun kegiatan masa paskah, misalnya a. alih-alih lomba mencari telor paskah (untuk BIA/BIR), dibuat lomba menghias telor paskah dengan bahan daur ulang dan/atau pewarna alami b. bisa juga digabungkan dengan lomba membuat doa/puisi bertema lingkungan hidup yang ditempelkan pada telor paskah itu c. untuk OMK, bekerja sama dengan panitia paskah/app, SieKep dan Komsos bisa dibuat lomba menulis puisi/essay tentang iman (paskah) dan lingkungan hidup. Selain mendapat hadiah, karangan dibuat di media paroki d. untuk konsumsi pesta paskah, bisa dibuat makanan organik dan jika harus dibungkus, hindari styrofoam dan plastik, syukur-syukur bisa dengan daun pisang e. sebagai souvenir perayaan paskah, anak-anak/hadirin diberi bibit tanaman yang perlu ditanam dan dipelihara sendiri f. untuk tas souvenir/goody bags, buatlah dari kertas koran yang dibuat tas, dan hindari plastik g. kalau memakai name tag, hindari pengunaan name tag plastik, h. untuk dekorasi, sebaiknya usahakan tidak membuat back-drop dari vinyl/plastik dan hindari styrogoam, lebih baik buat sendiri yang sederhana i. menggerakkan/mengajak keluarga untuk berpartisipasi dalam acara Family for Earth: Walk with Family di Ancol bersama Bapak Uskup dan Ibu Marie Elka Pangestu serta beberapa artis ibukota seperti Nugie pada hari Minggu pagi 22 April 2012 (peringatan hari bumi) Gambar contoh telor-telor paskah yang dihias dengan bahan daur ulang. Keranjangnya pun bisa keranjang bekas. Gambar-gambar sejenis bisa dicari di Google images dengan entry easter eggs decoration 10

12 C. USULAN DAN CATATAN TAMBAHAN Selain berbagai kegiatan yang lebih terfokus di atas, masih ada banyak inisiatif yang terkait dengan paskah dan kepedulian pada lingkungan hidup, misalnya a. menghimbau umat untuk mewujudkan semangat pantang dan puasa dengan mengurangi emisi karbon dari kendaraan yang dipakai bepergian dan juga ke gereja dengan cara, misalnya, jika jaraknya dekat, ke gereja dengan naik sepeda atau jalan kaki. Jadi, bisa ditekankan: pantang naik kendaraan pribadi jika tidak diperlukan b. paroki yang gerejanya ber-ac secara khusus memperhatikan bagaimana membayar emisi CFC/HFC yang mempengaruhi lubang ozon yang dikeluarkan AC yang dipakainya. Salah satu cara membayar nya adalah menanam pohon lebih banyak, entah di lingkungan gereja paroki atau di tempat lain c. kepada umat, atau misalnya murid sekolah Minggu/BIA/BIR, dibagikan bibit tanaman/sayur dalam pot (lebih baik dari bahan daur ulang, misalnya dari bekas plastik pembungkus minyak/sabun/pewangi) pada awal pra-paskah untuk dipelihara selama masa pra-paskah, yang nanti bisa dipersembahkan pada waktu perayaan paskah atau pada waktu hari bumi (22 April) d. selama masa pra-paskah umat bisa juga diajak lebih menjaga kebersihan toilet gereja Sekali lagi, berbagai kegiatan itu lebih mau mendukung upaya niat umat untuk mewujudkan pertobatan ekologis selama masa pra-paskah dan paskah. Tentu sangat diharapkan bahwa hal itu terus berlanjut agar bisa mewujud menjadi habitus/kebiasaan baik. Mengingat bahwa kebanyakan manusia itu pelupa, mereka perlulah diingatkan. Karena itu, peran pastor paroki menjadi sangat penting untuk terus-menerus mengingatkan umat akan pentingnya kepedulian pada lingkungan hidup ini. Tidak harus dengan/dalam kotbah atau homili, tetapi juga bisa lewat pengumuman, atau bahkan juga doa umat. Tentu, yang tidak kalah penting adalah keteladanan! 11

13 Beberapa nama yang mungkin berguna untuk mencari informasi 1. bor biopori (Pak Sabardi ) 2. pembuatan kompos takakura (bu Endang , bu Agustien Muji ) 3. pembuatan kompos skala cukup besar (Pak Tri Haryanto , Br. Tri Muryanto OFM ), (Pak Sutarno ) 4. vertikultur (Pak Tri Haryanto , Pak Rachmad ) 5. prakarya daur ulang (Denok ) 6. pelatihan tentang hal-hal terkait lingkungan hidup a. Gropesh (Daesy , Dee ) b. Pepulih (Maria Purwanto ) c. Bosco Green Club (Kartini ) d. SD Tarakanita III (Rully ) 7. Tempat yang bisa dikunjungi untuk lebih memupuk kepedulian lingkungan hidup: a. Kebun Karinda, Lebak Bulus (Djamaludin Suryohadikusumo (021) , (buka Selasa dan Sabtu ) b. Kebun Darling Paroki Pamulang, Emil Penampungan sampah kertas: Kedai Daur Ulang Pak Salam, / ( 9. Penampungan sampah batere (termasuk limbah B3 Bahan Beracun dan Berbahaya): Wikimu.com Gedung Rifa lantai 4, Jl. Prof. Dr. Satrio. Info Bayu / Penampungan sampah styrofoam, Bob: , atau Santoso: Penampungan komputer rusak: Martin, atau Selamat mewujudkan semangat pertobatan ekologis dalam masa pra-paskah dan masa paskah 2012 dan semoga bisa mewujud terus sebagai perwujudan iman dan cinta kita. Panduan ini disusun oleh al andang l binawan (Untuk pertanyaan, kritik dan usulan atau masukan atas panduan ini, sila meng- ke [email protected]) Terimakasih untuk Kartini, Rully, Rm. Warjito dan Alex atas sumbangan gagasannya. 12

GERAKAN SILIH EKOLOGIS

GERAKAN SILIH EKOLOGIS GERAKAN SILIH EKOLOGIS KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA 1 2 Fakta tentang pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (climate change) bukan lagi isapan jempol. Sudah banyak orang mengetahui dan merasakannya.

