Perawatan Lensa Kontak untuk Mencegah Komplikasi
|
|
|
- Sucianty Santoso
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 untuk Mencegah Komplikasi Ratna Sitompul Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo Abstrak Lensa kontak adalah alat bantu penglihatan yang diletakkan di permukaan kornea untuk memperbaiki gangguan refraksi. Pemakaian lensa kontak memberi kenyamanan beraktivitas, tidak membatasi lapang pandang, dan lebih baik secara estetik. Meskipun demikian, penggunaan lensa kontak dapat menimbulkan komplikasi ringan sampai kebutaan. Komplikasi tersebut dapat dicegah dengan menjalankan prinsip penggunaan lensa kontak yang tepat. Pengguna lensa kontak perlu melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui kelainan mata seperti mata kering, infeksi mata, katarak, glaukoma, serta penggunaan obat yang dapat menurunkan produksi air mata. Kondisi lain yang perlu diperhatikan adalah alergi, diabetes melitus, kehamilan, menopause, infeksi saluran napas kronik dan kondisi immunocompromised. Kebersihan dan kepatuhan yang buruk juga merupakan kontraindikasi penggunaan lensa kontak. Pengenalan cara penggunaan dan perawatan lensa kontak dengan baik dan benar sangat penting untuk mencegah komplikasi. Kata kunci: lensa kontak, komplikasi, perawatan. Contact Lens Care to Prevent Complication Abstract Contact lens is a device placed directly on the surface of cornea to correct refractive errors. Wearing contact lens is comfortable during activites, allows wider visual field, and improves aesthetic appearance. However, improper use of contact lens may result in mild complications which could include blindness. Those complications can be prevented by understanding and applying correct principles of contact lens usage. Prior to contact lens prescription, medical eye examination is important to determine if a patient is suitable to use contact lenses. Ocular conditions such as dry eyes, eye infection, cataract, glaucoma, and use of medication that could decrease tears production require special attention. Other conditions that have to be notified are allergy, diabetes mellitus, pregnancy, menopause, chronic respiratory tract infection and immunocompromised condition. In addition, poor hygiene and compliance are contraindications for contact lens usage. Learning how to properly handle and maintain contact lens is essential to prevent complications. Keywords: contact lens, complication, care 77
2 Ratna Sitompul ejki Pendahuluan Gangguan refraksi adalah gangguan penglihatan yang menempati urutan pertama penyakit mata di masyarakat. Gangguan tersebut dapat diatasi dengan kacamata atau lensa kontak. Pemakai lensa kontak perlu mengetahui jenis lensa kontak, cara pemakaian, dan perawatan serta menjalankan prinsip penggunaan lensa kontak yang tepat untuk mencegah komplikasi. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang cara pemakaian dan perawatan lensa kontak agar dapat digunakan dengan aman, nyaman serta terhindar dari komplikasi. Sebelum membahas lensa kontak, perlu diketahui anatomi, fisiologi dan kelainan mata yang berhubungan secara langsung atau tidak langsung yang dapat mengganggu sistem penglihatan akibat lensa kontak. Anatomi Mata Mata tersusun dari berbagai struktur yang menunjang bentuk serta fungsinya sebagai organ penglihatan. 1-3 Palpebra berfungsi melindungi mata dari cahaya yang terlalu kuat dan benda asing serta melindungi mata ketika tidur. Gerakan membuka dan menutup kelopak mata akan membantu penyebaran dan aliran air mata. Selain itu di kelopak mata terdapat kelejar air mata tambahan. Aparatus lakrimalis berfungsi memproduksi dan mendrainase air mata. Gerakan berkedip menyebabkan air mata yang dihasilkan kelenjar lakrimal melapisi seluruh permukaan. Air mata melapisi permukaan mata dengan membentuk lapisan tipis setebal 7-10µm yang berfungsi melindungi dan membasahi permukaan epitel kornea serta konjungtiva. Air mata menyediakan nutrisi untuk kornea, mengandung lisozim dan antimikroba serta berfungsi sebagai pembilasan. Terdapat 3 lapisan pada film air mata yaitu: 1. Lapisan superfisial berupa lapisan lipid monomolekuler yang berfungsi menghambat penguapan dan sawar kedap air ketika palpebra ditutup. 2. Lapisan tengah berupa lapisan akuos yang mengandung substansi larut air seperti garam dan protein. 3. Lapisan dalam yang melapisi sel epitel kornea dan konjungtiva berupa lapisan musin dari glikoprotein Volume air mata sekitar 7±2 µl di setiap mata dengan komposisi 60% protein adalah albumin dan sisanya globulin dan lisozim yang sama banyak. Globulin, lisozim dan faktor antibakteri non-lisozim membentuk mekanisme pertahanan penting terhadap infeksi permukaan mata. Air mata mengandung IgA, IgG, dan IgE, dengan kandungan terbanyak adalah IgA. Pada kondisi tertentu seperti alergi, kadar IgE dalam air mata meningkat. Air mata juga mengandung K +, Na +, Cl - yang kadarnya lebih tinggi dari plasma. Bola mata berada di rongga orbita yang berfungsi melindungi dan menjaga kedudukan bola mata di ruang tiga dimensi. Otot penggerak bola mata melekat di sklera hingga ke dinding tulang orbita dan berfungsi membantu gerakan mata ke berbagai arah. Otot tersebut adalah superior rectus, inferior rectus, lateral rectus, medial rectus, superior oblique, dan inferior oblique. Sklera adalah lapisan fibrosa yang tersusun dari kolagen dan membungkus bola mata dari batas kornea di depan hingga pangkal saraf mata di bagian belakang. Sklera merupakan tempat melekat otot yang berfungsi untuk pergerakan bola mata. Konjungtiva adalah selaput lendir tipis dan transparan, melapisi bagian depan permukaan bola mata sampai belakang kelopak mata. Konjungtiva dilapisi tirai air mata yang berfungsi sebagai permukaan licin agar gerakan bola mata lancar dan tidak terjadi iritasi akibat gesekan. Kornea adalah lapisan transparan yang terletak di mata bagian depan. Kornea