1 atm selama 15 menit

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan

BAB III METODE PENELITIAN. variasi suhu yang terdiri dari tiga taraf yaitu 40 C, 50 C, dan 60 C. Faktor kedua

Air Panas. Isolat Murni Bakteri. Isolat Bakteri Selulolitik. Isolat Terpilih Bakteri Selulolitik. Kuantitatif

Lampiran 1: Pengukuran kadar SOD dan kadar MDA Mencit a. Pengukuran kadar SOD mencit HEPAR. Dicuci dalam 1 ml PBS

BAB III METODE PENELITIAN. lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah variasi

Lampiran 1. Diagram Alir Pembuatan Kefir dan Uji Kualitas Susu Sapi. Pasteurisasi susu sapi. Pendinginan susu pasteurisasi

BAB III METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-November 2012 di

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi

Lampiran 1. Bagan Alur Posedur Pembuatan Pakan Diet Tinggi Lemak. Dicampur rata sampai setengah padat

Lampiran I. Diagram Pembuatan Tepung Limbang Udang Terfermentasi. Limbah udang (kulit) 1000 gram. Dibersihkan dari benda asing

Sampel air panas. Pengenceran 10-1

III. METODE KERJA. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas

LAMPIRAN. Persiapan Alat dan Bahan. Sterilisasi Alat. Pembuatan Media. Inisiasi Kalus. Pengamatan. Penimbangan Kalus dan Subkultur.

BAB III METODE PENELITIAN. dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian serta adanya kontrol

LAMPIRAN. Lampiran 1. Foto Lokasi Pengambilan Sampel Air Panas Pacet Mojokerto

LAMPIRAN. 1. Pertambahan tinggi tanaman kacang hijau (Vigna radiata) Jenis Perlakuan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. adalah variasi jenis kapang yaitu Penicillium sp. dan Trichoderma sp. dan

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2014 bertempat di

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Peremajaan Bakteri Pseusomonas pseudomallei dan Klebsiella ozaenae

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biokimia dan Laboratorium Instrumentasi

MATERI DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Biologi dan Laboratorium Biokimia, Departemen Kimia Fakultas Sains dan

METODE PENELITIAN. Penelitian ini di laksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2012 sampai dengan bulan Juni 2012 di

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2012 sampai bulan Desember 2012 di

METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Januari-Mei 2015 di Laboratorium

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Departemen Biologi

APPENDIKS A PROSEDUR KERJA DAN ANALISA

BAB III METODE PENELITIAN. Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancang bangun penelitian

FORMULIR DAYA TERIMA (UJI KESUKAAN) MIE BASAH JAMUR TIRAM

dimana a = bobot sampel awal (g); dan b = bobot abu (g)

BAB III METODE PENELITIAN. terdiri atas 5 perlakuan dengan 3 ulangan yang terdiri dari:

BAB III METODE PENELITIAN. mengujikan kemampuan Bacillus mycoides dalam memfermentasi onggok untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian

3. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Juli sampai September 2012,

BAB III METODE PENELITIAN. adalah Bacillus subtilis dan Bacillus cereus yang diperoleh di Laboratorium

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli 2014 sampai dengan bulan September

Sampel darah sebelum disentrifuge Sampel darah setelah disentrifuge

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai bulan Agustus 2013 di

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April-Juni 2014 di Laboratorium

BAB III BAHAN DAN CARA KERJA. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Bioindustri, Pusat

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan selama ± 2 bulan (Mei - Juni) bertempat di

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitianini dilaksanakandaribulanagustus - Desember 2015 di

Perlakuan Lama Waktu 2 minggu. 4 Minggu. Ket: (I). Inti, (S).Sinusoid. Ket: (I). Inti, (L).Lemak. Ket: (I). Inti, (S).Sinusoid

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga. Lampiran : Uji ANAVA jumlah tubuh buah dalam satu rumpun jamur tiram. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

BAB III METODE PENELITIAN. eksplorasi dengan cara menggunakan isolasi jamur endofit dari akar kentang

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga. No. formula waktu inkubasi hasil SPC. 1 K 0 7 x K 0 1,1 x K 0 5,5 x 10 6.

