PT. KARWELL INDONESIA TBK DAN ANAK PERUSAHAAN

dokumen-dokumen yang mirip
PT. KARWELL INDONESIA TBK DAN ANAK PERUSAHAAN

PT. KARWELL INDONESIA TBK DAN ANAK PERUSAHAAN

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT. INTANWIJAYA INTERNASIONAL, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2009 DAN 2008

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Per 30 Juni 2010 dan 2009

PT SIANTAR TOP Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT)

PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2010 DAN 2009 (MATA UANG INDONESIA)

Catatan 31 Maret Maret 2010

PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN

PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk

Laporan Keuangan - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) sampai dengan 31 Desember 2008

PT Yanaprima Hastapersada Tbk. Laporan Keuangan (tidak diaudit) 30 September 2010 Dengan Angka Perbandingan Periode 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia)

PT SIANTAR TOP Tbk. LAPORAN KEUANGAN INTERIM UNTUK TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008 (TIDAK DIAUDIT)

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010

Neraca 1. Perhitungan Hasil Usaha 2. Laporan Perubahan Ekuitas 3. Laporan Arus Kas 4. Catatan Atas Laporan Keuangan 5

BAB IV. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT GUDANG GARAM Tbk. modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Hal ini berarti bahwa

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PT INDO EVERGREEN. UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 dan 2010

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pada tanggal 16 Januari 1985 berdasarkan akta notaris Ridwan Suselo, S.H., No. 27.

P.T. EKADHARMA INTERNATIONAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016

PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016

1,111,984, ,724,096 Persediaan 12 8,546,596, f, ,137, ,402,286 2h, 9 3,134,250,000 24,564,101,900

JUMLAH ASET LANCAR

PT DANASUPRA ERAPACIFIC Tbk. LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2012 DAN 2011

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Analisis Pengakuan, Pengukuran, dan Penyajian Pajak Tangguhan. beserta Akun-akun Lainnya pada Laporan Keuangan PT UG

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

Ronny Kusuma Moentoro Rudy Kurniawan Leonardi

30 Juni 31 Desember

JUMLAH AKTIVA

1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember (Disajikan kembali)

PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Catatan 2009*) Kas dan setara kas 2d,

PT ANEKA KEMASINDO UTAMA Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2009 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2008 (MATA UANG INDONESIA)

PT Yanaprima Hastapersada Tbk. Laporan Keuangan (tidak diaudit) 30 Juni 2010 Dengan Angka Perbandingan Periode 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia)

Daftar Isi. Neraca Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Ekuitas Laporan Arus Kas Catatan Atas Laporan Keuangan...

PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

MEMBACA LAPORAN KEUANGAN

PT BNI SECURITIES LAPORAN KEUANGAN UNTUK 3 BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2008 DAN 2007 (UNAUDITED)

PT JAYA REAL PROPERTY TBK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Per 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 (Dalam Ribuan Rupiah) 31 Desember 2010

BAB IV PEMBAHASAN. Pada bab ini penulis akan melakukan pembahasan atas laporan keuangan PT Sari

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013

PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Catatan 2009*) Kas dan setara kas 2d,

P.T. EKADHARMA INTERNATIONAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006

BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS. Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan

PT. INTI KAPUAS AROWANA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Laporan Auditor Independen

PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 Juni 2010 dan 2009 ( Dalam Rupiah )

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-06/PM/2000 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN NOMOR VIII.G.7 TENTANG PEDOMAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT ZEBRA NUSANTARA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 September 2011 (Tidak Diaudit), 31 Desember 2010 dan 1 Januari 2010

PT WICAKSANA OVERSEAS INTERNATIONAL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 September 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah)

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 (MATA UANG INDONESIA)

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4, Penyertaan sementara 2c,2f,

PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk. NERACA 30 JUNI 2002 DAN 2001 ( Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Nilai Nominal per Saham ) KEWAJIBAN DAN EKUITAS

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA)


PT Surya Toto Indonesia Tbk

PT SARASA NUGRAHA Tbk NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham)

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 30 JUNI 2008 DAN Global Reports LLC

Ronny Kusuma Moentoro Rudy Kurniawan Leonardi

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Catatan 2009*) Kas dan setara kas 2d,

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SIDOMULYO SELARAS Tbk Dan ANAK PERUSAHAAN

PT TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Laporan Keuangan Konsolidasi 30 Juni 2010 dan 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia)

P.T. FAJAR SURYA WISESA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK MASA ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2002 DAN 2001

BAB II LANDASAN TEORI. perusahaan yang mengajak orang lain untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan

Persediaan Uang muka pembelian mesin dan lainnya

Laporan Keuangan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2005 dan PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk.

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR

P.T. RIG TENDERS INDONESIA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2002 DAN 2001

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

BAB III METODOLOGI ANALISIS

PT SIDOMULYO SELARAS Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 Juni 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah)

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR

Transkripsi:

PT. KARWELL INDONESIA TBK DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PER 31 MARET 21 DAN 29

DAFTAR ISI Halaman N E R A C A K O N S O L I D A S I 1 2 LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI 3 LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI 4 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI 5 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 6 27

NERACA KONSOLIDASI 31 MARET 21 DAN 29 Catatan 31 Mar. 21 31 Mar. 29 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas Saham tersedia untuk dijual Piutang usaha (setelah dikurangi penyisihan piutang raguragu sebesar nihil pada tahun 21 dan 29) Piutang lainlain (setelah dikurangi penyisihan piutang raguragu sebesar nihil pada tahun 21 dan 29) Persediaan Pajak dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka Aktiva lainlain JUMLAH AKTIVA LANCAR 2c,4 1,117 1,547 2d 2e,3,5 4,621 13,525 73 8,352 2f,6 7,844 1,514 7 1, 4,32 2j 12 34 14,667 38,598 AKTIVA TIDAK LANCAR Piutang hubungan istimewa Aktiva pajak tangguhanbersih Investasi jangka panjang Aktiva tetap (setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 3.762 juta pada tahun 21 dan Rp.38.279 juta pada tahun 29) Properti Investasi Aktiva tetap yang tidak digunakan Aktiva lainlain JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR 3.8 6,792 1,596 14c 2g,2i,9 9,86 21,829 2h, 1 1,346 11 47,371 52,315 12b 25 13 74,339 84,754 JUMLAH AKTIVA 89,6 123,351 Catatan merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi ini. 1

NERACA KONSOLIDASI Lanjutan 31 MARET 21 DAN 29 Catatan 31 Mar. 21 31 Mar. 29 KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang bank Hutang usaha Hutang pajak Beban masih harus dibayar Bagian kewajiban jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun: Hutang bank Hutang sewa guna usaha Kewajiban lainlain JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR 13 116,67 148,967 3,14 7,883 3,335 2l,15 333 2,62 3,922 1,125 16 2i 919 324 129,663 156,371 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban pajak tangguhanbersih Bagian kewajiban jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun: Hutang bank Hutang sewa guna usaha Hutang hubungan istimewa Kewajiban manfaat pensiun JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR 2l,15c 1,38 1,541 16 47,936 58,496 2i 3.8 164 2o,26 812 671 5,127 6,872 HAK MINORITAS EKUITAS Modal saham, nilai nominal Rp 5 per saham Modal dasar 1.2.. saham Modal ditempatkan dan disetor penuh 587.152.7 saham Tambahan modal disetor Selisih modal Keppres No. 26/1984 Rugi belum direalisasi atas saham tersedia untuk dijual Saldo rugi JUMLAH EKUITAS 2b,17 18 19 2d 29 293,576 293,576 5,5 5,5 76 76 (389,965) (9,813) 145 (393,189) (94,36) JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 89,6 123,351 Catatan merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi ini. 2

LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Mar 21 Dan 29 Catatan 21 29 PENJUALAN BEBAN POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban penjualan Beban umum dan administrasi JUMLAH BEBAN USAHA LABA (RUGI) USAHA PENDAPATAN (BEBAN) LAINLAIN Pendapatan bunga Beban bunga, provisi kredit Laba (rugi) kursbersih Laba (rugi) penjualan investasi jangka panjang Pendapatan (beban) lainnyabersih JUMLAH PENDAPATAN (BEBAN) LAINLAIN LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK LABA (RUGI) SEBELUM HAK MINORITAS HAK MINORITAS ATAS (LABA) RUGI BERSIH ANAK PERUSAHAAN LABA (RUGI) BERSIH Laba (rugi) bersih per saham dasar (dalam Rupiah penuh) 2j,3,2 11,138 25,677 2f,3,21 (12,434) (2,92) (1,296) 4,775 22 (535) (372) 23 (2,811) (3,388) (3,346) (3,76) (4,642) 1,15 2 2 (1,851) (4,452) 2k 3,784 (8,81) 1b 2j,24 623 (13) 2,557 (13,273) 2l,15 (2,85) (12,257) (2,85) (12,257) (2,85) (12,257) 2m,25 (3.55) (2.88) Catatan merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi ini 3

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Mar. 21 Dan 29 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada pemasok dan aktivitas operasi Kas yang dihasilkan dari operasi Pembayaran bunga, provisi kredit Penerimaan bunga Penerimaan kembali (pembayaran) pajak penghasilan, bersih Kas bersih (digunakan untuk) aktivitas operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penarikan (penempatan) deposito jangka pendek Pembelian aktiva tetap Penjualan aktiva tetap Kenaikan aktiva tetap yang tidak digunakan Penurunan/penjualan saham tersedia untuk dijual Hasil penjualan investasi jangka panjang Kas bersih diperoleh dari aktivitas investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN (Kenaikan) penurunan piutang/hutang hubungan istimewa Penambahan (pengurangan) hutang dan cerukan Pembayaran hutang sewa guna usaha Kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 21 29 18,269 24,372 (1,48) (26,44) 7,789 (2,67) (1,851) (4,452) 2 2 98 (486) 6,38 (7,3) (129) (2,489) (5,791) 9,49 (124) (5,921) 6,878 118 (126) 999 1,673 1,117 1,547 Catatan merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi ini. 4

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 Modal ditempatkan dan disetor penuh Tambahan Selisih modal modal Keppres disetor No. 26/1984 Laba (rugi) belum direalisasi atas saham tersedia untuk dijual Saldo rugi Saldo 1 Januari 29 293,576 5,5 76 (38,931) (81,779) Rugi belum direalisasi atas saham tersedia untuk dijual Koreksi tahun lalu Laba bersih periode Jan Mar 29 Saldo 31 Maret 29 293,576 5,5 76 (12,257) (12,257) (393,189) (94,36) Saldo 1 Januari 21 293,576 5,5 76 (387,88) (88,728) Laba belum direalisasi atas saham tersedia untuk dijual Koreksi tahun lalu Laba bersih periode Jan Mar 21 Saldo 31 Maret 21 293,576 5,5 76 (2,85) (389,965) (2,85) (9,813) Catatan merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi ini. 5

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 1. UMUM a. Induk perusahaan PT Karwell Indonesia Tbk ("Perseroan"). Perseroan didirikan dengan nama PT Karwell Indonesia Knitting & Garment Industry (disingkat PT Karwell Indonesia), didirikan dalam rangka penanaman modal dalam negeri berdasarkan Undang Undang No. 6 tahun 1968 jo. UndangUndang No. 12 tahun 197, dengan akta notaris Soetanto, SH No. 11 tanggal 18 Pebruari 1978, diubah dengan aktaakta notaris yang sama, tanggal 29 Juli 1978 No. 7, tanggal 16 Juni 1979 No. 28 dan tanggal 25 Juli 198 No. 23; aktaakta ini disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan No. YA5/36/17 tanggal 18 Pebruari 1981, didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan No. 1546/199, 1547/199, 1548/199 dan 1549/199 tanggal 21 Juli 199 serta diumumkan dalam Tambahan No. 3668 pada Berita Negara No. 78 tanggal 28 September 199. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Imas Fatimah, SH, No. 9 tanggal 9 Juli 28, mengenai perubahan dan penyesuaian anggaran dasar Perusahaan untuk disesuaikan dengan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 27 tentang Perseroan Terbatas. Akta perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : AHU86994.AH.1.2. Tahun 28 tanggal 18 November 28. Perseroan memperoleh status PMDN dengan Surat Persetujuan Tetap BKPM No. 124/I/PMDN/78 tanggal 22 Juli 1978. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasarnya, Perseroan bergerak di bidang industri pakaian jadi. Produksi komersial dimulai tahun 1978. Sesuai dengan surat Ketua Bapepam No. S1975/PM/1994 tanggal 18 Nopember 1994 mengenai Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran, Perseroan telah melakukan penawaran umum kepada masyarakat melalui pasar modal sejumlah 2.. saham dengan nominal Rp 1. per saham. Dengan surat PT Bursa Efek Jakarta No. S35/BEJ.1.1/XII/1994 tanggal 19 Desember 1994 telah disetujui untuk dicatatkan di Bursa Efek Jakarta, seluruh saham Perseroan yang beredar, yaitu sebanyak 65.. saham dengan nilai nominal Rp 1. per saham. Dalam tahun 1996 telah dilakukan pemecahan nilai nominal saham ( stock split ) dari Rp 1. menjadi Rp 5 per saham dan pengeluaran satu saham bonus untuk dua saham yang beredar, sehingga jumlah saham beredar bertambah dari 65.. menjadi 195... Sesuai dengan surat PT Bursa Efek Jakarta No. S 411/BEJ.12/896 tanggal 12 Agustus 1996, seluruh saham Perseroan yang beredar, yaitu sebanyak 195.. saham, telah dicatatkan seluruhnya di Bursa Efek Jakarta. Sesuai dengan surat Ketua Bapepam No. S953/PM/1997 tanggal 15 Mei 1997 mengenai Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran, Perseroan telah melakukan Penawaran Umum Terbatas I kepada Para Pemegang Saham Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu Untuk Membeli Paket Saham Biasa Dengan Waran, yang terdiri dari 39.. saham biasa atas nama dan 78.. waran. Dengan surat PT Bursa Efek Jakarta No. S984/BEJ1.2./697 tanggal 4 Juni 1997 telah disetujui untuk dicatatkan di Bursa Efek Jakarta seluruh saham Perseroan yang beredar, yaitu sebanyak 585.. saham dan seluruh waran sebanyak 78.. waran. 6

