MODEL INDEKS TUNGGAL. M.Andryzal Fajar

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Analisis Portofolio Optimal Menggunakan Model Indeks Tunggal

METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.

PORTFOLIO EFISIEN & OPTIMAL

BAB IV PEMBAHASAN. dengan yang digunakan untuk menghitung IHSG yaitu berdasarkan indeks yang

ANALISIS PEMILIHAN PORTOFOLIO OPTIMAL SAHAM SYARIAH DENGAN SINGLE-INDEX MODEL

METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang didasarkan atas survei

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Investasi. cukup, pengalaman, serta naluri bisnis untuk menganalisis efek-efek mana yang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. optimal pada saham yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII). Jumlah keseluruhan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dua hal, yaitu risiko dan return. Dalam melakukan investasi khususnya pada

BAB IV ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL DAN KINERJA PORTOFOLIO SAHAM

III. METODE PENELITIAN. yaitu desain penelitian yang disusun dalam rangka memberikan gambaran secara

M.Andryzal Fajar

BAB III METODELOGI PENELITIAN. variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan atau

PORTOFOLIO OPTIMAL UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA PERUSAHAAN PERKEBUNAN

ABSTRAKSI. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kegiatan investasi pada umumnya dilakukan untuk memperoleh

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. yang dijalankan sesuai prinsip syariah. Prinsip-prinsip syariah tersebut

Penerapan Model Indeks Tunggal dalam Menghitung Beta Saham Jakarta Islamic Index untuk Mengukur Risiko Sistematis

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISIS PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL BERDASARKAN MODEL INDEKS TUNGGAL PADA SAHAM-SAHAM KELOMPOK INDEKS LQ-45

ANALISIS PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI

ANALISIS HASIL DAN RISIKO PORTOFOLIO OPTIMAL SAHAM PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA

RETURN YANG DIHARAPKAN DAN RISIKO

BAB 3 METODE PENELITIAN

ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL PADA SAHAM SAHAM INDEK LQ-45 DENGAN MENGGUNAKAN METODE INDEKS TUNGGAL DI BEI PERIODE 2006 SAMPAI 2010 SKRIPSI

ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN MODEL INDEKS TUNGGAL PADA PERUSAHAAN RETAIL DI BEI. Mohammad Ichsanuddin

Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Menggunakan Metode Single Indeks Saham. Presented By : Slamet Hidayatulloh

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL BERDASARKAN MODEL INDEKS TUNGGAL PADA SAHAM LQ-45

ANALISIS PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL DAN STOCHASTIC DOMINANCE DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI

SAHAM PERUSAHAAN PERTAMBANGAN

ANALISIS PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL PADA SAHAM INDEKS KOMPAS 100 DENGAN MODEL INDEKS TUNGGAL

ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL MODEL INDEKS TUNGGAL PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BEI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penentuan tempat pada penelitian ini ditentukan dengan sengaja

RETURN YANG DIHARAPKAN DAN RISIKO PORTFOLIO ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO ANDRI HELMI M, SE., MM.

Total Ekuitas Nilai buku per lbr saham = Jumlah Saham Beredar

BAB I PENDAHULUAN. investor. Hal ini dapat dilihat pada potensi keuntungan investasi di Bursa Efek

Retno Dwi Sulistiani Topowijono Maria Gorreti Wi Endang NP Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang

PENERAPAN ANALISIS PORTOFOLIO SAHAM BLUE CHIPS PADA BURSA EFEK INDONESIA DENGAN MODEL INDEKS TUNGGAL SKRIPSI

(Sanusi, 2004). Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat

ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL MODEL INDEKS TUNGGAL PADA PERUSAHAAN PERKEBUNAN. Pratiwi Larasati

ANALISA PEMBENTUKAN PORTOFOLIO DENGAN MENGGUNAKAN MODEL MARKOWITZ DAN SINGLE INDEX MODEL PADA SAHAM LQ45 DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. Melalui pasar modal (capital market), investor sebagai pihak yang memiliki

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal di Indonesia, yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI) mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan ekonomi, terutama

