BAB IV UNIT PENDUKUNG DAN LABORATORIUM

dokumen-dokumen yang mirip
C. Spesifikasi Alat Utilitas 1. Filter 2. Bak Pengendap Awal 3. Bak Penggumpal

Perancangan Instalasi Unit Utilitas Kebutuhan Air pada Industri dengan Bahan Baku Air Sungai

BAB IV UNIT PENDUKUNG PROSES DAN LABORATORIUM

BAB IV UNIT PENDUKUNG PROSES DAN LABORATORIUM

PENGOLAHAN AIR SUNGAI UNTUK BOILER

VI. UNIT PENDUKUNG PROSES DAN LABORATORIUM

V. SPESIFIKASI PERALATAN

BAB IV UNIT PENDUKUNG PROSES DAN LABORATORIUM

BAB IV UNIT PENDUKUNG PROSES DAN LABORATORIUM

Dapat juga digunakan sebuah metode yang lebih sederhana: Persentase kehilangan panas yang disebabkan oleh gas kering cerobong

VI. UNIT PENDUKUNG PROSES DAN LABORATORIUM

BAB IV UNIT PENDUKUNG PROSES DAN LABORATORIUM. pendukung proses yang terdapat dalam pabrik isopropil asetat adalah: kebutuhan air sebagai berikut:

PROSES PENGOLAHAN AIR SUNGAI MENJADI AIR MINERAL

BAB IV UNIT PENDUKUNG PROSES (UTILITAS) DAN LABORATORIUM. Unit pendukung proses yang dibutuhkan pada prarancangan pabrik ini antara lain:

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES

4.19 Neraca Energi CO Neraca Energi RE Neraca Energi RE Neraca Energi DC

BAB I PENDAHULUAN. bahan-bahan yang ada dialam. Guna memenuhi berbagai macam kebutuhan

BAB IV UNIT PENDUKUNG PROSES DAN LABORATORIUM

BAB IV UNIT PENDUKUNG PROSES DAN LABORATORIUM

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES

BAB III SPESIFIKASI ALAT

BAB III PERANCANGAN PROSES

BAB III PERANCANGAN PROSES

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES

Mn 2+ + O 2 + H 2 O ====> MnO2 + 2 H + tak larut

II. LATAR BELAKANG PENGOLAHAN AIR

V. SPESIFIKASI PERALATAN. Peralatan proses Pabrik Kalsium Klorida dengan kapasitas ton/tahun. Tabel 5.1. Tangki Penyimpanan HCl (B-01)

BAB III PERANCANGAN PROSES

BAB IV UNIT PENDUKUNG PROSES (UTILITAS) DAN LABORATORIUM

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA

Prarancangan Pabrik Polistirena dengan Proses Polimerisasi Suspensi Kapasitas Ton/Tahun BAB III SPESIFIKASI ALAT

V. SPESIFIKASI ALAT. Pada lampiran C telah dilakukan perhitungan spesifikasi alat-alat proses pembuatan

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

UTILITAS DAN PENGOLAHAN LIMBAH

12/3/2015 PENGOLAHAN AIR PENGOLAHAN AIR PENGOLAHAN AIR. Ca Mg

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA

TUGAS PRA PERANCANGAN PABRIK KIMIA

BAB I PENDAHULUAN. Air merupakan kebutuhan yang paling utama bagi makhluk hidup. Manusia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PABRIK BIO-OIL DARI JERAMI PADI DENGAN PROSES PIROLISIS CEPAT TEKNOLOGI DYNAMOTIVE. Meiga Setyo Winanti Damas Masfuchah H.

25. Neraca panas pada Vaporizer (VP-101) Neraca panas pada Separator Drum (SD-101) Neraca energi pada Kompresor (K-101)

Prarancangan Pabrik Vinyl Chloride monomer Dengan Proses Pirolisis Ethylene Dichloride Kapasitas Ton/ Tahun

dan sebagainya. Air yang diambil dari alam tidak dapat langsung pakai. Oleh karena itu air tersebut harus diproses agar dapat digunakan dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. masyarakat, karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam

BAB III SPESIFIKASI ALAT

V. SPESIFIKASI PERALATAN. Spesifikasi peralatan yang digunakan pada proses pembuatan Precipitated. produksi selama 7 hari

RANCANGAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR. Oleh DEDY BAHAR 5960

V. SPESIFIKASI PERALATAN

V. SPESIFIKASI PERALATAN. Spesifikasi peralatan yang digunakan pada proses pembuatan Precipitated Calcium

V. SPESIFIKASI ALAT. Adapun spesifikasi slat untuk Pabrik Sirup Maltosa dengan kapasitas

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PRAPERANCANGAN PABRIK KIMIA PRAPERANCANGAN PABRIK ETILEN GLIKOL DENGAN KAPASITAS TON/TAHUN. Oleh :

