DEPARTEMEN KEHUTANAN REPUBLIK PROFIL KERJASAMA BADAN LITBANG KEHUTANAN Pembahasan Pengelolaan Kerjasama Bogor, 23 Oktober 2014 Plot 170 Primary PSF medium density Peat 5.13 m
OUT LINE PAPARAN Dasar Hukum Kerjasama Maksud dan Tujuan Kerjasama Jenis Kerjasama Trend Kerjasama per Satker Litbang DIM Target dan Tindak Lanjut Pembahasan Penutup
DASAR HUKUM KERJASAMA 1. Pembukaan UUD 1945:.. melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial 2. UU. No.37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri 3. PP No.10/2011: Tata cara Pengadaan Pinjaman Luar Negeri dan Penerimaan Hibah 4. PP. No. 41/2006 Prosedur Izin Penelitian bagi lembaga penelitian dan pengembangan asing, badan usaha asing dan orang asing dalam melakukan kegiatn penelitian dan pengembangan di Indonesia 5. PP No.47/2013 Pemberian Pembebasan Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan barang Mewah kepada Perwakilan Negara Asing dan Badan Internasional serta Pejabatnya 6. Permenkeu No.191/PMK.05/2011: Mekanisme Pengeloaan Hibah 7. Permenkeu No.230/PMK.05/2011: Sistem Akutansi Hibah 8. Permenkeu No. 224/PMK.08/2011: Tata Cara Pemantauan dan Evaluasi atas Pinjaman dan Hibah kepada Pemerinytah 9. Permenhut P.13/Menhut-II/2013: Pedoman Pengelolaan Hibah Luar Negeri Lingkup Kemenhut 10. Persekjen No. P.3/II-kum/2014: Pedoman Monitoring Evaluasi Proyek Kerjasama yang berasal dari Hibah Luar Negeri lingkup Kemenhut 11. Perkabadan No. P.1/VIII-Set/2009 Kerjasama Badan Litbang Kehutanan 12. Sk Kabadan No. Sk.55/VIII/2010 Grand Strategi kerjasama Litbang 2011-2025
Maksud dan Tujuan Kerjasama Maksud: 1. Mendukung pencapaian pembangunan kehutanan 2. Mengisi kegiatan yang tidak dapat dibiayai oleh APBN 3. Meningkatkan posisi kehutanan Indonesia dalam forum internasional. Tujuan Kerjasama Litbang: 1. Meningkatkan akselerasi kegiatan penelitian dan pengembangan dalam pencapaian Renstra Badan Litbang Kehutanan 2. Pengembangan kapasitas institusi dan sumberdaya manusia.
Prinsip Kerjasama Mutual Respect Mutual Trust Mutual Benefit Mutual Accountability
Jenis Kerjasama 1. KESA LUAR NEGERI: a. KESA teknis (Non Hibah) Kerjasama bilatera/multilateral/regional/institusi riset dalam rangka peningkatan kapasitas institusi/sdm dan posisi sektor kehutanan dalam forum internasional yang tidak berupa Hibah. Misal CIFOR, ICRAF,ASEAN ( Kepala Badan sebagai ASOF Leader), Regional Korea (Ketua WG AFF), Kyushu University, Michigan University dll b. KESA riset berupa hibah luar negeri Kerjasama ITTO, ACIAR, UNEP, WB, Korea, Komatsu 2. KESA DALAM NEGERI Kerjasama dalam negeri dilakukan dalam kerjasama rioset dengan perguruan tinggi atau institusi riset dalam negeri, perusahaan juga dalam rangka diseminasi hasil riset.
