Algoritma Viterbi dalam Metode Hidden Markov Models pada Teknologi Speech Recognition

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III. Hidden Markov Models (HMM) Namun pada beberapa situasi tertentu yang ditemukan di kehidupan nyata,

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai peristiwa-peristiwa yang terjadi

Prediksi Indeks Saham Syariah Indonesia Menggunakan Model Hidden Markov

Implementasi Algoritma Knuth Morris Pratt pada Alat Penerjemah Suara

BAB III HIDDEN MARKOV MODELS. Rantai Markov bermanfaat untuk menghitung probabilitas urutan keadaan

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat,

Prediksi Indeks Saham Syariah Indonesia Menggunakan Model Hidden Markov

IMPLEMENTASI HIDDEN MARKOV MODEL PADA PERAMALAN DATA SAHAM

Penerapan Algoritma Greedy pada Optimasi Pengaturan Lampu Lalu Lintas Sederhana

Penggunaan Algoritma Backtracking Untuk Menentukan Keisomorfikan Graf

PENERAPAN ALGORITMA BACKTRACKING PADA PERMAINAN WORD SEARCH PUZZLE

Hidden Markov Model II

Hidden Markov Model II. Toto Haryanto

APLIKASI PENGENALAN UCAPAN SEBAGAI PENGATUR KECEPATAN PUTARAN KIPAS ANGIN

PREDIKSI PERGERAKAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLAR AMERIKA SERIKAT MENGGUNAKAN HIDDEN MARKOV MODEL (HMM)

APLIKASI PENGENALAN UCAPAN SEBAGAI PENGATUR MOBIL DENGAN PENGENDALI JARAK JAUH

MANAJEMEN PENGECEKAN INVENTARIS PERUSAHAAN BERBASIS PROGRAM DINAMIS

Aplikasi Pemodelan Bahasa Secara Statistik dalam Bisnis Periklanan di Internet

Perencanaan Kebijakan Penggantian Alat Masak Paling Optimal pada Usaha Restoran dengan Menggunakan Program Dinamis

BAB 1 PENDAHULUAN. mengenali penggunanya lebih tepat. Beberapa aplikasi biometrik antara lain retinal

Implementasi Pencocokan String Tidak Eksak dengan Algoritma Program Dinamis

Perbandingan Kompresi Data Menggunakan Algoritma Huffman dan Algoritma DMC

BAB 2 LANDASAN TEORI

Eksplorasi Algoritma Brute Force, Greedy, dan Dynamic Programming untuk Persoalan Integer Knapsack

1, 2, 3

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

APLIKASI PEMROGRAMAN DINAMIS UNTUK MEMAKSIMALKAN PELUANG MEMENANGKAN PERMAINAN PIG

LIP-SYNC KARAKTER ANIMASI MENGGUNAKAN HIDDEN MARKOV MODEL

BAB III METODE PENELITIAN

Penerapan Hidden Markov Model Pada Harga Saham

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Algoritma MAC Berbasis Jaringan Syaraf Tiruan

Hidden Markov Model (HMM) dan Pengenalan Pola

Hidden Markov Model (HMM) dan Pengenalan Pola. Toto Haryanto

Penerapan Algoritma Backtracking pada Pewarnaan Graf

Pengantar Proses Stokastik

PENENTUAN PROBABILITAS ABSORPSI DAN EKSPEKTASI DURASI PADA MASALAH KEBANGKRUTAN PENJUDI

Teori Dasar Hidden Markov Model

TUGAS AKHIR. Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Menyelesaikan Program Strata I Pada Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Andalas

Penerapan Algoritma Greedy untuk Permainan Flood It

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Program Dinamis (Dynamic Programming)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Pr { +h =1 = } lim. Suatu fungsi dikatakan h apabila lim =0. Dapat dilihat bahwa besarnya. probabilitas independen dari.

