ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK PADA PT. BANK NEGARA INDONESIA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. bidang kehidupan, baik bagi manusia maupun perusahaan. Kondisi yang

PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN FINANSIAL BANK DENGAN MENGGUNAKAN RASIO CAMEL PADA PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK PERIODE TAHUN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian mengenai pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non. membutuhkan kajian teori sebagai berikut:

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA KOPERASI LAUT SEJAHTERA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TEGAL SARI KOTA TEGAL

BAB II KAJIAN TEORI DAN PERUMUSAN PERTANYAAN PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. metode deskreptif pada perusahaan, yaitu dengan cara menganalisis data-data

sampai dengan 30 September 2012 adalah sebagai berikut :

Sri Pujiyanti Dr. Ir. E. Susi Suhendra, MS Universitas Gunadarma

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Peran perbankan dalam membangun ekonomi merupakan salah satu sektor

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan. sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN METODE CAMEL PADA PD. BPR BANK KLATEN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tidak terlepas dari kaitannya dengan uang. Sebab untuk menjalankan

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data yang telah

BAB II KAJIAN PUSTAKA. keuangan yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap laporan keuangan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Rasio permodalan diukur dengan membandingkan antara rasio Modal

Analisis Tingkat Kesehatan Bank BUMN dengan Menggunakan RGEC. Abstrak

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Dalam hal ini penulis akan melakukan analisa kinerja keuangan bank yang

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMEL PADA PT. BANK JATIM (PERIODE )

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN METODE CAMEL PADA PD BPR BKK KANTOR CABANG TIRTOMOYO TAHUN NASKAH PUBLIKASI

BAB I PENDAHULUAN. Perbankan di Indonesia semakin diramaikan dengan berdirinya bank-bank

BAB 1 PENDAHULUAN. bisnis yang berkembang dengan pesat sehingga sangat diperlukan sumber-sumber

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian. Bank memiliki fungsi utama yaitu menghimpun dana dari masyarakat dan

BAB I PENDAHULUAN. serta perkembangan perekonomian nasional dan internasional yang ada, bisnis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Keuangan Bank Syariah membutuhkan kajian teori sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN. dana, menyalurkan dana dan memberikan jasa bank lainnya. Perbankan juga

BAB II LANDASAN TEORI. kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiata usahanya. Banyak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Jacob Abolladaka Pendidikan Ekonomi, FKIP-Undana Kupang-NTT

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Taswan (2006:4), bank adalah lembaga keuangan atau

BAB I PENDAHULUAN. Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan ekonomi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pasal 1 Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 (Merkusiwati, 2007:100)

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari sektor perbankan. Dunia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bersama-sama guna mengetahui hubungan diantara pos-pos tertentu baik dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMEL. Studi Pada PT. Bank Jatim, Tbk Malang Periode

BAB III METODE PENELITIAN. data tertulis lainnya yang berhubungan dengan informasi yang dibutuhkan.

II. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian dan Peran Bank

BAB III METODE PENELITIAN. ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. pembengkakan nilai dan pembayaran hutang luar negeri, melonjaknya non performing

Analisis Kinerja Keuangan Bank Untuk Mengetahui tingkat Kesehatan Bank (Studi Kasus PT.BNI (Persero), Tbk.

BAB III METODE PENELITIAN. Sampel bank umum syariah yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Syariah Mandiri

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang berfungsi sebagai

ANALISIS KESEHATAN BANK SYARIAH MANDIRI KCP ULAK KARANG PADANG. Lidya Martha, SE, MM Dosen Tetap pada STIE KBP

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. dikenal dengan istilah di dunia perbankan adalah kegiatan funding (Kasmir, 2008:

BAB II KAJIAN PUSTAKA

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN METODE CAMEL PADA PT BANK ARTOS INDONESIA Tbk PERIODE

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan atau kondisi keuangan bank dan non keuangan bank merupakan

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Undang-undang No.10 tahun 1998 Pasal 1 tentang perbankan, dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka

Analisis Rasio Camel Untuk Menilai Tingkat Kesehatan Pada Bank Muamalat Indonesia

BAB 5 PENUTUP. dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: a. Dalam penilaian permodalan yaitu dengan Capital Adequacy Ratio

BAB III METODE PENELITIAN dengan nama Bank Central Asia NV. Banyak hal telah dilalui sejak saat

BAB I PENDAHULUAN. diharapkan mampu mengembangkan dan memajukan perekonomian di

BAB II LANDASAN TEORI. meminimalkan risiko dan menjamin tersedianya likuiditas yang cukup.