merupakan media refraksi pertama yang dilewati cahaya sehingga amat penting menjaga fungsi kornea agar tetap transparan. Selain itu kelengkungan dan regularitas permukaan kornea sangat berperan dalam pembiasan cahaya agar terfokus di retina. Iris adalah struktur mata di belakang kornea; terbentuk dari serabut otot polos yang berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk dengan mengatur lebar pupil. Pada keadaan sangat terang pupil mengecil sehingga tidak silau, sedangkan pada keadaan gelap pupil membuka lebih lebar agar cahaya yang masuk lebih banyak. Iris memiliki pigmen yang menentukan warna mata. Badan siliar terletak memanjang ke depan dari lapisan koroid hingga pangkal iris dan berfungsi menghasilkan cairan bilik mata. Di badan siliar terdapat otot siliar yang berfungsi menarik dan mengendurkan zonula ziin sehingga lensa mata dapat mencembung atau memipih untuk berakomodasi. Lensa mata berbentuk bikonveks, transparan, dan tidak berwarna. Fungsi lensa adalah memfokuskan berkas cahaya yang masuk 78
3 melalui kornea agar jatuh tepat di retina. Dengan bertambahnya usia, serabut lensa akan menebal dan keruh sehingga lensa kehilangan elastisitas dan berkurang daya akomodasinya yang menyebabkan seseorang mengeluh terganggu penglihatan dekatnya. Badan vitreous adalah struktur menyerupai gel yang mengisi kompartemen di belakang lensa; tersusun dari air (99%) serta campuran asam hyaluronat dan kolagen (1%). Badan vitreous berfungsi sebagai media pembiasan cahaya dan mempertahankan bentuk bulat bola mata serta memberikan nutrisi sel di dalam mata. Retina merupakan lapisan tipis semi transparan yang meliputi sepertiga belakang permukaan dalam bola mata. Retina mengubah cahaya yang ditangkap sel fotoreseptor menjadi sinyal listrik, lalu disampaikan ke pusat penglihatan di otak melalui nervus optikus. Perdarahan atau terlepasnya retina (ablasio) dapat mengakibatkan kebutaan. Koroid adalah lapisan di antara sklera dan retina. Lapisan koroid mengandung banyak pembuluh darah yang berfungsi membawa oksigen dan nutrisi ke retina serta struktur lainnya dalam bola mata. Fisiologi Penglihatan Mata Manusia dapat melihat objek karena objek tersebut memantulkan cahaya. Dari setiap titik sumber cahaya terpancar gelombang cahaya ke semua arah (divergen). Berkas cahaya divergen yang masuk ke mata mengalami pembelokan/ refraksi karena melewati medium dengan kepadatan berbeda. Berkas cahaya oleh media refraksi difokuskan ke titik peka cahaya di retina agar terbentuk bayangan yang akurat. Sinyal yang dihasilkan dikirim ke otak untuk interpretasi visual terhadap objek yang dipandangnya. Kornea, lensa, dan vitreous berperan membiaskan cahaya. Bayangan objek berupa berkas cahaya yang diterima retina diubah menjadi sinyal listrik lalu diteruskan ke nervus optikus. Sinyal yang berasal dari retina nasalis akan menyilang di kiasma optikum, sedangkan dari retina temporalis berjalan melalui lateral kiasma tanpa saling menyilang. Selanjutnya sinyal berjalan ke bagian posterior kiasma yaitu traktus optikus lalu ke nukleus genikulatum lateralis dorsalis di talamus kemudian berjalan ke posterior sebagai radiasi optikus dan berakhir di primary visual area di korteks serebral lobus oksipital untuk interpretasi visual sehingga manusia dapat mengenali objek yang dilihat. 1-3 Gangguan Refraksi Gangguan penglihatan disebabkan oleh gangguan penerimaan cahaya di sel fotoreseptor retina karena terganggunya kemampuan kornea dan lensa untuk memfokuskan cahaya dengan tepat, terganggunya media pembiasan, atau kerusakan di lapisan retina. Gangguan pembiasan cahaya yaitu tidak dapat difokuskan di retina meskipun media pembiasan jernih disebut gangguan refraksi. Gangguan refraksi dapat berupa miopia, hipermetropia, astigmatisme, dan presbiopia. 2 Penatalaksanaan gangguan refraksi adalah dengan memperbaiki proses pembiasan cahaya agar terfokus tepat di retina menggunakan alat bantu yaitu kaca mata atau lensa kontak. Penatalaksanaan lainnya adalah bedah laserassisted in situ keratomileusis (LASIK). LASIK merupakan kombinasi dua teknologi refraktif, yaitu mikrokeratom untuk mengubah bentuk dan ketebalan kornea dan sinar excimer laser. Selain LASIK, clear lens extraction (CLE) juga dapat digunakan untuk koreksi kelainan miopia sampai 28.0 dioptri, hipermetropi sampai dioptri, dan astigmatisme sampai 3.0 dioptri. CLE adalah pengeluaran lensa crystalline yang masih jernih. Prinsipnya sama seperti mengeluarkan lensa katarak yakni teknik phacoemulsi dengan insisi tunnel 3 mm kemudian dipasang intraokuler lensa. 2-4 Miopia atau rabun jauh adalah keadaan pada saat mata tidak berakomodasi berkas cahaya jatuh di depan retina karena pembiasan terlalu kuat atau ukuran bola mata terlalu panjang. Penderita miopia mengeluh pandangan buram saat melihat objek yang jauh tanpa rasa lelah di mata. Tajam penglihatan dapat menjadi lebih jelas jika objek dipindahkan lebih dekat atau penderita memicingkan matanya. Miopia diatasi dengan lensa cekung (negatif/divergen) untuk mengurangi pembiasan dengan menimbulkan divergensi berkas cahaya yang masuk agar tepat di retina. 2,3 Hipermetropia atau rabun dekat adalah kelainan refraksi yang menyebabkan fokus bayangan jatuh di belakang retina dalam keadaan mata tidak berakomodasi karena kekuatan pembiasan terlalu lemah atau bola mata terlalu pendek. Penderita mengeluh pandangan buram saat melihat objek yang dekat dan mata terasa lelah jika melihat dekat karena mata berakomodasi untuk memfokuskan cahaya di retina. Jika derajat hipermetropia terlalu tinggi, maka daya akomodasi lensa tidak cukup untuk memfokuskan cahaya. Hipermetropia dikoreksi dengan lensa cembung (positif/konvergen) untuk memfokuskan cahaya agar jatuh di retina. 2,3 79