ANALISIS RETURN PORTOFOLIO YANG OPTIMAL PADA SAHAM LQ 45 YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA SELAMA PERIODE

I. PENDAHULUAN. Bursa Efek Indonesia ( BEI ) merupakan gabungan dari Bursa Efek atau pasar

PENGGUNAAN SINGLE INDEX MODEL

BAB I PENDAHULUAN. investasi yang dilakukannya. Investor hanya dapat memperkirakan hasil dan

ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL MODEL INDEKS TUNGGAL PADA PERUSAHAAN PROPERTY AND REAL ESTATE. Evy Nurchoiria

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. memperjual-belikan sekuritas. Lebih lanjut Sunariyah (2006:5) menyatakan Pasar

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kegiatan ekonomi saat ini dihadapkan dengan pilihan untuk melakukan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Investasi adalah Proses menabung yang berorientasi pada tujuan tertentu dan

OPTIMALISASI PORTOFOLIO OPTIMAL MODEL INDEKS TUNGGAL PADA PERUSAHAAN PROPERTY DAN REAL ESTATE

PENERAPAN MODEL INDEKS TUNGGAL UNTUK MENETAPKAN KOMPOSISI PORTOFOLIO OPTIMAL

BAB 1 PENDAHULUAN. saham, dengan harapan expected return yang diperoleh akan tinggi. Namun pada

Fuji Nurdiani

PENGGUNAAN MODEL INDEKS TUNGGAL DALAM MENILAI RESIKO DAN RETURN SAHAM UNTUK PILIHAN BERINVESTASI

ANALISIS PORTOFOLIO MODEL INDEKS TUNGGAL OPTIMALISASI SAHAM PADA PERUSAHAAN ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA

Investasi adalah suatu bentuk penanaman

Zul Firda Adha

LANDASAN TEORI. atau keuntungan atas uang tersebut (Ahmad, 1996:3). Investasi pada hakikatnya

Rita Indah Mustikowati, SE, MM

BAB I PENDAHULUAN. Dalam berinvestasi banyak cara yang dipilih oleh para investor, pasar

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PEMBENTUKAN PORTOFOLIO SAHAM DENGAN MODEL INDEKS TUNGGAL PADA PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. datang. (Tandelilin, 2010:2). Investasi merupakan Penundaan konsumsi sekarang

BAB I PENDAHULUAN. keuntungan di masa datang. Harapan keuntungan (return) di masa datang tersebut

BETA & BETA DISESUAIKAN. M.Andryzal Fajar

BAB I PENDAHULUAN. Keberadaan pasar modal di Indonesia memiliki peran penting bagi. berkembangnya perekonomian, karena para investor dan perusahaan,

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan dengan ditandai semakin maraknya kegiatan investasi di Pasar

Daftar lsi BAB 2 MEMPERSIAPKAN DATA... 15

ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN MODEL INDEKS TUNGGAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilakukan di Financial Laboratory Fakultas Ekonomi

Analisis Strategi Optimalisasi Portofolio Saham LQ 45 (pada Bursa Efek Indonesia Tahun )

BAB I PENDAHULUAN. pihak yang akan menginvestasikan dananya (investor). Prinsip-prinsip

Transkripsi:

MODEL INDEKS TUNGGAL M.Andryzal Fajar andryzal_fajar@uny.ac.id

William Sharpe mengembangkan model yang disebut dengan model indeks tunggal. Dimana model ini digunakan untuk menyederhanakan perhitungan di model Markowitz dan juga digunakan untuk menghitung return ekspektasian dan risiko portofolio.

MODEL INDEKS TUNGGAL Model indeks tunggal didasarkan pada pengamatan bahwa harga dari suatu sekuritas berfluktuasi searah dengan indeks pasar. Hal ini menyarankan bahwa return-return dari sekuritas mungkin berkorelasi karena adanya reaksi umum (common response) terhadap perubahan-perubahan nilai pasar.

