OLEH : ARYANI ATIYATUL AMRA NIP.

dokumen-dokumen yang mirip
(Anterior surface Curvature) (Posterior surface Curvature)

KMN Klinik Mata Nusantara

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Berdasarkan tingginya dioptri, miopia dibagi dalam(ilyas,2014).:

Tatalaksana Miopia 1. Koreksi Miopia Tinggi dengan Penggunaan Kacamata Penggunaan kacamata untuk pasien miopia tinggi masih sangat penting.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. refraksi dimana sinar-sinar sejajar yang berasal dari jarak tak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Miopia (nearsightedness) adalah suatu kelainan refraksi dimana sinar-sinar sejajar

BAB II. Kelainan refraksi disebut juga refraksi anomali, ada 4 macam kelainan refraksi. yang dapat mengganggu penglihatan dalam klinis, yaitu:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. depan atau belakang bintik kuning dan tidak terletak pada satu titik yang tajam. 16

REFRAKSI. Oleh : Dr. Agus Supartoto, SpM(K) / dr. R. Haryo Yudono, SpM.MSc

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG. Katarak merupakan salah satu penyebab kebutaan dan

BAB III CARA PEMERIKSAAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Lensa kontak merupakan suatu cangkang lengkung

BAB II. Kelainan refraksi disebut juga refraksi anomali, ada 4 macam kelainan refraksi. yang dapat mengganggu penglihatan dalam klinis, yaitu:

Bagian-bagian yang melindungi mata: 1. Alis mata, berguna untuk menghindarkan masuknya keringat ke mata kita.

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB I PENDAHULUAN. kacamata. Penggunaan lensa kontak makin diminati karena tidak mengubah

O P T I K dan REFRAKSI. SMF Ilmu Kesehatan Mata RSD Dr.Soebandi FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER

RETINOSKOPI NURCHALIZA HAZARIA SIREGAR NIP DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MATA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

TEKNIK PEMERIKSAAN REFRAKSI SUBYEKTIF MENGGUNAKAN TRIAL FRAME dan TRIAL LENS

maka dilakukan dengan carafinger counting yaitu menghitung jari pemeriksa pada jarak 1 meter sampai 6 meter dengan visus 1/60 sampai 6/60.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. anak yang kedua orang tuanya menderita miopia. 11,12

LASIK (Laser Assisted In-situ Keratomileusis)

OPTIKA CERMIN, LENSA ALAT, ALAT OPTIK. PAMUJI WASKITO R, S.Pd GURU MATA PELAJARAN FISIKA SMK N 4 PELAYARAN DAN PERIKANAN

BAB IV BIOOPTIK FISIKA KESEHATAN

SOP KATARAK. Halaman 1 dari 7. Rumah Sakit Umum Daerah Kota Cilegon SMF. Ditetapkan Oleh Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Cilegon.

JST Kesehatan, Januari 2015, Vol.5 No.1 : ISSN

CLINICAL SCIENCE SESSION MIOPIA. Preseptor : Erwin Iskandar, dr., SpM(K)., Mkes.

BAB III. direka untuk dipakai di atas permukaan kornea. Soft lens (lensa kontak) adalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Penglihatan yang kabur atau penurunan penglihatan. adalah keluhan utama yang terdapat pada penderitapenderita

PENDAHULUAN. beristirahat (tanpa akomodasi), semua sinar sejajar yang datang dari benda-benda

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN TRAUMA PADA KORNEA DI RUANG MATA RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA. Trauma Mata Pada Kornea

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN. Astigmatisma adalah kelainan refraksi yang mencegah berkas. Pada astigmatisma, mata menghasilkan suatu bayangan dengan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. tidak berpasangan dengan pendekatan cross sectional yang

BAB II LANDASAN TEORI. bagian depan orbita (Moore et al., 2010). Pada anak baru lahir, rata-rata. atau dewasa (Vaughan dan Asbury, 2009)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Imagine your life without CONTACT LENSES & GLASSES Bayangkan hidup anda tanpa lensa kontak & kacamata

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dimana tidak ditemukannya kelainan refraksi disebut emetropia. (Riordan-Eva,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Prosedur Refraksi adalah salah satu prosedur elektif

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman, penggunaan. lensa kontak sebagai pengganti kacamata semakin meningkat.

