Mesin Pemanen Jagung Tipe mower

dokumen-dokumen yang mirip
MODUL POWER THRESHER. Diklat Teknis Dalam Rangka Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi Pertanian dan BABINSA

Mesin Penyiang Padi Sawah Bermotor Power Weeder JP-02 / 20

I. BEBERAPA KIAT PENGOPERASIAN MESIN PERONTOK PADI

ALAT DAN MESIN PERTANIAN ALAT DAN MESIN PERTANIAN DI DESA GLURANPLOSO KECAMATAN BENJENG KABUPATEN GRESIK

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini berlangsung dalam 2 (dua) tahap pelaksanaan. Tahap pertama

BUKU PETUNJUK OPERASIONAL MESIN PANEN PADI TIPE SISIR (STRIPPER) GUNUNG BIRU TIPE ST-600 KATA PENGANTAR

BUKU PETUNJUK OPERASIONAL

ALAT DAN MESIN PANEN HASIL PERTANIAN drh. Saiful Helmy, MP

N A S K A H B U K U Teknologi mekanisasi mesin pemanen padi Oleh : Koes Sulistiadji ( )

ALAT DAN MESIN PANEN PADI

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN ALAT MESIN PERTANIAN

PELATIHAN TEKNIS BUDIDAYA PADI BAGI PENYULUH PERTANIAN DAN BABINSA POPULASI DAN TANAM BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN

Gambar 15. Gambar teknik perontok padi hasil rancangan (O-Belt Thresher) 34

MESIN PANEN PADI TIPE SISIR (IRRI STRIPPER GATHERED SG

BAB III PEMERIKSAAN DAN PEMELIHARAAN PADA MESIN KOMPRESOR

MAKALAH MENGGAMBAR TEKNIK MESIN PEMANEN PADI (REAPER) TIPE PISAU BERGERIGI GERAK BOLAK BALIK EMPAT ALUR PEMOTONGAN

PETUNJUK LAPANGAN. Oleh : M Mundir BP3K Nglegok

BUKU PANDUAN PENGGUNAAN TRANSPLANTER JAJAR LEGOWO 2:1

PENANAMAN PADI A.DEFINISI

PETUNJUK PEMASANGAN & PENGGUNAAN. dilengkapi dengan. Edisi Januari 2004

PEMBUATAN MESIN PEMOTONG PADI CIRCULAR REAPER

Pedal Thresher dan Pedal Thresher Lipat

RANCANG BANGUN DAN UJI TEKNIS ALAT PERONTOK PADI SEMI MEKANIS PORTABEL

50kg Pita ukur/meteran Terpal 5 x 5 m 2

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI MOTOR DIESEL PERAWATAN MESIN DIESEL 1 SILINDER

TRAKTOR QUICK G600 single speed 3 KATA PENGANTAR

Edisi I, Cetakan ke-1/2011 PETUNJUK PEMASANGAN & PENGGUNAAN

Rancang Bangun Mesin Perontok Padi (Paddy Thresher) dalam Upaya Peningkatan Kualitas dan Efisiensi Produksi Beras Pasca Panen

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2013 sampai dengan Maret 2013

Pertemuan ke-14. A.Tujuan Instruksional 1. Umum Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa

PROSEDUR PENYETELAN AWAL PADA SEPEDA MOTOR Oleh : Bambang Sulistyo, S.Pd.

DESAIN MESIN PERTANIAN SERBAGUNA BERDASARKAN MODEL MESIN PERONTOK PADI KONVENSIONAL

APLIKASI ALSINTAN MENDUKUNG UPSUS PAJALE DI NTB. Darwis,SP

Alat Tanam Padi Tebar Langsung Tipe Drum

III. METODOLOGI. Penelitian ini dimulai pada bulan Juni-Agustus 2014 dengan lokasi penelitian

KATA PENGANTAR. 2 TRAKTOR QUICK G1000 Boxer single speed

Pertemuan ke-13. A.Tujuan Instruksional 1. Umum Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.