BAB I PENDAHULUAN. Bank memegang peranan penting bagi pembangunan ekonomi sebagai

BAB I PENDAHULUAN. dalam bentuk simpanan. Sedangkan lembaga keuangan non-bank lebih

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna memperoleh Gelar. Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. antara pihak-pihak yang memiliki dana dengan pihak-pihak yang memerlukan. manajemen bank perlu memperhatikan kinerja bank.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. pihak yang kelebihan dana (surplus unit) dalam bentuk simpanan giro, tabungan,

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Istilah bank berasal dari bahasa Italia, yaitu banco yang artinya meja atau

BAB II TEORI PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK. bank, maupun OJK selaku pemilik otoritas dalam mengawasi bank. 1

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan perekonomian suatu negara. Di Indonesia, perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. Bank adalah suatu badan usaha yang tugas utamanya sebagai lembaga

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Definisi operasional dalam acuan penelitian ini adalah :

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan dunia perbankan sangat pesat setelah terjadi deregulasi di

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN PT BANK DANAMON DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMEL PERIODE TAHUN

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN METODE CAMEL (STUDI PERBANDINGAN PADA BRI TBK & BTN TBK PERIODE )

BAB II LANDASAN TEORI. Definisi bank menurut UU No. 10/1998 tentang Perbankan Pasal 1, yaitu. meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

ANALISIS KESEHATAN BANK MANDIRI DAN BANK BCADENGAN METODE RGEC TAHUN Dwi Rahayu Suhendro Anita Wijayanti

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kegiatan perekonomian suatu negara tidak lepas dari transaksi keuangan.

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. dan lainnya (Hanafi dan Halim, 2009). Sedangkan kinerja keuangan bank dapat

BAB I PENDAHULUAN. lapisan masyarakat. Secara umum, bank memiliki fungsi utama. lembaga intermediasi, yaitu menghimpun dana dari masyarakat dan

BAB 1 PENDAHULUAN. ekonomi sebagai financial intermediary atau perantara pihak yang kelebihan dana

BAB I PENDAHULUAN. ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan yang

BAB III PEMBAHASAN. Menurut Veithzal et al (2012:616), laporan keuangan adalah laporan periodik

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang (Rahim dan Irpa, 2008).

PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK KONVENSIONAL DAN BANK SYARIAH BERDASARKAN ANALISIS RASIO KEUANGAN

BAB I PENDAHULUAN. peranan yang penting dalam perekonomian di Indonesia. Aktifitas Bank adalah

BAB I PENDAHULUAN. pengambilan keputusan. Laporan mengenai rugi laba suatu perusahaan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB V PENUTUP. dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Rasio LDR, IPR, APB, NPL, IRR, BOPO, FBIR, ROA dan NIM secara

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Pengertian perbankan dalam pasal 1 ayat 1 Undang-Undang No.10 Tahun

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, kinerja (performance) dapat

Maria Sibuea EB11 Pembimbing : Agustin Rusianasari, SE., MM

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGANMENGGUNAKAN METODE CAMEL PADA PT. BANK YUDHA BHAKTI. Fanny Nawang Wulan Radi Sahara, SE.

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMEL

BAB I PENDAHULUAN. baik secara langsung maupun tidak langsung. Banyaknya sektor yang tergantung

Transkripsi:

ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK PADA PT. BANK NEGARA INDONESIA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Ilwin Husain 1, Zulkifli Bokiu 2, Mahdalena 3 Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Gorontalo ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis tingkat kesehatan bank pada PT. Bank Negara Indonesia yang terdaftar di BEI. Objek penelitian adalah menganalisis Laporan Keuangan Neraca dan Laba- Rugi pada BNI tahun 2010-2012. Analisis data yang digunakan adaah analisis CA(M)EL yang digunakan untuk menilai tingkat kesehatan bank berdasarkan faktor permodalan, kualitas aktiva, rentabilitas, dan likuiditas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Pertama, tingkat kesehatan keuangan bank dilihat dari Rasio CAR tahun 2010-2012 termasuk dalam kategori sehat karena melebihi CAR yang ditentukan oleh BI yaitu 8%. Begitu juga dengan Rasio KAP tahun 2010-2012 termasuk dalam kategori sehat karena telah mencapai nilai < 10,35. Kategori sehat juga diperoleh dari hasil penilaian ROA dan BOPO pada tahun 2010-2012. Sama halnya dengan empat rasio yang sebelumnya, Rasio LDR termasuk kategori sehat karena telah mencapai rasio LDR. Kedua, perkembangan tingkat kesehatan keuangan bank pada PT Bank Negara Indonesia pada tahun 2010, 2011, 2012 dinilai dari empat faktor termasuk dalam kategori sehat karena telah memenuhi standar kesehatan bank. Kata Kunci: Tingkat Kesehatan Bank, Capital, Aset, Earning, Liqudity.