Jari-jari yang lain bersandar pada dahi dan pipi pasien. Kedua jari telunjuk menekan bola mata pada bagian belakang kornea bergantian

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. dalam proses refraksi ini adalah kornea, lensa, aqueous. refraksi pada mata tidak dapat berjalan dengan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Obat Diabetes Melitus Dapat Menghindari Komplikasi Mata Serius

Gambar 2.1 Anatomi Mata

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Alat optik adalah suatu alat yang bekerja berdasarkan prinsip cahaya yang. menggunakan cermin, lensa atau gabungan keduanya untuk melihat benda

PEMERIKSAAN KESEHATAN MATA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

OTC (OVER THE COUNTER DRUGS)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LEMBAR PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pemeriksaan Mata Dasar. Dr. Elvioza SpM Departemen Ilmu kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta

Visus adalah ketajaman penglihatan. Pemeriksaan visus merupakan pemeriksaan untuk melihat ketajaman penglihatan.

Tingkat Pengetahuan Pengguna Lensa Kontak

Latihan Soal Optik Geometrik SMK Negeri 1 Balikpapan Kelas XI Semua Jurusan

ABSTRAK PEMERIKSAAN BAKTERIOLOGI CAIRAN PERAWATAN LENSA KONTAK SEKELOMPOK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik.

PEMERIKSAAN VISUS MATA

BAB I PENDAHULUAN. sejajar yang berasal dari jarak tak terhingga masuk ke mata tanpa akomodasi dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LASIK & ilasik (TM) Apakah LASIK itu?

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik numerik

DIAL TEKAN (DIAL GAUGE/DIAL INDICATOR)

KARYA TULIS AKHIR. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG LENSA KONTAK (Contact Lens) TERHADAP DAMPAK NEGATIF PENGGUNAANNYA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2.1. Anatomi Mata

KATA PENGANTAR. waktu, tak lupa shalawat salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. memenuhi tugas kepaniteraan di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondk Kopi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Perawatan Lensa Kontak untuk Mencegah Komplikasi

THIVVIYA MALINI MURUGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. dapat diatasi (American Academy of Ophthalmology, 2010).

Penggunaan Lensa Kontak untuk Astigmatisma Paska Keratoplasti

1 PEMBERIAN NEBULIZER 1.1 Pengertian

Keluhan Mata Silau pada Penderita Astigmatisma Dibandingkan dengan Miopia. Ambient Lighting on Astigmatisma Compared by Miopia Sufferer

REFRAKSI dan KELAINAN REFRAKSI. Prof. Dr. H. Sidarta Ilyas SpM Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. 6/12/2012 1

Glaukoma. 1. Apa itu Glaukoma?

PEMERIKSAAN ILMI PENYAKIT MATA

Diagnosa banding MATA MERAH

BAB I PENDAHULUAN. yang memiliki efek yang kuat dalam menurunkan tekanan intraokular (TIO)

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan adalah observasional analitik yaitu penelitian yang menjelaskan

g. Lensa Cembung Jadi kalau pada cermin pembahasan hanya pada pemantulan maka pada lensa pembahasan hanya pada pembiasan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Kondisi Mata By I Nengah Surata

GLUKOMA PENGERTIAN GLAUKOMA

PEMERIKSAAN MATA I. Tujuan Pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN. Miopia adalah suatu kelainan refraksi dimana sinar-sinar sejajar yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang memiliki kasus

BAB I PENDAHULUAN. Mata merupakan bagian pancaindera yang sangat penting dibanding

THT CHECKLIST PX.TELINGA

SILABUS BLOK MATA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET TAHUN 2014

OPTIKA. Gb.1. Pemantulan teratur. i p. Gb.3. Hukum pemantulan A A B B C C. Gb.4. Pembentukan bayangan oleh cermin datar A.

