PERANAN KOMUNITAS TIONGHOA DALAM PEMBANGUNAN BANGSA

dokumen-dokumen yang mirip
Nasion Indonesia dan Kewarganegaraan Indonesia Oleh: Siauw Tiong Djin

pengalaman putra 'tokoh integrasi' Tionghoa Indonesia pada 1965

G30S dan Kejahatan Negara

BAB I PENDAHULUAN. dimatangkan oleh berbagai pergerakan yang bersifat nasional di daerah-daerah.

Perjalanan Politik Siauw Giok Tjhan

I. PENDAHULUAN. suku bangsa, ras, bahasa, agama, adat-istiadat, maupun lapisan sosial yang ada

VISI DAN STRATEGI PENDIDIKAN KEBANGSAAN DI ERA GLOBAL

Siauw Giok Tjhan, Sahabat-ku

Fakta Sejarah Perjuangan. Siauw Giok Tjhan Tidak Bisa Dihapus!

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan pendidikan diharapkan

NEGARA DAN SISTEM PEMERINTAHAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Sejarah Indonesia penuh dengan perjuangan menentang penjajahan.

Wawasan Kebangsaan. Dewi Fortuna Anwar

BAB I PENDAHULUAN. suatu persamaan-persamaan dan berbeda dari bangsa-bangsa lainnya. Menurut Hayes

Daftar Isi Kata Pengantar I Sebuah Imbauan A Sajak-Sajak i Pendirian, Pembangunan dan Perkembangan Ureca Kegiatan Organisasi Kemahasiswaan Ureca

2015 KAJIAN PEMIKIRAN IR. SUKARNO TENTANG SOSIO-NASIONALISME & SOSIO-DEMOKRASI INDONESIA

PENTINGNYA PEMIMPIN BERKARAKTER PANCASILA DI KALANGAN GENERASI MUDA

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan Bangsa yang majemuk, artinya Bangsa yang terdiri dari beberapa suku

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Demokrasi menjadi bagian bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu

TOKOH-TOKOH TIONGHOA DALAM REVOLUSI KEMERDEKAAN INDONESIA 1

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Seorang warga negara Indonesia dengan paspor Indonesia belum tentu orang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah gerbang yang utama dan pertama dalam usaha

BAB VIII KESIMPULAN. kesengsaraan, sekaligus kemarahan bangsa Palestina terhadap Israel.

Siauw Tiong Djin vs Sindhunata

BAB I PENDAHULUAN. potensi dirinya melalui proses pembelajaran atau cara lain yang dikenal dan diakui

BAB I PENDAHULUAN. digunakan sebagai alat pemersatu bangsa demi merebut kemerdekaan (Rawantina,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. Modul ke: Identitas Nasional. Fakultas Ilmu Komunikasi. Program Studi Hubungan Masyarakat. Ramdhan Muhaimin, M.Soc.

BAB I PENDAHULUAN. mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur di medan juang.

UPAYA PENGUATAN NASIONALISME ORANG INDONESIA TIONGHOA PASCA PERISTIWA MEI 1998

C. Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia

LATIHAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

H. U. Adil Samadani, SS., SHI.,, MH.

BAB I PENDAHULUAN. mempertahankan kemerdekaan sampai hingga era pengisian kemerdekaan

Seabad Wayang Orang Ang Hien Hoo di Malang

BAB I PENDAHULUAN. suatu upaya melalui pendidikan. Pendidikan adalah kompleks perbuatan yang

BAB V PENUTUP. Politik Indonesia Pada Masa Demokrasi Terpimpin Tahun , penulis

BAB IV MAKNA KEBANGKITAN NASIONAL SEBAGAI TONGGAK PERGERAKAN NASIONAL PADA AWAL ABAD KE XX. 4.1 Kebangkitan Nasional dan Pergerakan Nasional

Objek Pendidikan Kewarganegaraan Kep Dirjen Pend Tinggi No. 267/DIKTI/KEP/2000 meliputi :