BAB III METODE PENELITIAN

MODUL POMPA AIR IRIGASI (Irrigation Pump)

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III PERAWATAN MESIN BUBUT PADA PT.MITSUBA INDONESIA

Pemindah Gigi (Derailleur) Belakang

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

V. HASIL DAN PEMBAHASAN


TINJAUAN PUSTAKA A. GEBOT (PAPAN PERONTOK PADI)

Mesin Perontok Padi Thresher **)

BAB IV SISTEM BAHAN BAKAR MESIN DIESEL LOKOMOTIF

III. METODOLOGI PENELITIAN

STANDARDISASI GERGAJI RANTAI UNTUK PENEBANGAN POHON

Panduan Keselamatan dan Pengoperasian

Perancangan ulang alat penekuk pipa untuk mendukung proses produksi pada industri las. Sulistiawan I BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Petunjuk Penggunaan KEAMANAN SPESIFIKASI. EU65is JANGAN GUNAKAN DI DALAM RUMAH JANGAN GUNAKAN DALAM KEADAAN BASAH JANGAN HUBUNGKAN KE METERAN RUMAH

PANEN DAN PENGELOLAAN PASCAPANEN PADI

LEMBAR KERJA SISWA TUNE UP MESIN 4 Tak 4 SILINDER

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

PUN M ALAT PEMOTONG MODEL JARI Panduan Keselamatan dan Pengoperasian

Honda F300 PANDUAN PEMILIK

KATA PENGANTAR. 2 TRAKTOR QUICK G1000 single speed

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN

Kode Produk Target : 1.3 Kode Kegiatan :

ANALISA KERUSAKAN PISAU POTONG MESIN GAP SHEAR DI PT. INKA NAMA : M. RIMANU NRP :

TINJAUAN PUSTAKA Budidaya Tanaman Tebu Ratoon

TEKNIK PASCAPANEN UNTUK MENEKAN KEHILANGAN HASIL DAN MEMPERTAHANKAN MUTU KEDELAI DITINGKAT PETANI. Oleh : Ir. Nur Asni, MS

Pemindah Gigi Belakang

TUNE UP MESIN TOYOTA SERI 4K dan 5K

c = b - 2x = ,75 = 7,5 mm A = luas penampang v-belt A = b c t = 82 mm 2 = 0, m 2

Robstep X1 Buku Manual Terima kasih anda telah memilih dan membeli Robstep X1 Buku manual ini sebagai panduan untuk membantu anda dalam merakit,

BAB III METODOLOGI PENGUJIAN

Kentang yang seragam dikupas dan dicuci. Ditimbang kentang sebanyak 1 kg. Alat pemotong kentang bentuk french fries dinyalakan

LAMPIRAN I DATA PENGAMATAN. 1. Data Uji Kinerja Alat Penepung dengan Sampel Ubi Jalar Ungu

V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENGUJIAN MODEL METERING DEVICE PUPUK

BAHAN DAN METODE. Bahan yang digunakan adalah benih padi Varietas Ciherang, Urea, SP-36,

USER MANUAL M Last ref Nov 2015

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

PEMBAHASAN. Gambar 1.1 Guilitene Hidrolis

BAB IV ANALISIS TEKNIK MESIN

Perancangan dan Pembuatan Mesin Perontok Padi Untuk Peningkatan Produksi Kelompok Tani Desa Ngadirejo Kromengan Kabupaten Malang

BAB III PENGUJIAN MESIN. kemampuan dan pengaruh dari pemakaian busi standart dan pemakaian busi

UJI GESER LANGSUNG (DIRECT SHEAR TEST) ASTM D

DM-MBST (Indonesian) Panduan Dealer. JALANAN MTB Trekking. Keliling Kota/ Sepeda Nyaman. Tuas pemindah. EZ-FIRE Plus ST-EF500 ST-EF510

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2012 sampai Mei 2012 di

Laporan Tugas Akhir BAB IV MODIFIKASI

Oleh Team RB BPT MEKANISASI PERTANIAN JAWA BARAT DINAS PERTANIAN JAWA BARAT

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. guna. Alat/mesin pengerol pipa adalah alat/mesin yang digunakan untuk

BAB II LANDASAN TEORI

II. TINJAUAN PUSTAKA. Jagung (Zea mays) adalah tanaman semusim yang berasal dari Amerika

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Waktu dan tempat pelaksanaan percobaan serta analisis sebagai berikut :