Dengan dasar ini, return sekuritas ke-i dapat dirumuskan: Ri = ai + βi. RM ai = αi + ei Ri = αi + βi. RM + ei Keterangan: Ri = retrun sekuritas ke i RM = tingkat retrun dari indeks pasar ai = kompenen dari retrun sekuritas ke-i βi = beta (dibahas bab 11) αi = nilai ekspektasian dari return pasar yg independen thdp return pasar ei = kesalahan residu

Komponen Model Indeks Tunggal Model indeks tunggal membagi return sekuritas ke dalam dua komponen utama, yaitu: 1. Komponen return yang unik dan independen terhadap return pasar (αi). 2. Komponen return yang berhubungan dengan return pasar (βi).

Model indeks tunggal juga dinyataka dalam retrun ekspektasian, dirumuskan: E(Ri) = E(αi) + E(βi. RM) + E(ei) Contoh: E(Ri) = αi + βi. E(RM) Diketahui return ekspektasian dari indeks pasar adalah 25%. Bagian dari retrun ekspaktasian suatu sekuritas yg independen thdp pasar (αi) adalah 4% dan βi sebesar 0,75. Ternyata return realisasi sebesar 26%.

Jawaban: E(Ri) = αi + βi. E(RM) E(Ri) = 4% + 0,75. 25% E(Ri) = 22,75% Jadi nilai retrun realisasi berdasarkan model indeks tunggal adalah Ri = 22,75% + ei. Dan kesalahan estimasi (ei) adalah sebesar 26% - 22,75% = 3,25% Jika nilai retrun realisasinya sama dengan nilai retrun yang diharapkan, maka investor mengestimasi retrun ekspektasian tanpa kesalahan.

Asumsi Model Indeks Tunggal Kesalahan residu dari sekuritas ke-i tidak berkovari dengan kesalahan residu sekuritas ke-j atau ei tidak berkovari (berkorelasi) dengan ej untuk semua nilai dari i dan j. Asumsi ini secara matematis dapat dituliskan sebagai: Cov (ei,ej) = 0 E (ei.ej) = 0

Return indeks pasar (RM) dan kesalahan residu untuk setiap sekuritas (ei) merupakan variabel-variabel acak. Oleh karena itu, ei tidak berkovari dengan return indeks pasar, RM. Asumsi ini dapat dinyatakan secara matematis sebagai: Cov (ei,rm) = 0 E (ei.[rm-e(rm)]) = 0

VARIAN RETURN SEKURITAS MODEL INDEKS TUNGGAL Secara umum varians return dari suatu sekuritas sebagai berikut: Ri = αi + βi. RM + ei E(Ri) = αi + βi. E(RM) disubtitusikan Maka rumus varian return sekuritas berdasarkan model indekstunggal sebagai berikut:

Resiko (varian retrun) sekuritas yang dihitung berdasarkan model ini terdiri dari dua bagian: Resiko yang berhubungan dengan pasar (market related risk), yaitu: Resiko untuk masing masing perusahaan (unique rsik), yaitu:

Contoh A: Retrun saham PT.A dan return indeks pasar selama 7 periode dan ratarata aritmatikanya adalah sebagai berikut: Periode ke-t Retrun saham PT.A (RA) Retrun Indeks Pasar (RM) 1 2 3 4 5 6 7 Rata-rata aritmatika 0,060 0,077 0,095 0,193 0,047 0,113 0,112 0,040 0,041 0,050 0,055 0,015 0,065 0,055 0,09957 0,04586 Diketahui αi dan βi adalah konstan dari waktu ke waktu. Dan βa untuk sekuritas PT.A adalah 1,7.

Hitunglah : 1. Nilai ekspektasian PT.A (αa) 2. Nilai ekspektasian dari kesalahan residu E(eA) 3. Varian dari kesalahan residu 4. Varian dari retrun pasar 5. Total resiko berdasarkan model indeks tunggal dan varian retrun sekuritas. 1 1.

