BAB 23. CAHAYA : OPTIK GEOMETRIK

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 24. CAHAYA : OPTIK GEOMETRIK

Cahaya. Bab. Peta Konsep. Gambar 17.1 Pensil yang dicelupkan ke dalam air. Cermin datar. pada. Pemantulan cahaya. Cermin lengkung.

Macam-macam berkas cahaya: 1. Berkas mengumpul (Konvergen) 2. Berkas Menyebar ( divergen) 3. Berkas Sejajar.

Gambar 3. 1 Ilustrasi pemantulan spekuler (kiri) dan pemantulan difuse (kanan)

O L E H : B H E K T I K U M O R O W AT I T R I W A H Y U N I W I N D Y S E T Y O R I N I M A R I A M A G D A L E N A T I T I S A N I N G R O H A N I

O P T I K A G E O M E T R I K.

KATA PENGANTAR. Kupang, September Tim Penyusun

1. Pembiasan Cahaya pada Prisma

PENDALAMAN MATERI CAHAYA

6.4! LIGHT ( B. LENSA ) NOOR

KUMPULAN SOAL UJIAN NASIONAL DAN SPMB

MODUL FISIKA SMA Kelas 10

BAB III OPTIK. 2. Pemantulan teratur : terjadi jika suatu berkas cahaya sejajar datang pada permukaan yang halus atau rata.

Optika adalah ilmu fisika yang mempelajari cahaya.

1. Rumus descrates umum pada cermin Cara 1. Maka diperoleh

CAHAYA. CERMIN. A. 5 CM B. 10 CM C. 20 CM D. 30 CM E. 40 CM

Disusun oleh : MIRA RESTUTI PENDIDIKAN FISIKA (RM)

DISPERSI DAN DAYA PEMECAH PRISMA

LEMBARAN SOAL. Mata Pelajaran : FISIKA Sat. Pendidikan : SMA/MA Kelas / Program : XII ( DUA BELAS )

A. DISPERSI CAHAYA Dispersi Penguraian warna cahaya setelah melewati satu medium yang berbeda. Dispersi biasanya tejadi pada prisma.

Elyas Narantika NIM

FIS 1 A. PENDAHULUAN C. PEMANTULAN CAHAYA PADA CERMIN B. PEMANTULAN CAHAYA

13. Cahaya; Optika geometri

Sifat gelombang elektromagnetik. Pantulan (Refleksi) Pembiasan (Refraksi) Pembelokan (Difraksi) Hamburan (Scattering) P o l a r i s a s i

Sifat-sifat gelombang elektromagnetik

biasanya dialami benda yang tidak tembus cahaya, sedangkan pembiasan terjadi pada benda yang transparan atau tembus cahaya. garis normal sinar bias

Kompetensi. 1.Mahasiswa mampu menentukan perbedaan fasa antara dua buah gelombang. 2.Mahasiswa mampu menentukan pola gelap-terang hasil interferensi.

HANDOUT FISIKA KELAS XII (UNTUK KALANGAN SENDIRI) GELOMBANG CAHAYA

OPTIKA. Gb.1. Pemantulan teratur. i p. Gb.3. Hukum pemantulan A A B B C C. Gb.4. Pembentukan bayangan oleh cermin datar A.

Xpedia Fisika. Optika Fisis - Soal

BAB GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

Interferensi Cahaya. Agus Suroso Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Institut Teknologi Bandung

Sifat-Sifat Cahaya dan Hubungannya dengan Berbagai Alat-Alat Optik

OLIMPIADE SAINS NASIOANAL

Apakah Gelombang Elektromagnetik?? Gelombang Elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat walau tidak ada medium

Untuk terang ke 3 maka Maka diperoleh : adalah

KONSEP OPTIK DAN PERAMBATAN CAHAYA. Irnin Agustina D.A,M.Pd.

