BAB II TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
- Harjanti Pranoto
- 7 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Lensa Kontak Pengertian lensa kontak Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 572/MENKES/SK/VI/2008 Tentang Standar Profesi Refraksionis Optisienadalah lensa yang dipasang menempel pada jaringan anterior kornea dan sklera untuk memperbaiki tajam penglihatan dan kosmetik 14. Lensa kontak adalah lensa plastik tipis yang dipakai menempel pada kornea mata dimana memiliki fungsi yang sama dengan kacamata, yaitu mengoreksi kelainan refraksi, kelainan akomodasi, terapi dan kosmetik. Lensa kontak dapat terbuat dari gelas atau bahan plastik, untuk menutupi kornea dan sebagian sklera. Ruang di antara lensa kontak dan kornea diisi dengan larutan garam fisiologis. Sistim ini dapat menghilangkan astigmatisme kornea dan mengadakan koreksi ametropia. Lensa kontak mulai dipakai pada tahun 1930-an, di mana lensanya besar dan terbuat dari gelas. Pada tahun 1947 mulai dikenal lensa kontak yang terbuat dari plastik yang lebih kecil dan lebih tipis dari yang semula 15. Lensa kontak adalah sejenis plastik yang tipis dan berkurva yang direka untuk dipakai atas permukaan kornea. Lensa kontak akan menempel pada lapisan air mata yang disebabkan oleh tensi permukaan. Lensa kontak adalah salah satu cara yang efektif dan selamat untuk mengoreksi gangguan refraktif selain kaca mata apabila digunakan dengan cara yang betul dan pengawasan yang rapi. Selain untuk mengoreksi kelainan refraksi, kelainan akomodasi, lensa kontak juga digunakan sebagai terapi dan kosmetik 16. Lensa kontak adalah lensa korektif, kosmetik, atau terapi yang biasanya ditempatkan di kornea mata. Lensa kontak biasanya mempunyai kegunaan yang sama dengan kacamata konvensional atau kacamata biasa, tetapi lebih ringan dan bentuknya tak nampak saat dipakai. Lensa kontak juga 7 7
2 dapat digunakan untuk mengobati penyakit mata tertentu atau dapat digunakan untuk tujuan kosmetik untuk mengubah penampakan warna mata. Tidak semua lensa kontak sama. Ada yang aman untuk mata, dan ada juga yang beresiko merusak mata.lensa kontak di Amerika Serikat dianggap sebagai peralatan medis dan memerlukan resep perawatan yang berkualitas dari praktisi kesehatan mata 17. B. Jenis-jenis lensa kontak 1. Lensa Kontak Keras (Hard Contact Lens) Lensa Kontak Keras Kecil, kaku yang tidak dapat ditembus oksigen bahan dasarnya terbuat dari PMMA (polymethylmethacrylate) 18. Lensa keras memiliki permeabilitas oksigen yang rendah. Namun, mereka dapat memperbaiki astigmatisme coneal tinggi seperti padakeratoconous. Lensa kontak keras terdiri dari polymethylmethacrylate (PMMA), mampu menahan air yang berlebihan dan kedap terhadap oksigen, dapat menyebabkan edema dan abrasi kornea 19. Kelebihan lensa kontak keras: a. Tahan lama b. Harga lebih murah. Kekurangan lensa kontak keras: a. Kurang nyaman digunakan. b. Memiliki bahan yang sukar ditembus oksigen sehingga mata mudah kekurangan oksigen Gambar 2.1 Hard Contack Lens 20. 8
3 2. Lensa Kontak Lunak (Soft Contact Lens) Lensa kontak lunak tersedia untuk pemakaian jangka panjang dan pemakaian harian. Lensa kontak lunak memiliki kadar lalu oksigen(kemampuan dilalui oksigen) yang berbeda sesuai dengan bahan, kadar air,disain dan ketebalannya.jenis lensa kontak lunak hanya membutuhkan waktu beberapa hari untuk penyesuaian 21. Kelebihan : a. Masa adaptasi yang singkat biasannya hanya beberapa hari. b. Lebih kecil kemungkinan akan terlepas pada saat melakukan aktivitas yang berlebihan. c. Tersedia berbagai jenis warna serta jangka waktu masa pemakaian. d. Mudah untuk memperolehnya serta lebih murah dibandingkan dengan RGP 22. Kekurangan: a) Karena kadar air yang tinggi sehingga lebih mudah kotor b) Mudah robek. Lensa kontak lunak terdiri dari tiga jenis yaitu: 1) Extended wear contact lens: diperbuat dari bahan yang bertahan selama 2-4 minggu 2) Daily disposable lenses: walaupun sedikit mahal, namun mempunyai resiko untuk terkena infeksi adalah rendah 3) Toric contact lenses: mengoreksi astigmatism yang sedang. Jenis ini tersedia dalam kedua bahan yang keras dan lunak 16. Kesepakatan umum para ahli bahwa dibandingkan dengan daily wear (DW) pemakaian lensa kontak secara extended wear (EW) meningkatkan resiko komplikasi lensa kontak sebesar antara dua sampai enam kali. Resiko pemakaian EW meningkat apabila pemakaian lensa kontak pada malam hari berturut-turut 22 9
4 3. Rigid Gas Permeable (RGP) Lens Diperkenalkan pada tahun 1999, menggabungkan sifat kelebihan hidrogel seperti lunak dan lentur dengan silikon yang mempunyai perform oksigen cocok untuk pemakaian harian dan mingguan 18 Lensa kontak ini merupakan polimer dari polymethylmethacrylate dan silikon. Silikon terkenal dengan sifat tembus gas. RGP terbuat dari plastik tipis yang fleksibel yang bersifat mudah dilalui oksigen sehingga kornea dapat berfungsi dengan baik. Pada lensa kontak ini, oksigen bukan hanya didapat pada saat mata berkedip, tetapi juga dari udara bebas yang dapat melalui lensa untuk mencapai kornea. Hal ini yang menyebabkan lensa kontak RGP lebih nyaman dipakai dalam waktu lama 15. Kelebihan : a. Tidak mudah robek. b. Diameter lebih kecil antara 8.5 mm 10 mm. c. Transmisi oksigen lebih tinggi. d. Mudah dirawat dan dibersihkan karena RGP mengandung air. e. Mampu mengoreksi astigmatisme. f. Memberikan penglihatan yang lebih tajam. g. Masa pakai lebih lama, lebih dari 2 tahun Kekurangan : a. Masa adaptasi yang lebih lama, biasanya memerlukan 2minggu hingga 1 bulan. b. Apabila lebih dari seminggu tidak dipakai maka pada saatpemakaian kembali memerlukan penyesuaian atau adaptasi. c. Harga lebih mahal dibandingkan dengan lensa kontaklunak. 10
5 Lensa RGP dapat digunakan sampai 2-3 tahun asalkan tidak ada deposit keras, terlipat, retak dan goresan permanen atau tidak ada perubahan ukuran resep 22. Gambar 2.2 Soft Contack Lens And Rigid Gas Permeable Bentuk Lensa Kontak Bentuk lensa kontak juga bermacam-macam, tergantung pada gangguan penglihatan yang ingin diperbaiki. Beberapa bentuk lensa kontak antara lain adalah: a. Lensa kontak sferis, berbentuk bundar, digunakan untuk penderita miopia (rabun dekat) atau hiperopia (rabun jauh). b. Lensa kontak bifokal, lensa kontak yang digunakan untuk melihat dekat sekaligus untuk melihat (mirip dengan cara kerja kacamata bifokal). Lensa ini biasanya digunakan untuk memperbaiki presbiopia, yaitu gangguan penglihatan akibat usia tua. c. Lensa ortokeratologi, yaitu lensa yang didisain untuk memperbaiki bentuk kornea. Digunakan hanya di malam hari 16. C. Kualitas Lensa kontak Menurut David Garvin, dimensi kualitas produk dapat ditentukan antara lain Kinerja (performance), merupakan karakteristik operasi pokok dari produk inti yang dibeli. 11