TUGAS PERANCANGAN PABRIK FORMALDEHID PROSES HALDOR TOPSOE KAPASITAS TON / TAHUN

TUGAS PERANCANGAN PABRIK METHANOL DARI GAS ALAM DENGAN PROSES LURGI KAPASITAS TON PER TAHUN

PRARANCANGAN PABRIK AMMONIUM NITRAT PROSES STENGEL KAPASITAS TON / TAHUN

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES

VI. UTILITAS. Pada umumnya, utilitas dalam pabrik proses meliputi air, kukus (steam), dan

LAPORAN PENDAHULUAN LABORATORIUM UNIT PROSES WATER TREATMENT

BAB V SPESIFIKASI ALAT PROSES

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PRARANCANGAN PABRIK SIRUP MALTOSA BERBAHAN DASAR TAPIOKA KAPASITAS TON PER TAHUN

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA

BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES

PRA RANCANGAN PABRIK PEMBUATAN TANIN DARI KULIT BUAH KAKAO DENGAN KAPASITAS TON/TAHUN

Pabrik Silika dari Fly Ash Batu Bara dengan Proses Presipitasi

Pabrik Alumunium Sulfat dari Bauksit Dengan Modifikasi Proses Bayer dan Giulini

Prarancangan Pabrik Metil Salisilat dari Metanol dan Asam Salisilat Kapasitas Ton/Tahun BAB III SPESIFIKASI ALAT. Kode T-01 T-02 T-03

VI. UNIT UTILITAS DAN LABORATORIUM

Pengolahan Air Gambut sederhana BAB III PENGOLAHAN AIR GAMBUT SEDERHANA

VI. UNIT PENDUKUNG PROSES DAN LABORATORIUM. Pada umumnya, utilitas dalam pabrik proses meliputi air, steam, dan listrik.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. banyak, bahkan oleh semua makhluk hidup. Oleh karena itu, sumber daya air

PRARANCANGAN PABRIK UREA FORMALDEHID PROSES FORMOX KAPASITAS TON / TAHUN

TUGAS PRA PERANCANGAN PABRIK BIODIESEL DARI DISTILAT ASAM LEMAK MINYAK SAWIT (DALMS) DENGAN PROSES ESTERIFIKASI KAPASITAS 100.

BAB I PENDAHULUAN. pencemaran yang melampui daya dukungnya. Pencemaran yang. mengakibatkan penurunan kualitas air berasal dari limbah terpusat (point

PENCEGAHAN KERAK DAN KOROSI PADA AIR ISIAN KETEL UAP. Rusnoto. Abstrak

PROSES DEHIDROGENASI ISOPROPANOL

BAB 5 TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR LIMBAH FASILITAS LAYANAN KESEHATAN SKALA KECIL

12a GANGGUAN AIR PENGISI BOILER

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Water Treatment Air sungai dan Sumur Bor menjadi Air Bersih Proses pengolahan air (water treatment system)

proses oksidasi Butana fase gas, dibagi dalam tigatahap, yaitu :

BAB III PERANCANGAN PROSES

VI. UTILITAS DAN PENGOLAHAN LIMBAH

BAB III PERANCANGAN PROSES. bahan baku Metanol dan Asam Laktat dapat dilakukan melalui tahap-tahap sebagai

DAFTAR ISI. Halaman Judul... i. Lembar Pengesahan... ii. Kata Pengantar... iv. Daftar Isi... v. Daftar Tabel... ix. Daftar Gambar...

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PROSES PRODUKSI ASAM SULFAT

V. SPESIFIKASI PERALATAN

: Komposisi impurities air permukaan cenderung tidak konstan

PRARANCANGAN PABRIK PROPILEN GLIKOL DENGAN PROSES HIDRASI MENGGUNAKAN KATALIS ASAM KAPASITAS TON/TAHUN

(VP), untuk diuapkan. Selanjutnya uap hasil dari vaporizer (VP) dipisahkan

PABRIK SUSU TABLET EFFERVESCENT DARI SUSU KAMBING ETAWA DENGAN METODE GRANULASI BASAH

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

VI. UTILITAS. Pada umumnya, utilitas dalam pabrik proses meliputi air, kukus (steam), dan. dari pembelian ke perusahaan-perusahaan yang menjualnya.


BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

VI. UTILITAS DAN PENGOLAHAN LIMBAH. utilitas dalam pabrik proses meliputi air, kukus (steam), dan listrik.

PRARANCANGAN PABRIK SIRUP MALTOSA BERBAHAN DASAR TAPIOKA KAPASITAS TON/TAHUN

DAFTAR TABEL. 1.1 Produsen Asam Nitrat dan Sodium Klorida di Indonesia Konsumsi Sodium Nitrat berdasarkan Industri

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES. Alat-alat di pabrik ini meliputi reactive distillation, menara distilasi,

Transkripsi:

