USAHA GURU PEMBIMBING MENGATASI MASALAH HUBUNGAN SOSIAL PESERTA DIDIK DALAM BELAJAR DI SMP N 4 SUTERA Oleh : Khairaty

dokumen-dokumen yang mirip
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MEWUJUDKAN KEPERCAYAAN DIRI PESERTA DIDIK DI KELAS VII SMP NEGERI 27PADANG JURNAL PENELITIAN

PENYEBAB KETIDAKHADIRAN PESERTA DIDIK DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMP NEGERI 11 PADANG. Oleh. Mita Fauzia. Afrizal Sano. Ahmad Zaini ABSTRACT

PROFIL HUBUNGAN SOSIAL PESERTA DIDIK DALAM BELAJAR DI SMK NEGERI 1 SIJUNJUNG

MASALAH-MASALAH PESERTA DIDIK PINDAH SEKOLAH KE SMA ADABIAH PADANG. Oleh: Sefriani. Fitria Kasih Yusnetti ABSTRACT

USAHA GURU BK UNTUK MEMBANTU MEMENUHI KEBUTUHAN SOSIAL REMAJA DALAM BELAJAR DI SMP N 2 PULAU PUNJUNG KABUPATEN DHARMASRAYA. Oleh: Fauziah Latif *)

PENGARUH PERILAKU TEMAN SEBAYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 01 RANAH BATAHAN KABUPATEN PASAMAN BARAT

Oleh : Novita Sari. Fitria Kasih Rahma wira Nita. Mahasiswa Bimbingan dan Konseling STKIP PGRI Sumatera Barat

PELAKSANAAN DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR DAN PENGAJARAN REMEDIAL OLEH GURU BK DAN GURU MATA PELAJARAN

UPAYA GURU BK DALAM MEMPERBAIKI CARA BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DI SMP NEGERI 18 PADANG ARTIKEL

EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERILAKU SOSIAL PESERTA DIDIK DI SMA N 12 PADANG. Oleh: Dedi Miswar. Fitria Kasih Rahma Wira Nita

TINGKAT KONFORMITAS MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING STKIP PGRI SUMATERA BARAT. Oleh: Yelni Susri. Fitria Kasih Weni Yulastri ABSTRACT

MASALAH BELAJAR PESERTA DIDIK TINGGAL KELAS DAN PROGRAM LAYANAN OLEH GURU BK (Studi di SMP MUHAMMADIYAH 6 PADANG) JURNAL RANI ETA PUTRI NPM:

MASALAH BELAJAR PESERTA DIDIK YANG TIDAK TINGGAL DENGAN ORANG TUA (Suatu Kajian di SMA Negeri I Rao Kabupaten Pasaman) E-JURNAL

PELAKSANAAN LAYANAN PENGUASAAN KONTEN OLEH GURU BK DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS X SMKN 2 PAYAKUMBUH By:

PROFIL KOMUNIKASI GURU DAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK (Studi Pada Peserta Didik Kelas XI SMA N 2 Koto Baru Kab. Dharmasraya) ARTIKEL

PENYESUAIAN DIRI PESERTA DIDIK PINDAHAN DALAM BELAJAR DI MTs TI BATANG KABUNG PADANG. Oleh: Hermina Mirawati*) Asmaiwaty Arief**)) Yusnetti**))

REGULASI DIRI BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS XI SMA NEGERI 2 SIJUNJUNG

PROFIL KONTROL DIRI PESERTA DIDIK DALAM BELAJAR DI KELAS XI SMA NEGERI 1 RAMBATAN KABUPATEN TANAH DATAR. Oleh: Resci Nova Linda*)

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CARA BELAJAR MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING ANGKATAN 2011 DI STKIP PGRI SUMATERA BARAT JURNAL

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PESERTA DIDIK TIDAK DISIPLIN DALAM PROSES BELAJAR DI MTsN KELAS VIII DURIAN TARUNG PADANG.

MASALAH-MASALAH INTERAKSI SOSIAL SISWA DENGAN TEMAN SEBAYA DI SEKOLAH

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN IPS DIKELAS VII 1 SMP PERTIWI SITEBA PADANG TAHUN PELAJARAN 2013/ 2014

PERAN GURU BK DALAM MEMBANTU PESERTA DIDIK YANG MENGALAMI PERILAKU MENYIMPANG DI SMP NEGERI 2 BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN.