Lebih terperinci

SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2018 KELUARGA KATOLIK YANG BERKESADARAN HUKUM DAN MORAL, MENGHARGAI SESAMA ALAM CIPTAAN

SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2018 KELUARGA KATOLIK YANG BERKESADARAN HUKUM DAN MORAL, MENGHARGAI SESAMA ALAM CIPTAAN SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2018 KELUARGA KATOLIK YANG BERKESADARAN HUKUM DAN MORAL, MENGHARGAI SESAMA ALAM CIPTAAN Disampaikan sebagai pengganti khotbah dalam Perayaan Ekaristi Minggu Biasa VI tanggal 10-11

Lebih terperinci

GAYA HIDUP RAMAH LINGKUNGAN

GAYA HIDUP RAMAH LINGKUNGAN GAYA HIDUP RAMAH LINGKUNGAN Kenapa PEDULI LINGKUNGAN? Kelangsungan hidup manusia bergantung pada keutuhan lingkungannya. Keutuhan lingkungan ergantung pada kearifan manusia dalam mengelolanya. Maka setiap

Lebih terperinci

dibacakan pada hari Sabtu-Minggu, 1-2 Maret 2014

dibacakan pada hari Sabtu-Minggu, 1-2 Maret 2014 SURAT GEMBALA PRAPASKA 2014 KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG dibacakan pada hari Sabtu-Minggu, 1-2 Maret 2014 Allah Peduli dan kita menjadi perpanjangan Tangan Kasih-Nya untuk Melayani Saudari-saudaraku yang terkasih,

Lebih terperinci

B P L H D P R O V I N S I J A W A B A R A T PENGELOLAAN SAMPAH DI PERKANTORAN

B P L H D P R O V I N S I J A W A B A R A T PENGELOLAAN SAMPAH DI PERKANTORAN B P L H D P R O V I N S I J A W A B A R A T PENGELOLAAN SAMPAH DI PERKANTORAN 1 Sampah merupakan konsekuensi langsung dari kehidupan, sehingga dikatakan sampah timbul sejak adanya kehidupan manusia. Timbulnya

Lebih terperinci

TAHUN SUCI LUAR BIASA KERAHIMAN ALLAH

TAHUN SUCI LUAR BIASA KERAHIMAN ALLAH TAHUN SUCI LUAR BIASA KERAHIMAN ALLAH SOSIALISASI DALAM ARDAS KAJ UNTUK TIM PENGGERAK PAROKI KOMUNITAS DAN TAREKAT DIBAWAKAN OLEH TIM KERJA DKP GERAKAN ROHANI TAHUN KERAHIMAN DALAM ARDAS KAJ tantangan

Lebih terperinci

Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Masyarakat. Oleh: Siti Marwati, M. Si Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY

Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Masyarakat. Oleh: Siti Marwati, M. Si Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Masyarakat Pendahuluan Oleh: Siti Marwati, M. Si Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY [email protected] Sampah merupakan suatu barang yang dihasilkan dari aktivitas

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI PROGRAM KOMPOSTING RUMAH TANGGA

BAB V IMPLEMENTASI PROGRAM KOMPOSTING RUMAH TANGGA BAB V IMPLEMENTASI PROGRAM KOMPOSTING RUMAH TANGGA 5.1 Latar Belakang Program Setiap rumah tangga adalah produsen sampah, baik sampah organik maupun sampah anorganik. Cara yang paling efektif untuk mengatasi

Lebih terperinci

(Dibacakan sebagai pengganti homili pada Misa Minggu Biasa VIII, 1 /2 Maret 2014)

(Dibacakan sebagai pengganti homili pada Misa Minggu Biasa VIII, 1 /2 Maret 2014) (Dibacakan sebagai pengganti homili pada Misa Minggu Biasa VIII, 1 /2 Maret 2014) Para Ibu/Bapak, Suster/Bruder/Frater, Kaum muda, remaja dan anak-anak yang yang terkasih dalam Kristus, 1. Bersama dengan

Lebih terperinci

KAJIAN MODEL PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT (STUDI KASUS DI KECAMATAN WONOCOLO KOTA SURABAYA)

KAJIAN MODEL PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT (STUDI KASUS DI KECAMATAN WONOCOLO KOTA SURABAYA) KAJIAN MODEL PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT (STUDI KASUS DI KECAMATAN WONOCOLO KOTA SURABAYA) Oleh : Shinta Dewi Astari 3308 202 006 Dosen Pembimbing : I.D.A.A Warmadewanthi, ST., MT., Ph.D. PROGRAM

Lebih terperinci

PANDUAN UMUM TIM PENGGERAK PAROKI, KOMUNITAS, DAN TAREKAT TAHUN SUCI LUAR BIASA KERAHIMAN ALLAH - KAJ 1. LATAR BELAKANG dan TUJUAN Dalam Tahun Suci

PANDUAN UMUM TIM PENGGERAK PAROKI, KOMUNITAS, DAN TAREKAT TAHUN SUCI LUAR BIASA KERAHIMAN ALLAH - KAJ 1. LATAR BELAKANG dan TUJUAN Dalam Tahun Suci PANDUAN UMUM TIM PENGGERAK PAROKI, KOMUNITAS, DAN TAREKAT TAHUN SUCI LUAR BIASA KERAHIMAN ALLAH - KAJ 1. LATAR BELAKANG dan TUJUAN Dalam Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah ini, kita diajak bersama untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kompleks. Serta peraturan di indonesia memang agak rumit, dan tidak benar-benar

BAB I PENDAHULUAN. kompleks. Serta peraturan di indonesia memang agak rumit, dan tidak benar-benar BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah sampah di Indonesia merupakan salah satu permasalahan yang sangat kompleks. Serta peraturan di indonesia memang agak rumit, dan tidak benar-benar memakai konsep

