PENALARAN MATEMATIKA

dokumen-dokumen yang mirip
PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA

OLIMPIADE MATEMATIKA SLTP TINGKAT KABUPATEN KOTA 2006

OLIMPIADE SAINS NASIONAL SMP SELEKSI TINGKAT KABUPATEN-KOTA TAHUN 2006

PENDALAMAN MATERI MATEMATIKA S D. 3. Diketahui : a = 112, b = 175, c = 138 dan d = 225. Tentukan nilai ab+bc+ad+cd

SOAL MATEMATIKA - SMP

INDUKSI MATEMATIKA A. Penalaran Induktif dan Deduktif Penalaran dalam matematika ada dua jenis, yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif. 1.

K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Matematika Wajib

EKSPLORASI BILANGAN. 1.1 BARISAN BILANGAN

BAB I PENDAHULUAN. sistematis. Indikator penalaran belajar matematika yaitu: a) membuat analogi

4. Sebuah toko perlengkapan olahraga menyebarkan brosur sebagai berikut :

Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D. Program Studi Sistem Informasi Universitas Jember

SOAL OSN MATEMATIKA SMP TINGKAT KABUPATEN 2012

UJI PRESTASI Kelipatan persekutuan terkecil dari 42, 70, dan 210 adalah. A. 7 D. 420 B. 14 E C. 210

SOAL MATEMATIKA - SMP

3. Kuadrat dari hasil penjumlahan angka 5 dan 6, dikurangi hasil perkalian kedua angka tersebut

EKSPLORASI BILANGAN. 1.1 Barisan Bilangan

B. POLA BILANGAN 1. Pengertian pola bilangan Pola bilangan adalah aturan terbentuknya sebuah kelompok bilangan.

SOAL SELEKSI TINGKAT KOTA/KABUPATEN OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2007 BIDANG MATEMATIKA SMP. 3 dari yang terkecil sampai yang terbesar.

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan, antara lain pembaharuan kurikulum, peningkatan kualitas tenaga. pendidik dan peningkatan sarana dan pra sarana.

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan matematika sangat berperan penting dalam upaya menciptakan

SIMAK UI 2015 Matematika Dasar

PEMBUKTIAN, PENALARAN, DAN KOMUNIKASI MATEMATIK. OLEH: DADANG JUANDI JurDikMat FPMIPA UPI 2008

NAMA : KELAS : LEMBAR AKTIVITAS SISWA BARISAN DAN DERET 1. Beda Barisan Aritmatika. b =.. RUMUS SUKU KE N: King s Learning Be Smart Without Limits

1) Perhatikan bentuk di bawah: U 1 U 2 U 3 U 4 U n 2, 5, 8, 11, dengan: U 3 = suku

Latihan Soal Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah. SMP / MTs Mata Pelajaran : Matematika

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

SOAL SELEKSI TINGKAT KOTA/KABUPATEN OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2007 BIDANG MATEMATIKA SMP

SMA / MA Bahasa Mata Pelajaran : Matematika

Pembahasan Soal Final Kompetisi Matematika Pasiad ( KMP ) VIII Tahun 2012 Tingkat SMP

LAMPIRAN 1 INSTRUMEN DAN HASIL PENELITIAN

MATEMATIKA (Paket 1) Waktu : 120 Menit

SOAL MATEMATIKA - SMP

SOAL OLIMPIADE MATEMATIKA SLTP TINGKAT KABUPATEN / KOTA 28 JUNI 2005

BAB 1 Pola Bilangan, Barisan dan Deret

TRY OUT UN MATEMATIKA SMP 2013

PEMECAHAN MASALAH DALAM MATEMATIKA

Soal-soal dan Pembahasan Matematika Dasar SNMPTN 2010

BAB IV HASIL PENELITIAN

SISTEM BILANGAN REAL

Matematika Bahan Ajar & LKS

SOAL MATEMATIKA - SMP

BAB I PENDAHULUAN. masalah kehidupan sehari-hari. Matematika terdiri dari beberapa komponen yang. serta sifat penalaran matematika yang sistematis.