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia

ALGORITMA MENCARI LINTASAN TERPENDEK

MULTIPLE SEQUENCE ALIGNMENT MENGGUNAKAN HIDDEN MARKOV MODEL

SOLUSI PERMAINAN CHEMICALS DENGAN ALGORITMA RUNUT BALIK

Penggabungan Algoritma Brute Force dan Backtracking dalam Travelling Thief Problem

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. yang akan menjalankan perintah-perintah yang dikenali. Sistem ini dibuat untuk

BAB II KAJIAN PUSTAKA. gesture) menjadi kata pada bahasa isyarat ada tiga hardware yang digunakan

Aplikasi Inferensi Bayes pada Data Mining terutama Pattern Recognition

BAB 2 LANDASAN TEORI

Penentuan Lintasan Terbaik Dengan Algoritma Dynamic Programming Pada Fitur Get Driving Directions Google Maps

SISTEM PENGENALAN CHORD PADA FILE MUSIK DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN PITCH CLASS PROFILES DAN HIDDEN MARKOV MODEL. Ivanna K. Timotius, Adhi Prayogo

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan awal tahun 2000 pada saat telepon selular dianggap menjadi barang yang mahal.

Penerapan Model Markov Tersembunyi untuk Mengetahui Persentase Kecocokan dari Deoxyribonucleic Acid pada Pohon Filogenetik Ursidae (Beruang)

APLIKASI PENGENALAN SUARA MENGGUNAKAN MICROSOFT SAPI SEBAGAI PENGENDALI PERALATAN ELEKTRONIK

Pembahasan Pencarian Lintasan Terpendek Menggunakan Algoritma Dijkstra dan A*

BAB IV MODEL HIDDEN MARKOV

Penerapan Teori Graf Pada Algoritma Routing

Penerapan Algoritma Runut-Balik (Backtracking) pada Permainan Nurikabe

Pengenalan Fonem Vokal Bahasa Jawa Mataraman Menggunakan Metode Liner Predictive Model Dan Hidden Markov Model

PENDEKATAN MASALAH TOWER OF HANOI DENGAN ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

KAJIAN MODEL MARKOV WAKTU DISKRIT UNTUK PENYEBARAN PENYAKIT MENULAR PADA MODEL EPIDEMIK SIR. Oleh: RAFIQATUL HASANAH NRP.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Proses pengenalan kata merupakan salah satu fungsi dari

Penyelesaian Berbagai Permasalahan Algoritma dengan Kombinasi Algoritma Brute Force dan Greedy

Peubah Acak. Bahan Kuliah II2092 Probabilitas dan Statistik Oleh: Rinaldi Munir Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

Penerapan Algoritma Program Dinamis pada Penyejajaran Sekuens dengan Algoritma Smith Waterman

PERBANDINGAN KOMPLEKSITAS ALGORITMA PENCARIAN BINER DAN ALGORITMA PENCARIAN BERUNTUN

Penyelesaian Five Coins Puzzle dan Penghitungan Worst-case Time dengan Pembuatan Pohon Keputusan

Deteksi Fraud Menggunakan Metode Model Markov Tersembunyi pada Proses Bisnis

PENERAPAN HIDDEN MARKOV MODEL DALAM CLUSTERING SEQUENCE PROTEIN GLOBIN

Penerapan Dynamic Programming pada sistem GPS (Global Positioning System)

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Game yang dibangun merupakan game kuiz edukasi yang didalamnya

SISTEM PENGENALAN WICARA BERDASARKAN CEPSTRUM. Ivanna K. Timotius, Danie Kurniawan. Intisari

Perbandingan Algoritma Brute Force dan Backtracking dalam Permainan Word Search Puzzle

Aplikasi Teori Graf pada State Diagram

Penerapan Algoritma Greedy dalam Pencarian Rantai Penjumlahan Terpendek

6.3 PROSES KELAHIRAN DAN KEMATIAN

Penggunaan Pohon Huffman Sebagai Sarana Kompresi Lossless Data

Aplikasi Matematika Diskrit dalam Permainan Nonogram

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini teknologi berkembang sangat cepat dan semakin banyak perangkat

BAB 1 PENDAHULUAN. berkaitan dengan pemprosesan sinyal suara. Berbeda dengan speech recognition

ALGORITMA RUNUT BALIK DALAM PENYELESAIAN PERMAINAN WORD DIAGRAM

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan dan teknologi. Hal ini tak bisa lepas dari peran berbagai cabang ilmu

