Implementasi Principal Komponen Analysis untuk Sistem Balik Citra Digital

dokumen-dokumen yang mirip
Implementasi Principal Component Analysis Untuk Sistem Temu Balik Citra Digital

BAB I PENDAHULUAN. telinga, wajah, infrared, gaya berjalan, geometri tangan, telapak tangan, retina,

APLIKASI CONTENT BASED IMAGE RETRIEVAL DENGAN FITUR WARNA DAN BENTUK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENGEMBANGAN SISTEM PEROLEHAN CITRA BERBASIS ISI PADA CITRA BATIK MENGGUNAKAN METODE INTEGRATED COLOR AND INTENSITY CO-OCCURRENCE MATRIX (ICICM)

Principal Component Analysis

PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK

PENGENALAN SESEORANG MENGGUNAKAN CITRA GARIS TANGAN

ANALISA PENGUKURAN SIMILARITAS BERDASARKAN JARAK MINIMUM PADA PENGENALAN WAJAH 2D MENGGUNAKAN DIAGONAL PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS

APLIKASI PENGENALAN DAUN UBI JALAR UNTUK JENIS UBI JALAR UNGU, MERAH, PUTIH DAN KUNING MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS

Teknik Reduksi Dimensi Menggunakan Komponen Utama Data Partisi Pada Pengklasifikasian Data Berdimensi Tinggi dengan Ukuran Sampel Kecil

Implementasi Principal Component Analysis (PCA) Untuk Pengenalan Wajah Manusia

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Gambar 1.1 Tahapan Penelitian

PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN ALGORITMA EIGENFACE DAN EUCLIDEAN DISTANCE

ANALYSIS PERFORMANCE FITUR BENTUK, WARNA DAN TEKSTUR CITRA PADA PENELUSURAN INFORMASI ASET BERBASIS CBIR

LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR...

Implementasi Rancangan Aplikasi Ekstraksi Ciri Citra Digital berbasis Client-Server

JURNAL SISTEM IDENTIFIKASI CITRA TANDA TANGA MENGGUNAKAN METODE 2D-PCA (TWO DIMENSIONAL PRINCIPAL COMPONENT ANALISYS)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menggunakan PCA, kemudian penelitian yang menggunakan algoritma Fuzzy C-

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

PERBANDINGAN KINERJA BEBERAPA METODE KLASIFIKASI HASIL REDUKSI DATA BERDIMENSI TINGGI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi komputer dan internet semakin maju

Kombinasi KPCA dan Euclidean Distance untuk Pengenalan Citra Wajah

Klasifikasi Citra Menggunakan Metode Minor Component Analysis pada Sistem Temu Kembali Citra

BAB I PENDAHULUAN. pensil berbentuk lurus, berwarna biru, dan berbahan kayu. Kedua objek ini

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengembangan Sistem Pengenalan Wajah 2D

PENGOLAHAN CITRA RADIOGRAF PERIAPIKAL PADA DETEKSI PULPITIS MENGGUNAKAN METODE WATERSHED

Ekstraksi Fitur Warna, Tekstur dan Bentuk untuk Clustered- Based Retrieval of Images (CLUE)

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

SISTEM PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) DENGAN ALGORITMA FUZZY C-MEANS (FCM)

UJI KINERJA FACE RECOGNITION MENGGUNAKAN EIGENFACES

IMPLEMENTASI PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS UNTUK IDENTIFIKASI CITRA TANDA TANGAN

Sistem perolehan citra berbasis isi Berdasarkan tekstur menggunakan metode Gray level co-occurrence matrix dan Euclidean distance

Implementasi Principal Component Analysis - Scale Invariant Feature Transform pada Content Based Image Retrieval

BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

Jurnal String Vol.1 No.2 Tahun 2016 ISSN : PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS UNTUK SISTEM PENGENALAN WAJAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE EIGENFACE

SISTEM PINTU OTOMATIS BERDASARKAN PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE NEAREST FEATURE LINE

LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR...