II. MATERI DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu jenis isolat dan sumber fosfat yang digunakan. selama 3 bulan mulai tanggal 1 Februari 31 April 2017.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-November Penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April Juni 2014 di Laboraturium

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai bulan September 2010 di

BAHAN DAN METODE. Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat + 25

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. BAHAN DAN METODE

LAMPIRAN. Persiapan alat alat dan. bahan- bahan. Sterilisasi. Pembuatan Media. Sterilisasi Media. Sterilisasi Eksplan.

Lampiran 2. Metode Analisa Kimiawi. 2.1 Uji Kadar Air 35

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2014 Mei 2015 di. Laboratorium Mikrobiologi FMIPA Universitas Lampung.

BAB III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi

Lampiran 1. Hasil Identifikasi Tumbuhan

III. METODOLOGI PENELITIAN

Lampiran 1. Analisis Kadar Pati Dengan Metode Luff Schroll (AOAC, 1995)

A B. 2. Penetapan kadar protein dengan metode Semi Mikro Kjeldahl (SNI ) Lampiran 1 Prosedur analisis kimia

Lampiran Universitas Kristen Maranatha

I. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Juli 2012 di Laboratorium. Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung.

mendidihkan menggunakan hot plate, dan menghomogenkan menggunakan magnetic stirrer. Mensterilisasi menggunakan autoclave pada suhu 121 ºC

BAB III METODE PENELITIAN

Lampiran 1.a Data Kadar Air Kelopak Rosella Kadar air (%) = kehilangan berat (g) x 100 Sampel sebelum kering (g)

Lampiran1. Prosedur analisis proksimat 1. Prosedur analisis kadar air. 2. Prosedur analisis kadar serat kasar

BAB III MATERI DAN METODE. Kimia dan Gizi Pangan, Departemen Pertanian, Fakultas Peternakan dan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Riset dan Standarisasi Industri Bandar

DAFTAR LAMPIRAN. Lampiran 1. Alur Kerja Subkultur Bakteri Penghasil Biosurfaktan dari Laut dalam Mendegradasi Glifosat

BAB III METODE PENELITIAN. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain: waterbath,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Percobaan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu penggunaan amonium

Keterangan : E = L 2 + a 2 + b 2 E = intensitas warna L, a, b = dapat dilihat dari hasil pengukuran menggunakan chromameter

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan campuran bakteri (Pseudomonas aeruginosa dan Pseudomonas

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni - November 2011 :

UJI KUALITATIF ETANOL YANG DIPRODUKSI SECARA ENZAMATIS MENGGUNAKAN Z. MOBILIS PERMEABEL

bio.unsoed.ac.id III. METODE PENELITIAN A. Materi, lokasi, dan waktu penelitian 1. Materi penelitian 1.1. Alat

DAFTAR LAMPIRAN. Lampiran 1. Skema pembuatan ODF metoklopramid. Sorbitol + Sukralosa + As.askorbat

LAMPIRAN. Sterilisasi. Pembuatan Media. Sterilisasi Media. Inisiasi Kalus HASIL

BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Analisis Hasil Pertanian,

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAL

Lampiran 1. Surat Keterangan Determinasi Tanaman Ceplukan (Physalis angulata L).

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2015.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi

LAMPIRAN. Lampiran 1. Alur Kerja Isolasi Bakteri Endofit dari Batang dan Akar Tanaman Dara metode Radu & Kqueen (2002) yang dimodifikasi

LAMPIRAN Lampiran 1: Komposisi dan Penyiapan Media Skim Milk Agar, Komposisi Media Feather Meal Agar, Komposisi Media Garam Cair.

