RAGAM KESALAHAN BERPIKIR (FALLACY) D4 ANIMASI

dokumen-dokumen yang mirip
Dasar Logika Matematika

PERTEMUAN XII KEKELIRUAN BERPIKIR

KERANCUAN ATAU FALLACY

Catt: kedua kalimat pertama dapat dibuktikan kebenarannya. Kedua kalimat terakhir dapat ditolak karena fakta yang menentang kebenarannya.

DASAR-DASAR LOGIKA. Katakan Maksud Anda (1) Sujanti, M.Ikom. Modul ke: Fakultas ILMU KOMUNIKASI. Program Studi Hubungan Masyarakat

By Desayu Eka Surya, S.Sos.,M.Si

PENALARAN. Nurul Bahiyah, M.Kom.

Pendahuluan. Bab I Logika Manusia

K U L I A H L O G I K A Program Studi PAK

Nantia Rena Dewi Munggaran

MAKALAH FILSAFAT ILMU Silogisme dan Proposisi Kategoris. Disusun oleh : Nama : NPM :

A. LOGIKA DALAM FILSAFAT ILMU

BAB I PENDAHULUAN. A. Pengertian Logika. B. Tujuan Penulisan

Trainers Club Indonesia Surabaya Learning Forum episode 28. Rabu 29 Juli 2009 WILLEM ISKANDAR

BAB II KAJIAN PUSTAKA

SEMUA ORANG BERDOSA. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.

LOGIKA. /Nurain Suryadinata, M.Pd

Dasar-dasar Logika. Definisi & Keputusan

BELAJAR DAYA TAHAN SEJAK FORMASI AWAL Rohani, Maret 2013, hal Paul Suparno, S.J.

SILOGISME DAN ENTIMEN

Adakah ada yang Akan Mendoakan Kita?

a. Pengertian 5. N+FP 6. Ar+N b. Struktur Frasa Nomina 7. yang+n/v/a/nu/fp 1. N+N 2. N+V 8. Nu+N 3. N+A 4. N+Nu

PENGANTAR LOGIKA INFORMATIKA

OTORITAS ORANG PERCAYA

29. Beberapa seniman berambut panjang. Orang itu berambut panjang jadi tentu ia seniman.

APOCRYPHA SUSANNA KING JAMES BIBLE Susanna

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Babel sudah Rubuh: Keluarlah dari Padanya, hai umat-ku!

II. KAJIAN PUSTAKA. untuk menggunakan unsur-unsur bahasa untuk menyampaikan maksud atau pesan

CINTA TELAH PERGI. 1 Penyempurna

Merupakan salah satu bentuk konstruksi sintaksis yang tertinggi. Secara tradisional: suatu rangkaian kata yang mengandung pengertian dan pikiran yang

Pengetahuan Baik & Jahat. "Bilamana mereka menolak Allah dalam pengetahuan-nya, Hati yang tegar itu digelapkan."

Modul Matematika X Semester 2 Logika Matematika

BERPIKIR (PENALARAN) DEDUKTIF

Resume Materi Perkuliahan Dasar-Dasar MIPA

Pelajaran 12 HIDUP DI SINI DAN SEKARANG. Dasar yang Kokoh - Pilihan kedua. 23 Maret 2013

PENALARAN PADA PARADOKS KEBOHONGAN

PENGANCAMAN/AFDREIGINGAFDREIGING. Fachrizal Afandi

Pertanyaan Alkitab (24-26)

Kalender Doa Agustus 2015 Berdoa Bagi Wanita Korban Kekerasan Rumah Tangga

Seri Kitab Wahyu Pasal 14, Pembahasan #19 oleh Chris McCann

Pelajaran untuk Murid STUDENT LESSON HIDUP DI SINI DAN SEKARANG Dasar yang Kokoh Pilihan kedua 21 Maret 2015

merasa perlu untuk menawar kembali

commit to user BAB I PENDAHULUAN

Penggunaan bahasa. Tujuan pembelajaran:

Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan. Ratu Ester yang Cantik

Ilmu Penalaran atau Logika

REASONING AND DECISION MAKING


Alkitab untuk Anak-anak. memperkenalkan. Daud si Anak Gembala

Suatu pernyataan akan memiliki bentuk susunan minimal terdiri dari subjek diikuti predikat, baru kemudian dapat diikuti objeknya.