BAB IV UNIT PENDUKUNG DAN LABORATORIUM 4.1 Unit Pendukung Proses 1. Unit penyediaan dan pengolahan air. Unit ini berfungsi untuk penyedia kebutuhan air pendingin, air umpan boiler, air domestik, dan air proses. 2. Unit Penyediaan steam Unit ini berfungsi untuk proses pemanasan di Reboiler dan Heat Exchanger 3. Unit penyediaan listrik Unit ini berfungsi untuk tenaga penggerak peralatan proses maupun penerangan. Listrik diperoleh dari PLN dan generator set sebagai cadangan apabila PLN mengalami gangguan 4. Unit penyedia bahan bakar Unit ini berfungsi untuk menyediakan bahan bakar penggerak boiler dan generator. 5. Unit penyedia udara tekan Udara tekan brfungsi untuk alat kontrol pneumatik. Alat penyedia udara tekan adalah kompresor, condensor, dan tangki udara 6. Unit Laboratorium Unit ini brfungsi untuk menunjang proses produksi dan menjaga mutu produk yang dihasilkan. Dan juga untuk menganalisis proses dan bahan baku. 7. Unit pengolahan limbah Unit ini berfungsi untuk mengolah limbah buangan pabrik 58

59 4.1.1 Unit penyediaan dan pengolahan air Pemenuhan kebutuhan air di industri umumnya menggunakan air sumur, air sungai maupun air laut. Namun, kebutuhan air dalam perancangan pabrik propylene glycol ini diperoleh dari sungai Bengawan Solo yang melintas di Gresik. Air sungai dipilih sebagai sumber air bagi pabrik dengan pertimbangan pengolahan air sungai relatif lebih mudah, sederhana, dan biaya pengolahan relatif murah dibandingkan dengan proses pengolahan air laut yang lebih rumit dan biaya pengolahannya lebih mahal. Penyediaan air pada pabrik propylene glycol digunakan untuk berbagai macam keperluan, antara lain: a. Air domestik Air domestik digunakan dalam pemenuhan kebutuhan kantor, air minum, laboratorium, dan perumahan. Syarat air domestik meliputi (Permenkes, 2010): 1. Syarat fisika, meliputi : Tidak berasa Warnanya jernih Tidak berbau Total zat padat terlarut 500 mg/l 2. Syarat kimia, meliputi : Tidak mengandung zat organik maupun anorganik Tidak beracun ph 6,5-7,5 3. Syarat bakteriologis, tidak mengandung bakteri-bakteri, terutama bakteri E.Coli dan Koliform.

60 b. Air pendingin Ada beberapa faktor yang menyebabkan air digunakan sebagai media pendingin, yaitu (Nurani, 2011): 1. Mempunyai kapasitas panas yang tinggi 2. Air termasuk materi yang dapat diperoleh dalam jumlah besar 3. Tidak terdekomposisi 4. Tahan terhadap radiasi 5. Tidak memerlukan kemurnian yang tinggi seperti halnya air untuk proses dan umpan boiler 6. Mudah dalam pengaturan dan pengolahannya. Namun, ada pula beberapa hal yang perlu diperhatikan pada penggunaan air sebagai pendingin, antara lain (Nurani, 2011): 1. Korosi Korosi terjadi akibat ph rendah. Namun, selain ph ada beberapa jenis mikroorganisme yang menyebabkan korosi seperti Nitrifying bacteria dan Sulfate reducing bacteria (SRB) yang dapat menghasilkan asam sulfida (H 2 S). Bakteri ini memiliki kemampuan untuk mengubah ion sufat (SO 4 ) menjadi asam sulfida (H 2 S) yang sangat korosif. 2. Kerak Pembentukan kerak diakibatkan adanya kandungan padatan terlarut dan material anorganik yang konsentrasinya melampaui ketentuan batas maksimal. 3. Minyak Minyak merupakan penyebab terganggunya film corrotion inhibitor yang dapat menurunkan heat transfer coefficient. Selain itu, minyak merupakan makanan mikroba sehingga menimbulkan endapan.

61 c. Air umpan boiler Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan air umpan boiler, yaitu (EEA, 2011): 1. Scale forming (zat yang menyebabkan kerak) Jika air dididihkan dan dihasilkan steam, padatan terlarut yang terdapat dalam air akan tertinggal di boiler. Jika terdapat banyak padatan dalam air umpan, padatan tersebut akan mengendap. Apabila padatan telah mencapai tingkat konsentrasi tertentu, adanya padatan mendorong terbentuknya busa dan menyebabkan terbawanya air ke steam. Endapan juga mengakibatkan terbentuknya kerak di bagian dalam boiler, sehingga mengakibatan pemanasan setempat menjadi berlebih dan akhirnya menyebabkan kegagalan pada pipa boiler. Oleh karena itu diperlukan pengendalian tingkat konsentrasi padatan dalam air yang dididihkan. Caranya dengan melakukan blow down, dimana sejumlah air dikeluarkan dan diganti dengan air umpan. 2. Zat-zat yang dapat menyebabkan korosi Larutan-larutan asam dan gas-gas yang terlarut dalam air dapat menyebabkan korosi pada boiler. Berdasarkan ISO 10392 (1982), kualitas air umpan boiler yang sebaiknya dipenuhi antara lain (EEA, 2011) : Tabel 4.1. Kualitas air umpan boiler Faktor Hingga 21-39 40-59 20 kg/cm 2 kg/cm 2 kg/cm 2 Total besi maksimal (ppm) 0,05 0,02 0,01 Total tembaga maksimal (ppm) 0,01 0,01 0,01 Total silika maksimal (ppm) 1,00 0,30 0,10 Oksigen maksimal (ppm) 0,02 0,02 0,01

62 Pada perancangan pabrik ini dibentuk suatu sistem pengolahan air yang akan digunakan untuk keperluan-keperluan operasi dan utilitas. Tahapan-tahapan pengolahan air ditunjukkan pada Gambar 4.1.

