PUPU PUJIAWATI NINGRUM yahoo.co.id PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH (PLS) ABSTRAK

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. Sumber daya manusia yang berkualitas dalam pembangunan Bangsa

UPAYA KADER PKK DALAM MENINGKATKAN GIZI KELUARGA MELALUI PENYULUHAN PENCAPAIAN KELUARGA SEHAT DAN SEJAHTERA DI POSYANDU

Sri Teti Setiawati Program Studi Pendidikan Luar Sekolah STKIP Siliwangi Bandung

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Yuni Gantini, 2014

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

!"#!$%&"'$( Kata Kunci :revitalisasi Posyandu, gizi buruk

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan dalam bidang kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat

BAB I PENDAHULUAN. pihak, dan ditingkatkan melalui berbagai macam kegiatan, mulai dari

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu aspek utama suksesnya program

Vol. 1 No. 1 Th. Jan-Des 2016 ISSN: PENGARUH PERSEPSI SISWA PADA GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI KELURAHAN SIDOHARJO RW 1 RT 2 DAN 4 KECAMATAN LAMONGAN

BAB I PENDAHULUAN. perlu dilakukan karena kesehatan bukan tanggung jawab pemerintah saja, namun

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan bayi akan zat gizi sangat tinggi untuk mempertahankan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data

BAB I PENDAHULUAN. akhirnya dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Hal. masyarakat dan swasta (Depkes RI, 2005).

BAB I PENDAHULUAN. Pada saat ini bangsa Indonesia sedang melaksanakan pembangunan di segala

BAB IV HASIL PENELITIAN. Kluet Selatan Kabupaten Aceh Selatan dengan jumlah responden 40 0rang dimana

BAB I PENDAHULUAN. Dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, pembinaan

BAB III METODE PENELITIAN

PERANAN KOPERASI GURU DAN KARYAWAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA ( Studi Kasus di Koperasi SMA Negeri 1 Batujajar Kabupaten Bandung Barat)

Hubungan Kegiatan Posyandu Dengan Tingkat Fertilitas dan Mortalitas Balita

BAB III METODE PENELITIAN. permasalahan dan fokus penelitian. Metode kualitatif adalah langkah-langkah

BAB I PENDAHULUAN. rawan terhadap masalah gizi. Anak balita mengalami pertumbuhan dan. perkembangan yang pesat sehingga membutuhkan suplai makanan dan

Serambi Saintia, Vol. II, No. 2, Oktober 2014 ISSN :

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. suatu pendekatan penelitian yang ditujukan untuk mendiskripsikan dan menganalisa

Lampiran 1 PEDOMAN WAWANCARA UNTUK KADER

METODE BERMAIN LEGO DALAM UPAYA MENUMBUHKEMBANGKAN KECERDASAN KINESTETIK PADA ANAK USIA DINI (Sudi Kasus di Lembaga Pendidikan Manusia Unggul)

BAB I PENDAHULUAN menjadi 228 kasus pada Angka kematian bayi menurun dari 70

BAB I PENDAHULUAN. kebijakan pembangunan kesehatan, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setiap kegiatan penelitian, dalam upaya untuk menemukan data yang valid, menguji suatu kebenaran ilmu pengetahuan.

RENDANYA PARTISIPASI PEMUDA TERHADAP PROGRAM KEGIATAN PKBM DI DESA SIRNARAJA KECAMATAN CIPEUNDEUY KABUPATEN BANDUNG BARAT

HASIL BELAJAR PELATIHAN TATA BOGA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA DI DESA CIPEUNDEY BANDUNG BARAT

: PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK ORGANISASI URUSAN PEMERINTAHAN BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN KELUARGA JUMLAH

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Keberadaan metode penelitian sangat penting artinya dalam suatu

BAB I PENDAHULUAN. Sebagaimana yang telah diketahui bersama bahwa negara kita sedang

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam pengembangan

Dinamika Kebidanan vol. 2 no 2. Agustus 2012

BAB V PENUTUP. ada hubungan yang positif dan signifikan antara cara mengajar dosen dengan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Manfaat Penyuluhan Bina Keluarga Lansia Bagi Peserta Posbindu Pada Kehidupan Sehari- Hari

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II KONDISI WILAYAH DESA SOKARAJA TENGAH. RT dengan batas sebelah utara berbatasan dengan Desa Sokaraja Kulon, batas