1. Bagaimana Mordekhai dan orang-orang Yahudi menerima berita itu?

FEBRUARI Berdoa untuk Mengakhiri Pernikahan Anak-anak

Asal Mula Candi Prambanan

Yesus yang terkasih, selamatkanlah kami dari tipuan nabi palsu itu. Yesus yang terkasih, lindungilah kami dengan DarahMu Yang Berharga.

LOGIKA. Ratna Wardani Pendidikan Teknik Informatika. 2 September 2007 Pertemuan-1-2 1

Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan. Ratu Ester yang Cantik

Alat Sintaksis. Kata Tugas (Partikel) Intonasi. Peran. Alat SINTAKSIS. Bahasan dalam Sintaksis. Morfologi. Sintaksis URUTAN KATA 03/01/2015

BAB II KAJIAN PUSTAKA. pernyataan yang telah dibuktikan kebenarannya (Tim PPG matematika:2006).

Metodologi Penelitian Kuantitatif

Persiapan untuk Wawancara Disiplin Mulailah untuk mempersiapkan diri dengan memperbarui bagaimana Anda tahu karyawan tersebut telah melakukan suatu

Ilmu pengetahuan. himpunan pengetahuan yang diperoleh secara terorganisisr melalui prosedur dan metode tertentu yang kemudian disistema-tisasi

Apa Yang Sedang Terjadi Di Dunia Lain?

Ratu Ester yang Cantik

Written by Faztrack, Sedekah Community Wednesday, 01 February :25 - Last Updated Monday, 26 March :08

A. Mati Lampu. Format Masukan. Format Keluaran. Contoh Masukan. Contoh Keluaran

Argumen 1. Contoh 1. Saya akan pergi bekerja hari ini atau besok. Saya tidak keluar rumah hari ini. Jadi, saya akan pergi bekerja besok.

LITURGI SABDA. Bacaan pertama. Karena dengki setan, maka maut masuk ke dunia. Bacaan diambil dari Kitab Kebijaksanaan

PERUMPAMAAN-PERUMPAMAAN YESUS KRISTUS

PENALARAN HUKUM: Antara Nalar Deduktif dan Nalar Induktif

FILSAFAT RASA HIDUP. Hal. 1/5. Filsafat Rasa Hidup

Logika Matematika BAGUS PRIAMBODO. Silogisme Silogisme Hipotesis Penambahan Disjungsi Penyederhanaan Konjungsi. Modul ke: Fakultas FASILKOM

Dasar Logika Matematika

MENGAMPUNI ORANG LAIN

Kesalehan Ayub (Ayub 1-2) Ev. Bakti Anugrah, M.A.

: SRI ESTI TRISNO SAMI

BAB I PENDAHULUAN. Iklan memegang peranan penting dalam dunia promosi, karena iklan

LOGIKA MATEMATIKA (Pendalaman Materi SMA)

Kejahatan Terhadap Harta Kekayaan. Surastini Fitriasih

MAKALAH FILSAFAT ILMU. Penalaran Induktif dan Penalaran Deduktif. Patricia M D Mantiri Pend. Teknik Informatika. Tema: Disusun oleh:

Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan. Daud si Anak Gembala

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

Misteri Allah. Amsal 25:2-3. Orang bodoh seperti orang berhikmat. Amsal 26: Musuh seperti teman. Amsal 26:18-25.

1 Yohanes. 1 1 Kami memberitakan kepadamu tentang. 2 1 Anak-anakku, aku menuliskan ini. Yesus Pembela Kita

KETIKA YESUS DICOBAI

Pdt. Gerry CJ Takaria

Binatang dari dalam Bumi: Amerika Serikat dalam Nubuatan

Revelation 11, Study No. 41 in Indonesian Language. Seri kitab Wahyu, Pembahasan No. 41, oleh Chris McCann

2 Petrus. 1 1 Dari Simon Petrus, hamba dan

Menghormati Orang Lain

Mengatasi Prasangka dan Selalu Memikirkan Diri Sendiri (bagian pertama)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Bab XXV : Perbuatan Curang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. rumah responden beralaskan tanah. Hasil wawancara awal, 364

1 Timotius. 1 1 Dari Paulus, rasul* Kristus Yesus.

Seri Kitab Wahyu Pasal 14, Pembahasan #20 oleh Chris McCann

Dongeng Motivasi Emas dan Ular


Transkripsi:

RAGAM KESALAHAN BERPIKIR (FALLACY) D4 ANIMASI

Falasi berasal dari fallacia atau falaccy dalam bahasa Yunani dan Latin yang berarti sesat pikir. Fallacy dalam bahasa Inggris berarti gagasan atau keyakinan yang salah (palsu), dalam arti teknis bisa disebut Kerancuan berfikir atau Berfikir rancu yang semuanya menunjuk pada jalan pikiran yang tidak tepat atau keliru. Falasi sangat efektif untuk melakukan sejumlah aksi amoral, seperti mengubah opini publik, memutar balik fakta, pembodohan publik, provokasi sektarian, pembunuhan karakter, memecah belah, menghindari jerat hukum, dan meraih kekuasaan dengan janji palsu.

A. Kesalahan berpikir Formal jenis kekeliruan berfikir yang disebabkan oleh kesalahan dalam menerapkan aturan silogisme secara formal. SILOGISME Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari tiga term yaitu dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Contoh: Semua buruh adalah pekerja (premis mayor) Tukang batu adalah buruh (premis minor) Tukang batu adalah pekerja (konklusi)

1. Fallacy of four terms (kekeliruan karena menggunakan empat term) Kekeliruan berpikir karena menggunakan empat term dalam silogisme. Ini terjadi karena term penengah diartikan ganda. Orang yang berpenyakit menular harus diasingkan. Orang yang berpenyakit panu dapat menularkan penyakitnya, jadi orang yang panuan harus diasingkan. Semua tindakan pembunuhan yang terencana adalah melanggar hukum Memotong hewan kurban adalah tindakan pembunuhan berencana Jadi, memotong hewan kurban adalah tindakan melanggar hukum

2. Fallacy of undistributed middle (kekeliruan karena kedua term penengah tidak mencakup) Kekeliruan berpikir karena tidak satu pun dari kedua term penengah mencakup Orang yang terlalu banyak masalah kurus. Dia kurus sekali, karena itu tentulah ia banyak masalah. Para perokok aktif akan mengalami penyakit paru-paru Fachri mengalami penyakit paru-paru Jadi, Fachri adalah perokok aktif

3. Fallacy of illcit process (kekeliruan karena proses tidak benar) Kekeliruan berpikir karena term premis tidak mencakup (undistributed) tetapi dalam konklusi mencakup Gajah adalah binatang. Ular bukanlah gajah, karena itu ular bukanlah binatang. Hewan adalah makhluk Tuhan Manusia bukan hewan Jadi, Manusia bukan makhluk Tuhan

4. Fallacy of two negative premises (kekeliruan karena menyimpulkan dari dua premis negative) Kekeliruan berpikir karena mengambil kesimpulan dari dua premis negative. Apabila terjadi demikian sebenarnya tidak bisa di tarik konklusi. Tidak satupun buku filsafat mudah dipahami Semua buku karya Chairil Anwar tidak mudah dipahami Jadi, semua buku karya Chairil Anwar adalah buku filsafat Orang yang suka berjemur kulitnya hitam. Gadis itu berkulit hitam, karena itu tentulah ia suka berjemur.

5. Fallacy of affirming the consequent (kekeliruan karena mengakui akibat). Kekeliruan berpikir dalam silogisme hipotetika karena membenarkan akibat kemudian membenarkan pula sebabnya. Jika terjadi demonstrasi massa, maka jalan-jalan utama menjadi macet Sekarang jalan-jalan utama macet Berarti, sedang terjadi demonstrasi massa. Bila pecah perang harga barang-barang naik Sekarang harga barang naik Jadi, perang telah pecah.

