Implementasi Principal Component Analysis Untuk Sistem Temu Balik Citra Digital
|
|
|
- Devi Sutedja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 218 ISSN: Implementasi Principal Component Analysis Untuk Sistem Temu Balik Citra Digital Okfan Rizal Ferdiansyah* 1, Ema Utami 2, Armadyah Amborowati 3 1 STMIK AMIKOM Yogyakarta 2,3 Magister Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta * 1 [email protected], 2 [email protected], 3 [email protected] Abstrak Tingginya kebutuhan citra digital dalam berbagai bidang, menuntut suatu mekanisme untuk memanajemen data citra tersebut. Pada saat ini, teknik penotasian banyak digunakan untuk memanajemen data citra digital. Namun, teknik ini menimbulkan perbedaan persepsi antara pengguna dengan penotasinya. Untuk itu perlu dikembangkan sebuah sistem temu balik citra digital yang mampu mengatasi permasalahan tersebut. Besarnya dimensi citra menjadi sebuah masalah tersendiri bagi bidang komputasi. Principal Component Analysis (PCA) mampu menjawab tantangan tersebut dengan melakukan proyeksi dari dimensi tinggi ke dimensi yang rendah. Pada penelitian sebelumnya, PCA sudah sering digunakan untuk sistem temu balik citra digital tetapi selalu memakai 100% komponen PCA. Tulisan ini memaparkan hasil analisa performa PCA untuk mengetahui pengaruh jumlah pemakaian komponen PCA terhadap akurasi sistem dengan dataset University Washington, Visual Geometri Group dan dataset wajah. Dari berbagai ujicoba, diperoleh hasil bahwa 10% s.d 30% komponen PCA yang dipakai menghasilkan akurasi sistem yang paling tinggi untuk masing-masing dataset, yaitu 91,4% untuk dataset University Washington, 92,0% untuk dataset Visual Geometri Group, dan 75,3% untuk dataset wajah. Kata Kunci Sistem temu balik, citra digital, Principal Component Analysis Abstract Increasing needs of digital image in many fields, requires a mechanism for managing the image data. At this time, notation techniques widely used to managing of digital image data. However these techniques cause differences of perception between the users and programmer. So it is necessary to develop a digital image retrieval system which is able to overcome these problems. Image dimension becomes a problem for the field of computing. Principal Component Analysis (PCA) answer the challenge by doing a high-dimensional projection to the lower dimension. In previous studies the PCA has been frequently used for digital image retrieval system but always use 100% PCA components. This article presents the results of the analysis of the PCA performance to know the influence usage amount PCA components against the accuracy of the system with dataset of University Washington (UW), Visual Geometri Group (VGG) and face. Of the various tests carried out showed that 10% to 30% of components used PCA system produces the highest accuracy for each dataset, 91.4% to 92.0% UW dataset to VGG dataset and 75.3 % for face dataset. Keywords Retrieval system, digital image, Principal Component Analysis
2 Citec Journal, Vol. 2, No. 3, Mei 2015 Juli 2015 ISSN: PENDAHULUAN Kebutuhan citra digital meningkat dengan jumlah yang sangat besar untuk keperluan berbagai bidang seperti kedokteran, arsitektur, kesehatan, olahraga dan bidang-bidang lainnya [1]. Besarnya jumlah citra digital membuat proses pencarian memerlukan waktu yang lama, sampai saat ini masih banyak yang menggunakan teknik notasi untuk melakukan proses pencarian citra digital[2], cara seperti ini sering terjadi kesalahan dalam proses pencarian sebuah citra karena proses penotasian sangat bergantung pada persepsi user. Beberapa metode pernah diusulkan oleh para peneliti sebelumnya untuk proses sistem temu balik citra digital seperti Sub Block Base Image Retrieval Modified Region Matching[3], Shape, Color and Relevance Feedback [4]. Sub Block Base merupakan metode yang mampu melakukan reduksi dimensi dengan membagi sebuah citra digital menjadi beberapa blok region dan mengabaikan region-region yang tidak begitu memiliki informasi[3]. Akan tetapi metode ini memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan jumlah block region serta ukuran untuk mendapatkan hasil yang optimal. Metode Shape, Color and Relevance Feedback menggabung beberapa fitur untuk menghasilkan tingkat akurasi yang tinggi, tapi dengan jumlah data citra digital yang besar dapat mengakibatkan proses berjalan lambat, Relevance feedback juga sangat bergantung pada asumsi dari user [5]. Principal Component Analysis (PCA) adalah suatu analis yang menjelaskan struktur varian-kovarian dari suatu himpunan variabel yang melalui beberapa kombinasi linear dari variabel-variabel tersebut [6]. PCA mampu menjawab tantangan input sebuah citra digital dengan melakukan proses reduksi dari dimensi tinggi ke dimensi yang lebih rendah. Penelitian sebelumnya tentang PCA untuk CBIR adalah Implementasi Pengenalan Wajah Menggunakan PCA [7], Implementation of CBIR System for CAD Jewellery Images Using PCA [8], dan CBIR Feture Vector Dimension Reduction with Eigenvectors of Covariance Matrix using Row, Column and Diagonal Mean Sequences [9]. Semua penelitian sebelumnya selalu menggunakan 100% komponen dari PCA, padahal terdapat potensi untuk lebih meningkatkan efisiensi waktu komputasi dengan menganalisa pengaruh prosentase komponen PCA yang digunakan. Sehingga pada penelitian ini peneliti fokus untuk menganalisa pengaruh reduksi komponen PCA terhadap akurasi sistem. Penelitian sebelumnya tentang PCA dan CBIR pernah dilakukan pada tahun 2013 yang dilakukan oleh Kaur dan Jyoti yang berjudul Implementation of CBIR System for CAD Jewellery Images Using PCA[8], pada penelitian tersebut peneliti fokus pada presisi dan recall sistem. Dari hasil ujicoba didapatkan kesimpulan bahwa sistem mempunyai presisi sebesar 54%, recall 30% dan kecepatan waktu komputasi sistem bergantung pada query yang diinputkan oleh user. PCA dan CBIR pernah diteliti oleh H.B. Kekre pada tahun 2010 berjudul CBIR Feature Vector Dimension Reduction with Eigenvectors of Covariance Matrix using Row, Column and Diagonal Mean Sequences [9]. Pada penelitian tersebut peneliti fokus pada analisa combinasi matrix convarian yang digunakan terhadap performa dari PCA, didapatkan kesimpulan bahwa menggunakan matrix vector lebih baik dari pada menggunakan variasi vector didapatkan pula hasil dengan menggunakan citra digital true color mempunyai hasil yang lebih baik dibandingkan dengan citra grayscale. Selain itu PCA juga perna diteliti oleh Dian Esti Pratiwi dan Agus Harjoko pada tahun 2013 dengan judul Implementasi Pengenalan Wajah Menggunakan PCA mempunyai akurasi sebesar 82,81%[7]. Pada penelitian tersebut penulis ingin mengembangkan sebuah sistem identifikasi berdasarkan wajah, dari hasil ujicoba didapatkan kesimpulan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi akurasi sistem diantaranya adalah faktor cahaya, jarak dengan webcam, dan banyaknya gambar yang tersimpan di dalam database.
3 220 ISSN: Perancangan Sistem 2. METODE PENELITIAN Sistem yang dibangun adalah suatu prototipe yang digunakan untuk membantu peneliti dalam menganalisa CBIR, sistem memiliki beberapa attribute yang bisa diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan peneliti untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Sistem yang dibangun mempunyai fungsionalitas yang terbatas yaitu untuk proses testing dan ujicoba, gambar 1 menunjukkan flowchart sistem yang dibangun. PROSES TRAINING Citra input Training PROSES QUERY Citra input Query Preprosesing Preprosesing Membentuk Matrix Data Training Ekstraksi fitur PCA Matrix Proyeksi (X) Proyeksi Query =Q.X Mengukur Jarak Euclidian Distance Fitur Data Training Output citra dengan kemiripan tertinggi Gambar 1. Flowchart Sistem 2.2. Principal Component Analyst Dalam melakukan proses sistem temu balik dihadapkan dengan banyak variabel dengan data yang berdimensi tinggi. Operasi-operasi yang dilakukan terhadap citra query maupun citra yang ada di dalam dataset membutuhkan biaya komputasi yang sangat besar. Oleh karena itu, dibutuhkan PCA yang dapat mengurangi besarnya dimensi dari data yang di observasi yang signifikan dalam menggambarkan keseluruhan data seperti digambarkan pada gambar 2[10]. Gambar 2. Diagram proyeksi dimensi tinggi ke dimensi yang lebih rendah di PCA
4 Citec Journal, Vol. 2, No. 3, Mei 2015 Juli 2015 ISSN: Standar deviasi Untuk dapat memahami standar deviasi, kita memerlukan sebuah himpunan data. Seorang ahli statistik biasanya hanya mengambil sampel dari sebuah populasi. Keuntungan dari statistik adalah hanya dengan melakukan perhitungan pada data sampel dari populasi, sudah cukup baik menggambarkan perhitungan data sebenarnya [11]. S = n i=1 (X i X ) 2 n 1. (1) Dimana S merupakan standar deviasi, X adalah sebuah himpunan data dan X adalah ratarata dari X. Dengan menggunakan rumus (1), maka himpunan data [ ] akan memiliki nilai standar deviasi sedangkan himpunan data [ ] akan memiliki nilai standar deviasi Nilai standar deviasi yang besar menunjukkan bahwa nilai data-data yang ada di dalam sebuah himpunan tersebar jauh dari rata-rata nilai himpunan tersebut, sedangkan nilai standar deviasi yang kecil menunjukkan bahwa nilai data-data yang ada di dalam sebuah himpunan berkumpul di sekitar rata-rata nilai himpunan tersebut [10] Varian Varian merupakan cara lain untuk mengukur seberapa tersebarnya nilai data-data yang ada di dalam sebuah himpunan. Faktanya adalah varian hampir sama dengan standar deviasi. Rumusan dari varian adalah sebagai berikut, S 2 = n i=1 (X i X ) 2. (2) n 1 Dapat kita lihat pada rumus (2) bahwa varian hanya merupakan kuadrat dari standar deviasi, S 2 merupakan varian dari sebuah himpunan data [10] Kovarian Standar deviasi dan varian hanya beroperasi pada data dengan satu dimensi. Padahal banyak himpunan data lebih dari satu dimensi, dan tujuan dari analisis statistik adalah untuk melihat apakah ada hubungan antar dimensi. Kovarian dapat melakukan perhitungan tersebut. Kovarian adalah ukuran untuk mengetahui seberapa kuat hubungan antar dimensi satu sama lain pada himpunan data. Kovarian selalu diukur antar dua dimensi. Jika kita memiliki himpunan data yang berdimensi tiga (x, y, z), maka kita dapat menghitung kovarian antara dimensi x dan y, antara dimensi x dan z, dan antara dimensi y dan z. Melakukan perhitungan kovarian antara x dan x, y dan y,dan z dan z masing-masing akan memberikan nilai varian dari x, y, dan z. Jika nilai kovarian positif, maka hal ini menunjukkan bahwa kedua dimensi berbanding lurus. Sedangkan jika nilai kovarian negatif, maka hal ini menunjukkan bahwa kedua dimensi berbanding terbalik. Dan jika nilai kovarian nol, maka hal ini menunjukkan bahwa kedua dimensi tidak berhubungan sama sekali. Jika X dan Y adalah dua dimensi yang tidak independen, a dan b adalah suatu konstanta, maka kovarian di antara dua dimensi ini memiliki beberapa properti sebagai berikut [12]: 1. Cov(X,X) = Var(X) 2 Cov(X,Y) = Cov(Y,X) 3 Cov(aX, by) = abcov(x,y) 4 Cov(X+a, Y+b) = Cov(X,Y)
5 222 ISSN: Matrix Kovarian Kovarian selalu mengukur antara dua dimensi, jika kita memiliki himpunan data yang lebih dari dua dimensi, maka akan lebih dari satu nilai koarian yang dapat dihitung. Sebagai contoh, dari himpunan data dengan tiga dimensi (dimensi x, y, dan z) kita dapat menghitung cov(x,y), cov(x,z), dan cov(y,z). Dan untuk himpunan data dengan n dimensi, maka akan ada n! (n 2)!x2 nilai kovarian yang berbeda Cara yang paling mudah untuk mendapatkan semua nilai kovarian yang mungkin dari suatu himpunan data adalah dengan menghitung semua nilai kovarian yang mungkin dan meletakkannya pada sebuah matriks, yang sering disebut dengan matriks kovarian. Jika kita memiliki himpunan data dengan tiga dimensi, yang terdiri dari dimensi x,y, dan z, maka matriks kovarian akan memiliki tiga baris dan tiga kolom. Matriks kovarian merupakan matriks yang simetrik pada diagonal utama. Hal ini sesuai dengan properti yang dimiliki oleh kovarian [13] Vector Eigen dan Nilai Eigen Jika A adalah suatu matriks persegi berdimensi n x n dalam ruang C n, serta x dan b adalah suatu vektor berdimensi n x 1, dan terdapat persamaan linear Ax = b. (3) Maka maksudnya adalah transformasi dilakukan oleh matriks A terhadap vektor x ke suatu vektor baru[6]. Ilustrasi dari transformasi yang dilakukan oleh matriks A terhadap vektor x dapat dilihat pada gambar 3 dan gambar 4 Gambar 3. Transformasi A terhadap Vector Gambar 4. Transformasi Matriks A terhadap Vector Eigen v
6 Citec Journal, Vol. 2, No. 3, Mei 2015 Juli 2015 ISSN: Pincipal Component Vektor eigen dengan nilai eigen yang besar memiliki peranan yang paling penting dalam proses transformasi [11]. Oleh karena itu, mereduksi dimensi dengan cara membuang vektorvektor eigen dengan nilai eigen yang sangat kecil tidak akan membuat kita kehilangan data yang penting. Vektor-vektor eigen dengan nilai eigen yang terbesar disebut sebagai principal component dari sebuah matriks. Cara untuk mendapatkan principal component dari sebuah matriks dilakukan dalam beberapa langkah. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengurangi setiap nilai dari matriks dengan rata-rata nilai dari setiap masing-masing dimensi. Langkah berikutnya adalah menghitung matriks kovariannya dan dilanjutkan dengan mencari vektor eigen dan nilai eigen dari matriks kovarian tersebut. Kemudian vektor eigen yang ada diurutkan berdasarkan nilai eigen-nya dari yang paling besar ke yang paling kecil. Dengan memilih vektor-vektor eigen yang memiliki nilainilai eigen terbesar maka kita telah mendapatkan principal component dari matriks awal dan kita dapat membentuk feature vector. Feature vector berguna untuk mendapatkan data-data dari matriks awal yang bersesuaian dengan vektor eigen yang telah kita pilih dengan cara mengalikan transpose dari feature vector dengan transpose Skenario Ujicoba 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Beberapa skenario ujicoba dilakukan untuk mengetahui tingkat akurasi sistem, pada table 1 berikut ini adalah skenario-skenario yang digunakan dalam sistem temu balik citra digital. Tabel 1. Tabel Skenario Ujicoba No Skenario Training Testing Keterangan 1 Skenario I Dataset UW 2 Skenario II Dataset UW 3 Skenario III Dataset UW 4 Skenario IV Dataset VGG 5 Skenario V Dataset VGG 6 Skenario VI Dataset VGG 7 Skenario VII Dataset Wajah 8 Skenario VIII Dataset Wajah 9 Skenario IX Dataset Wajah 3.2. Implementasi Ujicoba Proses pertama yang dilakukan dalam implementasi sistem adalah memasukkan data training dan data testing, setelah itu sistem secara otomatis melakukan preprocessing, pembentukan data latih, ekstraksi fitur, proyeksi matrik query dan yang akan ditampilkan oleh sistem adalah hasil pengukuran jarak yang terdekat antara query dengan data training. Selain itu setiap skenario akan dilakukan perubahan jumlah komponen PCA yang digunakan untuk mengetahui persentase reduksi dimensi yang paling baik dalam hal akurasi sistem seperti pada gambar 4.
7 224 ISSN: Gambar 4. Hasil running program Query Tabel 2. Hasil ujicoba dataset VGG Hasil 3-25.jpg 3-3.jpg 3-20.jpg 3-9.jpg 3-7.jpg 3-6.jpg 3-11.jpg 2-12.jpg 2-4.jpg 2-14.jpg 3-18.jpg Pada gambar 4 dan tabel 2 ditunjukkan bahwa sistem temu balik citra digital dijalankan dengan input sebuah query berupa file gambar 3-25.jpg, program tersebut memiliki 3 parameter, parameter pertama adalah list data training, parameter yang kedua adalah nama file query dan parameter yang terakhir adalah jumlah komponen yang digunakan, pada gambar 4 juga terlihat parameter pertama adalah data, parameter kedua merupakan query gambar yaitu 3-25.jpg dan parameter yang ketiga adalah angka 8 menunjukkan bahwa komponen PCA yang digunakan dalam proses tersebut berjumlah 8. Setelah program dijalankan muncul hasil 3-3.jpg, 3-10.jpg, 3-9.jpg, 3-6.jpg, 3-7.jpg, 3-11.jpg, 2-12.jpg, 2-14.jpg, 2-14.jpg, 3-18.jpg, Sistem hanya akan menampilkan 10 gambar yang mempunyai jarak terdekat dengan gambar query yang diukur menggunakan algoritma Euclidian Distance. Sehingga bisa dikatakan gambar 3-25.jpg mempunyai akurasi 70%.
8 Citec Journal, Vol. 2, No. 3, Mei 2015 Juli 2015 ISSN: Gambar 5. Implementasi Uji Coba Gambar Dataset UW Query Tabel 3. Hasil ujicoba dataset University Washington Hasil 6-19.jpg 6-11.jpg 6-8.jpg 6-1.jpg 6-5.jpg 6-6.jpg 6-4.jpg 2-5.jpg 6-10.jpg 6-12.jpg 6-14.jpg Dari hasil ujicoba seperti pada gambar 5 dan tabel 3, ketika sebuah sistem diinputkan gambar dari kelas 6 (gambar kuda), gambar yang ditampilkan oleh sistem merupakan data-data gambar yang didominasi dari kelas 6, yaitu 6-11.jpg, 6-8.jpg, 6-1.jpg, 6-5.jpg, 6-6.jpg, 6-4.jpg, 2-5.jpg, 6-10.jpg, 6-12.jpg, 6-14.jpg, dari 10 data gambar yang ditampilkan oleh sistem 9 diantara berasal dari data kelas 6 dan hanya ada 1 yang berasal dari kelas 2. Ini menunjukkan bahwa ujicoba menggunakan data bunga sangat relevan dalam sistem balik dengan nilai presisi mencapai 90%. Untuk memudahkan dalam hal pemrosesan semua gambar diberi nama yang sesuai dengan kontennya, misalnya jika sebuah gambar mempunyai nama file 2-9.jpg mempunyai arti bahwa gambar tersebut adalah kelas 2 dengan pose ke-19. Proses perhitungan akurasi dihitung menggunakan pendekatan presisi, dan akurasi sistem didapatkan dari rata-rata presisi setiap gambar yang dilakukan uji coba.
9 226 ISSN: Gambar 6. Implementasi uji coba dataset wajah Gambar 6 dan tabel 4 menunjukkan hasil ujicoba dataset wajah, terlihat bahwa sistem mampu mengenali hingga 90%. Query Tabel 4. Ujicoba dataset wajah Hasil 3-16.jpg 3-11.jpg 3-13.jpg 3-5.jpg 3-2.jpg 3-1.jpg 3-14.jpg 3-4.jpg 3-3.jpg 2-12.jpg 3-15.jpg 3.3. Analisa Hasil Uji Coba Setelah dilakukan beberapa kali percobaan didapatkan hasil seperti pada tabel 4 berikut. Tabel 4. Hasil ujicoba training vs testing No Dataset Training Testing Gambar Akurasi Bunga 75,3% Bus 46,6% 1 UW Dino 97,3% Gajah 82,6% Kuda 64,6% Rata-rata 73,3% Bunga 94,5% Bus 37,2% 2 UW Dino 100% Gajah 86,3% Kuda 62,7% Rata-rata 76,1%
10 Citec Journal, Vol. 2, No. 3, Mei 2015 Juli 2015 ISSN: Tabel 4. (lanjutan) No Dataset Training Testing Gambar Akurasi Bunga 100% Bus 55,7% 3 UW Dino 100% Gajah 98,5% Kuda 61,4% Rata-rata 83,1% Pesawat 100% Daun 72% 4 VGG Motor 76% Gitar 96% Rata-rata 86% Pesawat 100% Daun 91% 5 VGG Motor 73% Gitar 95% Rata-rata 89,7% Pesawat 100% Daun 88% 6 VGG Motor 68% Gitar 96% Rata-rata 88% Orang ke-1 24,5% Orang ke-2 47,0% Orang ke-3 49,0% 7 Wajah Orang ke-4 46,0% Orang ke-5 45,5% Orang ke-6 45,0% Rata-rata 42,8% Orang ke-1 36,0% Orang ke-2 51,3% Orang ke-3 81,3% 8 Wajah Orang ke-4 56,6% Orang ke-5 71,3% Orang ke-6 63,8% Rata-rata 63,8% Orang ke-1 46,0% Orang ke-2 53,0% Orang ke-3 92,0% 9 Wajah Orang ke-4 99,0% Orang ke-5 71,0% Orang ke-6 79,0% Rata-rata 73,3%
11 228 ISSN: Tabel 5 berikut ini adalah hasil ujicoba dengan berbagai skenario dan variasi jumlah data training dan data testing. Tabel 5. Hasil ujicoba berbagai nilai komponen PCA No Dataset Training Testing Komponen PCA Akurasi 1 100% 73,3% 2 90% 71,7% 3 80% 71,8% 4 70% 71,4% 5 60% 71,4% UW % 70,9% 7 40% 71,6% 8 30% 71,6% 9 20% 76,6% 10 10% 79,3% % 76,1% 12 90% 75,8% 13 80% 75,6% 14 70% 74,5% 15 60% 73,8% UW % 73,4% 17 40% 74,7% 18 30% 75,0% 19 20% 77,6% 20 10% 78,7% % 83,1% 22 90% 80,5% 23 80% 80,5% 24 70% 80,8% 25 60% 82,2% UW % 83,1% 27 40% 84,8% 28 30% 86,8% 29 20% 88,0% 30 10% 91,4% % 86,1% 32 90% 85,6% 33 80% 85,3% 34 70% 85,1% 35 60% 85,1% VGG % 84,3% 37 40% 83,5% 38 30% 86,1% 39 20% 86,3% 40 10% 92,1%
12 Citec Journal, Vol. 2, No. 3, Mei 2015 Juli 2015 ISSN: Tabel 5. (lanjutan) No Dataset Training Testing Komponen PCA Akurasi % 89,7% 42 90% 89,5% 43 80% 89,7% 44 70% 90,0% 45 60% 89,4% VGG % 88,5% 47 40% 89,5% 48 30% 89,2% 49 20% 90,7% 50 10% 92,0% % 88,0% 52 90% 88,0% 53 80% 88,0% 54 70% 86,0% 55 60% 86,5% VGG % 85,0% 57 40% 86,5% 58 30% 88,0% 59 20% 90,0% 60 10% 91,5% % 42,8% 62 90% 42,7% 63 80% 42,8% 64 70% 42,8% 65 60% 42,8% Wajah % 42,5% 67 40% 42,5% 68 30% 42,8% 69 20% 43,1% 70 10% 42,6% % 63,8% 72 90% 64,0% 73 80% 63,8% 74 70% 64,0% 75 60% 63,4% Wajah % 63,4% 77 40% 63,8% 78 30% 65,0% 79 20% 64,2% 80 10% 64,4% % 73,3% 82 90% 73,1% 83 80% 72,8% 84 70% 73,3% 85 60% 73,1% Wajah % 73,6% 87 40% 73,6% 88 30% 75,3% 89 20% 74,5% 90 10% 73,6%
13 230 ISSN: KESIMPULAN 1. Akurasi rata-rata sistem yang paling baik untuk algoritma PCA dalam sistem temu balik citra digital dengan dataset University Washington, Visual Geometri Grup, dan dataset Wajah adalah sebagai berikut a. Akurasi maksimal rata-rata sistem untuk dataset University Washington adalah 91,4% terjadi saat menggunakan 10% komponen dari PCA dengan 90 data training dan 35 data testing. b. Akurasi maksimal rata-rata sistem untuk dataset Visual Geometri Group adalah 92.0% terjadi saat menggunakan 10% komponen dari PCA dengan 60 data training dan 40 data testing. c. Akurasi maksimal rata-rata sistem untuk dataset Visual Geometri Group adalah 75.3% terjadi saat menggunakan 30% komponen dari PCA dengan 90 data training dan 60 data testing. 2. Reduksi dimensi mempengaruhi tingkat akurasi sistem a. Penggunaan antara 30% s.d. 10% dari komponen PCA menghasilkan akurasi yang paling baik untuk semua jenis gambar dataset yang digunakan. b. Pemilih 30% s.d. 10% komponen mampu memangkas waktu komputasi hingga 90%. c. Tingkat akurasi dengan reduksi dimensi tidak berbanding lurus maupun tidak berbanding terbalik, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan pola reduksi dimensi dengan sebuah dataset. d. Jumlah data training yang digunakan mempengaruhi tingkat akurasi sistem, semakin banyak data yang digunakan untuk proses training akurasi sistem cenderung semakin tinggi. 5. SARAN 1. Diharapkan pada penelitian selanjutnya menggunakan kombinasi variasi dataset yang lebih variatif sehingga dapat diketahui hubungan antara dataset, proses reduksi dimensi dan akurasi. 2. Diharapkan pada penelitian selanjutnya mengkombinasikan algoritma PCA dengan algoritma ekstraksi fitur lainnya. 3. Diharapkan pada penelitian selanjutnya digunakan jumlah obyek yang berbeda-beda pada dataset yang sama, untuk mengetahui hubungan obyek gambar tertentu dengan akurasi sistem. DAFTAR PUSTAKA [1] Shortliffe, E. H., Cimino, J. J., 2006, Biomedical Informatics: Computer Applications in Health Care and Biomedicine, Springer-Verlag London, United States of America. [2] Kulkarni, R. K., Amoda, N., 2013, Efficient Image Retrieval using Region Based Image Retrieval, IJAIS Proceedings on International Conference and workshop on Advanced Computing 2013, No. 2, New York, Juni [3] Vimina E. R., Jacop K. P., 2013, A Sub-bloc Based Image Retrieval Using Modified Integrated Region Matching, International Journal of Computer Science Issue, Vol 10, No 2, Hal [4] Yasmin, M., Mohsin, S., Irum, I., Sharif, M., 2013, Content Based Image Retrieval by Shape Color and Relevance Feedback, Life Science Journal, Vol 10, No 4s, Hal
14 Citec Journal, Vol. 2, No. 3, Mei 2015 Juli 2015 ISSN: [5] Singh, A., Shinde, A. G., Gulhane, S., M., 2013, Relevance Feedback for Content-Based Image Retrieval by Mining User Navigation Patters, Journal of Engineering, computer & Applied Sciencec(JEC&AS), Vol 2, No 3, Hal [6] Johnson, R. A., Wichern, D. W., 2007, Applied Multivariate Statistical Analysis, 6 th ed, Prentice Hall, New Jersey. [7] Pratiwi, D. E., Harjoko, A. 2013, Implementasi Pengenalan Wajah Menggunakan PCA (Principal Component Analysis), Indonesian Journal of Electronics and Instrumentation Systems (IJEIS), Vol. 3, No. 2, Hal [8] Kaur, P., Jyoti, K., 2013, Implementation of CBIR System for CAD Jewellery Images Using PCA, International Journal of Scientific & Engineering Research, Vol 4, No 2. [9] Kekre, H. B., Thepade S. D., Maloo, A., 2010, CBIR Feature Vector Dimension Reduction with Eigenvector of Covariance Matrix using Row, Column and Diagonal Mean Sequences, International Jurnal of Computer Applications, Vol 3, No 12, Hal [10] Cahyadi, D., Ektraksi dan Kemiripan Mata pada Sistem Identifikasi Buron. diakses tanggal 10 Mei [11] Smith, L. I., 2002, A Tutorial on Principal Component Analysis, diakses tanggal 17 Mei [12] Weisstein, E. W., 2007, Distance, diakses tanggal 17 Mei 2004 [13] Manning, C. D., Raghavan, P., Schütze, H., 2009, Introduction to Information Retrieval, Cambridge, Cambridge University Press.
Implementasi Principal Komponen Analysis untuk Sistem Balik Citra Digital
Nusantara of Engginering (NoE)/Vol. /No. /ISSN : 8 Implementasi Principal Komponen Analysis untuk Sistem Balik Citra Digital Okfan Rizal Ferdiansyah. Sistem Informasi, Fakultas Teknik Universitas Nusantara
BAB I PENDAHULUAN. telinga, wajah, infrared, gaya berjalan, geometri tangan, telapak tangan, retina,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem biometrika merupakan teknologi pengenalan diri dengan menggunakan bagian tubuh atau perilaku manusia. Sidik jari, tanda tangan, DNA, telinga, wajah, infrared,
PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN ALGORITMA EIGENFACE DAN EUCLIDEAN DISTANCE
PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN ALGORITMA EIGENFACE DAN EUCLIDEAN DISTANCE Widodo Muda Saputra, Helmie Arif Wibawa, S.Si, M.Cs, dan Nurdin Bahtiar, S.Si, M.T Fakultas Sains dan Matematika, Jurusan Ilmu Komputer
ANALISA PENGUKURAN SIMILARITAS BERDASARKAN JARAK MINIMUM PADA PENGENALAN WAJAH 2D MENGGUNAKAN DIAGONAL PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS
ANALISA PENGUKURAN SIMILARITAS BERDASARKAN JARAK MINIMUM PADA PENGENALAN WAJAH 2D MENGGUNAKAN DIAGONAL PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS Fetty Tri Anggraeny, Wahyu J.S Saputra Jurusan Teknik Informatika, Universitas
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengembangan Sistem Pengenalan Wajah 2D
30 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengembangan Sistem Pengenalan Wajah 2D Penelitian ini mengembangkan model sistem pengenalan wajah dua dimensi pada citra wajah yang telah disiapkan dalam
BAB 3 PROSEDUR DAN METODOLOGI
BAB 3 PROSEDUR DAN METODOLOGI 3.1 Analisa Masalah Kemajuan teknologi di bidang multimedia, menuntut kemampuan sistem yang lebih baik dan lebih maju dari sebelumnya, sesuai dengan perkembangan teknologi.
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Masalah Dalam mengetahui suatu bahan jenis kulit cukup sulit karena bahan jenis kulit memeliki banyak jenis. Setiap permukaan atau tekstur dari setiap jenisnya
PENGEMBANGAN SISTEM PEROLEHAN CITRA BERBASIS ISI PADA CITRA BATIK MENGGUNAKAN METODE INTEGRATED COLOR AND INTENSITY CO-OCCURRENCE MATRIX (ICICM)
PENGEMBANGAN SISTEM PEROLEHAN CITRA BERBASIS ISI PADA CITRA BATIK MENGGUNAKAN METODE INTEGRATED COLOR AND INTENSITY CO-OCCURRENCE MATRIX (ICICM) Rima Tri Wahyuningrum *) Program Studi Teknik Informatika,
FACE RECOGNITION MENGGUNAKAN METODE TWO- DIMENSIONAL PRINCIPAL COMPONENTS ANALYSIS (2DPCA) ABSTRAK
FACE RECOGNITION MENGGUNAKAN METODE TWO- DIMENSIONAL PRINCIPAL COMPONENTS ANALYSIS (2DPCA) Kurnia Novita Mutu (0722029) Jurusan Teknik Elektro email: [email protected] ABSTRAK Perkembangan biometrik pada
Kombinasi KPCA dan Euclidean Distance untuk Pengenalan Citra Wajah
Kombinasi KPCA dan Euclidean Distance untuk Pengenalan Citra Wajah Rima Tri Wahyuningrum 1,2 Prodi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Trunojoyo Jl. Raya Telang, PO BOX 2 Kamal, Bangkalan
APLIKASI CONTENT BASED IMAGE RETRIEVAL DENGAN FITUR WARNA DAN BENTUK
APLIKASI CONTENT BASED IMAGE RETRIEVAL DENGAN FITUR WARNA DAN BENTUK Arwin Halim 1, Hardy 2, Alvin Yufandi 3, Fiana 4 Program Studi Teknik Informatika, STMIK Mikroskil Jl. Thamrin No. 122, 124, 140 Medan
LAPORAN TUGAS AKHIR EKSTRAKSI FITUR UNTUK PENGENALAN WAJAH PADA RAS MONGOLOID MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA)
LAPORAN TUGAS AKHIR EKSTRAKSI FITUR UNTUK PENGENALAN WAJAH PADA RAS MONGOLOID MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) Laporan ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan Program
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Program Studi Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang Abstrak. Saat ini, banyak sekali alternatif dalam
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas teori yang berkaitan dengan pemrosesan data untuk sistem pengenalan gender pada skripsi ini, meliputi cropping dan resizing ukuran citra, konversi citra
Teknik Reduksi Dimensi Menggunakan Komponen Utama Data Partisi Pada Pengklasifikasian Data Berdimensi Tinggi dengan Ukuran Sampel Kecil
Teknik Reduksi Dimensi Menggunakan Komponen Utama Data Partisi Pada Pengklasifikasian Data Berdimensi Tinggi dengan Ukuran Sampel Kecil Ronny Susetyoko, Elly Purwantini Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Principal Component Analysis
Perbandingan Ukuran Jarak pada Proses Pengenalan Wajah Berbasis Principal Component Analysis (PCA) Pembimbing: Dr.Ir.Wirawan, DEA (Ir. Hendra Kusuma, M.Eng) Nimas Setya Yaniar 2208.100.616 POSE (posisi
PERBANDINGAN KINERJA BEBERAPA METODE KLASIFIKASI HASIL REDUKSI DATA BERDIMENSI TINGGI
ISSN 1858-4667 JURNAL LINK Vol 16/No. 1/Februari 212 PERBANDINGAN KINERJA BEBERAPA METODE KLASIFIKASI HASIL REDUKSI DATA BERDIMENSI TINGGI Ronny Susetyoko 1, Elly Purwantini 2 1,2 Departemen Teknik Elektro,
BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM
BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan mengenai tahapan dan algoritma yang akan digunakan pada sistem pengenalan wajah. Bagian yang menjadi titik berat dari tugas akhir
Klasifikasi Citra Menggunakan Metode Minor Component Analysis pada Sistem Temu Kembali Citra
Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer, Vol 15 No. 2, Desember 2010 : 38-41 Klasifikasi Citra Menggunakan Metode Minor Component Analysis pada Sistem Temu Kembali Citra Vera Yunita, Yeni Herdiyeni Departemen Ilmu
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Rancangan Perangkat Keras 3.1.1 Diagram Blok Sistem Rancangan perangkat keras dari aplikasi pengenalan wajah ini dapat dilihat pada diagram blok Gambar 3.1 sebagai berikut
Implementasi Content Based Image Retrieval Untuk Menganalisa Kemiripan Bakteri Yoghurt Menggunakan Metode Latent Semantic Indexing
Implementasi Content Based Image Retrieval Untuk Menganalisa Kemiripan Bakteri Yoghurt Menggunakan Metode Latent Semantic Indexing Meivi Kartikasari, Chaulina Alfianti Oktavia Sekolah Tinggi Informatika
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN Pada bab pendahuluan ini akan diuraikan penjelasan mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian dan
BAB 1 PENDAHULUAN 1-1
BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan mengenai Latar Belakang, Identifikasi Masalah, Tujuan Tugas Akhir, Lingkup Tugas Akhir, Metodologi Tugas Akhir dan Sistematika Penulisan Tugas Akhir. 1.1 Latar Belakang
KOMPRESI CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN HEBBIAN BASED PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS
KOMPRESI CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN HEBBIAN BASED PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS 1 Sofyan Azhar Ramba 2 Adiwijaya 3 Andrian Rahmatsyah 12 Departemen Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
SISTEM PINTU OTOMATIS BERDASARKAN PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE NEAREST FEATURE LINE
SISTEM PINTU OTOMATIS BERDASARKAN PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE NEAREST FEATURE LINE Agus Budi Dharmawan 1), Lina 2) 1), 2) Teknik Informatika FTI - UNTARJakarta Jl S. Parman No.1, Jakarta 11440
PENGENALAN OBJEK PADA CITRA BERDASARKAN SIMILARITAS KARAKTERISTIK KURVA SEDERHANA
PENGENALAN OBJEK PADA CITRA BERDASARKAN SIMILARITAS KARAKTERISTIK KURVA SEDERHANA Dina Indarti Pusat Studi Komputasi Matematika, Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya no. 100, Depok 16424, Jawa Barat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menggunakan PCA, kemudian penelitian yang menggunakan algoritma Fuzzy C-
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Studi Pendahuluan Sebelumnya telah ada penelitian tentang sistem pengenalan wajah 2D menggunakan PCA, kemudian penelitian yang menggunakan algoritma Fuzzy C- Means dan jaringan
UJI KINERJA FACE RECOGNITION MENGGUNAKAN EIGENFACES
1 Uji Kinerja Face Recognition Menggunakan Eigenfaces UJI KINERJA FACE RECOGNITION MENGGUNAKAN EIGENFACES ABDUL AZIS ABDILLAH 1 1STKIP Surya, Tangerang, Banten, [email protected] Abstrak. Pada paper
APLIKASI PENGENALAN DAUN UBI JALAR UNTUK JENIS UBI JALAR UNGU, MERAH, PUTIH DAN KUNING MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS
APLIKASI PENGENALAN DAUN UBI JALAR UNTUK JENIS UBI JALAR UNGU, MERAH, PUTIH DAN KUNING MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS SKRIPSI Diajukan Untuk Penulisan Skripsi Guna Memenuhi Salah Satu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada sistem identifikasi pembicara atau speaker identification, proses eksraksi ciri memainkan peranan penting dalam menghasilkan persentase keakuran yang baik. Terdapat
Penggunaan Kernel PCA Gaussian dalam Penyelesaian Plot Multivariat Non Linier. The Use of Gaussian PCA Kernel in Solving Non Linier Multivariate Plot
Penggunaan Kernel PCA Gaussian dalam Penyelesaian Plot Multivariat Non Linier Bernhard M. Wongkar 1, John S. Kekenusa 2, Hanny A.H. Komalig 3 1 Program Studi Matematika, FMIPA, UNSRAT Manado, [email protected]
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Penggunaan citra yang semakin meningkat menimbulkan kebutuhan retrival citra yang juga semakin meningkat. Diperlukan suatu metode retrival citra yang efektif
Jurnal String Vol.1 No.2 Tahun 2016 ISSN : PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS UNTUK SISTEM PENGENALAN WAJAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE EIGENFACE
PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS UNTUK SISTEM PENGENALAN WAJAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE EIGENFACE Nunu Kustian Program Studi Teknik Informatika, Universitas Indraprasta PGRI Email: [email protected] Abstrak
PENGENALAN SESEORANG MENGGUNAKAN CITRA GARIS TANGAN
PENGENALAN SESEORANG MENGGUNAKAN CITRA GARIS TANGAN Bagus Fadzerie Robby 1), Resty Wulanningrum 2) 1), 2) Universitas Nusantara PGRI Kediri 1), 2) Jl. KH. Achmad Dahlan 76, Kediri, Jawa Timur 64112 Email
Pengenalan Wajah dengan Metode Subspace LDA (Linear Discriminant Analysis)
Pengenalan Wajah dengan Metode Subspace LDA (Linear Discriminant Analysis) Ratna Nur Azizah Jurusan Teknik Elektro FTI, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus ITS, Keputih-Sukolilo, Surabaya-60111
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Bab ini menjelaskan landasan teori dari metode yang digunakan dalam proses pengenalan wajah, yaitu terdiri atas: metode Eigenface, dan metode Jarak Euclidean. Metode Eigenface digunakan
KLASIFIKASI BUNGA EUPHORBIA BERDASARKAN KELOPAK DENGAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA)
KLASIFIKASI BUNGA EUPHORBIA BERDASARKAN KELOPAK DENGAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S.Kom.) Pada Program
Identifikasi Tanda Tangan Menggunakan Transformasi Gabor Wavelet dan Jarak Minskowski
Identifikasi Tanda Tangan Menggunakan Transformasi Gabor Wavelet dan Jarak Minskowski Junia Kurniati Computer Engineering Department Faculty of Computer Science Sriwijaya University South Sumatera Indonesia
ANALYSIS PERFORMANCE FITUR BENTUK, WARNA DAN TEKSTUR CITRA PADA PENELUSURAN INFORMASI ASET BERBASIS CBIR
ANALYSIS PERFORMANCE FITUR BENTUK, WARNA DAN TEKSTUR CITRA PADA PENELUSURAN INFORMASI ASET BERBASIS CBIR Jumi¹ ), Achmad Zaenuddin 1) 1 Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Semarang [email protected]
PENGOLAHAN CITRA RADIOGRAF PERIAPIKAL PADA DETEKSI PULPITIS MENGGUNAKAN METODE WATERSHED
PENGOLAHAN CITRA RADIOGRAF PERIAPIKAL PADA DETEKSI PULPITIS MENGGUNAKAN METODE WATERSHED Imam Abdul Hakim 1), Bambang Hidayat 2), Suhardjo 3) 1),2) Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom Jl. Telekomunikasi
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk memahami
Implementasi Principal Component Analysis - Scale Invariant Feature Transform pada Content Based Image Retrieval
e-issn : 2443-2229 Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi Volume 3 Nomor 3 Desember2017 Implementasi Principal Component Analysis - Scale Invariant Feature Transform pada Content Based Image Retrieval
PENGENALAN POLA BENTUK BUNGA MENGGUNAKAN PRINCIPLE COMPONENT ANALYSIS DAN K-NN
PENGENALAN POLA BENTUK BUNGA MENGGUNAKAN PRINCIPLE COMPONENT ANALYSIS DAN K-NN Herfina 1) 1) Program Studi Ilmu Komputer, FMIPA Universitas Pakuan Jl. Pakuan PO BOX 452, Ciheuleut Bogora email : [email protected]
Ekstraksi Fitur Warna, Tekstur dan Bentuk untuk Clustered- Based Retrieval of Images (CLUE)
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2017 STMIK STIKOM Bali, 10 Agustus 2017 Ekstraksi Fitur Warna, Tekstur dan Bentuk untuk Clustered- Based Retrieval of Images (CLUE) I Gusti Rai Agung Sugiartha
Implementasi Principal Component Analysis (PCA) Untuk Pengenalan Wajah Manusia
Nusantara of Engineering/Vol. 2/ No. 1/ISSN: 2355-6684 65 Implementasi Principal Component Analysis (PCA) Untuk Pengenalan Wajah Manusia Rina Firliana, Resty Wulanningrum, Wisnu Sasongko Jurusan Teknik
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. implementasi dan evaluasi yang dilakukan terhadap perangkat keras dan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Implementasi dan Evaluasi yang dilakukan penulis merupakan implementasi dan evaluasi yang dilakukan terhadap perangkat keras dan perangkat lunak dari sistem secara keseluruhan
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM Dalam bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan pembuatan sistem aplikasi yang digunakan sebagai user interface untuk menangkap citra ikan, mengolahnya dan menampilkan
LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR...
DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL... i HALAMAN JUDUL... ii PERNYATAAN... iii LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR... iv BERITA ACARA TUGAS AKHIR... v KATA PENGANTAR... vi ABSTRAK... vii ABSTRACT... viii DAFTAR ISI...
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi komputer sekarang sangat pesat, ini ditandai dengan hampir semua pengolahan data dan informasi telah dilakukan dengan komputer. Hal ini diakibatkan
Implementasi Pengenalan Wajah Menggunakan PCA (Principal Component Analysis)
IJEIS, Vol.3, No.2, October 2013, pp. 175~184 ISSN: 2088-3714 175 Implementasi Pengenalan Wajah Menggunakan PCA (Principal Component Analysis) Dian Esti Pratiwi* 1, Agus Harjoko 2 1 Program Studi Elektronika
PENCARIAN ISI CITRA MENGGUNAKAN METODE MINKOWSKI DISTANCE
PENCARIAN ISI CITRA MENGGUNAKAN METODE MINKOWSKI DISTANCE Budi Hartono 1, Veronica Lusiana 2 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Stikubank Semarang Jl Tri Lomba
SISTEM PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) DENGAN ALGORITMA FUZZY C-MEANS (FCM)
SISTEM PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) DENGAN ALGORITMA FUZZY C-MEANS (FCM) Andri Suryadi Abstrak Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam computer vision
IDENTIFIKASI INDIVIDU BERDASARKAN CITRA SILUET BERJALAN MENGGUNAKAN PENGUKURAN JARAK KONTUR TERHADAP CENTROID ABSTRAK
IDENTIFIKASI INDIVIDU BERDASARKAN CITRA SILUET BERJALAN MENGGUNAKAN PENGUKURAN JARAK KONTUR TERHADAP CENTROID Disusun Oleh : Robin Yosafat Saragih (1022076) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas
JURNAL SISTEM IDENTIFIKASI CITRA TANDA TANGA MENGGUNAKAN METODE 2D-PCA (TWO DIMENSIONAL PRINCIPAL COMPONENT ANALISYS)
JURNAL SISTEM IDENTIFIKASI CITRA TANDA TANGA MENGGUNAKAN METODE 2D-PCA (TWO DIMENSIONAL PRINCIPAL COMPONENT ANALISYS) SIGNATURE RECOGNITION USING 2D-PCA (TWO DIMENSIONAL PRINCIPAL COMPONENT ANALISYS) Oleh:
Hasil Ekstraksi Algoritma Principal Component Analysis (PCA) untuk Pengenalan Wajah dengan Bahasa Pemograman Java Eclipse IDE
Hasil Ekstraksi Algoritma Principal Component Analysis (PCA) untuk Pengenalan dengan Bahasa Pemograman Java Eclipse IDE Fiqih Ismawan Dosen Program Studi Teknik Informatika, FMIPA Universitas Indraprasta
... BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Citra
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Citra Citra atau image adalah suatu matriks dimana indeks baris dan kolomnya menyatakan suatu titik pada citra tersebut dan elemen matriksnya (yang disebut sebagai elemen gambar
EKSTRAKSI CIRI GEOMETRIS UNTUK APLIKASI IDENTIFIKASI WAJAH. Oleh: Kholistianingsih
EKSTRAKSI CIRI GEOMETRIS UNTUK APLIKASI IDENTIFIKASI WAJAH Oleh: Kholistianingsih Abstract Face recognition is a non-contact biometric identification that tries to verify individuals automatically based
PENGEMBANGAN SISTEM PENCATAT PEMAKAIAN KOMPUTER LAB DENGAN BIOMETRIKA PENGENAL WAJAH EIGENFACE. Oleh
PENGEMBANGAN SISTEM PENCATAT PEMAKAIAN KOMPUTER LAB DENGAN BIOMETRIKA PENGENAL WAJAH EIGENFACE Oleh Kadek Ananta Satriadi 1, Made Windu Antara Kesiman,S.T.,M.Sc., I Gede Mahendra Darmawiguna,S.Kom.,M.Sc.
APLIKASI CONTENT BASED IMAGE RETRIEVAL DENGAN ALGORITMA SOBEL S EDGE DETECTION Arwin Halim 1, Hernawati Gohzali 2, In Sin 3, Kelvin Wijaya 4
APLIKASI CONTENT BASED IMAGE RETRIEVAL DENGAN ALGORITMA SOBEL S EDGE DETECTION Arwin Halim 1, Hernawati Gohzali 2, In Sin 3, Kelvin Wijaya 4 1,2,3,4 Jurusan Teknik Informatika, STMIK Mikroskil, Medan 1,2,3,4
STUDI ANALISIS EIGENFACE DAN EIGEN FUZZY SET UNTUK EKSTRAKSI CIRI BIBIR PADA SISTEM IDENTIFIKASI WAJAH
Widyanto, Studi Analisis Eigenface dan Eigen Fuzzy Set untuk Ekstraksi Ciri Bibir pada Sistem Identifikasi Wajah STUDI ANALISIS EIGENFACE DAN EIGEN FUZZY SET UNTUK EKSTRAKSI CIRI BIBIR PADA SISTEM IDENTIFIKASI
SCENE COMPLETION MENGGUNAKAN TEMPLATE MATCHING DAN POISSON BLENDING
SCENE COMPLETION MENGGUNAKAN TEMPLATE MATCHING DAN POISSON BLENDING Erick Alfons Lisangan Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Atma Jaya Makassar Alamat email : [email protected]
IMPLEMENTASI PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS UNTUK IDENTIFIKASI CITRA TANDA TANGAN
IMPLEMENTASI PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS UNTUK IDENTIFIKASI CITRA TANDA TANGAN Resty Wulanningrum 1), Ema Utami 2), Armadyah Amborowati 3) 1) Universitas Nusantara PGRI Kediri 2), 3) Magister Teknik Informatika
PENGENALAN WAJAH MANUSIA DENGAN METODE PRINCIPLE COMPONENT ANALYSIS (PCA)
ISSN: 1693-6930 177 PENGENALAN WAJAH MANUSIA DENGAN MEODE PRINCIPLE COMPONEN ANALYSIS (PCA) Murinto Program Studi eknik Informatika Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Kampus III UAD Jl Prof Dr. Supomo,
ANALISIS PERBANDINGAN METODE PREWITT DAN CANNY UNTUK IDENTIFIKASI IKAN AIR TAWAR
ANALISIS PERBANDINGAN METODE PREWITT DAN CANNY UNTUK IDENTIFIKASI IKAN AIR TAWAR Gibtha Fitri Laxmi 1, Puspa Eosina 2, Fety Fatimah 3 1,2,3 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas
DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian... 4
DAFTAR ISI Halaman Judul... Halaman Pengesahan... Halaman Pernyataan... Halaman Pernyataan Publikasi... Kata Pengantar... Daftar Isi... Daftar Gambar... Daftar Tabel... Daftar Arti Lambang... Daftar Singkatan...
BAB II LANDASAN TEORI. Kamera web (singkatan dari web dan camera) merupakan sebuah media
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Webcam Kamera web (singkatan dari web dan camera) merupakan sebuah media yang berorientasi pada image dan video dengan resolusi tertentu. Umumnya webcam adalah sebuah perngkat
Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Pengenalan Wajah Menggunakan Metode Adjacent Pixel Intensity Difference Quantization Histogram Generation Oleh : ANDIK MABRUR 1206 100 716 Dosen Pembimbing : Drs. Soetrisno, MI.Komp. Jurusan Matematika
Gambar 1.1 Tahapan Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Content Based Image Retrieval (CBIR) atau dikenal sebagai query dengan konten image dan pengambilan informasi visual berbasis konten merupakan penerapan teknik
Implementasi Pengenalan Citra Wajah dengan Algoritma Eigenface pada Metode Principal Component Analysis (PCA)
46 Implementasi Pengenalan Citra Wajah dengan Algoritma Eigenface pada Metode Principal Component Analysis (PCA) Iwan Setiawan [email protected], Welly Iskand [email protected], Fauzi Nur Iman
APLIKASI PENGENALAN KARAKTER HURUF HIJAIYAH UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) SKRIPSI
APLIKASI PENGENALAN KARAKTER HURUF HIJAIYAH UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Komputer ( S.Kom ) Pada Program Studi
BAB 3 PROSEDUR DAN METODOLOGI. menawarkan pencarian citra dengan menggunakan fitur low level yang terdapat
BAB 3 PROSEDUR DAN METODOLOGI 3.1 Permasalahan CBIR ( Content Based Image Retrieval) akhir-akhir ini merupakan salah satu bidang riset yang sedang berkembang pesat (Carneiro, 2005, p1). CBIR ini menawarkan
Analisis Kualitas Interpolasi Terhadap Fitur Statistik pada Citra
Analisis Kualitas Interpolasi Terhadap Fitur Statistik pada Citra Meirista Wulandari Jurusan Teknik Elektro, Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia [email protected] Diterima 10 Desember 016
Penerapan Algoritma K-Means untuk Clustering
Seminar Perkembangan dan Hasil Penelitian Ilmu Komputer (SPHP-ILKOM) 71 Penerapan Algoritma K-Means untuk ing Dokumen E-Jurnal STMIK GI MDP Ernie Kurniawan* 1, Maria Fransiska 2, Tinaliah 3, Rachmansyah
PERANCANGAN APLIKASI PENGACAKAN CITRA MENGGUNAKAN M-SEQUENCE BERDASARKAN PARAMETER
PERANCANGAN APLIKASI PENGACAKAN CITRA MENGGUNAKAN M-SEQUENCE BERDASARKAN PARAMETER Kristian Telaumbanua 1, Susanto 2 Program Studi Teknik Informatika, STMIK Mikroskil Jl. Thamrin No. 122, 124, 140 Medan
IMPLEMENTASI PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN ALGORITMA PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS(PCA) DAN IMPROVED BACKPROPAGATION
J~ICON, Vol. 3 No. 2, Oktober 2015, pp. 89 ~ 95 89 IMPLEMENTASI PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN ALGORITMA PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS(PCA) DAN IMPROVED BACKPROPAGATION Rini Miyanti Maubara 1, Adriana Fanggidae
BAB III METODE PENELITIAN. Tujuan tugas akhir ini akan membangun suatu model sistem yang
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Model Pengembangan Tujuan tugas akhir ini akan membangun suatu model sistem yang melakukan proses data mulai dari pengolahan citra otak hingga menghasilkan output analisa
PENCARIAN CITRA BERDASARKAN BENTUK DASAR TEPI OBJEK DAN KONTEN HISTOGRAM WARNA LOKAL
Makalah Nomor: KNSI-472 PENCARIAN CITRA BERDASARKAN BENTUK DASAR TEPI OBJEK DAN KONTEN HISTOGRAM WARNA LOKAL Barep Wicaksono 1, Suryarini Widodo 2 1,2 Teknik Informatika, Universitas Gunadarma 1,2 Jl.
APLIKASI PENGENALAN WAJAH UNTUK VALIDASI PESERTA UJIAN ONLINE MENGGUNAKAN METODE HAAR CASCADE DAN EIGEN FACE VECTOR
APLIKASI PENGENALAN WAJAH UNTUK VALIDASI PESERTA UJIAN ONLINE MENGGUNAKAN METODE HAAR CASCADE DAN EIGEN FACE VECTOR Mika Tandililing Program Studi Teknik Komputer, STMIK Profesional [email protected]
Sistem perolehan citra berbasis isi Berdasarkan tekstur menggunakan metode Gray level co-occurrence matrix dan Euclidean distance
Vol 1, No 3 Desember 2010 ISSN 2088-2130 Sistem perolehan citra berbasis isi Berdasarkan tekstur menggunakan metode Gray level co-occurrence matrix dan Euclidean distance * Fitri Damayanti, ** Husni, ***
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengenalan Ekspresi Wajah Manusia Pengenalan ekspresi wajah manusia oleh mesin dapat dideskripsikan sebagai interpretasi terhadap karakteristik ekspresi wajah manusia melalui
Implementasi Rancangan Aplikasi Ekstraksi Ciri Citra Digital berbasis Client-Server
Implementasi Rancangan Aplikasi Ekstraksi Ciri Citra Digital berbasis Client-Server Fredy Windana Program Studi Teknik Informatika, STT STIKMA Internasional Jl. Panji Suroso 91A Malang [email protected]
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Definisi Masalah Dalam beberapa tahun terakhir perkembangan Computer Vision terutama dalam bidang pengenalan wajah berkembang pesat, hal ini tidak terlepas dari pesatnya
RANCANGAN AWAL SISTEM PRESENSI KARYAWAN STMIK BANJARBARU DENGAN PENDEKATAN EIGENFACE ALGORITHM
RANCANGAN AWAL SISTEM PRESENSI KARYAWAN STMIK BANJARBARU DENGAN PENDEKATAN EIGENFACE ALGORITHM RULIAH Jurusan Sistem Informasi STMIK Banjarbaru Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 33.3 Loktabat Banjarbaru [email protected]
Dosen Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pakuan Bogor
PENGENALAN KADAR TOTAL PADAT TERLARUT PADA BUAH BELIMBING BERDASAR CITRA RED-GREEN-BLUE MENGGUNAKAN PRINCIPLE COMPONENT ANALYSIS (PCA) SEBAGAI EKSTRAKSI CIRI DAN KLASIFIKASI K-NEAREST NEIGHBORHOOD (KNN)
ESTIMASI FUNGSI SPASIAL PADA IDENTIFIKASI FITUR WAJAH
ESTIMASI FUNGSI SPASIAL PADA IDENTIFIKASI FITUR WAJAH Akhyar 1*, Risanuri Hidayat 1, Bimo Sunarfri Hantono 1 1 Department of Electrical Engineering and Information Technology, Universitas Gadjah Mada *
Pengenalan Bahasa Isyarat Tangan Menggunakan Metode PCA dan Haar-Like Feature
Pengenalan Bahasa Isyarat Tangan Menggunakan Metode PCA dan Haar-Like Feature Dosen Pembimbing : 1) Prof.Dr.Ir. Mauridhi Hery Purnomo M.Eng. 2) Dr. I Ketut Eddy Purnama ST., MT. Oleh : ATIK MARDIYANI (2207100529)
PERBANDINGAN TEKNIK SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM (SIFT)
PERBANDINGAN TEKNIK SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM (SIFT) DAN MULTISCALE LOCAL BINARY PATTERN (MLBP) DALAM PENGENALAN WAJAH DENGAN CITRA MASUKAN BERUPA CITRA SKETSA WAJAH Yuwono (0922013) Jurusan Teknik
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Citra Berikut adalah beberapa definisi dari citra, antara lain: rupa; gambar; gambaran (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Sebuah fungsi dua dimensi, f(x, y), di mana x dan y adalah
Pengenalan wajah dengan algorithma Eigen Face Oleh: Hanif Al Fatta
Pengenalan wajah dengan algorithma Eigen Face Oleh: Hanif Al Fatta Abstraksi Pengenalan wajah (face recognition) yang merupakan salah satu penerapan image processing, kini telah dipakai untuk banyak aplikasi.
Identifikasi Jenis Kayu Menggunakan Support Vector Machine Berbasis Data Citra
Tersedia secara online di: http://journal.ipb.ac.id/index.php/jika Volume 3 Nomor 1 halaman 1-8 ISSN: 2089-6026 Identifikasi Jenis Kayu Menggunakan Support Vector Machine Berbasis Data Citra Wood Type
DAFTAR ISI ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR LAMPIRAN Latar Belakang... 1
ABSTRAK Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa.
VERIFIKASI SESEORANG BERDASARKAN CITRA PEMBULUH DARAH MENGGUNAKAN EKSTRAKSI FILTER GABOR ABSTRAK
VERIFIKASI SESEORANG BERDASARKAN CITRA PEMBULUH DARAH MENGGUNAKAN EKSTRAKSI FILTER GABOR Eric (0822026) Jurusan Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha email: [email protected] ABSTRAK Pola pembuluh
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK MENDETEKSI UANG LOGAM DENGAN METODE EUCLIDEAN
Jurnal Teknik Informatika Vol. 1 September 2012 1 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK MENDETEKSI UANG LOGAM DENGAN METODE EUCLIDEAN Wahyu Saputra Wibawa 1, Juni Nurma Sari 2, Ananda 3 Program Studi
SISTEM TEMU KEMBALI CITRA GEDUNG BERDASARKAN INFORMASI GARIS PADA BENTUK GEDUNG
Vol. 5, No. 1, Januari 2009 ISSN 0216-0544 SISTEM TEMU KEMBALI CITRA GEDUNG BERDASARKAN INFORMASI GARIS PADA BENTUK GEDUNG * Iman Sapuguh, Daniel O Siahaan, dan Chastine Fatichah Program Magister Teknik
TEKNIK PENGENALAN WAJAH DENGAN ALGORITMA PCA BERBASIS SELEKSI EIGENVECTOR
TEKNIK PENGENALAN WAJAH DENGAN ALGORITMA PCA BERBASIS SELEKSI EIGENVECTOR DWI ACHTI NOVIATUR R. 2208100656 Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Wirawan, DEA (Ir. Hendra Kusuma, M.Eng) PIE Problem Representasi Citra
SISTEM PENGENALAN WAJAH DENGAN METODE EIGENFACE DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN (JST)
Berkala Fisika ISSN : 1410-9662 Vol. 15, No. 1, Januari 2012, hal 15-20 SISTEM PENGENALAN WAJAH DENGAN METODE EIGENFACE DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN (JST) Tri Mulyono, Kusworo Adi dan Rahmat Gernowo Jurusan