6 2. Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (features), yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap. 3. Keandalan (realibility), yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal dipakai. 4. Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specifications), yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya. 5. Daya tahan (durability), berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan.lensa kontak harus tetap baik selama pemakaian maupun perawatan, misalnya tidak mudah sobek/pecah Pelayanan (serviceability), meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, mudah direparasi serta penanganan keluhan yang memuaskan 23. Agardapat memberi kenyamanan, penglihatan yang baik dengan efek samping yang minimal lensa harus tahan atau tidak mudah terkontaminasi deposit Estetika, yaitu daya tarik produk terhadap panca indera, misalnya bentuk fisik lensa kontak yang menarik, model, dan warna. 8. Kualitas yang dipersepsikan (perceived quality), yaitu citra dari reputasi produk serta tanggungjawab perusahaan terhadapnya. Biasanya karena kurangnya pengetahuan pembeli akan atribut atau ciri-ciri produk yang akan dibeli, maka pembeli mempersepsikan kualitasnya dari aspek harga, nama merek, iklan, reputasi perusahaan, maupun negara pembuatnya. Menurut Kotler dan Tjiptono dimensi variabel kualitas produk ditentukan empat macam yaitu: (1) daya tahan produk, (2) kinerja produk, (3) fitur produk, dan (4) keandalan produk 24. Sedangkan menurut Novandri kualitas produk adalah persepsi konsumen mengenai kualitas produk. Indikator-indikator kualitas antara lain: (1) produk bebas dari cacat, (2) tidak mudah rusak dan memiliki umur ekonomis yang lama, (3) daya tahan mesin yang tangguh, dan (4) penampilan produk
7 Dari uraian dimensi kualitas produk, dimensi variabel, dan indikatorindikator kualitasdiatasdapat disimpulkan bahwa dimensi utama kualitas produk lensa kontak ditentukan melalui: 1. Daya tahan (durability)lensa kontak Produk lensa kontak di desain dengan daya tahan harian, bulanan, dan tahunan. Lensa kontak yang mempunyai daya tahan pemakaian yang lama adalah lensa kontak jenis RGP (Rigid Gas Permeable). Lensa RGP dapat kenyamanan jangka panjang dan daya tahan yang baik. Lensa RGP yang dirawat dengan baik dapat bertahan hingga lebih dari 2 tahun Kinerja (performance) lensa kontak Bahan dasar (baku) untuk pembuatan lensa kontak menentukan manufaktur dan sifat karakteristiknya. Jenis lensa kontak keras dengan bahan dasar Metil metakrilat (MMA) memberikan kontribusi kekerasan dan kekuatan, lensa kontak lunak dengan bahan Silikon (SI) meningkatkan fleksibilitas dan permeabilitas gas melalui material silikon-oksigen, dan bahan dasar Hydroxyethyl-metakrilat (HEMA) mudah menyerap air Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (features), yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap. Fitur produk merupakan keistimewaan tambahan pada produk lensa kontak yang dapat menarik perhatian pada pembeli, dapat meningkatkan kinerja produk lensa kontak, dan memberi keunggulan bersaing yang kuat pada produk lensa kontak di pasaran global Keandalan (realibility) lensa. Keandalan merupakan ukuran kemungkinan suatu produk lensa kontak tidak akan mengalami suatu kerusakan atau gagal dalam suatu periode waktu tertenu, sehingga pembeli tidak akan ragu lagi membayar produk tersebut meskipun dengan harga yang tinggi
8 D. Ketrampilan Pemakaian Pelepasan dan Perawatan Lensa Kontak 1. Ketrampilan Pemakaian Lensa Kontak Pemakaian lensa memerlukan ketrampilan atau teknik pemakaian yang benar dan aman. Teknik pemakaian lensa yang aman adalah sebagai berikut 28 : a. Tangan dicuci dengan sabun sebelum memakai lensa kontak Gambar 2.3 Tangan dicuci sebelum memakai lensa kontak 29 b. Tangan dikeringkan dengan handuk sebelum memakai lensa kontak. Gambar 2.4 Tangan dikeringkan dengan handuksebelum memakai lensa kontak 29 14
9 c. Lensa kontak diletakkan padaujung jari telunjuk Gambar 2.5 Lensa kontak diletakkan pada ujung telunjuk 29 d. Lensa kontakdi pastikan pada sisi yang benar ( tidak terbalik) Gambar 2.6 Lensa kontak dipastikan pada sisi yang benar 29 e. Dengan cermin,kelopak mata atas ditarik dengan jariagar mata tidak berkedip Gambar 2.7 Kelopak mata atas ditarik dengan jari agar tidak berkedip 29 15
10 f. Kelopak mata bawah ditarik kearah bawah dengan menggunakan jari tengah dari tangan yang memegang lensa. Gambar 2.8 Kelopak mata bawah ditarik kearah bawah 29 g. Berlahan lensa kontak dipasang pada bagian hitam mata menggunakan jari telunjuk. Gambar 2.9 Lensa kontak dipasang pada bagian hitam mata 29 h. Perlahan kelopak mata dilepas dan mata ditutup untuk sesaat. a b Gambar 2.10 (a.kelopak mata dilepas, b. mata ditutup sesaat) 29 i. Hal yang sama dilakukan pada mata yang belum terpasang
11 2. Ketrampilan Pelepasan Lensa Kontak Melepas lensa kontak memerlukan ketrampilan yang benar dan aman, ketrampilan melepas lensa kontak yang aman sebagai berikut 22 : a. Langkah pertama, disiapkan tempat lensa kontak dan tetesan mata. Gambar 2.11 Persiapan tempat lensa kontak dan tetes mata 29 b. Tangan dicuci dengan sabun dan sebelum melepas lensa kontak kontak 29 Gambar Tangan dicuci dengan sabun sebelum melepas lensa c. Tangan dikeringkan dengan handuk sebelum melepas lensa kontak Gambar 2.13 Tangan dikeringkan dengan handuksebelum melepas lensa kontak 29 17
12 d. Dengan perlahan kelopak mata bawah ditarik kearah bawah Gambar 2.14 Kelopak matasecara perlahan ditarik kebawah 29 e. Lensa kontak digeser kearah bawah, kebagian putih mata. Gambar 2.15 Lensa kontak digeserkebawah kebagian putih mata 29 f. Lensa kontak dicubit berlahan diantara ibu jari dan telunjuk Gambar 2.16 Lensa kontak dicubitdiantara ibu jari dan telunjuk 29 18
13 g. Lensa kontak dilepas Gambar 2.17 Lensa kontak dilepas 29 h. Lensa kontak diletakkan pada tempat yang sudah disediakan. Gambar 2.18 lensa kontak diletakkan pada tempatnya 29 i. Hal yang sama dilakukan pada mata yang belum dilepas Ketrampilan Perawatan Lensa kontak Perawatan dan pemeliharaan lensa kontak adalah segi yang paling penting dalam pemakaian lensa kontak, karena dapat mempengaruhi keberhasilan pemakaian lensa kontak dan kepuasan pasien pada lensa kontak dan dapat mencegah dan mengurangi kontaminasi jasad renik, deposit 30. Pencucian lensa yang rutin dan baik dapat menurunkan perlekatan depositdan kista pada permukaan lensa. Membilas serta menggosok lensa kontak dengan solusi desinfektan lebih baik daripada hanya merendam karena dapat menurunkan perlekatan mikroba patogen. Studi terbaru menunjukkan penggunan solusi lensa kontak serbaguna pada pencucian 19
14 secara manual dengan menggosoknya lebih efektif untuk melepaskan lekatan deposit dan mikroba patogen dari lensa lunak bila dibandingkan dengan hanya membilasnya saja. 30 Langka-langka penting dalam perawatan lensa kontak yaitu perawatan atau pembersihan lensa dan pembersihan tempat lensa 30 : 1. Pembersihan lensa a. Tangan dicuci dengan sabun sebelum memegang lensa kontak Gambar 2.19 Tangan dicuci dengan sabun sebelum memegang lensa kontak 30 b. Tangan dikeringkan dengan handuk bebas serat Gambar 2.20Tangan dicuci dengan sabun sebelum memegang lensa kontak 30 20
15 c. Kotoran yang menempel dipermukaan lensa kontak dilepaskan Gambar 2.21 Kotoran yang menempel dipermukaan lensa dilepas 30 d. Lensa kontak dibilas dengan cairan multipurpose solution Gambar 2.22 Lensa kontak dibilas dengan cairan multipurpose solution 30 e. Lensa kontak diletakkan didalam tempat lensa f. Setiap mangkok tempat lensa diisi dengan cairan lensa kontak Gambar 2.23 Mangkok tempat lensa diisi cairan khusus lensa kontak 30 g. Lensa kontak di ditutup dan direndam semalaman 30 21