13MKCU. PENDIDIKAN PANCASILA Makna dan aktualisasi sila Persatuan Indonesia dalam kehidupan bernegara. Drs. Sugeng Baskoro,M.M. Modul ke: Fakultas

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Pemilihan umum (Pemilu) dimaknai sebagai sarana kedaulatan

PENGANTAR (PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN) MAKALAH KEWARGANEGARAAN : PENGANTAR (PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN)

PENANAMAN NILAI PATRIOTISME (Analisis Isi Film Merdeka atau Mati Soerabaia 45 Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Seiring berkembangnya zaman memberikan dampak yang besar bagi

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MENJADI TUAN DI NEGERI SENDIRI: PERSPEKTIF POLITIK. Dr. H. Marzuki Alie KETUA DPR-RI

BAB I PENDAHULUAN. Gerakan Revolusi merupakan perlawanan penjajah terhadap Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia untuk mempertahankan dan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. sekelompok orang yang akan turut serta secara aktif baik dalam kehidupan politik dengan

PENDIDIKAN PANCASILA

BAB V PENUTUP. pendidikan Islam di Indonesia antara lain dibukanya pendidikan agama di

PANCASILA. Pancasila Merupakan Bagian Matakuliah Pengembangan Kepribadian. Poernomo A. Soelistyo, SH., MBA. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Contoh Naskah Pidato Tema Persatuan dan Kesatuan Bangsa/Pemuda ini bisa digunakan disaat memperingati Hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan atau Hari

Manfaat Belajar Pendidikan Pancasila bagi Mahasiswa

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

29. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunadaksa (SDLB-D)

PERSATUAN DALAM NEGARA INDONESIA

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Pada bab terakhir dalam penulisan skripsi ini akan dituangkan kesimpulan

Negara Jangan Cuci Tangan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. bertambah dalam menghadapi era globalisasi, untuk menghadapi globalisasi dan

PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP SIKAP NASIONALISME SISWA

Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa negara Indonesia adalah negara kepulauan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki wilayah laut

BAB I PENDAHULUAN. para pendiri bangsa ini ketika merumuskan ide tersebut.

I. PENDAHULUAN. tersebut terkadang menimbulkan konflik yang dapat merugikan masyarakat itu. berbeda atau bertentangan maka akan terjadi konflik.

LANDASAN SOSIOLOGIS. Ruang lingkup yang dipelajari oleh sosiologi pendidikan meliputi empat bidang :

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

I. PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia merupakan suatu bangsa yang majemuk, yang terdiri dari

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebelum kedatangan bangsa Belanda, etnis Tionghoa sudah menyebar ke seluruh Nusantara.

Waktu: 8 x 45 Menit (Keseluruhan KD) Standar Kompetensi: Memahami Hakikat Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Lomba Esai Generasi Milenial 2017

Pancasila dalam kajian sejarah perjuangan bangsa

PENDIDIKAN PANCASILA

WAWASAN KEBANGSAAN a) Pengertian Wawasan Kebangsaan

Sambutan Presiden RI pada Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, Jakarta, 7 November 2012 Rabu, 07 November 2012

PANCASILA ERA PRA KEMERDEKAAN

BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kepemimpinan adalah bagian dari kehidupan manusia, dan haruslah

PERTAMA HAKIKAT BANGSA DAN NEGARA. MATRIKULASI supentri

BAB I PENDAHULUAN. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa jasa para pahlawannya. Itulah

Oleh : Izza Akbarani*

BAB II PEMBAHASAN. A. Pengertian Identitas Nasional

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka beberapa hal. yang dapat disimpulkan di antaranya adalah :

BAB I PENDAHULUAN. pesan secara massal, dengan menggunakan alat media massa. Media. massa, menurut De Vito (Nurudin, 2006) merupakan komunikasi yang

Diskusikan secara kelompok, apa akibat apabila Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 diubah. Bagaimana sikap kalian terhadap hal ini?