4 Ratna Sitompul ejki Presbiopia adalah hilangnya kemampuan akomodasi mata karena proses penuaan. Prinsip kelainan refraksi serupa dengan rabun dekat yaitu fokus cahaya jatuh di belakang retina. Orang dengan mata emetrop, pada usia mulai mengeluh penglihatan tidak jelas ketika melihat objek yang berjarak dekat. Presbiopia dikoreksi dengan lensa positif; umumnya berupa kacamata bifokal yang memiliki lensa netral atau negatif di bagian atas untuk melihat jauh dan lensa positif di bagian bawah untuk melihat dekat. 2,3 Astigmatisme atau mata silindris adalah keadaan berkas cahaya jatuh pada lebih dari satu titik di retina akibat perbedaan kekuatan bias sistem refraksi mata misalnya permukaan kornea dan atau keadaan lensa yang tidak rata. Astigmatisme dapat terjadi bersama rabun jauh atau dekat. Letak jatuh cahaya di beberapa titik retina menyebabkan penderita astigmatisme mengeluh ada bagian yang tidak fokus saat melihat objek. Misalnya saat melihat huruf T, bagian kaki huruf T dapat terlihat jelas sedangkan kepalanya tidak terlihat jelas. Astigmatisme dikoreksi menggunakan kaca mata lensa silindris atau memakai rigid gas permeable (RGP) contact lens. Lensa kontak membuat permukaan kornea menjadi teratur sehingga mengurangi pantulan sinar yang tidak beraturan dan tajam penglihatan meningkat. 2,3 Keratokonus adalah gangguan degeneratif mata yang menyebabkan kornea menipis dan menonjol ke luar membentuk kerucut secara bertahap. Gejalanya adalah penglihatan kabur dan astigmatisme miopia yang cepat meningkat. Keratokonus merupakan indikasi transplantasi kornea. Pada tahap awal keratokonus, tajam penglihatan dapat diperbaiki dengan kaca mata, namun bila hasil koreksi tidak optimal dapat menggunakan lensa kontak RPG. Permukaan anterior lensa kontak diharapkan menjadi permukaan refraksi yang lebih merata. Lensa kontak tidak menghambat perburukan penyakit dan hanya digunakan bila koreksi tajam penglihatan tidak dapat dicapai secara optimal dengan kacamata. 2-4 Unilateral afakia adalah keadaan salah satu mata tidak memiliki lensa yang umumnya terjadi setelah operasi katarak tanpa pemasangan lensa intraokuler di satu mata. Kondisi tersebut menyebabkan ukuran objek yang dilihat oleh kedua mata berbeda 30%. Unilateral afakia hanya dapat dikoreksi dengan lensa kontak. 2-4 Anisometropia adalah kondisi perbedaan tajam penglihatan lebih dari 2,5 dioptri.. Anisometropia sewaktu bayi dapat menimbulkan ambliopia, terutama jika salah satu mata hipermetropia. Pada orang dewasa, perbedaan dioptri lebih dari 3 biasanya tidak dapat ditoleransi dengan koreksi kacamata. Pemakaian lensa kontak diindikasikan untuk mengurangi perkembangan ambliopia dan anisometropik aniseikonia. 3 Lensa Kontak Lensa kontak adalah alat bantu yang diletakkan di permukaan kornea untuk mengatasi gangguan refraksi. Lensa kontak mudah digunakan, nyaman untuk beraktivitas dan berolahraga, memberikan lapang pandang lebih luas, dan lebih baik secara estetik. Saat ini pengguna lensa kontak di Indonesia meningkat lebih dari 15% per tahun. Dengan bertambahnya jumlah pemakai, komplikasi lensa kontak juga meningkat. Sebanyak 4-10% pengguna lensa kontak mengalami komplikasi iritasi ringan hingga buta. 5,6 Jenis lensa kontak dibagi dua yakni berdasarkan bahan penyusun dan lama pemakaian. Berdasarkan bahan penyusun, terdapat dua jenis lensa kontak yaitu soft contact lens dan rigid gas permeable (RGP) contact lens. 7 Soft contact lens dibuat dari silikon-hidrogel yang mengandung air sehingga lunak, fleksibel, dan memudahkan oksigen mencapai kornea. Pengguna lensa kontak untuk pertama kali lebih mudah menyesuaikan diri dengan soft contact lens karena lebih nyaman dipakai. Lensa silikon-hidrogel merupakan tipe lensa kontak yang paling sering digunakan dan dianjurkan untuk pengguna yang memerlukan pemakaian setiap hari. 7,8 RGP contact lens dibuat dari plastik yang kurang fleksibel, namun masih memungkinkan oksigen mencapai kornea. Keunggulan RGP contact lens adalah rigiditasnya bermanfaat untuk mengoreksi kelainan permukaan kornea yang tidak rata. Bahan RGP yang rigid menyebabkan pengguna RGP contact lens memerlukan penyesuaian lebih lama dibandingkan soft contact lens. RGP contact lens bertahan lebih lama sehingga harganya lebih murah. 7,8 Berdasarkan lama penggunaan, lensa kontak diklasifikasikan menjadi disposable dan extended wear. Tipe disposable hanya digunakan untuk satu kali pemakaian. Tipe extended wear dapat digunakan berulang kali sampai waktu tertentu, misalnya satu minggu atau satu bulan. Tipe extended wear dikembangkan menjadi tipe overnight continuous wear sehingga lensa kontak dapat dipakai sepanjang hari hingga malam 80
5 tanpa perlu dilepas saat tidur. Lensa kontak tipe extended dan overnight continuous wear memiliki risiko infeksi lebih tinggi karena mikroorganisme dapat melekat dan berpindah ke permukaan mata. Oleh karena itu hanya dianjurkan bagi individu dengan gangguan penglihatan derajat berat yang memerlukan koreksi penglihatan sepanjang hari. 7-9 Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Menggunakan Lensa Kontak Sebelum memakai lensa kontak, pasien perlu menjalani pemeriksaan. Kondisi mata yang harus diperhatikan adalah infeksi kelopak mata, konjungtivitis, katarak, glaukoma, mata kering, riwayat trauma dan operasi mata. Kondisi yang dapat mempengaruhi penggunaan lensa kontak adalah alergi, diabetes melitus, hamil, menopause, dan penyakit saluran napas kronik. 7,8 Pasien alergi lebih sensitif terhadap bahan lensa kontak atau zat kimia dalam cairan perendam sehingga lebih rentan mengalami komplikasi pemakaian lensa kontak. 7,8 Pasien diabetes melitus dapat mengalami neuropati perifer yang mengganggu fungsi sensorik kornea sehingga pasien terlambat menyadari kerusakan permukaan kornea. Jika pasien diabetes melitus memerlukan lensa kontak, disarankan lensa kontak jenis disposable dengan pemakaian singkat,7,8 Kehamilan meningkatkan retensi air sehingga mata mudah kering dan mudah mengalami iritasi, inflamasi, dan infeksi. Pasien menopause mengalami penurunan produksi air mata yang akan memperberat kondisi mata kering pada penggunaan lensa kontak. Hamil, menyusui, dan menopause dapat mempengaruhi toleransi terhadap lensa kontak dan kekuatan refraksi. 