16 2. Pembersihan Tempat Lensa a. Tempat lensa dan tutup lensa dicuci dan dibilas dengan cairan multipurpose setiap hari b. Tempat lensa dan tutup lensadikeringkan setiap hari c. Tempat lensa dan tutup lensa disikat setiap minggu Gambar 2.24 Tempat dan tutup lensa dibersihkan dengan sikat 30 d. Setiap minggu tempat lensa dan tutup lensa dibilas dengan air hangat e. Tempat lensa diganti dengan yang baru maksimal setiap 2-3 bulan. E. Gangguan Kesehatan Mata Terkait Penggunaan Lensa Kontak Yanoff dalam bukunya Ophthalmology Fourth Edition menyebutkan ada tujuh belas komplikasi yang disebabkan oleh pemakaian lensa kontak adalah: (1) Giant Papillary Conjuctivities, (2) Super limbic keratoconjunctivitis, (3) Toxic And Allergic Reaction, (4) Corneal Staining And Superficial Punctate Keratitis), (5) Contack Lens-Induced Keratopathy), (6) Epi-thelial Mycrocists, (7) Mucinballs/Retro-lentral Debbris, (8) Superior Ephitelial Arcuate Lesions (Seals), (9) Tight Lens Syndrome, (10) Neuvascularization, (11) Corneal Edema/Hypoxia, (12) Contact-Lens Induced Acute Red Eye, (13) Inviltrative Keratitis, (14) Peripheral Corneal Infiltrates, (15) Mikrobial Keratitis, (16) Fungal Keratitis, (17) Achanthamoeba Keratitis 9. 22
17 Perubahan pada mata akibat pemakaian LKdiantaranya adalahsuperficial punctate keratitis, Mata merah akut, Reaksi alergi, Edema kornea Infiltrat Keratitis, peradangan pada kornea, Neovaskularisasi, Contact lens papillary conjunctivitis extended Superficial punctate keratitis (SPK) a. Terjadinya komplikasi kornea yang paling umum. Penyebab paling umum dari lensa kontak yang berhubungan solusi perawatan, penyebab lain meliputi mata kering, iritasi mekanis, hipoksia, sindrom lensa ketat, waktu pemakaian lensa kontak lebih lama dari waktu yang ditentukan 9. b. Gangguan pada permukaan kornea, disebabkan oleh lensa yang ketat, reaksi alergi,iritasi mekanik atau infeksi. Gejala-gejalanyaadalah 18. 1) Ketidaknyamanan seperti panas atau iritasi 2) Sensasi benda asing 3) Mata sedikit berair 4) Fotofobia (peka terhadap sinar/cahaya) Penanganannya adalah : 1) Pengurangan atau berhenti memakai lensa 2) Lubrikasi atau pemberian antibiotic c. Terjadinya peradangan kornea dari beragam penyebab ditandai dengan tersebar belang-belang, hilangnya epitel kornea atau kerusakan. Gejala kemerahan, mata berair, fotofobia (sensitive terhadap cahaya), dan sedikit menurun penglihatan 19. a b c Gambar 2.25 Reaksi Alergi disebabkan Pemakaian Lensa Kontak 9, 18, 19 23
18 2. Mata Merah Akut a. Contact-Lens Induced Acute Red Eye(CLARE) biasanya muncul sebagai respon inflamasi akut segmen anterior ditandai dengan konjungtiva berat & terutama hiperemia circumlimbal. Kedua diffuse & infiltrat subepitel focal hadir di kornea dengan infiltrat focal sering lebih padat di pinggiran setelah dibebaskan dari pembuluh darah limbal. Area kornea edema putih dan kabur yang menonjol, tetapi tidak berhubungan dengan cacat epitel yang signifikan 9. b. Akumulasi darah yang berlebihan biasanya di jaringan konjungtiva, disebabkan oleh pemakaian lensa yang berkepanjangan. Gejala-gejala adalah 18 : 1) Tingkat kesakitan yang berbeda 2) Fotofobia 3) Lakrimasi (mata berair) 4) Infiltrat di limbus Penanganan adalah: 1) Mengurangi pemakaian lensa 2) Merubah dengan lensa dengan jadwal ganti yang sering c. Infiltrasi kornea disebabkan memakai lensa kontak hydrogel pada saat tidur, pada saat bangun terjadi nyeri, sensasi benda asing, kemerahan dan berair 19. a b c Gambar 2.26 Mata Merah Akut disebabkan Pemakaian Lensa Kontak 9,18,19 24
19 3. Reaksi alergi a. Reaksi alergi adalahreaksi yang berlebihan ( hipersensitivitas) yang terjadi setelah paparan berulang terhadap zat antibody ( antigen ) sensitisasi 9. b. Peradangan dan iritasi pada jaringan mata, disebabkan oleh zat alergen yang berbeda seperti zat dari udara, makanan, pengawet larutan. Gejala-gejalanya adalah 18 : 1) Gatal 2) Sekret (berair, seperti serabut) Penanganan adalah: 1) Eliminasi zat ataubahan penyebab 2) Ganti dengan lensa jadwal ganti yang sering c. Terjadinya peradangan kornea dari beragam penyebab ditandai dengan tersebar belang-belang, hilangnya epitel kornea atau kerusakan. Gejala kemerahan, mata berair, fotofobia (sensitive terhadap cahaya), dan sedikit menurun penglihatan 19. a b c Gambar 2.27 Reaksi Alergi disebabkan Pemakaian Lensa Kontak 9, 18, Edema Kornea a. Kornea tidak mendapatkan cukup oksigen. Ini adalah komplikasi yang paling umum dari lensa kontak, terutama pemakaian lensa kontak yang lama. Lensa kontak mengurangi suplai oksigen ke kornea, sehingga menyebabkan kornea membengkak 9. b. Akumulasi cairan yang berlebihan dalam kornea, disebabkan oleh penyaluran oksigen yang berkurang kekornea 18. Gejala-gejalaendema kornea adalah
20 1) Penglihatan kurang sampai berkabut 2) Mata merah 3) Ketidaknyamanan setelah pelepasan lensa Penanganannya adalah : 1) Mengurangi jam pemakaian lensa 2) Mengganti lensa dengan lensa Dk/t tinggi Lensa kontak mengurangi paso kan oksigen ke kornea, sehingga kornea membengkak, hipoksia kronis dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai "kelelahan kornea syndrome, "atau CES 19. a 9, 18, 19 Gambar 2.28 Edema Kornea dari Pemakaian Lensa Kontak b c c 5. Infiltratif Keratitis a. Infiltratif Keratitis adalah peradangan pada kornea yang ditandai dengan infiltrat subepitel fokal dan difus dengan tanpa keterlibatan epitel. Infiltrat dapat terjadi di mana saja di kornea, tetapi biasanya di daerah limbal. Pasien dengan Infiltratif Keratitis melaporkan iritasi ringan sampai sedang, hiperemi ringan dan debit sesekali ringan 9. b. Infiltratif Kerakitis disebabkan oleh aksi toksin dari bakteri. Gejalanya antara lain terjadi kemerahan bagian bulbar (konjungtiva yang mencakup sklera di depan bola mata), kemerahan, peningkatan keluarnya air mata, iritasi mata yang kuat, dan kemungkinan bernanah, jaringan sekitar meradang dan terjadi pembekakan 25.Respon terhadap peradangan,disebabkan oleh bakteri, virus atau reaksi hipersentifitas. 26
21 Gejala-gejalaInfiltratif Kerakitis adalah 18 : 1) Tidak toleran dengan adaya lensa 2) Fotofobia 3) Mata merah 4) Penglihatan yang kemungkinan besar berkurang Penanganan adalah : 1) Sementara berhenti memakai lensa kontak 2) Antibiotik / steroid bila perlu ganti dengan lensa frequent replacement, daily wear 18 c. Infiltratif Kerakitis disebabkan oleh aksi toksin dari bakteri atau alergen seperti bahan pengawet. Gejala biasanaya nyeri selama pemakaian lensa, penanganannya menghentikan pemakaian lensa hingga infiltrasi teratasi sepenuhnya 19. a b c 19 Gambar 2.29 Infiltrative Keratitis disebabkan Pemakaian Lensa Kontak 9, 18, 6. Keratitis / Peradangan kornea a. Terjadinya infeksi kornea disebabkan mikroba (bakteri, virus, jamur atau amuba). Dalam memakai lensa kontak, biasanya didahului oleh kekurangan oksigen (hipoksia). Pemakaian lensa kontak dalam jangka waktu yang lama rentan terjadinya Mikrobial Keratitis. Bakteri yang berhubungan dengan komplikasi ini disebut Pseudomonas aeruginosa 9. b. Peradangan dapat disebabkan oleh kekeringan, paparan terhadap zat racun atau infeksi karena mikroba, disebabkan oleh bakteri, fungi, protozoa, virus Akibat dari ketidakpatuhan dan cara tidak higenis
