Konsep Dasar Kemagnetan

dokumen-dokumen yang mirip
Bahan Magnetik. oleh: Ichwan Yelfianhar (dirangkum dari berbagai sumber)

BAB II MOTOR ARUS SEARAH

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Induksi Elektromagnet

Gerak Gaya Listrik (GGL) Electromotive Force (EMF)

BAB II. 1. Motor arus searah penguatan terpisah, bila arus penguat medan rotor. dan medan stator diperoleh dari luar motor.

Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi mekanik, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik.

Mesin Arus Bolak Balik

BAB III MAGNETISME. Tujuan Penmbelajaran : - Memahami dan mengerti tentang sifat-sifat magnet, bahan dan kegunaannya.

GENERATOR SINKRON Gambar 1

TOPIK 9 ELEKTROMAGNETIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II DASAR TEORI. searah. Energi mekanik dipergunakan untuk memutar kumparan kawat penghantar

BAB II DASAR TEORI. Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Bandung

Pendahuluan Elektromagnetika

BAB II MOTOR ARUS SEARAH. tersebut berupa putaran rotor. Proses pengkonversian energi listrik menjadi energi

BAB II MOTOR ARUS SEARAH. searah menjadi energi mekanis yang berupa putaran. Pada prinsip

INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - MEDAN MAGNET - MEDAN MAGNET

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - INDUKSI ELEKTROMAGNET - INDUKSI FARADAY DAN ARUS

BAB 5 KEMAGNETAN. A. SIFAT MAGNET 1. Garis Gaya Magnet

MAKALAH INDUKTANSI DAN TRANSFORMATOR

ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2015 KELAS XII. Medan Magnet

MEDAN MAGNETIK DISEKITAR KAWAT BERARUS

Magnet Rudi Susanto 1

TRANSFORMATOR PRINSIP DASAR RANGKAIAN EKIVALEN

KEMAGNETAN. Setelah mempelajari topik ini Anda dapat :

BAB II MOTOR ARUS SEARAH

Universitas Medan Area

BAB II GENERATOR ARUS SEARAH. energi mekanis menjadi energi listrik berupa arus searah (DC). Dimana energi listrik

MAKALAH INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Umum. Motor arus searah (motor DC) ialah suatu mesin yang berfungsi mengubah

DA S S AR AR T T E E ORI ORI

Kelas XII Semester 1

MAKALAH FISIKA. Tentang KEMAGNETAN/INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

KONSTRUKSI GENERATOR DC

BAB II DASAR TEORI. mesin listrik yang mengubah energi listrik pada arus searah (DC) menjadi energi

MODUL 3 TEKNIK TENAGA LISTRIK PRODUKSI ENERGI LISTRIK (1)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II MOTOR ARUS SEARAH. searah menjadi energi mekanis yang berupa putaran. Pada prinsip

e. muatan listrik menghasilkan medan listrik dari... a. Faraday d. Lenz b. Maxwell e. Hertz c. Biot-Savart

LEMBAR DISKUSI SISWA MATER : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK IPA TERPADU KELAS 9 SEMESTER 2

i : kuat arus listrik (A) a : jarak dari kawat berarus (m)

SOAL SOAL TERPILIH 1 SOAL SOAL TERPILIH 2

BAB 7 INDUKSI ELEKTROMAGNET

Gambar 2.1. Medan Magnet Suatu Material Magnet[5]

MAKALAH FISIKA LANJUT. Medan Magnet yang Ditimbulkan Arus Listrik Gaya Gerak Listrik Induksi

BAB II LANDASAN TEORI

PENGARUH POSISI SIKAT DAN PENAMBAHAN KUTUB BANTU TERHADAP EFISIENSI DAN TORSI MOTOR DC SHUNT

BAB II MOTOR ARUS SEARAH

ε = tegangan imbas (volt)

BAB II MOTOR INDUKSI 3 FASA

KETENTUAN MENGIKUTI PELAJARAN FISIKA : ^_^

BAB III PERANCANGAN SISTEM

MAGNET - Materi Ipa Fisika SMP Magnet magnítis líthos Magnet Elementer teori magnet elementer.

