BAB IV HASIL PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
KUESIONER TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINGKAT KESUKAAN ANAK-ANAK SD MUHAMMADIYAH 27 JAKARTA PADA IKLAN OREO SOFT CAKE VERSI BERCERITA DENGAN KAKEK

BAB I PENDAHULUAN. merupakan salah satu media pandang dengar (audio visual) yang paling kuat

Lampiran 1 KUESIONER. Atas ketersediaan saudara/i dalam menjawab kuesioner ini, saya ucapkan terimakasih. DATA RESPONDEN

BAB I PENDAHULUAN. penjualan dan dituntut untuk melakukan kegiatan pemasaran dengan baik

BAB III IKLAN TELEVISI PRODUK MAKANAN RICHEESE NABATI. Gambar 3.1. Richeese Nabati Sumber:

PENGARUH FAKTOR EKUITAS MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BISKUIT OREO

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

Lampiran 1. Kuesioner Penelitian.

HASIL DAN PEMBAHASAN. identitas responden dalam penelitian ini. Identitas responden yang menjadi sampel

Dengan ini saya bersedia mengikuti penelitian ini dan bersedia mengisi lembar kuesioner yang telah disediakan dibawah ini.

KUESIONER. Beri tanda silang (X) pada salah satu jawaban dari pertanyaan ini yang menurut anda. 1. Usia : a b c d.

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

VI. KARAKTERISTIK UMUM RESPONDEN DAN PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN MOCI KASWARI LAMPION. mengetahui, mengenal serta mengkonsumsi moci Kaswari Lampion.

Tabel 9. Jumlah dan Presentase Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Jenis Kelamin Jumlah (orang) Presentase (%) Perempuan Laki-Laki

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Profil Konsumen Emping Jagung KWT Tri Manunggal

2.6.2 Nonprobability Sampling Menentukan Ukuran Sampel Skala Pengukuran Validitas dan Reliabilitas Instrumen...

Kuisioner Penelitian Nomor Kuisioner :.. Tanggal Kuisioner :..

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

KUESIONER SEKOLAH. 1. Nama Sekolah : 2. NSPN : 3. Alamat Sekolah :

KUESIONER SURVEI PERILAKU MENONTON DAN PERSEPSI KHALAYAK TERHADAP PROGRAM JELAJAH DI TRANS TV. : (diisi oleh peneliti)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

BAB V PENUTUP. besar responden, yaitu orang pintar adalah orang yang berpendidikan. Dapat disimpulkan menurut responden slogan Orang Pintar Minum

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN

BAB II IDENTIFIKASI DATA. A. Data Produk

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Kraft Food (dinamakan sesuai nama pendirinya yaitu James Lewis Kraft)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Sejarah SDN No. 59 Dumbo Raya Kecamatan Dumbo Raya Kota Gorontalo

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. secara purposive sampling. Dalam analisa data ini peneliti menggunakan label

BAB I PENDAHULUAN. atribut-atribut lain dari kompetisi, misalnya atribut produk relatif mudah

2015 PEMBELAJARAN GITAR DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMP AL-AZHAR SYIFA BUDI PARAHYANGAN PADALARANG

DATA DEMOGRAFI RESPONDEN

JJJJJG

BAB V PENUTUP. 1. Terdapat hubungan signifikan dan kuat antara pengaruh terpaan. perempuan PT. Singa Erskindo. frekuensi menunjukkan bahwa:

PENGARUH IKLAN TELEVISI TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN MIE INSTAN INDOMIE VERSI BEDA GENERASI SATU SELERA DI WILAYAH CILODONG DEPOK

Kuesioner Penelitian

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

PENERAPAN TEKNIK OLAH TUBUH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS GERAK DALAM PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER TARI DI SMP KARTIKA XIX-2 BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. salah satu minuman ringan yang cukup popular dan digemari masyarakat. Sari

LAMPIRAN. Lampiran 1. Hasil Pengujian SPSS Uji Beda Variabel Kelas dan Jenis Kelamin Uji Kruskall-Wallis Variabel.