Kesehatan suatu bank merupakan kepentingan semua pihak yang terkait, baik pemilik, pengelola bank, masyarakat, pengguna jasa, dan Bank Indonesia selaku badan yang memiliki otoritas dalam pengawasan bank. Faktor kepercayaan dari masyarakat juga merupakan faktor yang utama dalam menjalankan bisnis perbankan, sehingga bank dituntut untuk mempunyai kemampuan mengelola kinerja keuangan dengan baik agar dapat menjaga kepercayaan masyarakat terhadap bank tersebut (Dian 2012:4). Ditinjau dari segi kepemilikan, bank dikelompokkan menjadi bank pemerintah dan bank swasta, bank pemerintah memiliki peran memberikan laba (profitabillitas). Tujuan utama operasional bank adalah mencapai tingkat profitabilitas yang maksimal. Profitabilitas merupakan kemampuan bank untuk memperoleh laba secara efektif dan efisien. Hal ini menyebabkan laba menjadi salah satu ukuran untuk menilai kesehatan bank (Guna 2013:3). Perkembangan (growth) profitabilitas bank pemerintah dapat dilihat sebagai berikut: Perkembangan profitabilitas (laba) bank pemerintah tahun 2010-2012 (Jutaan Rupiah) Bank Tahun Tahun Tahun Growth Growth No Pemerintah 2010 2011 2012 10-11 11-12 1 Bank Mandiri 9.218.298 12.246.044 15.504.067 33% 27% 2 Bank BNI 4.103.198 5.808.218 7.048.365 42% 21% 3 Bank BRI 11.472.385 15.087.996 18.687.380 32% 24% 4 BANK BTN 915.938 1.118.661 1.363.962 22% 22% Sumber : olahan, 2014 Tabel diatas dapat dilihat bahwa pada tahun 2011 Bank BNI merupakan bank yang memiliki laba lebih tinggi dibandingkan dengan 3 bank lainnya. Menyusul kemudian Bank Mandiri dengan laba 33%, selanjutnya Bank BRI dengan laba 32% dan laba terendah pada tahun 2011 yaitu Bank BTN dengan laba 22%. Pada tahun 2012 Bank BTN mampu mempertahankan kestabilan laba dengan tahun sebelumnya yaitu 22%. Beda dengan 3 bank lainya yang mengalami penurunan laba, penurunan laba yang sangat besar yaitu terjadi pada bank BNI dengan laba 21% dari tahun sebelumnya dengan laba 42%. Penurunan laba disebabkan revenue engine yang masih kurang optimal dalam menghasilkan pendapatan bunga dan Fee Baseed Income (FBI). Laba sangat berarti penting bagi bank, laba yang rendah dapat dimungkinkan akan membuat kelangsungan kegiatan bank akan berhenti. Dikarenakan bank memenuhi biaya-biaya yang harus dikeluarkan dan tidak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan lain

seperti memberikan pembiayaan dan memenuhi penagihan oleh nasabah, laba bank yang buruk juga mempersulit bank dalam mengembangkan usahanya, sehingga laba yang baik tentunya menjadi target bagi bank. penilaian kesehatan bank yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia dengan dikeluarnya peraturan Bank Indonesia No. 6./10/PBI/2004 tanggal 12 april 2004 perihal Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank dan Surat Edaran Bank Indonesia NO.6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 perihal Tata Cara Penialain Tingkat Kesehatan Bank Umum dikenal dengan Metode CAMEL yang terdiri dari Capital, Asset, Management, Earning dan Liquidity. Bank adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah menghimpun dana dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat dalam bentuk kredit serta memberikan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Oleh karena itu, dalam melakukan kegiatan usahanya sehari-hari bank harus mempunyai dana agar dapat memberikan kredit kepada masyarakat (Kuncoro, 2002: 68). Jenis-jenis bank Dilihat dari Segi Fungsi (Kasmir, 2008:34) 1. Bank Umum Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayarannya. Sifat jasa yang diberikan adalah umum, dalam arti dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Begitu pula dengan wilayah operasinya dapat dilakukan diseluruh wilayah. Bank umum sering disebut bank komersil (commercial bank) 2. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank perkreditan rakyat (BPR) adalah bank yang melaksankan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Artinya di sini kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan umum. Kesehatan bank dapat diartikan sebagai kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal dan mampu memenuhi semua kewajibannya dengan baikdengan cara-cara yang sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku (Kasmir, 2008:41)