63 Gambar 4.1. Diagram Alir Pengolahan Air Sistem unit pengolahan air ini diuraikan sebagai berikut : a. Screening Screening berfungsi untuk mencegah kotoran yang berukuran besar masuk dalam bak pengendap awal (Hanum, 2002) b. Pengendapan Awal Pengendapan awal berfungsi untuk mengendapkan kotoran yang berwujud lumpur dan pasir (Hanum 2002). Pada bak sedimentasi mempunyai waktu tinggal selama 2-4 jam (powell, 1954). c. Penggumpalan/koagulasi Air dari bak pengendap dialirkan ke bak penggumpal. Proses koagulasi adalah proses pemisahan partikel halus yang dapat mengeruhkan air. Proses ini dilakukan dengan menambahkan bahan penggumpal ke dalam air. (Said dan Ruliarsih, 2011). Dengan penambahan koagulan akan meyebabkan terbentuknya gumpalan pengotor dalam air. Setelah itu air didiamkan beberapa saat sehingga flok akan membesar dan lekas mengendap. Pada pengolahan air di pabrik propilen glikol ini dipilih penggumpal tawas. Karena tawas merupakan koagulan yang paling baik diantara koagulan yang lain, harganya relatif murah dan mudah diperoleh dipasaran. Jika kekeruhan air tinggi maka penambahan tawas juga semakin banyak, dan jika kekeruhan air semakin rendah maka penambahan tawas relatif sedikit. Jadi penambahan koagulan tergantung pada tingkat kekeruhan air. Apabila alkalinitas air tidak seimbang dengan dosis tawas perlu ditambahkan alkalinitas. Alkalinitas yang umum digunakan adalah larutan kapur (Ca(OH) 2 ) atau soda abu (Na 2 CO 3 ) (Hanum, 2002).

64 d. Clarifier Clarifier biasa digunakan untuk tempat pembentukan flok. Pada clarifier terjadi pemisahan antara air bersih dan air yang kotor. Untuk air kotor akan diendapkan di blow down sedangkan air bersih akan dialirkan ke bak penyaring melalui pipa-pipa. e. Filtrasi Penyaring yang digunakan pada proses ini adalah filter saringan cepat (Rapid Sand Filter). Saringan ini berupa bak yang berisi pasir kwarsa yang berfungsi untuk menyaring flok halus dan kotoran lain yang lolos dari clarifier. Pembuatan media penyaring biasa dibuat lebih dari satu lapisan pasir kwarsa dengan mesh tertentu. Air yang dialirkan ke bawah melalui media itu akan tersaring oleh pasir kwarsa. Untuk zat yang tidak larut dalam air akan tertahan pasir kwarsa, sedangkan air bersih akan terkumpul di bagian dasar dan kemudian dilairkan ke bak penampung sementara (Hanum, 2002). f. Unit pengolahan air untuk perumahan dan perkantoran Air ini digunakan untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Air yang semula dari bak penyaring dialirkan ke bak penampung sementara, kemudian dialirkan ke tangki klorinator untuk ditambahkan klorin. Setelah itu air dimasukkan dalam tangki karbon aktif untuk proses karbonasi. Tujuannya agar saat dikonsumsi air tidak berbau dan menghilangkan kandungan kaporit yang ada dalam air. g. Unit pengolahan air untuk umpan boiler Untuk pengolahan air umpan boiler ini menggunakan sistem demineralisasi. Proses ini sangat mendukung untuk pengolahan air sungai, karena kandungan garam dalam air sungai relatif rendah. Selain itu alasan pemilihan sistem penukar ion adalah:

65 1. Volume dan komposisi air 2. Persyaratan kualitas hasil pengolahan sesuai dengan tujuuan penggunaanya. 3. Modal biaya dan operasi Dibutuhkan demineralisasi karena BFW (Boiler feed water) memerlukan syarat-syarat : 1. Tidak menimbulkan kerak pada kondisi steam yang diinginkan jika digunakan sebagai pemanas. Kerak dapat mengakibatkan penurunan efisiensi operasi, dan dapat mengakibatkan tidak dapat beroperasi sama sekali. 2. Bebas dari gas O 2 dan CO 2 yang dapat mengakibatkan korosi Demineralisasi terdiri dari kation penukar yang mengambil ion positif dan anion penukar yang mengambil ion negatif. Bahan penukar yang digunakan berupa resin, resin ini apabila sudah dalam kodisi jenuh akan dapat diaktifkan lagi dengan cara diregenerasi dengan H 2 SO 4 untuk penukar kation dan untuk penukar anion menggunakan NaOH. 1. Cation exchanger Resin penukar kation ini dapat bersifat asam lemah ataupun asam kuat. Dan fungsi penukar kation adalah sebagai berikut: Mengurangi kandungan garam kalsium dan magnesium yang dapat menimbulkan kesadahan. Mengurangi zat padatan yang terlarut (TDS) Mengurangi Alkalinity dari garam-garam alkali dan asam yang bersifat lemah. Pertukaran antara ion kalsium, magnesium dengan ion-ion hidrogen di dalam cation exchanger menyebabkan garam-garam bikarbonat, sulfat, klorida dan silika berubah menjadi asam silikat, asam karbonat, asam klorida dan asam sulfat yang larut dalam air.