22 Gejala-gejalaperadangan kornea adalah 18 : 1) Rasa sakit tingkat sedang sampai parah 2) Mata berair 3) Penglihatan buram 4) Fotofobia Penanganan termasuk 1) Terapi antibiotik dan kortikosteroid 2) Merubah ke sistim lensa diganti secara reguler, lensa harian c. Terjadinya peradangan kornea dari beragam penyebab ditandai dengan tersebar belang-belang, hilangnya epitel kornea atau kerusakan. Gejala kemerahan, mata berair, fotofobia (sensitive terhadap cahaya), dan sedikit m e n u r u n penglihatan 19. a b c 7. Neovaskularisasi a. Neovaskularisasi kornea adalah timbulnya pertumbuhan pembuluh darah yang berlebihan dari saraf limbal (Batas kornea dan putih mata) ke kornea, yang disebabkan oleh kekurangan oksigen dari udara 9. b. Pembentukan pembuluh darah ke dalam jaringan avaskular (cornea), disebabkan oleh oksigen yang berkurang, lensa ketat dan kepekaan terhadap larutan, umumnya pasien tidak ada keluhan 18. Penanganan adalah : 1) Mengurangi jam pemakaian (EW ke DW; DWke pemakaian paruh waktu) 28
23 2) Memasang kembali dengan lensa Dk/t yang lebih tinggi (material dengan permeabilitas oksigen yang lebih tinggi atau lensa yang lebih tipis) c. Terjadinya pertumbuhan pembuluh baru dapat dilihat pada limbus dalam kasus hipoksia kronis yaitu kekurangan oksigen pada kornea yang disebabkan pemakaian lensa kontak yang sudah habis masa pakainya atau karena lensa kontak yang tebal, adanya pembengkakan pada kornea, sensitive bahan larutan pembersih lensa kontak Contact Lens Papillary Conjunctivitis (CLPC) a. Peradangan konjungtiva (membran yang jelas yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan menutupi bagian putih mata ),juga dikenali sebagai giant papillary conjunctivitis (GPC), GPC mengacu pada benjolan besar yang terbentuk di bawah kelopak mata. GPC adalah iritasi mata, bukan infeksi 9. a b c Gambar 2.31 Neovaskularisasi disebabkan Pemakaian Lensa Kontak 19 b. Peradangan pada konjungtiva palpebradisebabkan oleh respon alergik terhadap deposit pada material lensa, sensitivitas terhadap cairan, iritasi mekanik atau lingkungan (hay fever) 18 Gejala-gejalanya adalah 18 : 1) Gatal setelah melepas lensa 2) Sekret 3) Penglihatan buram 4) Kenyamanan berkurang 5) Kelopak bengkak 9, 18, 29
24 Penanganannya adalah : 1) Merubah ke sistim lensa diganti secara reguler, lensa harian 2) Merubah sistim perawatan dan zat-zat kimiawi. c. Peradangan konjungtiva yang hipersensitivitasdari membran yang menutupi bagian dalam dan bagian putih mata 19. a b c 9, 18, 19 Gambar 2.32 Contact lens papillary conjunctivitis(clpc) Jason J. Nichols, Cs dalam Artikelnya yang berjudul Safety and Efficacy of Topical Azithromycin Ophthalmic Solution 1.0% in the Treatment of Contact Lens Related Dry Eye menjelaskan bahwa 50 % komplikasi yang disebabkan oleh pemakaian lensa kontak adalah iritasi mata, mata kekeringan, ketidaknyamanan, nyeri, dan kelelahan 31. F. Faktor Yang berhubungan dengan gangguan kesehatan mata Kepatuhan dan ketekunan mengikuti rekomendasi dokter atau RO dalam pemakaian dan perawatan lensa kontak menjamin keamanan dan kesehatan pasien. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa hanya sekitar 50 % dari orang-orang biasanya mengikuti perintah dokter mereka ketika datang ke Studi untuk resep kepatuhan. Ketidakpatuhan menyebabkan kematian setiap tahunnya di Amerika Serikat 32 Pemeliharaan dan perawatan lensa kontak adalah hal yang paling penting dalam pemakaian lensa kontak, hal ini dapat mempengaruhi keberhasilan dan kenyamanan bagi pasien dalam pemakaian lensa kontak. Kepatuhan pasien dan keberhasilan pemakaian lensa kontak tergantung pada pemilihan cara pemakaian lensa kontak kepada pasienagar memberikan kenyamanan, tajam 30
25 penglihatan dan ke amanan yang optimum, sebaliknya bila pemakai lensa kontak tidak melakukan perawatan dengan baik maka kenyamanan akan berkurang danresikokontaminasi, komplikasi dan infeksimeningkat. Pemilihan pemakaian lensa kontak tergantung pada beberapa faktor yaitu tipe lensa/jenis lensa, bahan lensa, gaya hidup dan kebutuhan khusus pasien Jenis lensa kontak Semua jenis lensa kontak dapat menyebabkan gangguan pada mata berupa a. Mata merah (Red Eye) hal ini sebagai reaksi mata terhadap benda asing yang menempel dipermukaan mata. b. Perubahan pada epitel kornea mempengaruhi kestabilan tear film (Microcystic epitheliopathy) c. Terjadinya gelembung kecil pada kornea akibat pemakaian lensa kontak (Epithelial oedema) d. Lapisan tipis pada kornea melepuh (Endothelial blebs) e. Kejadian kronis pada endotel (Keratic precipitates) f. Perubahan ukuran dan bentuk lapisan sel endosel (Endothelial polymegethism & pleomorphism) 28 Gangguan tiap-tiap jenis lensa kontak dapat diuraikan sebagai berikut: a. Lensa kontak keras Kelemahan utama lensa kontak keras adalah bahan baku dari PMMA yang menyebabkan ketidak mampuan dalam mengirimkan oksigen dari udara ke kornea. Tanpa aliran oksigen penting ini yang menuju ke kornea menyebabkan gangguan berupa risiko terjadinya pembengkakan kornea, melenting dan komplikasi lainnya 32. Pemakaian jenis lensa kontak keras juga dapat mengakibatkanterjadinya gangguan pada pembuluh kornea (Corneal vessels), terjadinyaperadangan pada membran yang menutupi putih mata (papillary conjunctivitis) 32. b. Lensa kontak lunak Lensa kontak lunak dapat di katakan memiliki beberapa sifat seperti sponge (karet busa) yang mengandung air dan pori-pori molekularnya 31
26 dapat di lalui air dengan bebas sehingga memungkinkan deposit terjadi didalam dan diluar lensa, ketika lapisan-lapisan deposit terus bertumpuk terjadilah perubahan struktural dalam proteinnya dan lama kelamaan mengalami denaturasi, yang dapat menimbulkan reaksi alergi dan terjadinya infeksi pada mata 32. Pemakain lensa kontak lunak dapat mengakibatkan gangguan mata berupa abrasi, komplikasi setelah pemakaian lensa kontak lunak dimana karakteristik dasar dari bagian melengkung menutup bagian kelopak mata atas (superior arcuate epithelial lesion), terjadinya kegelapan dibagian kornea depan (Anterior corneal opacity), terjadi jaringan saraf yang akut (Acute epithelial necrosis), gangguan pembuluh kornea (Corneal vessels), gangguan pembuluh kornea (Corneal warpage), gangguan pada kedua kornea (Posterior corneal opacity),lensa kontak dianggap sebagai zat yang menimbulkan abrasi (Toxicity),terjadinya abrasi maupun alergi pada mata (Toxicity/allergy), peradangan streril kornea bagian depan (Sterile keratitis), gangguan terkait papiler peradangan selaput mata (contact lens associated papillary conjunctivitis), terjadinya mata merah disebabkan lensa (Lens related red eye), terjdinya infeksi (Infection), berkurangnya penglihtan disebabkan kelengkungan kurva lensa (Inferior closure stain) 32. c. Lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP) Lens Permukaan lensa RGP mempengaruhi keadaan klinis dimana silicon menghalangi air. Permukaan lensa RGP lebih cepat kering daripada jenis PMMA dan permukaannya yang mengikat air mata mengandung lipid kuat, tanpa adanya suplay air mata yang kuat dan berkesinambungan, lipid yang berada dibawah lensa akan melekat dipermukaan belakang lensa sehingga menyebabkan terjadinya gesekan selama berkedip yang disebut sensasi kekeringan dan sensasi berpasir