7,8 Penderita penyakit saluran pernapasan kronik seperti asma dan sinusitis, saat mengalami serangan akut dapat mengalami mata merah, produksi air mata berlebih, dan sensitif terhadap cahaya. Kondisi itu dapat diperberat dengan benda asing berupa lensa kontak sehingga tidak dianjurkan untuk menggunakannya. 7,8 Obat tertentu (diuretik, antihistamin, antikolinergik dan obat psikotropik) menurunkan produksi air mata sehingga permukaan luar mata lebih kering dan mempersulit penggunaan lensa kontak. 6 Indikasi Penggunaan Lensa Kontak Lensa kontak diindikasikan untuk miopia, keratokonus, astigmatisme, anisometropia dan unilateral afakia. Penderita dengan jaringan parut di kornea atau iris dapat menggunakan lensa kontak untuk menyamarkan kelainan warna mata sehingga memperbaiki penampilan. Kontraindikasi Penggunaan Lensa Kontak Kontraindikasi absolut 7 1. Radang akut atau subakut di bagian depan bola mata 2. Infeksi bola mata akut atau kronik 3. Setiap kelainan yang memengaruhi kelopak mata, konjungtiva, dan kornea. 4. Gangguan sensasi di kornea 5. Glaukoma tidak terkontrol 6. Tidak dapat mentoleransi pemasangan benda asing di mata 7. Penyakit sistemik atau alergi yang dapat kambuh karena dipicu lensa kontak Kontraindikasi relatif 7 1. Kebersihan individu yang buruk terutama tangan dan kuku 2. Ketidakpatuhan mengikuti petunjuk perawatan lensa kontak 3. Ketidakmampuan memahami risiko penggunaan lensa kontak misalnya infeksi 4. Menderita penurunan daya tahan tubuh 5. Mengonsumsi obat yang menurunkan produksi air mata 6. Hamil, menyusui, dan menopause 7. Berusia terlalu tua atau terlalu muda sehingga tidak mampu memasang atau melepas lensa kontak dengan benar. Pencegahan Komplikasi Penggunaan Lensa Kontak Satu dari tiga komplikasi lensa kontak disebabkan oleh ketidakpatuhan pasien terhadap aturan pemakaian dan perawatan lensa kontak. Karena itu, pengenalan penggunaan dan perawatan lensa kontak dengan baik merupakan cara utama mencegah komplikasi. Calon pengguna lensa kontak perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis mata untuk menentukan tepat atau tidaknya menggunakan lensa kontak, menentukan jenis lensa kontak, produk perawatan yang sesuai, serta memberikan informasi lengkap cara pemakaian dan perawatan lensa kontak. Pengguna lensa kontak juga harus memahami risiko serta komplikasi lensa kontak. Pengetahuan itu digunakan untuk memeriksa mata berkala secara mandiri di rumah sehingga dapat mengenali lebih awal tanda dan gejala yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. 5,8,9 81
6 Ratna Sitompul ejki Pemeriksaan Berkala Pengguna Lensa Kontak Pengguna lensa kontak perlu mengunjungi dokter minimal sekali setahun untuk memeriksa kondisi mata. Gejala yang harus diwaspadai adalah: 8,11 1. Rasa tidak nyaman di mata 2. Pengeluaran air mata atau kotoran mata yang berlebihan 3. Mata merah, bengkak, atau nyeri 4. Lebih sensitif terhadap cahaya (silau berlebihan saat melihat cahaya) 5. Rasa gatal atau seperti terbakar 6. Pandangan kabur Jika terdapat salah satu gejala tersebut, segera lepaskan lensa kontak dan periksa mata ke dokter. Pengguna lensa kontak extended wear dianjurkan untuk memeriksa gejala di atas secara berkala setiap pagi. Pada prinsipnya mata yang sehat tidak menunjukkan kelainan, tidak merah, terasa nyaman, dan memiliki penglihatan yang baik (look good, feel good, and see well). Jika terdapat gejala namun tidak dihiraukan, maka risiko infeksi bahkan kebutaan dapat meningkat hingga empat kali lipat. 8,9 Komplikasi Penggunaan Lensa Kontak Komplikasi lensa kontak disebabkan oleh iritasi mekanik jangka panjang terhadap struktur kelopak mata, antara lain kelenjar meibomian. Kelenjar meibomian menghasilkan lapisan lemak yang berfungsi menghambat penguapan lapisan air mata sehingga kelembaban permukaan mata terjaga. Gangguan fungsi kelenjar meibomian menyebabkan tirai air mata cepat menguap. Lensa kontak menurunkan sensitivitas permukaan mata sehingga refleks produksi tirai air mata menurun. Peningkatan penguapan disertai penurunan produksi tirai air mata menyebabkan sebagian besar (50-75%) pengguna lensa kontak mengalami mata kering. Keluhan utama adalah rasa seperti terbakar, iritasi, rasa kering atau pandangan kabur setelah menggunakan lensa kontak selama beberapa saat. 6,7 Bahan pengawet di cairan perendam lensa kontak atau sabun pencuci tangan yang tidak dibilas bersih bersifat toksik dan iritatif sehingga dapat memicu reaksi inflamasi. Reaksi tersebut ditandai dengan mata merah yang membaik setelah penghentian pemakaian lensa kontak dan bahan kimia yang memicu keluhan. Bila mata merah disertai rasa gatal dan bengkak, mungkin terjadi reaksi alergi terhadap lensa kontak dan/atau bahan kimia yang disebut konjungtivitis alergi. 6,7,12 Pengguna lensa kontak dengan konjungtivitis toksik atau konjungtivitias alergi yang akan melanjutkan pemakaian lensa kontak perlu diperiksa matanya secara menyeluruh terhadap bahan pemicu reaksi tersebut. Jenis lensa kontak atau produk perawatan lensa kontak perlu diganti untuk menghindari berulangnya reaksi. 12 Mekanisme utama kelainan kornea akibat lensa kontak adalah hipoksia. Lensa kontak di permukaan kornea menghambat distribusi oksigen yang jika berlangsung lama menyebabkan permukaan kornea tidak beraturan dan menipis. Selain itu, akumulasi debris, mikroorganisme, serta debris sekresi kelenjar air mata dan kelopak mata menumpuk di permukaan lensa kontak. Sebanyak 90% permukaan lensa kontak ditutupi debris setelah pemakaian 8 jam. Hipoksia dan akumulasi debris menyebabkan kornea rentan mengalami iritasi dan infeksi. 11 Perawatan lensa kontak dimulai dengan memilih cairan perendam, menyimpan, dan merawat kotak penyimpan lensa kontak dengan tepat. 