BAB VI KESIMPULAN. kemasyarakatan yang bercorak Islam Modernis. Meskipun bukan merupakan

3.2 Uraian Materi Pengertian dan Hakikat dari Dasar Negara Pancasila sebagai dasar negara sering juga disebut sebagai Philosophische Grondslag

Siauw Giok Tjhan. Soe Tjen Marching 1

Perayaan Dwiabad Agama Baha i: Pentingnya Persatuan Manusia. Musdah Mulia

BAB V. Penutup. pengaruh kapitalisme guna mewujudkan revolusi sosialis di Indonesia, berangkat dari

SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PADA ACARA PROGRAM PENYEBARAN DAN PENGIBARAN BENDERA MERAH PUTIH Dl PERSADA NUSANTARA

- 1 - PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL COVENANT ON ECONOMIC, SOCIAL AND CULTURAL RIGHTS

BAB I PENDAHULUAN. sumber daya manusia mempunyai kualitas yang tinggi. Sihombing (2001)

BAB I PENDAHULUAN. bentuk kepedulian sebuah Negara terhadap rakyatnya. Di Indonesia sendiri,

SEJARAH DAN PROFIL PERGURUAN PAKU BANTEN LAMPUNG. A. Sejarah Berdirinya Perguruan Paku Banten Lampung

Bahasa. dan. Nasionalisme

Transkripsi:

PERANAN KOMUNITAS TIONGHOA DALAM PEMBANGUNAN BANGSA Siauw Tiong Djin Globalization menimbulkan anggapan di benak banyak orang bahwa nation-building (pembangunan bangsa) dan esensi nation tidak lagi relevan. Dengan globalization dan perkembangan teknologi, perbatasan antar Negara dan wilayah terasa melenyap dan identitas seseorang dengan sebuah nation dirasakan tidak lagi memainkan peranan dalam keberadaannya di dunia modern. Anggapan ini lalu sangat mengurangi kepedulian banyak orang tentang makna bangsa dan pembangunan bangsa. Bahkan cukup banyak yang beranggapan bahwa pengertian nation, nationalism dan nation building berbahaya dan merusak. Memang ada beberapa contoh, misalnya Iraq, yang menunjukkan bahwa dengan alasan nation-building, kehadiran kekuatan militer asing dengan segala bentuk keganasan di sebuah wilayah, dibenarkan dan disahkan oleh sebagian masyarakat dunia. Diskusi dalam konteks pembangunan bangsa Indonesia ini mencoba membuktikan bahwa anggapan yang di singgung di atas tidak tepat, bahwa makna bangsa nation dan proses pembangunan bangsa nation building masih sangat relevan dan diperlukan dalam merealisasi tujuan bersama bangsa Indonesia, dan bahwa komunitas Tionghoa, terutama generasi mudanya, perlu aktif berpartisipasi dalam mewujudkan sebuah bangsa yang kuat dan berbahagia dalam arti sesungguhnya. Diskusi tentang bangsa dan kebangsaan dalam konteks Indonesia memang menjadi lebih kompleks karena bahasa Indonesia tidak membedakan antara bangsa sebagai terjemahan kata race yang berkaitan dengan latar belakang etnisitas dengan kaitan biologis keturunan, dengan bangsa sebagai terjemahan kata nation yang tidak semata-mata berkaitan dengan faktor etnisitas, biologis dan keturunan. Kekurangan dalam terjemahan kata nation inilah yang kerap menimbulkan kekaburan dan kerap dijadikan alas an untuk mengembang biakkan rasisme di Indonesia. Berbagai Definisi Nation atau nasion telah banyak didefinisikan oleh banyak pemikir besar diberbagai zaman. Banyaknya interpretasi dari terminology nation ini yang membigungkan. Akan tetapi ada beberapa tokoh dan cendekiawan yang memberi pengertian yang bisa diterapkan dalam memperkokoh pengertian kita tentang makna nasion. 1