Cara penilaian tingkat kesehatan bank dikenal dengan nama metode CAMEL menurut Dendawijaya (2003:142) metode CAMEL berisikan langkah-langkah yang dimulai dengan menghitung besarnya masing-masing rasio pada komponen-komponen tersebut. 1. Capital Dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut: Capital Adequency Ratio (CAR) CAR = Nilai kredit dihitung sebagai berikut: Untuk CAR = 0% atau (-), nilai kredit = 0 Untuk setiap kenaikan 0,1%, nilai kredit ditambah 1 dengan maximum Bobot CAMEL untuk rasio kecukupan modal CAR adalah 25% 2. Asset Dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut Kualitas Aktiva Produktif (KAP) KAP = Aktiva produktif meliputi: Kredit yang telah diberikan bank dan dicairkan, surat berharga (baik surat berharga pasar uang maupun surat berharga pasar modal), penyertaan saham, tagihan pada bank lain. Nilai kredit rasio Kualitas Aktiva Produktif dihitung sebagai berikut: Untuk KAP = 22,5% atau lebih, nilai kredit = 0 Untuk setiap penurunan 0,15, nilai kredit ditambah 1 dengan maximum 100 Bobot CAMEL untuk KAP adalah 30 % 3. Management Penilaian faktor manajemen dibedakan menjadi dua, yaitu faktor: a. Manajemen Umum b. Manajemen resiko Penilaian kualitatif atas 2 aspek manajemen yang terdiri dari pertanyaan 85 untuk bank non devisa dan 100 untuk bank devisa, penilaian nilai kredit untuk setiap pernyataan manajemen diberi nilai 0 sampai dengan 4 dengan kriteria: a. Nilai 0 kondisi lemah

b. Nilai 1,2,3 kondisi antara c. Nilai 4 kondisi baik Selanjutnya dari hasil penjumlahan yang diperoleh atas pertanyaan/pernyataan tersebut akan diperoleh nilai kredit, untuk kewajiban dikalikan dengan bobot faktor manajemen sebesar 20% sehingga didapat angka nilai kredit manajemen. 4. Earning Dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut: Return on Total Assets (ROA) ROA = Besarnya nilai laba sebelum pajak dapat dibaca pada perhitungan laba rugi yang disusun oleh bank yang bersangkutan. Perhitungan kredit dilakukan sebagai berikut: Untuk ROA sebesar 100% atau lebih, nilai kredit = 0 Untuk setiap kenaikan 0,015%, nilai kredit ditambah 1 dengan maximum 100. Selanjutnya, nilai kredit ini dikalikan dengan bobot CAMEL untuk ROA sehingga menghasilkan nilai CAMEL untuk komponen ROA tersebut. Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) BOPO = Besarnya angka untuk beban operasional maupun pendapatan operasional dapat dilihat pada perhitungan laba rugi laporan keuangan yang bersangkutan. Nilai kedit dapat dihitung sebagai berikut: Untuk rasio 100% atau lebih, nilai kredit = 0 Untuk setiap penurunan sebesar 0,08%, nilai kredit ditambah 1 dengan maximum 100. Selanjutnya nilai kredit tersebut dikalikan dengan bobot CAMEL untuk rasi BOPO (10%) sehingga diperoleh nilai CAMEL untuk komponen BOPO. 5. Liquidity Dengan menggunakan perhitungan sebagai Berikut: Loan to Deposito Ratio (LDR) LDR = Jumlah kredit yang diberikan adalah kredit yang diberikan bank yang sudah dicairkan. Dana pihak ketiga meliputi simpanan masyarakat yang berupa giro,

tabungan, dan berbagai jenis deposito. Sedangkan KLBI adalah volume pemberian pinjaman (kredit) yang diberikan Bank Indonesia kepada pihak yang bersangkutan. Berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, modal inti bank terdiri atas modal yang disetor pemilik bank, agio saham,berbagai cadangan laba, laba ditahan setelah laba tahunan berjalan. Nilai kredit LDR dihitung sebagai berikut: Untuk rasio LDR sebesar 115% atau lebih, nilai kredit = 0 Untuk rasio LDR dibawah 115% nilai kredit = 100 Selanjutnya, nilai kredit tersebut dikalikan dengan bobot CAMEL untuk LDR 10% sehingga diperoleh nilai CAMEL untuk komponen LDR. METODE PENELITIAN Tempat penelitian dilakukan pada PT. Bank Negara Indonesia Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran secara tepat mengenai fakta, keadaan gejala, yang merupakan objek penelitian. Sedangkan bentuk penelitian yang digunakan adalah bentuk penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang data yang diperoleh dan dianalisis dalam bentuk angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut dan penampilan dari hasilnya. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan keuangan Bank Negara Indonesia yang terdaftar indonesia selama 3 tahun berturut-turut yakni data dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode CAMEL berdasarkan peraturan Bank Indonesia No.6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004 perihal Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank dan Surat Edaran Bank Indonesia No.6/23/DPNP tanggal 31 mei 2004 perihal Tata Cara Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Adapun tolak ukur untuk menentukan tingkat kesehatan suatu bank setelah dilakukan penilaian terhadap masing-masing variabel, yaitu dengan menentukan hasil penelitian yang digolongkan menjadi peringkat kesehatan bank. Hasil akhir penilaian tingkat kesehatan bank terhadap masing-masing faktor atau komponen dalam CAMEL dapat digolongkan menjadi kedalam predikat dengan kriteria sebagai berikut:

Capital ( Aspek permodalan) CAR) = Nilai Kredit Rasio CAR = + 1 NK Faktor CAR = NK Rasio CAR X Bobot faktor Kriteria Penilian Capital Adequency Ratio (CAR) Bobot Nilai Kredit Predikat > 8% Sehat 25% 7,9 8% Cukup Sehat 6,5 - < 7,9% Kurang Sehat < 6,5% Tidak Sehat Sumber: Taswan (2006: 360) Asset (Aspek Aset) Rasio KAP = 100% Nilai kredit Rasio KAP = Perhitungan NK Faktor KAP= Nilai kredit x Bobot faktor Kriteria Penilaian Rasio aktiva Produktif (KAP) Bobot Nilai Kredit Predikat < 10,35 % Sehat 30% 10,35-12,60 % Cukup sehat 12,61-14,85% Kurang Sehat >14,86 % Tidak Sehat Sumber: Taswan (2006:361) Management (Manajemen) Rasio Manajemen diukur berdasarkan pertanyaan dan penyataan yang diajukan mengenai Manajemen Umum dan Manajemen Risiko. Manajemen umum berisi pertanyaan dan pernyataan mengenai strategi atau sasaran, struktur, sistem sumber daya manusia, kepemimpinan dan budaya kerja sedangkan Manajemen risiko berisi pertanyaan dan pernyataan mengenai risiko likuiditas, risiko pasar, risiko kredit, risiko operasional

dan risiko hukum. Pertanyaan dan pernyataan yang diajukan mempunyai perbandingan 40% pertanyaan untuk Manajemen Umum dan 60 pernyataan unuk manajemen risiko. Selanjutnya dari hasil penjumlahan yang diperoleh atas pertanyaan/pernyataan tersebut akan diperoleh nilai kredit, untuk kewajiban dikalikan dengan bobot faktor manajemen sebesar 25% sehingga didapat angka nilai kredit manajemen. Earning (Rentabilitas) Perhitungan rentabilitas menggunakan 2 rasio, yaitu: a. Rasio Laba Kotor terhadap Volume Usaha (Return On Asset/ ROA), dengan formulasi sebagai berikut: ROA = NK Rasio ROA = NK Faktor ROA = Nilai Kredit x Bobot faktor Kriteria Penilaian Return On Asset (ROA) Bobot Nilai Kredit Predikat > 1,22 % Sehat 0,99-1.21 % Cukup Sehat 5% 0,77 0,98 % Kurang Sehat < 0,76 % Tidak Sehat Sumber: Taswan (2006:363) b. Rasio Biaya opersional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Dengan formulasi sebagai berikut: BOPO = NK Rasio BOPO = NK Faktor BOPO = Nilai kredit x Bobot faktor Kriteria Penilaian BeBan Operasional Terhadap pendapatan Operasional Bobot Nilai Kredit Predikat < 93,52 % Sehat 93,52 94,73 % Cukup Sehat 5% 94,73 95,92 % Kurang Sehat >95,92 % Tidak Sehat Sumber: Taswan (2006:364)

Liquidity (Likuiditas) Rasio Kredit yang Diberikan terhadap Dana yang Diterima (Loan to Deposito Ratio/LDR) dengan formulasi sebagai berikut : LDR = NK LDR = NK Faktor LDR = Nilai kredit x Bobot faktor Kreteria Penilaian Loan to Deposito Rasio (LDR) Bobot Nilai Kredit Perdikat <94,755 % Sehat 10% 94, 755 98,75 % Cukup Sehat 98,75 102,25 % Kurang Sehat >102,5 % Tidak Sehat Sumber: Taswan (2006:366) HASIL DAN PEMBAHASAN Faktor Permodalan Perhitungan rasio CAR No Uraian Tahun 2010 2011 2012 1 CAR 18,6% 17,6% 18,4% 2 Growth - (1,0%) 0,8% 3 Modal 29.506.937 32.692.914 37.239.804 4 ATMR 158.409.305 185.403.030 201.663.344 5 Kriteria Sehat Sehat Sehat Sumber: Olahan, 2014 Dari hasil perhitungan rasio CAR pada tabel diatas dapat diketahui bahwa CAR tahun 2010 sebesar 18,6%. pada tahun 2011 terdapat penurunan sebesar 1,0% menjadi 17,6% dan pada tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 0,8% menjadi 18,4%. Pada tabel 11 dapat diketahui bahwa nilai CAR pada tahun 2010 sampai pada tahun 2012 mengalami fluktuasi, hal ini menunjukan bahwa kemampuan Bank Negara Indonesia dalam menyediakan dana untuk keperluan pengembangan usaha serta menampung kemungkinan resiko kerugiaan yang diakibatkan dalam operasional bank semakin