8 Cairan perendam bermanfaat untuk membersihkan lensa kontak dari kotoran dan mikroorganisme sehingga menurunkan risiko infeksi. Cairan perendam menjaga lensa kontak tetap lembab sehingga tidak kering dan nyaman digunakan. Air kran tidak boleh digunakan membersihkan lensa kontak karena air tidak steril dapat mengandung Achantamoeba sp yang dapat menyebabkan keratitis. 10 Jenis cairan perendam lensa kontak bermacam-macam. Cairan yang paling mudah digunakan adalah multipurpose solutions yang dapat dipakai untuk membersihkan, membilas, dan menyimpan lensa kontak. Lensa kontak harus direndam 4-6 jam untuk menjamin disinfeksi yang optimal. Jenis cairan perendam lainnya yang mengandung hidrogen peroksida sebagai disinfektan yang membunuh patogen dengan proses oksidasi. Hidrogen peroksida toksik terhadap kornea sehingga harus dinetralkan sebelum lensa kontak dipakai. Untuk disinfeksi optimal, lensa kontak perlu direndam selama 6 jam. Lensa kontak yang direndam dalam hidrogen peroksida harus dibilas dengan cairan lain (umumnya salin steril) sebelum digunakan karena pembilasan yang tidak baik akan merusak kornea dan rasa tidak nyaman seperti sensasi disengat, lakrimasi, serta hiperemis. 8,11,12 82
7 Cairan perendam lensa kontak memiliki masa kadaluarsa 2-6 bulan setelah botol dibuka. Bila telah kadaluarsa, cairan lensa kontak tidak boleh digunakan lagi. Cairan perendam lensa kontak tidak boleh dibiarkan di dalam tempat penyimpanan dan digunakan ulang untuk penyimpanan berikutnya. Cairan perendam yang telah digunakan tidak memiliki daya disinfektan yang cukup, bahkan menjadi tempat pertumbuhan mikroorganisme sehingga risiko infeksi meningkat. 11 Memasang dan Melepas Lensa Kontak Kebersihan jari tangan adalah hal utama yang harus diperhatikan baik pada saat memasang maupun melepaskan lensa kontak. Oleh sebab itu, pasien harus mencuci kedua tangannya dengan sabun antiseptik yang tidak mengandung parfum atau lotion kemudian dikeringkan menggunakan linen bersih sebelum menyentuh lensa kontak (Gambar 1). Untuk memasang, lensa kontak diambil dan diletakkan di telapak tangan (Gambar 2) lalu dibersihkan dengan menggosok dan membilas. Berikan 2-3 tetes cairan kemudian lensa kontak digosok ringan menggunakan jari telunjuk dengan gerakan melingkar dari dalam ke luar selama 15 detik di kedua sisi. Setelah itu, lensa kontak dibilas dengan cairan garam fisiologis steril yang mengalir lalu diletakkan di ujung jari telunjuk tangan dominan pasien. Pastikan permukaan lensa kontak yang akan bersentuhan dengan bola mata telah benar (Gambar 3). Jari tengah di tangan yang sama digunakan untuk menarik dan menahan kelopak mata bawah (Gambar 4). Untuk menarik dan menahan kelopak mata atas, dapat digunakan jari telunjuk tangan lainnya (Gambar 5). Selanjutnya pandangan mata diarahkan ke atas dan lensa kontak dipasang di bagian bawah bola mata yang berwarna putih lalu pegangan terhadap kelopak mata atas dan bawah dilepaskan (Gambar 6). Pandangan diarahkan ke bawah dalam keadaan mata tertutup dan mata dipejamkan beberapa saat, maka posisi lensa kontak akan berada di tengah bola mata. Untuk melepas lensa kontak, pandangan mata diarahkan ke atas, kemudian kelopak mata ditarik ke bawah menggunakan jari tengah tangan dominan. Jari telunjuk tangan yang sama diletakkan di batas bawah lensa kontak dan lensa kontak digeser perlahan ke bawah (Gambar 7). Lensa kontak dapat diambil menggunakan jari telunjuk dan ibu jari. Setelah terlepas dari mata, lensa kontak dicuci dengan cara yang sama seperti saat memasang lensa kontak. Lensa kontak harus dilepaskan sesuai jenisnya. Lensa kontak jenis continuous wear harus dilepas setidaknya satu malam dalam seminggu. Lensa kontak harus selalu dilepas saat berenang atau berendam di air panas. 7,8 Gambar 1. Cuci tangan dengan sabun antiseptik Gambar 2. Meletakkan lensa kontak di telapak tangan 83
8 Ratna Sitompul ejki Gambar 3. Meletakkan lensa kontak di ujung tangan Gambar 5. Telunjuk tangan lainnya menarik dan menahan kelopak mata atas Gambar 4. Jari tengah tangan dominan menarik dan menahan kelopak mata bawah Gambar 6. Pandangan mata diarahkan ke atas dan lensa kontak dipasang di bagian bawah bola mata yang berwarna putih 84
9 Kesimpulan Penggunaan lensa kontak semakin meningkat karena mudah digunakan, nyaman untuk beraktivitas, memberikan lapang pandang lebih luas, dan lebih baik secara estetik. Meskipun demikian, penggunaan lensa kontak memberikan komplikasi yang dapat mengakibatkan buta. Komplikasi tersebut dapat dicegah dengan mengetahui cara perawatan lensa kontak yang benar. Perawatan lensa kontak dimulai dengan memilih cairan perendam, cara memasang dan melepas, cara menyimpan, serta cara merawat kotak penyimpan lensa kontak dengan tepat. Kebersihan tangan merupakan hal utama yang harus diperhatikan saat memasang dan melepaskan lensa kontak. Oleh sebab itu, pasien harus mencuci kedua tangannya dengan bersih menggunakan sabun antiseptik. Gambar 7. Lensa kontak diambil menggunakan telunjuk dan ibu jari Menyimpan Lensa Kontak Setelah dilepaskan, lensa kontak disimpan di dalam kotak penyimpanan khusus. Kotak tersebut harus diisi dengan cairan perendam lensa yang baru sampai seluruh permukaan lensa terendam. Cairan perendam lensa kontak hanya boleh digunakan untuk satu kali pemakaian. Lensa kontak sebaiknya direndam selama 4-6 jam untuk mencapai disinfeksi optimal. 7,8,12 Perhatikan lama penyimpanan lensa kontak yang diperbolehkan sesuai dengan jenis lensa kontak. Lensa kontak tipe extended wear dapat digunakan untuk jangka panjang, namun tidak dibolehkan merendam dan membiarkannya di dalam kotak penyimpanan untuk jangka panjang. 