1. Ernest Renan 1882 Perancis: Nasion adalah sebuah solidaritas yang bersandar atas kesediaan berkorban dari para anggotanya, baik di masa lampau maupun kesediaan untuk berkorban di kemudian hari. Nasion adalah sebuah kesatuan politik yang terkonsolidasi oleh perjuangan dan penderitaan. 2. Joseph Stalin 1913: Nasion adalah sebuah komunitas yang ber-evolusi berkembang di mana para anggotanya memiliki kesamaanpengalaman sejarah, bahasa, wilayah penghidupan, kehidupan ekonomi dan latar belakang kultural. 3. Taylor 1940: Nasion hanya berada di dalam benak dan jiwa orang yang mengidentifikasikan dirinya dengannya. Ia adalah sebuah ide. 4. Soekarno 1956 Nasion adalah sesuatu yang nyata dan kongkrit. Lebih kongkrit dari kehadiran pasukan, lebih kongkrit dari kota-kota, lebih kongkrit dari pertambangan-pertambangan. Ia lebih kongkrit dari kita karena sudah hadir di zaman ayah kita dan akan terus hadir di zaman anak-anak kita. Ia adalah sebuah ide, sebuah imajinasi, sebuah semangat dan sebuah seni. 5. Hugh Seton-Watson 1977: Sebuah nasion bisa dikatakan hadir bilamana terdapat sejumlah orang di sebuah komunitas yang menganggap komunitasnya itu sebagai sebuah nasion atau beranggapan bahwa komunitasnya itu telah membentuk sebuah nasion. Nasion merupakan sebuah komunitas di mana para anggotanya terikat oleh rasa solidaritas, kesamaan kultur dan kesadaran nasional. 6. Ben Anderson 1991: Sebuah Nasion merupakan imajinasi dari sebuah komunitas politik, sebuah komunitas di mana terjalin erat persahabatan di antara para anggotanya dan kesediaan untuk berkorban untuknya. Definisi yang terpapar di atas jelas menunjukkan bahwa nasion jauh lebih besar dari kesatuan etnisitas. Bahkan latar belakang etnisitas bisa dikatakan tidak memainkan peranan dalam keberadaan sebuah nasion. 2

Dalam konteks Indonesia kehadiran Nasion Indonesia timbul sebagai produk dari penjajahan Belanda. Wilayah yang membungkus nasion Indonesia adalah kawasan Nusantara yang dijajah Belanda. Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 mengukuhkan kehadiran nasion Indonesia, di mana ada kesepakatan untuk menerima adanya bahasa Indonesia, tanah air Indonesia dan bangsa nasion Indonesia. Sesuai dengan definisi Stalin, nasion Indonesia terwujud karena yang berada di dalamnya adalah komunitas yang memiliki pengalaman sejarah yang sama, bahasa umum yang sama, kehidupan ekonomi yang sama dan kebudayaan yang secara psikologis diterima sebagai kebudayaan Indonesia. Ikrar pemuda Indonesia pada tahun 1928 ini jelas menyisihkan kesan bahwa ada yang dinamakan Indonesian race. Mereka menerima kenyataan bahwa kehadiran suku-suku yang memiliki berbagai etnisitas dan latar belakang kultural yang berbeda di wilayah yang mereka namakan Indonesia, merupakan elemen yang tidak terpisahkan dari tubuh nasion Indonesia. Pengalaman sejarah ini juga menunjukkan bahwa ada perbedaan antara Negara dan Nasion. Negara merupakan wadah hukum yang mengakomodasikan sebuah Nasion. Akan tetapi Nasion bisa saja berada tanpa kehadiran Negara. Negara kesatuan Republik Indonesia lahir puluhan tahun setelah Nasion Indonesia diikrarkan bangkit. Keberadaan hukum Nasion Indonesia berkaitan dengan Kewarganegaraan Indonesia. Yang mengisi Negara Indonesia adalah Warga Negara Indonesia. Negara Indonesia bisa saja hancur dan kewarganegaraan Indonesia lenyap karena kehancuran itu. Akan tetapi Nasion Indonesia bisa tetap hadir secara kongkrit tanpa keberadaan Negara dan Kewarganegaraan Indonesia. Dalam bahasa Inggris-pun timbul kekaburan. Nations sering disamakan dengan States Negara. United Nations atau PBB sebenarnya merupakan Perserikatan Negara-Negara, bukan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Masalah Loyalitas Loyalitas seseorang lebih berkaitan dengan Nasion ketimbang dengan Negara atau kewarganegaraan. Seperti yang dinyatakan oleh Anderson, loyalitas ini bisa dimanifestasikan dalam bentuk kesediaan mati untuk membela sang Nasion. Globalisasi dan kemajuan teknologi memang menimbulkan kekaburan baru. Mudahnya orang berpindah tempat dan berkomunikasi mewujudkan apa yang Anderson katakan sebagai Long Distance Nationalism. Seorang yang menetap di Australia dan sudah menjadi Warga Negara Australia bisa saja merasa dirinya tetap bagian Nasion Indonesia dan memiliki loyalitas 3