BAB I PENDAHULUAN. memprihatinkan karena mengancam kualitas sumber daya manusia yang akan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENERAPAN METODE KERJA KELOMPOK DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA BIDANG STUDI IPS-SEJARAH DI MA PRINGGABAYA KAPRINGAN KRANGKENG INDRAMAYU

BAB I PENDAHULUAN. Pada tahun 2007, jumlah penduduk lanjut usia sebesar 18,96 juta

VISI Menjadikan Bogor Sebagai Kota yang Nyaman, Beriman dan Transparan

PENERAPAN HASIL BELAJAR KEWIRAUSAHAAN PADA PRAKTEK MANAJEMEN USAHA BOGA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Helga Annisa, 2013

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. masalah penelitian hanya dapat dijawab berdasarkan temuan-temuan data empiris dari

BAB III METODE PENELITIAN. bersifat mengungkap suatu peristiwa ataupun kejadian pada objek peneliti, yaitu

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah Negara yang sedang berkembang dalam beberapa. pembangunannya. Dalam perkembangannya, Indonesia memiliki beberapa

2015 PENYELENGGARAAN PROGRAM PAUD HOLISTIK INTEGRATIF MELALUI KEMITRAAN DALAM MENINGKATKAN ASPEK PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI

JURNAL SOSIOEDUKASI, VOLUME 6 NOMOR ISSN X

BAB I PENDAHULUAN. Kader merupakan tenaga non kesehatan yang menjadi. penggerak dan pelaksana kegiatan Posyandu. Kader merupakan titik sentral dalam

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB II GAMBARAN UMUM DESA PAKUNCEN KECAMATAN BOJONEGARA

BAB I PENDAHULUAN. pangan, pendidikan, bahan bakar dan juga subsidi kesehatan. Oleh karena itu

BAB 1 PENDAHULUAN. satunya adalah melalui pelayanan kesehatan di posyandu. Kegiatan-kegiatan dalam

B A B I P E N D A H U L U A N

UPAYA PEMERINTAH DALAM MEMOTIVASI ANGGOTA KARANG TARUNA MELALUI PENYULUHAN KEWIRAUSAHAAN DI KELURAHAN CITEUREUP KECAMATAN CIMAHI UTARA KOTA CIMAHI

TINJAUAN PUSTAKA Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)

BAB III METODE PENELITIAN

STRATEGI KOMUNIKASI DAN TINGKAT KESADARAN KESEHATAN

STUDI PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG GIZI PADA BALITA DI DESA KOTARAYA BARAT

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Balita ke Posyandu di Kelurahan Jayaraksa Wilayah Kerja Puskesmas Baros Kecamatan Baros Kota Sukabumi

B. Kondisi Demografi. Usia (tahun) Jumlah (orang) No keatas 2.724

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan adalah salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi manusia.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Hubungan Kualifikasi Guru Pendidikan Jasmani dengan Efektifitas Proses Belajar Mengajar Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat diperlukan di masa mendatang (Depkes RI, 2007).

Transkripsi:

PERSEPSI IBU BALITA TERHADAP PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) DI POSYANDU (Studi Kasus Posyandu Mawar RW 18 Desa Margaasih Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung) PUPU PUJIAWATI NINGRUM Poedjie_aiem @ yahoo.co.id PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH (PLS) ABSTRAK Masalah dalam penelitian ini adalah Sampai sejauh mana pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di posyandu sebagaimana yang dipersepsikan oleh ibu balita di posyandu Mawar RW 18 Desa Margaasih Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung. Tujuannya adalah : Untuk mengetahui usaha yang dilakukan kader dalam pemberian PMT, pemahaman kader tentang pemilihan menu, persepsi ibu balita terhadap pelaksanaan pemberian PMT. Kajian teorinya adalah : Konsep PLS, Konsep Persepsi, Konsep Posyandu, Hasil penelitian yang relevan. Menggunakan metode studi deskriftif dengan tehnik pengumpulan data sebagai berikut : observasi, wawancara, angket. Dari hasil seluruh rangkaian penelitian ini dapat ditarik kesimpulan dan saran bagi para kader agar lebih kreatif dan lebih baik lagi. Kata Kunci : Persepsi ibu balita, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan Nasional yang dilaksanakan merata di seluruh tanah air, berencana, dan terarah, kesemuanya dimaksudkan untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan lahir dan bathin dalam arti kata tercapainya manusia Indonesia seutuhnya. Kesehatan dalam hal ini merupakan factor yang sangat penting oleh karena itu pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari Pembangunan Nasional. Posyandu dalam hal ini bisa membantu dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bergizi, dengan dibuat sendiri oleh kader yang bisa menjamin kebersihan serta kandungan gizi yang dibutuhkan oleh balita. Salah satu posyandu yang akan dijadikan bahan penelitian adalah posyandu Mawar RW 18 Desa Margaasih Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung, dimana kadernya dalam Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita terkadang memberikan yang sudah jadi atau beli di pasar, daripada membuat sendiri makanannya. B. Perumusan Masalah Dari identifikasi masalah di atas maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut : Sampai sejauh mana keberhasilan pelaksanaan pemberian makanan tambahan (PMT) di posyandu sebagaimana yang dipersepsikan oleh ibu balita C. Pertanyaan penelitian Untuk menjawab rumusan masalah di atas diajukan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut : 1. Bagaimana kondisi objektif posyandu Mawar RW 18? 2. Bagaimana pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di posyandu Mawar RW 18? 3. Bagaimana persepsi ibu balita terhadap pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT)?