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

Rem Kantilever. Panduan Dealer. JALANAN MTB Trekking. Keliling Kota/ Sepeda Nyaman

PENGERINGAN PADI Oleh : M Mundir BP3K Nglegok

3.2. Prosedur pengujian Untuk mengetahui pengaruhnya perbanding diameter roller CVT Yamaha mio Soul, maka perlu melakukan suatu percobaan. Dalam hal i

METODE PENELITIAN. Waktu dan Tempat

INOVASI DESAIN MESIN PERONTOK PADI UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS HASIL PANEN

BAB III METODOLOGI. Pembongkaran mesin dilakukan untuk melakukan pengukuran dan. Selain itu juga kita dapat menentukan komponen komponen mana yang

Tuas pemindah. Panduan Dealer JALANAN MTB. RAPIDFIRE Plus ST-M4000 ST-M4050 ST-T4000 ST-T3000 ST-M370. Tiagra ST-4600 ST-4603 SORA ST-3500 ST-3503

BAB I PENDAHULUAN. yang digunakan sebagai media untuk menanam padi. memprihatinkan, dimana negara Indonesia yang memiliki lahan yang cukup luas

Transkripsi:

PEDOMAN PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN Mesin Pemanen Jagung Tipe mower BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN 2007 I. PEDOMAN PENGGUNAAN MESIN PEMANEN TIPE MOWER 1

Mesin pemanen jagung tipe mower ini bekerja dengan cara memotong, mendorong dan merebahkan tanaman jagung ke sisi kiri operator. Mesin pemanen ini sangat potensial dalam penghematan tenaga kerja manual pemanen dan dirancang untuk tetap dapat dioperasikan di lahan sempit. Mesin pemanen ini dirancang dan dimodifikasi oleh BBPMektan agar sesuai dengan bentuk, ukuran dan kemampuan daya beli petani Indonesia (Rp 3 jt). Sebelumnya mesin ini telah dibuat oleh Boshima BioScience (Shenzhen) Co., Ltd. Dan telah dikembangkan di Taiwan. Pedoman ini dibuat secara seksama agar diperoleh keselamatan kerja dalam mengoperasikan mesin pemanen padi tipe mower ini. Selain itu, buku petunjuk ini dipakai sebagai pedoman mengoperasikan mesin pemanen bagi petugas yang melakukan pembinaan petani dibidang panen padi. Mesin Pemanen Modifikasi BBPMektanBBP Mektan Mesin Pemanen Boshima Gambar 1. Mesin pemanen Jagung Modifikasi BBPMektan 2

I. Mesin Pemanen Tipe Mower II. Mesin pemanen tipe Mower buatan BBPMektan, terdiri atas: Unit pemotong, unit as fleksible, dan unit stang kemudi, motor penggerak (engine). (gambar 2). Unit Pengarah/pendorong Unit Penyetelan putaran Unit Pisau Pemotong Unit Stang Kemudi Unit Engine Gambar 2. Mesin pemanen tipe mower Unit pemotong terdiri atas pisau pemotong padi yang berputar berlawanan jarum jam, batang pengarah batang padi (guider), cover penutup pisau pemotong dan cover pengarah jerami. pendorong Pisau Pemotong Pengarah Gambar 3. Unit Pisau Pemotong Guider Poros Pisau 3

Gambar 4. Unit Pemegang & pengarah Hasil Potongan Stang Tali gas Kait Penggandeng Tangki Kap 1 lt Gambar 5. Unit Stang Kemudi Gambar 6. Unit Engine 4