SMA IT AL-BINAA ISLAMIC BOARDING SCHOOL UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2011/2012

PEMBIASAN PADA KACA PLAN PARALEL

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - GELOMBANG ELEKTROMAGNET - G ELO MB ANG ELEK TRO M AG NETIK

1. Sudut kritis dan pemantulan sempurna

fisika CAHAYA DAN OPTIK

SIFAT-SIFAT CAHAYA. 1. Cahaya Merambat Lurus

Sumber Cahaya dan Sumber Tenaga

A. LEMBAR IDENTITAS 1. Nama : 2. Nim : 3. Kelas : Geotermal IIA 4. Jurusan/Prodi : Fisika Geotermal 5. Kelompok : 1 6. Judul Percobaan : Indeks Bias

Antiremed Kelas 12 Fisika

BAB 11 CAHAYA & ALAT OPTIK

CAHAYA. Kamu dapat menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa. akibat. Tegak lurus.

SOAL DAN PEMBAHASAN FINAL SESI I LIGA FISIKA PIF XIX TINGKAT SMA/MA SEDERAJAT PAKET 1

BIMBEL ONLINE 2016 FISIKA

11/4/2011 KOHERENSI. koheren : memiliki θ yang tetap (tidak berubah terhadap waktu) y 1 y 2

iammovic.wordpress.com PEMBAHASAN SOAL ULANGAN AKHIR SEKOLAH SEMESTER 1 KELAS XII

Gelombang Transversal Dan Longitudinal

Gelombang FIS 3 A. PENDAHULUAN C. GELOMBANG BERJALAN B. ISTILAH GELOMBANG. θ = 2π ( t T + x λ ) Δφ = x GELOMBANG. materi78.co.nr

MODUL MATA PELAJARAN IPA

Kumpulan Soal Fisika Dasar II.

LAMPIRAN I RPP SIKLUS 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) SATUAN PEMBELAJARAN

Polarisasi Gelombang. Polarisasi Gelombang

Antiremed Kelas 12 Fisika

c n = v Konsep Cahaya Normal cahaya datang udara air cahaya bias Normal cahaya bias udara air i cahaya datang Tabel Indeks Bias Beberapa zat Medium

Gelombang Cahaya. Spektrum Gelombang Cahaya

BAB IV BIOOPTIK FISIKA KESEHATAN

Polarisasi. Dede Djuhana Departemen Fisika FMIPA-UI 0-0

BAB GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

BAB II. Landasan Teori

BAB II : PEMBIASAN CAHAYA

BAB GEJALA GELOMBANG

BAB I GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI

BAB I GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI

Antiremed Kelas 12 Fisika

C. H = K x L x atau H = K x L x. E. H = Q x A x atau H = Q x A x

7.4 Alat-Alat Optik. A. Mata. Latihan 7.3

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG

BAB GEJALA GELOMBANG

g. Lensa Cembung Jadi kalau pada cermin pembahasan hanya pada pemantulan maka pada lensa pembahasan hanya pada pembiasan

K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Fisika

FISIKA. 2 SKS By : Sri Rezeki Candra Nursari

A. SIFAT-SIFAT CAHAYA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II CAHAYA. elektromagnetik. Cahaya dapat merambat dalam ruang hampa dengan kecepatan 3 x

PERANGKAT LUNAK PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA CERMIN DAN LENSA. Nirsal Dosen tetap yayasan Universitas Cokroaminoto Palopo

DINAS PENDIDIKAN KOTA PADANG SMA NEGERI 10 PADANG Cahaya

Cahaya merupakan gelombang transversal yang termasuk gelombang elektromagnetik. Cahaya dapat merambat dalam ruang hampa dengan kecepatan 3 x 10 8 m/s.

DEFINISI Gelombang adalah suatu usikan (gangguan) pada sebuah benda, sehingga benda bergetar dan merambatkan energi.

K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Fisika

KISI-KISI SOAL UJI COBA. Menurut medium perambatannya, gelombang

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 39 JAKARTA

BAB II TINJAUAN UMUM HUKUM-HUKUM OPTIK

*cermin datar terpendek yang diperlukan untuk dapat melihat seluruh bayangan adalah: SETENGAH dari TINGGI benda itu.