66 2. Anion exchanger Setelah dialirkan melalui kation, langkah selanjutnya air dialirkan dalam tangki anion yang telah berisi resin yang mempunyai sifat basa kuat (strong base anion) atau basa lemah (weak base anion). Dan bahan yang biasa dipakai dalah NaOH. Beberapa fungsi dari penukar ion : Menyerap asam karbonat, asam sulfat, asam klorida dan silikat yang dihasilkan oleh penukar kation tersebut Mengurangi garam-garam mineral Untuk menunjang proses industri, air yang keluar dari anion exchanger perlu dialirkan ke tangki air proses. Akan tetapi, perlu diperhatikan untuk air umpan boiler hendaknya air dari anion exchanger dialirkan ke deaerator terlebih dahulu guna menghindari kemungkinan sisa-sisa kation dan anion yang lolos. Diharapkan air yang keluar dari unit ini mempunyai ph berkisar antara 6,1-6,2 untuk selanjutnya dialirkan sebagai umpan boiler. 4.1.2 Spesifikasi alat pengolah air a. Bak penampung air pendingin 1 1. Kode : B-21 sd B-25 2. Fungsi : Menampung air dari sistem pendingin 3. Jenis : Bak persegi panjang 4. Volume : 3.211,78 m 3 5. Panjang : 14,75 m 6. Lebar : 14,75 m 7. Tinggi : 14,75 m b. Bak penampung air sementara 1. Kode : B-16 sd B-20 2. Fungsi : Menampung air dari bak penyaringan.

67 3. Bahan : Beton 4. Jenis : Silinder tegak 5. Volume : 2.196,01 m 3 6. Panjang : 12,99 m 7. Lebar : 12,99 m 8. Tinggi : 12,99 m c. Bak pengendap 1. Kode : B-01 sd B-05 2. Fungsi : Mengendapkan air dari sungai 3. Bahan : Beton 4. Jenis : Bak persegi panjang 5. Volume : 5.654,53 m 3 6. Panjang : 17,81 m 7. Lebar : 17,81 m 8. Tinggi : 17,81 m d. Bak penggumpal 1. Kode : B-06 sd B-10 2. Fungsi : Mengumpulkan kotoran yang tidak mengendap di bak penampung awal dengan penambahan Al 2 (SO) 4 dan Na 2 CO 3 3. Bahan : Beton 4. Jenis : Silinder tegak 5. Volum : 5.649,73 m 3 6. Diameter : 6,08 m 7. Tinggi : 6,08 m

68 e. Bak penyaring/sand filter 1. Kode : B-11 sd B-15 2. Fungsi : Menyaring partikel halus yang belum terendap di clarifier 3. Bahan : Beton 4. Jenis : Graving sand filter 5. Volum : 32,56 m 3 6. Diameter : 3,45 m 7. Tinggi : 3,45 m f. Clarifier 1. Kode : C-01 sd C-05 2. Fungsi : Mengendapkan gumpalan yang terbentuk di bak penggumpal selama 4 jam 3. Bahan : Beton 4. Jenis : Circular clarifier 5. Diameter 1 : 4,38 m 6. Diameter 2 : 2,67 m 7. Tinggi : 3,04 m g. Cooling tower 1. Kode : CT 2. Fungsi : Mendinginkan air pendingin dari 38⁰C menjadi 28⁰C 3. Jenis : Induced-draft tower 4. Bahan : carbon steel SA-53 Grade B 5. Tinggi : 11 m h. Deaerator 1. Kode : DE 2. Fungsi : Menghilangkan gas CO 2 dan O 2 yang terikat dalam air 3. Diameter : 5,17 m 4. Volume : 6.873,40 m 3 5. Lebar : 10,35 m

69 i. Filter 1. Kode : F 2. Fungsi : Menyaring kotoran yang kecil maupun yang besar 3. Panjang : 3,04 m 4. Lebar : 4,57 m 5. Diameter : 0,01 m j. Tangki cation exchanger 1. Kode : TU-03 2. Fungsi : Menurunkan kesadahan air umpan boiler yang disebabkan adanya kation seperti Ca, Mg, Na 3. Jenis : Down flow anion exchange 4. Resin : Natural greensand zeolit 5. Bahan : Carbo steel SA-283 Grade C 6. Tinggi : 0,65 m k. Tangki anion exchanger 1. Kode : TU-04 2. Fungsi : Menghilangkan kandungan anion pada air yang keluar dari kation exchanger 3. Jenis : Down flow anion exchange 4. Volume : 8.591,75 m 3 5. Diameter : 13,98 m 6. Tinggi : 13,98 m l. Pompa Pompa 1 1. Kode : PU-01 2. Fungsi : Mengalirkan air sungai menuju bak pengendap awal 3. Bahan : Cast iron 4. Jenis : Centrifugal pump 5. Jumlah : 1