menurun. Hal ini dikarenakan rasio CAR baik pada tahun 2010, 2011 maupun 2012 masih diatas kriteria yang ditentukan oleh Bank Indonesia sebesar 8%, sehingga nilai ini termasuk dalam kategori sehat. Faktor Kualitas Aset Perhitungan rasio Kualitas Aktiva Produktif Tahun No Uraian 2010 2011 2012 1 Rasio 6,10% 5,57% 4,72% 2 Growth - (0,53%) (0,85%) 3 Kriteria Sehat Sehat Sehat Sumber : Olahan, 2014 Hasil perhitungan aktiva produktif pada diatas menunjukan bahwa pergerakan rasio KAP pada tahun 2010 sebesar 6,10%. pada tahun 2011 sebesar 0,53% menjadi 5,57% dan pada tahun 2012 sebesar 0,85% menjadi 4,72%. dari pergerakan rasio KAP tersebut dapat dilihat bahwa pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 Bank Negara Indonesia menunjukan keadaan sehat artinya kemungkinan jumlah aktiva produktif yang sudah atau mengandung potensi tidak memberikan penghasilan sangat kecil. Faktor Rentabilitas Perhitungan Rasio ROA Tahun No Uraian 2010 2011 2012 1 Rasio 2,28% 2,56% 2,67% 2 Growth - 0,28% 0,11% 3 Kriteria Sehat Sehat Sehat Sumber: Olahan, 2014 Berdasarkan perhitungan tabel diatas diperoleh hasil untuk rasio ROA yaitu pada Bank Negara Indonesia pada tahun 2010 sebesar 2,28%, tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 0,28% menjadi 2,56% dan pada tahu 2012 juga mengalami kenaikan sebesar 0,11% menjadi 2,67%. Berdasarkan SK DIR RI No. 30/12/KEP/DIR/97, maka ROA pada Bank Negara Indonesia berada dalam kondisi sehat karena nilai ROA baik tahun 2010, 2011 maupun 2012 di atas standar penilaian Bank Indonesia yaitu 1,22%.

Pehitungan Rasio BOPO Tahun No Uraian 2010 2011 2012 1 Rasio 76,0% 72,5% 71,0% 2 Growth - 3,5% 1,5% 3 Kriteria Sehat Sehat Sehat Sumber: Olahan, 2014 Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) pada tabel diatas menunjukan tingkat efisiensi suatu bank dalam operasionalnya yang memengaruhi terhadap pendapatannya. Dari hasil perhitungan di atas diperoleh angka rasio BOPO pada tahun 2010 sebesar 76,0% dan mengalami kenaikan pada tahun 2011 sebesar 3,5% menjadi 72,5% dan pada tahun 2012 mengalami kenaikan lagi sebesar 1,5% menjadi 70,97%. nilai-nilai rasio BOPO dari tahun 2010-2012 termasuk dalam kategori sehat karena nilai rasio kurang dari 93,52% yang telah di tetapkan oleh Bank Indonesia. Pada rasio ini setiap tahun mulai dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 mengalami kenaikan, hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi presentase rasio BOPO maka akan semakin buruk keadaan pada Bank Negara Indonesia. hal ini dikarenakan biaya operasional yang digunakan semakin besar. Faktor Likuiditas Perhitungan Rasio LDR Tahun No Uraian 2010 2011 2012 1 Rasio 70,2% 70,4% 77,5% 2 Growth - 0,2% 7,1% 3 Kriteria Sehat Sehat Sehat Sumber: Olahan, 2014 Dari hasil perhitungan pada tabel diatas pada tahun 2010 nilai rasio LDR sebesar 70,2% pada tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar 0,2% menjadi 70,4% dan pada tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 7,1 sehingga rasio LDR menjadi 77,5%. Kenaikan rasio LDR ini menunjukan pada setiap tahun terjadi kenaikan jumlah kredit yang diimbangi dengan kenaikan dana yang diterima oleh bank. Hal ini menunjukan dana yang diterima Bank Negara Indonesia pada tahun 2010, 2011 maupun 2012 lebih besar dari kredit yang diberikan. Dan rasio ini masih tergolong sehat.