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 1. UMUM Lanjutan b. Perseroan memiliki anak perusahaan yang bergerak dalam bidangbidang sebagai berikut: Nama Perusahaan Kepemilikan Jenis Usaha Dimulainya Produksi / Operasi Komersial PT Karinwashindo 99,97% Pencucian pakaian 1994 Centralgraha PT Karya Investama 99,% Investasi Indonesia Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan tanggal 16 Desember 1998 (risalah dibuat oleh notaris Imas Fatimah, SH dengan akta No. 25) antara lain memutuskan untuk sementara waktu operasional anak perusahaan PT Karinwashindo Centralgraha dibekukan/dinonaktifkan, sambil melihat perkembangan situasi moneter di dalam negeri. Anak Perusahaan atas tempat kedudukan dan total aktivanya PT. Karinwashindo Central Graha Jl. Bisma Raya Blok A No. 34 Papanggo, Jakarta Utara Total Aktiva sejumlah Rp. 11.866.373.475, Tanjung Priok, PT. Karya Investama Investama Indonesia Jl. Wisma Penta Lt. 5 No. 65, Kebon Sirih, Menteng, Total Aktiva sejumlah Rp. 2.5.., c. Per 31 Maret 21 dan 29, susunan pengurus Perseroan adalah sebagai berikut: 31 Mar. 21 31 Mar. 29 Presiden Komisaris : Tn. Drs. Frans Seda (Almarhum) Tn. Drs. Frans Seda (Almarhum) Komisariskomisaris : Tn. Mardi Loho Tn. Mardi Loho Komisaris Independen : Tn. Mayor Jenderal TNI Tn. Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) (Purnawirawan) Raden Pramono, SE Raden Pramono, SE Tn. Mardi Loho Tn. Mardi Loho Tn. Ardyan Susanto Tn. Ardyan Susanto Per 3 Juni 29 dan 28, susunan pengurus Perseroan adalah sebagai berikut: 31 Mar. 21 31 Mar. 29 Presiden Direktur : Tn. Susanto Tn. Susanto Direkturdirektur : Tn. Harijanto Witono Tn. Harijanto Witono Tn. Ridwan Halim Tn. Ridwan Halim Tn. Pramudyo Tamtomo Tn. Pramudyo Tamtomo Tn. Ir. Bundani Karlan, MM Tn. Ir. Bundani Karlan, MM d. Per 31 Maret 21 dan 29 Perseroan dan anak perusahaan mempekerjakan masingmasing 1.69 dan 2.978 karyawan. 7

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 1. UMUM Lanjutan e. Perseroan dan anak perusahaan berdomisili di Indonesia dengan Kantor Pusat di Jl. Gunung Sahari I No. 485, Jakarta dan pabrik di desa Setiadarma, Bekasi, Jawa Barat, di Jl. Pelabuhan Nusantara II 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING Laporan Keuangan konsolidasi disusun berdasarkan prinsipprinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Pernyataan Stansar Akuntansi Keuangan Indonesia (PSAK) yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Badan Pengurus Pasar Modal (BAPEPAM) dan Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang diedarkan oleh BAPEPAM bagi perusahaan manufaktur yang menawarkan a. Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan, yang disajikan dalam jutaan Rupiah, disusun atas dasar akrual dengan konsep harga perolehan/nilai historis, kecuali untuk saham tersedia untuk dijual (Catatan 2d). Laporan arus kas menyajikan perubahan dalam kas dan setara kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas disusun dengan metode langsung (direct method). b. Prinsip konsolidasi Laporan keuangan merupakan konsolidasi dari laporan keuangan induk perusahaan PT Karwell Indonesia Tbk dan laporan keuangan anak perusahaan, dengan persentase pemilikan saham lebih dari 5% per 31 Maret 21 dan 29, sebagai berikut (lihat Catatan 1b): Nama Perusahaan PT Karinwashindo Centralgraha per 31 Maret 21 dan 29) PT Karya Investama Indonesia per 31 Maret 21 dan 29) Perusahaan melakukan transaksi dengan beberapa pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7 mengenai "Pengungkapan Pihakpihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa". Transaksi dan saldo antar perusahaan yang dieliminasi terdiri atas: piutang dan hutang antar perusahaan penjualan dan pembelian antar perusahaan pendapatan dan beban antar perusahaan. c. Kas dan setara kas Pemilikan 99,97% 99,% Transaksi dan saldo antar perusahaan tersebut di atas dieliminasi dalam konsolidasi, sehingga laporan keuangan konsolidasi hanya menyajikan hasil transaksi/saldo dengan pihak ketiga. Untuk memenuhi definisi sebagai setara kas, Perseroan dan anak perusahaan memperhitungkan deposito berjangka yang jatuh temponya tidak lebih dari tiga bulan dari tanggal perolehannya. 8

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING Lanjutan d. Saham tersedia untuk dijual Saham yang dimiliki Perseroan diklasifikasikan sebagai saham tersedia untuk dijual (available for sale) dan dicatat sebesar nilai wajar/harga pasar, berdasarkan PSAK No. 5 mengenai "Akuntansi Investasi Efek Tertentu.: Laba atau rugi yang belum realisasi dimasukkan sebagai komponen ekuitas dan baru akan diakui sebagai penghasilan/beban pada saat realisasi. e. Penyisihan piutang raguragu Penyisihan piutang raguragu dilakukan berdasarkan penelaahan manajemen atas status masingmasing debitur pada akhir tahun. Piutang yang tidak tertagih dihapuskan. f. Penilaian persediaan Persediaan dinilai menurut harga yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai bersih yang dapat direalisasi (net realizable value). Harga perolehan persediaan barang jadi dihitung berdasarkan harga pokok produksi ratarata sebenarnya, barang dalam pengolahan berdasarkan harga pokok produksi sesuai dengan tingkat Bahan baku dan pembantu dicatat pada harga perolehan, yang dihitung dengan metode FIFO. g. Aktiva tetap Hak atas tanah tidak disusutkan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 47. Hak atas tanah Perseroan merupakan hak guna bangunan atas nama Perseroan. Manajemen berkeyakinan tidak ada masalah untuk perpanjangan/pembaharuan hak atas tanah tersebut. Tanah disajikan dengan harga perolehan dan tidak disusutkan. Aktiva tetap (diluar tanah) disajikan dengan harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Untuk aktiva tetap (diluar tanah) milik Perseroan dan anak perusahaan, penyusutan dihitung dengan metode garis lurus (straightline method), berdasarkan taksiran masa manfaatnya dengan persentase tahunan dari harga perolehan sebagai berikut: Bangunan dan instalasi listrik Mesinmesin Peralatan, inventaris kantor/pabrik/mess, Kendaraan bermotor Persentase Tahun 5% 2 1% 1 1% 2% 5 1 2% 5 Bila nilai tercatat suatu aktiva melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated recoverable amount), maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya, pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomis di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aktiva tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi pada tahun yang bersangkutan. 9

