BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
|
|
|
- Ratna Sanjaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan formal di Indonesia terdiri dari tiga jenjang pendidikan, yaitu pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Karakteristik siswa pada pendidikan dasar khususnya di sekolah dasar berbeda dengan karakteristik siswa pada tingkatan-tingkatan selanjutnya. Hal ini menghendaki agar cara penyampaian konsep kepada siswa tidak disamaratakan dengan cara penyampaian konsep pada siswa tingkat selanjutnya sehingga sasaran atau tujuan mengenai kemampuan yang diharapkan dapat maksimal dicapai. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, Pendidikan dasar adalah jenjang pendidikan pada jalur pendidikan formal yang melandasi jenjang pendidikan menengah yang diselenggarakan pada satuan pendidikan berbentuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah atau bentuk lain yang sederajat serta menjadi satu kesatuan kelanjutan pendidikan pada satuan pendidikan yang berbentuk Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah atau bentuk lain yang sederajat. Dengan demikian, maka lembaga pendidikan formal pada jenjang pendidikan dasar adalah sekolah dasar (SD) atau bentuk lain sederajat. Berdasarkan data tabel jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) tahun 2009/2010, setidaknya terdapat juta siswa di seluruh Indonesia siswa yang berada pada usia sekolah dasar. Mata pelajaran matematika pada tingkat sekolah dasar meliputi aspek bilangan, geometri dan bilangan, dan pengolahan data. Dari aspek-aspek tersebut, secara umum mata pelajaran matematika bertujuan agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah. 2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika ke dalam membuat generalisasi, menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. 1
2 2 3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model, dan menafsirkan solusi yang diperoleh. 4. Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah. 5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah (Maulana, 2008: 35). Berdasarkan tujuan kurikulum di atas, pembelajaran matematika di sekolah dasar meliputi kemampuan pemahaman, kemampuan penalaran, kemampuan pemecahan masalah, kemampuan komunikasi, dan kemampuan sikap menghargai kegunaan matematika. Kemampuan penalaran matematik merupakan salah satu yang disyaratkan untuk siswa sekolah dasar. Hal ini tercantum pada tujuan pembelajaran mata pelajaran matematika secara umum. Kemampuan penalaran matematik siswa mencakup pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika ke dalam membuat generalisasi, menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. Kemampuan bernalar khususnya matematika di Indonesia masih rendah. Hal ini sesuai dengan pendapat Pranoto (2012) yang menilai bahwa kebijakan pendidikan di Indonesia rendah daya bernalar. Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran matematik di Indonesia memerlukan perhatian yang serius dari guru dan pemerintah mengingat bahwa pada hakikatnya matematika merupakan ilmu yang didasarkan dari proses bernalar. Kemampuan penalaran yang akan diteliti adalah penalaran adaptif. Hal ini dikarenakan serupa dengan kemampuan dalam tujuan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) matematika. Kaitan dalam hal ini diperjelas oleh Prabowo (2010) yang mengatakan bahwa kemampuan penalaran adaptif sejalan dengan kemampuan penalaran dalam tujuan KTSP matematika dilihat dari indikatornya. Kemampuan penalaran adaptif merupakan kemampuan siswa untuk berpikir secara logis, merefleksikan, menjelaskan, dan menjastifikasi mengenai hubungan konsep dan situasi yang dihadapinya. Menurut Klipatrick, et al (Indriyani, 2011:
3 3 13), siswa dapat menunjukkan kemampuan penalaran adaptif ketika menemui tiga kondisi sebagai berikut. 1. Mempunyai pengetahuan dasar yang cukup. Dalam hal ini, siswa harus memiliki pengetahuan prasyarat yang cukup sebelum memasuki pengetahuan yang baru. 2. Tugas yang dapat dipahami dan dapat memotivasi siswa. 3. Konteks yang disajikan telah dikenal dan menyenangkan bagi siswa. Pengetahuan prasyarat materi kelipatan dan KPK dua bilangan yang harus dimiliki siswa adalah operasi perkalian karena untuk menemukan kelipatan dari suatu bilangan didapat dengan cara mengalikan bilangan itu sendiri dengan bilangan asli. Situasi yang diberikan disesuaikan dengan pengetahuan dasar siswa yang selanjutnya dapat diterapkan kedalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yang dilakukan di sekolah dasar mengenai materi kelipatan dan KPK dari dua bilangan memiliki karakteristik sebagai berikut: pembelajaran lebih menekankan pada siswa untuk menghafal materi yang telah dipelajari bersama guru, sulit dalam menemukan pola dan sifat suatu permasalahan, kebingungan dalam membuat generalisasi dan menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika, serta tidak ada kegiatan berkelompok. Berdasarkan permasalahan-permasalahan di atas maka guru dituntut agar memiliki kemampuan profesional yang memadai untuk dapat melaksanakan pembelajaran matematika yang lebih bermakna. Hal ini senada dengan pendapat Gestalt (Maulana, 2008: 71), Pembelajaran harus ditekankan kepada pengertian dan penuh makna (meaningful learning, atau meaning theory). Pembelajaran bermakna merupakan cara mengajarkan materi pembelajaran yang mengutamakan pengertian daripada hafalan. Dalam belajar bermakna, aturan tidak dapat diberikan dalam bentuk jadi, tetapi siswa dengan bimbingan guru menemukan sendiri aturan melalui contoh-contoh secara induktif di sekolah dasar. Salah satu pendekatan pembelajaran dengan menemukan sendiri aturan melalui contoh-contoh adalah pendekatan induktif. Pendekatan adalah jalan atau cara yang akan ditempuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan instruksional tertentu (Sagala, 2003: 68). Menurut Sagala (2003 :77), Berpikir induktif merupakan suatu proses dalam berpikir yang berlangsung dari
4 4 khusus menuju ke yang umum. Pendekatan induktif sangat berkaitan erat dengan proses penalaran induktif dimana untuk mencari suatu kebenaran didapat dari halhal yang bersifat khusus menuju ke yang umum. Jadi, berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pendekatan induktif adalah suatu cara berpikir yang ditempuh oleh guru dan siswa dimana ditarik suatu generalisasi atau kesimpulan yang umum berdasarkan himpunan berbagai kasus atau contoh yang relevan dengan masalah yang terkait. Untuk menjembatani pola nalar siswa yang konkret, maka penting adanya suatu media pembelajaran. Menurut Santyasa (2007: 3), Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar. Berdasarkan pengertian media di atas, penggunaan media pembelajaran di samping sebagai alat komunikasi tetapi juga untuk merangsang tiga ranah yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Media pembelajaran yang akan digunakan adalah media kotak berangka. Media kotak ber-angka merupakan media dua dimensi yang yang berisi angka pada setiap kotak mulai dari 1 sampai 100. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis mencoba untuk mengangkat tema Pengaruh Pendekatan Induktif Melalui Media Kotak Ber- Angka Untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Adaptif Pada Materi Kelipatan dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) Dua Bilangan di Kelas IV, (Penelitian Eksperimen Kelas IV SD Negeri 2 Cikeduk dan SD Negeri 2 Warugede Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon). B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, maka dapat diuraikan suatu rumusan permasalahan penelitian sebagai berikut. 1. Apakah pendekatan induktif melalui media kotak ber-angka dapat meningkatkan kemampuan penalaran adaptif siswa kelas IV pada materi kelipatan dan KPK dua bilangan secara signifikan?