6. Fallacy of denying antecedent (kekeliruan karena menolak sebab). Kekeliruan berpikir dalam silogisme hipotetika karena mengingkari sebab kemudian disimpulkan bahwa akibat juga tidak terlaksana jika presiden datang maka semua orang akan mengerumuni, sekarang presiden tidak datang, jadi orang-orang tidak mengerumuni. Bila permintaan bertambah harga naik Nah, sekarang permintaan tidak bertambah Jadi, harga tidak naik

7. Fallacy of Disjunction (kekeliruan dalam bentuk disyungtif). Kekeliruan berpikir terjadi dalam silogisme disyungtif karena mengingkari alternative pertama, kemudian membenarkan alternative lain. Padahal menurut patokan, pengingkaran alternative pertama, bisa juga tidak terlaksananya alternative yang lain. Ani pergi ke Jepara atau ke Kudus. Ternyata Ani tidak ada di Jepara. Berarti Ani di Kudus. (padahal bisa saja Ani tidak di Jepara maupun di Kudus. Ilham berangkat ke Kantor atau sedang tidur Ternyata Ilham tidak berangkat ke Kantor berarti Ilham sedang tidur (mungkin saja Ilham sedang mandi atau sedang melakukan aktifitas lainnya)

8. Fallacy of Incosistency (kekeliruan karena tidak konsisten). Kekeliruan berpikir karena tidak runtutnya pernyataan yang satu dengan pernyataan yang diakui sebelumnya. Tugas makalah saya sudah sempurna, hanya saja saya harus melengkapi sedikit kekurangannya Anggaran dasar organisasi kita sudah sempurna Kita perlu melengkapi beberaapa pasal agar komplit

B. Kesalahan berpikir informal Pada kerancuan informal tidak terjadi pelanggaran terhadap aturanaturan formal dalam berargumen, sekurang-kurangnya tidak terjadi pelanggaran secara langsung terhadap aturan aturan formal. Meskipun demikian, kesimpulan yang diajukan atau ditarik sesungguhnya tidak mendapat dukungan premis-premis yang diajukan dalam argument yang bersangkutan

1. Fallacy of Hasty Generalization (kekeliruan karena membuat generalisasi yang terburu-buru) mengambil kesimpulan umum dari kasus individual yang terlampau sedikit, sehingga kesimpulan yang ditarik melampaui batas lingkungannya. Dia seorang yang cantik, mengapa sombong?. Kalau begitu orang cantik memang sombong. Dia orang Islam, mengapa membunuh. Kalau begitu, orang Islam memang jahat.

2. Fallacy of Forced Hypothesis (kekeliruan karena memaksakan praduga) kekeliruan berpikir karena menetapkan kebenaran suatu dugaan. Seorang pegawai datang ke kantor dengan luka gorean di pipinya; Seorang menyatakan bahwa isterinyalah yang melukainya dalam suatu percekcokan karena diketahuinya selama ini orang itu kurang harmonis hubungannya dengan isterinya; Padahal sebenarnya karena goresan besi pagar

3. Fallacy of Begging the Question (kekeliruan karena mengundang permasalahan) kekeliruan berpikir karena mengambil konklusi dari premis yang sebenarnya harus dibuktikan dahulu kebenarannya. Pengacara X memang luar biasa hebatnya (disini orang hendak membuktikan bahwa pengacara X memang hebat dengan banyaknya Clien, tanpa bukti kualitasnya diuji terlebih dahulu )

4. Fallacy of Circular Argument (kekeliruan karena menggunakan argument yang berputar). kekeliruan berpikir karena menarik konklusi dari satu premis kemudian konklusi tersebut dijadikan sebagai premis sedangkan premis semula dijadikan konklusi pada argument berikutnya. Prestasi kampus X semakin menurun karena banyaknya mahasiswa yang malas. Mengapa banyak mahasiswa yang malas? karena prestasi kampus menurun. Kemiskinan di negeri ini disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan rakyat. Mengapa tingkat pendidikan rakyat di negeri ini rendah? Karena rakyat di negeri ini dalam keadaan miskin.

5. Fallacy of Argumentative leap (kekeliruan karena berganti dasar) kekeliruan berpikir karena mengambil kesimpulan yang tidak diturnkan dari premisnya. Jadi mengambil kesimpulan melompat dari dasar semula. Pantas ia memiliki harta yang melimpah, sebab ia cantik dan berpendidikan tinggi. Ia kelak menjadi guru besar yang cerdas Sebab orang tuanya kaya Dalam kampanyenya Hillary Clinton mengatakan bahwa dia berkualifikasi menjadi presiden karena suaminya mantan presiden

6. Fallacy of Appealing to Authority(kekeliruan karena mendasarkan pada otoritas). kekeliruan berpikir karena mendasarkan diri pada kewibawaan atau kehormatan seseorang tetapi dipergunakan untuk permasalahan di luar otoritas ahli tersebut. Shampo merk X sangat baik mengatasi kerontokan, sebab Agnes Monica mengatakan demikian. (Agnes Monica adalah seorang penyanyi, ia tidak mempunyai otoritas untuk menilai baik tidaknya shampoo sebab ia adalah penyanyi bukan pakar kesehatan rambut).