KISI-KISI SOAL PENALARAN & KOMUNIKASI MATEMATIK

matematika PEMINATAN Kelas X PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN EKSPONEN K13 A. PERSAMAAN EKSPONEN BERBASIS KONSTANTA

SOLUSI ISIAN SINGKAT

SOAL SELEKSI TINGKAT KOTA/KABUPATEN OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2007 BIDANG MATEMATIKA SMP

MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP & PENALARAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS MELALUI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN TEKNIK SOLO/SUPERITEM

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB V BARISAN DAN DERET BILANGAN

TINGKAT SMP KOMET 2018 SE-JAWA TIMUR. c. 6 d. 7 e Jika n memenuhi Jika x = 2

1 SISTEM BILANGAN REAL

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang begitu pesat

a. Bilangan bulat nol negatif tambah b.operasi kurang

PEMBAHASAN. Teorema 1. Tidak ada bilangan asli N yang lebih besar dari semua bilangan bulat lainnya.

C. y = 2x - 10 D. y = 2x + 10

METODA PEMBUKTIAN DALAM MATEMATIKA

BAB IV PENALARAN MATEMATIKA

Kumpulan Soal Matematika VII ( BSE Dewi Nurhariyani)

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN MGMP MATEMATIKA SMP PROVINSI DKI JAKARTA SMPN... JAKARTA

BARISAN DAN DERET. A. Pola Bilangan

SOAL SIAP ULANGAN AKHIR SEMESTER MATA PELAJARAN : MATEMATIKA KURIKULUM : 2013

BILANGAN BERPANGKAT. Jika a bilangan real dan n bilangan bulat positif, maka a n adalah

M. PRAHASTOMI M. S. SISTEM PERSAMAAN LINEAR. A. a = 2 dan b = 4 B. a = 2 dan b = 4 C. a = 2 dan b = 4 D. E. a = 2

B. 26 September 1996 D. 28 September 1996

SELEKSI OLIMPIADE MATEMATIKA INDONESIA 2004 TINGKAT PROVINSI

CHAPTER 5 INDUCTION AND RECURSION

Pengantar Analisis Real


BAB I PENDAHULUAN. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang konsep, kaidah,

Metode pembuktian untuk proposisi yang berkaitan dengan bilangan bulat adalah induksi matematik.

Contoh-contoh soal induksi matematika

CHAPTER 5 INDUCTION AND RECURSION

C. { 0, 1, 2, 3, 4 } D. { 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 }

Pembahasan Matematika SMP IX

Matematika Bahan Ajar & LKS

METODA PEMBUKTIAN DALAM MATEMATIKA

Pembahasan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)

1 SISTEM BILANGAN REAL

OLIMPIADE SAINS TERAPAN NASIONAL SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TINGKAT PROPINSI JAWA TENGAH 2010 BIDANG MATEMATIKA TEKNOLOGI

2 BILANGAN PRIMA. 2.1 Teorema Fundamental Aritmatika

UN SMP 2014 MATEMATIKA

1 SISTEM BILANGAN REAL

BAB II MASALAH MATEMATIKA DAN STRATEGI PEMECAHANNYA

UJI PRESTASI 1 A. PILIHAN GANDA. Pilihlah jawaban yang tepat!

HIMPUNAN. Himpunan yang tidak mempunyai anggota disebut himpunan kosong, ditulis φ atau { }. Banyaknya anggota himpunan A dinotasikan dengan n(a).

SOLUSI OSN MATEMATIKA SMP TINGKAT PROPINSI TAHUN 2004

II. SISTEM BILANGAN RIIL. Handout Analisis Riil I (PAM 351)

SELEKSI OLIMPIADE MATEMATIKA INDONESIA 2006 TINGKAT PROVINSI TAHUN Prestasi itu diraih bukan didapat!!!

PETUNJUK MENGERJAKAN SOAL OLIMPIADE MATEMATIKA

SMK MGMP MATEMATIKA SMK NEGERI / SWASTA NEGERI DAN SWASTA MATEMATIKA KELOMPOK PARIWISATA PAKET II A KOTA SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Winda Purnamasari, 2013

2. Suku pertama dan suku kedua suatu deret geometri berturut-turut adalah a -4 dan a x. Jika suku kedelapan adalah a 52, maka berapa nilai x?