III. Mekanisme Kerja Mesin Sebelum dipanen dengan Mesin pemanen, dilakukan pemanenan secara manual dengan memotong 1-2 baris, untuk dibuatkan ruang sehingga memudahkan mesin melakukan pemanenan. (Gambar 7). Kemudian pemanenan dengan mesin pemanen dimulai pada ruang tersebut. Sebelum mesin dihidupkan, pastikanlah posisi throttle berada pada posisi ¼-1/3 penuh. Kemudian mesin pemanen dihidupkan (on) dengan menarik tali starter dan pisau pemotong harus tetap diarahkan ke bagian yang aman dari operator. Sebelum mulai memanen maka setel posisi throttle pada kedudukan 2/3 penuh, kemudian arahkan gerakan pisau pemanen ke jerami bagian kanan bahu operator. Hasil proses pemotongan diletakan ke posisi kiri operator. Kemudian 2 orang operator pemanen lainnya mengambil jerami yang sudah terpotong tersebut (gambar 8.) untuk dikumpulkan dan akan di rontokan dengan cara di gebot atau dirontokan dengan mesin perontok (thresher). Gambar 9 menunjukkan perontokan dilakukan dengan mesin perontok. Pemanenan manual unt kelancaran gerak msn pemanen Gambar 7. Cara kerja mesin pemanen padi dan pengumpulan hasil Operator msn Pemanenan Operator pengumpul hasil Pemanenan Gambar 8. Cara kerja mesin pemanen padi dan pengumpulan hasil 5

Hsl pengumpulan di rontokan oleh Operator Gambar 9. Kegiatan perontokan hasil panen Sebagai kelengkapan Pemanenan di lapangan, maka kegiatan perontokan dapat dilakukan dengan: gebot dan dengan mesin perontok (thresher). Gambar 9 menunjukkan perontokan dilakukan dengan mesin perontokan (thresher). Kegiatan ini dilakukan serentak pada saat pemanenan (panen) padi berlangsung. Jumlah tenaga orang yang dibutuhkan minimal 2 orang, dengan perincian: 1 orang mengumpankan untuk perontokan dan 1 orang untuk pengambilan potongan padi. IV. Keunggulan Mesin Pemanen Tipe Mower Kesederhanaan rancangan mesin pemanen tipe mower ini akan memberi dampak positif pada kemudahan pengoperasian dan perawatan serta perbaikannya. 1. Konstruksi Sederhana, komponen tersedia secara lokal, dan dapat dibuat oleh bengkel kecil mempergunakan perkakas bengkel sederhana. 2. Portable, mudah dibawa ke lapangan oleh 1 orang operator (berat mesin 8,5 kg). 3. Proses pemanenan tidak terkendala pada kondisi lahan basah (tergenang maupun berlumpur) maupun kering (tanpa genangan), kemiringan dan tidak ratanya permukaan lahan dan mampu memanen padi dg kerebahan (45 O ). 4. Susut Panen < 1 % untuk tanaman padi yang tidak rebah. Sebagai pembanding panen padi secara manual berkisar antara 2,1 %. 5. Mudah dioperasikan dengan sedikit saja mengatur tuas gas (throtle), sehingga mudah dalam pengoperasian dan perawatannya. 6. Kapasitas kerja tinggi (0.4 0,6 hektar/unit per hari ) dan pemanenan padi dilakukan dengan tidak membuat butir padi (gabah) terkena impak/benturan. 6

V. Bagian-Bagian Mesin Pemanen Engine Cover Stang kemudi Tali gas Gambar 10. Mesin pemanen padi (kanan dan kiri) Tali Penggantung Mesin Tangki Kap 1 lt Gambar 11. Mesin pemanen padi (atas) Engine Stang Cover Gambar 12. Mesin pemanen padi (kanan dan kiri) Engine Stang kemudi Gambar 13. Unit stang kemudi & Engine 7

VI. Cara Pengendalian Mesin 1. Putaran engine/motor penggerak akan berpengaruh terhadap laju pemotongan batang padi, rata-rata putaran engine/motor penggerak adalah 5000 rpm. 2. Kecepatan maju pemanenan tergantung kemampuan operator berkisar antara 1,5-2,5 km/jam, apabila kecepatan ini kurang, akan banyak waktu yang hilang (kapasitas kerja pemanenan rendah), namun jika terlalu cepat ada kemungkinan batang padi tidak terpotong dan terjadi meningkat susut tercecer pada jerami yang terikut. Gambar 14. Posisi Pemanenan Padi Rebah 3. Untuk kondisi batang padi yang rebah, atur pemotongan berhadapan kerebahan padi. 8