Lebih terperinci

SPM Standar Pelayanan Masyarakat. Standar Pelayanan Masyarakat pada Pasar Rakyat

SPM Standar Pelayanan Masyarakat. Standar Pelayanan Masyarakat pada Pasar Rakyat SPM Standar Pelayanan Masyarakat Standar Pelayanan Masyarakat pada Pasar Rakyat SPM Standar Pelayanan Masyarakat Standar Pelayanan Masyarakat pada Pasar Rakyat Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan

Lebih terperinci

(Disampaikan sebagai pengganti Homili, pada Misa Sabtu/Minggu, 28/29 September 2013)

(Disampaikan sebagai pengganti Homili, pada Misa Sabtu/Minggu, 28/29 September 2013) (Disampaikan sebagai pengganti Homili, pada Misa Sabtu/Minggu, 28/29 September 2013) Makin Beriman, Makin Bersaudara, Makin Berbela Rasa Melalui Pangan Sehat Para Ibu dan Bapak, Suster, Bruder, Frater,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii HALAMAN PERNYATAAN... iii RIWAYAT HIDUP... iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR LAMPIRAN...

Lebih terperinci

Pengelolaan Sampah Terpadu. Berbasis Masyarakat Kelurahan Karang Anyar

Pengelolaan Sampah Terpadu. Berbasis Masyarakat Kelurahan Karang Anyar Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat Kelurahan Karang Anyar Pesatnya pembangunan perkotaan tidak hanya menimbulkan dampak positif bagi berkembangnya kota tersebut tetapi juga menimbulkan dampak

Lebih terperinci

PROFIL & KEGIATAN LINGKUNGAN RT 29 RW 07

PROFIL & KEGIATAN LINGKUNGAN RT 29 RW 07 PROFIL & KEGIATAN LINGKUNGAN RT 29 RW 07 Menuju Gresik Berhias dan Gresik Mandiri Kelola Sampah DESA GADUNG KECAMATAN DRIYOREJO KABUPATEN GRESIK Daftar kegiatan yang sudah dilakukan dalam menciptakan lingkungan

Lebih terperinci

LAMPIRAN 5 : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. Pertemuan ke : 1 dan 2

LAMPIRAN 5 : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. Pertemuan ke : 1 dan 2 LAMPIRAN 5 : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Tingkat Kelas/Semester : IPA Terapan : SMK : X I (Duabelas/II (Dua) Pertemuan ke : 1 dan 2 Alokasi Waktu : 4 X 45 menit Kompetensi Inti : 1.

Lebih terperinci

ARAH DASAR PASTORAL KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

ARAH DASAR PASTORAL KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA ARAH DASAR PASTORAL KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA Tahun 2011 2015 1 Latar Belakang Ecclesia Semper Reformanda >> gerak pastoral di KAJ >> perlunya pelayanan pastoral yg semakin baik. 1989 1990: Sinode I KAJ

Lebih terperinci

TANDA SALIB DAN SALAM Umat berdiri

TANDA SALIB DAN SALAM Umat berdiri 1 RITUS PEMBUKA PERARAKAN MASUK LAGU PEMBUKA TANDA SALIB DAN SALAM Umat berdiri Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Umat : Amin. Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada zaman sekarang ini perkembangan dunia bisnis di Indonesia sudah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada zaman sekarang ini perkembangan dunia bisnis di Indonesia sudah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada zaman sekarang ini perkembangan dunia bisnis di Indonesia sudah sangat berkembang dan terus semakin berkembang. Segala macam produk dan jasa yang disediakan oleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kompleks. Selain karena pengelolaannya yang kurang baik, budaya masyarakat. Gambar 1.1 Tempat Penampungan Sampah

BAB I PENDAHULUAN. kompleks. Selain karena pengelolaannya yang kurang baik, budaya masyarakat. Gambar 1.1 Tempat Penampungan Sampah BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar belakang Masalah sampah di Indonesia merupakan salah satu permasalahan yang kompleks. Selain karena pengelolaannya yang kurang baik, budaya masyarakat Indonesia dalam membuang

Lebih terperinci

UJIAN AKHIR SEKOLAH. Tahun Ajaran 2006/2007 LEMBAR SOAL

UJIAN AKHIR SEKOLAH. Tahun Ajaran 2006/2007 LEMBAR SOAL UJIAN AKHIR SEKOLAH Tahun Ajaran 2006/2007 LEMBAR SOAL Mata Pelajaran : Agama Katolik Satuan Pendidikan : SMP Program Studi : Hari/Tanggal : Senin/21 Mei 2007 Waktu : 120 Menit PETUNJUK UMUM 1. Tulislah

Lebih terperinci

PEMBEKALAN PENGURUS LINGKUNGAN PAROKI ST. YAKOBUS. Jakarta, Agustus-September 2010

PEMBEKALAN PENGURUS LINGKUNGAN PAROKI ST. YAKOBUS. Jakarta, Agustus-September 2010 PEMBEKALAN PENGURUS LINGKUNGAN PAROKI ST. YAKOBUS KELAPA GADING Jakarta, Agustus-September 2010 AGENDA Renungan Sabda Tuhan dan Pengarahan Pastor Moderator Arah Pastoral Keuangan Lingkungan Tanya Jawab

Lebih terperinci

JADWAL KEGIATAN SEKSI dan SUB SEKSI - TAHUN 2014 PAROKI ST. THOMAS RASUL

JADWAL KEGIATAN SEKSI dan SUB SEKSI - TAHUN 2014 PAROKI ST. THOMAS RASUL JANUARI 2014 1 Januari menyesuaikan Konseling pendampingan keluarga ruang GKP SKK 2 05 Januari 2014 Minggu Perayaan Natal untuk misdinar Gereja Sub Sie Misdinar 3 8 Januari 2014 Rabu HUT Rm Riki GKP lantai

Lebih terperinci

Mengubah Sampah Organik Menjadi Kompos Melalui Resapan Lubang Biopori Oleh Dwi Sayekti