27 Pemakain lensa kontak jenis RGP dapat mengakibatkan gangguan mata berupa mata abrasi, kegelapan kornea bagian depan (anterior cortneal opacity), jaringan saraf beku dan akut (Acute epithelial necrosis), gangguan pembuluh kornea (corneal warpage), gangguan pada kedua kornea (Posterior corneal), gangguan pembuluh kornea (Corneal vessels), kegelapan penglihatan (Opacity), mata merah terkait lensa (Lens related red eye), terjadinya infeksi (Infection), perubahan karakteristik kornea (Dellen), pewarnaan tiga dan sembilan jam ditandai mata merah atau kekeringan (three and nine o clock stain), berkurangnya penglihatan disebabkan kelengkungan kurva lensa(inferior closure stain), lesung tipis (Dimple veil), gangguan terkait papiler peradangan selaput mata (contact lens associated papillary conjunctivitis), terjadinya pembengkakan pada kornea (Epithelial oedem) Kualitas Lensa Kontak a. Daya tahan (durability) lensa kontak Pemilihan produk lensa kontak yang tidak memenuhi kesesuaian dan spesifikasi (conformance to specifications)desain dengan daya tahan harian, bulanan, dan tahunan. Lensa kontak yang mempunyai daya tahan pemakaian yang lama adalah lensa kontak jenis RGP (Rigid Gas Permeable). Lensa RGP dapat kenyamanan jangka panjang dan daya tahan yang baik. Lensa RGP yang dirawat dengan baik dapat bertahan hingga lebih dari 2 tahun 16 b. Kinerja (performance) lensa kontak Bahan dasar (baku) untuk pembuatan lensa kontak menentukan manufaktur dan sifat karakteristiknya. Jenis lensa kontak keras dengan bahan dasar Metil metakrilat (MMA) memberikan kontribusi kekerasan dan kekuatan, lensa kontak lunak dengan bahan Silikon meningkatkan fleksibilitas dan permeabilitas gas melalui material silicon, oksigen, dan bahan dasar Hydroxyethyl metakrilat (HEMA) mudah menyerap air
28 c. Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (features), yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap. Fitur produk merupakan keistimewaan tambahan pada produk lensa kontak yang dapat menarik perhatian pada pembeli, dapat meningkatkan kinerja produk lensa kontak, dan memberi keunggulan bersaing yang kuat pada produk lensa kontak di pasaran global 27. d. Keandalan (realibility) lensa. Keandalan merupakan ukuran kemungkinan suatu produk lensa kontak tidak akan mengalami suatu kerusakan atau gagal dalam suatu periode waktu tertentu, sehingga pembeli tidak akan ragu lagi membayar produk tersebut meskipun dengan harga yang tinggi Ketrampilan Pemakaian, Pelepasan, dan Perawatan Kebiasaan kebersihan yang baik menghasilkan lensa kontak yang aman, nyaman dan sukses pakai. Kebersihan adalah salah satu aspek yang paling penting dari penanganan dan merawat lensa kontak, dimulai dengan tangan yang bersih membantu untuk mengurangi kemungkinan mata infeksi dan iritasi pada mata 28. a. Ketrampilan pemakaian lensa kontak Cara memasang lensa kontak pada bola mata yang tidak memperhatikan tata cara pemakaian yang benar antara lain tidak mencuci tangan dan mengeringkannya dengan kain atau tisu yang bersih sebelum memegang lensa kontak dapat mengakibatkan infeksi pada kornea mata. Pemakaian lensa kontak yang terlalu lama juga dapat mengakibatkan ketidaknyamanan dan pembengkakan pada kornea mata 33. b. Ketrampilan pelepasan lensa kontak Cara melepas lensa kontak dari bola mata yang tidak memperhatikan tata cara pelepasan yang benar antara lain tidak mencuci tangan dan mengeringkannya dengan kain atau tisu yang bersih sebelum memegang lensa kontak dapat mengakibatkan iritasi pada kornea mata
29 c. Ketrampilan perawatan lensa kontak Petunjuk untuk kebersihan dan penanganan lensa kontak harus diperhatikan dengan ketat. Lensa kontak yang tidak bersih menyebabkan infeksi pada kornea atau peradangan akut. Lensa kontak juga dapat menyebabkan rasa sakit dan terjadinya perubahan kornea superfisial 30. Lensa kontak dapat menimbulkan gangguan penyakit mata ketika 33 : 1) Epitel kornea digosok sehingga lecet yang mengakibatkan mata menjadi merah, dan terjadi noda pada kornea dengan fluorescein. 2) Posisi lensa tidak baik ( misalnya terlalu ketat dan terlalu longgar ) 3) Kelembaban kurang untuk menjaga lensa mengambang di atas kornea. 4) Lensa yang dipakai di lingkungan non ideal (misalnyakurang oksigen, berasap dan berangin). 5) Cara memasang dan melepas lensa tidak benar 6) Sebuah partikel kecil asing (misalnya jelaga, debu) menjadi terjebak antara lensa dan kornea. 7) Lensa yang dipakai untuk waktu yang lama (overwear syndrome). Pencucian lensa yang rutin dan baik dapat menurunkan perlekatan tropozoit dan kista pada permukaan lensa. Membilas serta menggosok lensa kontak dengan solusi desinfektan lebih baik daripada hanya merendam karena dapat menurunkan perlekatan mikroba pathogen
30 G. Kerangka Teoritis dan Konseptual a. Kerangka Teoritis Kualitas Penggunaan Lensa Kontak Prosedur, Higiene (+) Jenis Ketidaknyamanan Tdk Prosedur, Higiene (-) Pemakaian Pelepasan Perawatan Gangguan Kesehatan Mata 1. Mata terasa panas 2. Mata terasa kering 3. Mata seperti kemasukan benda asing 4. Mata berair 5. Mata Merah 6. Mata gatal 7. Nyeri/perih 8. Infeksi kornea (kerakitis) 9. Iritasi Gambar 2.33 Kerangka Teori b. Kerangka Konseptual Variabel Bebas Jenis Lensa Kontak Variabel Terikat Kualitas Lensa Kontak Gangguan Kesehatan Mata Ketrampilan Pemakaian Pelepasan dan Perawatan Lensa Kontak Gambar 2.34 Kerangka Konsep Penelitian
31 H. Hipotesis 1. Ada hubungan jenis lensa kontak dengan gangguan kesehatan mata 2. Ada hubungan kualitas lensa kontak dengan gangguan kesehatan mata 3. Ada hubungan ketrampilan dalam pemakaian, pelepasan dan perawatan lensa kontak dengan gangguan kesehatan mata 37
KMN Klinik Mata Nusantara
Lensa kontak adalah lensa plastik tipis yang dipakai menempel pada kornea mata. Lensa kontak memiliki fungsi yang sama dengan kacamata, yaitu mengoreksi kelainan refraksi, kelainan akomodasi, terapi dan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan adalah sistem pendukung berbasis komputer bagi para pengambil keputusan menajemen yang menangani masalah-masalah tidak terstruktur
(Anterior surface Curvature) (Posterior surface Curvature)
Lensa kontak : setiap lensa yang diletakkan pada permukaan kornea dan sklera. Why Contact Lenses? Superior method of correcting refractive error Maximizes field of view Minimizes aberrations No frame BASIC
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Lensa kontak merupakan suatu cangkang lengkung
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Lensa kontak merupakan suatu cangkang lengkung yang terbuat dari kaca atau plastik, ditempelkan langsung pada bola mata atau kornea untuk memperbaiki gangguan
Berdasarkan tingginya dioptri, miopia dibagi dalam(ilyas,2014).:
MIOPIA A. Definisi Miopia merupakan kelainan refraksi dimana berkas sinar sejajar yang memasuki m ata tanpa akomodasi, jatuh pada fokus yang berada di depan retina. Dalam keadaan ini objek yang jauh tidak
BAB I PENDAHULUAN. kacamata. Penggunaan lensa kontak makin diminati karena tidak mengubah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lensa kontak adalah salah satu terapi refraksi yang lazim digunakan selain kacamata. Penggunaan lensa kontak makin diminati karena tidak mengubah struktur wajah dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Definisi Lensa Kontak
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Lensa kontak 2.1.1 Definisi Lensa Kontak Lensa kontak lunak atau softlens adalah sejenis plastik yang tipis berbentuk bulat cembung yang dipakai di depan kornea dengan cara
BAB III. direka untuk dipakai di atas permukaan kornea. Soft lens (lensa kontak) adalah
49 BAB III PENGGUNAAN SOFT LENS (LENSA KONTAK) A. Definisi Soft Lens (Lensa Kontak) Soft lens (lensa kontak) adalah sejenis plastik yang tipis yang berkurva direka untuk dipakai di atas permukaan kornea.