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING Lanjutan h. Properti Investasi Properti investasi Perusahaan terdiri dari tanah dan bangunan yang dikuasai Perusahaan untuk menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai atau keduaduanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha seharihari. Properti investasi dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, kecuali tanah yang tidak disusutkan. tercatat termasuk bagian biaya penggantian dari properti investasi yang ada pada saat terjadinya biaya, jika kriteria pengakuan terpenuhi; dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti investasi. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus sesuai umur manfaat bangunan selama 2 tahun. Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan laba rugi dalam tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan atau pengembangan. Transfer dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual. i. Akuntansi sewa guna usaha Aktiva tetap yang diperoleh melalui pembiayaan sewa guna usaha yang bersifat sale & leaseback dan capital lease disajikan sebagai bagian dari aktiva tetap dalam kelompok tersendiri, sebesar jumlah nilai tunai pembayaran sewa guna usaha minimum ditambah nilai sisa (harga opsi), dan disusutkan dengan cara yang sama seperti aktiva tetap sejenis yang dimiliki. Rugi ditangguhkan (bersih) atas sale & lease back diamortisasi sesuai dengan metode dan masa penyusutan aktiva yang bersangkutan. Saldo nilai tunai pembayaran sewa guna usaha minimum yang belum dilunasi disajikan sebagai hutang sewa guna usaha. Bagian pokok pembayaran sewa guna usaha dicatat sebagai pelunasan hutang sewa guna usaha dan bagian bunga dicatat sebagai beban bunga. j. Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan penjualan/jasa dibukukan berdasarkan pengiriman barang atau penyerahan jasa kepada pembeli, sesuai dengan syarat penjualannya. Beban diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (metode akrual). 1

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING Lanjutan k. Penjabaran mata uang asing Perseroan dan anak perusahaan di Indonesia menyelenggarakan pembukuan dalam Rupiah. Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan dalam Rupiah dengan kurs tanggal transaksi. Pada akhir tahun, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan dalam Rupiah dengan kurs tengah Bank Indonesia, sebagai berikut: 1 US Dollar 1 Singapura Dollar 1 HK Dollar l. Perhitungan beban pajak m. Laba/rugi per saham n. Transaksi hubungan istimewa o. Kewajiban Imbalan Kerja 31 Mar. 21 Rp 9,115 31 Mar. 29 Rp 11,575 6,55 7,617 1,174 1,494 Laba/rugi kurs, yang telah maupun yang belum direalisasi, dikreditkan/dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. Perseroan dan anak perusahaan menerapkan metode aktiva dan kewajiban (asset and liability method) dalam menghitung beban pajaknya. Berdasarkan metode ini, aktiva dan kewajiban pajak tangguhan atas perbedaan temporer dalam pencatatan aktiva dan kewajiban untuk tujuan akuntansi dan perpajakan diakui pada setiap tanggal pelaporan. Metode ini juga mengharuskan pengakuan manfaat pajak untuk periode mendatang, misalnya rugi fiskal yang dapat dikompensasi apabila besar kemungkinan manfaat pajak tersebut dapat direalisasikan. sesuai dengan PSAK No. 56 mengenai "Laba Per Saham", laba/rugi per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih dengan jumlah ratarata tertimbang saham beredar/ditempatkan dalam tahun yang bersangkutan. Dalam laporan ini, istilah pihakpihak yang mempunyai hubungan istimewa digunakan sesuai dengan perumusan dalam keputusan Ketua Bapepam No. KEP6/PM/2 tanggal 13 Maret 2 mengenai pedoman Penyajian Laporan Keuangan dan PSAK No. 7 mengenai "Pengungkapan Pihakpihak yang mempunyai Hubungan Istimewa".. Semua transaksi dengan pihakpihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan maupun tidak dengan syarat dan kondisi yang wajar dibandingkan dengan transaksi serupa yang dilakukan dengan pihak lain yang tidak mempunyai hubungan istimewa, diungkapkan dalam laporan UndangUndang No. 13 tahun 23 tentang "Ketenagakerjaan" mewajibkan Perseroan membayar tunjangan, uang pesangon, uang penghargaan dan/atau ganti rugi yang bersifat besar kemungkinan (probable). Penerapan UU No. 13 ini sudah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 24 (Revisi 24) mengenai "Imbalan Kerja". Perseroan telah menghitung kembali cadangan untuk pesangon karyawan dengan menggunakan asumsi tingkat kenaikan gaji ratarata 1% per tahun. 11

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 o. Kewajiban Imbalan Kerja Lanjutan Perseroan hanya mencadangkan manfaat karyawan ini untuk karyawan yang statusnya karyawan tetap. Sedangkan untuk karyawan harian, Perseroan memberikan manfaat jaminan sosial, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan kerja dan jaminan hari tua (Jamsostek). Akrual atas kewajiban ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaris independen oleh Rileos Pratama. Seluruh penyisihan dibebankan pada perhitungan laba rugi tahun berjalan. p. Estimasi manajemen Penyusunan laporan keuangan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi pelaporan jumlah aktiva dan kewajiban, dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontijensi pada tanggal laporan keuangan, dan jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode laporan. Hasil aktual dapat berbeda dari estimasi tersebut. 3. TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA Ikhtisar transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihakpihak yang mempunyai hubungan istimewa/pemegang saham adalah sebagai berikut: 31 Mar. 21 % 31 Mar. 29 % Pembelian barang (Catatan 2) Saldo piutang usaha (Catatan 5) Saldo piutang hubungan istimewa (Catatan 8) Saldo hutang hubungan istimewa (Catatan 8) Saldo uang jaminan impor (Catatan 11a) Saldo hutang usaha (Catatan 13) 6,792.... 1. 1,596 1.. 164..... 4. KAS DAN SETARA KAS Kas Bank: Bank BNP Paribas Indonesia (termasuk 21: USD 7.65, 29: USD ) Citibank (termasuk 21: USD 39.34, 29: USD 9.58) Bank Niaga (termasuk 21:USD 2.94, 29:USD 2.25) Korea Exchange Bank Danamon (termasuk 21: USD, 29: USD 57 ) Bank lainnya (termasuk 21:USD 4.844, 29:USD 49.113) Deposito berjangka pendek: Citibank, Indonesia (termasuk 21: USD, 29 USD ) 31 Mar. 21 157 67 31 Mar. 29 24 621 169 57 63 4 211 1,117 1,117 3 13 1,6 1,547 1,547 12