BAB II LANDASAN TEORI

Implementasi Greedy Dalam Menemukan Rangkaian Logika Minimal Menggunakan Karnaugh Map

Transkripsi:

Algoritma Viterbi dalam Metode Hidden Markov Models pada Teknologi Speech Recognition Abstrak Angela Irfani 1, Ratih Amelia 2, Dyah Saptanti P 3 Laboratorium Ilmu dan Rekayasa Komputasi Departemen Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung E-mail : if14011@students.if.itb.ac.id 1, if14012@students.if.itb.ac.id 2, if14017@students.if.itb.ac.id 3 Perkembangan teknologi khususnya di bidang teknologi informasi yang semakin cepat telah memungkinkan segala sesuatu terjadi dengan perangkat-perangkat yang semakin canggih. Perangkat-perangkat ini menjadi sangat membantu dalam kehidupan manusia sekarang ini namun, tidak dapat dipungkiri segala sesuatu memiliki dampak positif dan negatif. Perkembangan teknologi speech recognition adalah salah satu bentuk perkembangan teknologi di abad ke 20 yang memanfaatkan suara sebagai masukan, suara tersebut merupakan metode alternatif bagi manusia untuk berinteraksi dengan komputer. Komputer akan mengenali suara terebut sebagai perintah dan melakukan reaksi terhadap perintah tersebut. Teknologi speech recognition yang dikembangkan menggunakan algoritma viterbi sebagai implementasi dynamic programming. Sistem pengenalan suara modern secara umum berdasarkan pada Hidden Markov Models (HMMs). Dari HMMs diperoleh sinyal suara yang dapat dikarakteristikkan sebagai proses parameter acak, serta parameter dari proses stokastik yang dapat ditentukan dengan tepat. Model statistik ini kemudian diolah dengan menggunakan algoritma Viterbi. Algoritma Viterbi adalah algoritma dynamic programming untuk menemukan kemungkinan rangkaian status yang tersembunyi (biasa disebut Viterbi path) yang dihasilkan pada rangkaian pengamatan kejadian, terutama dalam lingkup HMM. Dengan algoritma viterbi maka pengolahan status-status dalam sistem pengenalan suara dapat lebih optimal. Kata kunci: teknologi, algoritma, dynamic programming 1. Pendahuluan Teknologi pengenalan suara adalah teknologi yang menggunakan peralatan dengan sumber masukannya adalah suara, seperti mikrofon untuk menginterpretasikan suara manusia untuk transkripsi atau sebagai metode alternatif interaksi dengan komputer. Teknologi pengenalan suara tidak sama dengan teknologi voice recognition yang hanya mengenali suara sebagai identifikasi keamanan. Sistem komersial untuk pengenalan suara telah ada sejak 1990. Walaupun kesuksesan teknologi ini nyata, hanya sedikit orang yang menggunakan sistem pengenalan pengenalan suara pada komputer. Hal yang muncul pada kebanyakan pengguna komputer dalam membuat dan mengedit dokumen serta berinteraksi dengan komputernya lebih cepat dan nyaman dengan menggunakan peralatanperalatan masukan konvensional yaitu keyboard dan mouse, walaupun secara fakta dengan menggunakan teknologi pengenalan suara memungkinkan pengguna untuk berbicara secara langsung dan cepat serta efisien daripada harus mengetikkan suatu perintah dengan menggunakan keyboard. Suatu lingkungan perkantoran dengan tingkat kebisingan yang tinggi merupakan salah satu lingkungan yang merugikan untuk teknologi pengenalan suara karena dengan begitu suara yang terdengar pada sistem tidak jelas sehingga sistem pengenalan suara tidak dapat bekerja dengan akurat. Pengenalan suara hanya dapat diterima dengan sistem speaker yang independent 80%-90% untuk lingkungan yang nyaman dan tidak banyak suara. Sistem pengenalan suara telah menemukan hal tentang kecepatan masukan teks yang diminta agar dapat bertambah cepat. Sistem pengenalan suara dapat membantu orang-orang yang mengalami kesulitan berinteraksi dengan komputer melalui keyboard contohnya orang yang memiliki carpal tunnel syndrome, serta orang-orang yang memiliki cacat fisik. Teknologi pengenalan suara lebih banyak digunakan untuk aplikasi telepon seperti pemesanan dan informasi travel, informasi laporan keuangan, rute pelayanan pelanggan melalui telepon, dsb. Riset dan pengembangan di dalam teknologi pengenalan suara telah tumbuh dan berkembang juga meningkatkan kegunaan dan efesiensi dari teknologi ini. Lebih jauh lagi, pengenalan suara dapat memunculkan otomisasi dari aplikasi tertentu yang bukan merupakan aplikasi non-otomata yang menggunakan tombol sistem IVR (Interactive Voice Response). Pengenalan suara juga digunakan di 1