5 5 2. Apakah penggunaan media kotak ber-angka dapat meningkatkan kemampuan penalaran adaptif siswa kelas IV pada materi kelipatan dan KPK dua bilangan secara signifikan? 3. Apakah terdapat perbedaan kemampuan penalaran adaptif yang signifikan antara pembelajaran menggunakan pendekatan induktif melalui media kotak ber-angka dan pembelajaran media kotak ber-angka pada materi kelipatan dan KPK dari dua bilangan? 4. Bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan pendekatan induktif melalui media kotak ber-angka untuk meningkatkan kemampuan penalaran adaptif siswa kelas IV pada materi kelipatan dan KPK dua bilangan? C. Batasan Masalah Dalam penelitian ini dibatasi pada kelas IV sekolah dasar se-kecamatan Depok Kabupaten Cirebon semester genap tahun ajaran 2012/2013 dan pada materi kelipatan dan KPK dua bilangan. Pemilihan judul ini didasarkan pada hal-hal sebagai berikut. 1. Kelipatan dan KPK dua bilangan merupakan perluasan dari konsep perkalian bilangan asli. 2. Melatih proses penalaran adaptif siswa dalam mengajukan dugaan atau konjektur, kemampuan menarik kesimpulan, memeriksa kesahihan suatu argumen, dan menemukan pola dari suatu masalah matematika materi kelipatan dan KPK dua bilangan. D. Tujuan Penelitian Sesuai dengan pernyataan yang dirumuskan, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Mengetahui peningkatan kemampuan penalaran adaptif siswa kelas IV pada materi kelipatan dan KPK dua bilangan secara signifikan menggunakan pendekatan induktif melalui media kotak ber-angka.
6 6 2. Mengetahui peningkatan kemampuan penalaran adaptif siswa kelas IV pada materi kelipatan dan KPK dua bilangan secara signifikan menggunakan media kotak ber-angka. 3. Mengetahui perbedaan kemampuan penalaran adaptif yang signifikan antara pembelajaran menggunakan pendekatan induktif melalui media kotak berangka dan pembelajaran media kotak ber-angka pada materi kelipatan dan KPK dari dua bilangan. 4. Mengetahui respon siswa terhadap penggunaan pendekatan induktif melalui media kotak ber-angka untuk meningkatkan kemampuan penalaran adaptif siswa kelas IV pada materi kelipatan dan KPK dua bilangan. E. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini terdiri dari siswa, guru, sekolah, peneliti dan pihakpihak lainnya. Berikut uraian dari manfaat penelitian ini bagi yang telah disebutkan di atas. 1. Bagi siswa a. Dapat meningkatkan kemampuan penalaran siswa mengenai kelipatan dan KPK dua bilangan khususnya dan keseluruhan bidang lainnya yang masih berhubungan dengan matematika pada umumnya. b. Dapat memberikan suasana yang baru bagi siswa. 2. Bagi guru a. Dapat menimbang secara matang kemmpuan lain yang disyaratkan kurikulum. b. Memberi dorongan untuk selalu berinovasi dan bervariasi dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. 3. Bagi sekolah a. Meningkatkan mutu pendidikan, khususnya pada mata pelajaran matematika. b. Memberikan kontribusi bagi penentu kebijakan, khususnya untuk peningkatakan kualitan pendidikan. c. Dapat digunakan sebagai inventaris bacaan sekolah.
7 7 4. Bagi peneliti dan peneliti lainnya a. Sebagai bahan referensi dalam penelitian selanjutnya. b. Sebagai bahan acuan untuk meningkatkan proses pembelajaran khususnya pada materi kelipatan dan KPK dua bilangan. F. Definisi Operasional 1. Pendekatan Induktif Pendekatan induktif adalah suatu cara berpikir yang ditempuh oleh guru dan siswa dimana ditarik suatu generalisasi atau kesimpulan yang umum berdasarkan himpunan berbagai kasus atau contoh yang relevan dengan masalah yang terkait. 2. Media kotak ber-angka Media kotak ber-angka adalah media dua dimensi yang yang berisi angka pada setiap kotak mulai dari 1 sampai Kelipatan suatu bilangan Kelipatan suatu bilangan adalah bilangan yang diperoleh dari menambahkan bilangan itu sendiri atau dengan cara mengalikan bilangan tersebut dengan bilangan asli. 4. Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dua bilangan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dua bilangan adalah kelipatan persekutuan dua bilangan tersebut yang nilainya paling kecil. 5. Pembelajaran konvensional Pembelajaran konvensional diartikan dengan siswa belajar klasikal menggunakan kotak ber-angka secara individu, tidak terjadi kegiatan berkelompok. 6. Kemampuan penalaran adaptif Suatu kemampuan berpikir logis, reflektif, eksplanatif, dan jastifikatif. Kemampuan berpikir logis dan reflektif ditunjukkan dengan siswa mampu mengajukan dugaan atau konjektur dan mampu menarik kesimpulan dari suatu pernyataan. Kemampuan eksplanatif ditunjukkan dengan siswa mampu menemukan pola dari suatu masalah matematis. Kemampuan