HASIL DAN PEMBAHASAN. Karakteristik Konsumen

BAB V ANALISA. terbanyak dalam segmen ini adalah sebagai wiraswasta dengan pendapatan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI...iii DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... viii

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Tayangan Iklan Ades Tiga Langkah Perubahan dalam Membentuk Sikap Green Living di Kalangan Mahasiswa

PEMBAHASAN. PT. Heinz ABC Indonesia (Heinz ABC) adalah salah satu anak perusahaan dari H.J. Heinz

BAB I PENDAHULUAN. sumber daya manusia (SDM) melalui kegiatan pembelajaran yang

BAB II IDENTIFIKASI DATA

SKRIPSI JULAEHA H

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kesadaran masyarakat dalam membayar PBB di Desa Kadirejo.

BAB IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan. Kartika III-I Banyubiru berdiri pada tanggal 1 Juli Kartika III-I Banyubiru Tahun Ajaran 2012/2013 :

V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dapat memberikan hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi

BAB I PENDAHULUAN. didorong oleh perkembangan bisnis yang sangat pesat di Indonesia.

IV. GAMBARAN UMUM. pembangunan negara yang Baldarun Toibatun Warrobbun Ghofur suatu

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Gambaran Umum SMP Negeri 14 Yogyakarta

METODE PENELITIAN. sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk

BAB 3 ANALISA SISTEM YANG BERJALAN

BAB I PENDAHULUAN. untuk menghadapi pesaing dan mampu menghasilkan keuntungan yang ditargetkan,

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

KUESIONER ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP KOPI INSTAN KOPIKO BROWN COFFEE DI KOTA DEPOK

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan bisnis yang pesat pada abad 26 ini menimbulkan persaingan yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian prasyarat Guna mencapai derajat Sarjana S- 1. Pendidikan Kewarganegaraan ROSY HANDAYANI A.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DAFTAR KUESIONER DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA (INTERVIEW) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN DALAM MENJALANKAN

BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. pada saat penelitian berlangsung. Terdapat 3 karakteristik responden yang. Tabel 5.1

BAB III METODELOGI PENELITIAN

IKLAN WAFER TANGO VERSI BAHASA INDONESIA: Ada seorang anak sedang makan Wafer. Kemudian temannya bertanya

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V GAMBARAN UMUM RESPONDEN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. berdiri pada tahun 1974 dan berdiri di atas tanah yang berukuran 2915M 2 dengan

BAB 1 PENDAHULUAN. dsb. Oleh karena itu para perusahaan berlomba-lomba membuat produk. Wafer merupakan makanan ringan atau snack yang dapat dikonsumsi

BAB II KONDISI UMUM MASYARAKAT DESA KLAMPOK

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Lampiran 1. Kuisioner Penelitian KUESIONER PENELITIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN KERIPIK BUAH DI MALANG

BAB IV HASIL PENELITIAN. 1. Sejarah berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Paju Ponorogo

KUESIONER UNTUK STAKEHOLDERS

Petunjuk Pengisian 1. Bacalah setiap pertanyaan terlebih dahulu dan pahami dengan seksama.

I. PENDAHULUAN. Budaya kekerasan dan kemerosotan akhlak yang menimpa anak-anak usia

BAB I PENDAHULUAN. terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia.

V. GAMBARAN UMUM PENELITIAN. Kelurahan Penjaringan terletak di Kecamatan Penjaringan, Kotamadya

BAB 1 PENDAHULUAN. yang dimilikinya. Selain mendididik siswa untuk. pemahaman, daya pikir, keterampilan dan kemampuan-kemampuan lain.

BAB I PENDAHULUAN. merubah dirinya menjadi individu yang lebih baik. Pendidikan berperan

KUESIONER. Dengan hormat, sehubungan dengan riset saya yang berjudul Pengaruh

BAB I PENDAHULUAN. terbebani bermacam-macam harapan, terutama dari generasi penerusnya. Hal ini

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. baku utamanya adalah tepung terigu, yang diolah dengan merebus dalam air panas

LAPORAN SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT PENGGUNA LAYANAN PENGADILAN DI PENGADILAN NEGERI PRABUMULIH KELAS II

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan untuk mengetahui

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang terletak di Kabupaten Sleman. SMA ini beralamat di Jalan

BAB II HASIL SURVEY. bertempat di Jl. Jenggolo Gg. III No. 61, Sidoarjo. Sekolah ini memiliki 4

PENJELASAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL

IDENTIFIKASI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MASYARAKAT BERMUKIM DI SEKITAR TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH (TPA) RAWA KUCING