Mengubah Sampah Organik Menjadi Kompos Melalui Resapan Lubang Biopori Oleh Dwi Sayekti Mengubah Sampah Organik Menjadi Kompos Melalui Resapan Lubang Biopori Oleh Dwi Sayekti Banjir dan sampah tentunya telah menjadi problem yang tidak pernah selesai dan sangat serius di banyak kota besar

Lebih terperinci

GERAKAN BETA SAPA & GERAKAN MAKAN SIANG NATAL

GERAKAN BETA SAPA & GERAKAN MAKAN SIANG NATAL GERAKAN BETA SAPA & GERAKAN MAKAN SIANG NATAL GAGASAN TENTANG KONSOLIDASI DAN OPTIMALISASI PELAYANAN SOSIAL KOMUNITAS-KOMUNITAS KATEGORIAL/ PERSEKUTUAN DOA Keuskupan Agung Jakarta 2014 0 Sedikit pengantar

Lebih terperinci

Pemberdayaan Lingkungan untuk kita semua. By. M. Abror, SP, MM

Pemberdayaan Lingkungan untuk kita semua. By. M. Abror, SP, MM Pemberdayaan Lingkungan untuk kita semua By. M. Abror, SP, MM Tema utama Pengolahan sampah Program kali bersih Biopori Lahan sempit dan lahan tidur Pengembangan desa wisata Lingkungan adalah???????????

Lebih terperinci

KuliaH KiNGKuNGN bisnis Kerajinan barang bekas

KuliaH KiNGKuNGN bisnis Kerajinan barang bekas KuliaH KiNGKuNGN bisnis Kerajinan barang bekas NAMA Kelas : afif imam madda : 11-s1si-10 Nim : 11.12.6073 Alamat blog : afifmadda.wordpress.com Stmik amikom YogYakarta SemeSter genab tahun akademi 2011/2012

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT. Lingkungan hidup manusia adalah jumlah semua benda dan kondisi yang

BAB II TINJAUAN UMUM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT. Lingkungan hidup manusia adalah jumlah semua benda dan kondisi yang 25 BAB II TINJAUAN UMUM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT 2.1 Pengertian sampah dan sejenisnya Lingkungan hidup manusia adalah jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruangan yang ditempati

Lebih terperinci

3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif

3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif Tujuan Kas 3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif 1. Kebijakan 2. Kurikulum 3. Kegiatan Lingkungan 4. Pengelolaan Sarana A. Melaksanakan kegiatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian sampah Sampah adalah barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pemakai sebelumnya, tetapi bagi sebagian orang masih bisa dipakai jika dikelola

Lebih terperinci

Pemberdayaan Masyarakat Rumpin Melalui Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemberdayaan Masyarakat Rumpin Melalui Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Pemberdayaan Masyarakat Rumpin Melalui Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Oleh : Dra. MH. Tri Pangesti, M.Si. Widyaiswara Utama Balai Diklat Kehutanan Bogor Pendahuluan Desa Rumpin merupakan salah

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN JEPARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEPARA.

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN JEPARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEPARA. PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN JEPARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEPARA., Menimbang : a. bahwa pertambahan penduduk dan perubahan

Lebih terperinci

PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BRIKET YANG BERGUNA DAN RAMAH LINGKUNGAN

PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BRIKET YANG BERGUNA DAN RAMAH LINGKUNGAN PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BRIKET YANG BERGUNA DAN RAMAH LINGKUNGAN ( Karya tulis ini disusun dalam rangka Lomba Penulisan Kinerja IPA Tahun 2007 ) Oleh: 1. Nama : DAVID NIS : 5523 Kelas : VIII

Lebih terperinci

PERMUKIMAN SEHAT, NYAMAN FARID BAKNUR, S.T. Pecha Kucha Cipta Karya #9 Tahun 2014 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

PERMUKIMAN SEHAT, NYAMAN FARID BAKNUR, S.T. Pecha Kucha Cipta Karya #9 Tahun 2014 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM PERMUKIMAN SEHAT, NYAMAN DAN LAYAK HUNI Pecha Kucha Cipta Karya #9 Tahun 2014 FARID BAKNUR, S.T. KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM B A D A N P E N D U K U N G P E N G E M B A N G A N S I S T E M P E N Y E D I

Lebih terperinci

5. Pengantar : Imam mengarahkan umat kepada inti bacaan, liturgi yang akan dirayakan saat itu.

5. Pengantar : Imam mengarahkan umat kepada inti bacaan, liturgi yang akan dirayakan saat itu. TATA CARA dan URUTAN PERAYAAN EKARISTI: Bagian 1 : RITUS PEMBUKA Bertujuan mempersatukan umat yang berkumpul dan mempersiapkan umat untuk mendengarkan sabda Allah dan merayakan Ekaristi dengan layak. Ritus

Lebih terperinci

JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN III (TIGA) ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) LINGKUNGAN ALAM DAN BUATAN

JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN III (TIGA) ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) LINGKUNGAN ALAM DAN BUATAN JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN SD III (TIGA) ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) LINGKUNGAN ALAM DAN BUATAN A. Ketampakan Lingkungan Alam dan Buatan Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar

Lebih terperinci

Lampiran IA Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 12/SE/M/2011 Tanggal : 31 Oktober 2011

Lampiran IA Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 12/SE/M/2011 Tanggal : 31 Oktober 2011 Lampiran IA Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 12/SE/M/2011 Tanggal : 31 Oktober 2011 KATA PENGANTAR Bertambahnya produksi sampah diberbagai kota dewasa ini tidak lepas dari perubahan pola hidup

Lebih terperinci

Surat Ijin Penelitian dari SDN 2 Tegowanu Wetan

Surat Ijin Penelitian dari SDN 2 Tegowanu Wetan LAMPIRAN 60 61 Surat Ijin Penelitian dari SDN 2 Tegowanu Wetan Surat Ijin Penelitian Dari Universitas Kristen Satya Wacana 62 Lembar Instrumen Wawancara Studi Dokumentasi No. Model evaluasi Indikator Item