3 Metode Penelitian Alat

III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Februari sampai Juni 2014 bertempat di

BAB III METODE PENELITIAN. faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga,

Lampiran 1. Prosedur Analisis Pati Sagu

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

85 Lampiran 1. Prosedur Kerja L.1.1 Pembuatan Media Nutrient Agar Media Nutrient Agar - ditimbang sebanyak 20 gram dan dimasukkan dalam erlenmeyer 1000 ml - dilarutkandengan aquades 1000 ml - dipanaskan sampai mendidih sambil diaduk hingga larut - ditutup dengan kapas - disterilisasi dalam aotuklaf pada suhu 121 C, tekanan 1 atm selama 15 menit Potato Dekstrose Agar Media Potato Dekstore Agar - ditimbang sebanyak 39 gram dan dimasukkan dalam erlenmeyer 1000 ml - dilarutkandengan aquades 1000 ml - dipanaskan sampai mendidih sambil diaduk hingga larut - ditutup dengan kapas - disterilisasi dalam aotuklaf pada suhu 121 C, tekanan 1 atm selama 15 menit

86 L.1.2 Pembuatan Koloidal Kitin Bubuk kitin Koloidal kitin - ditimbang sebanyak 10 gram dan dimasukkan dalam erlenmeyer 1000 ml - dilarutkandengan 200 ml HCl pekat - distirer selama 2 jam - diinkubasi selama 24 jam pada suhu 4 0 C - disaring menggunaka glass wool - filtrat hasil penyaringan ditambah 100 ml aquades - dinetralkan dengan NaOH 12 N - disentrifugasi kecepatan 8000 rpm selama 20 menit pada suhu 4 0 C - dibuang supernatan, pelet ditambah dengan aquades - disentrifugasi kecepatan 8000 rpm selama 20 menit pada suhu 4 0 C - dibuang supernatan L.1.3 Pembuatan Media Cair Kitin Koloidal kitin 1 gram, pepton 0,1 gram, KH 2 PO 4 0,1 gram, MgSO 4.H 2 O 0,05 gram. Media kitin cair 1 % - dimasukkan dalam enlenmeyer 250 ml - dilarutkan dengan aquades 100 ml - dipanaskan sampai mendidih sambil diaduk hingga larut - ditutup dengan kapas - disterilisasi dalam aotuklaf pada suhu 121 C, tekanan 1 atm selama 15 menit

87 L.1.4 Peremajaan Bakteri P.pseudomallei dan K.ozaenae Bakteri P.pseudomallei dan K.ozaenae -diambil 1 ose -digoreskan pada media NA miring -diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang Hasil L.1.5 Pembuatan Kurva Pertumbuhan Bakteri Biakan Bakteri Hasil - diambil 2 ose - diinokulasikan dalam 200 ml media kitin cair - dishaker dengan kecepatan 150 rpm selama 24 jam pada suhu 37 0 C - diambil 25 ml inokulum - dimasukkan dalam 250 ml media cair kitin - diambil sebanyak 1 ml tiap 4 jam - diukur absorbansinya pada panjang gelombang 660 nm L.1.6 Produksi Enzim Kitinase Kasar dari P.pseudomallei dan K.ozaenae Biakan Bakteri -diambil 2 ose - diinokulasikan dalam 200 ml media kitin cair - dishaker dengan kecepatan 150 rpm selama 24 jam pada suhu ruang - diambil 25 ml inokulum - dimasukkan dalam 250 ml media kitin cair - dishakerpada suhu 37 0 C selama 20 jam - disentrifugasi dengan kecepatan 6000 rpm selama 15 menit pada suhu 4 o C - diambil supernatan Enzim kitinase kasar