KAJIAN TEORI DAN METODE A. Konsep Pendidikan Luar Sekolah 1. Pengertian Pendidikan Luar Sekolah Menurut Undang undang No. 20 Tahun 2003 tentang System Pendidikan Nasional, pendidikan dibagi menjadi 3 jalur, yaitu Pendidikan Formal, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal. Menurut Philip Coombs; PLS adalah setiap kegiatan terorganisir dan sistematis di luar system persekolahan yang mapan, dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian yang penting dari kegiatan yang lebih luas, yang sengaja dilakukan peserta didik tertentu dalam mencapai tujuan belajarnya. 2. Komponen komponen Pendidikan Luar Sekolah Masukan Sarana Masukan Mentah Proses Masukan Lingkungan Masukan Lingkungan Gambar 1 Keluaran (Out put) Masukan Lain Pengaruh Hubungan Fungsional Antara Komponen komponen Pendidikan Luar Sekolah Menurut Djuju Sudjana (2000:33) B. Konsep Persepsi 1. Pengertian Persepsi Kamus besar bahasa Indonesia, (1995 : 1684) memberikan arahan bahwa persepsi merupakan mental yang menghasilkan bayangan pada diri individu, sehingga dapat mengenai suatu objek dengan jalan asosiasi pada suatu ingatan tertentu, baik secara indra penglihatan, indra peraba, dan sebagainya sehingga akhirnya bayangan itu dapat didasari secara etimologi. 2. Peran Persepsi Sondang P. Siagian (1989 : 205) dalam Malik (2000 : 26) berpendapat bahwa ; Persepsi memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, sebab manusia mengadakan kontak dengan lingkungan sekelilingnya, melalui prosesnya. C. Konsep Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU) sebagai bentuk pembelajaran Pendidikan Luar Sekolah (PLS) 1. Pengertian Posyandu Posyandu adalah merupakan pusat kegiatan masyarakat, dimana masyarakat dapat sekaligus memperoleh pelayanan keluarga berencana, kesehatan ibu dan anak, gizi, imunisasi dan penanggulangan diare. Dalam hal ini peneliti mengartikan posyandu adalah sebagai sarana yang digunakan para kader untuk membina dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di lingkungannya. 2. Pelaksanaan kegiatan Posyandu Tempat pelaksanaan posyandu sebaiknya di tempat yang mudah didatangi oleh masyarakat, misalnya di pos pelayanan terpadu yang sudah ada, rumah penduduk, balai desa, atau tempat khusus yang dibangun oleh masyarakat. D. Hasil penelitian yang relevan Penulis memilih Skripsi karya THESA SEPTIANI S, sebagai hasil penelitian yang relevan dengan penelitian yang penulis lakukan. Dengan Judul :