VII. Persiapan Operasi Langkah-langkah yang perlu dilakukan agar mesin pemanen tipe mower ini siap di operasikan, sebagai berikut: 1. Melakukan periksaan pada semua unit mesin pemanen untuk memastikan kondisi masingmasing unit pemotong, stang kemudi, engine dalam keadan terpasang dengan baik. 2. Melakukan pengisian bahan bakar dalam keadaan mesin tidak hidup (off), sebanyak 80 % penuh ( 0,8 1,0 lt), menyetel tuas gas (throttle) pada kedudukan ¼ nya dari maksimum dan usahakan posisi pisau pemotong ditempat yang paling jauh dan aman bagi operator. 3. Luruskan dan perbaiki posisi tali penggantung dan pengikat mesin pemanen tipe mower dan periksa dudukan engine/motor penggerak jangan sampai berubah posisi. 4. Lubang kaitan ke penggandeng perlu diatur posisinya dengan kesesuaian. Apabila lubang kaitan ke penggandeng sudah tepat, maka dilakukan penguatan klem, agar tidak mudah bergeser kearah maju atau mundur terhadap dudukannya. 5. Atur ketinggian stang kemudi sesuai dengan ketinggian operator. Atur poros lubang stang agar operator merasa nyaman dan mudah mengendalikan stang kemudi. 6. Sebelum mesin dihidupkan, periksa kembali baut dan mur tidak ada yang kendur. Sebelum menghidupkan mesin pemanen, letakan posisi throtle (tuas gas) pada kedudukan 1/4 penuh. Karena pada posisi gas tersebut, ketika mesin hidup belum cukup kuat memutar pisau pemotong. Selanjutnya hidupkan mesin dengan menggunakan starter tali. Setelah kondisi mesin dalam keadaan hidup (idle), maka tuas gas (throtle) sedikit demi sedikit dinaikan dari ¼ sampai 2/3 penuh. Sehingga secara perlahan-lahan pisau pemotong mulai ikut berputar. 7. Bagi operator yang belum berpengalaman (baru), sebelum kondisi mesin di hidupkan, perlu melakukan latihan cara melakukan pemanenan yang dimulai dari kanan ke kiri dan sekaligus memahami prinsip kerja mesin pemanen. Bahkan jika perlu melakukan latihan menggerakan stang kemudi untuk mendorong jerami dari kanan ke sebelah kiri. Selanjutnya melakukan cara mematikan mesin dengan menekan tombol off apabila mesin dikehendaki untuk segera berhenti dan tunngu sesaat sampai pisau pemotong sudah berhenti dengan sempurna. 8. Setelah putaran pisau pemotong cukup tinggi (mampu memotong batang padi), maka mesin pemanen siap melakukan pemanenan padi. Secara perlahan-lahan proses pemanenan 9

dilakukan dengan gerakan atau ayunkan mesin pemanen dari kanan ke kiri ke rumpun padi, kemudian batang pengarah (feeder) akan mengkait rumpun padi untuk dipanen. Bersamaan proses pemotong berlangsung pula gerakan mesin pemanen dari kanan kekiri untuk meletakan padi yang sudah terpotong di letakan/direbahkan pada posisi kiri operator, sehingga tersusun hasil potongan batang padi dalam satu baris. Setelah itu gerakan mesin kembali ke awal atau ke kanan untuk siap melakukan pemotongan rumpun padi yang ada didepanya. Demikian proses pemanenan berlangsung seterusnya. 9. Untuk menghadapi padi yang rebah, maka gerakan dari kanan ke kiri dibantu gerakan operator untuk mengelilingi padi yang rebah. Gerakan pemanenan dari kanan ke kiri tidak perlu sampai keliling, cukup menbentuk sudut 60 o kemudian kembali ke posisi semula. 10. Sebelum mematikan mesin pemanen, sangat dianjurkan untuk membiarkan mesin hidup beberapa saat pada posisi idle, kemudian baru mesin pemanen dimatikan dengan menekan tombol saklar pada posisi off. VIII Cara Melakukan Panenan Padi 1. Pasangkan sabuk tali penggantung mesin pemanen tipe mower dan sebelumnya jangan pernah dilepas atau dirubah posisinya kepada kedudukan sesuai kondisi kerja dilapangan dan atur tinggi stang kemudi sesuai kenyamanan kerja operator. 2. Mesin siap dioperasikan di lapangan denga kecepatan putar pisau pemanen sebesar 3400-3600 rpm.kemudian lakukan pemanenan dari kanan ke kiri. 3. Usahakan agar laju kecepatan maju mesin pemanen tipe mower pada saat melakukan pemanenan padi sebesar 1, 5 2,5 km per jam dapat dipertahankan. IX. Persiapan Lahan Pemanenan 10