TEKNIK PENGENALAN WAJAH DENGAN ALGORITMA PCA BERBASIS SELEKSI EIGENVECTOR

PENGENALAN POLA BENTUK BUNGA MENGGUNAKAN PRINCIPLE COMPONENT ANALYSIS DAN K-NN

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

Implementasi Content Based Image Retrieval Untuk Menganalisa Kemiripan Bakteri Yoghurt Menggunakan Metode Latent Semantic Indexing

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. implementasi dan evaluasi yang dilakukan terhadap perangkat keras dan

APLIKASI PENGENALAN KARAKTER HURUF HIJAIYAH UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) SKRIPSI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Identifikasi Tanda Tangan Menggunakan Transformasi Gabor Wavelet dan Jarak Minskowski

BAB II LANDASAN TEORI. Kamera web (singkatan dari web dan camera) merupakan sebuah media

PENCARIAN ISI CITRA MENGGUNAKAN METODE MINKOWSKI DISTANCE

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KOMPRESI CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN HEBBIAN BASED PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS

Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

PENCARIAN CITRA BERDASARKAN BENTUK DASAR TEPI OBJEK DAN KONTEN HISTOGRAM WARNA LOKAL

BAB 2 LANDASAN TEORI

APLIKASI PENGENALAN WAJAH UNTUK VALIDASI PESERTA UJIAN ONLINE MENGGUNAKAN METODE HAAR CASCADE DAN EIGEN FACE VECTOR

Pengenalan Wajah dengan Metode Subspace LDA (Linear Discriminant Analysis)

BAB V KESIMPULAN. Wajah pada Subruang Orthogonal dengan Menggunakan Laplacianfaces

Hasil Ekstraksi Algoritma Principal Component Analysis (PCA) untuk Pengenalan Wajah dengan Bahasa Pemograman Java Eclipse IDE

APLIKASI CONTENT BASED IMAGE RETRIEVAL DENGAN ALGORITMA SOBEL S EDGE DETECTION Arwin Halim 1, Hernawati Gohzali 2, In Sin 3, Kelvin Wijaya 4

100% Akurasi = (11) Lingkungan Pengembangan

BAB II LANDASAN TEORI

IDENTIFIKASI BIOMETRIK FINGER KNUCKLE PRINT MENGGUNAKAN FITUR EKSTRAKSI PCA DAN GLCM

FACE RECOGNITION MENGGUNAKAN METODE TWO- DIMENSIONAL PRINCIPAL COMPONENTS ANALYSIS (2DPCA) ABSTRAK

PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE DIAGONAL PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS. Skripsi

PERANCANGAN APLIKASI TEMU KEMBALI CITRA BUAH BERDASARKAN BENTUK DAN WARNA MENGGUNAKAN EKSTRAKSI FITUR

S 10 Studi Simulasi Tentang Penerapan Grafik Pengendali Berdasarkan Analisis Komponen Utama (Principal Component Analysis)

BAB I PENDAHULUAN. dengan memanfaatkan ciri wajah yang telah tersimpan pada database atau wajah

BAB III METODE PENELITIAN. Tujuan tugas akhir ini akan membangun suatu model sistem yang

Aplikasi Image Retrieval dengan Histogram Warna dan Multiscale

Seminar Nasional Inovasi Dan Aplikasi Teknologi Di Industri 2017 ISSN ITN Malang, 4 Pebruari 2017

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

DAFTAR ISI ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR LAMPIRAN Latar Belakang... 1

1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI

PENGENALAN WAJAH MANUSIA DENGAN METODE PRINCIPLE COMPONENT ANALYSIS (PCA)

Implementasi Pengenalan Wajah Menggunakan PCA (Principal Component Analysis)

KLASIFIKASI BUNGA EUPHORBIA BERDASARKAN KELOPAK DENGAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA)

Kata kunci : Pemilihan gambar, Pencocokan Graph

Pengenalan Wajah Dengan Algoritma Canonical Correlation Analysis (CCA)

Pengantar PENGOLAHAN CITRA. Achmad Basuki PENS-ITS Surabaya 2007

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Pengantar Mata Kuliah Pengolahan Citra

VERIFIKASI SESEORANG BERDASARKAN CITRA PEMBULUH DARAH MENGGUNAKAN EKSTRAKSI FITUR CHAIN CODE ABSTRAK

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PERSYARATAN PRODUK

Pencocokan Citra Berbasis Graph untuk Pengenalan dan Pemilihan Kembali (Retrieval) Oleh: Yureska Angelia ( )

BAB 3 PROSEDUR DAN METODOLOGI. menawarkan pencarian citra dengan menggunakan fitur low level yang terdapat