7. Fallacy of Appealing to force (kekeliruan karena mendasarkan diri pada kekuasaan). kekeliruan berpikir karena berargumen dengan kekuasaan yang dimiliki, seperti menolak pendapat/argument seseorang dengan menyatakan seperti ini Kau masih juga membantah pendapatku. Kau baru satu tahun duduk di bangku perguruan tinggi, aku sudah lima tahun.

8. Fallacy of Abusing (kekeliruan karena menyerang pribadi). kekeliruan berpikir karena menolak argument yang dikemukakan seseorang dengan menyerang pribadinya. Apa yang dikatakan orang itu pastilah tidak benar karena dulu ia seorang narapidana. Kita tidak perlu mendengarkan pendapatnya karena dia adalah seorang pembunuh.

9. Fallacy of Ignorance (kekeliruan karena kurang tahu). kekeliruan berpikir karena menganggap bila lawan bicara tidak bisa membuktikan kesalahan argumentasinya, dengan sendirinya argumentasi yang dikemukakannya benar kalau kau tidak bisa membuktikan kalau setan itu tidak ada, maka jelaslah pendapatku benar bahwa setan itu tidak ada Jika anda tidak bisa membantah apa yang telah aku kemukakan, berarti terbukti bahwa pendapatku benar.

10. Fallacy of Complex question (kekeliruan karena pertanyaan yang ruwet). kekeliruan berpikir karena mengajukan pertanyaan yang bersifat menjebak. apakah engkau sudah menghentikan kebiasaan memukuli istrimu? (pertanyaan ini menjebak karena jika dijawab Ya maka berarti si suami pernah memukuli istrinya. Jika dijawab Tidak maka berarti si suami terus memukuli istrinya. Padahal barangkali si suami tidak pernah memukuli istrinya).

11. Fallacy of oversimplification (kekeliruan karena alasan terlalu sederhana). kekeliruan berpikir karena berargumen dengan alasan yang tidak kuat atau tidak cukup bukti. Dia adalah siswa terpandai di kelasnya, karena dia mempunyai banyak teman. Kendaraan buatan Honda adalah yang terbaik, karena paling banyak peminatnya. Keamanan dunia sangat tergantung kepada Amerika, karena Amerika adalah Negara adikuasa

12. Fallacy of Accident (kekeliruan karena menetapkan sifat). kekeliruan berpikir karena menetapkan sifat bukan keharusan yang ada pada suatu benda bahwa sifat itu tetap ada selamanya. Pada hari raya Imlek tahun lalu, hujan turun dengan deras. Besok adalah hari raya Imlek, jadi besok hujan pasti akan turun dengan deras. Buah Apel yang sekarang ada di atas meja, aku beli tiga hari lalu. Aku membelinya karena kelihatan segar dan menggoda selera. Jadi, buah apel yang sekarang ada di atas meja kelihatan segar dan menggoda selera.

13. Fallacy of irrelevant argument (kekeliruan karena argument yang tidak relevan). kekeliruan berpikir karena mengajukan argument yang tidak ada hubungannya dengan masalah yang jadi pokok pembicaraan Kau tidak mau mengenakan baju yang aku belikan. Apakah engkau mau telanjang ke perjamuan itu? Pisau silet itu berbahaya daripada peluru Karena tangan sering teriris oleh pisau silet dan tidak pernah oleh peluru. Berdasarkan hasil penelitian oleh para ahli, narkoba jenis heroin jauh lebih mematikan daripada narkoba jenis shabu-shabu, berarti anda pasti akan lebih dulu mati daripada dia, karena anda mengkonsumsi heroin sedangkan dia hanya mengkonsumsi shabu-shabu.