BAB II GENERATOR ARUS SEARAH. arus searah. Energi mekanik di pergunakan untuk memutar kumparan kawat

BAB II LANDASAN TEORI

LAPORAN PRAKTIKUM LISTRIK MAGNET Praktikum Ke 1 KUMPARAN INDUKSI

KONSTRUKSI GENERATOR ARUS SEARAH

M O T O R D C. Motor arus searah (motor dc) telah ada selama lebih dari seabad. Keberadaan motor dc telah membawa perubahan besar sejak dikenalkan

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA

FISIKA DASAR II & PRAKTIKUM

Dasar Konversi Energi Listrik Motor Arus Searah

PENGARUH PENGATURAN TAHANAN SHUNT DAN SERI TERHADAP PUTARAN DAN EFISIENSI MOTOR ARUS SEARAH KOMPON

MAGNETAN MENENTUKAN MEDAN MAGNET BUMI PADA PERCOBAAN MEDAN MAGNET DI SEKITAR KAWAT BERARUS

MAGNET. elektronik dan teknik kelistrikan, karena tidak sedikit konstruksi alat-alat listrik

BAB II TRANSFORMATOR. sistem ketenagalistrikan. Transformator adalah suatu peralatan listrik. dan berbanding terbalik dengan perbandingan arusnya.

Pendahuluan Motor DC mengkonversikan energi listrik menjadi energi mekanik. Sebaliknya pada generator DC energi mekanik dikonversikan menjadi energi l

BAB II MOTOR ARUS SEARAH

Perkuliahan PLPG Fisika tahun D.E Tarigan Drs MSi Jurusan Fisika FPMIPA UPI 1

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA

BAB 20. KEMAGNETAN Magnet dan Medan Magnet Hubungan Arus Listrik dan Medan Magnet

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

GENERATOR DC HASBULLAH, MT, Mobile :

TUGAS FISIKA DASAR 2

Analisis Motor Reluktansi Tipe Switched Reluctance Motor dengan Sumber Tiga Fasa

Sumber-Sumber Medan Magnetik

1. Dalam suatu ruang terdapat dua buah benda bermuatan listrik yang sama besar seperti ditunjukkan pada gambar...

Transformator (trafo)

Definisi. Oleh Maryono SMK Negeri 3 Yogyakarta

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG

INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

MESIN LISTRIK. 2. JENIS MOTOR LISTRIK Motor berdasarkan bermacam-macam tinjauan dapat dibedakan atas beberapa jenis.

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Mesin arus searah Prinsip kerja

Bahan Kuliah Mesin-mesin Listrik II

1. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi

BAB 2II DASAR TEORI. Motor sinkron tiga fasa adalah motor listrik arus bolak-balik (AC) yang

Mesin AC. Dian Retno Sawitri

BAB II GENERATOR SINKRON. bolak-balik dengan cara mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Energi

MAGNET. Benda yang dapat menarik besi disebut MAGNET. Macam-macam bentuk magnet, antara lain : magnet batang, magnet ladam, magnet jarum

LAPORAN PRAKTIKUM EKSPERIMEN FISIKA. Gaya Magnetik antar kawat berarus. Nama :

PRINSIP KERJA MOTOR. Motor Listrik

BAB II LANDASAN TEORI

INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

BAB II GENERATOR SINKRON

Induksi Elektromagnetik

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. memanfaatkan energi kinetik berupa uap guna menghasilkan energi listrik.

Menganalisis rangkaian listrik. Mendeskripsikan konsep rangkaian listrik

BAB 6 INDUKSI ELEKTROMAGNET

SILABUS PEMBELAJARAN

Transkripsi:

Konsep Dasar Kemagnetan

Intro Gejala kemagnetan merupakan cikal bakal berkembangnya pengetahuan tentang kelistrikan. Ditemukan sejak 2000 tahun yang lalu di Yunani pada sejenis batuan yang dinamakan magnetit di kota magnesia. Awal abad ke 12, magnet mulai digunakan sebagai kompas karena sifatnya yang selalu menunjuk arah utara dan selatan bumi. Sifat kutub magnet mulai diselidiki ilmuwan, diantaranya: Pierre de Maricourt (1269) menemukan garis medan magnet pada magnet berbentuk bola. William Gilbert (1600) menemukan sifat kemagnetan bumi. John Michell (1750) menemukan hubungan gaya magnet dengan jarak antar magnet. HC. Oersted, Marie Ampere, Biot dan Savart (awal abad 19) menemukan hubungan listrik dan magnetisme. M. Faraday dan J. Henry (1830) menemukan hubungan medan magnet dengan medan listrik. J. C. Maxwell (1860) menyusun teori dan konsep elektromagnetik.