PEMBAHASAN Sumary hasil analisis data Tingkat kesehatan bank pada PT. Bank Negara Indonesia dengan analisis CAMEL Sumary hasil analisis data Tahun Faktor Rasio Standar Nilai Faktor Kriteria 2010 18,6 % SEHAT 2011 Permodalan CAR >8% 17,6 % SEHAT 2012 18,4 % SEHAT 2010 6,10 % SEHAT 2011 Kualitas Aset KAP < 10,35% 5,57 % SEHAT 2012 4,72 % SEHAT 2010 2,28 % SEHAT 2011 ROA >1,22% 2,56 % SEHAT 2012 2,67 % SEHAT Rentabilitas 2010 76,0 % SEHAT 2011 BOPO < 93,52% 72,5 % SEHAT 2012 71,0 % SEHAT 2010 70,2 % SEHAT 2011 Likuiditas LDR < 94,75% 70,4 % SEHAT 2012 77,5 % SEHAT Faktor Permodalan Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No.30/12/KEP/DIR/1997 tentang tatacara penilaian tingkat kesehatan bank, faktor permodalan dikatakan sehat bila mencapai nilai.. Perhitungan rasio CAR berdasarkan perhitungan diatas diketahui rasio CAR pada tahun 2010 sebesar 18,6 %, tahun 2011 sebesar 17,6% dan pada tahun 2012 sebesar 18,4%. Nilai rasio ini melebihi 8% dimana angka tersebut diperoleh dengan membandingkan antara jumlah modal dengan ATMR. Berdasarkan kriteria Bank Indonesia, Rasio CAR pada tahun 2010-2012 dinilai sehat karena lebih dari 8%. Dengan demikian bank memiliki posisi modal yang sangat kuat untuk menutup resiko kerugian atas penanaman aktiva-aktiva yang mengandung resiko. Dengan CAR yang semakin menguat, Bank Negara Indonesia juaga dapat melakukan upaya-upaya untuk

mengembangan bisnis dan infrastruktur ekspansi kredit yang lebih baik. secara lebih leluasa termasuk melakukan Faktor Kualitas Aktiva Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No.30/12/KEP/DIR/1997 tentang cara penilaian penilaian tingkat kesehatan bank, faktor kualitas aktiva rasio KAP dikatakan sehat bila mencapai nilai antara 0-10,35%. Hasil perhitungan rasio kualitas aktiva produktif (KAP) Bank Negara Indonesia tahun 2010 sebesar 6,10%, tahun 2011 sebesar 5,57% dan tahun 2012 sebesar 4,72%. Nilai rasio ini kurang dari 10,35 dimana angka tersebut diperoleh dengan membandingkan antara aktiva produktif yang diklasifikasikan dengan total aktiva, hal ini menunjukan bahwa rasio yang dicapai oleh bank selama tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 dalam kategori SEHAT. Dengan adanya penurunan yang terjadi dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 itu berarti bank berhasil melakukan penanaman dana bank baik dalam rupiah maupun valuta asing dalam bentuk kredit, suratsurat berharga, penempatan dana antra bank, penyertaan termasuk komitmen dan kontijensi pada transaksi rekening administrasi. Faktor Manajemen Berdasarkan peraturan Bank Indonesia No.30/12/KEP/DIR/1997 tentang tata cara penilaian tingkat kesehatan bank, Faktor manajemen dinilai melalui daftar pertanyaan dan pernyataan tentang manajemen umum, penerapan sistem dan kepatuhan bank. Akan tetapi, karena sumber data yang di dapatkan oleh peneliti terbatas, hanya diperoleh di Bursa Efek Indonesia maka peneliti tidak menilai kesehatan bank dari faktor manajemen. Faktor Rentabilitas Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No.30/12/KEP/DIR/1997 tentang cara penilaian tingkat kesehatan bank bank, faktor rentabilitas ditakan sehat bila mencapai ROA dan nilai BOPO. Perhitungan rasio ROA berdasarkan SK DIR BI No. 30/12/KEP/DIR/1997 maka didapatkan ROA pada Bank Negara Indonesia selama tiga tahun yaitu pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 Bank Negara Indonesia memperoleh rasio ROA (Return On Assets) yang terus mengalami kenaikan pada tahun 2010 besar nilai rasio 2,28%, kemudian mengalami kenaikan pada tahun 2011 sebesar 2,56% dan pada tahun 2012 kembali mengalami kenaikan menjadi 2,67%. Rasio return on assets (ROA) pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 lebih besar