88 L.1.7 Pengukuran Kadar N-asetilglukosamin F.oxysporum dengan Metode Miller (1959) L.1.7.1 Penentuan Panjang Gelombang Optimum pada Glukosa Glukosa anhidrat 1000 ppm - dipipet 1 ml dan dimasukkan dalam tabung reaksi - ditambahkan 2 ml reagen DNS - ditambah 1 ml K-Na-tartrat 4% setelah terbentuk kompleks warna - ditutup mulut tabung dengan alumunium foil - dimasukkan tabung dalam air mendidih selama 15 menit - diencerkan dengan 20 ml aquades - diukur absorbansinya pada panjang gelombang 520-550 nm Panjang gelombang optimum L.1.7.2 Pembuatan Kurva Standar Glukosa Glukosa anhidrat Kurva Standart - ditimbang sebanyak 1000 mg - dilarutkan dalam 1000 ml aquades - diencerkan hingga didapatkan larutan dengan konsentrasi 200, 400, 600, 800 dan 1000 ppm - dipipet masing-masing sebanyak 1 ml - dimasukkan kedalam tabung reaksi yang berbeda - ditambah 2 ml reagen DNS - ditambah 1 ml K-Na-tartrat 4% setelah terbentuk kompleks warna - ditutup mulut tabung dengan alumunium foil - dimasukkan tabung dalam air mendidih selama 15 menit - diencerkan dengan 20 ml aquades - diukur absorbansinya pada panjang gelombang 540 nm

89 L.1.7.3 Pengukuran Kadar N-asetilglukosamin F.oxysporum Jamur F.oxysporum Substrat miselium - ditumbuhkan dalam media PDB selama 5 hari - disaring dengan kertas saring whatman No. 1 - dicuci dengan aquades - dipotong miselium dengan waring blander selama 15 detik pada kecepatan lambat - dimasukdisentrifugasi kecepatan 4000 rpm selama 10 menit - disuspensikan pelet dalam bufer fosfat ph 7 Hasil - dicampur 1 ml substrat miselium dengan 2 ml enzim kitinase kasar - diinkubasi pada suhu 37 0 C selama 30 menit - diambil 1 ml larutan tersebut - ditambahkan 2 ml reagen DNS - ditambah 1 ml K-Na-tartrat 4% setelah terbentuk kompleks warna - ditutup mulut tabung dengan alumunium foil - dimasukkan tabung dalam air mendidih selama 15 menit - diencerkan dengan 20 ml aquades - diukur absorbansinya pada panjang gelombang 540 nm L.1.8 Pengamatan Morfologi Miselium F.oxysporum Suspensi miselium dan enzim kitinase Hasil - dicampur dengan perbandingan 1:1 - diinkubasi selama 2, 4, dan 6 jam pada suhu 37 0 C - diteteskan pada objek glass dan ditutup dengan deck glass - diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 400x

90 L.1.9 Uji kemampuan Antijamur Enzim Kitinase terhadap F.oxysporum Jamur F.oxysporum Hasil - ditumbuhkan 1 ose jamur di tengah-tengah cawan petri yang telah berisi media PDA - diletakkan kertas cakram yang telah direndam enzim kitinase dari masing-masing bakteri pada tepi kanan dan kiri cawan - diinkubasi selama 6 hari pada suhu ruang - diamati dan dihitung hambatan yang terjadi pada hari ke- 2, ke-4, dan ke-6

91 Lampiran 2. Pembuatan Reagen L.2.1 Pembuatan Reagen DNS Modifikasi (Rahmansyah, 2003) DNS sebanyak 1 gram dilarutkan dalam 50 ml aquades di dalam labu ukur 100 ml. Kemudian ditambahkan 12,5 ml NaOH 2N, 10 ml NaSO 3, 10 ml fenol 2% dan ditera. Sebanyak 1 ml garam Rochelle 4% ditambahkan setelah terbentuk kompleks warna antara DNS dan gula pereduksi hasil hidrolisis. L.2.2 Pembuatan Larutan Stok Glukosa (Saropah, 2012) 2012): Cara membuat larutan stok glukosa standart 1000 ppm adalah (Saropah, Sehingga untuk membuat larutan standart 1000 ppm sebanyak 100 ml diperlukan 100 mg glukosa anhidrat, dilarutkan dengan aquades dan ditandabataskan dalam labu takar 100 ml. Larutan glukosa standart dengan konsentrasi 200, 400, 600, 800, dan 1000 ppm diperoleh dengan pengenceran larutan stok: a. Konsentrasi 200 ppm M 1 x V 1 = M 2 x V 2 200 ppm x 10 ml = 1000 ppm x V 2 V 2 = V 2 = 2 ml b. Konsentrasi 400 ppm M 1 x V 1 = M 2 x V 2 400 ppm x 10 ml = 1000 ppm x V 2