Lebih terperinci

BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN

BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BULUKUMBA NOMOR 41 TAHUN 2016 TENTANG PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN SAMPAH, PENGHIJAUAN DAN PENDIDIKAN BERWAWASAN LINGKUNGAN DI SATUAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Teknologi Budidaya Tanaman Sayuran Secara Vertikultur

Teknologi Budidaya Tanaman Sayuran Secara Vertikultur Teknologi Budidaya Tanaman Sayuran Secara Vertikultur Oleh Liferdi Lukman Balai Penelitian Tanaman Sayuran Jl. Tangkuban Perahu No. 517 Lembang Bandung 40391 E-mail: [email protected] Sesuai dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini bumi semakin lama semakin terasa panas, apalagi di kota- kota besar, karena dipenuhi oleh mobil, motor, kendaraan lainnya, dan jumlah pohon-pohon yang semakin

Lebih terperinci

RENCANA ANGGARAN PROGRAM KERJA DEWAN PASTORAL 2017 BIDANG LITURGI

RENCANA ANGGARAN PROGRAM KERJA DEWAN PASTORAL 2017 BIDANG LITURGI SEKSI PERIBADATAN DAN PELAYANAN ZIARAH RENCANA ANGGARAN PROGRAM KERJA DEWAN PASTORAL 2017 BIDANG LITURGI BULAN TANGGAL KEGIATAN TINDAKAN & TUJUAN Januari - April 4 bln sekali (minggu 1 dlm bulan) Menyusun

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang 1 BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan Undang-undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, pada Pasal 1 butir (1) disebutkan bahwa sampah adalah sisa kegiatan seharihari manusia dan/atau

Lebih terperinci

Keuskupan Agung Jakarta APP K3S KAJ

Keuskupan Agung Jakarta APP K3S KAJ Keuskupan Agung Jakarta APP 1 Sub Tema: I. AKU DIBERI MAKA AKU MEMBERI. (Ul 26:1-15) II. BERBAGI DALAM KEKURANGAN. (1 Raj 17:7-16) III. EKARISTI SUMBER BERBAGI. (1 Kor 11 : 17-34) IV. KOMUNITAS KRISTIANI

Lebih terperinci

BOOK WITH NATURAL COVER

BOOK WITH NATURAL COVER PKMK-1-6-1 BOOK WITH NATURAL COVER Hariatun K Saptasari, Rini Susilowati, Ervian Anas, HP Jurnalita, HA Saputro PS Teknik Pertanian, Fak. Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor ABSTRAK. Dengan

Lebih terperinci

POPOK KAIN MENGURANGI BEBAN BUMI

POPOK KAIN MENGURANGI BEBAN BUMI POPOK KAIN MENGURANGI BEBAN BUMI Oleh : Rhily Mahalia Zoro - 27109047 Kondisi Lingkungan Apakah kita pernah berpikir, bagaimana jika di masa depan, manusia harus membeli air karena air bersih sulit ditemukan?

Lebih terperinci

Potensi Penerapan Pengelolaan Sampah Permukiman Berbasis 3R di Kelurahan Tunjungsekar Kota Malang

Potensi Penerapan Pengelolaan Sampah Permukiman Berbasis 3R di Kelurahan Tunjungsekar Kota Malang Potensi Penerapan Pengelolaan Sampah Permukiman Berbasis 3R di Kelurahan Tunjungsekar Kota Malang Sudiro 1), Arief Setyawan 2), Lukman Nulhakim 3) 1),3 ) Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Nasional

Lebih terperinci

1

1 Ethos (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat): 161-170 PENINGKATAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN TIMBULAN SAMPAH 1 Yanti Sri Rejeki, 2 M. Dzikron, 3 Nugraha, 4 Dewi Shofi M., 5 Chaznin

Lebih terperinci

Sampah manusia: hasil-hasil dari pencernaan manusia, seperti feses dan urin.

Sampah manusia: hasil-hasil dari pencernaan manusia, seperti feses dan urin. 1. DEFINISI SAMPAH Sampah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Sementara di dalam UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, disebutkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Kebersihan lingkungan merupakan salah satu tolak ukur kualitas hidup

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Kebersihan lingkungan merupakan salah satu tolak ukur kualitas hidup BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kebersihan lingkungan merupakan salah satu tolak ukur kualitas hidup masyarakat. Masyarakat yang telah mementingkan kebersihan lingkungan dipandang sebagai

Lebih terperinci

HEMAT ENERGI = Kurangi Polusi

HEMAT ENERGI = Kurangi Polusi panduan praktis untuk HIDUP lebih HIJAU HEMAT ENERGI = Kurangi Polusi Krisis energi telah melanda negeri ini. Diperlukan sebuah tindakan bersama guna mengatasi krisis tersebut. Dengan menghemat energi,

Lebih terperinci

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN WALIKOTA PROBOLINGGO NOMOR 24 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN WALIKOTA NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENGELOLAAN

Lebih terperinci

Pengolahan Sampah. Tim Abdimas Sehati Universitas Gunadarma, Bekasi, 7 Desember Disampaikan oleh: Dr. Ridwan, MT- UG

Pengolahan Sampah. Tim Abdimas Sehati Universitas Gunadarma, Bekasi, 7 Desember Disampaikan oleh: Dr. Ridwan, MT- UG Pengolahan Sampah Tim Abdimas Sehati Universitas Gunadarma, Bekasi, 7 Desember 2017 PENDAHULUAN Latar Belakang: Penanganan sampah/problem tentang sampah khususnya di daerah perkotaan belum bisa teratasi

Lebih terperinci

HIDUP MODERN BERWAWASAN LINGKUNGAN

HIDUP MODERN BERWAWASAN LINGKUNGAN HIDUP MODERN BERWAWASAN LINGKUNGAN IMRAN SL TOBING Fak. Biologi UNAS, Jakarta PERSEPSI MANUSIA terhadap LINGKUNGAN Saling mengenal? Mengenal alam (lingkungan); tidak harus naik gunung, telusuri goa, atau