BAB I PENDAHULUAN. penyebarannya sangat cepat. Penyakit ini bervariasi mulai dari hiperemia
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Konjungtivitis merupakan penyakit mata paling umum didunia. Penyakit konjungtivitis ini berada pada peringkat no.3 terbesar di dunia setelah penyakit katarak dan glaukoma,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Lensa Kontak 2.1.1. Definisi Lensa kontak adalah sejenis plastik yang tipis dan berkurva yang direka untuk dipakai atas permukaan kornea. Lensa kontak akan menempel pada lapisan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Lensa kontak adalah sejenis plastik yang tipis dan berkurva yang direka untuk dipakai atas permukaan kornea. Lensa kontak akan menempel pada lapisan air mata yang
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN TRAUMA PADA KORNEA DI RUANG MATA RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA. Trauma Mata Pada Kornea
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN TRAUMA PADA KORNEA DI RUANG MATA RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA I. Pengertian Ulkus kornea adalah hilangnya sebagian permukaan kornea akibat kematian jaringan kornea. Sedang
1. Sklera Berfungsi untuk mempertahankan mata agar tetap lembab. 2. Kornea (selaput bening) Pada bagian depan sklera terdapat selaput yang transparan
PANCA INDERA Pengelihatan 1. Sklera Berfungsi untuk mempertahankan mata agar tetap lembab. 2. Kornea (selaput bening) Pada bagian depan sklera terdapat selaput yang transparan (tembus cahaya) yang disebut
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Pertumbuhan dan Perkembangan Pada saat lahir mata bayi normal cukup bulan berukuran kira-kira 2/3 ukuran mata orang dewasa. Pertumbuhan
Tatalaksana Miopia 1. Koreksi Miopia Tinggi dengan Penggunaan Kacamata Penggunaan kacamata untuk pasien miopia tinggi masih sangat penting.
Tatalaksana Miopia 1. Koreksi Miopia Tinggi dengan Penggunaan Kacamata Penggunaan kacamata untuk pasien miopia tinggi masih sangat penting. Meskipun banyak pasien miopia tinggi menggunakan lensa kontak,
Obat Diabetes Melitus Dapat Menghindari Komplikasi Mata Serius
Obat Diabetes Melitus Dapat Menghindari Komplikasi Mata Serius Konsumsi Obat Diabetes Melitus Memperingan Resiko Komplikasi Mata Anda mungkin pernah mendengar bahwa diabetes menyebabkan masalah mata dan
Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman, penggunaan. lensa kontak sebagai pengganti kacamata semakin meningkat.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman, penggunaan lensa kontak sebagai pengganti kacamata semakin meningkat. Diperkirakan saat ini terdapat 125 juta
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lensa kontak merupakan salah satu alat koreksi kelainan refraksi sebagai alternatif kacamata. Banyak orang memilih lensa kontak karena alasan estetis dan area pandangnya
Komplikasi Diabetes Mellitus Pada Kesehatan Gigi
Komplikasi Diabetes Mellitus Pada Kesehatan Gigi Komplikasi diabetes mellitus pada kesehatan gigi masalah dan solusi pencegahannya. Bagi penderita diabetes tipe 2 lebih rentan dengan komplikasi kesehatan
KESEHATAN MATA DAN TELINGA
KESEHATAN MATA DAN TELINGA Oleh Erwin Setyo Kriswanto PENDIDIKAN OLAHRAGA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA MATA DAN TELINGA INDERA PENGLIHAT ( MATA ) Mata adalah indera penglihatan,
Diagnosa banding MATA MERAH
Diagnosa banding MATA MERAH Konjungtivitis Keratitis Uveitis Anterior Glaukoma Kongestif Akut Visus Normal Tergantung letak infiltrat Menurun perlahan, tergantung Menurun ak letak radang Hiperemi konjungtiva
Dua minggu setelah operasi Jangan menggosok mata Pakai kacamata gelap (sunglasses) Lindungi mata dari debu dan kotoran
PETUNJUK UMUM PASKA PROSEDUR LASIK / ilasik / LASEK / EPI-LASIK Setelah menjalani operasi LASIK/iLASIK/LASEK/EPI-LASIK, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Petunjuk-petunjuk di bawah ini hendaknya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Infeksi nosokomial adalah infeksi yang ditunjukkan setelah pasien
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Infeksi Nosokomial Infeksi nosokomial adalah infeksi yang ditunjukkan setelah pasien menjalani proses perawatan lebih dari 48 jam, namun pasien tidak menunjukkan gejala sebelum
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1.1. Definisi Lensa Kontak Lensa kontak adalah penutup dari kaca atau plastik yang melengkung digunakan langsung diatas bola mata atau kornea mata untuk memperbaiki kesalahn refraksi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. depan atau belakang bintik kuning dan tidak terletak pada satu titik yang tajam. 16
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kelainan refraksi 2.1.1 Definisi kelainan refraksi Kelainan refraksi merupakan suatu keadaan dimana bayangan tegas tidak dibentuk pada retina (makula retina atau bintik kuning)
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Identifikasi Potensi Bahaya Identifikasi bahaya yang dilakukan mengenai jenis potensi bahaya, risiko bahaya, dan pengendalian yang dilakukan. Setelah identifikasi bahaya dilakukan,
Glaukoma. 1. Apa itu Glaukoma?
Glaukoma Glaukoma dikenal sebagai "Pencuri Penglihatan" karena tidak ada gejala yang jelas pada tahap awal terjadinya penyakit ini. Penyakit ini mencuri penglihatan Anda secara diam-diam sebelum Anda menyadarinya.
MANAJEMEN MUTU (KEPUASAN PELANGGAN)_AEP NURUL HIDAYAH_(RKM )_REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN_POLITEKNIK TEDC BANDUNG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berkembangnya jumlah rumah sakit menjadikan masyarakat memiliki banyak pilihan untuk menentukan rumah sakit mana yang akan mereka pilih. Masyarakat akan memilih rumah
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. berkembang. Laser-Assisted insitu Keratomileusis (LASIK) adalah salah satu
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bedah refraksi merupakan teknik manajemen miopia yang sangat berkembang. Laser-Assisted insitu Keratomileusis (LASIK) adalah salah satu teknik bedah yang lebih banyak
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Menurut data Riskesdas 2013, katarak atau kekeruhan lensa
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Menurut data Riskesdas 2013, katarak atau kekeruhan lensa kristalin mata merupakan salah satu penyebab kebutaan terbanyak di indonesia maupun di dunia. Perkiraan
Imagine your life without CONTACT LENSES & GLASSES Bayangkan hidup anda tanpa lensa kontak & kacamata
Imagine your life without CONTACT LENSES & GLASSES Bayangkan hidup anda tanpa lensa kontak & kacamata LASIK (Laser Assisted in-situ Keratomileusis) Lasik adalah prosedur koreksi penglihatan terkini dengan
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PURI BETIK HATI. Jl. Pajajaran No. 109 Jagabaya II Bandar Lampung Telp. (0721) , Fax (0721)
PANDUAN CUCI TANGAN RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PURI BETIK HATI Jl. Pajajaran No. 109 Jagabaya II Bandar Lampung Telp. (0721) 787799, Fax (0721) 787799 Email : [email protected] BAB I DEFINISI Kebersihan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Prosedur Refraksi adalah salah satu prosedur elektif
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Prosedur Refraksi adalah salah satu prosedur elektif yang paling sering dilakukan dan akan terus populer dengan semakin halusnya pengerjaan teknik ablasi dan meningkatnya
BAB 1 PENDAHULUAN. diperantarai oleh lg E. Rinitis alergi dapat terjadi karena sistem
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Definisi Rinitis Alergi (RA) menurut ARIA (Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma) merupakan reaksi inflamasi pada mukosa hidung akibat reaksi hipersensitivitas
BAB I PENDAHULUAN. pasien datang berobat ke dokter mata. Penyebab mata berair adalah gangguan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mata berair merupakan salah satu gejala yang banyak dikeluhkan dan membuat pasien datang berobat ke dokter mata. Penyebab mata berair adalah gangguan stabilitas lapisan
Definisi Bell s palsy
Definisi Bell s palsy Bell s palsy adalah penyakit yang menyerang syaraf otak yg ketujuh (nervus fasialis) sehingga penderita tidak dapat mengontrol otot-otot wajah di sisi yg terkena. Penderita yang terkena
Mata: kenali kondisi umum sakit Mata
Mata: kenali kondisi umum sakit Mata Banyak orang Amerika mengabaikan tandatanda dan kondisi-kondisi sakit mata. Sebuah survei terbaru dari 1.000 orang dewasa menunjukkan bahwa hampir setengahnya (47%)
Evidence-based Treatment Of Acute Infective Conjunctivitis Breaking the cycle of antibiotic prescribing
Evidence-based Treatment Of Acute Infective Conjunctivitis Breaking the cycle of antibiotic prescribing Oleh : Rizana Tsalats (09171113) Pembimbing : Dr. Hj. Arlina Yunita Marsida, Sp.M Konjungtivitis
EFEK SAMPING PENGGUNAAN LENSA KONTAK DIHUBUNGKAN DENGAN MATERIAL PEMBENTUKNYA Arutala Eny Purbo Arimbi 1, Nur Shani Meida 2 INTISARI
EFEK SAMPING PENGGUNAAN LENSA KONTAK DIHUBUNGKAN DENGAN MATERIAL PEMBENTUKNYA Arutala Eny Purbo Arimbi 1, Nur Shani Meida 2 1 Mahasiswa Fakultas Kedokteran UMY, 2 Departemen Mata FK UMY INTISARI Penggunaan
GLUKOMA PENGERTIAN GLAUKOMA
GLUKOMA PENGERTIAN GLAUKOMA Glaukoma adalah suatu penyakit dimana tekanan di dalam bola mata meningkat, sehingga terjadi kerusakan pada saraf optikus dan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan. 1 Terdapat
PENANGANAN TEPAT MENGATASI DEMAM PADA ANAK
PENANGANAN TEPAT MENGATASI DEMAM PADA ANAK Demam pada anak merupakan salah satu pertanda bahwa tubuhnya sedang melakukan perlawanan terhadap kuman yang menginfeksi. Gangguan kesehatan ringan ini sering
REFRAKSI. Oleh : Dr. Agus Supartoto, SpM(K) / dr. R. Haryo Yudono, SpM.MSc
REFRAKSI Oleh : Dr. Agus Supartoto, SpM(K) / dr. R. Haryo Yudono, SpM.MSc REFRAKSI PENGANTAR Mata : Media refraksi Media refrakta Pilem : Retina Sifat bayangan retina? Kesadaran di otak? REFRAKSI PADA
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN. SISTEM IMUNITAS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN. SISTEM IMUNITAS Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Gangguan Sistem Immunitas Niken Andalasari Sistem Imunitas Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh
Kenali Penyakit Periodontal Pada Anjing
Kenali Penyakit Periodontal Pada Anjing Mungkin Anda sudah sering mendengar istilah "penyakit periodontal". Namun, apakah Anda sudah memahami apa arti istilah itu sebenarnya? Kata 'periodontal' berasal
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mata merupakan salah satu indera di antara panca indera, yang paling penting bagi manusia. Dengan mata, manusia dapat melihat indahnya dunia, melihat orang-orang yang
LASIK & ilasik (TM) Apakah LASIK itu?