8 8 jastifikatif ditunjukkan dengan siswa mampu mampu memeriksa kesahihan suatu argumen. Berdasarkan pendapat Klipatrick, et al (Indriyani, 2011: 13), aspek kemampuan penalaran adaptif yang diukur dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. a. Kemampuan dalam mengajukan dugaan atau konjektur Kemampuan mengajukan dugaan dalam penelitian ini adalah siswa mampu mengajukan konjektur atau dugaan pada saat meneliti pola pada materi kelipatan suatu bilangan dan KPK dua bilangan. b. Kemampuan menarik kesimpulan dari pernyataan Kemampuan menarik kesimpulan dari pernyataan ditunjukkan dengan cara siswa berusaha menarik kesimpulan dari contoh-contoh materi kelipatan suatu bilangan dan KPK dua bilangan. c. Kemampuan memeriksa kesahihan suatu argumen Kemampuan memeriksa kesahihan suatu argumen ditunjukkan siswa dengan cara menyajikan bukti kebenaran suatu pernyataan dengan berpedoman pada hasil atau sifat-sifat matematik yang diketahui dan mengembangkan suatu argumen untuk membuktikan atau menyangkal suatu pernyataan. d. Kemampuan menemukan pola dari suatu masalah matematika Konsep dari kemampuan menemukan pola adalah siswa dapat menemukan suatu pola yang diperluas, contohnya adalah siswa menduga urutan ke-n (n adalah bilangan asli) adalah suatu kelipatan dari suatu bilangan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut UUSPN No. 20 tahun 2003 (Sagala, 2003 : 62), Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar di suatu lingkungan belajar.
BAB I PENDAHULUAN. dituntut memiliki daya nalar kreatif dan keterampilan tinggi.
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Perubahan dunia hampir di semua aspek kehidupan manusia, berkembang sangat pesat terutama dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini telah mengantar
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap hari siswa melakukan kegiatan berpikir baik di sekolah maupun di rumah untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Di sekolah siswa berpikir
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Belajar menunjukkan kepada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai penerima
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Winda Purnamasari, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di dalam suatu pembelajaran terdapat dua aktivitas inti yaitu belajar dan mengajar. Menurut Hermawan, dkk. (2007: 22), Belajar merupakan proses perubahan perilaku
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salahsatu mata pelajaran yang diajarkan di setiap jenjang pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar sampai pendidikan tinggi. Pada jenjang
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan, antara lain pembaharuan kurikulum, peningkatan kualitas tenaga. pendidik dan peningkatan sarana dan pra sarana.
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan salah satu aspek yang berperan penting dalam pembangunan suatu bangsa. Terbukti bahwa hampir di setiap negara, pendidikan menjadi prioritas utama
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Memasuki zaman modern seperti sekarang ini, manusia dihadapkan pada berbagai tantangan yang ditandai oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan bagian yang terpenting dalam bidang ilmu pengetahuan, dalam bidang ini matematika termasuk ke dalam ilmu eksakta yang lebih memerlukan
Matematika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang tidak pernah lepas dari segala bentuk aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tujuan umum pendidikan di Indonesia tercantum dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No. 20 tahun 2003 adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan matematika sangat berperan penting dalam upaya menciptakan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan matematika sangat berperan penting dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Matematika bukan pelajaran yang hanya memberikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah Rini Apriliani, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Banyaknya informasi yang disampaikan dalam bahasa matematika seperti tabel, grafik, diagram dan persamaan semakin menjadikan pembelajaran matematika sebagai suatu kajian
BAB I PENDAHULUAN. penting. Salah satu bukti yang menunjukkan pentingnya. memerlukan keterampilan matematika yang sesuai; (3) merupakan sarana
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting. Salah satu bukti yang menunjukkan pentingnya mata pelajaran matematika adalah diujikannya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ine Riani, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan tidak hanya merupakan sebuah kewajiban sebagai tuntutan dari kebijakan pemerintah, tetapi pendidikan pada hakikatnya merupakan sebuah kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN. Tujuan umum pembelajaran matematika yang dirumuskan dalam. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi, adalah agar siswa
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan umum pembelajaran matematika yang dirumuskan dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi, adalah agar siswa memiliki kemampuan, 1) memahami
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Semakin berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) pada masa global ini, menuntut sumber daya manusia yang berkualitas serta bersikap kreatif
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini mengalami kemajuan yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh kita semua, terutama dalam