BAB I PENDAHULUAN. pada mata sehingga sinar tidak difokuskan pada retina atau bintik kuning, tetapi

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kerusakan penglihatan merupakan konsekuensi dari kehilangan

Transkripsi:

LENSA KOTAK OLEH : ARYANI ATIYATUL AMRA NIP. 131 996 177 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2007

I. PENDAHULUAN Pada saat ini pemakaian lensa kontak sangat digemari masyarakat, karena mempunyai banyak keuntungan dibandingkan dengan kaca mata. Dengan menggunakan lensa kontak kita tetap dapat mempertahankan kecantikan wajah asli, tidak mengubah wajah dan reversible, jadi apabila tidak senang menggunakannya dapat dilepaskan, karena tidak menimbulkan kerugian permanen pada mata 1,2. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan diperlukan pemeriksaan pendahuluan yang baik, fitting dan pemesanan yang benar. Diperlukan penyesuaian beberapa waktu sebelum merasa nyaman, juga harus diberitahukan cara memakai yang baik, melepas, menyimpan dan perawatannya, agar tidak terjadi efek samping pada pemakaian lensa kontak 2,3. Semua lensa kontak menempel pada kornea, maka penting untuk mengetahui kelengkungan kornea, agar tidak mendapat suatu lensa kontak yang longgar duduknya di kornea ( flat) atau yang terlalu menempel erat pada kornea (steep), dan sebaiknya memiliki keratometer 1,4,5,6,7. PMMA (Polimetilmetakrilat) merupakan plastik pertama yang digunakan sebagai bahan dasar lensa kontak. PMMA tidak dapat ditembus O2 dan CO2 sehingga kornea mengandalkan resapan air mata antara lensa dan kornea sewaktu berkedip untuk keperluan respirasi kornea. Jadi walaupun lensa kontak dapat dipakai dengan nyaman tetapi kornea menolak pada pemakaian jangka panjang pada kornea yang mengalami hipoksia, untuk itu harus disesuaikan dengan pengggunaan lensa kontak

kaku yang permeabel terhadap gas yaitu Rigid Gas Permeabel (RGP), yang terbuat dari bermacam macam bahan yang umumnya lebih lunak dari lensa kontak PMMA, yang dibuat dengan disain yang lebih tebal, untuk memperbaiki astigmat kornea, permeable oksigennya berbeda beda antara yang satu dengan yang lainnya. RGP dibuat dengan diameter yang lebih besar dari PMMA. Keuntungannya adalah mudah ditembus O2 dan dapat memperbaiki metabolise kornea 1,4,6,8. II. SKRINING PEMAKAI LENSA KONTAK Untuk pemakaian lensa kontak harus memiliki kriteria / syarat syarat agar mencapai keberhasilan dan tidak mengalami kesulitan / komplikasi : Skrining pemakaian lensa kontak berdasarkan 2,3 : 1. Keadaan anatomi dan fisiologi; Struktur, bentuk, kejernihan segmen anterior harus normal. 2. Psikologis; Motivasi, intelegensia dan kepribadian pasien mempengaruhi succes rate pemakai lensa kontak. 3. Patologis; Berdasarkan anamnese : kesehataan umum, kasehatan mata, obat obat yang digunakan, penyakit mata, visus dan kaca mata 4. Faktor umur, pekerjaan olah raga 5. Pemeriksaan refraksi

Indikasi pemakaian lensa kontak 2,3,9 1. Perbaikan penglihatan : Pengganti kacamata, astigmat irregular, keratokonus, miopia tinggi, afakia. 2. Indikasi medik : Melindungi kornea : coloboma trichiasis, keratitis sicca Pengganti perban : keratitis bulosa, ulkus kornea descemetocele Lensa kontak warna : alasan kosmetik menutupi makula, leukoma luas 3. Indikasi preventif : mencegah terjadinya simbleparon 4. Indikasi diagnostik : penggunaan gonioskopi, elektroretinograpi 5. Indikasi operasi : digunakan selama operasi goniostomy pada glaukoma kongenital 6. Indikasi kosmetik : pada parut kornea, ptosis, ptisis bulbi 7. Indikasi pekerjaan : olahragawan, pilot, aktor Kontra indikasi pemakaian lensa kontak 1,9,6,10 1. Kontra indikasi absolute : Tidak dapat digunakan pada keadaan peradangan, bleparitis, konjungtivitis akut, keratitis 2. Kontra indikasi relatif : Dry eye sindrom, blep setelah operasi glaukoma, penderita dengan Gangguan kekebalan tubuh, kelainan plpebra ; kalazion, trikiasis, entropion, koloboma, kelainan konjungtiva ; pterigium, pinguekula

III. BAHAN DASAR LENSA KONTAK RGP 1,2,4,6,9,11 1. Celullosa Asetate Butirate (CAB) CAB termasuk gas permeable hard lens s sagat baik dipakai pada orang orang yang tidak bisa memakai hard contak len s biasa. 2. Silicone Acrylate RGP dgn bahan ini permeabilitas oksigennya tinggi, kualitas optik jernih, kuat, sehingga memungkinkan dapat dipakai dalam waktu lama. 3. Fluoro Silioxane Acrylates Tahan terhadap deposit, lebih plexibel dibandingkan dengan cili con acrilat, tidak alergi, tidak beracun dan kelemahan dari bahan ini adalah permukaannya mudah terores. 4. Butyl Styrene (T-Butyl Styrene) Mempunyai indeks bias refraksi sebesar 1,533 D. Bahan ini tipis dan ringan. Dengan adanya silikon pada permukaa lensa RGP mempengaruhi keadaan klinis dimana silikon menghalangi air. Permukaan lensa RGP lebih cepat kering dari pada jenis PMMA dan permukaan yang mengikat air mata mengandung lipid kuat, tanpa adanya suplai air mata yang adekuat dan berkesinambungan, lipid yang berada dibawah lensa akan melekat dipermukaan belakang lensa sehingga menyebabkan terjadinya gesekan selama berkadip yang disebut sensasi kekeringan dan sensasi berpasir. Hal ini menjelaskan mengapa toleransi pemakaian awal yang baik dari

kebanyakan pemakai lensa kontak RGP menjadi terbatas sebagaimana suplai air mata berkurang seiring dengan bertambahnya usia 1,6. Sifat sifat bahan lensa kontak RGP 2 : Bahannya keras Lebih flexibel dibandingkan dengan PMMA Jernih Tidak beracun Diameter menengah ( lebah besar dari PMMA dan lebih kecil dari soft contak lens) Permeabilitas oksigen tinggi Tahan terhadap deposit Stabil dan mudah dikerjakan IV. CARA PEMBUATAN LENSA KONTAK RGP Pembuatan RGP bisa dilakukan dengan dua cara, dimana masing masing cara mempunyai sistem dan keunggulan yang berbeda 2,3 : 1. Lathing (Bubut) - Keuntungannya: Caranya simple dan sederhana, lebih ekonomis dan dapat dibuat dalam bermacam macam parameter. - Kerugiannya: Disain complek yang sulit, prosesnya lamat, produksi pembuatan sedikit. - Cara pembuatannya: bahan dasar polymer dari lensa yang sudah disediakan dibubut dengan cara otomatis polesing pada

lensa yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas optiknya, dan untuk mendapatkan tepi lensa yang lembut. 2. Molding (Cetak) - Keuntungannya: Biaya pembuatan murah, cepat pembuatannya, volume produksi banyak, kualitas permukaan baik serta memungkinkan disain yang kompleks / beragam. - Kerugiannya: Parameter yang tersedia terbatas, tidak semua bahan memungkinkan dapat dibuat dan biaya mahal untuk memulai produksi. - Cara pembuatannya: Monomer cair dimasukkan kedalam cetakan yang berbentuk cekung, sisi / pemukaan yang cembung di tekan kedalam sisi yang cekung kemudian diberi sinar ultraviolet, selanjutnya lensa dapat diangkat dari cetakan untuk diberi sinar ultraviolet, selanjutnya lensa dapat diangkat dari cetakan untuk kemudian dilakukan hidrasi. V. PARAMETER DAN DISAIN LENSA Permukaan kurva dasar dari sebuah lensa kontak memiliki fungsi optikal dan fungsi mengikat. Permukaan yang lebih datar mempunyai jari - jari lebih panjang dari kurvatura, sebaliknya kurva yang curam memiliki jari - jari yang pendek. Pencuraman dasar kurva meningatkan kelengkungan suatu lensa kontak. Seperti juga lensa kaca mata, daya suatu lensa kontak dijelaskan sebagai daya vertek posterior diukur dengan menempelkan lensa ketika adaptasi lensa kontak dengat lensometer 1,6.9.

(Anterior surface Curvature) (Posterior surface Curvature) Lensa RGP didisain berdasarkan: kurvatura kornea, jumlah astigmatisma kornea, pemeriksaan refraksi, posisi kelopak dan ukuran palpebra. Lensa RGP dapat didesain dengan bentuk 3,12 : 1. Lensa sferis : Merupakan lensa yang paling umum digunakan untuk memperbaiki miopia dan hipermetropia. Lensa sferis mempunyai jari jari kurvatura yang sama dari suatu bagian datar. Satu jari jari kurva dasar dan satu daya yang digunakan untuk menentukan sebuah lensa sferis. 2. Lensa permukaan depan torik : Merupakan lensa torik dengan komponen silinder yang terletak dibagian permukaan anterior lensa kontak, sedangkan bagian permukaan posteriornya lensa sferis. Lensa jenis ini dapat dibuat dari semua jenis material tembus gas. Lensa kontak ini digunakan untuk kelainan refraksi jenis astigmatisma dengan 1 2 dioptri. Lensa ini

diperlukan apabila lensa RGP sferis tidak mengkoreksi penglihatan dengan sepenuhnya akibat adanya astigmatisme sisa yang nyata. 3. Lensa permukaan belakang torik : Merupakan lensa torik dengan komponen silinder yang terletak dibagian pemukaan posterior lensa kontak. Lensa ini mempunyai dua kurva dengan kelengkungan yang berbeda. Satu kurva dipasang sesuai dengan kurvatura kornea yang paling datar, sedangkan kurva yang satunya lagi disesuaikan dengan jumlah astigmatisma korneanya. Lensa kontak ini digunakan untuk kelainan refraksi jenis astigmatisma murni dengan lebih dari 2 dioptri. Apabila lensa sferis tidak mampu memberi kepuasan fisik dan fisiologi dalam fitting, maka diperlukan lensa jenis ini. 4. Lensa bitorik : Merupakan lensa torik dengan komponen silinder yang terletak dibagian pemukaan anterior dan posterior lensa kontak. Lensa kontak ini digunakan untuk kelainan refraksi jenis astigmatisma dengan lebih dari 2,5 dioptri. Bentuk dan ketebalan tepi lensa kontak adalah faktor penting dalam kenyamanan pemakai lensa kontak. Ketebalan minimum pusat dari lensa minus rendah atau daya plus ditentukan oleh ketebalan lensa dan diameter yang diinginkan 1.

VI. PENYESUAIAN LENSA KONTAK RGP Penyesuaian lensa kontak bertujuan untuk memberikan kenyamanan pemakai, mengkoreksi penglihatan secara optimal dan pemeliharaan kesehatan mata. Ketidaknyamanan pada pemakaian lensa kontak RGP dapat berasal dari kelopak mata terutama kelopak mata bagian atas dan kornea. Setiap mata berkedip, kelopak mata akan menggerakkan sedikit lensa kontak RGP dengan air mata. Gerakan ini memungkinkan air mata yang mengalir dibawah lensa dapat melumasi dan memberi oksigen untuk kornea. Lensa kontak RGP yang tidak bergerak cenderung melekat dikornea akibat permukaannya yang hidrofobik 1,35,6. Pola kedipan lensa kontak keras digolongkan atas ; tinggi, tenggah, dan rendah sesuai dengan posisi rata rata pusat geometriknya yang berhubungan dengan pusat kornea.lensa posisi tinggi; lensa tertutup sebagian oleh kelopak mata atas melalui siklus kedipan dideskripsikan sebagai pola penyesuaian perlekatan kelopak. Lensa posisi tengah; lensa diharapkan tinggi dengan perlekatan lensa dan kelopak mata karena pinggir kelopak mata atas miring jadi harus melewati tepi superiornya selama kedipan. Lensa posisi rendah; lensa bagian atas akan terpapar akibat turunnya pinggir kelopak mata atas. Sensasi tersebut menghambat kedipan dan sering mengarah kepola kedipan tak lengkap yang tak disadari dan mengurangi tingkat kedipan 1,6. Posisi gerakan rata rata dari lensa kontak RGP diterminasi oleh keefektifan kelopak atas ketika lensa tertarik keatas dan kebawah melawan gravitasi selama membuka pada saat berkedip. Karena ketebalan daya

lensa minus meningkat dari pusat ke tepi, gesekan antara lensa kontak anterior dan permukaan kelopak atas bagian posterior meningkat seiring dengan kelopak mata atas bergeser keatas melewati lensa. Ini mempertinggi efektifitas kelopak mata atas dalam menggerakkan lensa kontak RGP ke superior. Posisi ini untuk lensa plus tunggal yang digunakan pada posisi rendah 1. VII. TOPOGRAFI KORNEA UNTUK PENYESUAIAN LENSA KONTAK Pada umumnya kornea normal lebih curam, mendekati pusat geometri, di luar dari permukaan yang datar. Area yang curam dikenal sebagai zona puncak dan pusatnya adalah puncak kornea. Zona puncak sekitar 3 4 mm, bagian pinggir yang didatarkan dapat bervariasi secara bermakna dalam meridian kornea yang berbeda pada mata pasien yang sama, dan pada mata pasien yang berbeda 1,4. Bentuk paralimbus superior dan kornea tidak dapat diukur secara akurat dengan cincin plasido (cakram) topografi kornea. Cincin cincin dibuat dengan menghubungkan koordinat koordinat yang memiliki kemirinngan yang identik dari elevasi yang diperlukan untuk mendisain permukaan posterior dari lensa kontak kaku 1. Kekakuan koordinat cincin juga berkurang pada kornea bagian perifer dan peralatan ini tidak mampu mengukur bentuk dari paralimbus superior kornea yaitu suatu area dalam menggambarkan disain lensa kontak optimum, juga logaritma dari topografi kornea cincin plasido didasarkan

atas asumsi kornea secara rotasi simetris dan bentuknya diwakili oleh silinder sferis. Penggunaan keratometer hanya memberi perkiraan bentuk pusat kornea 1. VIII. PENYESUAIAN LENSA KONTAK DENGAN KORNEA Berdasarkan pengalaman banyak metode yang menyatakan hubungan permukaan posterior disain lensa dan diameter terhadap pengukuran kornea sentral. Saat ini metode terbaik memfiksasi lensa RGP dengan menunjukkan diagnosa lensa kontak yang sedang dievaluasi dan mengamati pola fluresen dinamiknya. Metode ini memberikan suatu peramalan posisi lensa kontak ( atas, tenggah, bawah ) dan pola pergerakan kedipan 1,2,3,6. Permukaan belakang lensa kontak RGP didisain untuk mencapai 4 tujuan 1 : 1. Memberikan pengangkatan tepi yang adekuat untuk mencegah tepi dari pengalihan menjadi perifer kornea yang rata. 2. Memfasilitasi pergerakan lensa melalui permukaan rata dari kornea perifer superior untuk mendapat suatu posisi yang tinggi. 3. Memberikan mekanisme bagi pertukaran air mata. 4. Mendistribusikan tekanan dari lensa melalui area terluas dari permukaan kornea untuk memperkecil penekanan fisik kornea.

IX. PENYESUAIAN LENSA KONTAK PERCOBAAN 1,3 Mata terlebih dahulu ditetesi anastesi lokal untuk mengurangi refleks produksi air mata yang dapat merubah posisi lensa kontak dan gerakan kedipan. Parameter selanjutnya adalah : KURVA DASAR Pilihan lensa kontak percoban awal kurva dasar minimal ditentukan dengan pengukuran kurvatura sepanjang 2 meredian utama. Jika perbedaan antara 2 meredian adalah 0,15 mm atau kurang, kurva dasar optimal ( jika sferis ) biasanya sama terhadap meridian sentral lebih besar, kurva dasar jari jari lensa percobaan harus lebih datar dari jari jari meredian kornea yng paling datar. Setelah lensa percobaan awal dimasukkan, penyesuaian dengan nilai pola fluoresen yang diamati selama gerakan kedipan. Jika polanya menunjukkan kecekungan pusat atau terlalu datar, dipilih lensa percobaan lain dengan kurva dasar yang lebih sesuai. DIAMETER Diameter lensa RGP percobaan dapat berkisar antara 8,0 s/d 11,5 mm tergantung diameter kornea dan posisi lensa. Zona optikal harus cukup besar untuk memberikan penglihatan yang stabil pada tiap kedipan. Umumnya diameter lensa kontak sekitar 3 mm lebih kecil dari pada diameter iris. Jika dudukan lensa kontak percobaan rendah, diberikan diameter yang lebih kecil atau lebih besar untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi.

DAYA Daya lensa percobaan dipesan dengan beberapa dioptri karena daya lensa mempengaruhi bentuk permukaan anterior lensa kontak, ketebalan juga berpengaruh terhadap posisi dan pergerakannya. Daya lensa yang dipesan jarak verteknya lebih dalam dari lensa yang direfraksi yaitu 5 dioptri. DISAIN Bentuk perifer dari permukaan depan dapat mempengaruhi posisi lensa kontak. Contohnya : tanpa melihat minus yang lebih tinggi dalam disain lentikular dapat mempertinggi efektifitas kelopak mata atas menahan lesa kontak pada posisi posterior. Secara alternatif peningkatan kejernihan perifer permukaan posterior dapat mengatasi pendataran kornea perifer superior jika hal ini menghalangi lensa kontak bergerak kearah yag diinginkan. X. PEMESANAN LENSA KONTAK RGP Pemesanan lensa kontak minimal harus sudah termasuk kurva dasar, diameter, daya, dan pilihan polimer. Dokter yang berpengalaman juga akan memspesipikasikan EOZ, IOZ, konfigurasi pembawa (jika ada), ketebalan sentral, ketebalan sambungan (jika lentikular), kejernihan tepi sumbu, dan kejernihan permukaan posterior perifer 1.

XI. ORTOKERATOLOG 1 Lensa kontak keras didisain untuk meratakan kornea sentral dan menguranngi miopia. Akhir akhir ini disain geometrik kembali dan strategi pemakaian sampai larut malam telah terbukti memberikan keberhasilan 1,6. Kompensasi kornea sentral eksesif dan insidensi perlekatan lensa karena pemakaian bermalam malam dapat mengancam integritas epitel pusat kornea dan dapat menginduksi astigmatisme reguler dan irreguler. Terlebih lebih pasien yang mendekati batas teratas miopia mungkin mengeluh kekaburan malam hari 1,4. XII. JADWAL PENYESUAIAN PEMAKAIAN LENSA KONTAK RGP 2 Hari ke Dipakai Istirahat Dipakai lagi I 1 jam 1 jam 1 jam Pagi 2 jam 2 jam II Siang 2 jam 1 jam 2 jam Malam 2 jam 2 jam Pagi 2 jam 2 jam III Siang 2 jam 1 jam 2 jam Malam 2 jam 2 jam Pagi 2 jam 3 jam IV Siang 2 jam 1 jam 3 jam

Malam 2 jam 3 jam Pagi 3 jam 3 jam V Siang 3 jam 1 jam 3 jam Malam 3 jam 3 jam Pagi 4 jam 4 jam VI Siang 4 jam 1 jam 4 jam Malam 4 jam 4 jam VII 12 jam berturut turut VIII Bebas pakai XIII. PERAWATAN LENSA KONTAK RGP 2,3,10 Diperlukan cairan perawatan yaitu : 1. Cairan pencuci lensa ( Cleaning solution ) : untuk membersihkan lensa sebelum dan sesudah dipakai, yang berguna untuk menghilangkan kotoran di permukaan seperti lipid dan lendir. 2. Cairan pembasah ( Wetting solution ) : untuk membasahi kembali lensa kontak dengan cara meneteskannya kemata apabila lensa kering dimata dan menjernihkan mata agar lensa kontak tetap baik. Digunakan saat pemasangan dan bertindak sebagai bantalan antara lensa dan kornea dan juga meningkatkan penyerapan air mata pada permukaan lensa. Efek dari larutan ini bertahan untuk 5 15 menit. 3. Cairan perendam atau penyimpan ( Soaking solution ) : untuk menjaga lensa kontak agar tetap basah, tidak tergores dan bebas hama sewaktu di simpan, laratan ini membantu pelepasan deposit.

4. Pelumas : Perawatan dan pemeliharaan RGP tetes mata pelumas mengandung polimer dan suatu bahan untuk meningkatkan viskositas / bahan bahan untuk : Menurunkan gesekan antara kornea, kelopak mata dan permukaan lensa kontak. Memberi tambahan cairan ke mata bagian depan. Mengeluarkan kotoran dari belakang lensa kontak ( dengan menggunakan gerakan yang menjadi lebih mudah setelah diberi tetes mata pelumas). 5. Enzim pembersih : Bisa berbentuk tablet atau cairan, dianjurkan untuk membersihkan protein. Perawatan harian & mingguan. Perawatan harian : - Bila lensa dilepas / dipakai, segera bilas degan NaCl 0,9%. - Simpan dalam kotak penyimpan yang telah diisi 2/3 cairan desinfeksi. Perawatan mingguan : gunakan tablet penghilang protein, untuk menghilangkan endapan protein pada lensa yang berasal dari air mata.