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 5. PIUTANG USAHA Piutang usaha berdasarkan pelanggan: Pelanggan Luar Negeri Pelanggan Dalam Negeri piutang menurut umur adalah sebagai berikut: 31 Mar. 21 4,18 513 4,621 31 Mar. 29 13,19 56 13,525 Belum jatuh tempo Lewat 3 hari Lewat 6 hari Lewat 9 hari piutang menurut mata uang adalah sebagai berikut Dolar Amerika Serikat Rupiah 31 Mar. 21 31 Mar. 29 46 68 4,39 1,698 16 14 79 4,621 2,746 13,525 31 Mar. 21 31 Mar. 29 4,18 513 13,19 56 4,621 13,525 Berdasarkan penelaahannya atas status masingmasing debitur pada akhir tahun, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan piutang raguragu tidak diperlukan. Piutang usaha ini dijaminkan untuk hutang pada Bank Rakyat Indonesia, Bank Niaga, Bank BNP Paribas Indonesia, Jakarta dan Banque Nationale De Paris, Singapura (Catatan 12). 6. PERSEDIAAN 31 Mar. 21 31 Mar. 29 Barang jadi Barang dalam pengolahan Bahan baku dan pembantu 742 673 831 1,141 6,271 8,7 7,844 1,514 Persediaan ini dijaminkan untuk hutang pada Bank Rakyat Indonesia, Bank Niaga, Bank BNP Paribas Indonesia, Jakarta dan Banque Nationale De Paris, Singapura (Catatan 12). Perseroan telah mengasuransikan persediaan dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp. 2.5.. & US$ 2..61 per 31 Desember 29 dan Rp. 2.5.. per 31 Desember 28 terhadap resiko kebakaran, ledakan, petir, pesawat udara dan huruhara serta bencana alam. Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah pertanggungan asuransi ini memadai. 13

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 7. PAJAK DIBAYAR DIMUKA 31 Mar. 21 31 Mar. 29 Pajak Penghasilan pasal 23 Pajak Pertambahan Nilai 988 1,154 12 3,166 1, 4,32 8. PIUTANG/(HUTANG) HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihakpihak yang mempunyai hubungan istimewa Piutang Hubungan Istimewa PT Kahoindah Citragarment PT Karintex Busana Pratama Yayasan Sosial Karwell Dragon International Investment Ltd. PT. Indotex Bangun Bersama PT Karya Estetikamulia Hutang Hubungan Istimewa PT Karya Estetikamulia PT Kahoindah Citragarment International Wenoice PT. Karya Estetikamulia PT. Karintex Busana Pratama Yayasan Sosial Karwell Dragon International Investment LTD, British Virgin Islands PT. Indotex Bangun Bersama Pemegang Saham Kesamaan Pemegang Saham Kesamaan Pemegang Saham Pemegang Saham Afiliasi 31 Mar. 21 31 Mar. 29 6,632 3 129 6,792 (165) 1 (164) Pinjaman Pinjaman Pinjaman Pinjaman 5,848 3 4,684 33 1,596 Manajemen berkeyakinan bahwa semua piutang dapat ditagih sehingga penyisihan piutang raguragu nihil. Piutang hubungan istimewa terutama merupakan piutang atas transaksi pinjaman tanpa dikenakan bungan dan tanpa jangka waktu pembayaran pinjaman Sifat transaksi dan hubungan dengan pihakpihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut: Pihak Hubungan Istimewa Sifat Hubungan Istimewa Transaksi Pinjaman 14

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 9. AKTIVA TETAP Saldo 1 Jan. 21 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo 31 Mar. 21 Harga perolehan Pemilikan langsung Tanah Bangunan dan instalasi listrik Mesinmesin Peralatan, inventaris kantor/ pabrik/mess Kendaraan bermotor 6,516 8,216 12,289 8,387 5,43 4,45 6,516 8,216 12,289 8,387 5,43 4,45 Aktiva sewa guna usaha Kendaraan bermotor harga perolehan 118 4,568 118 4,568 Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung Bangunan dan instalasi listrik Mesinmesin Peralatan, investaris kantor/ pabrik/mess Kendaraan bermotor 5,695 11,875 8,146 4,726 3,442 89 112 3 28 259 5,784 11,987 8,176 4,755 3,71 Aktiva sewa guna usaha Kendaraan bermotor akumulasi penyusutan 55 3,497 6 265 61 3,762 Nilai buku 1,71 9,86 15

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 9. AKTIVA TETAP Lanjutan Saldo 1 Jan. 29 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo 3 Mar. 29 Harga perolehan Pemilikan langsung Tanah Bangunan dan instalasi listrik Mesinmesin Peralatan, inventaris kantor/ pabrik/mess Kendaraan bermotor 13,57 19,883 13,364 8 8,375 4 5,616 6,295 11 339 339 (234) (234) 13,57 19,883 13,371 8,379 5,43 59,734 Aktiva sewa guna usaha Kendaraan bermotor harga perolehan 141 6,295 153 339 234 375 6,19 Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung Bangunan dan instalasi listrik Mesinmesin Peralatan, investaris kantor/ pabrik/mess Kendaraan bermotor Aktiva sewa guna usaha Kendaraan bermotor akumulasi penyusutan Nilai buku 13,984 263 1,937 145 8,12 36 4,874 95 224 37,87 539 224 157 37,87 695 224 22,488 14,247 11,82 8,48 4,745 38,122 157 38,279 21,829 Penyusutan dibebankan pada: Beban produksi Beban umum dan administrasi 21 1 249 259 29 26 333 539 16

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 9. AKTIVA TETAP Lanjutan Perincian tanah per 31 Maret 21 dan 29: 399 m 2 di Jl. Gunung Sahari I/5, Senen, Jakarta Pusat, HGB No. 438 422 m 2 di Jl. Gunung Sahari I/48, Senen, Jakarta Pusat, HGB No. 543 242 m 2 di Jl. Gunung Sahari I/43, Senen, Jakarta Pusat, HGB No. 146 78.785 m 2 di Desa Setiadarma, Tambun, Bekasi, Jawa Barat, HGB No. 22 6.39 m 2 di Desa Setiadarma, Tambun, Bekasi, Jawa Barat, HGB No. 23 66.547 m 2 di Desa Gandasari, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, HGB No. 18 38.76 m 2 di Desa Cibuntu, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, HGB No. 92 19.245 m 2 di Desa Cibuntu, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, HGB No. 93 Aktiva tetap tertentu dijaminkan untuk hutang pada Bank Rakyat Indonesia, Bank Niaga, Bank BNP Paribas Indonesia, Jakarta dan Banque Nationale De Paris, Singapura (Catatan 12 dan 15). Perseroan telah mengasuransikan aktiva tetapnya (selain tanah) dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 1.298 juta dan Rp. 3.65 juta per 3 Juni 29 dan per 3 Juni 28 terhadap resiko kebakaran, ledakan, petir, pesawat udara dan huruhara serta bencana alam. Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah pertanggungan asuransi ini memadai. 1. PROPERTI INVESTASI Saldo 1 Jan. 21 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo 31 Mar. 21 Harga perolehan Tanah Bangunan dan instalasi listrik 6,541 6,541 12,767 12,767 19,38 19,38 Akumulasi penyusutan Bangunan dan instalasi listrik 8,83 8,83 16 16 8,963 8,963 Nilai buku 1,55 1,346 Properti investasi dijadikan jaminan atas hutang bank yang diperoleh Perusahaan. Berdasarkan penelaahan manajemen Perusahaan, tidak terdapat kejadiankejadian atau perubahanperubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai properti investasi pada tanggal 31 Desember 29 17