PERSEPSI MASYARKAT TERHADAP PERAN KADER BKB KEMAS DALAM PELAKSANAAN DAN PENCAPAIAN PROGRAM BINA KELUARGA BALITA KEMAS Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif, yang menurut Winarno Surakhmad (1982:34) adalah Metode penelitian yang tertuju pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang atau actual A. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Gambaran Umum a. Letak Geografis Desa / Kelurahan Margaasih berada di Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung. Salah satu kelurahan yang sedang berkembang dan potensi luas wilayahnya adalah sebagai berikut : Luas Daratan : 57,5 ha Luas Pesawahan : 175 ha Jumlah : 232,5 ha b. Keadaan Jumlah Penduduk Penduduk Desa / Kelurahan Margaasih Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung menurut data statistik tahun 2010 adalah 21.968 orang. Tabel 1 JUMLAH PENDUDUK BERDASARKAN JENIS KELAMIN No Jenis Kelamin Jumlah 1 Laki laki 11.059 2 Perempuan 10.909 Jumlah 21.968 (sumber data kantor Desa Margaasih) Yang menjadi populasi adalah ibu balita posyandu Mawar RW 18 yang berjumlah 50 orang. 2. Sampel Penelitian Dalam penelitian ini sejumlah ibu balita yang aktif untuk kepentingan ditarik sampel total secara ramdel, ditambah wawancara dengan beberapa orang kader posyandu Mawar RW 18. B. Teknik pengumpulan data 1. Observasi 2. Wawancara 3. Angket 2.Pembahasan Hasil Penelitian Tabel 2 PENGGOLONGAN RESPONDEN BERDASARKAN JENIS KELAMIN No Jenis Kelamin Jumlah % (orang) 1 Laki laki 5 10 2 Perempuan 45 90 (sumber angket 1 bagian II no 3) Dari tabel di atas menunjukan bahwa 90% responden adalah perempuan dan 10% adalah laki laki, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa anggota posyandu mayoritas adalah perempuan. Tabel 3 PENGGOLONGAN RESPONDEN BERDASARKAN PENDIDIKAN TERAKHIR No Tingkat Jumlah % Pendidikan (orang) 1 SMU / sederajat 25 50 2 D 1 D 3 20 40 3 S 1 S 3 5 10 (sumber angket 1 bagian II no 2)

Dari tabel di atas menunjukan bahwa ibu balita sebanyak 50% berpendidikan SMU / sederajat, 40% berpendidikan D 1 D 3, 10% berpendidikan S 1 S 3. Mayoritas ibu balita berpendidikan SMU / sederajat. Tabel 4 PENGGOLONGAN RESPONDEN BERDASARKAN PEKERJAAN No Pekerjaan Jumlah (orang) % 1 PNS 5 10 2 Swasta 10 20 3 Ibu rumah tangga 30 60 4 Wiraswasta 5 10 (sumber angket 1 bagian II no 4) Dari tabel di atas menunjukan bahwa ibu balita sebanyak 10% pekerjaannya adalah PNS, 20% pekerjaannya adalah swasta, 60% pekerjaannya adalah ibu rumah tangga, 10% pekerjaannya adalah wiraswasta. Tabel 5 PENGERTIAN GIZI UNTUK BALITA No Alternatif Jawaban f % 1 Gizi atau makanan yang diberikan untuk balita 5 10 2 Makanan yang diberikan pada balita - - 3 Makanan yang memenuhi standar gizi untuk balita 45 90 (sumber angket 1 bagian III no 4) Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa ibu balita sebanyak 10% mengartikan bahwa gizi untuk balita adalah gizi atau makanan yang diberikan untuk balita, 90% mengartikan bahwa gizi untuk balita adalah makanan yang memenuhi standar gizi untuk balita. Tabel 6 PENGAMATAN IBU BALITA TERHADAP PEMBERIAN PMT DI POSYANDU No Alternatif Jawaban f % 1 Bagus 30 60 2 Kurang bagus 10 20 3 Biasa saja 10 20 (sumber angket 1 bagian III no 5) Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa ibu balita sebanyak 60% menyatakan program pemberian PMT di posyandu adalah bagus, 20% menyatakan kurang bagus, dan 20% menyatakan biasa saja. Tabel 7 PEMBERIAN PMT YANG DIBUAT SENDIRI OLEH KADER No Alternatif Jawaban f % 1 < 6 kali 20 40 2 >10 kali 15 30 3 Setiap bulan 15 30 ( sumber angket 1 bagian III no 9) Dari tabel di atas dapat dilihat sebanyak 40% menyatakan bahwa kader < 6 kali membuat sendiri menu untuk PMT balita, 30% menyatakan bahwa kader > 10 kali membuat sendiri menu untuk PMT balita, 30% menyatakan bahwa kader setiap bulan membuat sendiri menu untuk PMT balita. Tabel 8 PEMBERIAN PMT YANG DIBELI DARI PASAR No Alternatif jawaban f % 1 < 10 kali 15 30 2 >10 kali 25 50 3 Setiap bulan 10 20 (sumber angket 1 bagian III no 10) Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa 30% kader membeli di pasar makanan untuk PMT sebanyak <10 kali, 50% kader membeli di pasar makanan untuk PMT sebanyak >10 kali, dan 20% kader membeli di pasar makanan untuk PMT setiap bulan. Tabel 9 PELATIHAN KADER TENTANG PMT