92 V 2 = V 2 = 4 ml c. Konsentrasi 50 ppm M 1 x V 1 = M 2 x V 2 600 ppm x 10 ml = 100 ppm x V 2 V 2 = V 2 = 6 ml d. Konsentrasi 800 ppm M 1 x V 1 = M 2 x V 2 800 ppm x 10 ml = 100 x V 2 V 2 = V 2 = 8 ml e. Konsentrasi 1000 ppm M 1 x V 1 = M 2 x V 2 1000 ppm x 10 ml = 100 x V 2 V 2 = V 2 = 10 ml

OD Bakteri 93 Lampiran 3. Kurva Pertumbuhan Bakteri P.pseudomallei, K.ozaenae, Serta Kombinasi (P.pseudomallei + K.ozaenae) L.3.1 Data Pertumbuhan Bakteri Tabel L.3.1 Data Hasil Absorbansi Waktu inkubasi (jam) P.pseudomallei Absorbansi K.ozaenae P.pseudomallei + K.ozaenae 4 0,541 0,763 0,204 8 1,127 1,346 1,275 12 1,203 1,201 0,965 16 1,208 1,149 1,049 20 2,962 2,524 2,578 24 1,136 1,233 1,144 28 1,294 1,051 0,872 32 1,085 1,440 1,109 36 0,929 0,465 0,587 L.3.2 Kurva Pertumbuhan Bakteri L.3.2.1 Bakteri P.pseudomallei 3,5 3 2,5 2 1,5 1 0,5 0 P.pseudomallei 0 10 20 30 40 Waktu inkubasi

OD Bakteri OD Bakteri 94 L.3.2.2 Bakteri K.ozaenae K.ozaenae 2,5 2 1,5 1 0,5 0 0 10 20 30 40 Waktu inkubasi L.3.2.3 Bakteri Kombinasi (P.pseudomallei + K.ozaenae) Kombinasi 3 2,5 2 1,5 1 0,5 0 0 10 20 30 40 Waktu inkubasi

Absorbansi 95 Lampiran 4. Penentuan Panjang Gelombang Optimum pada Glukosa Tabel L.4.1 Penentuan Panjang Gelombang Optimum Tabel L.4.1 Data Hasil Absorbansi Panjang Gelombang (nm) Absorbansi 520 0,329 530 0,283 540 0,340 550 0,290 560 0,250 L.4.2 Gambar Penentuan Panjang Gelombang Optimum 0,4 0,35 0,3 0,25 0,2 0,15 0,1 0,05 0 510 520 530 540 550 560 570 Panjang gelombang

Absorbansi 96 Lampiran 5. Kurva Standar Glukosa L.5.1 Absorbansi Glukosa pada Panjang Gelombang 540 nm Tabel L.5.1 Data Hasil Absorbansi Konsentrasi Glukosa (ppm) Absorbansi 0 0 200 0,008 400 0,040 600 0,140 1000 0,271 L.5.2 Gambar Kurva Standar Glukosa 0,3 0,25 y = 0,0003x - 0,0729 R² = 0,981 0,2 0,15 0,1 0,05 0-0,05 0 200 400 600 800 1000 1200 Konsentrasi glukosa

