IMPLEMENTASI TEKNOLOGI FIELD PROGRAMMABLE GATE ARRAY (FPGA) PADA ALAT IDENTIFIKASI ODOR

dokumen-dokumen yang mirip
IMPLEMENTASI ARTIFICIAL NEURAL NETWORK PADA FIELD PROGRAMMABLE GATE ARRAY (FPGA) DALAM SISTEM IDENTIFIKASI ODOR

Dosen Pembimbing : 1.Dr. Muhammad Rivai, ST, MT 2.Ir. Totok Mujiono M.I. Kom

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No. 1, (2015) ISSN: ( Print) F-7

Perancangan Sistem Pengenalan Jenis Odor Menggunakan 20 Mhz Quartz Crystal Microbalance Dan Field Programmable Gate Array

Rancang Bangun Sistem Pencacah Frekuensi Untuk Sensor Gas Quartz Crystal Microbalance

Rancang Bangun Sistem Pencacah Frekuensi Untuk Sensor Gas Quartz Crystal Microbalance

IDENTIFIKASI GAS AMONIA MENGGUNAKAN QUARTZ CRISTAL MICROBALANCE DENGAN NEURAL NETWORK YANG DIIMPLEMENTASIKAN PADA MIKROKONTROLER

Brilianda Adi WIcaksono Bidang Studi Elektronika Jurusan Teknik Elektro FTI Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

PERANCANGAN DAN SIMULASI ALAT PENGHITUNG JUMLAH DETAK JANTUNG MENGGUNAKAN ISE WEBPACK 13.1

BAB 1. Pendahuluan. diprogram secara digital ditemukan seperti IC sederhana seperti General Array

untuk ASIC tinggi, algoritma harus diverifikasi dan dioptimalkan sebelum implementasi. Namun dengan berkembangnya teknologi VLSI, implementasi perangk

BABI PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

FPGA Field Programmable Gate Array

Field Programmable Gate Array (FPGA) merupakan perangkat keras yang nantinya akan digunakan untuk mengimplementasikan perangkat lunak yang telah diran

ANALISIS ODOR URINE UNTUK MENDETEKSI INFEKSI SALURAN KEMIH DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR QUARTZ CRYSTAL MICROBALANCE DAN SELF ORGANIZING MAP (SOM)

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ANALISIS PERBANDINGAN METODE PERKALIAN ARRAY DAN BOOTH. Hendra Setiawan 1*, Fahmi Nugraha 1. Jl. Kaliurang km.14.5, Yogyakarta 55582

Klasifikasi Odor pada Ruang Terbuka dengan Menggunakan Short Time Fourier Transform dan Neural Learning Vector Quantization

ANALISIS PERBANDINGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN DAN REGRESI LINEAR BERGANDA PADA PRAKIRAAN CUACA

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan teknologi digital, maka perangkat tersebut memiliki sebuah integrated

VOL. 01 NO. 02 [JURNAL ILMIAH BINARY] ISSN :

PENDETEKSI JENIS TEH MENGGUNAKAN DERET SENSOR TIN OXIDE DAN NEURAL NETWORK

Segitiga Fuzzy-Neural Network untuk Mengenali Pola dari Model Input Data yang Berdistribusi

SISTEM KROMATOGRAFI GAS MENGGUNAKAN SENSOR SEMIKONDUKTOR DAN NEURAL NETWORK UNTUK KLASIFIKASI MINYAK MENTAH

Penerapan Jaringan Saraf Tiruan Metode Backpropagation Menggunakan VB 6

PERBANDINGAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION DAN REGRESI PADA PERAMALAN WAKTU BEBAN PUNCAK

Sistem Identifikasi Gas Menggunakan Sensor Surface Acoustic Wave dan Metoda Kromatografi

PERANCANGAN PLC MENGGUNAKAN FPGA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Implementasi antar muka dalam tugas akhir ini terdiri dari form halaman

BAB 1 PENDAHULUAN. Penggunaan teknik penjamakan dapat mengefisienkan transmisi data. Pada

PREDIKSI CURAH HUJAN DI KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK

BAB 2 LANDASAN TEORI

Analisa Model Implementasi Field Programmable Gate Array (FPGA) dan Application Spesific Integrated Circuit (ASIC)

IMPLEMENTAS I KONVERTER FREKUENS I KE TEGANGAN DALAM SISTEM IDENTIFIKAS I AROMA MENGGUNAKAN QUARTZ CRYSTAL MICROBALANCE. Muhammad Farih

BAB 2 LANDASAN TEORI

APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN MULTI LAYER PERCEPTRON PADA APLIKASI PRAKIRAAN CUACA

APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA PENGENALAN POLA TULISAN DENGAN METODE BACKPROPAGATION

JARINGAN SYARAF TIRUAN (ARTIFICIAL NEURAL NETWORK) Pertemuan 11 Diema Hernyka Satyareni, M.Kom

Jurnal Informatika Mulawarman Vol 5 No. 1 Februari

BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK AS A METHOD OF FORECASTING ON CALCULATION INFLATION RATE IN JAKARTA AND SURABAYA

BACK PROPAGATION NETWORK (BPN)

BAB II LANDASAN TEORI

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... LEMBAR PERSETUJUAN... PERNYATAAN KEASLIAN... ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI...

DESAIN SKEMATIK ALGORITMA HISTOGRAM UNTUK KEBUTUHAN ANALISIS TEKSTUR CITRA BERBASIS FPGA (Field Programmable Gate Array)

PENGENALAN KARAKTER ALFANUMERIK MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGARATION

PENGENALAN POLA HURUF ROMAWI DENGAN JARINGAN SARAF TIRUAN PERSEPTRON LAPIS JAMAK

Presentasi Tugas Akhir

IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN METODE BACKPROPAGATION UNTUK MEMPREDIKSI HARGA SAHAM

Optimalisasi Identifikasi Sidik Jari Menggunakan Metode Neural network pada Sistem Keamanan Sepeda Motor

MERANCANG DESAIN MESIN PENJUAL PULSA ELEKTRIK OTOMATIS BERBASIS FPGA

Neural Network (NN) Keuntungan penggunaan Neural Network : , terdapat tiga jenis neural network Proses Pembelajaran pada Neural Network

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

IMPLEMENTASI SISTEM DADU ELEKTRONIK DENGAN

PREDIKSI PERHITUNGAN DOSIS RADIASI PADA PEMERIKSAAN MAMMOGRAFI MENGGUNAKAN ALGORITMA JARINGAN SYARAF TIRUAN PROPAGASI BALIK

PENERAPAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI JUMLAH PESERTA KB BARU DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN METODE BACKPROPAGATION

APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI VOLUME PEMAKAIAN AIR BERSIH DI KOTA PONTIANAK

BAB 2 LANDASAN TEORI. fuzzy logic dengan aplikasi neuro computing. Masing-masing memiliki cara dan proses

PREDIKSI PENDAPATAN ASLI DAERAH KALIMANTAN BARAT MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION

MODUL TRAINING PRAKTIKUM MENGGUNAKAN FPGA

ANALISIS JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI JUMLAH RESERVASI KAMAR HOTEL DENGAN METODE BACKPROPAGATION (Studi Kasus Hotel Grand Zuri Padang)

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan robotika di Indonesia cukup pesat dengan semakin

KARAKTERISASI FREKUENSI HARMONISA SENSOR QUARTZ CRYSTAL MICROBALANCE SEBAGAI IDENTIFIKASI GAS

PERBANDINGAN ANTARA MODEL NEURAL NETWORK DAN MODEL DUANE UNTUK EVALUASI KETEPATAN PREDIKSI WAKTU KERUSAKAN SUATU KOMPONEN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PREDIKSI DISTRIBUSI AIR PDAM MENGGUNAKAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION DI PDAM KOTA MALANG

ANALISIS PENAMBAHAN NILAI MOMENTUM PADA PREDIKSI PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION

BAB 2 LANDASAN TEORI

NEURAL NETWORK BAB II

MILIK UKDW. Bab 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

MONITORING DAN KONTROL DAYA KAMAR KOS MELALUI JARINGAN INTERNET (SOFTWARE)

Aplikasi Artificial Neural Network (ANN) untuk Memprediksi Perilaku Sumur Geotermal

PENGEMBANGAN SISTEM PENCIUMAN ELEKTRONIK DENGAN 16 BUAH SENSOR KUARSA DAN ALGORITMA NEURAL PROPAGASI BALIK UNTUK PENGENALAN AROMA CAMPURAN

Implementasi Penampil Citra Dengan Menggunakan Picoblaze FPGA

JARINGAN SARAF TIRUAN DENGAN BACKPROPAGATION UNTUK MENDETEKSI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA

Klasifikasi Pola Huruf Vokal dengan Menggunakan Jaringan Saraf Tiruan

IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN MULTI LAYER FEEDFORWARD DENGAN ALGORITMA BACKPROPAGATION SEBAGAI ESTIMASI NILAI KURS JUAL SGD-IDR

MODEL PEMBELAJARAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK OTOMATISASI PENGEMUDIAN KENDARAAN BERODA TIGA

JARINGAN SYARAF TIRUAN PREDIKSI PENYAKIT LUDWIG ANGINA

JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI CURAH HUJAN SUMATERA UTARA DENGAN METODE BACK PROPAGATION (STUDI KASUS : BMKG MEDAN)

Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA) IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION UNTUK MENGENALI MOTIF BATIK

SIMULASI RANGKAIAN DIGITAL MESIN PENJUAL KOPI DENGAN XILLINX

Bab 5 Penerapan Neural Network Dalam Klasifikasi Citra Penginderaan Jauh

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SIMULASI CONVERTER DAYA FREKUENSI TINGGI DENGAN TEKNOLOGI PLD BERBASIS SISTEM MIKROKONTROLLER

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

2.4 Sistem Penghapus Derau (Noise Canceling) Algoritma Recursive Least Square (RLS) Field Programmable Gate Array (FPGA) 16

BAB II LANDASAN TEORI

SATIN Sains dan Teknologi Informasi

KLASIFIKASI ARITMIA EKG MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DENGAN FUNGSI AKTIVASI ADAPTIF

Pengenalan Karakter Manusia Melalui Bentuk Wajah dengan Metode Back Propagation Jaringan Saraf Tiruan

Program Pilihan Ganda Sederhana dengan Java

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Pengenalan & Konsep Dasar FPGA. Veronica Ernita Kristianti

Aplikasi yang dibuat adalah aplikasi untuk menghitung. prediksi jumlah dalam hal ini diambil studi kasus data balita

RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah yang diambil penulis ialah mengembangkan dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, dan dapat diperoleh

BACK PROPAGATION NETWORK (BPN)

Transkripsi:

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI FIELD PROGRAMMABLE GATE ARRAY (FPGA) PADA ALAT IDENTIFIKASI ODOR Dini Fakta Sari 1,2, Muhammad Rivai 1, Totok Mujiono 1, Tasripan 1 1 Program Pascasarjana,Jurusan Teknik Elektro, ITS, Surabaya 1 Alamat : Kampus ITS, Keputih, Surabaya 60111 2 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, UII, Jogjakarta 2 Alamat : Jalan Kaliurang Km 14.4 Besi, Sleman, Jogjakarta 55584 e-mail : dini.faktasari@staff.uii.ac.id Abstrak Alat identifikasi odor merupakan peralatan yang dirancang untuk mengganti fungsi serta mengatasi keterbatasan sistem penciuman manusia. Alat identifikasi odor dapat diaplikasikan untuk pengawasan mutu produk makanan, minuman, dan industri kosmetik. Pada penelitian ini digunakan sampel odor yaitu bensin, minyak tanah, alkohol dan melon. Alat ini menggunakan deret sensor resonator kuarsa yang dilapisi oleh polymer yang berbeda-beda yaitu cellulose, dicyanoallylsilicone (OV-275), dan polyethylene glycol ester (PEG- 1540). Setiap sensor resonator akan menghasilkan perubahan frekuensi yang berbeda sebagai akibat adanya molekul odor yang terserap dipermukaannya. Data yang diperoleh dari deret sensor resonator kuarsa diaplikasikan pada perangkat FPGA Spartan 3E dengan Very High Speed Integrated Circuit Hardware Description Language (VHDL) sebagai bahasa pemrogramannya pada perangkat lunak Xilinx ISE Webpack 8.2i. Perangkat FPGA ini menangani pengukuran frekuensi (counter) secara pararel, latch, encoder, dan komunikasi serial. Artificial neural network merupakan representasi buatan dari otak manusia yang dapat diimplementasikan dengan menggunakan program komputer yang mampu menyelesaikan sejumlah proses perhitungan selama proses pembelajaran. Artificial neural network yang digunakan dalam penelitian ini dengan model Multi Layer Perceptron (MLP) dengan metode pelatihan Back Propagation (BP) yang merupakan bentuk topologi dari supervised artificial neural network yang dalam proses pelatihannya memerlukan pengawasan. Tingkat akurasi pembelajaran untuk mengklasifikasi melon pada 5000 epoch dengan 1 neuron pada lapisan tersembunyi sebesar 24,74%, dengan 5 neuron pada lapisan tersembunyi sebesar 98,36% dan dengan 10 neuron pada lapisan tersembunyi sebesar 99,48%. Tingkat akurasi pada saat pengujian sebesar 100%. Kata kunci : Odor, Resonator kuarsa, Artificial neural network, dan FPGA. 1. PENDAHULUAN Odor diidentifikasi dalam ruang sekitar akan menghasilkan interaksi antara molekul yang diberikan oleh bahan odor dan sel sensor yang terletak di hidung. Penggunaan sensor penciuman manusia untuk mengenali odor tertentu masih memiliki kekurangan yang dikarenakan oleh beberapa faktor diantaranya : subyektifitas, hasil pengenalan berfluktuasi tergantung dari kesehatan, perasaan sesaat, adanya keterbatasan waktu dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit (Peter Schulze Lammers, et al, 2004). Untuk dapat menanggulangi kelemahan ini, maka dengan implementasi teknologi field programmable gate array pada alat identifikasi odor dapat digunakan untuk melakukan kontrol kualitas hasil produk secara otomatis dan dengan kinerja yang konsisten. 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Resonator Kuarsa Resonator kuarsa merupakan bahan piezoelektrik yang dapat menghasilkan gelombang dan pembangkit frekuensi. Resonator kuarsa yang dilapisi dengan membrane yang sensitive terhadap gas dapat digunakan sebagai sensor kimiawi. Molekul gas yang terabsorbsi dalam membran sensitif, akan memberikan penambahan beban yang akan mengakibatkan terjadinya penurunan resonansi frekuensi dari frekuensi awal. Penurunan frekuensi resonator ini akan menghilang dan kembali pada frekuensi semula bila molekul gas telah lepas dari membran (deabsorbsi). Fenomena ini dinamakan efek pembebanan massa (mass-loading effect). Bentuk dari elektroda pada sensor resonator kuarsa ditunjukkan pada Gambar 1 ( Ping Chang, et al, 2002 ). B-10

Gambar 1. Bentuk-Bentuk elektroda sensor resonator kuarsa Perubahan frekuensi ( F) yang terjadi sebanding dengan massa total molekul-molekul gas yang terabsorbsi yang dinyatakan dalam persamaan Sauerbrey yang dapat dilihat pada Persamaan 1. 6 2 M F = 2.3x10 xf x..(1) A dengan : F = resonator dasar (MHz) M = massa total molekul gas yang terserap (g) A = luas elektroda. Pada penelitian ini, deret sensor resonator kuarsa yang digunakan dilapisi oleh polimer yang berbeda-beda yaitu cellulose, dicyanoallylsilicone (OV-275), dan polyethylene glycol ester (PEG-1540). 2.2. Field Programmable Gate Array ( FPGA ) Spartan 3E merupakan salah satu keluarga FPGA yang diproduksi oleh Xilinx. Spartan 3E tipe Xc3S500E yang digunakan dalam penelitian ini memiliki 500000 gerbang logika. IC Xilinx ini dapat diprogram dan dihapus dengan waktu yang tidak terbatas, dengan VHDL sebagai bahasa pemrogramannya pada perangkat lunak Xilinx Development System. FPGA memiliki beberapa kelebihan dibandingkan chip microprossesor yang lain diantaranya (Suhap Sahin, et al, 2006) : 1. Dapat diterapkan pada berbagai gerbang logika dari yang sederhana sampai yang komplek. 2. Dapat didesain ulang untuk mengubah fungsi logika tanpa merubah sistem. 3. FPGA memiliki siklus desain logika yang singkat sehingga cukup murah. 4. komputasi dapat dilakukan secara parallel dan memungkinkan siklus desain logika yang bekerja secara parallel. Secara umum arsitektur FPGA Spartan-3E terlihat pada Gambar 2 (www.xilinx.com), terdiri dari Configurable Logic Blocks (CLBs), Input/Output Blocks (IOBs), Block RAM, Multiplier Blocks dan Digital Clock Manager (DCM) Blocks. Configurable logic blocks melakukan fungsi logika. Multiplier Blocks melakukan tugas utama yaitu perkalian numerik two s complement tapi bisa juga melakukan beberapa aplikasi seperti menyimpan data dan barrel shifting. Digital Clok manager (DCM) memberikan fleksibilitas kelengkapan kontrol over clock frekuensi, phase shift dan skew. Gambar 2. Arsitektur FPGA Spartan-3E 2.3. Artificial Neural Network Artificial Neural Network (ANN) dapat digunakan di berbagai bidang pengenalan pola, pengolahan gambar dan diagnostic medis. Artificial Neural Network yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Multi Layer Perceptron (MLP) dengan metode pelatihan Back Propagation (BP) yang merupakan algoritma pembelajaran yang terawasi. Multi-layer perceptron memiliki beberapa unit yang ada dalam satu atau lebih lapis tersembunyi. Arsitektur multi-layer perceptron dengan i buah masukan yang ditambah dengan sebuah bias, sebuah lapis tersembunyi yang terdiri dari j unit yang ditambah dengan sebuah bias serta k buah unit keluaran dapat dilihat pada Gambar 3, v ji merupakan bobot garis dari unit masukan x i ke unit lapis tersembunyi z j (v jo merupakan bobot garis yang menghubungkan bias di unit masukan ke unit lapis tersembunyi z j ). w jk merupakan bobot dari unit B-11

lapis tersembunyi z j ke unit keluaran y k (w 0k merupakan bobot dari bias di lapis tersembunyi ke unit keluaran y k ) (Misbah, 2009). Gambar 3. Arsitektur multi-layer perceptron dengan i buah masukan yang ditambah sebuah bias, sebuah lapis tersembunyi yang terdiri dari j unit yang ditambah sebuah bias serta k buah unit keluaran 3. METODE PENELITIAN Secara garis besar metode penelitian terdiri dari perancangan sistem alat identifikasi odor pada FPGA, pengujian alat dan perancangan Artificial Neural Network pada komputer. Gambar 4. Sistem Alat Identifikasi Odor Pada Gambar 4 dapat dijelaskan bahwa dari beberapa alat identifikasi odor terdiri dari sensor gas resonator kuarsa yang digunakan jenis kristal, sehingga membutuhkan rangkaian oscillator yang digunakan untuk menjamin sinyal yang dihasilkan resonator kuarsa adalah sinyal pulsa, dari rangkaian oscillator kemudian dihitung oleh frequency counter. Data yang keluar akan dijadikan inputan ke artificial neural network yang ada di komputer dengan komunikasi serial sebagai interface dari FPGA ke komputer. Gambar 5. Pengujian Alat Identifikasi Odor Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 5. Sensor resonator kuarsa dibersihkan dari partikel gas yang masih menempel dengan cara mengalirkan gas N 2. Bahan yang akan diujikan ditempatkan pada tempat uji sampel, kemudian dipompa agar masuk kedalam sel detektor yang didalamnya terdapat sensor-sensor gas resonator kuarsa yang telah dilapisi bahan-bahan polimer. Perubahan frekuensi dari masing-masing sensor dicacah dan diproses dalam FPGA. Bentuk program Very High Speed Integrated Circuit Hardware Description Language (VHDL) pada FPGA dapat dilihat pada Gambar 6. Identifikasi jenis bahan yang telah diuji dengan menggunakan Artificial Neural Network diproses pada komputer. B-12

Gambar 6. Program VHDL pada FPGA Perancangan Artificial Neural Network model Multi Layer Perceptron (MLP) dengan metode pelatihan Back Propagation (BP) terdiri dari 3 neuron pada lapisan input, neuron pada lapisan tersembunyi, 4 neuron pada lapisan output, menggunakan fungsi aktivasi sigmoid, learning rate dibuat 0.1, nilai ambang Mean Square Error (MSE) sebesar 10-5, dan nilai bobot diatur dari hasil pembangkitan bilangan acak. Perancangan Artificial Neural Network dapat dilihat pada Gambar 7. Gambar 7. Perancangan Artificial Neural Network 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian pada penelitian ini menggunakan empat sample odor yaitu bensin, alkohol, minyak tanah dan melon. Deret sensor resonator kuarsa yang digunakan dilapisi oleh polymer yang berbeda-beda yaitu cellulose, dicyanoallylsilicone (OV-275), dan polyethylene glycol ester (PEG-1540). Hasil pengujian dari deret sensor resonator kuarsa ketika diberi beberapa sampel odor ditunjukkan pada Gambar 8. Alkohol Minyak tanah B-13

Bensin Melon Gambar 8. Respon frekuensi dari deret sensor resonator kuarsa. Normalisasi dilakukan untuk mengurangi variasi pola, akibat adanya variasi konsentrasi. Hasil normalisasi pada 10 kali percobaan dapat dilihat pada Gambar 9. ALKOHOL MINYAK TANAH 1.2 1.2 1 1 0.8 Cellulose 0.8 Cellulose 0.6 OV-275 0.6 OV-275 0.4 PEG-1540 0.4 PEG-1540 0.2 0 Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3 Percobaan 4 Percobaan 5 Percobaan 6 Percobaan 7 Percobaan 8 Alkohol. Percobaan 9 Percobaan 10 0.2 0 Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3 Minyak tanah Percobaan 4 Percobaan 5 Percobaan 6 Percobaan 7 Percobaan 8 Percobaan 9 Percobaan 10 BENSIN MELON 1.2 1.2 1 1 0.8 0.6 0.4 Cellulose OV-275 PEG-1540 0.8 0.6 0.4 Cellulose OV-275 PEG-1540 0.2 0 Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3 Percobaan 4 Percobaan 5 Percobaan 6 Percobaan 7 Bensin Percobaan 8 Percobaan 9 Percobaan 10 0.2 0 Perc obaan1 Perc obaan2 Perc obaan3 Perc obaan4 Percobaan5 Perc obaan6 Percobaan7 Melon Perc obaan8 Percobaan9 Percobaan10 Gambar 9. Hasil normalisasi data untuk masing-masing sample Berdasarkan hasil dari normalisasi, nilai pada percobaan 1 sampai percobaan 5 dijadikan sebagai input pada saat pembelajaran yang ditunjukkan pada Tabel 1. Nilai pada percobaan 6 sampai 10 dijadikan sebagai input pada saat pengujian yang ditunjukkan pada Tabel 2. Output target untuk masing-masing sampel ditunjukkan B-14

pada Tabel 3. Hasil pembelajaran dengan metode pelatihan Back Propagation ditunjukkan pada Tabel 4, Tabel 5, Tabel 6, dan Tabel 7. Tabel 1. Data input pada saat pembelajaran Tabel 2. Data input pada saat pengujian Tabel 3. Output target Tabel 4. Hasil pembelajaran dengan metode pelatihan Back Propagation dengan 1 neuron pada lapisan tersembunyi Tabel 5. Hasil pembelajaran dengan metode pelatihan Back Propagation dengan 5 neuron pada lapisan tersembunyi B-15

Tabel 6. Hasil pembelajaran dengan metode pelatihan Back Propagation dengan 10 neuron pada lapisan tersembunyi Tabel 7. Hasil pembelajaran dengan metode pelatihan Back Propagation untuk pengujian melon Hasil pelatihan menggunakan Artificial Neural Network dengan model Multi Layer Perceptron dengan metode pelatihan Back Propagation, untuk mendapatkan keseimbangan antara kemampuan jaringan untuk mengenali pola yang digunakan selama pembelajaran, dengan kemampuan jaringan dalam memberikan respon yang benar terhadap pola masukan selama pengujian. Tingkat akurasi pembelajaran untuk mengklasifikasi melon pada 5000 epoch, dengan 1 neuron pada lapisan tersembunyi sebesar 24,74%, dengan 5 neuron pada lapisan tersembunyi sebesar 98,36% dan dengan 10 neuron pada lapisan tersembunyi sebesar 99,48%. Tingkat akurasi pada saat pengujian sebesar 100 %. Penggunaan perangkat FPGA dalam menangani pengukuran frekuensi (counter) secara pararel, latch, encoder, dan komunikasi serial dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Estimasi Penggunaan Perangkat FPGA B-16

5. KESIMPULAN Alat identifikasi odor dibuat untuk dapat membedakan beberapa jenis odor yang diujikan. Metode yang digunakan adalah menggunakan deret sensor resonator kuarsa yang dilapisi dengan polimer yag berbeda. Perangkat FPGA digunakan untuk pengukuran frekuensi (counter) secara pararel, latch, encoder, dan komunikasi serial. Artificial neural network dengan model Multi Layer Perceptron dengan metode pelatihan Back Propagation digunakan untuk mengetahui tingkat klasifikasi jenis odor. Tingkat akurasi pembelajaran untuk mengklasifikasi melon pada 5000 epoch, dengan 1 neuron pada lapisan tersembunyi sebesar 24,74%, dengan 5 neuron pada lapisan tersembunyi sebesar 98,36% dan dengan 10 neuron pada lapisan tersembunyi sebesar 99,48%. Tingkat akurasi pada saat pengujian sebesar 100%. 6. DAFTAR PUSTAKA Misbah,(2009), Implementasi FPGA Sebagai Digital Interface Pada Sensor Gas Resonator Kuarsa Untuk Mendeteksi Amoniak, Tesis S2, Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, ITS, Surabaya. Peter Schulze Lammers and Yuwono. A, (2004), Odor Pollution in the Environment and the Detection Instrumentation, Agricultural Engineering International: the CIGR Journal of Scientific Research and Development. Invited Overview Paper. Vol. VI. Ping Chang and,jeng-shong Shih, ( 2002 ), The Application of Back Propagation Neural Network of Multichannel Piezoelectric Quartz Crystal Sensor for Mixed Organic Vapours, Tamkang Journal of Science and Engineering, Vol. 5, No. 4, pp. 209-217. Suhap Sahin, Yasar Becerikli, and Suleyman Yazici, (2006), Neural Network Implementation in Hardware Using FPGAs, Department of Computer Eng., Kocaeli University, Izmit,Turkey. ------,http://www.xilinx.com/bvdocs/publications/ds312.pdf B-17