dalam instruksi bahasa dan evaluasi kelancaran suara. 2. Ruang Lingkup Makalah ini membahas tentang: 1. Markov Models 2. Hidden Markov Models 3. Algoritma Viterbi 3. Pembahasan 3.1. Markov Models Misalkan sebuah sistem dideskripsikan pada setiap waktu sebagai salah satu dari N status {1,2,...,N}. Sistem mungkin mengalami perubahan status dalam satuan waktu diskrit (mungkin kembali ke status semula) tergantung kepada aturan probabilitas setiap status. Misalkan waktu disimbolkan sebagai t, status pada setiap waktu disimbolkan sebagai q t. Deskripsi keseluruhan probabilitas dari sistem secara umum membutuhkan spesifikasi status saat ini dan status-status sebelumnya. Untuk kasus khusus dengan spesifikasi waktu diskrit, first order, dan Markov chain, dapat rumus ketergantungan probabilitas suatu status terhadap status-status sebelumnya disederhanakan hanya tergantung pada tepat satu status sebelumnya, yaitu, P[q t = j q t-1 = i, q t-2 = k,...] = P[q t = j q t-1 = i] Penyederhanaan lebih lanjut dengan hanya memperhitungkan proses di bagian kanan, bebas terhadap waktu, maka pendekatan aturan probabilitas transisi status a ij = P[q t = j q t-1 = i] dengan sifat a ij 0, untuk setiap j,i a ij = 1, untuk setiap i, i=1 sampai N Karena mematuhi batasan stochastic standar. Contoh permasalahan: Cuaca dalam satu hari dimodelkan ke dalam tiga status: rainy (1), cloudy (2) dan sunny (3). Aturan probabilitas dari setiap transisi status dideskripsikan sebagai berikut A = {a ij } = 0.4 0.3 0.3 0.2 0.6 0.2 0.1 0.1 0.8 Misalkan O adalah tahap pengamatan O = {sunny, sunny, sunny, rainy, rainy, sunny, cloudy, sunny} = {3,3,3,1,1,3,2,3,} P(O Model) = P[3,3,3,1,1,3,2,3 Model] = P[3] P[3 3] 2 P[1 3] P[1 1] P[3 1] P[2 3] P[3 2] = Π 3. (a 33 ) 2 a 31 a 11 a 13 a 32 a 23 = (1.0)(0.8) 2 (0.1)(0.4)(0.3) (0.1)(0.2) = 1.536 x 10-4 Dengan, Π 3 = P[q t = i], 3.2. Hidden Markov Models Pada pembahasan di atas Markov Model diimplementasikan pada kejadian yang bisa diobservasi dan keluaran dari setiap status tidak acak. Model tersebut terlalu terbatas untuk diaplikasikan pada permasalahan yang lebih beragam. Oleh karena itu, konsep Markov Model diperluas menjadi Hidden Markov Model dimana obeservasi merupakan fungsi probabilitas dari status. Model ini dapat diaplikasikan pada kasus yang proses tidak dapat diobservasi secara langsung (tersembunyi) tetapi bisa diobservasi hanya melalui kumpulan proses stokastik yang lain yang menghasilkan tahapan observasi, misalnya pada persolana cointtoss (pelemparan koin) dan speech recognition (pengenalan suara). 3.3. Pengenalan Suara Dengan Hidden Markov Models Sistem pengenalan suara modern secara umum berdasarkan pada Hidden Markov Models (HMMs). Hidden Markov Models merupakan model statistik dimana mempunyai keluaran rangkaian simbol dan kuantitas. Dengan memiliki sebuah model yang memberikan kemungkinan dari rangkaian akustik data yang telah diobservasi dari sebuah atau banyak kata (rangkaian kata) akan dapat menyebabkan sistem bekerja dengan rangkaian kata tersebut sesuai dengan aplikasi aturan Bayes s. Probailitas cuaca untuk 8 hari berturutturut sun-sun-sun-rain-rain-sun-cludysun adalah 2