UPAYA GURU BK DALAM MENGEMBANGKAN HUBUNGAN SOSIAL PESERTA DIDIK DIKLAT DI SMA NEGERI 5 PADANG Oleh:

PROFIL PENYESUAIAN DIRI PESERTA DIDIK DALAM BELAJAR DI ASRAMA PUTRA SMAN 1 LUBUK SIKAPING KABUPATEN PASAMAN

PERANAN GURU MATA PELAJARAN DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PESERTA DIDIK YANG MEMPEROLEH HASIL BELAJAR RENDAH

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA DIRI PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 10 PADANG JURNAL ESA JUNITA NPM

PERANAN GURU BK DALAM MEMBENTUK KONSEP DIRI (SELF CONCEPT) PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 11 PADANG. Oleh: Fitri Yumilda * Fitria Kasih ** Nofrita **

FAKTOR PENGHAMBAT BELAJAR YANG DIALAMI WARGA BELAJAR PAKET B DI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) SURYA KECAMATAN NANGGALO PADANG.

PERSEPSI PESERTA DIDIK TENTANG PELAKSANAAN LAYANAN INFORMASI BIDANG PENGEMBANGAN KARIER DI KELAS XI SMA N 2 BAYANG

PENGARUH PERKEMBANGAN SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK (STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF) DI SMP N 1 PASAMAN KABUPATEN PASAMAN BARAT ABSTRACT

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HUBUNGAN SOSIAL PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 10 PADANG JURNAL

FAKTOR PENYEBAB KEJENUHAN BELAJAR PESERTA DIDIK dan UPAYA GURU BK dalam MENGATASINYA (Studi terhadap Peserta Didik di Kelas VII SMP N 33 Padang) Oleh:

STUDI TENTANG PROFIL KETERAMPILAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 PAINAN JURNAL

PENGARUH KONDISI FISIK DAN PSIKOLOGIS PADA MASA PUBERTAS TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII DI MTsN PARAK LAWAS PADANG. Oleh.

PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK JURUSAN IPA DENGAN JURUSAN IPS DI SMA NEGERI 1 PULAU PUNJUNG KABUPATEN DHARMASRAYA OLEH:

PERSIAPAN MAHASISWA MENGIKUTI PERKULIAHAN STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING STKIP PGRI SUMATERA BARAT JURNAL

IDENTIFIKASI TINGKAH LAKU SALAH SUAI REMAJA MELALUI PENDEKATAN KONSELING PSIKOLOGI INDIVIDUAL DI SMKN 4 PADANG

KECAMATAN SEMBILAN KOTO KABUPATEN DHARMASRAYA JURNAL DESPI LONAWATI NPM:

PERAN GURU BK DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL PESERTA DIDIK KELAS VIII MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DI SMP NEGERI 12 PADANG

PROFIL PERHATIAN ORANG TUA KEPADA PESERTA DIDIK YANG MEMPUNYAI KESULITAN BELAJAR DI KELAS X SMA NEGERI I KINALI KABUPATEN PASAMAN BARAT ABSTRACT

PEMBERIAN PENGUATAN OLEH GURU PEMBIMBING TERHADAP PESERTA DIDIK DALAM LAYANAN INFORMASI DI SMP NEGERI 26 PADANG. Oleh : Ismi Auldra Efendi*

MODEL PENGEMBANGAN RASA TANGGUNG JAWAB PESERTA DIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS XI DAN XII MAN 2 SOLOK SELATAN

FAKTOR PENDORONG INTERAKSI SOSIAL PESERTA DIDIK DENGAN GURU MATA PELAJARAN DI SMA NEGERI 2 SOLOK SELATAN JURNAL PENELITIAN

PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING PERORANGAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII DI SMP NEGERI I SALO PROVINSI RIAU JURNAL

Peni Putri Ninda Sari * Dra. Hj. Fitria Kasih, M.Pd., Kons ** Yasrial Chandra, M.Pd **