97 Lampiran 6. Perhitungan Kadar N-asetilglukosamin F.oxysporum Contoh: Perhitungan kadar N-asetilglukosamin hasil hidrolisis enzim kitinase dari bakteri P.pseudomallei dengan absorbansi 0,018. Diketahui persamaan kurva standar glukosa adalah sebagai berikut: y = 0,0003x 0,0729 0,018 = 0,0003x 0,0729 x = 0,018 + 0,0729 x = 303 Nilai x merupakan jumlah konsentrasi N-asetilglukosamin (µg/ml) jamur F.oxysporum hasil hidrolisis enzim kitinase.

98 Lampiran 7. Pengaruh Enzim Kitinase Kasar terhadap Kadar N- asetilglukosamin F.oxysporum L.7.1 Data Hasil Absorbansi Tabel L.7.1 Pengaruh Enzim Kitinase Kasar terhadap Absorbansi Glukosa L.7.2 Data Kadar N-asetilglukosamin Tabel L.7.2 Pengaruh Enzim Kitinase Kasar terhadap Kadar N-asetilglukosamin Perlakuan Absorbansi Ulangan Ratarata 1 2 3 4 5 6 P.pseudomallei 0,018 0,053 0,016 0,128 0,013 0,029 0,257 K.ozaenae 0,059 0,039 0,063 0,025 0,109 0,141 0,336 Kombinasi 0,011 0,014 0,021 0,008 0,021 0,041 0,116 Kontrol 0,015 0,018 0,014 0,009 0,008 0,025 0,089 Perlakuan Kadar N-asetilglukosamin (µg/ml) Ulangan Ratarata 1 2 3 4 5 6 P.pseudomallei 303 419,67 296,67 669,67 286,33 339,67 385,78 K.ozaenae 439,67 373 453 326,33 606,33 379,67 429,67 Kombinasi 279,67 289,67 313 269,67 313 379,67 307,44 Kontrol 293 303 289,67 273 269,67 326,33 292,44

99 Lampiran 8. Pengaruh Enzim Kitinase Kasar terhadap Pertumbuhan F.oxysporum L.8.1 Pengukuran Zona Hambat Tabel L.8.1 Data pengukuran zona hambat Zona hambat hari ke- Perlakuan Ulangan 2 4 6 X Y X Y X Y 1 19 22 1,5 28 32 2 28 32 2 2 20 18-1 28 39 5,5 31 61 15 P.pseudomallei 3 18 19 0,5 30 39 4,5 28 62 17 4 15 17 1 27 36 4,5 27 51 12 5 14 16 1 30 37 3,5 32 58 13 6 21 18-1,5 31 38 3,5 34 60 13 Rata-rata 0,25 3,91 12 1 18 18 0 37 40 1,5 38 39 0,5 2 27 19-4 34 32-1 35 32-1,5 K.ozaenae 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 20 20 0 29 36 3,5 30 48 9 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 18 20 1 28 42 7 30 63 16,5 Rata-rata -0,5 1,83 4,08 1 14 14 0 31 31 0 32 34 1 2 4 10 3 25 33 4 28 37 4,5 Kombinasi 3 19 19 0 27 39 6 30 59 14,5 4 24 26 1 34 42 4 35 64 14,5 5 21 24 1,5 37 47 5 40 62 11 6 19 19 0 35 38 1,5 36 55 9,5 Rata-rata 0,91 3,41 9,17 1 19 20 0,5 40 41 0,5 61 61 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kontrol 3 18 18 0 32 40 4 50 61 5,5 4 17 16-0,5 32 33 0,5 45 42-1,5 5 18 18 0 43 40-1,5 66 57-4,5 6 20 21 0,5 59 42-8,5 71 58-6,5 Rata-rata 0,08-0,8-1,17