Periode ke-t 1 2 3 4 5 6 7 ea,t = RA,t - αa (ΒA. RM,t) ea,1=0,060-0,0216-(1,7.0,040)=-0,0296 ea,2=0,077-0,0216-(1,7.0,041)=-0,0143 ea,3=0,095-0,0216-(1,7-0,050)=-0,0116 2. ea,4=0,193-0,0216-(1,7-0,055)=0,0779 E(eA) = (-0,0296-0,0143- ea,5=0,047-0,0216-(1,7-0,015)=0,0001 0,0116+0,0779 ea,6=0,113-0,0216-(1,7-0,065)=0,0191 +0,0001-0,0191-0,0031) / ea,7=0,112-0,0216-(1,7-0,055)=0,0031 (7-1) = 0 3. σea 2 = [( 0,0296 0) 2 + ( 0,0143 0) +(-0,0116-0) 2 + (0,0779 0) 2 +(0,0001-0) 2 + ( 0,0191 0) 2 +(-0,0031-0) 2 ]/(7 1) = 0,0068/6 = 0,00128 4. σ M 2 = 0, 040 0, 04586 2 + 0, 041 0, 04586 2 + (0, 0500, 04586) 2 + 0, 0055 0, 04586 2 + 0, 015 0, 04586 2 + 0, 065 0, 04586 2 + 0, 055 0, 04586 2 /(7 1) = 0, 00156/6 = 0, 00026

5a.total resiko berdasarkan model indeks tunggal σ A 2 = β A 2. σ M 2 + σe A 2 = 1,7 2. 0,00026 + 0,00128 = 0,002 b. Total resiko berdasarkan varian retrun sekuritas σa 2 = [(0,060 0,09957) 2 + 0,077 0,09957 2 + 0,095 0,09957 2 + 0,193 0,09957 2 + 0,047 0,09957 2 + 0,113 0,09957 2 + 0,112 0,09957 2 ]/(7 1) = 0,002

KOVARIAN RETURN ANTARA SEKURITAS MODEL INDEKS TUNGGAL Rumus kovarian retrun antar dua sekuritas: Ri,j = αi + βi. RM + ei σ ij = E R i E R i. R j E R j E(Ri,j) = αi + βi. E(RM) disubtitusik an Contoh : σ ij = β i. β j. σ M 2 Dua buah sekuritas A dan B masing-masing mempunyai Beta yaitu βa=1,7 dan βb=1,3. Varian return dari indeks pasar diketahui sebesar 0,00026. Kovarian antara sekuritas A dan B adalah : Jawab : σij= βa. βb. σm² = 1,7. 1,3. 0,00026 = 0,00057

PARAMETER PARAMETER INPUT UNTUK MODEL MARKOWITZ Model indeks tunggal dapat digunakan untuk menghitung return ekspektasi (E(Ri)), varians dari sekuritas (σi2), dan kovarians antar sekuritas (σij) yang merupakan parameter-parameter input untuk analisis portofolio menggunakan model Markowitz.

Contoh B: Periode Ke-t 1 2 3 4 5 6 7 Ratarata Return saham PT A (RA) 0,060 0,077 0,095 0,193 0,047 0,113 0,112 Return saham PT B (RB) 0,15 0,25 0,30 0,40 0,27 0,15 0,55 Return index Pasar (RM) 0,040 0,041 0,050 0,055 0,015 0,065 0,055 0,09957 0,2957 0,04586 Setelah perhitungan seperti contoh A : Diketahui : βa = 1,7, σa 2 = 0,02, σm 2 = 0,00026, βb = 1,3, σb 2 = 0,01998, WA. B = 0,5

Hitunglah Kovarian antara return PT.A dan PT.B Resiko portofolio berdasarkan model indeks tunggal Jawab : 1.σA. B = βa. βb. σm 2 = 1.7.1,3.0,00026 = 0,00057 2. σp 2 = WA 2. σa 2 + WB 2. σb 2 + 2. wa. wb. σab = (0, 5) 2. 0, 002 + (0, 5) 2. 0, 01998 + 2. 0, 5. 0, 5. 0, 00057 = 0,0035

ANALISIS PORTOFOLIO MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL Return Ekspektasi Portofolio Return realisasi merupakan rata-rata tertimbang dari returnreturn realisasi tiap-tiap sekuritas tunggal, E R P = n i=1 w i. α i n + w i. β i. E(R M ) i=1