Lebih terperinci

PROFIL PROGRAM GRESIK BERHIAS (BERSIH, HIJAU, DAN ASRI) TAHUN 2016

PROFIL PROGRAM GRESIK BERHIAS (BERSIH, HIJAU, DAN ASRI) TAHUN 2016 PROFIL PROGRAM GRESIK BERHIAS (BERSIH, HIJAU, DAN ASRI) TAHUN Gresik Mandiri Kelola Sampah RT 27 RW 07 DESA GADUNG KECAMATAN DRIYOREJO KABUPATEN GRESIK PROFIL PROGRAM GRESIK BERHIAS (BERIH, HIJAU DAN ASRI)

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kota Gorontalo ± 4 km. Jumlah penduduk pada tahun 2011 adalah Jiwa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kota Gorontalo ± 4 km. Jumlah penduduk pada tahun 2011 adalah Jiwa BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Kelurahan Dulalowo 1. Geografi, Batas Wilayah Dan Iklim Kelurahan Dulalowo berada di Kecamatan Kota Tengah merupakan salah satu kecamatan yang ada

Lebih terperinci

Bertindak tepat untuk sehat dengan menjaga lingkungan dan kebersihan

Bertindak tepat untuk sehat dengan menjaga lingkungan dan kebersihan Bertindak tepat untuk sehat dengan menjaga lingkungan dan kebersihan Menanam dan merawat pohon Mengelola sampah dengan benar Mulai dari diri sendiri menjaga kebersihan untuk hidup sehat 1 Perubahan Iklim,

Lebih terperinci

Oleh: Auliya Ul Fikry Staf Subdit Kebijakan dan Strategi Dit. Bina Program

Oleh: Auliya Ul Fikry Staf Subdit Kebijakan dan Strategi Dit. Bina Program Pechakucha #14 Oleh: Auliya Ul Fikry Staf Subdit Kebijakan dan Strategi Dit. Bina Program MENJAGA KELESTARIAN AIR DAN LINGKUNGAN PADA KAWASAN KUMUH DENGAN PENERAPAN ALTERNATIF TEKNOLOGI SEDERHANA Kementerian

Lebih terperinci

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PANITIA PASKAH 2016 GMI KALVARI LAHAT

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PANITIA PASKAH 2016 GMI KALVARI LAHAT LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PANITIA PASKAH 2016 GMI KALVARI LAHAT I. PENDAHULUAN Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa memelihara, menolong, memberikan kekuatan dan kesehatan

Lebih terperinci

BAB II. DAUR ULANG SAMPAH BOTOL PLASTIK

BAB II. DAUR ULANG SAMPAH BOTOL PLASTIK BAB II. DAUR ULANG SAMPAH BOTOL PLASTIK II.1 Pengertian Sampah Botol Plastik Sampah botol plastik merupakan bahan padat buangan dari kegiatan manusia yang sudah terpakai. Endah (2015: h.8) menjelaskan

Lebih terperinci

PAHLAWAN SAMPAH oleh SEEMA PRABHU ilustrasi oleh EWELINA WAJGERT

PAHLAWAN SAMPAH oleh SEEMA PRABHU ilustrasi oleh EWELINA WAJGERT PAHLAWAN SAMPAH oleh SEEMA PRABHU ilustrasi oleh EWELINA WAJGERT TRASH HERO Oleh Seema Prabhu Ilustrasi oleh Ewelina Wajgert Diterjemahkan oleh Fancy F. Sakriwasista, Marcia Stefanie, Putu Evie, Vaughan

Lebih terperinci

1. Gerakan Roh Allah terjadi disini 2. Biarlah roh mu menyala- nyala 3. Kami berkumpul Tuhan 4. FirmanMu Tuhan, tiada berubah

1. Gerakan Roh Allah terjadi disini 2. Biarlah roh mu menyala- nyala 3. Kami berkumpul Tuhan 4. FirmanMu Tuhan, tiada berubah 09 APRIL 2017 SKEMA PERJALANAN ROHANI JEMAAT KELUARGA ALLAH DISELAMATKAN Ø Melalui Ibadah Raya Ø Melalui Seminar/KKR Ø Melalui Kelompok Sel Ø Melalui Aksi Sosial Ø Melalui Penginjilan Pribadi DIGABUNGKAN

Lebih terperinci

PARAMETER ISIAN GREEN SCHOOL AWARD No Komponen Pengukuran/Indikator Keterangan. 1 Jumlah murid masukkan angka. 2 Jumlah guru masukkan angka

PARAMETER ISIAN GREEN SCHOOL AWARD No Komponen Pengukuran/Indikator Keterangan. 1 Jumlah murid masukkan angka. 2 Jumlah guru masukkan angka PARAMETER ISIAN GREEN SCHOOL AWARD 201 SUMBER DAYA MANUSIA 1 Jumlah murid 2 Jumlah guru 3 Jumlah tenaga administrasi Jumlah tenaga kebersihan Pelatihan yang pernah diikuti guru / karyawan terkait pelestarian

Lebih terperinci

Laporan Pertanggung Jawaban Panitia Retreat POSA PNJ 2009

Laporan Pertanggung Jawaban Panitia Retreat POSA PNJ 2009 Laporan Pertanggung Jawaban Panitia Retreat POSA PNJ 2009 I. LATAR BELAKANG Memasuki era milennium yang baru, rakyat Indonesia diperhadapkan kepada kondisi bangsa dan negara yang penuh tantangan. Perjuangan

Lebih terperinci

PROFIL LINGKUNGAN ST. ANNA WILAYAH 1 GEREJA ST. BONAVENTURA PAROKI PULOMAS. Lingk St. Anna

PROFIL LINGKUNGAN ST. ANNA WILAYAH 1 GEREJA ST. BONAVENTURA PAROKI PULOMAS. Lingk St. Anna PROFIL LINGKUNGAN ST. ANNA WILAYAH 1 GEREJA ST. BONAVENTURA PAROKI PULOMAS Denah dan batas teritorial Lingkungan St. Anna. Lingk St. Anna Lingkungan St. Anna merupakan bagian dari Wilayah 1 Paroki Pulomas.