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Subjek Penelitian 4.1.1 Sekolah Dasar Muhammadiyah 27 Jakarta SD Muhammadiyah 27 Jakarta berdiri pada tahun 1970 dan menempati areal seluas 2000 meter persegi, SD Muhammadiyah 27 awal berdirinya baru mempunyai kelas satu yang jumlahnya sekitar dua puluh orang murid. Tahuntahun selanjutnya terjadi peningkatan jumlah murid yang mendaftar, hingga Tahun 1975 SD Muhammadiyah 27 berhasil meluluskan murid pertama bersamaan dengan didirikannya SMP Muhammadiyah 33 Jakarta. Kepemimpinan Drs. Datuk, dengan dibantu wakil kepala sekolah Bapak H. Hamzah Yusuf SD Muhammadiyah 27 Jakarta, pada Tahun-tahun berikutnya meningkat daya tampung murid-murid baru. Saat ini SD Muhammadiyah 27 Jakarta dikepalai oleh Bapak H. Hamzah Yusuf dengan dibantu wakil kepala sekolah Bapak H. Suhada, keseluruhan murid SD Muhammadiyah 27 Tahun ajaran 2009/2010 ini mencapai 172 orang. Pengembangan bakat dan minat siswa SD Muhammadiyah 27 Jakarta serta usaha pihak sekolah untuk menanamkan disiplin dan budi pekerti siswa, selain dengan kegiatan belajar mengajar juga disalurkan melalui kegiatan belajar mengajar diluar kelas atau ekstrakurikuler, berikut adalah fasilitas sekolah serta kegiatan ekstrakurikuler SD Muhammadiyah 27 Jakarta : Fasilitas Sekolah 10 Ruang Kelas 1 Ruang Kepala Sekolah 42

1 Ruang Guru 1 Ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) 1 Ruang Perpustakaan 1 Ruang Komputer Masjid Transportasi antar jemput Kantin Sarana Olahraga Pengembangan bakat dan kemampuan tidak lepas dari program kegiatan sekolah yang selalu berusaha meningkatkan potensi anak didik disamping kemapuan intelektual juga keterampilan dan sikap. Beberapa kegiatan ektrakurikuler yang diprogramkan sekolah meliputi bidang : Olahraga Bola Sepak (Futsal) Kesenian Seni Musik Seni Bela Diri (Tapak Suci) Marching Band (dalam persiapan) Keterampilan Pramuka Dokter Kecil Komputer 43

4.1.1.1 Visi dan Misi SD Muhammadiyah 27 Jakarta a. Visi : Terwujudnya kesempatan dan pemerataan pendidikan bagi semua Warga Negara Indonesia pada jenjang sekolah dasar dalam mendukung pelaksanaan program Wajid Belajar Pendidikan Dasar yang bermutu, akuntabel, efisien dan mandiri dengan memberdayakan peran serta orang tua murid dan masyarakat dalam kerangka desentralisasi. b. Misi : 1. Menyelenggarakan pendidikan Sekolah Dasar yang memberikan kemudahan-kemudahan pelayanan kepada anak usia Sekolah Dasar untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. 2. Mengupayakan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu pada jenjang Sekolah Dasar bagi seluruh rakyat Indonesia. 3. Membantu memfasilitasi pengembangan seluruh potensi anak Sekolah Dasar secara utuh dalam rangka mewujudkan generasi muda yang potensial. 4. Meningkatkan kualitas proses pendidikan dalam rangka optimalisasi pembentukan kepribadian anak yang bermoral agama, menguasai ilmu pengetahuan dan memiliki keterampilan hidup. Sumber : H. Hamzah Yusuf (Kepala Sekolah) SD Muhammadiyah 27 Jakarta 44