RESIKO PORTOFOLIO Risiko adalah kemungkinan terjadinya perbedaan antara return aktual dengan return yang diharapkan. σ p 2 = ( n n w i. β i ) 2. σm 2 + ( w i. σ ei i=1 i=1 ) 2

Perbandingan jumlah parameter jumlah parameter yang harus dihitung Jumlah sekuritas (n) model Makrowitz model indeks tunggal n + (n.(n-1)/2 (2.n+1) 1 1 3 2 3 5 3 6 7 4 10 9 5 15 11 6 21 13 7 28 15 8 36 17 9 45 19 10 55 21 20 210 41 50 1,275 101 100 5,050 201 200 20,100 401 500 125,250 1,001 1,000 500,500 2,001 5,000 12,502,500 10,001 10,000 50,005,000 20,001

SIMPULAN Semakin banyak sekuritas dalam portofolio maka nilai resiko yang tidak sistematik akan semakin kecil nilainya dan akan bernilai nol jika jumlah sekuritas semakin besar. Resiko portofolio yang terdiversifikasi dengan baik hanya terdiri dari unsur sistematik saja.

MODEL PASAR Merupakan bentuk dari model indeks tunggal dengan batasan yang lebih sedikit. Bentuk model pasar yang sama dengan bentuk model indeks tunggal mempunyai return dan return ekspektasian sebagai berikut : Ri = αi + βi. RM + ei dan E(Ri) = αi + βi. E(RM)

PORTOFOLIO OPTIMAL BERDASARKAN MODEL INDEKS TUNGGAL Dimana : ERB i E ERBi = excess return to beta securities E(Ri) = Ekspektasi return berdasarkan model indeks tunggal untuk sekuritas i RBR = Return bebas resiko Bi = Beta Sekuritas i Ri R B i BR a

Langkah-langkah menentukan besarnya titik pembatas : 1. Urutkan sekuritas berdasarkan nilai ERB terbesar ke kecil, yang terbesar merupa-kan kandidat untuk dimasukkan ke dalam Portofolio Optimal 2. Hitung nilai Ai dan Bi untuk masing-masing sekuritas ke i, sebagai berikut A E R i BR i 2.a i 2 2.b ei R. B B B i i 2 ei

3. Menghitung nilai Ci C i 1 σ 2 m σ 2 m A i B i σm2 = varian dari return Indeks Pasar. Nilai Ci adalah nilai C untuk sekuritas ke-i yang dihitung dari kuulasi nilai-nilai A1 sampai dengan Ai dan nilai B1 sampai dengan Bi. Dengan mensubstitusikan nilai Ai dan Bi maka rumus Ci menjadi sepeti dibuku halaman 432. :D 1. Besarnya cut off point (C*) adalah nilai Ci yang terbesar 2. Sekuritas yang membentuk Portofolio Optimal adalah sekuritas yang mem-punyai nilai ERB lebih besar atau sama nilainya. ERB di titik C* adalah nilai ERB yang kecil, tidak disertakan dalam pem-bentukan Portofolio Optimal.

5. Menentukan besarnya proporsi sekuritas w i x i x i 5.a z i ERB i C* 2 i ei 5.b w i = Proporsi Sekuritas k = jumlah sekuritas di portofolio = beta sekuritas ke-i i 2 = varian dari kesalahan residu sekuritas ke-i ei ERBi=excess retrun to Beta sekuritas ke-i C* =nilai Ci terbesar

Contoh D: Nilai Saham E(Ri) Bi σei^2 ERBi A B C D E 20 19 27 23 25 2,00 1,50 2,00 1,50 1,80 5,0 4,0 7,5 5,0 2,0 5 6 8,5 8,677 8,333 Diketahui: 1. Retrun aktiva bebas resiko (RBR)=10% 2. Varian indeks pasar = 10% Untuk masing masing sekuritas dapat dihitung yg hasilnya disajikan ditabel berikut: Nama Saham D C E B A E(Ri) Bi σ ei 2 ERBi Ai Bi 23 27 25 19 20 1,50 2,00 1,80 1,50 2,00 5,0 7,5 2,0 4,0 5,0 8,677 8,5 8,33 6 5 3,9 4,533 13,5 3,375 4 0,45 0,533 1,62 0,563 0,8 i i=1 Ai 3,9 8,433 21,933 25,308 29,308 j j =1 Bj 0,45 0,983 2,603 3,166 3,966 Ci 7,091 7,787 8,114 7,749 7,208