Lebih terperinci

Makna Pekan Suci Bagi Umat Katolik (oleh: Lastiko Runtuwene, S.Ag, M.Pd)

Makna Pekan Suci Bagi Umat Katolik (oleh: Lastiko Runtuwene, S.Ag, M.Pd) Makna Pekan Suci Bagi Umat Katolik (oleh: Lastiko Runtuwene, S.Ag, M.Pd) Pendahuluan Dalam liturgi Gereja Katolik sebelum Paskah Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus umat Katolik mempersiapkan diri selama masa

Lebih terperinci

Biar Kanak-kanak datang kepada-ku : Evaluasi dan Refleksi Perayaan Ekaristi bersama Anak-anak (missis cum pueris)

Biar Kanak-kanak datang kepada-ku : Evaluasi dan Refleksi Perayaan Ekaristi bersama Anak-anak (missis cum pueris) Biar Kanak-kanak datang kepada-ku : Evaluasi dan Refleksi Perayaan Ekaristi bersama Anak-anak (missis cum pueris) oleh Bonifacius Hendar Putranto Ketua Sie Liturgi HSPMTB (2013 2016) Landasan dari Kitab

Lebih terperinci

Bagian Pertama: Mengenal Mgr. Ignatius Suharyo Lebih Dekat

Bagian Pertama: Mengenal Mgr. Ignatius Suharyo Lebih Dekat Pendahuluan... Daftar lsi........................ 3 9 Bagian Pertama: Mengenal Mgr. Ignatius Suharyo Lebih Dekat 1. Dari Penggembala Bebek Menjadi Penggembala Umat... 15 2. Jejak Perjalanan Panggilan Sebagai

Lebih terperinci

BUPATI POLEWALI MANDAR

BUPATI POLEWALI MANDAR BUPATI POLEWALI MANDAR PERATURAN DAERAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN PERSAMPAHAN DAN KEBERSIHAN KOTA KABUPATEN POLEWALI MANDAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

ADLN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB I PENDAHULUAN. 13 tahun 2012 tentang pedoman pelaksanaan reduce, reuse, dan recycle melalui

ADLN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB I PENDAHULUAN. 13 tahun 2012 tentang pedoman pelaksanaan reduce, reuse, dan recycle melalui BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Surabaya merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang memiliki permasalahan kompleks, salah satunya adalah permasalahan sampah. Sebagai kota terbesar ke dua

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. 1. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan responden pemukiman elite

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. 1. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan responden pemukiman elite 94 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. KESIMPULAN 1. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan responden pemukiman elite seluruhnya memiliki bak tempat sampah sendiri sedangkan responden pemukiman kumuh

Lebih terperinci

GEREJA PAROKI SANTO YUSUP BATANG Dengan Penekanan Desain Tadao Ando

GEREJA PAROKI SANTO YUSUP BATANG Dengan Penekanan Desain Tadao Ando LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR GEREJA PAROKI SANTO YUSUP BATANG Dengan Penekanan Desain Tadao Ando Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik

Lebih terperinci

KAMIS DALAM PEKAN SUCI. Misa Krisma

KAMIS DALAM PEKAN SUCI. Misa Krisma KAMIS DALAM PEKAN SUCI 1. Seturut tradisi Gereja yang sangat tua, pada hari ini dilarang merayakan misa tanpa umat. Misa Krisma 2. Pemberkatan minyak orang sakit dan minyak katekumen serta konsekrasi minyak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya lingkungan semakin

BAB I PENDAHULUAN. Kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya lingkungan semakin BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya lingkungan semakin meningkat. Kesadaran ini disebabkan oleh adanya kekhawatiran akan terjadinya bencana lingkungan hidup

Lebih terperinci

LAMPIRAN-LAMPIRAN 108

LAMPIRAN-LAMPIRAN 108 LAMPIRAN-LAMPIRAN 108 LAMPIRAN I DOKUMENTASI SURVEI LAPANGAN DAN PROSES RAPID RURAL APPRAISAL (RRA) Gambar 1. Mengurus Perijinan, Membangun Komunikasi, Serta Melakukan Wawancara dengan Tokoh-Tokoh Masyarakat

Lebih terperinci

PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN SISTEM 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE)

PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN SISTEM 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN SISTEM 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) Disampaikan oleh: DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN KENDAL 2016 Dasar hukum Pengelolaan Sampah Undang undang no. 18 tahun 2008 ttg Pengelolaan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sumberdaya alam (SDA) dan lingkungan merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan dan merupakan tempat hidup mahluk hidup untuk aktivitas kehidupannya. Selain itu,

Lebih terperinci

BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN

BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BULUKUMBA NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG PENATAAN DAN PENGELOLAAN PASAR BERSIH SEHAT INDAH DAN TERATUR DENGAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, DAN PEDAGANG

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian sampah Sampah adalah barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pemakai sebelumnya, tetapi bagi sebagian orang masih bisa dipakai jika dikelola

Lebih terperinci

D. Jumlah Peserta Tiap

D. Jumlah Peserta Tiap A. Maksud Dan Tujuan Melatih dan mempersiapkan mereka yang punya hati dan tekad memberitakan injil ketempat dimana ada keturunan Tiong Hoa atau selain keturunan Tiong- Hoa yang belum percaya Tuhan, memahami

Lebih terperinci

BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG SALINAN BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG KAPUAS BARASIH MELALUI PARTISIPASI MASYARAKAT DAN INTEGRITAS SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DI KABUPATEN

Lebih terperinci

GEREJA PAROKI KRISTUS RAJA UNGARAN

GEREJA PAROKI KRISTUS RAJA UNGARAN LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR GEREJA PAROKI KRISTUS RAJA UNGARAN Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik diajukan oleh : R BUDI SANTOSA

Lebih terperinci

RABU ABU SEBAGAI MOMENTUM AWAL MENGGANTUNGI DOA BAPA KAMI Oleh: Nurcahyo Teguh Prasetyo