PENGELOMPOKAN GAMBAR BERDASARKAN WARNA DAN BENTUK MENGGUNAKAN FGKA (FAST GENETIC KMEANS ALGORITHM) UNTUK PENCOCOKAN GAMBAR

... BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Citra

BAB 3 PROSEDUR DAN METODOLOGI

BAB 3 METODOLOGI. seseorang. Hal inilah yang mendorong adanya perkembangan teknologi

PROTOTYPE PENGENALAN WAJAH MELALUI WEBCAM DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA PRICIPAL COMPONENT ALAYSIS (PCA) DAN LINIER DISCRIMINANT ANALYSIS (LDA)

BAB 1 PENDAHULUAN UKDW

BAB I PENDAHULUAN. digunakan untuk identitas citra adalah nama file, tanggal pengambilan,

Transkripsi:

Nusantara of Engginering (NoE)/Vol. /No. /ISSN : 8 Implementasi Principal Komponen Analysis untuk Sistem Balik Citra Digital Okfan Rizal Ferdiansyah. Sistem Informasi, Fakultas Teknik Universitas Nusantara PGRI Kediri Jl KH Achmad Dahlan no.7 okfanrizal.f@gmail.com Abstrak Kebutuhan citra digital meningkat dengan jumlah yang sangat besar untuk keperluan berbagai bidang seperti kedokteran, arsitektur, kesehatan, militer, olahraga dan berbagai bidang lainnya,seiring dengan bertambah besar penggunaan data citra digital diperlukan sebuah mekanisme untuk melakukan memanajemen data tersebut, sampai saat ini banyak yang menggunakan mekanisme penotasian untuk proses manajemen citra digital, padahal dengan teknik ini akan menimbulkan perbedaan persepsi antara user dengan penotasinya, sehingga perlu di kembangkan sebuah sistem temu balik citra digital yang mampu mengatasi permasalahan tersebut. Besarnya dimensi citra menjadi sebuah masalah tersendiri bagi dunia komputasi, PCA mampu menjawab tantangan tersebut dengan melakukan proyeksi dari dimensi tinggi ke dimensi yang rendah. Pada penelitian sebelumnya PCA sudah sering digunakan untuk sistem temu balik citra digital hanya saja selalu menggunakan 00% komponen PCA, padahal terdapat potensi yang lebih untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi sistem dengan menganalisa pengaruh jumlah komponen PCA yang digunakan dengan akurasi sistem. Pada penelitian ini peneliti mencoba melakukan analisa pengaruh jumlah komponen PCA yang digunakan terhadap akurasi sistem, selain itu juga dilakukan analisa performa PCA untuk mengetahui tingkat akurasi sistem dengan dataset University Washington, Visual Geometri Group dan dataset. Dari berbagai ujicoba yang dilakukan didapatkan hasil bahwa 0% s.d 0% komponen PCA yang digunakan menghasilkan akurasi sistem yang paling tinggi untuk masing-masing dataset, 9,% untuk dataset University Washington 9,0% untuk dataset Visual Geometri Group dan 7,% untuk dataset Kata Kunci --Sistem temu balik citra digital, Citra digital, Principal komponen analisis. I. PENDAHULUAN Kebutuhan citra digital meningkat dengan jumlah yang sangat besar untuk keperluan berbagai bidang seperti kedokteran, arsitektur, kesehatan, olahraga dan bidangbidang lainnya []. Besarnya jumlah citra digital membuat proses pencarian memerlukan waktu yang lama, sampai saat ini masih banyak yang menggunakan teknik notasi untuk melakukan proses pencarian citra digital[], cara seperti ini sering terjadi kesalahan dalam proses pencarian sebuah citra karena proses penotasian sangat bergantung pada persepsi user. Beberapa metode pernah diusulkan oleh para peneliti sebelumnya untuk proses sistem temu balik citra digital seperti Sub Block Base Image Retrieval Modified Region Matching[], Shape, Color and Relevance Feedback []. Sub Block Base merupakan metode yang mampu melakukan reduksi dimensi dengan membagi sebuah citra digital menjadi beberapa blok region dan mengabaikan region-region yang tidak begitu memiliki informasi[]. Akan tetapi metode ini memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan jumlah block region serta ukuran untuk mendapatkan hasil yang optimal. Metode Shape, Color and Relevance Feedback menggabung beberapa fitur untuk menghasilkan tingkat akurasi yang tinggi, tapi dengan jumlah data citra digital yang besar dapat mengakibatkan proses berjalan lambat, Relevance feedback juga sangat bergantung pada asumsi dari user []. Principal Component Analysis (PCA) adalah suatu analis yang menjelaskan struktur varian-kovarian dari suatu himpunan variabel yang melalui beberapa kombinasi linear dari variabel-variabel tersebut []. PCA mampu