A. PENGERTIAN difraksi Difraksi

SOAL FISIKA UNTUK TINGKAT PROVINSI Waktu: 180 menit Soal terdiri dari 30 nomor pilihan ganda, 10 nomor isian dan 2 soal essay

Antiremed Kelas 08 Fisika

Jenis dan Sifat Gelombang

BAB OPTIKA GEOMETRIS

BAB II PEMBAHASAN. Gambar 2.1 Lenturan Gelombang yang Melalui Celah Sempit

Gelombang Elektromagnetik

JARAK FOKUS LENSA TIPIS

1. Apabila cahaya dipancarkan ke dalam botol bening yang tertutup cahaya tersebut akan... a. dipantulkan botol

Sipenmaru Besaran-besaran di bawah ini yang BUKAN merupakan besaran turunan adalah: a. Momentum b. Kecepatan c. Gaya d. Massa e.

BAB II GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK. walaupun tidak ada medium dan terdiri dari medan listrik dan medan magnetik

Transkripsi:

DAFTA ISI DAFTA ISI... BAB 3. CAHAYA : OPTIK GEOMETIK... 3. Model Berkas Cahaya... 3. Pantulan...3 3.3 Indeks Bias...4 3.4 Pembiasan : Hukum Snell...4 3.5 Lensa Tipis...7 3.6 Persamaan Lensa...9 3.7 Quis...0

BAB 3. CAHAYA : OPTIK GEOMETIK 3. Model Berkas Cahaya Dalam membahas gelombang elektromagnetik (EM) di bab terdahulu, maka cahaya adalah merupakan gelombang EM. Gelombang EM mempunyai komponen terdiri dari medan listrik dan medan magnet. Arah dari medan ini saling tegak lurus dan kedua-duanya juag tegak lurus dengan arah jalar. Kita sangat penting untuk mengetahui sifat dari cahaya, karena kehidupan di bumi ini ada karena cahaya. Tumbuh-tumbuhan menconvert energi cahaya dari matahari menjadi energi kimia untuk hidupnya. Dari cahaya kita dapat mentransmit dan menerima informasi dari objek yang kita lihat.. SIfat dari cahaya ini menjadi perhatian sejak jaman yunani. Mereka percaya bahwa cahaya terdiri dari partikel-partikel yang diopancarkan oleh sumber cahaya dan kemudian merangsang ke penglihatan kita untuk menerimanya. Ilmuwan Newton telah menjelaskan adanya sifat pemantulan dan pembiasan dari cahay yang percobaannya pernah dilakukan pada tahun 60-an.Christian Huygens dengan percobaannya, menjelaskan bahwa cahay seperti halnya charakter, dimana cahaya yang dilewatkan pada celah sempit, maka pada celah tersebut seolah olah akan bertindak sebagai sumber yang baru. Keadaan ini yang dikenal sebagai prinsip Huygens. Tahun 803, Thomas Young memperlihatkan adanya peristiwa interferensi cahaya. Percobaan ini mendukung adanya sifat bahwa cahaya adalah merupakan gelombang.