PELAKSANAAN LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN DALAM PENGEMBANGAN DIRI PESERTA DIDIK OLEH GURU BK

The Counselor Role in Developing the Talents of Students Through the Placement Services in the Fields SMP 27 By:

JURNAL PENELITIAN. Oleh : SOTRIADI NPM:

PROFIL PENYESUAIAN DIRI PESERTA DIDIK TINGGAL KELAS DI SMK NEGERI 5 PADANG. (Studi Deskriptif Kuantitatif di Kelas XI SMK Negeri 5 Padang) Oleh:

HUBUNGAN GAYA BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 4 PADANG JURNAL

UPAYA MEMBINA HUBUNGAN SOSIAL MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK DI SMK NEGERI 2 PULAU PUNJUNG KABUPATEN DHARMASRAYA. Oleh: Ika Ramayani *

PELAKSANAAN EVALUASI LAYANAN INFORMASI YANG DILAKUKAN GURU BK DI SMP NEGERI 11 PADANG (STUDI TERHADAP KELAS VIII)

KOMUNIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DENGAN TEMAN SEBAYA DI SMK NEGERI 4 PADANG By:

HUBUNGAN AKTIVITAS BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X IIS SMA NEGERI 7 PADANG

HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK SMP NEGERI 1 PANTI KAB. PASAMAN

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS VIII SMP NEGERI 23 PADANG Oleh:

The Study of Attitude Students of Attended Learning Geography in XI Social Studies Class of Senior High School Bunda Padang. By:

TINGKAT KEMANDIRIAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN TUGAS AKHIR DI PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING STKIP PGRI SUMATERA BARAT.

KESIAPAN PESERTA DIDIK DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL DI SMP NEGERI 31 PADANG ARTIKEL

PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 SUTERA JURNAL

UPAYA GURU PEMBIMBING DAN GURU MATA PELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMP PERTIWI 2 PADANG

Keywords: Group Guidance Services, learning skills, Junior High School Students

HUBUNGAN KEMATANGAN EMOSI DENGAN KEMAMPUAN BERSOSIALISASI PESERTA DIDIK DI SMKN 4 PADANG

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYESUAIAN DIRI PESERTA DIDIK ARTIKEL

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN JURUSAN OLEH PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 SOLOK. Oleh: Puji Yani Pratama* Marwisni Hasan** Nofrita**

Pelaksanaan Layanan Penempatan dan Penyaluran dalam Program Peminatan di Kelas X SMA Negeri 2 Sijunjung Kabupaten Sijunjung

PENGARUH DISIPLIN DAN FASILITAS SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA N 10 SIJUNJUNG

TINJAUAN PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPA KELAS VII DI SMP NEGERI 31 PADANG ARTIKEL ILMIAH

PERBEDAAN GAYA BELAJAR SISWA KELAS UNGGUL DENGAN KELAS REGULER DI SMP N 12 PADANG. Oleh: ABSTRACK

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN KARIR PESERTA DIDIK KELAS XII DI SMK NEGERI 1 PAINAN Oleh:

INTERAKSI SOSIAL PESERTA DIDIK BERPRESTASI DALAM BELAJAR DI SMP NEGERI 4 PAYAKUMBUH JURNAL MARISA NANDA

Oleh: Meylani Rena Agustin* Fitria Kasih** Weni Yulastri*** *) Mahasiswa Bimbingan dan Konseling STKIP PGRI Sumatera Barat **) Dosen Pembimbing

HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN PERENCANAAN KARIR PESERTA DIDIK SMP NEGERI 1 PAINAN KABUPATEN PESISIR SELATAN ABSTRACT

FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN EVALUASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING OLEH GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA NEGERI KOTA PADANG.

POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMBINA KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 9 PADANG

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EMOSI PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 26 PADANG ARTIKEL E JURNAL ZILVIANDA LUSIANA NIM

PROFIL KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK DI SMP SEMEN PADANG JURNAL. Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (STRATA 1)

Keywords: Assertive Behavior, Interaction, Passive Attitude of Aggressive Attitude

EFEKTIFITAS PEMANFAATAN WAKTU BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 11 PADANG. Oleh : Deni Okto Nengsi. Fitria Kasih Gusneli

PERSEPSI MAHASISWA TENTANG KETERAMPILAN VARIASI MENGAJAR DOSEN

PERSEPSI PESERTA DIDIK KELAS XII TENTANG PENDIDIKAN SEKS DI SMA NEGERI 1 NAN SABARIS PAUH KAMBAR PARIAMAN JURNAL

PROFIL AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 2 LEMBAH GUMANTI KABUPATEN SOLOK ABSTRACT

RARA NINGRUM NPM:

HUBUNGAN SIKAP GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN DENGAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS VII SMP LUKI PADANG ARTIKEL

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYESUAIAN DIRI REMAJA PUTUS SEKOLAH DI JORONG BATANG KARIANG KECAMATAN KAMANG BARU KABUPATEN SIJUNJUNG JURNAL

PROFIL MINAT PESERTA DIDIK MENGIKUTI KONSELING KELOMPOK KELAS VII DI SMP NEGERI 1 SUTERA KABUPATEN PESISIR SELATAN ARTIKEL

Indra Priono * Fitria Kasih ** Rahma Wira Nita ** *Mahasiswa Bimbingan dan Konseling 08/C STKIP PGRI Sumatera Barat

Faktor Penyebab Kecemasan Peserta Didik dalam Menghadapi Ujian Nasional di SMP Negeri 1 Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat.

FAKTOR PENYEBAB KURANG LANCARNYA REMAJA AWAL DALAM MELAKSANAKAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN DI SMP NEGERI 25 PADANG JURNAL

PERAN ORANG TUA DALAM MEMBANTU PENCAPAIAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK SEKOLAH DASAR DI KELURAHAN SIGUHUNG KECAMATAN LUBUK BASUNG KABUPATEN AGAM.

PROFIL KETERAMPILAN KOMUNIKASI PESERTA DIDIK DALAM BELAJAR DI KELAS X SMA NEGERI 1 LINGGO SARI BAGANTI KABUPATEN PESISIR SELATAN JURNAL

Oleh: Fauzan. FitriaKasih Rahma Wira Nita. Mahasiswa Bimbingan dan Konseling STKIP PGRI Sumatera Barat ABSTRACT

HUBUNGAN KEBIASAAN BELAJAR KELOMPOK DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X DAN XI DI SMA NEGERI 10 MAKASSAR

Key Words : Reading Comprehension, Answer the Questions

PROFIL PEMANFAATAN WAKTU UNTUK BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 2 MUARA BUNGO

FAKTOR PENYEBAB PESERTA DIDIK TERLIBAT TAWURAN ANTAR PELAJAR DI SMK NEGERI 1 PADANG. Oleh : Rahayu Yulmianti. Gusneli

Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat ABSTRACT

PERMASALAHAN PESERTA DIDIK TUNAGRAHITA DI SLB HIKMAH MIFTAHUL JANNAH PADANG ARTIKEL

PROFIL INTERAKSI SOSIAL PESERTA DIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS X SMA NEGERI 4 PADANG JURNAL ULFI SAPUTRA NPM:

Transkripsi:

USAHA GURU PEMBIMBING MENGATASI MASALAH HUBUNGAN SOSIAL PESERTA DIDIK DALAM BELAJAR DI SMP N 4 SUTERA Oleh : Khairaty Fitri Kasih Ahmad Zaini Mahasiswa Bimbingan dan Konseling STKIP PGRI Sumatera Barat ABSTRACT The problem in this research is: How can a tutor attempt to overcome the problem of social relations students in learning in SMP N 4 SUTERA?, Views of: 1). Guidance counselor effort to overcome the problems experienced by students who are not accepted into the study, 2). Guidance counselor effort to overcome the problems experienced by students who tend to learn by themselves, 3). Guidance counselor effort to overcome the problems experienced by students who tend to choose friends in learning. This research is a descriptive study that attempted to portray the situation as it is. This study population is students of SMP N 4 SUTERA, a population of 428 people. Samples were selected by purposive random sampling technique, is the students who have problems in social relationships in learning. The tools used in data collection was a questionnaire and data analysis techniques using a percentage formula. The results are as follows: 1). Efforts to overcome problems guidance counselor experienced learners who are not accepted into the study were in the good category, 2) The guidance counselor to overcome the problems experienced by students who tend to learn on their own are in the good category, 3) The guidance counselor to overcome the problems experienced by the learners tend to choose friends who are learning the good category. Based on the above results the researchers to conclude that the business tutor solve social problems of students in SMP N 4 SUTERA can be categorized either. Here, the researchers suggested that a tutor to maintain and further enhance efforts to address problems of social relations students in learning and provide the kind of service that suits your needs and problems of learners. Keyword :Social relation, student, and learning A. PENDAHULUAN Pendidikan akan mendorong seseorang untuk belajar aktif, mandiri dan memberdayakan semua potensi yang ada dalam dirinya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan belajar. Belajar yang dilakukan oleh manusia merupakan bagian dari hidupnya, berlangsung seumur hidup, kapan saja, di mana saja, baik di sekolah maupun di luar