Apakah LASIK itu? LASIK (Laser Assisted In-situ Keratomileusis) adalah suatu prosedur untuk mengubah bentuk lapisan kornea mata Anda dengan menggunakan sinar excimer laser untuk mengoreksi miopia (rabun
#### Selamat Mengerjakan ####
Nomer : Inisial Nama : PETUNJUK PENGISIAN 1. Bacalah pernyataan-pernyataan pada lembar berikut, kemudian jawablah dengan sungguh-sungguh sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. 2. Jawablah semua nomor dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Katarak berasal dari bahasa Yunani cataracta yang berarti air terjun. Katarak adalah perubahan lensa mata yang semula jernih dan tembus cahaya menjadi keruh, sehingga
BAB I PENDAHULUAN. yang memiliki efek yang kuat dalam menurunkan tekanan intraokular (TIO)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Latanoprost merupakan salah satu obat anti glaukoma terkait prostaglandin yang memiliki efek yang kuat dalam menurunkan tekanan intraokular (TIO) dengan meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam percobaan ini mengunakan metoda spektrometri yang pengukuran secara kuantitatif. Namun percobaan ini tidak jauh berbeda dengan percobaan sebelumnya karena percobaan
06/10/2011 PERADANGAN MATA (KONJUNGTIVITIS)
PERADANGAN MATA (KONJUNGTIVITIS) 1 Site with normal flora KONJUKTIVITIS Peradangan konjungtiva oleh virus, bakteri, klamidia, alergi atau trauma Etiologi Konjuktivitis dapat disebabkan oleh berbagai hal,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dalam kandungan dan faktor keturunan(ilyas, 2006).
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Katarak adalah keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa atau terjadi akibat kedua-duanya.
BAB I DEFINISI. APD adalah Alat Pelindung Diri.
BAB I DEFINISI APD adalah Alat Pelindung Diri. Pelindung yang baik adalah yang terbuat dari bahan yang telah diolah atau bahan sintetik yang tidak tembus air atau cairan lain (darah atau cairan tubuh).
I. PENDAHULUAN. Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang didapat selama pasien dirawat di
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang didapat selama pasien dirawat di rumah sakit 3 x 24 jam. Secara umum, pasien yang masuk rumah sakit dan menunjukkan tanda infeksi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Gaya Hidup a. Definisi Gaya Hidup atau lifestyle adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan
BAB 1 PENDAHULUAN. keberadaannya sejak abad 19 (Lawson, 1989). Flora konjungtiva merupakan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Adanya mikroorganisme yang normal pada konjungtiva manusia telah diketahui keberadaannya sejak abad 19 (Lawson, 1989). Flora konjungtiva merupakan populasi mikroorganisme
ABSTRAK. EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI BEBERAPA CAIRAN PERAWATAN LENSA KONTAK TERHADAP Pseudomonas aeruginosa IN VITRO
ABSTRAK EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI BEBERAPA CAIRAN PERAWATAN LENSA KONTAK TERHADAP Pseudomonas aeruginosa IN VITRO Rizka Aprilia Irianti, 2011. Pembimbing I : Fanny Rahardja, dr., M. Si. Pembimbing II: Joshua
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Katarak merupakan kekeruhan yang terjadi pada lensa mata yang menyebabkan gangguan penglihatan. Kebanyakan lensa mata menjadi agak keruh setelah berusia lebih dari
SAP (SATUAN ACARA PENGAJARAN) DIARE
SAP (SATUAN ACARA PENGAJARAN) DIARE Disusun Oleh : 1. Agustia Hastami P17420108041 2. Arsyad Sauqi P17420108044 3. Asih Murdiyanti P17420108045 4. Diah Ariful Khikmah P17420108048 5. Dyah Faria Utami P17420108050
218 Jurnal Ners dan Kebidanan, Volume 4, Nomor 3, Desember 2017, hlm
218 Jurnal Ners dan Kebidanan, Volume 4, Nomor 3, Desember 2017, hlm. 218 223 PERILAKU REMAJA PENGGUNA LENSA KONTAK (SOFT LENS) DALAM PERAWATAN KESEHATAN MATA DI SMKN 3 KOTA BLITAR (The Behavior of Adolescents
BAB I PENDAHULUAN. secara garis besar memberikan pelayanan untuk masyarakat berupa pelayanan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Masalah Rumah sakit sebagai salah satu bagian sistem pelayanan kesehatan yang secara garis besar memberikan pelayanan untuk masyarakat berupa pelayanan kesehatan mencakup
ASHFALL VULKANIK: VERSI BAHASA INDONESIA ABSTRACT. Terjamahn dari dokumen di bawah:
ABSTRACT Terjamahn dari dokumen di bawah: ASHFALL VULKANIK: VERSI BAHASA INDONESIA Dokumen ini telah disiapkan oleh Komisi Jaringan Bahaya Kesehatan Vulkanik Internasional (IVHHN), Kota dan Gunung Berapi,
ENTROPION PADA KUCING
ENTROPION PADA KUCING (16 Nov 2017) ENTROPION PADA KUCING Apa yang Dimaksud Dengan Entropion Entropion adalah kondisi dimana kelopak mata (palpebra) bagian bawah berbalik ke dalam. Entropion juga dapat
KLINIK MATA PANGKALAN BUN Dr.AGUS ARIYANTO,SpM
1 PROPOSAL KLINIK MATA KLINIK MATA PANGKALAN BUN Dr.AGUS ARIYANTO,SpM Pendahuluan Memiliki mata yang sehat sudah menjadi impian semua orang, karena mata merupakan salah satu indra terpenting dan paling
Alat optik adalah suatu alat yang bekerja berdasarkan prinsip cahaya yang. menggunakan cermin, lensa atau gabungan keduanya untuk melihat benda
Alat optik Alat optik adalah suatu alat yang bekerja berdasarkan prinsip cahaya yang menggunakan cermin, lensa atau gabungan keduanya untuk melihat benda lain dengan lebih jelas. Beberapa jenis yang termasuk
Pada waktu panen peralatan dan tempat yang digunakan harus bersih dan bebas dari cemaran dan dalam keadaan kering. Alat yang digunakan dipilih dengan
Pada waktu panen peralatan dan tempat yang digunakan harus bersih dan bebas dari cemaran dan dalam keadaan kering. Alat yang digunakan dipilih dengan tepat untuk mengurangi terbawanya bahan atau tanah
DAFTAR ISI. 1.1 Latar belakang Definisi Pengelolaan Linen...5
DAFTAR ISI 1.1 Latar belakang...1 1.2 Definisi...4 1.3 Pengelolaan Linen...5 i PEMROSESAN PERALATAN PASIEN DAN PENATALAKSANAAN LINEN Deskripsi : Konsep penting yang akan dipelajari dalam bab ini meliputi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. tidak berpasangan dengan pendekatan cross sectional yang
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan observasional analitik numerik (kategoriknumerik) tidak berpasangan dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan
BAB 1 PENDAHULUAN. Kornea merupakan lapisan depan bola mata, transparan, merupakan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kornea merupakan lapisan depan bola mata, transparan, merupakan jaringan yang tidak memiliki pembuluh darah (avaskular). Kornea berfungsi sebagai membran pelindung
Obat Alami Diabetes Dapat Mencegah Amputasi Pada Diabetesi
Obat Alami Diabetes Dapat Mencegah Amputasi Pada Diabetesi Obat Alami Diabetes Untuk Pengobatan Komplikasi Pada Diabetesi Komplikasi Pada Kaki Penderita diabetes dapat mengalami banyak permasalahan pada
BAB 1 PENDAHULUAN. Inflamasi ringan atau akut adalah respons awal dan cepat terhadap kerusakan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Inflamasi ringan atau akut adalah respons awal dan cepat terhadap kerusakan sel yang bertujuan untuk mengeradikasi bahan atau mikroorganisme. Pada umumnya proses ini
LASIK (Laser Assisted In-situ Keratomileusis)
Nama : IRRENA RAMAHADI NIM : 15308071 LASIK (Laser Assisted In-situ Keratomileusis) Latar belakang adanya LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis) ini adalah banyaknya pengguna kacamata dan kontak
Masalah Kulit Umum pada Bayi. Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra.