70 6. Diameter pipa : 0,6 m 7. Total head : 5,54 m 8. Power : 20 hp 9. NPSH : 31,65 ft.lbf/lbm Pompa 2 1. Kode : PU-02 2. Fungsi : Mengalirkan air dari bak penampung sementara menuju bak air pendingin 3. Bahan : Carbon steel 4. Jenis : Centrifugal pump 5. Jumlah : 1 6. Diameter pipa : 0,5 m 7. Total head : 0,23 m 8. Power : 1 hp 9. NPSH : 31,68 Pompa 3 1. Kode : PU-03 2. Fungsi : Mengalirkan air pendingin dari bak air pendingin ke cooling tower 3. Bahan : Cast Iron 4. Jenis : Centrifugal pump 5. Jumlah : 1 6. Diameter pipa : 0,30 m 7. Total head : 3,79 m 8. Power : 20 hp 9. NPSH : 31,31 ft.lbf/lbm

71 Pompa 4 1. Kode : PU-04 2. Fungsi : Mengalirkan air dari cooling tower (CT) ke bak air pendingin (B-05) 3. Bahan : Carbon steel 4. Jenis : Centrifugal pump 5. Jumlah : 1 6. Diameter pipa : 0,5 m 7. Total head : 4,90 m 8. Power : 30 hp 9. NPSH : 31,34 ft.lbf/lbm Pompa 5 1. Kode : PU-05 2. Fungsi : Mengalirkan air sungai menuju bak pengendap awal dari kation exchanger ke anion exchanger 3. Bahan : Cast Iron 4. Jenis : Centrifugal pump 5. Jumlah : 1 6. Diameter pipa : 0,55 m 7. Total head : 4,44 m 8. Power : 20 hp 9. NPSH : 31,60 ft.lbf/lbm Pompa 6 1. Kode : PU-06 2. Fungsi : Mengalirkan air untuk produksi steam di TU-05 3. Bahan : Cast Iron 4. Jenis : Centrifugal pump 5. Jumlah : 1 6. Diameter pipa : 0,5 m

72 7. Total head : 2,32 m 8. Power : 5 hp 9. NPSH : 31,60 ft.lf/lbm Pompa 7 1. Kode : PU-07 2. Fungsi : Mengalirkan air umpan produksi steam dari TU-05 3. Bahan : Cast Iron 4. Jenis : Centrifugal pump 5. Jumlah : 1 6. Diameter pipa : 0,6 m 7. Total head : 5,42 m 8. Power : 40 hp 9. NPSH : 30,11 ft.lbf/lbm m. Tangki air bersih 1. Kode : TU-02 2. Fungsi : Menampung air bersih untuk perkantoran dan perumahan 3. Jenis : Tangki silinder tegak 4. Volume : 133.0045 m 3 5. Tinggi : 3,48 m 6. Diameter : 3,48 m n. Tangki air umpan boiler 1. Kode : TU-05 2. Fungsi : Menampung air make up untuk umpan boiler 3. Jenis : Tangki silinder tegak 4. Volume : 1.8231,09 m 3 5. Tinggi : 7,12 m 6. Diameter : 7,12 m o. Tangki karbon aktif

73 1. Kode : TU-01 2. Fungsi : Menghilangkan air dari bau dan rasa yang tidak sedap 3. Jenis : Tangki silinder vertikal 4. Volume : 0,05 m 3 5. Tinggi : 0,40 m 6. Diameter : 0,40 m 4.1.3 Kebutuhan air a. Kebutuhan air pendingin Tabel 4.2 Kebutuhan air pendingin (kg/jam) Alat Kode Kebutuhan air pendingin, kg/jam Cooler Co-01 635,22 Cooler Co-02 844.808,71 Condensor Cd-01 2.215.401,53 Condensor Cd-02 1.619.162,92 Jumlah 4.680.008,37 Kebutuhan air pendingin = 4.680.008,37 kg/jam Perancangan dibuat over design 20%, sehingga : Kebutuhan air pendingin = 5.616.010,04 kg/jam

74 b. Kebutuhan air untuk umpan boiler Tabel 4.3 Kebutuhan air umpan boiler (kg/jam) Alat Kode Kebutuhan Steam, kg/jam Heater HE-01 341.792,47 Heater HE-02 4.394.245,55 Reboiler RB-01 110.260,91 Reboiler RB-02 45.717,04 Jumlah 4.892.015,96 Kebutuhan total steam = 4.892.015,96 kg/jam Perancangan dibuat over design 20%, sehingga : Kebutuhan total steam = 5.870.419,16 kg/jam c. Kebutuhan air domestik 1. Air untuk karyawan Diperkirakan kebutuhan air untuk karyawan= 150 L/orang/hari Jumlah karyawan = 100 orang Total kebutuhan air untuk karyawan = 639,29 kg/jam 2. Air untuk instalasi (laboratorium, kantor dan lain-lain) Air untuk kebutuhan ini diperkirakan = 10% x kebutuhan karyawan = 10% x 639,29 kg/jam = 63,93 kg/jam 3. Air untuk distribusi (taman, pemadam kebakaran dan lain-lain) Air untuk kebutuhan ini diperkirakan = 30% x kebutuhan karyawan = 30% x 639,29 kg/jam = 191,79 kg/jam Over design dirancang 20%, sehingga kebutuhan air domestik = 1.074,02 kg/jam