8 Kotak penyimpanan yang tidak bersih merupakan sumber infeksi tersering sehingga harus selalu dibersihkan. Untuk membersihkannya, kotak penyimpanan harus digosok dan dibilas dengan cairan perendam lensa kontak. Setelah itu, cairan perendam dibuang dan kotak harus dibiarkan sampai kering di udara terbuka sebelum disimpan. Kotak penyimpanan dapat dipakai selama 1-3 bulan tergantung merknya. Oleh sebab itu, pasien harus membaca petunjuk penggunaan kotak penyimpanan lensa kontak. 9 Daftar Pustaka 1. Albert DM, Miller JW, Azar DT, Blodi BA. Albert & Jakobiec s principles and practice of ophthalmology. 3 rd ed. Philadelphia: Elsevier Inc; Kanski JJ, Bowling B. Ophthalmology: a systemic approach. 7 th ed. United Kingdom: Elsevier; Eva PR, Whitcher JP. Vaughan & Asbury s general ophthamology. 17 th ed. New York: Friedman NJ, Kaiser PK. Essential of ophthalmology. Philadelphia: Elsevier Inc; Chalmers RL, Keay L, Long B, Bergenske P, Giles T, Bullimore MA. Risk factors for contact lens complications in US clinical practices. Optom Vis Sci. 2010;87(10): Beljan J1, Beljan K, Beljan Z. Complications caused by contact lens wearing. Coll Antropol. 2013;37 (Suppl 1): Flynn LS, Ahearn DG, Barr J, Benjamin W, Kiang T, Nicholas JJ, Schein OD et al. History evolution and evolving standards of contact lens care. Cont Lens Anterior Eye. 2013:6 (Suppl 1):S Wu Y1, Carnt N, Willcox M, Stapleton F. Contact lens and lens storage case cleaning instructions: whose advice should we follow? Eye Contact Lens. 2010;36(2): Flynn LS, Lass JH, Sethi A, Debanne S, Benetz BA, et al. Risk factors for corenal infiltrative events during continuous wear of silicone hydrogel contact lenses. Invest Opthalmol Vis Sci. 2010:51(11): Panjwani N. Pathogenesis of Acanthamoeba keratitis. Ocul Surf. 2010;8(2); Chen J, Simpson TL. A role of corneal mechanical adaptation in contact lens related dry eye symptoms. Invest Ophthalmol Vis Sci. 2011;52(3): Young G, Canavan K, Jones S, Hunt C. Predisposing factors for solution-induced corneal staining. Optom Vis Sci. 2012:89(11):
KMN Klinik Mata Nusantara
Lensa kontak adalah lensa plastik tipis yang dipakai menempel pada kornea mata. Lensa kontak memiliki fungsi yang sama dengan kacamata, yaitu mengoreksi kelainan refraksi, kelainan akomodasi, terapi dan
Berdasarkan tingginya dioptri, miopia dibagi dalam(ilyas,2014).:
MIOPIA A. Definisi Miopia merupakan kelainan refraksi dimana berkas sinar sejajar yang memasuki m ata tanpa akomodasi, jatuh pada fokus yang berada di depan retina. Dalam keadaan ini objek yang jauh tidak
Tatalaksana Miopia 1. Koreksi Miopia Tinggi dengan Penggunaan Kacamata Penggunaan kacamata untuk pasien miopia tinggi masih sangat penting.
Tatalaksana Miopia 1. Koreksi Miopia Tinggi dengan Penggunaan Kacamata Penggunaan kacamata untuk pasien miopia tinggi masih sangat penting. Meskipun banyak pasien miopia tinggi menggunakan lensa kontak,
BAB I PENDAHULUAN. 1. Apa Itu Mata? 2. Jelaskan Bagian-Bagian dari Mata beserta fungsinya! 3. Bagaimana Mata Bisa Bekerja?
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Alat Optik merupakan salah satu alat yang memanfaatkan sifat cahaya, hukum pemantulan, dan hukum pembiasan cahaya untuk membuat suatu bayangan suatu benda.
1. Sklera Berfungsi untuk mempertahankan mata agar tetap lembab. 2. Kornea (selaput bening) Pada bagian depan sklera terdapat selaput yang transparan
PANCA INDERA Pengelihatan 1. Sklera Berfungsi untuk mempertahankan mata agar tetap lembab. 2. Kornea (selaput bening) Pada bagian depan sklera terdapat selaput yang transparan (tembus cahaya) yang disebut
Bagian-bagian yang melindungi mata: 1. Alis mata, berguna untuk menghindarkan masuknya keringat ke mata kita.
MATA Indra pertama yang dapat penting yaitu indra penglihatan yaitu mata. Mata adalah indera yang digunakan untuk melihat lingkungan sekitarnya dalam bentuk gambar sehingga mampu dengan mengenali benda-benda
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Pertumbuhan dan Perkembangan Pada saat lahir mata bayi normal cukup bulan berukuran kira-kira 2/3 ukuran mata orang dewasa. Pertumbuhan
Alat optik adalah suatu alat yang bekerja berdasarkan prinsip cahaya yang. menggunakan cermin, lensa atau gabungan keduanya untuk melihat benda
Alat optik Alat optik adalah suatu alat yang bekerja berdasarkan prinsip cahaya yang menggunakan cermin, lensa atau gabungan keduanya untuk melihat benda lain dengan lebih jelas. Beberapa jenis yang termasuk
O P T I K dan REFRAKSI. SMF Ilmu Kesehatan Mata RSD Dr.Soebandi FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER
O P T I K dan REFRAKSI SMF Ilmu Kesehatan Mata RSD Dr.Soebandi FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER SINAR MATA (Organ Penglihatan) KORNEA + 43 D B M D Media optik PUPIL LENSA + 20 D MEDIA REFRAKSI BADAN
Obat Diabetes Melitus Dapat Menghindari Komplikasi Mata Serius
Obat Diabetes Melitus Dapat Menghindari Komplikasi Mata Serius Konsumsi Obat Diabetes Melitus Memperingan Resiko Komplikasi Mata Anda mungkin pernah mendengar bahwa diabetes menyebabkan masalah mata dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Gaya Hidup a. Definisi Gaya Hidup atau lifestyle adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Anatomi organ penglihatan Gambar 2.1. Anatomi bola mata Mata merupakan sebuah bola yang berisi cairan dengan diameter kurang lebih 24 mm. 8 Secara garis besar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. LANDASAN TEORI 1. Anatomi Mata Gambar 1. Penampang bola mata Mata adalah indera penglihatan. Mata dibentuk untuk menerima rangsangan berkas cahaya pada retina, lalu dengan perantaraan
KESEHATAN MATA DAN TELINGA
KESEHATAN MATA DAN TELINGA Oleh Erwin Setyo Kriswanto PENDIDIKAN OLAHRAGA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA MATA DAN TELINGA INDERA PENGLIHAT ( MATA ) Mata adalah indera penglihatan,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mata 2.1.1 Anatomi mata Gambar. 1 Anatomi mata 54 Mata mempunyai 3 lapisan dinding yaitu sklera, koroid, dan retina. Sklera berfungsi untuk melindung bola mata dari gangguan.