terhadap Nasion Indonesia. Cukup banyak orang yahudi yang hidup di luar Israel meiliki loyalitas terhadap Jewish Nation. Dalam konteks komunitas Tionghoa Indonesia argumentasi serupa bisa dibentangkan. Ukuran loyalitas tidak perlu dikaitkan dengan latar belakang etnisitas, nama baik nama paggilan atau nama resmi, kecenderungan menggunakan bahasa mandarin dalam kehidupan sehari-hari atau menyukai makanan Tionghoa dan kegemaran terhadap kebudayan Tiongkok. Bahkan kewarganegaraan dan tempat berdomisilinya tidak perlu dijadikan sandaran ukuran loyalitasnya terhadap bangsa Indonesia. Yang perlu dijadikan patokan ukuran efektif adalah bagaimana orang yang berangkutan ini mengidentifikasikan dirinya dengan Nasion Indonesia dan bagaimana ia menerima aspirasi Nasion Indonesia sebagai aspirasinya dan sampai di mana ia rela berkorban untuk Nasion Indonesia. Ukuran yang dikaitkan dengan latar belakang etnisitas atau ras dengan sendirinya seirama dengan rasisme, yang patut dikutuk dan dieliminasikan. Pembangunan Bangsa Nation Building Pada zaman Orde Baru, istilah nation building bisa dikatakan lenyap dari perbendarahaan kata politik. Kiranya ini terjadi karena adanya kebijakan rezim Orde Baru dalam meniadakan kesadaran politik di segala lapisan masyarakat. Nation Building adalah upaya politik yang memiliki dampak luas dan untuk mencapainya diperlukan kesadaran dan komitmen politik. dalam konteks Indonesia, Nation Building adalah sebuah upaya dan perjuangan yang mencakup 1. Transformasi Politik 2. Perwujudan Nasion Indonesia yang mengintegrasikan semua suku multikulturalisme yang menentang rasisme. 3. Perwujudan identitas nasional 4. Pembentukan loyalitas 5. Pembangunan eknomi nasional yang menjamin kemakmuran dan kebahagiaan rakyat 6. Pembangunan aparat dan infrastruktur Negara yang berfungsi dalam melindungi keberadaan Nasion 7. Pendidikan yang menjamin dipertingginya kecerdasan dan kepintaran rakyat dalam membangun kekuatan dan kemakmuran bangsa Apa peran Komunitas Tionghoa dalam sejarah dan bagaimana ia berperan di masa mendatang? Keberadaan Nasion Indonesia diterima oleh segelintir tokoh Tionghoa, diantaranya Liem koen Hian, Tan Ling Djie dan Tjoa Sik Ien. Pada tahun 1932, para tokoh yang disinggung ini 4