BAB I PENDAHULUAN. penyelenggaraan pendidikan. Kurikulum digunakan sebagai acuan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Kurikulum digunakan sebagai acuan penyelenggaraan pendidikan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran yang diciptakan harus mampu mengembangkan dan mencapai kompetensi setiap matapelajaran sesuai kurikulum. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan upaya penting untuk mencerdaskan Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu upaya itu adalah dengan adanya pendidikan formal maupun informal
BAB I PENDAHULUAN. Matematika merupakan ilmu yang universal, berada di semua penjuru
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Matematika merupakan ilmu yang universal, berada di semua penjuru dunia, dan dipelajari pada setiap tingkatan pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak pernah terlepas dari matematika. Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari berbagai perkembangan teknologi
2015 PERBANDINGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS ANTARA SISWA YANG MENDAPATKAN MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bappenas (2006) mengemukakan bahwa majunya suatu bangsa dipengaruhi oleh mutu pendidikan dari bangsa itu sendiri, karena pendidikan yang berkualitas dapat menghasilkan
BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya, pembelajaran matematika bertujuan untuk melatih pola
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya, pembelajaran matematika bertujuan untuk melatih pola pikir dan pola sikap siswa. Kilpatrick dan Findell (2001) menyatakan bahwa tujuan pembelajaran
BAB I PENDAHULUAN. Matematika mempunyai peran yang sangat besar baik dalam kehidupan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika mempunyai peran yang sangat besar baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengembangan ilmu pengetahuan lain. Dengan tidak mengesampingkan pentingnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendidikan erat kaitannya dengan kegiatan pembelajaran. Dimana kegiatan pembelajaran tersebut diciptakan oleh guru dalam proses kegiatan pembelajaran di sekolah. Kegiatan
I. PENDAHULUAN. didiknya. Sekolah sebagai lembaga pendidikan berusaha secara terus menerus dan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus segera direspon secara positif oleh dunia pendidikan. Salah satu bentuk respon positif dunia pendidikan adalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dengan mengenyam pendidikan di sekolah baik sekolah formal maupun informal, manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Peran pendidikan sangat penting
BAB I PENDAHULUAN. jenjang pendidikan di Indonesia mengindikasikan bahwa matematika sangatlah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang diberikan pada setiap jenjang pendidikan di Indonesia mengindikasikan bahwa matematika sangatlah penting untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pendidikan diyakini akan dapat mendorong memaksimalkan potensi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dedi Abdurozak, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika sebagai bagian dari kurikulum di sekolah, memegang peranan yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan yang mampu bertindak atas
BAB I PENDAHULUAN. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) secara global semakin
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) secara global semakin menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Hal tersebut dapat dirasakan melalui inovasi-inovasi
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua pihak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua pihak dapat memperoleh informasi secara cepat dan mudah dari berbagai sumber. Dengan demikian
2015 MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN LOGIS MATEMATIS SERTA KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP MELALUI LEARNING CYCLE 5E DAN DISCOVERY LEARNING
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan ilmu yang berperan penting dalam kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), sehingga perkembangan matematika menjadi sesuatu yang
BAB I PENDAHULUAN. mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia. Penyikapan atas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat sangat membantu mempermudah kegiatan dan keperluan kehidupan manusia. Namun manusia tidak bisa menipu diri
BAB I PENDAHULUAN. cukup menjadi alasan, sebab matematika selalu diajarkan di setiap jenjang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan ilmu yang penting bagi kemajuan bangsa. Hal inilah yang menyebabkan seringnya matematika dijadikan indikator dalam menentukan maju tidaknya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang mempunyai peranan penting dalam memajukan kemampuan berfikir manusia. Pentingnya ilmu matematika dalam memajukan
2014 PENGGUNAAN ALAT PERAGA TULANG NAPIER DALAM PEMBELAJARAN OPERASI PERKALIAN BILANGAN CACAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang dewasa ini telah berkembang cukup pesat, baik secara teori maupun praktik. Oleh sebab itu maka konsep-konsep
, 2015 PENGARUH PENGGUNAAN MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan di Indonesia mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah
BAB I PENDAHULUAN. matematika. Pendidikan matematika berperan penting bagi setiap individu karena