Glaukoma. 1. Apa itu Glaukoma?
Glaukoma Glaukoma dikenal sebagai "Pencuri Penglihatan" karena tidak ada gejala yang jelas pada tahap awal terjadinya penyakit ini. Penyakit ini mencuri penglihatan Anda secara diam-diam sebelum Anda menyadarinya.
Sistem Saraf Tepi (perifer)
SISTIM SYARAF TEPI Sistem Saraf Tepi (perifer) Sistem saraf tepi berfungsi menghubungkan sistem saraf pusat dengan organ-organ tubuh Berdasarkan arah impuls, saraf tepi terbagi menjadi: - Sistem saraf
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan adalah sistem pendukung berbasis komputer bagi para pengambil keputusan menajemen yang menangani masalah-masalah tidak terstruktur
(Anterior surface Curvature) (Posterior surface Curvature)
Lensa kontak : setiap lensa yang diletakkan pada permukaan kornea dan sklera. Why Contact Lenses? Superior method of correcting refractive error Maximizes field of view Minimizes aberrations No frame BASIC
Pengkajian Sistem Penglihatan Mula Tarigan, SKp. Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Pengkajian Sistem Penglihatan Mula Tarigan, SKp. Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Apa yang dikaji? RIWAYAT KESEHATAN PEMERIKSAAN FISIK PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Dua minggu setelah operasi Jangan menggosok mata Pakai kacamata gelap (sunglasses) Lindungi mata dari debu dan kotoran
PETUNJUK UMUM PASKA PROSEDUR LASIK / ilasik / LASEK / EPI-LASIK Setelah menjalani operasi LASIK/iLASIK/LASEK/EPI-LASIK, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Petunjuk-petunjuk di bawah ini hendaknya
REFRAKSI. Oleh : Dr. Agus Supartoto, SpM(K) / dr. R. Haryo Yudono, SpM.MSc
REFRAKSI Oleh : Dr. Agus Supartoto, SpM(K) / dr. R. Haryo Yudono, SpM.MSc REFRAKSI PENGANTAR Mata : Media refraksi Media refrakta Pilem : Retina Sifat bayangan retina? Kesadaran di otak? REFRAKSI PADA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. depan atau belakang bintik kuning dan tidak terletak pada satu titik yang tajam. 16
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kelainan refraksi 2.1.1 Definisi kelainan refraksi Kelainan refraksi merupakan suatu keadaan dimana bayangan tegas tidak dibentuk pada retina (makula retina atau bintik kuning)
ENTROPION PADA KUCING
ENTROPION PADA KUCING (16 Nov 2017) ENTROPION PADA KUCING Apa yang Dimaksud Dengan Entropion Entropion adalah kondisi dimana kelopak mata (palpebra) bagian bawah berbalik ke dalam. Entropion juga dapat
Imagine your life without CONTACT LENSES & GLASSES Bayangkan hidup anda tanpa lensa kontak & kacamata
Imagine your life without CONTACT LENSES & GLASSES Bayangkan hidup anda tanpa lensa kontak & kacamata LASIK (Laser Assisted in-situ Keratomileusis) Lasik adalah prosedur koreksi penglihatan terkini dengan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Miopia (nearsightedness) adalah suatu kelainan refraksi dimana sinar-sinar sejajar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 KERANGKA TEORI II.1.1 DEFINISI Miopia (nearsightedness) adalah suatu kelainan refraksi dimana sinar-sinar sejajar masuk ke bola mata tanpa akomodasi akan dibiaskan di depan
BAB II ANATOMI. Sebelum memahami lebih dalam tentang jenis-jenis trauma yang dapat terjadi pada mata,
BAB II ANATOMI Sebelum memahami lebih dalam tentang jenis-jenis trauma yang dapat terjadi pada mata, sebaiknya terlebih dahulu dipahami tentang anatomi mata dan anatomi operasinya. Dibawah ini akan dijelaskan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Mata 1. Definisi Mata merupakan alat indra penglihatan yang terdapat pada manusia. Secara konstan mata menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk, memusatkan perhatian pada objek
CLINICAL SCIENCE SESSION MIOPIA. Preseptor : Erwin Iskandar, dr., SpM(K)., Mkes.
CLINICAL SCIENCE SESSION MIOPIA Preseptor : Erwin Iskandar, dr., SpM(K)., Mkes. Oleh : Yoga Yandika 1301-1209-0053 R. Ayu Hardianti Saputri 1301-1209-0147 Amer Halimin 1301-1006-3016 BAGIAN ILMU PENYAKIT
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Anatomi dan Histologi Mata Gambar 2.1. Anatomi Mata Sumber: Oftalmologi Umum, Riordan, 2014 Bola mata orang dewasa normal hampir bulat, dengan diameter anteroposterior sekitar
LASIK & ilasik (TM) Apakah LASIK itu?