RABU ABU SEBAGAI MOMENTUM AWAL MENGGANTUNGI DOA BAPA KAMI Oleh: Nurcahyo Teguh Prasetyo RABU ABU SEBAGAI MOMENTUM AWAL MENGGANTUNGI DOA BAPA KAMI Oleh: Nurcahyo Teguh Prasetyo Pengantar Singkat tentang Kalender Gerejawi Allah telah berkarya atas umatnya di dalam rangkaian waktu. Umat Allah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sampah merupakan suatu sisa-sisa benda yang tidak diinginkan setelah berakhirnya

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sampah merupakan suatu sisa-sisa benda yang tidak diinginkan setelah berakhirnya BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sampah merupakan suatu sisa-sisa benda yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah bisa juga diartikan oleh manusia menurut keterpakaiannya,

Lebih terperinci

PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK DALAM PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI PRODUK KERAJINAN TANGAN

PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK DALAM PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI PRODUK KERAJINAN TANGAN Abdimas Unwahas, Vol.1, No.1, Oktober 2016 ISSN 2541-1608 PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK DALAM PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI PRODUK KERAJINAN TANGAN Ersila Devy Rinjani 1*, Linda Indiyarti Putri 1 1 Fakultas

Lebih terperinci

DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KABUPATEN KARANGANYAR

DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KABUPATEN KARANGANYAR DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KABUPATEN KARANGANYAR PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA 1. Latar Belakang Sampah yang menjadi masalah memaksa kita untuk berpikir dan

Lebih terperinci

LOMBA KEBERSIHAN ANTAR RUKUN TETANGGA SE- BOGOR

LOMBA KEBERSIHAN ANTAR RUKUN TETANGGA SE- BOGOR LOMBA KEBERSIHAN ANTAR RUKUN TETANGGA SE- BOGOR Ketentuan Lomba 1. Lomba terbuka bagi Rukun Tetangga dengan kriteria: a. Komplek perumahan b. Perumahan tidak teratur (Non- komplek perumahan) c. Permukiman

Lebih terperinci

Pertemuan Pertama. Allah Yang Murah Hati

Pertemuan Pertama. Allah Yang Murah Hati APP 2013 Pertemuan Pertama Allah Yang Murah Hati Sasaran Pertemuan: Melalui pertemuan ini kita semakin meningkatkan kesadaran kita akan Allah yang murah hati, berbela rasa. Bacaan Pertemuan Pertama: Matius

Lebih terperinci

KELUARGA KATOLIK INDONESIA HOUSTON

KELUARGA KATOLIK INDONESIA HOUSTON ANGGARAN DASAR & ANGGARAN RUMAH TANGGA KELUARGA KATOLIK INDONESIA HOUSTON DAFTAR ISI Pembukaan Anggaran Dasar KKIH Bab I Bab II Bab III Bab IV Bab V Bab VI Bab VII Bab VIII Bab IX Bab X Bab XI Nama dan

Lebih terperinci

KERANGKA PENDEKATAN TEORI. manusia yang beragam jenisnya maupun proses alam yang belum memiliki nilai

KERANGKA PENDEKATAN TEORI. manusia yang beragam jenisnya maupun proses alam yang belum memiliki nilai II. KERANGKA PENDEKATAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Sampah Sampah merupakan barang sisa yang sudah tidak berguna lagi dan harus dibuang. Berdasarkan istilah lingkungan untuk manajemen, Basriyanta

Lebih terperinci

5 Bab Empat. Penutup. Dalam bab empat ini akan dibahas mengenai kesimpulan yang

5 Bab Empat. Penutup. Dalam bab empat ini akan dibahas mengenai kesimpulan yang 5 Bab Empat Penutup Dalam bab empat ini akan dibahas mengenai kesimpulan yang merupakan uraian singkat dari bab pendahuluan dan ketiga bab di atas, guna membuktikan kebenaran hipotesis penelitian dan hal-hal

Lebih terperinci

PENGESAHAN PROPOSAL PKM

PENGESAHAN PROPOSAL PKM PENGESAHAN PROPOSAL PKM iv iii DAFTAR ISI Lembar Pengesahan... i Daftar Isi... ii Daftar Tabel dan Gambar... iii Ringkasan... iv BAB 1. PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Perumusan Masalah...

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lingkungan belajar yang bersih sangat mendukung ketertiban dan kenyamanan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Berbeda halnya dengan pelajar yang memiliki

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PENYULUHAN. Sub Pokok Bahasan : Pegelolaan Sampah : Masyarakat RW 04 Kelurahan Karang Anyar

SATUAN ACARA PENYULUHAN. Sub Pokok Bahasan : Pegelolaan Sampah : Masyarakat RW 04 Kelurahan Karang Anyar SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok Bahasan : Kesehatan Lingkungan Sub Pokok Bahasan : Pegelolaan Sampah Sasaran : Masyarakat RW 04 Kelurahan Karang Anyar Waktu : 25 menit Hari / tanggal : Rabu, 30 April 2014

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN. 1. Gambaran Umum Dusun Kaliabu RW 13 dan Bank Sampah Karesma

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN. 1. Gambaran Umum Dusun Kaliabu RW 13 dan Bank Sampah Karesma BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN 1. Gambaran Umum Dusun Kaliabu RW 13 dan Bank Sampah Karesma Dusun Kaliabu merupakan salah satu dusun yang ada di Yogyakarta. Dusun Kaliabu terletak di Desa Banyuraden,

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH I. UMUM Jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi mengakibatkan bertambahnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Foto I.1.1. Wisma Atlet Fajar - Senayan. Sumber : Dokumentasi pribadi

BAB I PENDAHULUAN. Foto I.1.1. Wisma Atlet Fajar - Senayan. Sumber : Dokumentasi pribadi BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Wisma atlet merupakan salah satu tempat hunian bagi atlet yang berfungsi untuk tempat tinggal sementara. Selain itu keberadaan wisma atlet sangat diperlukan untuk

Lebih terperinci

BAB III STUDI LITERATUR

BAB III STUDI LITERATUR BAB III STUDI LITERATUR 3.1 PENGERTIAN LIMBAH PADAT Limbah padat merupakan limbah yang bersifat padat terdiri dari zat organic dan zat anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar

Lebih terperinci