sekolah yang dalam waktu tidak dapat ditentukan sebelumnya. Belajar merupakan kewajiban bagi setiap peserta didik, dengan belajar peserta didik bisa mengetahui dan mendapatkan pengetahuan yang baru.menurutslameto (2003:3) belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dariinteraksidenganlingkungannyadalammemenuhikebutuhan hidupnya. Dalam belajar perlu diterapkan sikap berteman dalam belajar yang baik agar proses belajar mengajar di kelas dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan. Peserta didik akan memperoleh hasil yang baik apabila faktor keberhasilan belajar tersebut dimiliki dan dimanfaatkan dengan baik. SelanjutnyaNana Sudjanadan Ibrahim (2007:9) mengemukakan bahwa hasil belajar peserta didik dipengaruhi 70% oleh kemampuan peserta didik dan 30% dipengaruhi oleh lingkungan dan hubungan peserta didik dalam belajar. Lingkungan sekolah peserta didik merupakanfaktor yang dapatmempengaruhibelajarpesertadidik, dan bisa mempengaruhi perkembangan peserta didik terutama dalam proses pembelajaran. Dalam kehidupan sehari-hari setiap individu mengalami masalah mulai dari masalah kecil atau ringan sampai masalah berat atau besar, yang mencakup masalah hubungan sosial, masalah ekonomi, dan permasalahan lain dalam menjalani aktivitas seharihari, sehingga dapat menghambat aktivitas individutersebut, tidak mungkindibiarkanterussampai berlarutlarut, karena haliniakanmengakibatkantimbulnyaefeksamping yang diharapkan terutama dalam proses belajar peserta didik dengan teman sebayanya. Hubungan sosial adalah suatu proses interaksi individu terhadap individu lainnya, sebagaimanapendapat Anna Alisyahbana, dkk (Muhammad Ali dan M. Asrori 2004:83) hubungansosial diartikan sebagai cara bereaksi terhadap, orang-orang di sekitar dan bagaimana pengaruh hubungan itu terhadap dirinya. B. METODE PENELITIAN Sesuai dengan permasalahan dan penelitian yang telah ditetapkan, maka penelitian ini tergolong penelitian deskriptif.dalampene-

litianiniakanmendeskripsikan secara tepat dan akurat mengenai Usaha guru pembimbing mengatasi masalah hubungan sosial peserta didik dalam belajar di SMP N 4 Sutera. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik SMP N 4 SUTERA dengan jumlah populasi 428orang, dan jumlah sampel 46 orang.teknik dan alat pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah angket. Menurut Ridwan (2004:109) Teknik pengumpulan data adalah cara atau teknik yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Analisis data dengan menggunakan rumus persentase. Setelah diperoleh presentase jawaban responden, dilakukan pengklasifikasian jawaban tersebut dengan menggunakan klasifikasi yang dikemukakan oleh SuharsimiArikunto (1992:224), menafsirkan sebagai berikut : 81% -100% =Sangat baik 61% - 80% =Baik 41% - 60% = Sedang 21% - 40% =Kurang baik 0-20% =Sangat kurangbaik C. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis dan penafsiran data temuan penelitian mengenai usaha guru pembimbing mengatasi masalah hubungan sosial peserta didik dalam belajar di SMP N 4 SUTERA yang meliputi : Peserta didik yang tidak diterima dalam kelompok belajar, peserta didik yang cenderung belajar sendiri, peserta didik yang cenderung memilih teman dalam belajar adalah sebagai berikut: data tentang cara-cara dalam belajar kelompok kategori baik sebanyak 73,91% dari responden, pada kategori sedang sebanyak 6,53%, pada kategori sangat baik sebanyak 19,56%. Jadi dapat disimpulkan bahwa usaha yang dilakukan guru pembimbing dalam memberikan informasi tentang cara-cara dalam belajar kelompok termasuk dalam pembimbing sudah baik dalam memberikan informasi tentang caracara dalam kelompok belajar,baik itu dalam penyampaian materi yang disampaikan,maupun informasi yang disampaikan dalam kelompok belajar serta bentuk-bentuk kelompok bela-