4.1.1.2 Gambaran Umum Siswa SD Muhammadiyah 27 Jakarta Untuk mengetahui tingkat kemajuan dan kemakmuran sosial siswa yang bersekolah di Muhammadiyah 27 Jakarta dengan tamat SD sebanyak 46.330 orang. Berdasarkan data monografi kelurahan Tomang tahun 2009 dapat diketahui bahwa masyarakat setempat mempunyai mata pencaharian yang bervariasi, yaitu seperti wirausaha, perdagangan, perkantoran, industri dan lainlain. Dari sekian banyak pekerjaan pada umumnya orang tua dari siswa SD Muhammadiyah keluran Tomang Kecamatan Grogol Petamburan ini adalah pekerjaan dalam bidang perkantoran. Kerukunan dalam kehidupan beragama sangat terasa oleh semua kalangan siswa, karena siswa yang bersekolah di SD Muhammadiyah 27 Jakarta ini rata-rata beragama islam. 4.1.1.3 Langkah-langkah penyebaran kuesioner Langkah-langkah yang dilakukan penulis pada saat melakukan penyebaran kuesioner sebagai berikut : 1. Penulis meminta izin kepada pihak Yayasan Muhammadiyah yaitu H. Hamzah Yusuf selaku Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 27 Jakarta. 2. Bapak Hamzah, mengantarkan penulis menuju kelas V dan VI, karena siswa kelas tersebutlah yang akan diberikan kuesioner oleh penulis. 3. Sesampai di dalam kelas, penulis meminta izin kembali kepada Guru Pengajar dan penulis diberikan waktu sekitar 20 menit untuk melakukan penyebaran kuesioner. 4. Pertama yang penulis lakukan pada saat itu, penulis memperkenalkan diri dan tujuan melakukan penyebaran kuesioner. Lalu penulis mulai memberikan satu per satu lembar kuesioner kepada siswa. 45

5. Kemudian penulis selalu menghampiri siswa dengan berinteraksi kepadanya dan menanyakan apakah dari beberapa pertanyaan tersebut ada yang tidak dimengerti. 4.1.2 Gambaran Umum PT Kraft Food Indonesia Di Indonesia, Kraft Food Indonesia hadir sejak awal Tahun 1980-an dan memiliki lebih dari 2500 karyawan yang bekerja di tiga pabrik (Cikarang, Karawang dan Bandung) dan kantor pusat. Kraft Food Indonesia memiliki beragam produk dengan merek ternama, termasuk diantaranya yang hadir di Indonesia, Keju Kraft, Oreo, Ritz, Toblerone, Biskuat dan Jacobs. Kraft Food Indonesia (www.kraftfoodcompany.com) menciptakan kelezatan setiap hari di 150 negara diberbagai belahan dunia. Sebanyak 100.000 karyawannya senantiasa bekerja tanpa kenal lelah dalam menciptakan makanan lezat yang menyenangkan konsumen dan menciptakan jutaan senyuman setiap hari. Produk-produk PT Kraft Food Indonesia, dimana salah satunya adalah makanan ringan (snack) merek Oreo seperti Oreo krim sandwich dengan varian rasa dan Oreo Soft Cake yang telah beredar di hamper seluruh wilayah Indonesia. Sebagai salah satu hasil produksi Kraft Foods Indonesia, Oreo Soft Cake diharapkan mampu mengikuti jejak pertumbuhan laba seperti Oreo terdahulunya yaitu Oreo krim Sandwich dan oreo wafer stick. 46

Food Indonesia : Berikut adalah produk-produk Oreo yang diproduksi oleh PT Kraft Kategori Oreo Krim Sandwich : Kategori Oreo Wafer Stick : Kategori Oreo Soft Cake : 4.1.2.1 Visi dan Misi Kraft Food Indonesia A. Visi : Menjadikan perusahaan terbaik di Industri makanan dan minuman di Indonesia dalam aspek profitabilitas, penjualan dan kepuasan konsumen melalui karya yang kreatif dan inovatif dari seluruh karyawan yang kompeten. 47

B. Misi : 1. Memuaskan konsumen dengan menyediakan produk-produk makanan dan minuman serta produk-produk konsumsi yang berkualitas, serta dapat memberikan gizi lewat cemilan. 2.Membentuk komunitas karyawan untuk tumbuh bersama dan mengembangkan kualitas kehidupan, lingkungan kerja dan para karyawan. 3.Menciptakan kemanfaatan jangka panjang yang berkesinambungan dalam hubungan antara perusahaan dengan seluruh mitra usaha. 4.2 Hasil Penelitian Dalam sub bab ini, penulis akan memaparkan hasil penelitian dalam beberapa bagian yaitu sebagai berikut : a) Hasil penelitian mengenai Identitas responden berdasarkan Jenis Kelamin, Usia dan Kelas. b) Hasil penelitian mengenai : o Tingkat Pengetahuan (Knowledge) o Tingkat Kesukaan (Liking) Untuk lebih jelasnya, hasil penelitian secara rinci penulis paparkan dalam bentuk tabel sebagai berikut : 48

