Session 10 Steam Turbine Instrumentation

dokumen-dokumen yang mirip
Session 13 STEAM TURBINE OPERATION

JENIS TURBIN. Jenis turbin menurut bentuk blade terdiri dari. Jenis turbin menurut banyaknya silinder. Jenis turbin menurut arah aliran uap

Session 11 Steam Turbine Protection

BAB II LANDASAN TEORI. stage nozzle atau nozzle tingkat pertama atau suhu pengapian turbin. Apabila suhu

SESSION 12 POWER PLANT OPERATION

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS (PLTG) Prepared by: anonymous

STEAM TURBINE. POWER PLANT 2 X 15 MW PT. Kawasan Industri Dumai

Pengoperasian pltu. Simple, Inspiring, Performing,

Kata Pengantar. sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan

Aku berbakti pada Bangsaku,,,,karena Negaraku berjasa padaku. Pengertian Turbocharger

BAB III SISTEM PROTEKSI DAN SISTEM KONTROL PEMBANGKIT

SISTEM TENAGA LISTRIK

BAB III TURBIN UAP PADA PLTU

BAB I PENDAHULUAN. gesekan pada saat rotor turbin berputar, maka bantalan-bantalan. penyangga tersebut harus dilumasi dengan minyak pelumas.

DASAR PENGUKURAN LISTRIK

BAB IV DESKRIPSI MATERI

Gambar 2.20 Rangkaian antarmuka Hall-Effect

SESSION 3 GAS-TURBINE POWER PLANT

TURBOCHARGER BEBERAPA CARA UNTUK MENAMBAH TENAGA

ALAT PENGUKUR GETARAN

BAB III PROSES PENGUJIAN APU GTCP36-4A

PENGUKURAN TEMPERATUR

BAB IV RELAY PROTEKSI GENERATOR BLOK 2 UNIT GT 2.1 PT. PEMBANGKITAN JAWA-BALI (PJB) MUARA KARANG

ANALISA KERUSAKAN POMPA SENTRIFUGAL P-011C DI PT. SULFINDO ADIUSAHA DENGAN MENGGUNAKAN TRANSDUCER GETARAN ACCELEROMETER

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

Session 20 Steam Turbine Design. PT. Dian Swastatika Sentosa

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. memanfaatkan energi kinetik berupa uap guna menghasilkan energi listrik.

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Skema Dinamometer (Martyr & Plint, 2007)

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM. Pengujian dilakukan dengan menghubungkan Simulator Plant dengan

1. POMPA MENURUT PRINSIP DAN CARA KERJANYA

5. Turbine Meters. 4. Magnetic Meters. Magnetic Meters. Magnetic Meters. Magnetic Meters. Prinsip Operasi. Spesifikasi Umum. Kelebihan & Kekurangan

BAB III TURBIN DAN PERAWATAN TURBIN

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. MATERI Sensor dan Tranduser

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI SERVICES No.Dokumen : FM SIAP INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM Revisi : 00 KAJIAN ENJINIRING BAB 1 PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Turbin uap berfungsi untuk mengubah energi panas yang terkandung. menghasilkan putaran (energi mekanik).

Investigasi Kerusakan

Kata Kunci : PLC, ZEN OMRON, HP Bypass Turbine System, pompa hidrolik

JENIS JENIS FIELD INSTRUMENT. ditulis oleh Rekayasa Listrik - 21 December 2014

Lampiran Lampiran 1 Prosedur Pengoperasian Generator PT XYZ

Standby Power System (GENSET- Generating Set)

BAB IV HASIL YANG DICAPAI DAN POTENSI KHUSUS 1.1 KETERSEDIAAN DEBIT AIR PLTM CILEUNCA

Sistem Kontrol - 11 Elemen-elemen sistem instrumentasi dan kontrol. Dimas Firmanda Al Riza

BAB II RESISTANCE TEMPERATURE DETECTOR. besaran suatu temperatur/suhu dengan menggunakan elemen sensitif dari kawat

SENSOR DAN TRANDUSER. Aktuator C(s) Sensor / Tranduser

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI

1. Proteksi Generator

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pompa adalah salah satu jenis mesin fluida yang berfungsi untuk

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. cutting turbocharger. Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan : Proses pengerjaan cutting Turbocharger

MAKALAH PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS (PLTG)

PROSEDUR OPERASI TURBIN GAS PT. PJB UP MUARA KARANG

Makalah Seminar Kerja Praktek APLIKASI SISTEM PENGAMAN ELEKTRIS UTAMA PADA GAS TURBIN GENERATOR PLTGU

PENGEMBANGAN HYDRAULIC REGENERATIVE SHOCK ABSORBER. Muchamad Eko Jayadilaga

BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK DAN LANDASAN TEORI

INSTRUKSI KERJA ALAT Thermo Scientific CIMAREC Stirring Hot Plates

(Studi Kasus PT. EMP Unit Bisnis Malacca Strait) Dosen Pembimbing Bambang Arip Dwiyantoro, ST. M.Sc. Ph.D. Oleh : Annis Khoiri Wibowo

BAB III 1 METODE PENELITIAN

Turbin Uap BOILER. 1 4 konderser

ANALISA PERFORMANSI COOLER LUBE OIL DENGAN KAPASITAS 300 TON/JAM PADA UNIT 2 DI PLTU LABUHAN ANGIN LAPORAN TUGAS AKHIR

PERAWATAN TURBOCHARGER PADA GENSET MESIN DIESEL 1380 KW. Oleh: Dr. Ir. Heru Mirmanto, MT

PENGUKURAN DAN INSTRUMENTASI THERMINOLOGY TEMPERATURE / SUHU

SISTEM PENGAMAN (SAFEGUARD SYSTEM) DAN MULTIVIBRATION MONITORING PADA KOMPRESOR 14 K 1 DI PT. PERTAMINA (Persero) RU IV CILACAP

Ayrton Humardhani P Pembimbing Dr.Bambang Lelono Widjiantoro, ST, MT.

BAB II LANDASAN TEORI. Sistem kontrol adalah proses pengaturan ataupun pengendalian

BAB I PENDAHULUAN. Suatu Steam Power Plant dituntut punya availability tinggi dengan biaya

PERENCANAAN MOTOR BAKAR DIESEL PENGGERAK POMPA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISA KERUSAKAN SHAFT PADA TURBOCHARGER ENGINE 3406 S/N:7N7723

BAB IV ANALISA KERUSAKAN MOTOR LP DRAIN PUMP

Analisa Teknis Perancangan Turbin Pada Turbocahrger Menggunakan CFD

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III PEMILIHAN TURBIN DAN PERANCANGAN TEMPAT PLTMH. Pemilihan jenis turbin ditentukan berdasarkan kelebihan dan kekurangan dari

PEMANFAATAN BOIL-OFF GAS (BOG) PADA COMBINED CYCLE PROPULSION PLANT UNTUK LNG CRRIER

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI i. BAB I. PENDAHULUAN Apakah instrumentasi dan Pengendalian Proses itu? Tujuan Penulisan 1

BAB II LANDASAN TEORI

Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

LAPORAN SURVEY DAN INVESTIGASI PLTA TONSEA LAMA, MINAHASA, SULAWESI UTARA

BAB I PENDAHULUAN. yang berputar dengan putaran tertentu (Zhou and Shi, 2001). Salah satunya adalah pompa

BAB III LOW PRESSURE DRAIN PUMP

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

berupa fibre dan sheel yang di gunakan untuk membakar tabung boiler yang berisi air

BAB III SISTEM PLTGU UBP TANJUNG PRIOK

BAB III OPERASI PARALEL GENERATOR PLTU UNIT 3/4 TANJUNG PRIOK

BAB II LANDASAN TEORI

MODUL V-B PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS

SHAFT ALIGNMENT. Definisi shaft alignment?

Prinsip kerja PLTG dapat dijelaskan melalui gambar dibawah ini : Gambar 1.1. Skema PLTG

Gambar 2.1. Grafik hubungan TSR (α) terhadap efisiensi turbin (%) konvensional

BAB II LANDASAN TEORI

BOILER FEED PUMP. b. Pompa air pengisi yang menggunakan turbin yaitu : - Tenaga turbin :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

POWER PLANT OPERATION

TUGAS AKHIR. Diajukan guna melengkapi sebagai syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh :

Universitas Medan Area

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

COOLING WATER SYSTEM

Transkripsi:

Session 10 Steam Turbine Instrumentation

Pendahuluan Pengoperasian turbin yang terus menerus dan kondisi yang abnormal mempengaruhi kondisi turbin. Instrumen dibutuhkan untuk memantau kondisi turbin dan membantu mendapatkan data yang berguna untuk proses operasional dan pemeliharaan

Fungsi Instrumen Mendeteksi kondisi yang ada pada peralatan Memastikan operasi pada batasan yang aman Memberikan peringatan jika ada abnormalitas pada turbin

Kategori instrumen turbin uap Supervisory instrumentation Efficiency instrumentation Auxiliary system instrumentation Condition-monitoring instrumentation Instrumentation associated with protection and control equipment

Instrumen turbin uap Merupakan instrumen yang dibutuhkan untuk mengukur kondisi dari komponen yang berputar dan diam secara terus menerus. Instrumen ini mengukur : Eccentricity Thrust Position Shaft Relative Vibration Shaft Speed Differential expantion Valve position Shell Expantion Temperature

Eccentricity Ukuran kelurusan memberikan besarnya lendutan yang terjadi pada rotor. Pengukuran ini juga memberikan indikasi besarnya bengkok pada shaft. Pengukuran kelurusan memberikan informasi untuk mempertimbangkan keadaan aman atau tidak untuk beroprasi.

Thrust Position Ukuran ini menunjukkan posisi rotor (secara axial) Tujuan utama dari pengukuran thrust position adalah untuk memonitor thrust bearing wear dan untuk memastikan ketahanan terhadap pergesaran secara ke arah axial. OR

Shaft Relative Vibration Intrumen ini mengukur gerakan dinamik (radial vibration) dari poros yang relatif terhadap rumah bearing (bearing housing). Perhitungan ini memberikan indikasi awal terjadinya kerusakan. Pengukuran getaran dapat dibuat horizontal atau vertikal terhadap shaft (X-Y).

Shaft Speed Ukuran kecepatan putaran shaft dituliskan dalam revolutions per minute (rpm). Saat start-up up, untuk meningkatkan kecepatan dengan cepat melewati frekuensi kritis shaft, untuk mencocokkan sinkronisasi frekuensi secara akurat sebelum terhubung dengan generator Ukuran akselerasi menunjukkan berapa cepat kecepatan naik atau turun Akselerasi dimonitor oleh operator selama turbin roll up. Rotor

Differential Expansion Differential expansion adalah ukuran perbedaan antara kenaikan termal dari rotor dengan kenaikan termal dari case (casing). Pengawasan differential expansion sangat penting selama turbin "cold" start- up. Measurement

Shell Expansion Measurement Pengukuran shell expansion menunjukkan berapa besar ekspansi dari casing dari keadaan normalnya saat dipanaskan. Petunjuk perkembangan termal shell secara berkelanjutan memberikan pertimbangan pada operator untuk mempertimbangkan dalam pemberian beban.

Valve Position Measurement Ukuran valve position menunjukkan berapa besar valve membuka dan menutup Biasanya digunakan pada throttle valve.

Temperature Measurement Pengukuran temperatur digunakan untuk mengetahui temperatur pada saat turbin beroperasi. Temperatur yang dipantau meliputi temperatur metal dan temperatur fluida.

Temperatur Metal Pengukuran temperatur digunakan untuk mengetahui temperatur bearing saat beroperasi. Kenaikan temperatur pada bearing berkaitan dengan pembebanan yang berlebihan pada bearing, clearance yang tidak cukup, atau misalignment.

Alat Deteksi Dalam pengukuran bagian-bagian dari steam turbin membutuhkan peralatan atau instrumen sebagai sensor untuk menangkap perbedaan dan penyimpangan yang terjadi Eddy probe transducer Thermocouple RTD Flowmeter Pressure gauge

Alat Deteksi Eddy Probe Transducer Bekerja berdasarkan prinsip Eddy Current Komponennya terdiri dari probe, kabel dan penghasil arus Ujungnya terbuat dari lilitan Arus dialirkan menuju probe dan menghasilkan medan magnet

Alat Deteksi Penempatan Alat Deteksi

Alat Deteksi Thermocouple Menggunakan prinsip efek Seebeck untuk menghasilkan tegangan Tiap material akan menghasilkan Seebeck voltage yang berbeda

Alat Deteksi Tipe Thermocouple Thermocouple Type Conductors Positive Conductors Negative B Platinum-30% rhodium Platinum-6% rhodium E Nickel-chromium alloy Copper-nickel alloy J Iron Copper-nickel alloy K Nickel-chromium alloy Nickel-aluminum alloy N Nickel-chromium-silicon alloy Nickel-silicon-magnesium alloy R Platinum-13% rhodium Platinum S Platinum-10% rhodium Platinum T Copper Copper-nickel alloy

Alat Deteksi Resistance Temperature Detectors RTD menggunakan prinsip kerja tahanan elektrik yang berubah mengikuti temperatur dan membutuhkan sumber energi yang kecil untuk mengoperasikannya. RTD terdiri dari metal murni atau paduan

Alat Deteksi Metal yang cocok untuk RTD Murni Uniform quality Stabil dalam temperatur kerjanya Perubahan tahanan idealnya linier dengan perubahan temperatur

Flowmeter

Skema Instrumen LEGEND : CE KØ TP1 TP2 ECC X Y VP DE : Case Expansion : Speed dan Phase Reference : Thrust Position One : Thrust Position Two : Eccentricity : Radial Vibration, Horizontal : Radial Vibration, Vertical : Valve Position : Differential Expansion

Tabel Data Lapangan ITEM Unit Normal Range Alarm Set Trip Set Data Lapangan Steam Flow to Turbine T/H 0-238 75 154 Inlet Steam Temperature C 400-480 431 455 Inlet Steam Pressure KPa 5800-6500 5682 6190 Speed RPM 5910-6416 6598 5967 6059 Exhaust Steam Press KPa 470-600 >715 >753 526 579 Exhaust Steam Temp. C 208-350 >350 196 230 Lube Oil Supply Press KPa 140-230 <131 <102 173 176 Lube Oil Supply Temp C 40-51 >52 41.7 45 Turbine Thrust Bearing Temp C >120 85 93 Journal bearing Temp C >120 69 73 Axial Displacement Vibration (L) mmeter >0.5 >0.75 0.08-0.12 Axial Displacement Vibration (R) mmeter >0.5 >0.75 0.08-0.12 Casing/Rotor Diff. Expantion (L) mmeter <-1.5>+3.5 <-2.5>4.5-0.2 0.12 Casing/Rotor Diff. Expantion (R) mmeter <-1.5>+3.5 <-2.5>4.5-0.2 0.12