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 11. AKTIVA TETAP YANG TIDAK DIGUNAKAN Harga perolehan atas tanah seluas 193.94 m 2, di Desa Gandasari dan Cibuntu, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, telah disertifikasi untuk tanah seluas 169.358 m 2, sedangkan sisanya seluas 23.736 m 2, HGB sedang dalam pengurusan. Harga perolehan atas tanah berikut bangunan yang didirikan diatasnya seluas 3.192 m 2 di kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, HGB No. 2297. 31 Mar. 21 47,371 31 Mar. 29 47,371 4,944 47,371 52,315 Tanah seluas 123.868 m 2 di desa Gandasari dan Cibuntu dijaminkan untuk hutang pada Bank Rakyat Indonesia, Jakarta (Catatan 12). 12. AKTIVA LAINLAIN a. Uang jaminan untuk impor bahan baku b. Lainnya 31 Mar. 21 25 25 31 Mar. 29 13 13 13 HUTANG BANK Bank Rakyat Indonesia, Jakarta, jumlah pokok pinjaman akhir 21: USD 3.394,69, 29:USD 3,26,296. Bank BNP Paribas Indonesia, Jakarta, jumlah pokok pinjaman akhir 21: USD, 29: USD 3.5.. Bank Artha Graha, Jakarta, pokok pinjaman akhir 21 dan 29: Rp 41.825 juta. Banque Nationale De Paris, Singapura, jumlah pokok pinjaman akhir 21 USD 4.81.143 dan 29 USD 2.55.. Tingkat bunga per tahun atas pinjaman tersebut di atas: Pinjaman USD Pinjaman Rupiah 31 Mar. 21 21 2,9% 9,5% 12% 14% 3,937 41,825 43,844 116,67 31 Mar. 29 37,113 4,513 41,825 29,516 148,967 29 2,9% 9,5% 13% 15% 18

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 13 HUTANG BANK Lanjutan Bank Rakyat Indonesia: fasilitas kredit ekspor, kredit modal kerja dan post import financing (PIF), Pada tahun 27 fasilitas pinjaman jangka pendek menjadi pinjaman jangka panjang berdasarkan surat BRI No. R.II398 ADK/DKR/8/27 tanggal 3 Agustus dinyatakan bahwa Perusahaan memperoleh perpanjangan jangka waktu kredit sampai dengan tanggal 3 Juni 29, yang terdiri dari: Kredit Modal Kerja (KMK) 1: Pagu Pinjaman : US$ 3,2, Suku Bunga : 8% per tahun Kredit Modal Kerja (KMK) 3: Pagu Pinjaman : US$ 5,8, Suku Bunga : 8% per tahun Kredit Modal Kerja Investasi (KMKI/PJI) 1: Pagu Pinjaman : US$ 2,5, Suku Bunga : 8% per tahun Pinjaman ini dijaminkan dengan: tanahtanah berikut segala sesuatu yang didirikan, ditanam dan ditempatkan di atas tanahtanah tersebut, seluas 21.16 m 2 yang terletak di Jakarta (Senen, Ancol dan Gunung Sahari) serta di Bekasi, Jawa Barat (di Desa Setiadarma, Gandasari dan Cibuntu). pengalihan hak sewa atas tanah kaveling seluas 3. m 2 bangunan, mesin dan peralatan, kendaraan bermotor dan inventaris persediaan piutang usaha jaminan gadai sebanyak 3.. saham Perseroan yang dimiliki oleh PT Karya Estetikamulia (pemegang saham) jaminan pribadi Tn. Susanto, Direktur Utama Perseroan. Bank BNP Paribas Indonesia : fasilitas modal kerja yang jatuh tempo pada tanggal 31 Januari 29, dijamin dengan: tanah, bangunan dan mesin di Sunter milik PT Karinwashindo Centralgraha (anak perusahaan) secara pari passu dengan hutang Banque Nationale De Paris, Singapura persediaan dan piutang usaha (Perseroan) secara pari passu dengan hutang Banque Nationale De Paris, Singapura dan Bank Rakyat Indonesia, Jakarta persediaan dan piutang usaha (Perseroan) pada setiap saat harus tidak boleh kurang dari 12% dari jumlah pokok pinjaman terhutang pada Banque Nationale De Paris, Singapura dan Bank Rakyat jaminan pribadi Tn. Susanto, Direktur Utama Perseroan. Banque Nationale De Paris: fasilitas modal kerja dengan tingkat bunga sebesar 2% di atas SIBOR. Saat ini Perusahaan sedang dalam proses negosiasi untuk perpanjangan kredit ini., dijamin dengan: tanah, bangunan dan mesin di Sunter milik PT Karinwashindo Centralgraha (anak perusahaan) secara pari passu dengan hutang Bank BNP Paribas Indonesia persediaan dan piutang usaha (Perseroan) secara pari passu dengan hutang Bank BNP Paribas Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia, Jakarta, dan jaminan pribadi Tn. Susanto, Direktur Utama Perseroan. 19

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 13 HUTANG BANK Lanjutan Bank Artha Graha: 26 dan 25: fasilitas pinjaman berulang (Revolving Loan), Berdasarkan surat dari Artha Graha No. 21/OL/MKTKCPJ/VIII/27 tanggal 14 Agustus 27 dinyatakan bahwa Perusahaan memperolah persetujuan penurunan plafond kredit dari Rp. 52... menjadi Rp. 42... Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 16% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 31 Januari 21. Pinjaman ini dijamin dengan: tanah kosong seluas 45.49 m2 di kampung Cibuntu dan desa Gandasari, Bekasi, Jawa Barat tanah dan bangunan pabrik, LT/LB 19.163 m2/8.58 m2 atas nama PT Karintex Busana Pratama di desa Sukaresmi, Lemah Abang, Jawa Barat jaminan pribadi Tn. Susanto, Direktur Utama Perseroan saham Perseroan yang dimiliki oleh PT Karya Estetikamulia (pemegang saham) 26 dan 25: 113.5. saham. Persyaratan lain yang penting terkait dengan perolehan Hutang Bank adalah Debitur tanpa persetujuan tertulis dari kreditur tidak diperkenankan untuk: melakukan merger atau konsolidasi dengan badan usaha lain, akuisisi dan penjualan asset (aktiva tetap) perusahaan yang dijaminkan melakukan perubahan terhadap anggaran dasar debitur melakukan perubahan terhadap komposisi pemegang saham melakukan perubahan terhadap bidang usaha debitur melakukan pembagian dividen sebagai penjamin dan menjamin harta kekayaan kepada pihak lain menerima pinjaman/kredit baru dari Bank atau lembaga keuangan lain. 14 HUTANG USAHA Hutang usaha, berdasarkan pemasok: Pemasok dari Luar Negeri Pemasok dari Dalam Negeri Hutang usaha, berdasarkan mata uang: Dolar Amerika Serikat Rupiah 31 Mar. 21 6,374 1,59 7,883 6,374 1,59 7,883 31 Mar. 29 1,523 1,812 3,335 1,523 1,812 3,335 Hutang usaha, berdasarkan hubungan: Hutang kepada pihak ketiga Hutang kepada pihak yang memiliki hubungan istimewa 7,883 3,335 7,883 3,335 2