Dari rangkaian data akustik yang ada, Pr (acoustics) adalah konstan dan tidak dapat diabaikan. Pr (word) adalah merupakan kemungkinan terbesar dari suatu kata. Pr (acoustics word ) masa yang paling terlibat di dalam persamaan dan diperoleh dari Hidden Markov Models. Untuk dapat digunakan sebagai aplikasi pada dunia nyata, tiga masalah yang mendasar harus dapat diselesaikan. Diberikan: Rangkaian pengamatan: O = (o 1 o 2...o ґ ), Model : λ = (A, B, Π), Tiga masalah dasar tersebut antara lain: 1. Masalah pertama adalah bagaimana memperhitungkan kemungkinan rangkaian pengamatan P(O λ) secara efisien dari model. Jika ada beberapa model, maka dapat dipilih model yang cocok dengan pengamatan. Dengan melakukan kombinasi maka jumlah komputasi yang dibutuhkan sangatlah besar. Dan ini menyebabkan munculnya forward procedure untuk memenuhi kebutuhan akan prosedur yang lebih efektif. 2. Masalah kedua adalah bagaimana memilih rangkaian status yang cocok: q = (q 1 q 2...q ґ ) yang optimal pada beberapa tafsiran. Permasalahannya adalah bagaimana menemukan rangkaian status yang cocok. Karena itu standar yang optimal digunakan untuk menyelesaikan masalah ini dengan sebaik mungkin. Meskipun dapat memaksimumkan jumlah status yang benar, rangkaian status hasil masih menjadi suatu masalah. Misalnya ketika HMM mempunyai transisi status dengan kemungkinan bernilai 0, maka rangkaian status optimal dapat menjadi rangkaian status yang tidak valid. Hal ini terjadi karena sebelumnya solusi hanya menentukan status-status yang mungkin cocok tanpa memperhitungkan rangkaian status. Satu cara yang mungkin dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan mengubah standar optimal. Misalnya menyelesaikan masalah rangkaian status dengan memaksimalkan jumlah pasangan yang cocok dari dua status (q t, q t+1 ) atau tiga status (q t, q t+1, q t+2 ), dan seterusnya. Meskipun standar ini dapat digunakan untuk beberapa aplikasi, namun standar yang biasa digunakan adalah dengan menemukan satu buah rangkaian status terbaik dengan memaksimalkan P(q O,λ), yang ekuivalen dengan memaksimalkan P(q,O λ). Teknik untuk menemukan satu buah rangkaian status terbaik adalah dengan berdasarkan metode dynamic programming yang disebut algoritma Viterbi. Dan algoritma inilah yang akan dibahas pada makalah ini. 3. Masalah ketiga adalah bagaimana menyesuaikan parameter model λ untuk memaksimalkan P(O λ). 3.4. Algoritma Viterbi Algoritma Viterbi adalah algoritma dynamic programming untuk menemukan kemungkinan rangkaian status yang tersembunyi (biasa disebut Viterbi path) yang dihasilkan pada rangkaian pengamatan kejadian, terutama dalam lingkup HMM. Untuk menemukan sebuah rangkaian status terbaik, q = (q 1 q 2...q ґ ), untuk rangkaian observasi O = (o 1 o 2...o ґ ), perlu didefinisikan kwantitas: (1) δ t (i) = max P[q 1 q 2...q t-1, q t = i, o 1 q1,q2...qt-1 o 2...o t λ] δ t (i) adalah rangkaian terbaik, yaitu dengan kemungkinan terbesar, pada waktu t dimana perhitungan untuk pengamatan t pertama dan berakhir pada status i. Dengan menginduksi, didapat: (2) δ t+1 (j) = [max δ t (i) ij ]. b j (o 1+1 ) i Untuk mendapatkan kembali rangkaian status, perlu adanya penyimpanan hasil yang memaksimalkan persamaan (2), untuk tiap i dan j, dengan menggunakan tabel A ґ (j). Prosedur lengkap untuk menemukan kumpulan status-status terbaik bisa dirumuskan sebagai: 1. Inisialisasi δ 1 (i) = Π i b i (o 1 ), A ґ (1) = 0. 1 i N 2. Rekursif δ t (i) = max [δ t-1 (i)a ij ]b j (o t ) 2 t T, 1 j N Ar(j) = arg max [δ t-1 (i)a ij ] 3