75 d. Kebutuhan air proses Air proses untuk mixer = 306.805,77 kg/jam. Akan tetapi, karena digunakan sistem sirkulasi maka make up air yang digunakan sebagai berikut : 1. Air pendingin hilang karena menguap, blow down dan terbawa aliran uap keluar tower = 880.562,87 kg/jam 2. Steam hilang karena menguap dan blow down = 1.174.083,83 kg/jam Jadi total kebutuhan air yang disuplai = make up air pendingin + make up air umpan boiler + air domestik + air untuk proses = 880.562,87 kg/jam + 1.174.083,83 kg/jam + 1.074,02 kg/jam + 306.805,77 kg/jam = 2.362.526,49 kg/jam Untuk mengantisipasi hilangnya air karena terjadinya kebocoran saat pendistribusian make up air dilebihkan 10%, sehingga air yang harus diambil dari sungai sebesar 2.835.031,79 kg/jam. 5.1.4 Unit penyediaan steam Steam merupakan sarana yang penting dalam proses, antara lain seperti untuk memanaskan resin agar leleh, pemanas heater untuk kolom distilasi. Digunakan boiler untuk memenuhi kebutuhan steam. a. Perhitungan kapasitas boiler Q = M air x Cp air (T-T 0 ) + M steam x λ + M steam x Cp steam x (T steam -T 0 ) Dimana : λ = panas laten steam Dari steam table pada T= 140⁰C dan 180⁰C diperoleh λ = 503,7 kj/kg dan λ = 2.567,1 kj/kg

76 Tabel 4.4 Data kebutuhan Steam Alat Kode Kebutuhan Steam, kg/jam Steam 180 C Steam 210 C Heater HE-01 341.792,47 Heater HE-02 4.394.245,55 Reboiler RB-01 110.260,91 Reboiler RB-02 45.717,04 Jumlah 4.736.038,02 155.977.95 b. Perhitungan luas penampang perpindahan panas Konversi panas menjadi daya (hp) yaitu: Q = 2.947.839,06 joule/jam x 1kWh / 3,6 x 10 6 joule x 0,47 hp / 1 kw = 0,61 hp Ditentukan luas bidang pemanasan adalah A= 10 ft 2 /hp x 0,61 hp = 6,01 ft 2 c. Perhitungan kebutuhan bahan bakar untuk boiler Kapasitas boiler = 2.794,13 Btu/jam Digunakan bahan bakar fuel oil dengan spesifikasi : Normal Heating Value (F) = 19.448 Btu/lb ρ = 54,26 lb/ft 3 d. Spesifikasi boiler Bahan konstruksi = Carbon steel Jenis = water tube boiler Jumlah = 1 buah

77 5.1.5 Unit penyediaan listrik Kebutuhan tenaga listrik suatu industri dapat diperoleh dari : 1. Pembangkit listrik Negara 2. Pembangkit listrik sendiri (generator set) Kebutuhan listrik di pabrik meliputi : a. Kebutuhan listrik untuk keperluan proses Tabel 4.5 Kebutuhan listrik untuk umpan Nama alat proses Power, hp Jumlah Σ power, hp pengaduk mixer 300 1 300 pengaduk reaktor 1 1.600 1 1.600 pengaduk reaktor 2 1.600 1 1.600 pengaduk netralizer 800 1 800 motor RDF 20 1 20 pompa vacum RDF 20 1 20 pompa 01 50 1 50 pompa 02 50 1 50 pompa 03 40 1 40 pompa 04 0,5 1 0,5 pompa 05 0,5 1 0,5 pompa 06 2 1 2 pompa 07 0,5 1 0,5 pompa 08 2 1 2 pompa 09 2 1 2 pompa 10 1,0 1 1 pompa 11 0,5 1 0,5 pompa 12 30 1 30 pompa 13 0,5 1 0,5 pompa 14 20 1 20