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 14 HUTANG USAHA Lanjutan piutang menurut umur adalah sebagai berikut: Belum jatuh tempo Lewat 3 hari 31 Mar. 21 31 Mar. 29 6,374 1,523 1,59 1,812 7,883 3,335 15 HUTANG PAJAK 31 Mar. 21 31 Mar. 29 Pajak Pertambahan Nilai PPh pasal 21 PPh pasal 23, 26 dan PPh Final a. Komponen penghasilan (beban) pajak adalah sebagai berikut: b. c. Pajak kini: Pajak tangguhan: PT Karwell Indonesia Tbk PT Karinwashindo Centralgraha penghasilan (beban) pajak 39 21 3 333 31 Mar. 21 Aktiva pajak tangguhan, bersih: PT Karwell Indonesia Tbk 2,244 3 76 2,62 Pajak penghasilan dihitung untuk setiap perusahaan sebagai suatu badan hukum yang berdiri sendiri (laporan keuangan konsolidasi tidak dapat digunakan untuk menghitung pajak penghasilan). 31 Mar. 29 Rincian aktiva dan kewajiban pajak tangguhan masingmasing perusahaan per 31 Maret 21 dan 29 terdiri dari: 31 Mar. 21 31 Mar. 29 aktiva pajak tangguhanbersih Kewajiban pajak tangguhan, bersih: PT Karwell Indonesia Tbk PT Karinwashindo Centralgraha kewajiban pajak tangguhanbersih 1,38 1,38 1,541 1,541 Sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia, Perseroan dan anak perusahaan melaporkan/menyetorkan pajakpajaknya berdasarkan sistem selfassesment. Fiskus dapat menetapkan/mengubah pajakpajak tersebut dalam waktu 1 tahun sejak saat terutangnya pajak. 21

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 16 HUTANG BANK JANGKA PANJANG PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Jakarta. pokok pinjaman pada akhir Maret 28 telah diklasifikasikan sebagai hutang bank jangka panjang. pokok pinjaman akhir: 21: USD 5,259,12, 29: USD 5.53.62 Bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun 21: USD, 29: Setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan, 21: 5,259,12, 29: USD 4.715.96 31 Mar. 21 47,936 47,936 31 Mar. 29 58,496 58,496 N.V. De Indonesische Overseeze Bank (The Indonesia pokok pinjaman akhir: 29: USD Bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun: 29: USD Setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun 29: USD Total pokok pinjaman akhir: 21: USD 5,259,12, 29: USD 5.53.62 Bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun: 29: USD Setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun 21: USD 5,259,12, 29: USD 4.715.96 47,936 47,936 58,496 58,496 Tingkat bunga per tahun atas pinjaman US Dollar tersebut diatas masingmasing sebesar 2,9%9,5% per 31 Maret 21 dan 2,9%9,5% per 31 Maret 29. 17 HAK MINORITAS Pada tanggal 31 Maret 21 dan 29, akun ini merupakan hak pemegang saham minoritas atas aktiva bersih PT. Karinwashindo Centralgraha dan PT. Karya Investama Indonesia, Anak Perusahaan. 22

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 18 MODAL SAHAM Modal dasar: saham Nilai nominal per saham nominal Modal ditempatkan dan disetor penuh: saham nominal 31 Mar. 21 1.2.. saham Rp 5 Rp 6... 587.152.7 saham Rp 293.576.35. 31 Mar. 29 1.2.. saham Rp 5 Rp 6... 587.152.7 saham Rp 293.576.35. Susunan pemegang saham Perseroan per 31 Maret 21 dan 29 adalah sebagai berikut: PT Karya Estetikamulia Dragon International Investment Ltd., British Virgin Islands Masyarakat lainnya saham nominal % 312,55, 156,275 53.23 2,635,5 253,967,2 587,152,7 1,318 126,984 293,577 3.52 43.25 1. Seluruh saham Perseroan yang beredar/ditempatkan berjumlah 587.152.7 telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta (Catatan 1a). 19 TAMBAHAN MODAL DISETOR Merupakan selisih antara harga penawaran saham Rp 2.9 per saham dengan nilai nominal Rp 1. per saham dari 2.. saham yang dijual dalam masa penawaran perdana 243 Nopember 1994, dimana sejumlah Rp 32.5 juta telah direklasifikasi menjadi modal saham dengan pengeluaran saham bonus dalam tahun 1996 (Catatan 1a). 2 PENJUALAN 31 Mar. 21 31 Mar. 29 Merupakan penjualan bersih (setelah dikurangi retur penjualan dan potongan penjualan) : Penjualan Ekspor Penjualan Lokal 8,284 24,828 2,854 849 11,138 25,677 Rincian penjualan kepada pelanggan yang melebihi 1% adalah sebagai berikut: Ralph Lauren Childrenwear 5,547 4,558 New Yorker Textilegrosshandels 5,41 3,828 Schiesser AG 6,683 Pada tahun 21 dan 29, tidak ada penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa. 23

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 21 BEBAN POKOK PENJUALAN Pemakaian bahan baku dan bahan pembantu Upah langsung Beban produksi tidak langsung* beban produksi Persediaan awal barang dalam pengolahan Persediaan akhir barang dalam pengolahan Beban pokok produksi Persediaan awal barang jadi Persediaan akhir barang jadi Beban pokok penjualan 31 Mar. 21 1,87 4,98 1,288 8,137 3,54 (831) 1,811 2,365 (742) 12,434 31 Mar. 29 6,578 4,34 2,98 13,826 4,878 (1,141) 17,563 4,11 (673) 2,92 *Beban produksi tidak langsung terdiri dari kompensasi karyawan, biaya pemeliharaan dan perbaikan, biaya sub kontrak, biaya impor, penyusutan aktiva tetap, biaya bahan baku dan penolong, biaya telepon, listrik dan air. 22 BEBAN PENJUALAN Beban ekspor, pengangkutan Beban KBN (Kawasan Berikat Nusantara) Lainnya 31 Mar. 21 31 Mar. 29 495 243 34 128 6 535 372 23 BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 31 Mar. 21 31 Mar. 29 Kompensasi karyawan (Catatan 25) Jasa profesional, beban bank, keperluan kantor, komunikasi Perjalanan dinas, asuransi, reparasi dan pemeliharaan Penyusutan aktiva tetap Lainnya 24 PENDAPATAN (BEBAN) LAINNYA 1,571 593 147 249 25 2,811 2,65 617 215 333 158 3,388 Laba (rugi) penjualan aktiva tetap Lainnya 31 Mar. 21 31 Mar. 29 1 623 (14) 623 (13) 24