4.2.1 Identitas Responden Dibawah ini adalah table klasifikasi berdasarkan Identitas responden Tabel 4.2.1.a Klasifikasi Responden berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin F Presentase Laki-laki 35 60% Perempuan 23 40 % Jumlah 58 100 % Berdasarkan data di atas, diperoleh gambaran bahwa responden berjenis kelamin laki-laki lebih banyak daripada responden perempuan. Sehingga kesimpulannya adalah responden yang paling banyak menurut jenis kelaminnya adalah responden laki-laki sebesar 35 orang dengan presentase 60%. Sedangkan selebihnya sebanyak 23 orang responden adalah perempuan, atau sebesar 40%. Tabel 4.2.1.b Klasifikasi Responden berdasarkan Usia Usia F Presentase 10 Tahun 4 7% 11 Tahun 24 41% 12 Tahun 30 52% Dari data tersebut di atas, terlihat bahwa usia responden terendah adalah 10 tahun sebanyak 4 orang atau 7%, sedangkan 12 tahun adalah usia responden yang terbesar dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30 orang, atau sekitar 52%. Kemudian berturut-turut usia 11 tahun sebanyak 24 orang atau 41%. 49

Tabel 4.2.1.c Klasifikasi Responden berdasarkan Kelas Kelas F Presentase V 28 48% VI 30 52% Berdasarkan data di atas, diperoleh gambaran mengenai kelas dimana kelas VI memiliki paling banyak siswa adalah 30 siswa dengan presentase 52% dan kelas V memiliki 28 siswa dengan presentase 48%. Tabel 4.2.1.d Klasifikasi Responden yang pernah melihat iklan Oreo Soft Cake versi Bercerita dengan kakek Pernah Melihat f Presentase Ya 58 100% Tidak 0 0% Responden yang dijadikan unit analisis adalah siswa SD Muhammadiyah 27 Jakarta yang pernah melihat iklan televisi Oreo Soft Cake versi Bercerita dengan kakek. Dalam penyebaran kuesioner seluruh siswa yang dijadikan responden pernah melihat iklan televisi Oreo Soft Cake versi Bercerita dengan kakek. Oleh karena itu seluruh kuesioner yang ada langsung dapat dianalisis. 50

4.2.2 Variabel 1 (Tingkat Pengetahuan terhadap Produk Oreo Soft Cake) Untuk menggambarkan arah kecenderungan variable X yaitu Tingkat Pengetahuan terhadap produk Oreo Soft Cake maka dibuatlah analisis data variable berdasarkan hasil yang diperoleh. Maka peneliti menentukan masingmasing atribut pada Tingkat Pengetahuan ini, nilai ukuran yang digunakan sebagai alat mengukur tingkat pengetahuan adalah tinggi dan rendah, dimana : o Tinggi (Tahu) : 1 Point o Rendah (Tidak Tahu) : 0 Point Tabel 4.2.2 Pengetahuan Responden tentang Produk Oreo Soft Cake (N =58) No Tahu Tentang Produk f Presentase 1. Tinggi (Tahu) 58 100% 2. Rendah (Tidak Tahu) 0 0% Berdasarkan data diatas, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan responden terhadap produk Oreo Soft Cake tinggi dengan presentase 100%, semua responden sebanyak 58 orang mengetahui produk Oreo Soft Cake. Dengan demikian dari beberapa tabel, dapat diketahui skor untuk tingkat pengetahuan secara keseluruhan adalah sebagai berikut: o Tinggi, Jika responden memiliki skor 4-10 point dari 10 pertanyaan. o Rendah, Jika responden memiliki skor 0-3 point dari 10 pertanyaan. 51

Tabel 4.2.2.e Pengetahuan Responden tentang Warna Kemasan produk Oreo Soft Cake Pengetahuan warna kemasan f Presentase Biru 58 100% Merah 0 0% Berdasarkan data di atas, dapat digambarkan bahwa tingkat pengetahuan warna kemasan terhadap produk Oreo Soft Cake mencapai 100%. Semua responden atau sebanyak 58 orang mengetahui warna kemasan produk Oreo Soft Cake. Tabel 4.2.2.f Pengetahuan Responden tentang Harga produk Oreo Soft Cake Pengetahuan Harga f Presentase Rp 1000 54 93% Rp 1500 4 7% Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa pengetahuan responden terhadap harga produk Oreo Soft Cake sebesar 54 orang dengan presentase 93%. Sedangkan yang tidak tahu sebanyak 4 orang dengan presentase 7%. 52