2 t T, 1 j N 3. Terminasi P * = max [δ T (i)] q T * = arg max [δ T (i)] 4. Lintasan status q t * = Ar(t+1)(q * t+1) t = T-1, T-2,..., 1. δ 5 (3) = (0.75) 5 δ 6 (3) = (0.75) 5 (0.25) δ 7 (3) = (0.75) 7 δ 8 (3) = (0.75) 8 δ 9 (3) = (0.75) 9 δ 10 (3) = (0.75) 10 Dari penjabaran di atas maka dapat diperoleh diagram seperti ini: Contoh implementasi algoritma viterbi: Diberikan sebuah model dari percobaan koin dengan probabilitas State 1 State 2 State 3 P(H) 0.5 0.75 0.25 P(T) 0.5 0.25 0.75 dan dengan probabilitas kemungkinan = 1/3 serta probabilitas inisial = 1/3 untuk observasi rangkaian O = (H H H H T H T T T T) Observasi dari koin diatas dimisalkan sebagai kata dalam penerapannya pada teknologi pengenalan suara. Maka dengan menggunakan viterbi lintasan yang dibentuk adalah a ij = 1/3 δ 1 (1) = 0.5, δ 1 (2) = 0.75, δ 1 (3) = 0.25 Proses rekursif untuk δ t (j) 2 t 10 δ 2 (1) = (0.75)(0.5) δ 3 (1) = (0.75) 2 (0.5) δ 4 (1) = (0.75) 3 (0.5) δ 5 (1) = (0.75) 4 (0.5) δ 6 (1) = (0.75) 5 (0.5) δ 7 (1) = (0.75) 6 (0.5) δ 8 (1) = (0.75) 7 (0.5) δ 9 (1) = (0.75) 8 (0.5) δ 10 (1) = (0.75) 9 (0.5) δ 2 (2) = (0.75) 2 δ 3 (2) = (0.75) 3 δ 4 (2) = (0.75) 4 δ 5 (2) = (0.75) 4 (0.25) δ 6 (2) = (0.75) 6 δ 7 (2) = (0.75) 6 (0.25) δ 8 (2) = (0.75) 7 (0.25) δ 9 (2) = (0.75) 8 (0.25) δ 10 (2) = (0.75) 9 (0.25) δ 2 (3) = (0.75) (0.25) δ 3 (3) = (0.75) 2 (0.25) δ 4 (3) = (0.75) 3 (0.25) Karena itu, rangkaian status yang mungkin cocok adalah {2,2,2,2,3,2,3,3,3,3}. 4. Kesimpulan Dalam teknologi pengenalan suara digunakan metode Hidden Markov Models untuk mengenali suara. HMM menggunakan konsep statistik dan probabilitas. Namun, dalam penerapannya HMM memiliki 3 permasalahan utama yaitu bagaimana memperhitungkan kemungkinan rangkaian pengamatan secara efisien dari model, bagaimana memilih rangkaian status yang cocok dan optimal pada beberapa tafsiran, dan bagaimana menyesuaikan 4

parameter model λ yang maksimal. Permasalahan kedua dapat ditangani dengan menggunakan algoritma Viterbi. Algoritma ini menggunakan konsep dynamic programming dalam menentukan rangkaian staus yang digunakan yaitu nilai maksimal probabilitas status pada setiap tahap. 5. Daftar Pustaka 1. http://en.wikipedia.org 2. Munir, Rinaldi.2006. Strategi Algoritmik.Departemen Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung 3. R. Lawrence and B.H. Juang, Fundamental of Speech Recognition, PTR Prentice Hall, 1993. 5