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 25 LABA/RUGI PER SAHAM Laba/rugi per saham dasar: 31 Mar. 21 31 Mar. 29 Laba (rugi) bersih saham beredar (ratarata tertimbang) Laba (rugi) per saham dasar (dalam Rupiah penuh) (2,85) (12,257) 587,152,7 587,152,7 (3.55) (2.88) Masa berlaku pelaksanaan waran telah berakhir tanggal 28 Juni 22. Sejak tanggal tersebut tidak terdapat perhitungan saham dilusian. 26 MANFAAT KARYAWAN Perusahaan mencatat penyisihan imbalan kerja untuk karyawannya yang telah mencapai usia pensiun yaitu 55 tahun sesuai dengan UndangUndang No. 13 tahun 23 tanggal 25 Maret 23 dan PSAK 24 (Revisi 24) mengenai Imbalan Kerja. Tabel berikut ini merangkum komponenkomponen atas beban imbalan kerja yang diakui di laporan laba rugi konsolidasi dan kewajiban imbalan kerja yang diakui di neraca konsolidasi berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh PT Rileos Pratama, aktuaris independen, berdasarkan laporannya masingmasing bertanggal 12 Maret 21 untuk tahun 29 dan 5 Maret 29 untuk tahun 28. 31 Mar. 21 31 Mar. 29 a. Beban imbalan kerja:: Biaya jasa kini Biaya bunga Biaya jasa lalu Amortisasi keuntungan aktuarial b. Kewajiban imbalan kerja: Nilai kini kewajiban imbalan kerja Keuntungan aktuari yang belum diakui Kewajiban imbalan kerja c. Mutasi kewajiban imbalan kerja: Saldo awal tahun Beban imbalan kerja tahun berjalan Saldo akhir tahun 118,142,721 188,773,886 14,65,671 21,855,72 11,78,6 65,241,8 (3,945,65) 14,628,342 275,87,758 431,466,313 546,458,957 38,155,8 124,534,812 811,622,113 67,993,769 67,993,77 395,123,12 14,628,342 275,87,758 811,622,112 67,993,77 Asumsiasumsi dasar yang digunakan dalam menentukan penyisihan imbalan kerja karyawan pada tanggaltanggal 31 Desember 29 dan 28 adalah sebagai berikut: Umur pensiun Tingkat diskonto Tingkat kenaikan gaji Tingkat kematian 31 Mar. 21 31 Mar. 29 55 tahun 55 tahun 11% per tahun 1% per tahun 5% per tahun 7% per tahun TMI 2 TMI 2 25

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 27 AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING Aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing, ekuivalen dalam US Dollar, adalah sebagai berikut: Aktiva: Kas dan setara kas Piutang usaha Piutang hubungan istimewa Aktiva lainlain Kewajiban: Hutang bank jangka pendek Hutang usaha Beban masih harus dibayar Hutang bank jangka panjang Kewajiban melebihi aktiva dalam mata uang asingbersih 31 Mar. 21 USD 31 Mar. 29 USD 58,72 61,752 56,932 1,168,485 764 61 565,768 1,23,839 8,24,213 9,256,297 699,239 131,561 5,259,12 5,53,621 14,162,464 14,441,478 13,596,696 13,21,64 28. INFORMASI SEGMEN USAHA Penjualan/pendapatan usaha: PT Karwell Indonesia Tbk, Tanjung Priok (Kemeja) PT Karwell Indonesia Tbk, Tambun (Jaket), sebelum eliminasi Eliminasi Setelah eliminasi 31 Mar. 21 11,138 11,138 11,138 31 Mar. 29 25,677 25,677 25,677 28. INFORMASI SEGMEN USAHA Lanjutan Laba (rugi) usaha: PT Karwell Indonesia Tbk, Tanjung Priok (Kemeja) PT Karwell Indonesia Tbk, Tambun (Jaket) 31 Mar. 21 (1,91) 31 Mar. 29 1,24 (41) Aktiva: PT Karwell Indonesia Tbk, Tanjung Priok (Kemeja) PT Karwell Indonesia Tbk, Tambun (Jaket) PT Karinwashindo Centralgraha, sebelum eliminasi Eliminasi Setelah eliminasi (1,91) 17,435 42,342 11,866 224,643 (135,637) 89,6 1,164 184,82 93,533 4,944 283,278 (159,927) 123,351 26

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Lanjutan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada TanggalTanggal 31 Maret 21 Dan 29 29. KEADAAN EKONOMI Pada saat ini kondisi ekonomi dan politik di Indonesia relatif stabil. Persaingan usaha terutama pada industri garmen di Indonesia sangat kompetitif terutama karena alasan efisiensi dan produktivitas. Disamping itu persaingan dengan produsen garmen dari luar negeri di pasar internasional juga turut mempengaruhi daya saing industri garmen di Indonesia. Laporan keuangan mencakup dampak kondisi persaingan pada industri garmen terhadap Perusahaan sepanjang hal tersebut dapat ditentukan dan diperkirakan. Perusahaan dan Anak Perusahaan melaporkan rugi bersih konsolidasi masingmasing sejumlah Rp 6,9 miliar dan Rp 6,4 miliar pada tahun 29 dan 28. Penjualan menurun dari Rp 277 miliar pada tahun 28 menjadi Rp 7 miliar pada tahun 29 dikarenakan penghentian operasi divisi jaket pada bulan Oktober 28. Disamping itu pada tahun 29, Perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga atas pinjaman dari bank tertentu, atas wanprestasi tersebut, bank tersebut setiap saat dapat meminta pembayaran atau mengambilalih semua jaminan Perusahaan atau melakukan tindakan tertentu yang dapat menyebabkan operasi Perusahaan terhenti. Saat ini Perusahaan telah mengadakan negosiasi untuk merestrukturisasi perjanjian kredit bank tertentu tersebut. Sampai dengan tanggal laporan auditor independen, proses negosiasi mengenai restrukturisasi perjanjian kredit belum mencapai kesepakatan. Sebagai tanggapan terhadap kondisi tersebut di atas, manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan telah dan akan terus melakukan halhal sebagai berikut: Melakukan penjualan beberapa aset Perusahaan dan Anak Perusahaan untuk pelunasan hutang bank agar beban bunga berkurang pada tahun mendatang; Meningkatkan produktivitas; Melakukan penghematan dan efisiensi di semua departemen; Melakukan negosiasi dengan para kreditur, untuk memperoleh perpanjangan jangka waktu pembayaran dan penyesuaian tingkat bunga; Melakukan negosiasi dengan pemasok bahan baku, untuk memperoleh perpanjangan jangka waktu pembayaran serta potongan harga pembelian. Kegiatan usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan telah dipengaruhi dan akan terus dipengaruhi pada masa yang akan datang oleh kondisi ekonomi makro dan industri tekstil. Sebagai akibatnya, terdapat ketidakpastian yang dapat mempengaruhi operasi di masa yang akan datang, pemulihan aset dan kemampuan untuk membayar kewajiban ketika jatuh tempo pada kegiatan usaha normal. Oleh karena itu, tidaklah mungkin untuk menentukan dampak masa depan terus memburuknya kondisi ekonomi terhadap likuiditas dan pendapatan Perusahaan dan Anak Perusahaan termasuk dampaknya terhadap pelanggan, kreditur, rekanan dan pemegang saham. Penyelesaian masalah tersebut tidak dapat ditentukan saat ini. Laporan keuangan terlampir tidak mencakup penyesuaian yang mungkin timbul yang diakibatkan oleh ketidakpastian tersebut. Dampak yang berkaitan akan dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasi pada saat diketahui dan dapat diperkirakan. 27