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu mata pelajaran yang ada di sekolah adalah mata pelajaran matematika. Pendidikan matematika berperan penting bagi setiap individu karena dengan matematika
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya untuk memberikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya untuk memberikan pengetahuan, wawasan, keterampilan dan keahlian tertentu kepada individu guna mengembangkan bakat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indrie Noor Aini, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan, matematika diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam rangka mengembangkan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian
A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang terdapat pada jenjang pendidikan formal dari mulai sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Bahkan dalam
BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi sekarang ini pendidikan di Indonesia sudah mulai berkembang,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era globalisasi sekarang ini pendidikan di Indonesia sudah mulai berkembang, hal ini dapat dilihat dari banyaknya sekolah yang sudah menggunakan bahan ajar
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan hal penting yang bertujuan untuk meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal penting yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga maupun untuk memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara. Maju mundurnya
BAB I PENDAHULUAN. Matematika memiliki peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Matematika memiliki peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan. Banyak permasalahan dan kegiatan dalam hidup yang harus diselesaikan dengan menggunakan ilmu matematika
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Eka Rachma Kurniasi, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika adalah ilmu pengetahuan yang dipelajari sejak zaman dahulu hingga kini. Mata pelajaran wajib di sekolah dalam tingkatan apapun. Hal ini dikarenakan
BAB I PENDAHULUAN. Matematika lahir karena adanya kebutuhan untuk menyelesaikan masalah di
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Matematika lahir karena adanya kebutuhan untuk menyelesaikan masalah di kehidupan sehari-hari, hal ini berarti ketika seseorang telah belajar matematika diharapkan
PEMBELAJARAN MATEMATIKA di SD
Kegiatan Belajar 3 PEMBELAJARAN MATEMATIKA di SD A. Pengantar Seorang guru SD atau calon guru SD perlu mengetahui beberapa karakteristik pembelajaran matematika di SD. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Matematika adalah ilmu yang berkembang sejak ribuan tahun lalu dan masih berkembang hingga saat ini. Matematika merupakan disiplin ilmu yang mempunyai peranan
BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan potensi dan kreativitasnya melalui kegiatan belajar. Oleh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Interaksi belajar mengajar yang baik adalah guru sebagai pengajar tidak mendominasi kegiatan, tetapi membantu menciptakan kondisi yang kondusif serta memberikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar B el akang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Semakin berkembang pesatnya kemajuan jaman menyebabkan semakin kompleksnya masalah yang dihadapi oleh manusia. Masalah adalah suatu hambatan yang dialami oleh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal yang cukup penting dalam kehidupan manusia karena pendidikan memiliki peranan penting dalam menciptakan manusia yang berkualitas. Tardif
BAB I PENDAHULUAN. yang akan dihadapi peserta didik dimasa yang akan datang. menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar yang terencana untuk
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar diri dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran secara aktif mengembangkan kepribadian dan kemampuan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan merupakan salah satu instrumen yang utama dalam pengembangan sumber daya manusia. Tenaga kependidikan dalam hal ini adalah guru sebagai salah satu
48. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunalaras (SMALB E) A. Latar Belakang
48. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunalaras (SMALB E) A. Latar Belakang Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Wita Aprialita, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan berkembangnya zaman, persaingan-persaingan ketat dalam segala bidang kehidupan saat ini, menuntut setiap bangsa untuk mampu menghasilkan Sumber
I. PENDAHULUAN. depan yang lebih baik. Melalui pendidikan seseorang dapat dipandang terhormat,
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang kehidupan masa depan yang lebih baik. Melalui pendidikan seseorang dapat dipandang terhormat, memiliki
BAB I PENDAHULUAN. secara terus menerus sesuai dengan level kognitif siswa. Dalam proses belajar
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang harus dipelajari siswa di sekolah. Proses belajar matematika akan terjadi dengan lancar apabila dilakukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Riva Lesta Ariany, 2014