100 Lampiran 9. Analisis ANOVA Pengaruh Enzim Kitinase Terhadap Pertumbuhan F.oxysporum L.9.1 Analisis ANOVA Oneway Hari ke-2 NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N 24 Normal Parameters a Mean.1875 Std. Deviation 1.26674 Most Extreme Differences Absolute.274 Positive.142 Negative -.274 Kolmogorov-Smirnov Z 1.345 Asymp. Sig. (2-tailed).054 a. Test distribution is Normal. Oneway ANOVA Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between Groups 6.115 3 2.038 1.324.295 Within Groups 30.792 20 1.540 Total 36.906 23 Homogeneous Subsets perlakuan N Subset for alpha = 0.05 Duncan a 1 6 -.5000 4 6.0833 3 6.2500 2 6.9167 Sig. Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 6,000. 1.083

101 L.9.2 Analisis ANOVA Oneway Hari Ke-4 NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N 24 Normal Parameters a Mean 2.0833 Std. Deviation 3.26931 Most Extreme Differences Absolute.168 Positive.074 Negative -.168 Kolmogorov-Smirnov Z.821 Asymp. Sig. (2-tailed).510 a. Test distribution is Normal. Oneway ANOVA Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between Groups 82.250 3 27.417 3.352.039 Within Groups 163.583 20 8.179 Total 245.833 23 Homogeneous Subsets Subset for alpha = 0.05 Duncan a 4 perlakuan N 6 -.8333 1 2 2 6 1.8333 1.8333 3 1 Sig. 6 3.4167 6 3.9167.122.247 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 6,000.

102 L.9.3 Analisis ANOVA Oneway Hari Ke-6 NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N 24 Normal Parameters a Mean 6.0208 Std. Deviation 7.32399 Most Extreme Differences Absolute.170 Positive.170 Negative -.127 Kolmogorov-Smirnov Z.834 Asymp. Sig. (2-tailed).491 a. Test distribution is Normal. Oneway ANOVA Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between Groups 606.365 3 202.122 6.443.003 Within Groups 627.375 20 31.369 Total 1233.740 23 Homogeneous Subsets perlakuan Duncan a 4 2 3 1 Sig. N Subset for alpha = 0.05 1 2 3 6-1.1667 6 4.0833 4.0833 6 9.1667 9.1667 6 12.0000.120.132.391 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 6,000.

103 Lampiran 10. Analisis ANOVA Pengaruh Enzim Kitinase Terhadap Kadar N-asetilglukosamin Fusarium oxysporum NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N 24 Normal Parameters a Mean 3.5383E2 Std. Deviation 1.02779E2 Most Extreme Differences Absolute.230 Positive.230 Negative -.206 Kolmogorov-Smirnov Z 1.129 Asymp. Sig. (2-tailed).156 a. Test distribution is Normal. Oneway ANOVA Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between Groups 76148.567 3 25382.856 3.043.053 Within Groups 166812.956 20 8340.648 Total 242961.522 23 Post Hoc Tests Homogeneous Subsets Subset for alpha = 0.05 Duncan a 4 perlakuan 3 N 6 292.4450 6 307.4467 1 2 1 6 385.7783 385.7783 2 Sig. 6 429.6667.108.415 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 6,000.

104 Lampiran 11. Gambar Penelitian AUTOKLAF LAMINAR AIR FLOW INKUBATOR SHAKER INKUBATOR OVEN VORTEX

105 KULKAS SENTRIFUGE SENTRIFUGE SENTRIFUGE SPEKTROFOTOMETER HOT PLATE

106 ph METER TIMBANGAN ANALITIK PEMANASAN GLUKOSA UNTUK PEMBUATAN KURVA STANDAR PEMANASAN SAMPEL GLUKOSA SETELAH DIENCERKAN DENGAN AQUADES SAMPEL SETELAH DIENCERKAN DENGAN AQUADES

107 MEDIA PDB F.oxysorum DALAM MEDIA PDB UJI ANTIJAMUR ENZIM KITINASE TERHADAP F.oxysporum UJI KADAR N-ASETILGLUKOSAMIN