kriteria penilaian tingkat kesehatan bank berdasarkan aspek rentabilitas yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar 1,22% maka rasio return on assets (ROA) yang dicapai Bank Negara Indonesia pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 dikategorikan dalam kelompok SEHAT. Dengan adanya peningkatan dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 itu berarti bank mampu menghasilkan laba yang berasal dari aktivitas investasi dan bank mempunyai peluang besar dalam meningkatkan pertumbuhan bank. Perhitungan rasio BOPO berdasarkan SK DIR BI No. 30/12/KEP/DIR/97, hasilm perhitungan rasio biaya operasional dengan pendapatan operasional (BOPO) selama tiga tahun yaitu pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 Bank Negara Indonesia meperoleh biaya operasional dengan pendapatan operasional terus mengalami penurunan pada tahun 2010 sebesar 76,0%, tahun 2011 sebesar 72,5% dan tahun 2012 kembali menurun sebesar 71,5%. Rasio biaya operasional dengan pendapatan operasional (BOPO) lebih kecil dari kriteria penilaian tingkat kesehatan bank yang ditetapkan oleh Bank Indonesia kurang dari 93,52%, nilai rasio yang dicapai oleh bank dikategorikan dalam kempok SEHAT. Dengan adanya penurunan dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012, itu berarti bank mampu mengendalikan biaya operasional yang dikeluarkan oleh bank sehingga kemungkinan bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil. Semoga kedepannya bank mampu mempertahankannya. Faktor Likuiditas Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 30/12/KEP/DIR/1997 tentang cara penilaian tingkat kesehatan bank, faktor likuiditas dikatakan sehat bila mencapai rasio loan to deposit ratio (LDR). Pengukuran kesehatan bank berdasarkan rasio loan to deposit ratio (LDR) didapat dari perbadingan antara total kredit dengan dana pihak ketiga.hasil perhitungan rasio loan to deposit ratio (LDR) pada Bank Negara Indonesia berada pada posisi sehat yaitu pada tahun 2010 sebesar 70,2%, mengalami kenaikan pada tahun 2011 sebesar 70,4%, dan pada tahun 2012 mengalami kenaikan yang cukup besar sebesar 77,5% hal ini menunjukan rasionya lebih kecil dari 94,75% dari standar penilaian tingkat kesehatan bank yang ditetapkan Bank Indonesia. Dengan adanya peningkatan, bank mampu menunjukan semakin tinggi kemampuan likuiditas Bank Negara Indonesia sehingga kemungkinan Bank Negara Indonesia dalam kondisi bermasalah akan semakin kecil.

KESIMPULAN Faktor permodalam (CAR) pada Bank Negara Indonesia tahun 2010, 2011 dan 2012 termasuk dalam kategori sehat.. Dengan demikian Bank Negara Indonesia memiliki posisi modal yang sangat kuat untuk menutup resiko kerugian atas penanaman aktivaaktiva yang mengandung resiko. Faktor kualitas aktiva menggunakan rasio KAP tahun 2010, 2011, 2012 bank menunjukan keadaan sehat artinya bank berhasil melakukan penanaman dana bank baik dalam rupiah maupun valuta asing. Faktor Rentabilitas, terdiri dari dua rasio yaitu ROA dan BOPO. ROA tahun 2010-2012 termasuk kategori sehat artinya bank mampu menghasilkan laba yang berasal dari aktivitas investasi dan bank mempunyai peluang besar dalam meningkatkan pertumbuhan bank. BOPO pada tahun 2010-2012 juga termasuk kategori sehat, dengan demikian bank mampu mengendalikan biaya operasional yang dikeluarkan oleh bank sehingga kemungkinan bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil. SARAN 1. Faktor likuiditas pada kriteria sehat dan efisien perlu di pertahankan namun demikian secondary reserve yang terlalu besar agar didorong untuk dapat di peroleh return yang baik dan menghindarkan terjadinya negative carry pengelolaan likuiditas lebih baik. 2. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk membandingkan tingkat kesehatan bank pada PT Bank Negara Indonesia dengan menggunakan metode CAMEL dan metode RGEC untuk menyempurnakan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA Dendawijaya, Lukman, 2003. Manajemen Perbankan, Ghali Indonesia, Jakarta. Kasmir, SE., MM., 2008. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi Revisi, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta. Kuncoro, Murjad, 2002. Manajemen Perbankan, Teori & Aplikasi, BPFE, Yogyakarta. Peraturan Bank Indonesia No.6/10/BPI/2004 tanggal 12 April 2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Peraturan Bank Indonesia No.30/12/KEP/DIR/1997 tentang cara penilaian tingkat kesehatan bank Taswan, 2006. Manajemen Perbankan Konsep Teknik dan Aplikasi Banking Risk Assessment, Cetakan Pertama, UPP STIM YKPN, Yogyakarta.