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Matematika merupakan salah satu pelajaran yang penting untuk dipelajari, oleh sebab itu matematika diajarkan disetiap jenjang pendidikan. Pada jenjang sekolah menengah,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Evy Aryani Sadikin, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penalaran induktif merupakan salah satu kemampuan matematika yang harus dimiliki siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), terlebih ketika mereka terjun pada
BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting. Manusia tidak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Komunikasi dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting. Manusia tidak dapat menghindari berbagai macam bentuk komunikasi karena dengan komunikasi manusia dapat
BAB I PENDAHULUAN. adalah nilai yang melebihi dari KKM. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keberhasilan pembelajaran dikelas dapat ditunjukkan dengan dikuasainya materi pelajaran oleh siswa yang dinyatakan dengan nilai. Nilai yang diharapkan adalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dipelajari di setiap jenjang pendidikan. Dalam dunia pendidikan, matematika merupakan ilmu universal yang
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia. Salah satu upaya untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia. Salah satu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) adalah dengan meningkatkan pendidikan. Bangsa yang maju
BAB I PENDAHULUAN. menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan ide-ide melalui lisan, tulisan,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tujuan pembelajaran matematika di sekolah diantaranya adalah melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, mengembangkan kemampuan memecahkan masalah,
BAB I PENDAHULUAN. dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran.
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Pendidikan adalah upaya sadar untuk meningkatkan kualitas dan mengembangkan potensi individu yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Salah satu lembaga
BAB I PENDAHULUAN. pasal 1 yang menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk. diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan kehidupan dan perkembangan bangsa. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Matematika merupakan suatu ilmu yang tersusun secara deduktif (umum ke khusus) yang menyatakan hubungan-hubungan, struktur-struktur yang diatur menurut aturan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kata pembelajaran berasal dari kata belajar yang diberikan imbuhan pe-an. Menurut Maulana (2008) belajar adalah proses perubahan tingkah laku individu yang relatif tetap
BAB I PENDAHULUAN. peningkatan kualifikasi guru, penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku dan alat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia secara terus menerus telah dilakukan dengan baik secara konvensional maupun inovatif, seperti pelatihan dan peningkatan
P. S. PENGARUH PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DAN KECEMASAN MATEMATIS SISWA KELAS VII
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan ilmu yang terstruktur dan terorganisir yang memiliki keterkaitan antara satu konsep dengan konsep yang lainnya. Matematika diberikan kepada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu disiplin ilmu pengetahuan yang memegang peranan penting dalam kehidupan dan kehadirannya sangat terkait erat dengan dunia pendidikan adalah Matematika.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika berasal dari bahasa Yunani mathein atau manthenein, yang berarti mempelajari. Kebanyakan orang mengatakan bahwa matematika merupakan suatu pelajaran
BAB I PENDAHULUAN. wilayah. Kehidupan yang semakin meng-global ini memberikan tantangan yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sangatlah pesat, arus informasi yang berada di dunia lebih mudah diakses seakan tidak ada lagi batasan wilayah.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana terhadap suasana belajar
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana terhadap suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting, setiap manusia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan hal yang sangat penting, setiap manusia memerlukan suatu pendidikan. Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran matematika merupakan salah satu unsur penting dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Matematika mempunyai andil dalam mengembangkan bidang
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian
A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Matematika sebagai salah satu mata pelajaran dasar pada setiap jenjang pendidikan formal, mempunyai peranan yang sangat penting di dalam pendidikan. Selain
Kemampuan yang harus dimiliki siswa adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kurikulum terdapat beberapa mata pelajaran sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa. Pada jenjang Sekolah Dasar terdapat lima mata pelajaran pokok
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika dalam dunia pendidikan di Indonesia telah dimasukkan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sejak usia dini. Matematika adalah salah satu mata pelajaran