mendirikan Partai Tionghoa Indonesia (PTI) di Surabaya. Mereka melawan arus utama di kalangan komunitas Tionghoa yang cenderung berkiblat ke Tiongkok atau ke Belanda. Mereka beranggapan bahwa komunitas Tionghoa yang sudah bergenerasi di Indonesia harus menerima Indonesia sebagai tanah airnya dan menjadi bagian Nasion Indonesia. PTI tidak mampu mengubah arus mayoritas komunitas Tionghoa. Akan tetapi melalui harian Matahari dan Sin Tit Po yang dipimpin oleh para pendukungnya, mereka menyebar luaskan dukugan terhadap nasionalisme Indonesia dan gerakan kemerdekaan Indonesia. Sikap dan partisipasi mereka dalam gerakan nasionalisme dan kemerdekaan menyebabkan tokoh-tokoh PTI (Tan Ling Djie, Oey Gee Hwat dan Siauw Giok Tjhan) turut memimpin partai Sosialis yang sempat memegang kekuasaan pemerintahan di awal kemerdekaan (1945-1948). Dengan demikian mereka segera turut memimpin proses nation building. Pengertian Nasion Indonesia dan kewarganegaraan yang mereka canangkan sejak tahun 1932 dihukumkan pada tahun 1946. UU Kewarganegaraan 46 memungkinkan semua keturunan asing yang lahir di Indonesia menjadi WNI -- salah satu esensi nasion Indonesia menerima siapa-pun yang ingin menjadi bagian Nasion Indonesia sebagai warga Negara, tanpa memperdulikan latar belakang etnisitasnya. Upaya mereka megalami berbagai hambatan serius, terutama dari para pimpinan politik yang memiliki kepentingan dalam melegitimasikan rasisme, terutama di dalam bidang perdagangan dan industri lokal. Arus yang bersandar atas kepentingan ekonomi pribadi dan partai politik ini menginginkan UU Kewarganegaraan 46 dibatalkan dan menjadikan sebanyak[ mungkin WNI Tionghoa asing. Sebuah sikap yang bertentangan dengan makna Nasion Indonesia dan yang menghambat nation building. Berdirilah Baperki (Badan Permusyawaratan Kewarganegaraan Indonesia), yang dimpimpin oleh Siauw Giok Tjhan yang dengan cepat berkembang dan mampu melahirkan dukungan luas dari masyarakat Tionghoa dan para tokoh politik nasional yang berpengaruh. Ini memungkinkan Baperki berhasil dalam mengurangi dampak arus politik yang meng asingkan sebagian besar WNI keturuna Tionghoa. Salah satu kegiatan utama Baperki dalam nation building berkaitan dengan formulasi kebijakan ekonomi. Baperki menginginkan dikembangkan dan kerahkannya semua modal domestic untuk pembangunan ekonomi nasional. Kegiatannya di parlemen berhasil membatalkan berbagai UU yang didesain untuk mengurangi keterlibatan pedagang Tionghoa di berbagai bidang penting, al penggilingan padi, transportasi dan export import. 5