Perkembangan teori ini mencapai puncaknya setelah Maxwell menemukan teory Unified tentang penjalaran gelombang elektromagnetik. Cahaya memancarkan sinarnya berasal dari sumber titik. Dari sumber ini cahaya memancar ke segala arah dengan muka gelombangnya berbentuk bola. Kulit bola berada pada satu muka gelombang. kecepatan jalar cahay di medium udara telah diketemukan sebesar : c μ ε 0 0 3 x0 8 m/s 3. Pantulan Bila cahaya menjalar di suatu medium kemudian menjumpai batas dengan meidum lain, maka cahay datang ini akan dipantulan kembali ke medium pertama, Peristiwa ini disebut pemantulan atau refleksi seperti halnya kalau kita melihat lewat cermin.pada permukaan datar, maka cahaya dipantulan dan terjadi hubungan sebagai berikut : CB AD kecepatan jalar x waktu. hal ini karena titik A dan C berada dalam satu muka gelombang. Pada ΔABC dan ΔABD berlaku hubungan : AD cos α AB CB cos β AD AD AB cos α CB AB cos β maka diperoleh Cos α Cos β α β, atau sudut datang sudut pantul. Cahaya yang menjalar di udara mempunyai kecepatan sekitar 3 x 0 8 m/s.. tetapi jika cahaya menjalar di medium lain (mis air atau kaca), maka kecepatannya menjadi lebih kecil. Hal ini karena air dan kaca mempunyai kerapatan yang lebih besar dari pada cahaya. 3

3.3 Indeks Bias Perbandingan kecepatan jalar cahay di udara dibandingkan dengan kecepatan jalar di medium dinamakan Indeks Bias (n). dengan c λ f., n x c v x λ λ x Karena c > v x, maka indeks bias suatu medium akan selalu lebih besar dari (satu). n x >.khusus untuk udara n u. Untuk cahaya yang diteruskan ke medium kedua, akan mengalami pembelokan arah jalar. peristiwa ini disebut pembiasan atau refraksi.. 3.4 Pembiasan : Hukum Snell Titik A dan C berada pada satu muka gelombang. karena perbedaan kecepatan jalar, maka pada titik D dan B juga merupakan satu muka gelombang, karena pada waktu yang sama gelombang di medium pertama menempuh jarak CB sedangkan di medium kedua menempuh jarak AD dalam ΔABC dan ΔABD berlaku hubungan : CB V u. t AD V x. t BC BC cos α AB AB cos α AD AD cos β AB AB cos β maka diperoleh : 4

BC AD cos α cos β vu.t vx.t cos α cos β karena Cos α Sin i, dan Cos β Sin r, maka Vu sin i Vx sin x V. sin r u V. sin i x c V x sin r c V u sin i atau : n x sin r n u sin i Persaman ini yang dikenal sebagai hukum Snellius. Jika cahaya datang dari medium dengan indeks bias kecil (kurang rapat) menuju ke medium denganindeks bias besar (lebih rapat), maka sinar biasnya akan menjauhi garis normal. Sebaliknya jika datang dari medium yang lebih rapat menuju ke medium yang kurang rapat, maka sinar biasnya menjauhi garis normal Jika sudut datang diubah-ubah, maka sudut bias juga akan berubah-ubah. Pada cahaya yang datang dari medium yang lebih rapat, suatu ketika sudut biasnya akan mempunyai nilai 90 o. Sudut datang dengan sudut bias sebesar 90o disebut Sudut Kritis atau Batas. Jika cahaya datang pada lapisan tipis dengan sudut datang tidak tegaklurus permukaan, maka cahaya yang keluar lapisan akanmengalami deviasi, artinya bahwa cahaya yang keluar tidak pada satu garis lurus dengan chaya datang.. Cahaya yang keluar ini mengalami deviasi. di titik P berlaku hubunga Snellius : n Sin i n' Sin r. di titik Q juga berlaku hubungan : n' Sin i n Sin r. 5

Sin Sin i r Sin Sin r i Dari gambar, berlaku : r i. Deviasi (δ) dapat dicari sebagai berikut : Cos r PQ P PQ P Cos r d Cos r QS Sin (i - r ) PQ δ d Cos r Sin (i - r ) Contoh : Sinar dengan panjang gelombang 550 nm menjalar di udara datang pada materi transparan. sinar datang membentuk sudut 40 o terhadap garis normal. Sinar bias membentuk sudut 6 0. Hitung indeks bias dari materi ini. Penyelesaian : Dengan menggunakan Hukum Snellius, maka n Sin θ n Sin θ., dengan n, θ, θ. masing-masing 40 o dan 6 o. sehingga n.47 Contoh : Sebuah tabung gelas tebalnya 4 cm seperti pada gambar. Bila pengamat, matanya ditempatkan seperti yang diperlihatkan, pengamat ini dapat melihat sisi dari dasar 6