jar, disini guru pembimbing sudah melakukan semaksimal mung-kin tentang cara-cara dalam kelompok belajar sehingga sudah terlihat baik. Dalam proses belajar mengajar peserta didik harus bisa membina hubungan sosial yang baik dengan teman sebaya. Hal ini sesuai dengan Elida prayitno (2002:75) Remaja dapat berprestasi maksimal dalam belajar jika ia diterima dan dikagumi dalam kelompok sebayanya dan mampu memecahkan masalah secara baik dengan orang dewasa terutama guru, orang tua, dan orang dewasa lainnya. data tentang cara mengemukakan pendapat dalam kelompok belajar kategori baik sebanyak 71,73% dari responden, pada kategori sedang sebanyak 15,21%, pada kategori sangat baik sebanyak 13,04%. Jadi dapat disimpulkan bahwausaha yang menjelaskantentangcaramengemukakanpendapatdalamkelompok belajar tergolong pada kategori baik, ini berarti guru pembimbing sudah menjelaskan tentang cara mengemukakan pendapat dalam kelompok belajar baik. jadi sudah terlihat bahwa guru pembimbing telah menjelaskan berbagai macam cara mengemukakan pendapat dalam kelom-pok belajar, terdiri dari tekhnik dan cara mengemukakan pendapat baik itu dari bahasa yang digunakan serta emosional dan keberanian dalam mengemukakan pendapat, sehingga peserta didik sudah bisa mengemukakan pendapat dalam kelompok belajar dengan baik. Sesuai dengan pendapat prayitno (1995:5) bahwa dalam membahas segala permasalahan dilakukan secara dinamis, bebas, berarti setiap kelompok dapat mengemukakan apa saja yang berkenaan dengan hal-hal yang dikemukakan oleh anggota kelompok. data tentang cara berbicara dalam kelompok belajar pada kategoribaik sebanyak 58,69% dari responden, pada kategori sedang sebanyak 28,26%, pada kategori sangat baik sebanyak 13,04%. Jadi dapat disimpulkan bahwa usaha yang menjelaskanbagaimanacaraberbicaradalamkelompokbelajar tergo-long pada pembimbing sudah maksimal dalam menjelaskan cara berbicara dalam

kelompok belajar sehingga terlihat sudah baik.sesuai dengan hal ini Larry King dan Bill Gilbert (2005:15) menyatakan bahwa berbicara merupakan alat komunikasi yang alami antara anggota kelompok untuk mengungkapkan pikiran dan sebagai sebuah bentuk tingkah laku sosial. data tentang memberikan contoh tentang cara belajar kategori baik sebanyak 65,21% dari responden, pada kategori sedang sebanyak 4,34%, pada kategori sangat baik sebanyak 30,43%. Jadi dapat disimpulkan bahwa usaha yang dilakukan guru pembimbingdalam memberikan contoh tentang cara belajar tergolong kategori baik, ini berarti guru pembimbing sudah baik dalam mem-berikan contoh tentang cara belajar. Sesuai dengan pendapat Muhibbin syah (2002:63) belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis-jenis dan jenjang pendidikan. data memberikan contoh tentang sikap belajar kategori baik sebanyak 84,78% dari responden, pada kategori sedang sebanyak 6,52%, pada kategori sangat baik sebanyak 8,69%. Jadi dapat disimpulkan bahwa usaha yang dila-kukan guru pembimbing dalam memberikan contoh tentang sikap belajar tergolong pada kategori baik, ini berarti guru pembimbing sudah baik dalam memberikan contoh tentang sikap belajar. Sesuai dengan hal ini Oemar Hamalik (2001:30) hasil belajar adalah tingkah laku yang btimbul dari tidak tahu menjadi tahu dari yang tidak mengerti menjadi mengerti, timbulnya pengertian baru, perubahan sikap, keterampilan menghargai perkembangan sikap-sikap sosial, emosional, dan pertumbuhan jasmani. data menjelaskan tentang cara bergaul dalam belajar kategori baik sebanyak 65,21% dari responden, pada kategori sedang sebanyak 15,21%, pada kategori sangat baik sebanyak 19,56%. Jadi dapat disimpulkan bahwa usaha yang dilakukan guru pembimbing dalam menjelaskan cara bergaul dalam belajar tergolong pada pembimbing sudah baik dalam menjelaskan tentang cara bergaul dalam belajar. Hal ini sesuai dengan