Tabel 4.2.2.g Pengetahuan Responden tentang Bentuk produk Oreo Soft Cake Pengetahuan bentuk produk f Presentase Persegi Panjang 51 88% Persegi 7 12% Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa pengetahuan responden terhadap bentuk produk Oreo Soft Cake sebesar 51 orang dengan presentase 88%. Sedangkan yang tidak tahu sebanyak 7 orang dengan presentase 12%. Tabel 4.2.2.h Pengetahuan Responden tentang Slogan produk Oreo Soft Cake Pengetahuan Slogan produk f Presentase Dicelupin atau Enggak suka-suka kamu 56 97% Diputar, Dijilat, dan Dicelupin 2 3% Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa pengetahuan responden terhadap slogan produk Oreo Soft Cake sebesar 56 orang dengan presentase 97%. Sedangkan yang tidak tahu sebanyak 2 orang dengan presentase 3%. Tabel 4.2.2.i Pengetahuan Responden tentang Kategori produk Oreo Soft Cake Pengetahuan Kategori produk f Presentase Bolu 53 91% Biskuit 5 9% Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa pengetahuan responden terhadap kategori produk Oreo Soft Cake sebesar 53 orang dengan presentase 91%. Sedangkan yang tidak tahu sebanyak 5 orang dengan presentase 9%. 53

Tabel 4.2.2.j Pengetahuan Responden tentang Bentuk dari Kemasan produk Oreo Soft Cake Pengetahuan Bentuk Kemasan Produk f Presentase Bungkus 46 79% Kotak 12 21% Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa pengetahuan responden terhadap bentuk kemasan produk Oreo Soft Cake sebesar 46 orang dengan presentase 79%. Sedangkan yang tidak tahu sebanyak 12 orang dengan presentase 21%. Tabel 4.2.2.k Pengetahuan Responden tentang Merek produk Oreo Soft Cake Pengetahuan Merek Produk f Presentase Bolu coklat berselimut coklat 53 91% Bolu pandan berlapis coklat 5 9% Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa pengetahuan responden terhadap merek produk Oreo Soft Cake sebesar 53 orang dengan presentase 91%. Sedangkan yang tidak tahu sebanyak 5 orang dengan presentase 9%. Tabel 4.2.2.l Pengetahuan Responden tentang Informasi produk Oreo Soft Cake Pengetahuan Informasi Produk f Presentase Tahu 38 66% Tidak Tahu 20 34% Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa pengetahuan responden terhadap informasi produk Oreo Soft Cake sebesar 38 orang dengan presentase 66%. Sedangkan yang tidak tahu sebanyak 20 orang dengan presentase 34%. 54

Tabel 4.2.2.m Pengetahuan Responden tentang Aroma dan Rasa produk Oreo Soft Cake Pengetahuan Aroma dan Rasa Produk f Presentase Aroma coklat dan Rasa vanila 50 86% Aroma pandan dan Rasa vanila 8 14% Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa pengetahuan responden terhadap merek produk Oreo Soft Cake sebesar 50 orang dengan presentase 86%. Sedangkan yang tidak tahu sebanyak 8 orang dengan presentase 14%. Tabel 4.2.2.n Pengetahuan Responden tentang Ketebalan Lapisan produk Oreo Soft Cake Pengetahuan Ketebalan Lapisan Produk f Presentase Bolu lapisan atas dan bawah sama tebalnya 43 74% Bolu lapisan atas dan bawah tipis 15 26% Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa pengetahuan responden terhadap merek produk Oreo Soft Cake sebesar 43 orang dengan presentase 74%. Sedangkan yang tidak tahu sebanyak 15 orang dengan presentase 26%. 55