SELEKSI OLIMPIADE MATEMATIKA INDONESIA 2006 TINGKAT PROVINSI

SOAL SELEKSI TINGKAT KOTA/KABUPATEN OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2008 BIDANG MATEMATIKA SMP 19 APRIL 2008

OSK Matematika SMP (Olimpiade Sains Kabupaten Matematika SMP)

Transkripsi:

PENALARAN MATEMATIKA Oleh: Kusnandi A. Pengantar Untuk dapat meningkatkan kemampuan berpikir matematika siswa perlu mengetahui tingkatan kemampuan berpikir matematika. Shefer dan Foster (997) mengajukan tiga tingkatan kemampuan berpikir matematika, yaitu tingkatan reproduksi, tingkatan koneksi, dan tingkatan analisis. Masing-masing tingkatan terdiri atas komponen-komponen sebagai indikatornya, yaitu sebagai berikut: Tingkatan I Reproduksi Mengetahui fakta dasar Menerapkan algoritma standar Mengembangkan keterampilan teknis Tingkatan II Koneksi Mengintegrasikan informasi Membuat koneksi dalam dan antar domain matematika Menetapkan rumus yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah Memecahkan masalah tidak rutin Tingkatan III Analisis Matematisasi situasi Melakukan analisis Melakukan interpretasi Mengembangkan model dan strategi baru Mengembangkan argumen matematika Membuat generalisasi.

Tingkatan kemampuan matematika di atas dapat digunakan selain untuk mengevaluasi penekanan proses pembelajaran yang selama ini dilakukan, juga menyusun instrumen (soal tes) yang dimaksudkan untuk mengetahui tingkatan kemampuan matematika siswa. Setelah kita dapat mengidentifikan tingkat kemampuan siswa, maka upaya-upaya meningkatkan kemampuan berpikir matematik dapat dilakukan dengan berpedoman pada komponen kemampuan pada tingkatan berikutnya. B. Penalaran Matematika Penalaran Matematika yang mencakup kemampuan untuk berpikir secara logis dan sistematis merupakan ranah kognitif matematik yang paling tinggi. Sumarmo (2002) memberikan indikator kemampuan yang termasuk pada kemampuan penalaran matematika, yaitu sebagai berikut: Membuat analogi dan generalisasi Memberikan penjelasan dengan menggunakan model Menggunakan pola dan hubungan untuk menganalisis situasi matematika Menyusun dan menguji konjektur Memeriksa validitas argumen Menyusun pembuktian langsung Menyusun pembuktian tidak langsung Memberikan contoh penyangkal Mengikuti aturan enferensi Di bawah ini akan diberikan contoh masalah dalam matematika yang menuntut kemampuan penalaran matematika.

C. Masalah-Masalah Penalaran Matematika a. Membuat Analogi Contoh : Tentukan nilai dari A = x2 2x3 3x4 2009x200 Jawab: Suku ke-k dari deret itu adalah k( k ) Sekarang perhatikan bahwa = k( k ) Dengan demikian, nilai dari A adalah k k A = 2 2 3 3 4 = 200... 2008 2009 2009 200 = 2009 200 Terapkan pendekatan penyelesaian di atas pada masalah di bawah ini:. Hitung nilai dari A = 2. Hitung nilai dari 72 90 0 99990000 T = 2 2 3 2 3 4... 50 b. Menyusun dan Menguji Konjektur Proses Induktif : A = dan B = 5 maka AB + = 6 = 4 2 A = dan B = 05 maka AB + = 56 = 34 2 A= dan B = 005 maka AB + = 556 = 334 2 Konjektur : A =... dan B = 0 0... 0 5 maka 2009 angka

AB + = 3 3... 3 4 2007 angka 2 C. Menyusun dan Menguji Konjektur Contoh : Misalkan A =... dan B = 0 0... 0 5 Jawab 2009 angka Perlihatkan bahwa AB + merupakan bilangan bentuk kuadrat. Proses Induktif : A = dan B = 5 maka AB + = 6 = 4 2 A = dan B = 05 maka AB + = 56 = 34 2 A = dan B = 005 maka AB + = 556 = 334 2 Konjektur : A =... dan B = 0 0... 0 5 maka 2009 angka AB + = 3 3... 3 4 2007 angka 2 Bukti konjektur Perhatikan kasus A = dan B = 005 maka AB + = 556 = 334 2 334 2 = (333 + ) 2 = [3() + ] 2 = [9() + 6] + =. 005 + = AB + Dengan proses mundur dengan mudah dapat ditunjukkan masalah itu. AB + =... x 0 0... 0 5 + 2009 angka =... [9 (... ) + 6] + = 9 (... ) 2 + 6(... ) +