Nusantara of Engginering/Vol. /No. /ISSN: -8 menjawab tantangan input sebuah citra digital dengan melakukanimp proses reduksi dari dimensi tinggi ke dimensi yang lebih rendah. Penelitian sebelumnya tentang PCA untuk CBIR adalah Implementasi Pengenalan Menggunakan PCA [7], Implementation of CBIR System for CAD Jewellery Images Using PCA [8], dan CBIR Feture Vector Dimension Reduction with Eigenvectors of Covariance Matrix using Row, Column and Diagonal Mean Sequences [9]. Semua penelitian sebelumnya selalu menggunakan 00% komponen dari PCA, padahal terdapat potensi untuk lebih meningkatkan efisiensi waktu komputasi dengan menganalisa pengaruh prosentase komponen PCA yang digunakan. Sehingga pada penelitian ini peneliti fokus untuk menganalisa pengaruh reduksi komponen PCA terhadap akurasi sistem. Penelitian sebelumnya tentang PCA dan CBIR pernah dilakukan pada tahun 0 yang dilakukan oleh Kaur dan Jyoti yang berjudul Implementation of CBIR System for CAD Jewellery Images Using PCA[8], pada penelitian tersebut peneliti fokus pada presisi dan recall sistem. Dari hasil ujicoba didapatkan kesimpulan bahwa sistem mempunyai presisi sebesar %, recall 0% dan kecepatan waktu komputasi sistem bergantung pada query yang diinputkan oleh user. PCA dan CBIR pernah diteliti oleh H.B. Kekre pada tahun 00 berjudul CBIR Feature Vector Dimension Reduction with Eigenvectors of Covariance Matrix using Row, Column and Diagonal Mean Sequences [9]. Pada penelitian tersebut peneliti fokus pada analisa combinasi matrix convarian yang digunakan terhadap performa dari PCA, didapatkan kesimpulan bahwa menggunakan matrix vector lebih baik dari pada menggunakan variasi vector didapatkan pula hasil dengan menggunakan citra digital true color mempunyai hasil yang lebih baik dibandingkan dengan citra grayscale. Selain itu PCA juga perna diteliti oleh Dian Esti Pratiwi dan Agus Harjoko pada tahun 0 dengan judul Implementasi Pengenalan Menggunakan PCA mempunyai akurasi sebesar 8,8%[7]. Pada penelitian tersebut penulis ingin mengembangkan sebuah sistem identifikasi berdasarkan wajah, dari hasil ujicoba didapatkan kesimpulan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi akurasi sistem diantaranya adalah faktor cahaya, jarak dengan webcam, dan banyaknya gambar yang tersimpan di dalam database. II. URAIAN PENELITIAN A. Perancangan Sistem Sistem yang dibangun adalah suatu prototipe yang digunakan untuk membantu peneliti dalam menganalisa CBIR, sistem memiliki beberapa attribute yang bisa diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan peneliti untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Sistem yang dibangun mempunyai fungsionalitas yang terbatas yaitu untuk proses testing dan ujicoba, gambar menunjukan flowchart sistem yang dibangun PROSES TRAINING Citra input Training Preprosesing Membentuk Matrix Data Training Ekstraksi fitur PCA Fitur Data Training Matrix Proyeksi (X) PROSES QUERY Citra input Query Preprosesing Proyeksi Query =Q.X Mengukur Jarak Euclidian Distance Output citra dengan kemiripan tertinggi Gambar. Flowchart Sistem B. Principal Component Analysis Dalam melakukan proses sistem temu balik dihadapkan dengan banyak variabel dengan data yang berdimensi tinggi. Operasi-operasi yang dilakukan terhadap citra query maupun citra yang ada di dalam dataset membutuhkan biaya komputasi yang sangat besar. Oleh karena itu, dibutuhkan PCA yang dapat mengurangi besarnya dimensi dari data yang di observasi yang signifikan dalam menggambarkan keseluruhan data. C. Skenario Ujicoba Beberapa skenario ujicoba dilakukan untuk mengetahui tingkat akurasi sistem, pada table berikut ini adalah skenario-skenario yang