Walaupun mesin pemanen tipe mower tidak terkendala lokasi, seperti: bentuk petakan sawah tidak beraturan, lahan bergelombang, berteras-teras, permukaan sawah miring, tergenang, sempit, bahkan banyak padi yang rebah, maka sebelum kegiatan panen dilaksanakan, maka di tepi lahan sawah perlu dipanen secara manual tujuanya agar mesin pemanen tipe mower diperoleh tempat untuk melakukan pemanenan. X Gerakan Panen Padi Menggunakan Mesin Pemanen Tipe Mower 1. Pemanen pada lahan lembek atau tergenang/berlumpur (pada panen padi) dilakukan pemotongan batang padi dengan menggunakan ketinggian pemotongan batang 2-3 cm terhadap permukaan genangan. 2. Pada saat melakukan pemanenan jagung, konsentrasi operator harus penuh tertuju kepada tegakan tanaman padi dan usahakan gerakan mesin tidak mengakibatkan butiran padi terlepas dari jerami 3. Apabila putaran pisau pemanen terlalu tinggi, menyebabkan hasil pemotongan berjalan sangat cepat dan menyebabkan penggunaan bahan bakar akan tinggi. Aturlah kecepatan putaran mesin sedemikan rupa, sehingga diperoleh hasil pemotongan yang tepat dan penggunaan bahan bakar lebih hemat. 4. Dianjurkan untuk selalu melaksanakan panen secara manual menggunakan sabit sebelum digunakannya mesin pemanen dan di tempat-tempat yang sulit (pojokan ) yang sulit dipanen dengan mesin pemanen padi tipe mower. XI. Perawatan Dan Pemeliharaan Mesin pemanen tipe mower menggunakan motor penggerak bensin 2 tak. Perawatan mesin harus dilakukan secara periodik. Kegiatan perawatan dan pemeliharaan, harus seseuaikan anjuran yang tertera pada Buku petunjuk untuk merk motor yang dipakai. Secara umum lakukan hal-hal sebagai berikut : 11

1. Periksa baut-baut yang kendor secara periodik (sebaiknya dilakukan bersamaan pada saat mencuci mesin pemanen). 2. Pergunakan bahan bakar yang berkualitas, agar motor tidak mudah rusak dan mempunyai umur pakai panjang. 3. Tangki bahan bakar harus sering dikuras, agar terhindar dari adanya kondensasi udara menjadi air didalam tangki. 4. Bersihkansah secara periodik: saringan udara, busi dan saringan bahan bakar sesuai buku petunjuk merk motor yang dipakai. 5. Setiap selesai bekerja, mesin pemanen harus dibersihkan dan dicuci. Selesai dicuci beri pelumas gemuk di bagian yang bergerak agar tidak mudah berkarat karena suhu udara malam hari. XII. Cara Menyimpan Mesin 1. Bersihkan dan cucilah mesin pemanen tipe mower secara periodik. 2. Buka semua tali penggantung dan simpan ditempat kering. 3. Simpanlah mesin pemanen di tempat yang kering dan bersih, selimuti mesin agar terhindar dari debu dan terik matahari. berikut: a. Cara-Cara Mengatasi Gangguan Gangguan yang sering terjadi pada mesin pemanen tipe mower dapat dilihat sebagai No. Masalah Sumber Masalah Solusi 1. Batang padi tidak Tanaman padi rebah dan rumpun tidak beraturan dan Lakukan pemanenan lagi dg arah berlawanan terhadap 12

terpotong batang pengumpan tidak rebahnya tanaman. terjangkau. Arah mata pisau terbalik Betulkan kembali Arah pemanenan salah Lakukan pemanen dengan mengelilingi rumpun Kecepatan putaran pisau Menggantikan engine terlalu rendah 2. Adanya susut panen Umur tanaman kelewatan Segera dipanen. 13