pendapat Muhammad Ali dan Muhammad Asrori (2004:85) mengatakan bahwa hubungan sosial ini mula-mula dimulai dari lingkungan rumah sendiri kemudian berkembang lebih luas lagi kelingkungan sekolah dan dilanjutkan dengan lingkungan yang lebih luas lagi yaitu tempat berkumpulnya teman sebaya. data memberikan informasi tentang etika bergaul dalam belajar kategori baik sebanyak 76,08% dari responden, padakategorisedang sebanyak 13,04%, padakategorisangatbaiksebanyak 10,86%. Jadi dapat disimpulkan bahwa usaha yang memberikan informasi tentang etika bergaul dalam belajar tergolong pada pembimbing sudah baik dalam memberikan informasi tentang etika bergaul dalam belajar. Sesuai dengan hal ini Slameto (2003:66-67) menyatakan bahwa: peserta didik yang mempunyai sifat-sifat tingkah laku yang kurang menyenangkan teman lain, mempunyai rasa rendah diri atau mempunyai tekanan-tekanan batin akan diasingkan dari kelompok. Akibatnya membuat masalahnya dan akan mengganggu belajarnya. data tentang memberikan informasi tentang sikap berteman dalam belajar kategori baik sebanyak 76,08% dari responden, pada kategori sedang sebanyak 15,21%, pada kategori sangat baik sebanyak 8,69%. Jadi dapat disimpulkan bahwa usaha yang memberikan informasi tentang sikap berteman dalam belajar tergolong pembimbing sudah baik dalam memberikan informasi tentang sikap berteman dalam belajar.menurut Slameto (2003:3) belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhanm hidupnya. D. KESIMPULAN Berdasarkan analisis data dan pembahasan maka dapatdiambilkesimpulanmengenai usaha guru pembimbing mengatasi masalah hubungan sosial peserta didik dalam belajar di SMP N 4 SUTERA. Temuan penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Usaha guru pembimbing mengatasi permasalahn yang dialami peserta didik yang tidak diterima dalam kelompok belajar di SMP N 4 SUTERA termasuk baik dengan persentase 89% ini terlihatdarimemberikaninformasitentangcara-caradalam kelompok belajar, menjelaskan tentang cara mengemukakan pendapat dalam kelompok belajar dan menjelaskan cara berbicara dalam kelompok belajar. 2. Usaha guru pembimbing mengatasi permasalahn yang dialami peserta didik yang cenderung belajar sendiri di SMP N 4 SUTERA termasuk baik dengan persentase 91%, hal ini terlihat dari memberikan contoh tentang cara belajar, sikap belajar dan kebiasaan belajar. 3. Usaha guru pembimbing mengatasi permasalahan yang dialami peserta didik yang cenderung memilih teman dalam belajar di SMP N 4 SUTERA termasuk baik dengan persentase 89%, seperti menjelaskan cara bergaul dalam belajar, memberikan informasi tentang etika bergaul dalam belajar dan sikap berteman dalam belajar. E. KEPUSTAKAAN Arikunto, Suharmi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta Bina Aksara Moh.Ali danasrori. 2004. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Bina Aksara. Sudjana, Nana. 2009. DasardasarProses Belajar Mengajar.Bandung :SinarBaruAlgesindo Yusuf.A Muri 2005.Metodologi Penelitian Dasar-dasar Penyelidikan Alamiah Padang: UNP