4.2.3 Variabel 2 (Tingkat Kesukaan terhadap Produk Oreo Soft Cake) Liking adalah sikap dimana konsumen memiliki pembentukan pengetahuan dan proses belajar yang konsisten, sangat menentukan apakah konsumen menyukai atau tidak menyukai suatu produk sebelum konsumen memutuskan untuk membeli atau mengkonsumsinya. Tabel 4.2.3. Kesukaan Responden tentang Produk Oreo Soft Cake (N =58) No Kesukaan Tentang Produk f Presentase 1. Suka 58 100% 2. Tidak Suka 0 0% Berdasarkan data diatas, dapat disimpulkan bahwa tingkat Kesukaan responden terhadap produk Oreo Soft Cake tinggi dengan presentase 100%, semua responden sebanyak 58 orang mengetahui produk Oreo Soft Cake. Dengan demikian dari beberapa tabel, dapat diketahui skor untuk tingkat pengetahuan secara keseluruhan adalah sebagai berikut: o Suka, Jika responden memiliki skor 4-10 point dari 10 pertanyaan. o Tidak Suka, Jika responden memiliki skor 0-3 point dari 10 pertanyaan. 56

Tabel 4.2.3.o Kesukaan terhadap membandingkan harga produk Oreo Soft Cake Kesukaan Membandingkan Produk f Presentase Ya 21 36% Tidak 37 64% Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa kesukaan responden terhadap membandingkan produk Oreo Soft Cake sebesar 37 orang dengan presentase 64%. Sedangkan yang tidak suka sebanyak 21 orang dengan presentase 36%. Tabel 4.2.3.p Kesukaan terhadap keinginan mencoba, bila diberi gratis produk Oreo Soft Cake Kesukaan bila diberi gratis Produk f Presentase Ya 58 100% Tidak 0 0% Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa kesukaan responden terhadap keinginan mencoba, bila diberi gratis produk Oreo Soft Cake sangat tinggi sebesar 58 orang dengan presentase 100%. 57

Tabel 4.2.3.q Kesukaan terhadap membandingkan Aroma dan Rasa produk Oreo Soft Cake Kesukaan Membandingkan f Presentase Aroma dan Rasa Produk Ya 40 69% Tidak 18 31% Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa kesukaan responden terhadap membandingkan aroma dan rasa produk Oreo Soft Cake sebesar 40 orang dengan presentase 69%. Sedangkan yang tidak suka membandingkan aroma dan rasa sebanyak 18 orang dengan presentase 31%. Tabel 4.2.3.r Kesukaan terhadap Mengevaluasi karakteristik produk Oreo Soft Cake Kesukaan Mengevaluasi karakteristik f Presentase Produk Ya 15 26% Tidak 43 74% Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa kesukaan responden terhadap mengevaluasi karakteristik produk Oreo Soft Cake sebesar 15 orang dengan presentase 26%. Sedangkan yang tidak suka sebanyak 43 orang dengan presentase 74%. 58

Tabel 4.2.3.s Kesukaan terhadap mendapat masukan atau referensi produk Oreo Soft Cake Kesukaan Mendapat Masukan atau f Presentase Referensi Produk Ya 54 93% Tidak 4 7% Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa kesukaan responden terhadap mendapat masukan atau referensi produk Oreo Soft Cake sebesar 54 orang dengan presentase 93%. Sedangkan yang tidak suka sebanyak 4 orang dengan presentase 7%. Tabel 4.2.3.t Kesukaan berusaha mencoba terhadap produk Oreo Soft Cake Kesukaan Berusaha Mencoba Produk f Presentase Ya 35 60% Tidak 23 40% Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa kesukaan responden berusaha mencoba terhadap produk Oreo Soft Cake sebesar 35 orang dengan presentase 60%. Sedangkan yang tidak suka sebanyak 23 orang dengan presentase 40%. 59

Tabel 4.2.3.u Kesukaan dalam melakukan pencarian informasi terhadap produk Oreo Soft Cake Kesukaan dalam Pencarian Informasi f Presentase Produk Ya 26 45% Tidak 32 55% Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa kesukaan responden dalam melakukan pencarian informasi terhadap produk Oreo Soft Cake sebesar 26 orang dengan presentase 45%. Sedangkan yang tidak suka sebanyak 32 orang dengan presentase 55%. Tabel 4.2.3.v Kesukaan dengan sengaja membeli produk Oreo Soft Cake Kesukaan dengan Sengaja Membeli Produk f Presentase Ya 55 95% Tidak 3 5% Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa kesukaan responden dengan sengaja membeli terhadap produk Oreo Soft Cake sebesar 55 orang dengan presentase 95%. Sedangkan yang tidak suka sebanyak 5 orang dengan presentase 3%. 60