Simpulan: Sekuritas yang membentuk portofolio optimal adalah sekuritas yang mempunyai Erb lebih besar dari Ci, yaitu sekuritas D, C, dan E

i Nama Saham E(Ri) Bi σ ei 2 ERBi Ci Zi Wi 1 2 3 D C E 23 27 25 1,50 2,00 1,80 5,0 7,5 2,0 8,677 8,5 8,333 7,091 7,787 8,114 0,159 0,103 0,197 0,346 0,224 0,429 Total 1,000 Nilai Zi di tabel dihitung berdasarkan rumus 5.b, sebagai berikut: Z1=(1,50/5,0)(8,677 8,114) = 0,159 Z2=(2,00/7,5)(8,5 8,114) = 0,103 Z3=(1,80/20)(8,333 8,114) = 0,197 Besarnya nilai Σ Zj adalah sebesar Z1 + Z2 + Z3 atau 0,159 + 0,103 + 0.197=0,459. Nilai wi merupakan proporsi sekuritas ke-i. dapat dihitung berdasarkan rumus 5.a W1 = 0,159/0,459 = 0,346 = 34,6% W2 = 0,103/0,459 = 0,225 = 22,5% W3 = 0,197/0,459 = 0,429 = 42,9%

TERIMA KASIH

IHSG ditutup naik 0,77% di awal pekan JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di awal pekan terakhir 2015, Senin (28/12). Mengacu data RTI menunjukkan, indeks berakhir naik 0,77% atau 34,707 poin ke level 4.557,255. Tercatat, 182 saham naik, 94 saham turun 94 saham, dan 74 saham stagnan. Perdagangan hari ini melibatkan 8,76 miliar dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,67 triliun. Sembilan dari 10 indeks sektoral menghijau. Sektor agrikultur naik 2,67% dan sekaligus memimpin penguatan. Sementara, hanya sektor industri dasar yang memerah atau turun 0,46%. Di sisi lain, aksi jual menyelimuti perdagangan terutama di pasar reguler sebesar Rp 58,601 miliar. Sementara itu, secara keseluruhan perdagangan lebih diwarnai aksi beli, di mana net buy asing sebesar Rp 429,162 miliar. Saham-saham yang masuk top gainers LQ45 antara lain: PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 5,23% ke Rp 16.100, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik 3,94% ke Rp 5.150, dan PT PP London Sumtra Indonesia Tbk (LSIP) naik 3,67% ke Rp 1.305. Sedangkan, saham-saham yang masuk top losers LQ45 antara lain: PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun 3,85% ke Rp 2.745, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) turun 3,17% ke Rp 1.680, dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun 2,17% ke Rp 1.575. Di sisi lain, bursa Asia tergelincir hari ini. Terseret oleh penurunan terburuk bursa China dipicu menurunnya laba industri negeri tirai bambu itu. Indeks MSCI Asia Pacific tergelincir kurang dari 0,1 % menjadi 131,14 pada 04:01 di Hong Kong, menghapus keuntungan sebanyak 0,3 % sebelumnya. Indeks Shanghai Composite turun 2,6 % dan saham daratan di Hong Kong merosot karena kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan penyelidikan dan korupsi ekonomi. Di sisi lain, indeks Hang Seng China Enterprises saham daratan di Hong Kong anjlok 1,7 %, sedangkan benchmark indeks Hang Seng turun 1 %, dengan volume perdagangan 42 % di bawah rata-rata 30 -hari. Indeks Taiex Taiwan dan Indeks Straits Times Singapura baik kehilangan 0,1 %. Indeks Kospi Korea Selatan tergelincir 1,3 %.