Masalah Kulit Umum pada Bayi Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra. Brosur ini memberikan informasi mendasar tentang permasalahan kulit yang lazimnya dijumpai pada usia dini sebagai
BAB I PENDAHULUAN. lingkungan kerja serta terlindung dari penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan kerja diartikan sebagai ilmu kesehatan dan penerapannya yang bertujuan mewujudkan tenaga kerja sehat, produktif dalam bekerja, berada dalam keseimbangan yang
BAB 1 PENDAHULUAN. diperlukan perawatan yang lebih menekankan pada perawatan kulit, sehingga
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Memiliki anak yang sehat merupakan dambaan setiap orang tua. Semua bayi memiliki kulit yang sangat peka, berbeda dengan kulit orang dewasa yang tebal dan mantap, kondisi
Bagian-bagian yang melindungi mata: 1. Alis mata, berguna untuk menghindarkan masuknya keringat ke mata kita.
MATA Indra pertama yang dapat penting yaitu indra penglihatan yaitu mata. Mata adalah indera yang digunakan untuk melihat lingkungan sekitarnya dalam bentuk gambar sehingga mampu dengan mengenali benda-benda
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Miopia (nearsightedness) adalah suatu kelainan refraksi dimana sinar-sinar sejajar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 KERANGKA TEORI II.1.1 DEFINISI Miopia (nearsightedness) adalah suatu kelainan refraksi dimana sinar-sinar sejajar masuk ke bola mata tanpa akomodasi akan dibiaskan di depan
Cara Mengobati Gatal Jamur Eksim
Cara Mengobati Gatal Jamur Eksim Cara Mengobati Gatal Jamur Eksim - Infeksi jamur ditandai dengan kulit kemerahan atau cokelat kehitaman. Namun, gatal-gatal hanya akan terjadi di tepi bagian kulit kemerahan
METODE PENGUJIAN KEPADATAN BERAT ISI TANAH DI LAPANGAN DENGAN BALON KARET
METODE PENGUJIAN KEPADATAN BERAT ISI TANAH DI LAPANGAN DENGAN BALON KARET SNI 19-6413-2000 1. Ruang Lingkup 1.1 Metode ini mencakup penentuan kepadatan dan berat isi tanah hasil pemadatan di lapangan atau
BAB I PENDAHULUAN. bahan kimia atau iritan, iatrogenik, paparan di tempat kerja atau okupasional
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Konjungtivitis adalah peradangan yang terjadi pada konjungtiva secara umum dapat disebabkan oleh berbagai macam penyebab endogen maupun eksogen seperti bakteri,
Anita's Personal Blog Glaukoma Copyright anita handayani
Glaukoma Penyakit glaukoma disebabkan oleh saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan kemudian menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata yang akhirnya
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. dalam proses refraksi ini adalah kornea, lensa, aqueous. refraksi pada mata tidak dapat berjalan dengan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Mata merupakan suatu organ refraksi yang berfungsi untuk membiaskan cahaya masuk ke retina agar dapat diproses oleh otak untuk membentuk sebuah gambar. Struktur
Pertemuan 12 STRATEGI KEPUASAN PELANGGAN
Pertemuan 12 STRATEGI KEPUASAN PELANGGAN I. KONSEP KEPUASAN PELANGGAN Ada beberapa pakar yang memberikan definisi mengenai kepuasan/ketidakpuasan pelanggan. Fandy Tjiptono (2000:24) 1. Day menyatakan bahwa
Jurnal PrintPack Vol. 1 No. 1 Februari 2017
PENGARUH KUANTITAS AIR PEMBASAH PADA PROSES CETAK OFFSET Mohammad Djazman Addin Suryana Program Studi Teknik Grafika, Politeknik Negeri Media Kreatif PSDD Makassar e-mail : [email protected] Abstrak
BAB I PENDAHULUAN. pada mata sehingga sinar tidak difokuskan pada retina atau bintik kuning, tetapi
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kelainan refraksi atau ametropia merupakan kelainan pembiasan sinar pada mata sehingga sinar tidak difokuskan pada retina atau bintik kuning, tetapi dapat di depan atau
BAB IV USAHA KESEHATAN SEKOLAH, GIGI, MATA DAN JIWA
BAB IV USAHA KESEHATAN SEKOLAH, GIGI, MATA DAN JIWA A. Usaha Kesehatan Sekolah 1. Pengertian Usaha kesehatan sekolah adalah usaha kesehatan masyarakat yang ditujukan kepada masyarakt sekolah yaitu anak
IDENTIFIKASI BAHAYA B3 DAN PENANGANAN INSIDEN B3
1 dari 7 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) Tanggal terbit Ditetapkan, Direktur RS. Dedy Jaya Brebes PENGERTIAN TUJUAN KEBIJAKAN PROSEDUR dr. Irma Yurita 1. Identifikasi bahaya B3 (Bahan Berbahaya dan
BAB I KONSEP DASAR. Selulitis adalah infeksi streptokokus, stapilokokus akut dari kulit dan
1 BAB I KONSEP DASAR A. Pengertian Selulitis adalah infeksi streptokokus, stapilokokus akut dari kulit dan jaringan subkutan biasanya disebabkan oleh invasi bakteri melalui suatu area yang robek pada kulit,
BAB I PENDAHULUAN. tentang Pedoman Manajerial Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan pencegahan infeksi nosokomial di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. oleh para konsumen dalam memenuhi kebutuhannya. Kualitas yang baik
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Kualitas Kualitas merupakan aspek yang harus diperhatikan oleh perusahaan, karena kualitas merupakan aspek utama yang diperhatikan oleh para konsumen dalam memenuhi
SEDIAAN OBAT MATA PENDAHULUAN
SEDIAAN OBAT MATA PENDAHULUAN Sediaan obat mata adalah sediaan steril berupa salep, larutan atau suspensi, digunakan untuk mata dengan jalan meneteskan, mengoleskan pada selaput lendir mata di sekitar
BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan yang sangat cepat pada teknologi informasi dan. komunikasi telah membawa dan akan terus membawa perubahan yang sangat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan yang sangat cepat pada teknologi informasi dan komunikasi telah membawa dan akan terus membawa perubahan yang sangat besar dalam kehidupan manusia
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI II.1 Kualitas Produk II.1.1 Pengertian Produk Pengertian produk (product) menurut Kotler (2009) adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli,
BAB I PENDAHULUAN. yang saling berkaitan dengan masalah-masalah lain di luar kesehatan itu. ada pengaruhnya terhadap kesehatan tersebut.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah kesehatan merupakan suatu masalah yang sangat kompleks, yang saling berkaitan dengan masalah-masalah lain di luar kesehatan itu sendiri. Demikian pula untuk
BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
BAB HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN Pada tahap awal formulasi, dilakukan orientasi untuk mendapatkan formula krim yang baik. Orientasi diawali dengan mencari emulgator yang sesuai untuk membentuk krim air
Kanker Prostat. Prostate Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved
Kanker Prostat Kanker prostat merupakan tumor ganas yang paling umum ditemukan pada populasi pria di Amerika Serikat, dan juga merupakan kanker pembunuh ke-5 populasi pria di Hong Kong. Jumlah pasien telah
BAB I PENDAHULUAN. memberikan daya dukungan bagi mahluk hidup untuk hidup secara optimal.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perwujudan kualitas lingkungan yang sehat merupakan bagian pokok di bidang kesehatan. Udara sebagai komponen lingkungan yang penting dalam kehidupan perlu dipelihara