Tabel 4.2.3.w Kesukaan untuk berusaha mencoba terhadap produk Oreo Soft Cake Kesukaan utnuk Berusaha Mencoba f Presentase Produk Ya 50 86% Tidak 8 14% Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa kesukaan responden untuk berusaha mencoba terhadap produk Oreo Soft Cake sebesar 50 orang dengan presentase 86%. Sedangkan yang tidak suka sebanyak 8 orang dengan presentase 14%. Tabel 4.2.3.x Kesukaan untuk lebih sering membeli terhadap produk Oreo Soft Cake Kesukaan untuk lebih sering membeli f Presentase Produk Ya 47 81% Tidak 11 19% Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa kesukaan responden untuk lebih sering membeli terhadap produk Oreo Soft Cake sebesar 47 orang dengan presentase 81%. Sedangkan yang tidak suka sebanyak 11 orang dengan presentase 19%. 61

4.3 Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian langsung dari lapangan, dengan penyebaran kuesioner, dan telah dibuktikan dengan perhitungan dalam tabeltabel. Maka penulis mendapatkan jawaban seperti apa yang diharapkan dalam tujuan penelitian ini. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa pada klasifikasi responden menurut jenis kelamin, jumlahnya relative seimbang antara laki-laki dan perempuan yaitu sebanyak 35 orang siswa atau 60% dan 23 orang siswi atau 40%. Jika berdasarkan usia, 12 Tahun adalah usia mayoritas responden dengan jumlah 30 orang atau 52%, selebihnya 11 Tahun sebanyak 24 orang atau 41% dan terakhir usia 10 Tahun sebanyak 4 orang atau 7%. Utnuk klasifikasi apakah responden pernah melihat iklan Oreo Soft Cake versi bercerita dengan kakek semua responden atau 58 orang dengan presentase 100% menjawab Ya. Tingkat pengetahuan dari 58 responden yang meliputi iklan TV Oreo Soft Cake versi Bercerita dengan Kakek, mendapatkan presentase baik semua responden mengetahui produk Oreo Soft Cake dengan presentase 100%. Tingkat kesukaan dari 58 responden yang meliputi iklan TV Oreo Soft Cake versi Bercerita dengan Kakek, mendapatkan presentase tinggi semua responden menyukai produk Oreo Soft Cake dengan presentase 100%. Dari hasil penelitian dilapangan mengenai pengaruh tingkat pengetahuan Terhadap kesukaan Iklan Oreo Soft Cake Versi Bercerita dengan kakek (Study Terhadap siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah 27 Jakarta) mampu memberikan pengaruh positif. Secara keseluruhan responden mempunyai daya ingat dan pengetahuan yang tinggi serta kesukaan khalayak sampai memilih iklan Oreo Soft Cake versi Bercerita dengan kakek sangat 62

tinggi, memiliki pengetahuan, kesukaan dan keinginan untuk membeli produk tersebut, jadi pengaruh audiens siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah 27 Jakarta terhadap iklan Oreo Soft Cake versi Bercerita dengan kakek mendapat respon yang positif. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan baahwa pengaruh tingkat pengetahuan dengan kesukaan memiliki hubungan yang sangat signifikan, artinya jika siswa SD Muhammadiyah 27 Jakarta memiliki pengetahuan tinggi terhadap kesukaan mereka pada Oreo Soft Cake, sehingga mereka akan tertarik dan mencari informasi terhadap produk tersebut, salah satunya informasi yang disampaikan lewat iklan. Kesimpulannya setelah mengukur hasil penelitian tentang tingkat pengetahuan dimana memperoleh hasil sebesar 100% yang mengetahui iklan Oreo Soft cake versi bercerita dengan kakek, dan tingkat kesukaan diperoleh hasil 100% pula, sehingga setelah dihubungkan antara kedua variabel x dan y yaitu tingkat pengetahuan dan tingkat kesukaan hasilnya menyatakan bahwa tingkat pengetahuan memiliki hubungan yang sangat signifikan. Hal ini akhirnya dapat menjawab rumus permasalahan penelitian yang penulis kemukakan sebelumnya. 63