14. Fallacy of false analogy (kekeliruan karena salah mengambil analogi) kekeliruan berpikir karena menganalogikan dua permasalahan yang kelihatannya mirip, tetapi sebenarnya berbeda secara mendasar. Manusia butuh makanan agar tetap hidup, itu berarti sepeda motor juga perlu makanan untuk dapat hidup

15. Fallacy of Appealing to Pity (Kekeliruan karena mengundang belas kasih ). kekeliruan berpikir karena menggunakan uraian yang sengaja menarik belas kasihan untuk mendapatkan konklusi yang di harapkan. dalam kasus seorang anak muda yang diadili karena membunuh ibu ayahnya sendiri dengan kapak, memohon kepada hakim untuk memberikan keringanan hukuman dengan alasan bahwa ia adalah seorang yatim piatu.

C. Kesalahan Karena Penggunaan Bahasa Kesesatan ini terjadi karena kurang tepatnya kata-kata, frase-frase, atau kalimat-kalimat yang dipakai untuk mengekspresikan pikiran

1. Ekuivokasi Kerancuan ekuivokasi akan terjadi, jika perkataan yang sama digunakan dalam arti yang berbeda di dalam konteks yang sama. Semua bintang adalah benda astronomis. Jhonny Deep adalah seorang bintang. Jadi, Jhonny Deep adalah suatu benda astronomis. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Kakek buyut saya dulu adalah seorang pejuang dan pahlawan yang tidak pernah mendapatkan tanda jasa. kalau begitu, kakek buyut saya itu adalah seorang Guru.

2. Amphiboly Kesesatan ini terjadi bukan karena penggunaan suatu kata yang ambigu, tetapi karena penggunaan suatu frase atau suatu kalimat lengkap yang ambigu. Terbungkus dalam sebuah Koran gadis cantik itu membawa tiga potong pakaiannya yang baru.. Seorang anak muda datang kepada seorang peramal apakah judi yang pertama kali ia ikuti nanti malam akan menang atau kalah, ia mendapat jawaban; anda akan mendapat pengalaman yang bagus. Atas jawaban ini ia sangat puas dan menyimpulkan ia akan menang dalam perjudian. Ternyata ia kalah. Waktu ia kembali ke tempat tukang ramal dan menanyakan mengapa ramalannya melesat, tukang ramal itu menjawab; saya benar, sebab dengan kekalahan ini anda mendapat pengalaman yang bagus, bahwa judi itu membawa penderitaan.

3. Aksentuasi Kesesatan ini terjadi karena suatu aksen yang salah atau karena suatu tekanan yang salah dalam pembicaraan. Suatu tekanan suara yang salah diletakkan pada suatu kata yang diucapkan sehingga menyesatkan, membingungkan, atau menghasilkan suatu interpretasi yang salah Ibu, ayah pergi (yang hendak dimaksud adalah ibu dan ayah si pembicara sedang pergi. Tetapi karena ada penekanan pada kata ibu, maknanya menjadi pemberitahuan pada ibu bahwa ayah baru saja pergi). Apakah anda yakin bahwa tidak ada kemungkinan lain untuk menyelamatkan kota ini dari bahaya banjir?, Dijawab: "Tidak, mungkin ada yang bisa kita perbuat untuk mencegahnya". Orang yang ditanya sebenarnya ingin mengatakan bahwa tidak mungkin ada yang bisa dilakukan untuk mencegah banjir, tetapi karena orang yang mengatakannya menggunakan penekanan pada kata Tidak, maka maknanya akan bernilai lain yakni bermaknya sanggahan terhadap pertanyaan yang diajukan, sehingga kalimat tersebut akan dipahami mungkin ada yang bisa dilakukan untuk mencegah banjir.

4. Komposisi Kesesatan ini terjadi karena penyebutan secara kolektif apa yang seharusnya disebut secara individual. Kata Pengantar pada buku itu sangat bermuatan politis, pasti seluruh isi buku itu juga sangat bermuatan politis. Tiap-tiap bagian dari sebuah mobil adalah ringan, karena itu mobil adalah benda ringan.

5. Divisi Kesesatan ini terjadi ketika kita menyebut secara individual apa yang seharusnya disebut secara kolektif. Sebuah mobil adalah berat, karena itu tiap-tiap bagian dari mobil adalah berat. Kompleks ini dibangun di atas tanah yang luas, tentunya kamar-kamar tidurnya juga luas. Sumber daya alam yang ada di Negara ini sangat kaya, maka rakyatnya juga pasti kaya raya.

THANKS Any Question?