Sebagai by-product dari gerakan anti-rasisme, Baperki berkecimpung di dalam bidang pendidikan. Ini, yang erat kaitannya dengan nation building, menolong ratusan ribu pelajar Tionghoa yang memperoleh pendidikan dengan kurikulum nasional dan mempercepat proses penerimaan Indonesia sebagai tanah air dan pendidikan politik yang mendorong komunitas muda Tionghoa untuk menjadi bagian Nasion Indonesia melalui jalur integrasi, yang kini lebih dijkenal sebagai multikulturalisme. Wakil-wakil Komunitas Tionghoa di parlemen-pun pada tahun 50-an dan 60-an gigih memperjuangkan ditegakkannya demokrasi di alam merdeka. Berbagai UU dan peraturan pemerintah yang dikeluarkan di zaman itu melalui proses perdebatan sengit di parlemen yang melibatkan tokoh-tokoh Tionghoa yang disinggung. Ini-pun merupakan bagian dari perjuangan membangun Nasion Indonesia. Jasa komunitas Tionghoa melalui percetakan dan penyebar-luasan surat-surat kabar dan novelnovel tulisan pengarang Tionghoa merupakan bagian penting dalam perkembangan bahasa Indonesia, dari tahun 30-an hingga awal masa kemerdekaan. Pengembangan bahasa Indonesia yang dijadikan bahasa nasional pemersatu sejak tahun 28-an tentu merupakan bagian penting dari perjuangan membangun bangsa Indonesia. Dalam berbagai bidang lain yang berkaitan dengan nation building, peran komunitas Tionghoapun tidak bisa diabaikan. Cukup banyak tokoh dalam bidang kesenian, perfilman, olah raga dll berasal dari komunitas Tionghoa. Desain batik peranakan Tionghoa kini menjadi salah satu kepribadian nasion Indonesia yang apik. Cukup banyak pula makanan yang diakui sebagai makanan Indonesia berasal dari Tiongkok atau gabungan antara masakan Tionghoa dan lokal. Catatan singkat sejarah ini menunjukkan bahwa nation building adalah perjuangan politik yang memerlukan kesadaran dan komitment politik. Dan komunitas Tionghoa turut berperan di berbagai lapisan masyarakat dalam membangun bangsa Indonesia. Belakangan ini cukup banyak harapan ditumpukan di atas pembangunan dan kekuatan RRT. Bahkan ada kesan keselamatan dan ketentraman komunitas Tionghoa sangat berkaitan dengan tumbuhnya RRT sebagai kekuatan ekonomi yang diandalkan banyak Negara, termasuk Indonesia. Juga timbul kesan bahwa sebaiknya komunitas Tionghoa tetap menganggap dirinya sebagai bagian nasion Tiongkok semacam Pan Chinese Nationalism yang pernah berkembang di awal abad ke 20. Kesan di atas tidak tepat, apalagi kalau kita mendasari pemikiran kita atas berbagai definisi dan penuturan tentang pembangunan bangsa di atas. 6

Komunitas Tionghoa di Indonesia bisa saja tetap eksis sebagai komunitas yang memiliki latar belakang etnisitas Tionghoa dengan segala attributes ke Tionghoa-an yang dikenal dan digemarinya. Hubungan batin dengan tanah leluhurnya pun boleh dan dianjurkan untuk dikembangkan. Akan tetapi Komunitas Tionghoa di Indonesia merupakan bagian dari nasion Indonesia. Nasion Indonesia bagaikan air untuk komunitas Tionghoa yang bisa diumpamakan sebagai ikan. Hilangnya Nasion Indonesia secara langsung melenyapkan keberadaan Komunitas Tionghoa di Indonesia. Nasion Indonesia akan tetap hadir untuk berbagai masa mendatang. Pembangunannya akan secara langsung menguntungkan posisi Komunitas Tionghoa. Globalisasi dan perkembangan teknologi tidak akan mengubah pengertian ini hingga terwujudnya sebuah masyarakat dunia, bangsa dunia di satu saat nun jauh di mata. Komunitas Tionghoa, khususnya generasi muda hendaknya meneruskan peran yang digambarkan di atas. Pengertian akan esensi Nasion dan perjuangan nation building harus dipahami karena perwujudan Nasion Indonesia seperti yang diimpikan para pejuang kemerdekaan Indonesia dan para tokoh komunitas Tionghoa yang berkorban untuk Nasion Indonesia tetap merupakan jalan keluar jangka panjang yang menjamin ketentraman dan keamanan komunitas Tionghoa dalam menempuh hidup sebagai bagian tidak terpisahkan dari Nasion Indonesia di kawasan Indonesia. 7