= [3(... ) + ] 2 = ( 3 3...3 4 ) 2 Masalah : Susun suatu konjektur untuk menunjukkan bahwa bilangan... 2 2... 2 2007 angka merupakan bentuk kuadrat 5 D. Memberi Penjelasan dengan Menggunakan Model Contoh: Panjang jalan tol Bogor Jakarta 60 km. Pada pukul 2.00 mobil A berangkat dari pintu tol Bogor menuju Jakarta dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam. Pada saat yang sama mobil B berangkat dari pintu tol Jakarta menuju Bogor dengan kecepatan rata-rata 70 km/jam. Kedua mobil tersebut akan berpapasan pada pukul.... Jawab Model dari masalah di atas dapat digambarkan sebagai berikut: Bogor 60 km Jakarta V o = 80 km/jam P x km (60 x) km V o = 70 km/jam Misalkan di titik P mobil A dan mobil B berpapasan, maka t A = t B Sehingga t A = 32/80 = 2/5 jam = 24 menit s A sb v A vb x 60 x 80 70 x 32 Dengan demikian, mobil A dan mobil B berpapasan pada pukul 2.24 km

Masalah: Pada pukul berapa antara jam 2 dan jam 3 jarum panjang (menit) dan jarum pendek (jam) berimpit? E. Menggunakan Pola untuk Menganalisis Situasi Matematik Contoh: Ucok bermain menyusun batang-batang korek api seperti tampak pada gambar di bawah ini. Apabila susunan batang korek api yang dibuat Ucok dilanjutkan, tentukan banyak batang korek api yang diperlukan untuk membuat susunan ke-20. Masalah: Berapa banyaknya cara memilih bilangan 5 dengan penjumlahan angka atau 2 yang memperhatikan urutan. Sebagai contoh untuk 4 ada 5 cara, yaitu : + + + ; + + 2; + 2 + ; 2 + + dan 2 + 2 Masalah 2: Pada gambar-gambar di bawah ini: Gambar berikutnya diperoleh dengan menambah gambar segitiga sama sisi berarsir yang ukuran sisinya setengah dari masing-masing segitiga tak berarsir yang tersisa pada gambar selanjutnya. Apabila luas daerah segitiga sama sisi pada gambar adalah satuan, tentukan luas keseluruhan segitiga berarsir pada gambar ke-5

Gambar Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 F. Memeriksa Validitas Argumen Contoh : Periksa setiap langkah di bawah ini Misalkan Kalikan dengan a a = b a 2 = ab Kurangkan dengan b 2 a 2 b 2 = ab b 2 Faktorkan (a + b)(a b) = b(a b) Bagi dengan a b Substitusi untuk a a + b = b 2b = b Bagi dengan b 2 = Contoh 2: Periksa setiap langkah di bawah ini: ( ) ( ) x = () x ()

= - G. Melakukan Pembuktian Secara Langsung Contoh : Misalkan a bilangan ganjil. Tunjukkan bahwa a 2 bilangan ganjil. Bukti: a bilangan ganjil a = 2k +, k bilangan bulat a 2 = (2k + ) 2 = 4k 2 + 4k + = 2(2k 2 + k) + Dengan demikian, a 2 = 2p dengan p = 2k 2 + k Ini artinya, a 2 merupakan bilangan ganjil. Masalah : Perhatikan persegi di bawah ini: P S R 3 cm Q cm 3 cm cm Tunjukkan bahwa segiempat PQRS merupakan persegi, kemudian tentukan luas daerahnya. H. Melakukan Pembuktian Tidak Langsung Contoh : Buktikan bahwa 2 merupakan bilangan rasional Bukti Andaikan 2 meruapakan bilangan raisonal, maka 2 dapat dituliskan dengan 2 = Dengan demikian, 2 = 2 a 2 b a, a dan b bilangan bulat yang tidak memiliki faktor persekutuan. b a 2 = 2b 2 a 2 bilangan genap a bilangan genap Misalkan a = 2p dengan p bilangan bulat. Maka

a 2 = (2p) 2 = 4p 2 4p 2 = 2b 2 b 2 = 2p 2 b bilangan genap Dengan demikian, a dan b merupakan bilangan genap. Ini menunjukkan bahwa a dan b memiliki faktor persekutuan 2. Hal ini kontradiksi dengan asumsi awal. Jadi, 2 bukan bilangan rasional.