Nusantara of Engginering/Vol. /No. /ISSN: -8 digunakan dalam sistem temu balik citra digital Tabel. Skenario Ujicoba No Skenario Training Testing Keterangan Skenario I 0 7 UW Skenario II 70 UW Skenario III 90 UW Skenario IV Skenario V Skenario VI 7 Skenario VII 8 Skenario VIII 9 Skenario IX 0 80 0 90 0 0 0 90 Proses pertama yang dilakukan dalam implementasi sistem adalah memasukkan data training dan data testing, setelah itu sistem secara otomatis melakukan preprosesing, pembentukan data latih, ekstrasksi fitur, proyeksi matrik query dan yang akan ditampilkan oleh sistem adalah hasil pengukuran jarak yang terdekat antara query dengan data training. Selain itu setiap skenario akan dilakukan perubahan jumlah komponen PCA yang digunakan untuk mengetahui persentase reduksi dimensi yang paling baik dalam hal akurasi sistem seperti pada gambar D. Analisa dan Ujicoba Setelah dilakukan beberapa kali percobaan didapatkan hasil seperti pada tabel berikut Tabel. Hasil Ujicoba Training Vs Testing N o Training Testing Gambar Akurasi UW 0 7 UW 70 UW 90 0 0 Bunga 7,% Bus,% Dino 97,% Gajah 8,% Kuda,% Rata-rata 7,% Bunga 9,% Bus 7,% Dino 00% Gajah 8,% Kuda,7% Rata-rata 7,% Bunga 00% Bus,7% Dino 00% Gajah 98,% Kuda,% Rata-rata 8,% Pesawat 00% Daun 7% Motor 7% Gitar 9% Rata-rata 8% Pesawat 00% Daun 9% N o Training Testing Gambar Akurasi 80 0 7 0 0 8 90 9 90 Motor 7% Gitar 9% Rata-rata 89,7% Pesawat 00% Daun 88% Motor 8% Gitar 9% Rata-rata 88% Orang ke-,% Orang ke- 7,0% Orang ke- 9,0% Orang ke-,0% Orang ke-,% Orang ke-,0% Rata-rata,8% Orang ke-,0% Orang ke-,% Orang ke- 8,% Orang ke-,% Orang ke- 7,% Orang ke-,8% Rata-rata,8% Orang ke-,0% Orang ke-,0% Orang ke- 9,0% Orang ke- 99,0% Orang ke- 7,0% Orang ke- 79,0% Rata-rata 7,% Tabel. Hasil Ujicoba Nilai Komponen PCA Komponen No Training Testing PCA Akurasi 00% 7,% 90% 7,7% 80% 7,8% 70% 7,% % 7,% UW 0 7 0% 70,9% 7 0% 7,% 8 0% 7,% 9 0% 7,% 0 0% 79,% 00% 7,% 90% 7,8% 80% 7,% 70% 7,% % 7,8% UW 70 0% 7,% 7 0% 7,7% 8 0% 7,0% 9 0% 77,% 0 0% 78,7% 00% 8,% 90% 80,% 80% 80,% 70% 80,8% % 8,% UW 90 0% 8,% 7 0% 8,8% 8 0% 8,8% 9 0% 88,0% 0 0% 9,% 00% 8,% 0 90% 8,% 80% 8,%

Nusantara of Engginering/Vol. /No. /ISSN: -8 Komponen No Training Testing PCA Akurasi 70% 8,% % 8,% 0% 8,% 7 0% 8,% 8 0% 8,% 9 0% 8,% 0 0% 9,% 00% 89,7% 90% 89,% 80% 89,7% 70% 90,0% % 89,% 0 0% 88,% 7 0% 89,% 8 0% 89,% 9 0% 90,7% 0 0% 9,0% 00% 88,0% 90% 88,0% 80% 88,0% 70% 8,0% % 8,% 80 0 0% 8,0% 7 0% 8,% 8 0% 88,0% 9 0% 90,0% 0% 9,% 00%,8% 90%,7% 80%,8% 70%,8% %,8% 0 0 0%,% 7 0%,% 8 0%,8% 9 0%,% 70 0%,% 7 00%,8% 7 90%,0% 7 80%,8% 7 70%,0% 7 %,% 90 7 0%,% 77 0%,8% 78 0%,0% 79 0%,% 80 0%,% 8 00% 7,% 8 90% 7,% 8 80% 7,8% 8 70% 7,% 8 90 % 7,% 8 0% 7,% 87 0% 7,% 88 0% 7,% 89 0% 7,% 90 0% 7,% Tabel. Hasil Ujicoba dataset Tabel. Hasil Ujicoba dataset UW Tabel. Ujicoba dataset wajah III. SIMPULAN. Akurasi rata-rata sistem yang paling baik untuk algoritma PCA dalam sistem temu balik citra digital dengan dataset University Washington, Visual Geometri Grup, dan dataset adalah sebagai berikut a. Akurasi maksimal rata-rata sistem untuk dataset University Washington adalah 9,% terjadi saat menggunakan 0% komponen dari PCA dengan 90 data training dan data testing. b. Akurasi maksimal rata-rata sistem untuk dataset Visual Geometri Group adalah 9.0% terjadi saat menggunakan 0% komponen dari PCA dengan data training dan 0 data testing. c. Akurasi maksimal rata-rata sistem untuk dataset Visual Geometri Group adalah 7.% terjadi saat menggunakan 0% komponen dari PCA dengan 90 data training dan data testing.. Reduksi dimensi mempengaruhi tingkat akurasi sistem a. Penggunaan antara 0% s.d 0% dari komponen PCA menghasilkan akurasi yang paling

Nusantara of Engginering/Vol. /No. /ISSN: -8 baik untuk semua jenis gambar dataset yang digunakan. b. Pemilih 0% s.d 0% komponen mampu memangkas waktu komputasi hingga 90%. c. Tingkat akurasi dengan reduksi dimensi tidak berbanding lurus maupun tidak berbanding terbalik, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan pola reduksi dimensi dengan sebuah dataset.jumlah data training yang digunakan mempengaruhi tingkat akurasi sistem, semakin banyak data yang digunakan untuk proses training akurasi sistem cenderung semakin tinggi. DAFTAR PUSTAKA [] Shortliffe, E.H., Cimino, J.J., 00, Applications In Health Care And Biomedicine., Biomedical informatics:computer Springer. [] Niket A, Kulkarni, R., 0 Efficient Image Retrieval using Region Based Image Retrieval, International Journal of Applied Information Systems, ISSN : 9-088 [] Vimina E.R, and Jacop P.K, 0, A Sub-bloc Based Image Retrieval Using Modified Integrated Region Matching, International Journal of Computer Science Issue, ISSN:8-9. [] Yasmin, M., Mohsin, S., Irum, I., Sharif, M., 0, Content Based Image Retrieval by Shape Color and Relevance Feedback, Life Science Journal, ISSN:097-8, 9-98 [] Gulhane, M.S., Shinde, A.G., Singh, A.K., 0, Relevance Feedback for Content-Based Image Retrieval by Mining User Navigation Patters, Journal of Engineering, computer & Applied Sciencec(JEC&AS), ISSN:9- [] Johnson, Richard. Dean Wichern. 007. Applied Multivariate Statistical Analysis, th ed. New Jersey : Prentice Hall. [7] Pratiwi, D.E., 0, Implementasi Pengenalan Menggunakan PCA (Principal Component Analysis), International Journal of Enterprise Information System, ISSN: 088-7. [8] Kaur, P., Jyoti, K., 0, Implementation of CBIR System for CAD Jewellery Images Using PCA, International Journal of Scientific & Engineering Research Volume, ISSN:9-8. [9] Kekre, H.,B., 00, CBIR Feature Vector Dimension Reduction with Eigenvector of Covariance Matrix using Row, Column and Diagonal Mean Sequences, International Jurnal of Computer Applications, ISSN:097-8887. [0] Cahyadi, D., 007. Ektraksi dan Kemiripan Mata pada Sistem Identifikasi Buron. http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/ 80-SK-9 diakses tanggal 0 Mei 0 [] Smith, L.I., 00. A Tutorial on Principal Component Analysis. http://www.cs.otago.ac.nz/cosc/stu dent_tutorials/principal_component.pd f diakses tanggal 7 Mei 0 [] Weisstein, E.W., 007, Distance. From MathWord A Wolfram Web Resource http://mathwordl.wolfram.com/distanc e.html diakses tanggal 7 Mei 00 [] Manning, C.,D., 009, An Introduction to Information Retrieval. Cambridge:Cambridge University Press.