No Alternatif jawaban f % 1 Sudah mendapatkan pelatihan 30 60 2 Belum mendapatkan pelatihan - - 3 Kurang tahu 20 40 (sumber angket 1 bagian III no 12) Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa menurut ibu balita 60% kader posyandu sudah mendapatkan pelatihan, 40% menyatakan kurang tahu. Tabel 10 HARAPAN IBU BALITA TERHADAP PROGRAM PMT No Alternatif jawaban f % 1 Agar kader lebih kreatif 40 80 2 Berjalan seperti biasa - - Tidak memberikan menu 3 makanan sama dengan bulan yang lalu 10 20 (sumber angket 1 bagian III no 20) Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa 80% ibu balita mengharapkan para kader lebih kreatif dalam mengolah serta menyajikan menu PMT untuk balita, dan sebanyak 10% menyatakan untuk tidak memberikan menu makanan sama dengan bulan yang lalu. KESIMPULAN Pelaksanaan posyandu Mawar RW 18 dilaksanakan pada setiap hari selasa ketiga setiap bulannya, dan bertempat di gedung serbaguna RT 03 RW 18. Pemberian PMT dilaksanakan pada saat balita di timbang di posyandu sesuai jadwal yang ditentukan. Langkah langkah pemberian PMT, pertama tama balita daftar ke bagian pendaftaran lalu di timbang dan dicatat oleh kader setelah itu balita diberi PMT oleh kader lainnya. Persepsi seseorang tidaklah timbul begitu saja melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor baik internal yang berkenaan dengan keadaan individu yang bersangkutan, maupun eksternal yang diakibatkan oleh stimulus atau yang berhubungan dengan keberadaan stimulus tersebut. Dari hasil penelitian ini diharapkan ada peningkatan keaktifan serta kreatifitas kader sebagai wujud kinerja kader terhadap pelaksanaan kegiatan posyandu dapat melalui pemberian informasi yang cukup dan pelatihan yang bersangkutan dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ataupun yang lainnya yang berhubungan dengan kegiatan posyandu. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharmi. (1993). Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktek). Jakarta: Rineka Cipta Barsowi dan Suwandi. (2008). Memahami penelitian kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta BKKBN. (1994). Pedoman Bina Keluarga Balita. Bandung : BKKBN Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Undang undang RI Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : PT. Kloang Klede Putra Timur Darmawan, Edy Surya. (2009). Tinjauan Kebijakan Terkait Pengelolaan Posyandu Sebagai Masukan Dalam Perumusan Peran & Tanggung jawab Departemen dalam Pengelolaan Posyandu. Bogor : Makalah Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia (1998). Jakarta : Balai Pustaka Depkes RI. (1989). Konsep Dasar Posyandu. Jakarta

Faisal, Sanafiah. (1981). Pendidikan Luar Sekolah Di Dalam Sistem Pendidikan Dan Pembangunan Nasional. Surabaya : Usaha Nasional Faisal, Sanafiah dan Mappiere, Andi. (1982). Psikologi Remaja. Surabaya : Usaha Bersama Joesoep, Soelaeman dan Santoso S. (1997). Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara Moleong J, Lexy. (1989). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remadja Karya Mutawali. (1987). Konsep dasar Posyandu. Sudjana, Nana. (1981). Populasi dan Sampel. Jakarta : Sinar Baru Sudjana, Djuju. (2005). Strategi Pembelajaran Pendidikan Luar Sekolah. Bandung : Falah Production (1991). Pengantar Manajemen Pendidikan Luar Sekolah. Bandung : Nusantara Press Surakhmad, Winarno. (1982). Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung : Tarsito Trinamansyah, Sutaryat. (1986). Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah. Bandung Jakarta Nazir, Moh (1985). Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia PKK. (1981). Himpunan peraturan dan ketentuan tentang LKMD dan PKK. Bandung Poewadarminta, Wj. S. (1976). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka Profil Desa Margaasih Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung. (2010) S Septiani, Thesa. (2008). Persepsi Masyarakat Terhadap Peran Kader BKB KEMAS Dalam Pelaksanaan dan Pencapaian Program Bina Keluarga Balita KEMAS. Skripsi PLS FIP UPI : Tidak diterbitkan Slameto. (1995). Belajar dan Faktor factor Yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta