IMPLEMENTASI ENCODER SANDI REED SOLOMON PADA CONTROLLER AREA NETWORK

dokumen-dokumen yang mirip
BABI PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

TTG3B3 - Sistem Komunikasi 2 Linear Block Code

DESAIN ENCODER-DECODER BERBASIS ANGKA SEMBILAN UNTUK TRANSMISI INFORMASI DIGITAL

ERROR DETECTION. Parity Check (Vertical Redudancy Check) Longitudinal Redudancy Check Cyclic Redudancy Check Checksum. Budhi Irawan, S.Si, M.

Desain dan Simulasi Encoder-Decoder Berbasis Angka Sembilan Untuk Transmisi Informasi Digital

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No. 2, (2015) ISSN: ( Print) A-192

DETEKSI DAN KOREKSI MULTI BIT ERROR DENGAN PARTITION HAMMING CODE

SIMULASI ARQ DALAM TRANSMISI PAKET PADA KOMUNIKASI WIRELESS ABSTRAK

LAPORAN TEKNIK PENGKODEAN METODE DETEKSI DAN KOREKSI PADA KODE SIKLIK

Deteksi dan Koreksi Error

BAB 3 MEKANISME PENGKODEAAN CONCATENATED VITERBI/REED-SOLOMON DAN TURBO

BAB II DASAR TEORI. 7. Menuliskan kode karakter dimulai dari level paling atas sampai level paling bawah.

Jaringan Komputer (IF8505) Data link layer. Materi. Prinsip dasar Peran data link layer Framing Error handling Flow control Contoh: HDLC, PPP

Encoding dan Decoding Kode BCH (Bose Chaudhuri Hocquenghem) Untuk Transmisi Data

SIMULASI LOW DENSITY PARITY CHECK (LDPC) DENGAN STANDAR DVB-T2. Yusuf Kurniawan 1 Idham Hafizh 2. Abstrak

Data Communication. Week 13 Data Link Layer (Error Correction) 13Susmini I. Lestariningati, M.T

Sifat Dan Karakteristik Kode Reed Solomon Beserta Aplikasinya Pada Steganography

Simulasi Channel Coding Pada Sistem DVB-C (Digital Video Broadcasting-Cable) dengan Kode Reed Solomon

TK34304 KOMUNIKASI DATA

ANALISA KINERJA OFDM MENGGUNAKAN TEKNIK PENGKODEAN HAMMING

BROADCAST PADA KANAL WIRELESS DENGAN NETWORK CODING Trisian Hendra Putra

PEDOMAN PENGGUNAAN SIMULATOR PENYANDIAN DAN PENGAWASANDIAN SISTEM KOMUNIKASI BERBASIS PERANGKAT LUNAK VISUAL C#

Chapter 2 part 2 Getting Connected. Muhammad Al Makky

RANDOM LINEAR NETWORK CODING UNTUK PENGIRIMAN PAKET YANG HANDAL DI NETWORK Reza Zulfikar Ruslam

Data Communication #13 Error Correction

PERCOBAANV METODE DETEKSI DAN KOREKSI PADA KODE SIKLIK

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : KOMUNIKASI DATA A (KOMUNIKASI DATA)

KOMUNIKASI DATA Kontrol Komunikasi

Bab 7. Data Link Control

BAB II PENGKODEAN. yang digunakan untuk melakukan hubungan komunikasi. Pada sistem komunikasi analog, sinyal

FLOW CONTROL & ERROR CONTROL. Fungsi SUBLAYER LLC pada datalink

Block Coding KOMUNIKASI DATA OLEH : PUTU RUSDI ARIAWAN ( )

Implementasi dan Evaluasi Kinerja Multi Input Single Output Orthogonal Frequency Division Multiplexing (MISO OFDM) Menggunakan WARP

Jaringan Komputer Data Link Control Data L

Kode Sumber dan Kode Kanal

REALISASI ERROR-CORRECTING BCH CODE MENGGUNAKAN PERANGKAT ENKODER BERBASIS ATMEGA8535 DAN DEKODER MENGGUNAKAN PROGRAM DELPHI

Penelusuran Data Melalui Jaringan Internet

DIKTAT MATA KULIAH KOMUNIKASI DATA BAB V DETEKSI DAN KOREKSI KESALAHAN

RANGKUMAN TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL

SISTEM PENGKODEAN. IR. SIHAR PARLINGGOMAN PANJAITAN, MT Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Sumatera Utara

ANALISIS UNJUK KERJA CODED OFDM MENGGUNAKAN KODE CONVOLUTIONAL PADA KANAL AWGN DAN RAYLEIGH FADING

REDUKSI EFEK INTERFERENSI COCHANNEL PADA DOWNLINK MIMO-OFDM UNTUK SISTEM MOBILE WIMAX

BAB I PENDAHULUAN. digital sebagai alat yang penting dalam teknologi saat ini menuntut adanya sistem

Simulasi ARQ dan FEC Terhadap Kualitas Koneksi Data

Deteksi dan Koreksi Error

Implementasi Encoder dan decoder Hamming pada TMS320C6416T

William Stallings Komunikasi Data dan Komputer Edisi ke 7. Teknik Komunikasi Data Digital

SISTEM OTOMATISASI RUMAH UNTUK MENGATUR DAN MEMANTAU PERANGKAT LISTRIK DENGAN MEMANFAATKAN SENSOR ARUS

SIMULASI REED-SOLOMON ERROR CORRECTION CODE SEBAGAI OUTER CODE PADA DVB-T

INTERFERENSI BLUETOOTH TERHADAP THROUGHPUT WLAN IEEE B

Pengkodean Kanal Reed Solomon Berbasis FPGA Untuk Transmisi Citra Pada Satelit Nano

III. METODE PENELITIAN

ANALISIS UNJUK KERJA TEKNIK MIMO STBC PADA SISTEM ORTHOGONAL FREQUENCY DIVISION MULTIPLEXING


BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERANCANGAN APLIKASI DETEKSI BIT CHECK IN ERROR PADA TRANSMISI DATA TEXT DENGAN SINGLE ERROR CORRECTION MENGGUNAKAN ALGORITMA HAMMING CODE

BAB III PEMBAHASAN. Teori Pengkodean (Coding Theory) adalah ilmu tentang sifat-sifat kode

Analisis Kinerja Convolutional Coding dengan Viterbi Decoding pada Kanal Rayleigh Tipe Frequency Non-Selective Fading

Error Correcting Code Menggunakan Kode Low Density Parity Check (LDPC) Kristy Purba ( ) ABSTRAK

Teknik Komunikasi Data Digital

Lapisan ini merupakan lapisan yang akan melakukan transmisi data antara perangkat-perangkat jaringan yang saling berdekatan di dalam sebuah wide area

IMPLEMENTASI PENGAWASANDIAN VITERBI DENGAN FIELD PROGRAMMABLE LOGIC ARRAY (FPGA)

BAB I PENDAHULUAN. Sistem radio digital (Digital Audio Broadcasting, DAB, sekarang ini lazim

SIMULASI KODE HAMMING, KODE BCH, DAN KODE REED-SOLOMON UNTUK OPTIMALISASI FORWARD ERROR CORRECTION

Implementasi dan Evaluasi Kinerja Kode Konvolusi pada Modulasi Quadrature Phase Shift Keying (QPSK) Menggunakan WARP

METODE AKSES. Pertemuan IV. 1. Ethernet CSMA/CD

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Analisis Penerapan Teknik AMC dan AMS untuk Peningkatan Kapasitas Kanal Sistem MIMO-SOFDMA

Flow Control. stop-and-wait

Jurnal Ilmiah Widya Teknik Volume 15 Nomor ISSN Kinerja Kode Rapid Tornado Dengan Reed-Solomon Precode

SIMULASI PENGIRIMAN DAN PENERIMAAN INFORMASI MENGGUNAKAN KODE BCH

sebagian syarat Nama NIM : Industri Industri Disusun Oleh:

PENGUJIAN TEKNIK FAST CHANNEL SHORTENING PADA MULTICARRIER MODULATION DENGAN METODA POLYNOMIAL WEIGHTING FUNCTIONS ABSTRAK

Materi Mata Kuliah Jaringan Komputer Universitas Indo Global Mandiri

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Konsep global information village [2]

SISTEM MONITORING LAYAR KOMPUTER SECARA REMOTE MENGGUNAKAN JARINGAN MULTIDROP RS 485

Bab II. Teori Encoding-Decoding Reed-Solomon Code

SIMULASI DETEKSI BIT ERROR MENGGUNAKAN METODE HAMMING CODE BERBASIS WEB

Simulasi MIMO-OFDM Pada Sistem Wireless LAN. Warta Qudri /

PEMODELAN LAPISAN FISIK UNTUK EFISIENSI ENERGI PADA JARINGAN SENSOR NIRKABEL

PERBANDINGAN BIT ERROR RATE KODE REED-SOLOMON DENGAN KODE BOSE-CHAUDHURI-HOCQUENGHEM MENGGUNAKAN MODULASI 32-FSK

DATA LINK LAYER. Gambar. 1: Fungsi dari Data Link Layer. Gambar. 2: PDU pada Data Link Layer berupa Frames

ANALISIS ALGORITMA KODE KONVOLUSI DAN KODE BCH

Perancangan Dan Simulasi Punctured Convolutional Encoder Dan Viterbi Decoder Dengan Code Rate 2/3 Menggunakan Raspberry Pi

KOREKSI KESALAHAN PADA SISTEM DVB-T MENGGUNAKAN KODE REED-SOLOMON

KINERJA LEACH PROTOCOL PADA WSN YANG BEKERJA DI LINGKUNGAN DENGAN TEMPERATUR YANG TINGGI

Data Link Layer -switching- Rijal Fadilah, S.Si

REALISASI APLIKASI PEMINDAI DAN PEMBANGKIT QUICK RESPONSE CODE (QR CODE) PADA SMARTPHONE ANDROID ABSTRAK

TUGAS AKHIR ANALISA PERFORMANSI PENGKODEAN REED SOLOMON DAN KONVOLUSIONAL PADA SINYAL VIDEO DI KANAL ADDITIVE WHITE GAUSSIAN NOISE (AWGN)

KOREKSI KESALAHAN. Jumlah bit informasi = 2 k -k-1, dimana k adalah jumlah bit ceknya. a. KODE HAMMING

Week #5 Protokol Data Link Control

JARINGAN KOMPUTER. Data Link Layer. Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs

BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN ANALISIS

PERBANDINGAN KINERJA KODE REED-SOLOMON

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Intergrasi Arduino -OPC Server-Modem GSM pada Sistem Pengontrolan Lampu dan Air Conditioner Melalui Fasilitas HMI dan SMS

Transkripsi:

Implementasi Encoder Sandi Reed Solomon pada... (Kartika dkk.) IMPLEMENTASI ENCODER SANDI REED SOLOMON PADA CONTROLLER AREA NETWORK Wisnu Kartika, I Wayan Mustika, Agus Bejo Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada Jl. Grafika no. 2, Yogyakarta, Indonesia wisnukartika_te07@mail.ugm.ac.id, mustika@gmail.com, agusbj@ugm.ac.id Abstrak EMI (Electromagnetic Interference) banyak ditemui pada sistem otomotif dan industri yang menggunakan kabel untuk menghubungkan antar device. Masalah utama saat ini ialah rentan terjadinya interferensi pada komunikasi antar device pada Controller Area Network (CAN). Maka akan diusulkan suatu skema rancangan untuk mengatasi burst error. Akan digunakan metode Reed Solomon Code dengan panjang kode (31, 27). Penelitian ini dapat membantu untuk mengurangi electromagnetic interference yang sering terjadi pada industri dan otomotif. Hasil dari penelitian ini ialah perhitungan bit paritas dan informasi yang akan dikirim melalui encoder sandi Reed Solomon. Kata kunci- ARQ, Controller Area Network, CRC, Reed Solomon codes. I. PENDAHULUAN Pada saat ini komunikasi data digital pada suatu sistem jaringan baik point to point, point to multipoint atau broadcast menggunakan proses pemulihan konvensional seperti ARQ, FEC dan CRC. Automatic Repeat Request (ARQ) adalah teknik mengirim ulang data yang tidak sampai pada penerima dengan sistem Acknowledgement (ACK). Forward Error Correction (FEC) adalah teknik pengiriman dan penerimaan data dalam komunikasi point to multipoint. Jika pada penerima terkena error maka data akan dipulihkan kembali. Sedangkan Cyclic Redundancy Check adalah teknik memulihkan data yang terkena error pada penerima dengan menggunakan runtun bit CRC. Pada penelitian ini digunakan FEC karena dapat menghemat waktu dan digunakan pada komunikasi broadcast. Penelitian difokuskan pada CAN karena perkembangan teknologi pada saat ini banyak menggunakan CAN terutama pada bidang otomotif dan industri. Permasalahan yang sering terjadi pada CAN adalah adanya EMI yang menyebabkan burst error pada suatu jaringan. EMI ini disebabkan oleh inductive load pada sistem. Ada suatu metode pemulihan error (error correcting code) untuk mengatasi burst error dan random error. Metode tersebut adalah channel coding. Channel coding adalah suatu metode untuk mengatasi error dengan melakukan proses penambahan parity bit dan kemudian dengan adanya parity bit ini dapat dipulihkan kembali informasi yang terkena error. Salah satu jenis channel coding adalah sandi Reed Solomon. Dengan metode sandi RS dapat mengatasi burst error yang disebabkan oleh EMI. Channel coding dengan sandi Reed Solomon diterapkan dalam berbagai macam sistem jaringan. Sandi Reed Solomon ini digunakan pada jaringan komunikasi data. Jaringan yang sering menggunakan channel coding ini adalah jaringan multi cast atau broadcast atau point to multipoint. Broadcast adalah transmisi data dari satu sumber ke beberapa node penerima. Jika terjadi error pada media (dalam hal ini media udara) maka pada penerima akan dilakukan proses koreksi error oleh sandi Reed Solomon. Broadcast digunakan pada komunikasi AM, FM, jaringan TV. Peneliti (Shabour, 2013) melakukan penelitian tentang bagaimana mengatasi EMI pada CAN bus. EMI ini sangat mengganggu dalam hal proses pengiriman data karena EMI termasuk burst error. Pada paper (Shabour, 2013) ini memiliki kelebihan yaitu peneliti menggunakan CRC untuk mengatasi burst error. Tetapi memiliki kelemahan yaitu masih ada error yang belum dapat terkoreksi. Hal ini disebabkan jumlah error melebihi batas error yang dapat diatasi oleh sandi RS. Pada paper ini akan dilakukan proses perhitungan dengan sandi RS. Karena sandi RS dapat melakukan koreksi error pada penerima. Sehingga dapat menghemat dan efisiensi waktu. Sandi RS yang akan dihitung adalah RS (31, 27). Dengan codeword n adalah 31 simbol dan panjang informasi k adalah 27 simbol. Perhitungan dimulai dengan memasukkan 27 simbol dengan setiap simbol terdiri atas 5 bit. Perhitungan menggunakan operasi XOR. Perhitungan dibagi menjadi 3 tahap. Menghitung generator polynomial g(x), pembagian g(x) dan informasi dan menambahkan sisa hasil bagi pada informasi. Proses menambahkan sisa hasil bagi ini dapat juga disebut dengan 172 ISBN 978-602-99334-4-4

E.29 proses penambahan parity bit. Parity bit ini yang akan melengkapi simbol yang akan dikirim melalui media. Secara rinci proses perhitungan adalah sebagai berikut. Dari 27 simbol informasi tersebut dikalikan dengan penggeseran pangkath x n-k. Kemudian dilakukan proses perkalian untuk menghitung g(x). Kemudian 27 simbol yang telah dikalikan tadi dibagi dengan polinomial g(x). Dari hasil pembagian akan didapatkan hasil bagi dan sisa hasil bagi. Sisa hasil bagi inilah yang kemudian ditambahkan ke LSB (Least Significant Bit) dari 27 simbol tersebut. Maka data siap dikirim melalui media. Paper ini akan dibagi menjadi beberapa bagian. Penjelasan mengenai CAN akan dibahas pada Bab II. Desain dan Perancangan dibahas pada Bab III. Hasil dan Pembahasan akan dibahas pada bab IV. Kesimpulan akan dibahas pada Bab V. II. CONTROLLER AREA NETWORK Controller Area Network adalah sebuah sistem yang menggunakan topologi bus untuk menghubungkan antar device. Dapat juga digunakan untuk proses transfer data. Layer physical yang menggunakan differential transmission pada twisted pair wire. Sebuah non destructive bit wise arbitration yang digunakan untuk mengendalikan akses ke bus. Pesan yang dikirim kecil 8 bytes dan dilindungi oleh checksum. Gambar 1 Format Frame CAN Standard (Shabour, 2013) Saat ini CAN digunakan untuk beberapa aplikasi pada kendaraan seperti transfer data antara sensor dan actuator pada automobile. Kemampuan CAN saat ini sedang diuji untuk menjadikan aman dan efisien serta latency, data rate yang tinggi, kekebalan terhadap noise dan kemampuan memperbaiki error. Beberapa faktor yang mengurangi efisiensi CAN sistem bus ialah error yang disebabkan oleh EMI, stop and wait retransmission yang tidak efisien, bit overhead yang tinggi, sebuah sistem broadcast yang membutuhkan retransmission jika ada node yang mengalami flag error, dan panjang CAN bus. Burst error pada CAN disebabkan oleh EMI. EMI ini disebabkan oleh inductive load dan interferensi radio eksternal pada wiring. Kemudian dengan adanya EMI ini akan menyebabkan burst error pada proses pengiriman data yang menggunakan suatu media baik itu kabel maupun udara. Kemudian salah satu kemampuan sandi RS adalah dapat melakukan koreksi error pada data yang terkena burst error dengan kemampuan mengatasi dibatasi. Saat ini hanya ada tiga metode yang dapat digunakan untuk mendeteksi error pada CAN yaitu CRC, bit monitoring dan bit stuffing. Ketika error terdeteksi maka sistem akan melakukan ARQ dan mengirimkan kembali frame yang error. Efisiensi untuk high speed CAN mencapai 30 %. III. DESAIN PERANCANGAN Gambar 1a menunjukkan tentang karakteristik sandi RS. Gambar 1a. Karakteristik Simbol dalam sandi RS Prosiding SNST ke-6 Tahun 2015 Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Semarang 173

Implementasi Encoder Sandi Reed Solomon pada... (Kartika dkk.) Pada penelitian (Shabour, 2013) untuk RS (31,27) hanya disimulasikan dengan MATLAB, maka pada paper ini akan dilakukan contoh perhitungan matematis. Untuk skenario 1 digunakan m adalah 5 dan n adalah 31 (n merupakan panjang codeword), maka dipilih k = 27 (k merupakan panjang kata pesan atau informasi). Maka (n, k) = (31, 27). Karena akan di encode menggunakan k sebanyak 27 simbol maka akan diproses 27 simbol x5 bit = 135 bit. Maka pada CAN frame (yang memiliki panjang bit standard 111) ditambah 24 bit zero (dikenal dengan teknik zero padding) agar sama dengan 135 bit. Pada skenario ini akan diproses setiap satu simbol dari LSB (Least Significant Bit). Maka banyaknya simbol yang dapat dikoreksi ialah (31-27)/2 = 2 symbol (t=2) (Shabour, 2013). Mulai Masukkan Data Field Tambah SOF, Arbitration, Control Tambah CRC, ACK, EOF, IFS Tambah zero padding Hitung parity bit Siap dikirim melalui media Gambar 4. Diagram Alir Dari diagram alir pada Gambar 4 dapat dijelaskan bahwa proses perhitungan dimulai dengan memasukkan data field. Kemudian ditambah Start Of Frame (SOF), Arbitration, dan Control bit. Pada bagian akhir data field ditambahkan Cyclic Redundancy Check (CRC), Acknowledgement (ACK), End of Frame (EOF) dan Inter Frame Space (IFS) bit. Kemudian ditambah zero padding. Penambahan zero padding ini mengikuti banyaknya simbol dari RS code yang digunakan. RS code yang digunakan pada penelitian ini adalah 27 simbol. Pada penelitian ini, skema yang diusulkan untuk mengurangi proses retransmisi ialah menggunakan sandi RS (31, 27). Sandi ini dapat mengkoreksi error hingga 4 symbol atau setara dengan 4x5 = 20 bit. Sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi proses retransmisi. Jika proses retransmisi dikurangi maka akan menghemat daya pada pengirim. Pada CAN memiliki total bit 111 bit. Maka akan di encoding dengn 27x5 bit = 135 bit. IV. HASIL SIMULASI DAN PEMBAHASAN Untuk RS Code (31, 27) sudah ada hasil hingga perhitungan syndrome. Dengan nilai integer informasi ialah 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2. Hasil perhitungan pembagian antara u(x).x n-k dengan g(x). Notasi u(x).x n-k menunjukkan informasi yang akan dikirim. Sedangkan g(x) adalah generator polinomial. Untuk u(x).x n-k = α 0 x 30 + α x 29 + α 18 x 28 + α 2 x 27 + α 5 x 26 +α 0 x 25 + α x 24 + α 18 x 23 + α 2 x 22 + α 5 x 21 + α 0 x 20 + α x 19 + α 18 x 18 + α 2 x 17 + α 5 x 16 + α 0 x 15 + α x 14 + α 18 x 13 + α 2 x 12 + α 5 x 11 +α 0 x 10 + α x 9 + α 18 x 8 + α 2 x 7 + α 5 x 6 +α 0 x 5 + α x 4. Dan nilai g(x) = (x- α)(x- α 2 ) (x- α 3 ) (x- α 4 ) = x 4 (α 24 )x 3 - ( α 19 ) x 2 +( α 29 )x + α 10 Maka didapatkan hasil pembagian yaitu α 0 x 26 + α 13 x 25 + α 23 x 24 + α 7 x 23 + α 22 x 22 + α 24 x 21 + α 0 x 20 + α 20 x 19 + α 29 x 18 + α 13 x 17 + 174 ISBN 978-602-99334-4-4

E.29 α 6 x 16 + α 27 x 15 + α 13 x 14 + α 12 x 13 + 0 x 12 + α 8 x 11 + α 24 x 10 + α 12 x 9 + α 5 x 8 + α 16 x 7 + α 13 x 6 + α 5 x 5 + α 6 x 4 + α 21 x 3 + α 19 x 2 + α 9 x + α 23 x 0. Kemudian didapat sisa hasil bagi yaitu b(x) = α 15 x 3 + α 9 x 2 + α 24 x + α 2. Kemudian ditambah error pada integer 1 dan 2 paling kiri dari integer informasi (atau yang dicetak tebal). Informasi setelah terkena error 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2. Kemudian perhitungan dilanjutkan dan didapatkan nilai syndrome. S i (x) = u(x). x n-k + b(x). α 0 x 26 + α 13 x 25 + α 23 x 24 + α 7 x 23 + α 22 x 22 + α 24 x 21 + α 0 x 20 + α 20 x 19 + α 29 x 18 + α 13 x 17 + α 6 x 16 + α 27 x 15 + α 13 x 14 + α 12 x 13 + 0 x 12 + α 8 x 11 + α 24 x 10 + α 12 x 9 + α 5 x 8 + α 16 x 7 + α 13 x 6 + α 5 x 5 + α 6 x 4 + α 21 x 3 + α 19 x 2 + α 9 x + α 23 x 0 + α 15 x 3 + α 9 x 2 + α 24 x + α 2. Syndrome yang akan dihitung ialah S 1 (α 1 ), S 2 (α 2 ), S 3 (α 3 ) dan S 4 (α 4 ). Penjelasan Gambar 5 adalah sebagai berikut. Pada kolom isi pesan dimasukkan 27 simbol dengan rentang 1 sampai 5. Kemudian tekan tombol OK. Maka akan ditampilkan nilai yang dimasukkan. Ketika tombol Encode ditekan maka akan dilakukan proses pembagian informasi yang dimasukkan dengan generator polynomial yang kemudian ditampilkan pada box kata sandi c(x). Kemudian dipilih angka 2. Maksudnya akan ada 2 error yang ditambahkan pada data yang dikirim yaitu pada posisi 1 dan 2. Kemudian ditekan tombol Get r(x). Maka akan muncul codeword yang telah ditambah dengan 2 error pada box kata sandi r(x). Kemudian setelah ditekan tombol C yang berarti tombol compare maka akan ada tulisan BEDA. Hal ini maksudnya adalah bahwa untuk membandingkan data kata sandi sebelum terkena error dan kata sandi yang telah terkena error. Kemudian setelah ditekan tombol KOMPUTASI SINDROM maka akan muncul hasil perhitungan sindrom yang akan ditampilkan pada box sindrom. Gambar 5. Simulasi Encoder Prosiding SNST ke-6 Tahun 2015 Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Semarang 175

Implementasi Encoder Sandi Reed Solomon pada... (Kartika dkk.) Gambar 6. Simulasi Encoder dengan Input CAN Penjelasan Gambar 6 adalah sebagai berikut. Pada kolom isi pesan dimasukkan 135 simbol dengan rentang 0 sampai 1. Untuk memasukkan 135 simbol ini perlu memperhatikan perintah yang ada di kolom kanan. Sehingga dapat diketahui bit apa yang akan dimasukkan. Kemudian tekan tombol OK. Maka akan ditampilkan nilai yang dimasukkan dan telah diubah ke simbol dengan tiap bit menjadi 1 simbol. V. KESIMPULAN Dari kedua penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa metode untuk melakukan perbaikan error. Metode yang telah digunakan oleh peneliti terdahulu ialah metode ARQ, HARQ, CRC, Cyclic code dan RS Code. Pada analisis matematis ini dapat diambil kesimpulan bahwa pada keluaran dari Encoder adalah sindrom. Dengan masukan 27 simbol maka akan didapatkan 31 simbol pada keluaran encoder yang siap dikirim. Keluaran encoder inilah yang akan digunakan untuk menghitung sindrom. RS code (31, 27) ini dapat mengatasi error 2 simbol. Sehingga akan dapat mengatasi burst error. EMI juga akan bisa diatasi. VI. DAFTAR PUSTAKA Bleichenbacher, D., Kiayias, A. & Yung, M., 2007. Decoding interleaved Reed Solomon codes over noisy channels. Elsevier, 379, pp.348 360. Chang, H. & Shung, C.B., 1999. New Serial Architecture for the Berlekamp Massey Algorithm. IEEE Communications, IEEE Transactions on Volume: 47, Issue: 4, 47(4), pp.481 483. Chent, I. et al., 2011. An Error-Correction Scheme with Reed-Solomon Codec for CAN Bus Transmission. International Symposium on Intelligent Signal Processing and Communication Systems, pp.7 11. Emani, K.C. et al., 2005. IMPROVEMENT OF CAN BUS PERFORMANCE BY USING ERROR-CORRECTION CODES. Proceedings of IEEE Region 5 Technical Conference, pp.205 210. Fenn, S.T.J., Taylor, D. & Benaissa, M., 1995. The design of Reed-Solomon codecs over the dual basis., 26, pp.383 391. Jie, M., Min, S. & Min, Z., 2009. New Application of Reed-Solomon Codes in China Mobile Multimedia Broadcasting System. IEEE Information Technology and Applications, 2009. IFITA 09. International Forum on, pp.2 5. Kumar, S., 2011. Bit Error Rate Analysis of Reed-Solomon Code for Efficient Communication System. International Journal of Computer Applications, 30(12), pp.11 15. 176 ISBN 978-602-99334-4-4

E.29 Ng, W.L. et al., 2010. Home Appliances Controller using Wireless Controller Area Network ( WCAN ) System. International Conference on Computer and Communication Engineering, (May), pp.11 13. Rassouli, B. & Olfat, A., 2012. Spectrum sensing with energy detection under fast and slow multipath fading. 2012 19th International Conference on Telecommunications (ICT), (Ict), pp.1 5. Available at: http://ieeexplore.ieee.org/lpdocs/epic03/wrapper.htm?arnumber=6221304. Shabour, H.M., 2013. Performance Enhancement of the Controller Area Network Protocol Using Reed-Solomon Codes. International Conference on Computing, Electrical and Electronic Engineering IEEE, pp.512 517. Smith, S., Taylor, D. & Benaissa, M., 1998. Design automation of Reed-Solomon codecs using VHDL. Elsevier, 29, pp.977 982. Thale, S., Agarwal, V. & Ieee, S.M., 2011. Controller Area Network ( CAN ) based Smart Protection Scheme for Solar PV, Fuel Cell, Ultra-Capacitor and Wind Energy System based Microgrid. IEEE Photovoltaic Specialists Conference (PVSC), 2012 38th, (Ll), pp.580 585. Prosiding SNST ke-6 Tahun 2015 Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Semarang 177