Trend Kerjasama Satker Litbang (Puslit dan Babes) No. Unit Kerja Dalam Negeri Luar Negeri 2010 2011 2012 2013 2014 2010 2011 2012 2013 2014 1 Puskonser 3 2 5 3 9 7 4 4 3 5 2 Pusprohut 2 4 4 4 7 1 1 1 3 2 3 Pustekolah 3 6 8 9 7 1 1 1 1 1 4 Puspijak 1 5 - - - 2 5 6 8 7 5 B2PBPTH Yogya 6 B2PD Samarinda 9 17 15 18 23-1 1 1 1 7 8 11 16 15 1 3 3 3 1 7 Sekretariat - - - - - 1 3 3 2 1* * Non hibah
Trend Kerjasama Satker Litbang (Balai Umum) No. Unit Kerja Dalam Negeri Luar Negeri 2010 2011 2012 2013 2014 2010 2011 2012 2013 2014 1 BPK Manokwari - 1 1 1 - - - - - - 2 BPK Manado 1 1 10 4 9 - - - 1-3 BPK Makassar 3 4 9 3 3-1 1 2 3(1*) 4 BPK Kupang 1 1 1 1 1 1 1 - - - 5 BPK Palembang 3 4 1 4 6 1 1 1 1-6 BPK Aeknauli 1 2 1 1 2 - - - - - * Non hibah
Trend Kerjasama Satker Litbang (Balai Khusus) No. Unit Kerja Dalam Negeri Luar Negeri 2010 2011 2012 2013 2014 2010 2011 2012 2013 2014 1 BPTK DAS Solo 1 8 4 4 6 - - - - 1* 2 BPHPS Kuok - - 2 2 4 1 - - - 2 (1*) 3 BPTP Bogor 1 1-1 5 - - - - - 4 BPTKSDA Samboja - - 1 1 1 - - - - - 5 BPTA Ciamis - 3 2 2 3-1 1 1 1* 6 BTHHBK Mataram 1 4 4 4 5 - -1 2 - * Non hibah
Daftar Inventarisasi Masalah Permasalahan aturan : Format Mou kerjasama tidak sesuai Per Kabadan No. P1/2009) Dalam kerjasama (project by project) antar satker Litbang dan satker K/L dan atau Fakultas, belum ada payung hukum di tingkat Badan Litbang Perlu dibuat mekanisme pengendalian administratif dan substantif kerjasama Hibah Mekanisme evaluasi fasilitasi ijin peneliti asing CIFOR, ICRAF
Permasalahan umum: Daftar Inventarisasi Masalah Belum adanya pemetaan kerjasama sebagai antisipasi duplikasi kerjasama ke depan Optimalisasi manfaat kerjasama teknis (CIFOR, ICRAF, ASOF, EG/WG) Lemahnya national/local ownership Gap komunikasi antara couterpart,expert/consultant dan decision makers Tenaga ahli asing mendominasi bantuan teknis Dokumentasi hasil-hasil kerjasama oleh IA/EA(final report, buku, datinfo, dll), hilang bila peneliti pensiun, pindah dll
Daftar Inventarisasi Masalah Temuan Irjen/BPK RI HLN: Pengendalian intern atas pengelolaan hibah belum memadai Petunjuk pelaksanaan atas barang hasil pengadaan dari realisasi penerimaan hibah langsung uang tidak konsisten dengan mekanisme APBN Pengelompokan belanja hibah pada SPHL tidak sesuai kegiatan yang dilakukan Kelengkapan dokumen pemeriksaan (MoU dibuat dalam 2 versi Bahasa ; addendum yang berimplikasi pada perubahan angggaran Hibah; laporan; kekurangan dokumen pengesahan atas pendapatan dan belanja hibah)
Target dan Tindak Lanjut Pembahasan Target: 1. Membahas penyelesaian DIM dalam peningkatan ketertiban subtantif maupun administrasi kerjasama 2. Verifikasi dan Validasi Data kerjasama 3. Pemetaan Kerjasama Balitbang Kehutanan Tindak Lanjut: 1. Hasil Pembahasan akan menjadi input dalam rapat Dewan Riset dengan Puslit untuk memetakan link kerjasama dengan RPI. Lebih lanjut inputan menjadi dasar bagi Sekretariat untuk mengarahkan kerjasama ke depan sebagai komplementary dan mengisi gap kegiatan yang tidak dibiayai DIPA. 2. Masukan untuk kebutuhan kerjasama badan Litbang bagi Pusat KLN
Target dan Tindak Penutup Lanjut Pembahasan 1. Kerjasama Badan Litbang Kehutanan harus di optimalkan untuk percepatan kegiatan litbang dalam pencapaian Renstra Badan Litbang Kehutanan 2. Pelaksanaan kegiatan HLN tidak boleh menganggu kegiatan penelitian DIPA 3. Pentingnya peningkatan tertib administrasi HLN dengan mengacu pada peraturan yang berlaku yang dirumuskan dalam mekanisme pengendalian kerjasama
TERIMA KASIH