Kutub Magnet & Garis Gaya Magnet Gambar 1. S U S S U U Gambar 2. S U S U S U C

Fluks magnetik Fluks magnetik adalah jumlah medan magnetik ( garis gaya magnet ) yang dihasilkan sumber magnetik, dilambangkan dengan Ф (phi). Satuan fluks magnetik weber ( Wb ). Kerapatan fluks magnet adalah jumlah total fluks yang menembus area yang tegak lurus dengan fluks tersebut, dirumuskan: Dengan: B : Rapat fluks magnet ( T atau Wb/m 2 ) Ф : Fluks magnet (Wb) A : Luas penampang (m 2 )

Gaya Gerak Magnet (Magnetomotive Force / mmf) Mmf merupakan penyebab munculnya fluks magnetik pada rangkaian elektromagnetik, dirumuskan: Dengan: N= jumlah belitan (turn) I=arus(amper/A) Sehingga jika terdapat belitan sepanjang l maka kekuatan magnet yang dihasilkan adalah: Dengan: H = Kuat medan magnet l = panjang fluks / panjang belitan

Permeabilitas Magnet Permeabilitas magnet merupakan konstanta pembanding antara rapat fluks (B) dengan kuat medan (H) yang dihasilkan magnet. Untuk udara dan bahan non magnetik, permeabilitas dinyatakan sebagai permeabilitas ruang kosong(μ 0 = 4.10 7 H/m), sehingga: Untuk bahan lain maka permeabilitasnya sebanding dengan permeabilitas ruang kosong dikalikan permeabilitas relatif bahan (μ r ). Sehingga diperoleh:

Permeabilitas Magnet Permeabilitas relatif didefinisikan sebagai: r rapat rapat fluks fluks pada bahan pada vakum Sehingga pada ruang hampa, μ r = 1 dan μ r. μ o = μ dinamakan permeabilitas absolut. Dengan konstanta permeabilitas maka karakteristik kemagnetan suatu bahan dapat digambarkan dalam kurva perbandingan B H.

Permeabilitas Magnet Kurva perbandingan B H dari berbagai bahan:

Reluktansi Reluktansi merupakan derajat hambatan magnetik dari suatu rangkaian magnetik terhadap fluks magnet. Dirumuskan: Satuan reluktansi 1/H atau H 1 atau A/Wb Untuk rangkaian magnet seri maka reluktansi total dirumuskan:

Perbandingan Besaran Magnet dan Besaran Listrik

Histeresis dan Rugi Histeresis Histeresis adalah tertinggalnya rapat fluks (B) terhadap perubahan kuat medan magnet (H) pada rangkaian magnetik. Digambarkan dalam bentuk kurva sebagai berikut:

Histeresis dan Rugi Histeresis Dari kurva tersebut: OX menunjukkan rapat fluks sisa (reminensi) OY menunjukkan gaya koersif (paksa) PP menunjukkan saturasi rapat fluks Histeresis menyebabkan timbulnya rugi rugi dalam bentuk panas yang dinamakan rugi histeresis. Besarnya sebanding dengan area yang dibentuk oleh kurva histeresis.

Contoh Soal

Contoh Soal

Contoh Soal

Contoh Soal

Contoh Soal

Gaya Magnet

Induksi Magnet

Induksi Magnet

Induksi Magnet

Induktansi

Hubungan Tegangan Induksi dengan Induktansi

PRINSIP KERJA MOTOR LISTRIK U + B S F = B. I. L F F = Gaya (Force) B = Kerapatan garis gaya (Fluks) I = Besar arus L = Panjang penghantar PT PLN (Persero) Udiklat Pandaan

KONSTRUKSI MOTOR LISTRIK 1 6 2 3 4 5 7 8 1. Body Motor 2. Kumparan stator 3. Rotor 4. Tutup terminal 5. Baut terminal klem 6. Lubang gantungan 7. Poros 8. Kaki motor PT PLN (Persero) Udiklat Pandaan

PRINSIP DASAR GENERATOR GAYA GERAK LISTRIK Apabila sebuah konduktor digerakkan tegak lurus Sejauh (ds) memotong suatu medan magnit dengan Kerapatan fluks maka perubahan fluks pada Konduktor dengan panjang efektif ialah : do = B ds e = do dt e = ds dt ds dt = v Maka : e = B v

KONSTRUKSI GENERATOR KUMPARAN STATOR KUMPARAN ROTOR KOTAK TERMINAL U S Sumber DC BODY GENERATOR EXCITER