tabung gelas. Bila tabung gelas diisi penuh dengan air, pengamat dapat melihat pusat dari dasar tabung gelas. Berapa tinggi tabung gelas ini?. Penyelesaian : Indeks bias air 4/3, Hukum Snellius : n Sin θ n Sin θ. 4 AB 3 AC AB 0.5 DB DB DC AC (AB + CB ) 0.5 (4 + h ) 0.5 DC (DB + CB ) 0.5. (6 + h ) 0.5 4 0.5 DB 3 (4 + h ) 0.5 DB (6 + h ) 0.5 dari persamaan terakhir diperoleh h 8/5. 3.5 Lensa Tipis Sinar yang datang pada permukaan lengkung suatu medium akan mengalami pembelokan arah jalar. Jika suatu medium mempunyai atau dibatasi oleh dua permukaan lengkung atau satu lengkung yang satunya datar, maka arah pernjalaran sinarnya dapat mengikuti rumus-rumus yang telah dibahas dalam pertyemuan terdahulu. Suatu medium optis yang dibatasi oleh sua batas permukaan disebut ' LENSA ". Jika jarak antara permukaan yang satu terhadp lainnga ridak dapat diabaikan terhadap ukuran jari-jari kelengkunag atau jarak benda maka lensa yang demikian disebut Lensa Tebal. Tetapi jika 7

ukuran lensa diabaikan, artinya jarak tepi-tepi permukaan sangat kecil jika dibandingkan dengan ukuran-ukuran jarak benda terhadap lensa, maka sistem ini disebut Lensa Tipis. Untuk lensa tipis, dimana ukuran tebal diabaikan terhadap jarak benda dan bayangan terhadap lensa, besarnya titik focur dedefinisikan sebagai : f ( n'-n ) Jika medium disekitarnya adalah udara, maka n ; f ( n'-) Titik focus ini terdapat dikedua sisi dengan besar yang sama. Berdasarkan persamaan (4) dan (6) maka berlaku : f + S Hubungan antara jarak focus dengan besaran yang lain adalah : S' y y' y tg α tg β - x f f y' x' 8

tg α y/x y' / f f x' f x x' tg β y/f y' / x' x f 3.6 Persamaan Lensa persamaan : Jika n ( medium diluar lensa udara), maka pada permukaan lengkung pertama (kiri) berlaku n' n' + () S ' S sedangkan pada permukaan kerua ( kanan) berlaku hubungan : n' S n' + () ' S dimana : S' + S t (t tebal lensa). (3) Jika dalam perhitungan dengan menggunakan persamaan () diperoleh S' negatip, maka untuk mencari S juga tetap menggunakan persamaan (3), dengan S' mamasukkan tabnda (-) negatip. n' n' () + () + + + (n' ) - ' ' S S S S S n' t + S' S Untuk lensa yang tipis, maka t 0. + S' (n'-) S + S' (n'-) (4) 9

Jika medium disekitar lensa berindeks bias n, maka n S + n S' ( n'-n ) (5) 3.7 Quis. Seekor ikan berada pada dasar aquarium yang berisi air sedalam 40 cm. Jika dilihat tepat dari atas, berapa jarak semu dari ikan terhadap permukaan. Indeks bias air 4/3.. Lensa konvergen terbuat dari medium yang berideks bias.5. Panjang focus nya 40 cm jika ditempatkan di udara. Berapa panjang focus lensa ini jika dimasukkan ke dalam air yang berindeks bias.33. 3. Sebuah lensa tipis mempunyai focus F. tentukan jarak benda (objek) jika bayangannya bersifat : a. eal dan besarnya dua kali dari benda nya. b. Maya dan dua kali ukuran bendanya. 0