XIV. TEHNIK MEMASANGAN DAN MELEPASKAN LENSA KONTAK RGP 2,13,14 A. Tehnik memasang lensa kontak RGP: Sebelum memegang lensa kontak tangan terlebih dahulu dicuci. Berdiri menghadap kecermin. Bersihkan lensa kontak dengan larutan pencuci. Letakkan lensa kontak pada ujung jari telunjuk tangan kanan, yang sebelumnya sudah dibasahi agar lensa tidak mudah jatuh. Gambar : cara pemakaian lensa kontak 13 Basahi lensa kontak lagi dengan setetes cairan pembasah. Jari tengah tangan kiri menahan kelopak mata atas, dan supaya mata tidak berkedip, jari tengah tangan kanan menahan kelopak mata bawah. Lensa kontak pada jari telunjuk tangan kanan diletakkan tepat dikornea. Lepaskan kelopak bawah perlahan lahan, kemudian kelopak mata atas.

B. Tehnik melepaskan lensa kontak RGP Untuk melepaskan lensa kontak RGP disediakan sebuah karet penghisap. Sebelum melepas lensa kontak, tangan juga harus dicuci dahulu dan berdiri menghadap kecermin. Mata melihat lurus dan berfiksasi dalam kecermin. Ujung karet penghisap dibersihkan dengan cara dicelupkan kedalam air bersih atau aqua. Dekatkan dan tempelkan penghisap tadi ke lensa kontak yang menempel di kornea, maka dengan sendirinya lensa kontak akan terhisap. Tarik perlahan lahan hingga keluar dari mata. Jangan menarik lensa dari karet penghisap untk melepaskannya, tetapi geserlah lensa kontak tersebut secara perlahan lahan.

DAFTAR PUSTAKA 1. American Academy of Ophthalmology : Optics, Refraction, and Contact Lenses, Section 3. Basic and Clinical Science Course, 2002 2003, page 181 195 2. Kumpulan Naskah Kursus Lensa Kontak Perdami, Jakarta, 2001 3. Pembelajaran lensa kontak IACLE, MODUL 5 Perawatan dan pemeliharaan lensa kontak RGP 4. Sihota R and Tandon R, Parsons Diseases of the Eye, Twentieth Edition, Elsevier, 2007, page 81 82 5. Tehnik Tepat Menjaga Keindahan Mata, available at : http://www,klinikmatanusantara.com/lensa.php. 6. Lye Chong, Phaik Sonn, Clinical Ophthalmology An Asian Perspective, Elsevier, 2005, page 267 269 7. Contact Lens Fitting, available at : www.laico.org/v2020resource/files/ contact lens.apr-jun 04.pdt 8. Tasman W, Duane,s, Clinical Ophthalmology, Volume 1, Revised Edition, Chapter 54 A, 2004, page 1 8. 9. Khurana AK, Comprehensive Ophthalmology, Fourth Edition, 2006, page 9 10, 44 46 10. Kanski, JJ, Clinical Ophthalmology A Syistematic Approach, Sixth Edition Butterworth Heinemann Elsevier, 2007, page 310 311 11. Vaughan Daniel G, MD, Asbury T.Eva Paul R. Ophthalmology Umum, Edisi 14, Widya medika, Jakarta, 2000, Hal 149 150

12. Jurnal Oftalmologi Indonesia : Lensa Kontak Untuk Astitigmat. Volume 1 Juli 2003, page 1 5 13. Caring for Rigid Gas Permeable or RGP contak lens. Access Media Group LLC, 2008, available at : www.alaboutvision.com/contacts/carergplens.htm. 14. Handling Rigid Gas Permeable (Hard) Contact Lenses, available at : http://www.contactlens.org.nz/ 1999-2007 Cornea and Contact Lens Society of New Zealand Inc. (CCLS) (Formerly known as New Zealand Society of Contact Lens Practitioners [NZSCLP]). All rights reserved.