78 pompa 15 30 1 30 pompa 16 0,5 1 0,5 pompa 17 2 1 2 pompa 18 1 1 1 Total 4573 Diketahui 1 Hp = 0,75 kw Power yang dibutuhkan = 4.573 hp x 0,75 kw = 3.410,09 kw b. Kebutuhan listrik utilitas Besarnya listrik untuk unit pendukung proses (utilitas) dinyatakan pada tabel 4.6 Tabel 4.6 Konsumsi listrik untuk utilitas Nama Alat Power, Hp Jumlah Alat Total hp Pompa 01 20 1 20 Pompa 02 1 1 1 Pompa 03 20 1 20 Pompa 04 30 1 30 Pompa 05 20 1 20 Pompa 06 5 1 5 Pompa 07 40 1 40 Total 136 Diketahui 1 Hp = 0,75 kw Power yang dibutuhkan = 136 hp x 0,75 kw = 101,42 kw c. Kebutuhan listrik alat instrumentasi dan kontrol Kebutuhan listrik alat instrumentasi dan kontrol 5% dari kebutuhan listrik proses dan utilitas = 5% x (4.573 hp + 136 hp) = 235,45 hp = 175,58 kw

79 d. Kebutuhan listrik untuk laboratorium, rumah tangga, perkantoran, dan lain-lain Listrik untuk laboratorium, rumah tangga, perkantoran, dan lain-lain sebesar 15% dari kebutuhhan listrik proses dan utilitas e. Perancangan generator Tugas : Membangkitkan listrik untuk keperluan proses, utilitas dan umum Jenis : Diesel generator Bahan bakar : fuel oil Spesifikasi generator : Power yang digunakan = 5.000 kw = 5.000.000 J/detik Tegangan listrik (V) = 220/360 V LHV = 19.448 Btu/lb = 45.204,1 kj/kg Efisiensi pembakaran = 80% Kebutuhan bahan bakar = Q/(efisiensi x LHV) = 138,26 kg/jam Kebutuhan 1 minggu operasi = 23.227,98 kg 5.1.6 Unit penyediaan bahan bakar a. Kebutuhan bahan bakar Unit ini bertugas menyediakan dan menyimpan bahan bakar yang akan digunakan dalam proses operasi pabrik. Dibutuhkan bahan bakar sebesar 730,43 kg selama 7 hari untuk menjalankan generator dan boiler.

80 b. Perancangan tangki bahan bakar Volume = 2.986,46 m 3 Diameter = 15,61 m Tinggi = 15,61 m 5.1.7 Unit udara tekan Udara tekan digunakan untuk menerapkan sistem otomatisasi menggunakan alat pneumatik (Kakap, 2011). Dengan menggunakan udara tekan bertekanan tingi (± 35 bar) dan ada juga yang udara bertekanan rendah ± 7 bar (Kakap, 2011), tergantung design dan teknisi. Pada pabrik propilena glikol ini menggunakan udara bertekanan 3 atm. a. Perancangan kompresor Fungsi = menaikkan udara dari lingkungan menjadi 3 atm sebanyak 99,05 m 3 /jam (STP) Compressor ratio = 3,72 Jenis = reciprocating compressor Motor = 10 hp 5.1.8 Unit pengolahan limbah Limbah yang dihasilkan dalam pabrik propilena glikol berupa limbah cair yang berasal dari : a. Produk menara distilasi Produk menara distilasi terdiri dari air 242.905,92 kg dan propilen glikol 5,42 kg dalam setiap jamnya b. Produk Rotary Drum Vacum Filter Produk Rotary Drum Vacum Filter terdiri dari propilen oksida 50,83 kg, air 125,51 kg, methanol 125,51 kg, propilen glikol 12,55 kg dan natrium sulfat 25,10 kg dalam setiap jamnya

81 4.2 Unit Laboratorium Pengendalian mutu produk sebuah pabrik merupakan sesuatu hal yang sangat penting terlebih untuk menjaga kualitas produk agar sesuai dengan grade yang diinginkan. Dalam hal ini lah laboratorium pada pabrik propilen glikol diperlukan. Peran utama laboratorium pada pabrik propilena glikol ini adalah menganalisa produk yang dihasilkan telah sesuai dengan kualitas yang diinginkan. Peran lain dari laboratorium yaitu untuk pengendalian limbah yang dihasilkan terhadap lingkungan baik yang berupa cair, padat dan gas. Tugas laboratorium antara lain: Memeriksa bahan baku yang akan digunakan Menganalisa produk yang dihasilkan Menganalisa kadar zat-zat yang dapat menyebabkan pencemaran pada limbah pabrik Menganalisa pendukung utilitas seperti air, steam, fuel oil, dan Chemical agen Laboratorium di pabrik propilena glikol ini dibagi menjadi tiga bagian demi mempermudah kinerja laboratorium. a. Laboratorium pengamatan Laboratorium ini bekerja untuk menganalisa kondisi fisik terhadap semua aliran yang berasal dari proses produksi dan mengeluarkan sertifikat kualitas hasil pengamatan. Pemeriksaan dan pengamatan dilakukan pada bahan baku dan produk yang dihasilkan. b. Laboratorium analitik Laboratorium ini bekerja untuk pemeriksaan terhadap raw material dan finishing Products yang menyangkut sifat kimiawi.

82 c. Laboratorium penelitian, pengembangan dan lindungan lingkungan Laboratorium ini bertugas untuk melakukan penelitian dan pengembangan terhadap permasalahan yang berhubungan dengan kualitas material proses dalam peningkatan produk akhir. Laboratorium ini bekerja hanya untuk meneliti inovasi-inovasi dan keperluan pengembangan.