Apakah LASIK itu? LASIK (Laser Assisted In-situ Keratomileusis) adalah suatu prosedur untuk mengubah bentuk lapisan kornea mata Anda dengan menggunakan sinar excimer laser untuk mengoreksi miopia (rabun
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Lensa kontak merupakan suatu cangkang lengkung
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Lensa kontak merupakan suatu cangkang lengkung yang terbuat dari kaca atau plastik, ditempelkan langsung pada bola mata atau kornea untuk memperbaiki gangguan
SISTEM KOORDINASI RITA WAHYUNINGSIH SMA NEGERI 5 MATARAM
SISTEM KOORDINASI RITA WAHYUNINGSIH SMA NEGERI 5 MATARAM SISTEM KOORDINASI 1. SISTEM SARAF 2. SISTEM ENDOKRIN 3. SISTEM INDERA 4. SISTEM KOORDINASI PADA HEWAN SISTEM SARAF PADA MANUSIA Sistem saraf tersusun
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Komputer Komputer adalah penemuan paling menarik sejak abad ke-20 (Izquierdo, 2010). Komputer adalah alat elektronik atau mesin yang dapat diprogram untuk menerima data dan
LASIK (Laser Assisted In-situ Keratomileusis)
Nama : IRRENA RAMAHADI NIM : 15308071 LASIK (Laser Assisted In-situ Keratomileusis) Latar belakang adanya LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis) ini adalah banyaknya pengguna kacamata dan kontak
SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 3. Sistem Koordinasi dan Alat InderaLatihan Soal 3.2
1. Perhatikan gambar mata berikut! Image not readable or empty assets/js/plugins/kcfinder/upload/image/alat%20indrpng SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 3. Sistem Koordinasi dan Alat InderaLatihan Soal 3.2 Bagian
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Prosedur Refraksi adalah salah satu prosedur elektif
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Prosedur Refraksi adalah salah satu prosedur elektif yang paling sering dilakukan dan akan terus populer dengan semakin halusnya pengerjaan teknik ablasi dan meningkatnya
PENDAHULUAN. beristirahat (tanpa akomodasi), semua sinar sejajar yang datang dari benda-benda
PENDAHULUAN Hipermetropi merupakan kelainan refraksi, dimana dalam keadaan mata beristirahat (tanpa akomodasi), semua sinar sejajar yang datang dari benda-benda pada jarak tak terhingga, dibiaskan dibelakang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Mata a. Pengertian Mata adalah salah satu organ tubuh vital manusia. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga dan mencegah hal-hal yang dapat merusak mata
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lensa kontak merupakan salah satu alat koreksi kelainan refraksi sebagai alternatif kacamata. Banyak orang memilih lensa kontak karena alasan estetis dan area pandangnya
GLUKOMA PENGERTIAN GLAUKOMA
GLUKOMA PENGERTIAN GLAUKOMA Glaukoma adalah suatu penyakit dimana tekanan di dalam bola mata meningkat, sehingga terjadi kerusakan pada saraf optikus dan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan. 1 Terdapat
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring perkembangan dan kemajuan teknologi, koreksi kelainan refraksi semakin bervariasi. Di antaranya, kacamata, lensa kontak, dan terapi laser. Saat ini, kacamata
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Mata 1. Definisi Mata Mata merupakan organ sensorik kompleks yang mempunyai fungsi optikal untuk melihat dan saraf untuk transduksi (mengubah bentuk energi ke bentuk lain) sinar
TINJAUAN PUSTAKA. tepat di retina (Mansjoer, 2002). sudah menyatu sebelum sampai ke retina (Schmid, 2010). Titik fokus
BAB II TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Miopia a. Definisi Miopia merupakan mata dengan daya lensa positif yang lebih kuat sehingga sinar yang sejajar atau datang dari tak terhingga
ORGAN PENYUSUN SISTEM SARAF MANUSIA
ORGAN PENYUSUN SISTEM SARAF MANUSIA SEL SARAF, terdiri dari 1. Dendrit 2. Badan Sel 3. Neurit (Akson) Menerima dan mengantarkan impuls dari dan ke sumsum tulang belakang atau otak ORGAN PENYUSUN SISTEM
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2.1. Anatomi Mata
5 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Anatomi Mata Gambar 2.1. Anatomi Mata Mata adalah suatu struktur sferis berisi cairan yang dibungkus oleh tiga lapisan. Dari paling luar ke paling dalam, lapisan-lapisan itu
fisika CAHAYA DAN OPTIK
Persiapan UN SMP 2017 fisika CAHAYA DAN OPTIK A. Sifat-Sifat Cahaya Cahaya merupakan suatu gelombang elektromagnetik sehingga cahaya dapat merambat di dalam ruang hampa udara. Kecepatan cahaya merambat
11/29/2013 PENGINDERAAN ADALAH ORGAN- ORGAN AKHIR YANG DIKHUSUSKAN UNTUK MENERIMA JENIS RANGSANGAN TERTENTU
ANATOMI FISIOLOGI SISTEM PENGINDERAAN PENGINDERAAN ADALAH ORGAN- ORGAN AKHIR YANG DIKHUSUSKAN UNTUK MENERIMA JENIS RANGSANGAN TERTENTU BEBERAPA KESAN TIMBUL DARI LUAR YANG MENCAKUP PENGLIHATAN, PENDENGARAN,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2.1. Anatomi Mata
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Anatomi Mata Gambar 2.1. Anatomi Mata Mata adalah sepasang organ penglihatan dan terdiri dari bola mata dan saraf optik. Bola mata terdapat di dalam orbita
BAB III CARA PEMERIKSAAN
BAB III CARA PEMERIKSAAN A. Daftar keterampilan yang harus dikuasai 1. Pemeriksaan ketajaman penglihatan/visus 2. Pemeriksaan posisi dan gerakan bola mata 3. Pemeriksaan lapang pandangan secara konfrontasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Bola mata terletak di dalam kavum orbitae yang cukup terlindung (Mashudi,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Anatomi bola mata Bola mata terletak di dalam kavum orbitae yang cukup terlindung (Mashudi, 2011). Bola mata di bagian depan (kornea) mempunyai kelengkungan
BAB I PENDAHULUAN. kacamata. Penggunaan lensa kontak makin diminati karena tidak mengubah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lensa kontak adalah salah satu terapi refraksi yang lazim digunakan selain kacamata. Penggunaan lensa kontak makin diminati karena tidak mengubah struktur wajah dan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Lensa kontak adalah sejenis plastik yang tipis dan berkurva yang direka untuk dipakai atas permukaan kornea. Lensa kontak akan menempel pada lapisan air mata yang
Anita's Personal Blog Glaukoma Copyright anita handayani
Glaukoma Penyakit glaukoma disebabkan oleh saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan kemudian menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata yang akhirnya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. anak yang kedua orang tuanya menderita miopia. 11,12
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 DEFINISI MIOPIA Miopia merupakan gangguan tajam penglihatan, dimana sinar-sinar sejajar dengan garis pandang tanpa akomodasi akan dibiaskan di depan retina. Miopia terjadi
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PURI BETIK HATI. Jl. Pajajaran No. 109 Jagabaya II Bandar Lampung Telp. (0721) , Fax (0721)
PANDUAN CUCI TANGAN RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PURI BETIK HATI Jl. Pajajaran No. 109 Jagabaya II Bandar Lampung Telp. (0721) 787799, Fax (0721) 787799 Email : [email protected] BAB I DEFINISI Kebersihan
ALAT-ALAT OPTIK. Beberapa jenis alat optik yang akan kita pelajari dalam konteks ini adalah:
ALAT-ALAT OPTIK Kemajuan teknologi telah membawa dampak yang positif bagi kehidupan manusia, berbagai peralatan elektronik diciptakan untuk dapat menggantikan berbagai fungsi organ atau menyelidiki fungsi
Gambar 2.1 Anatomi Mata
6 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Anatomi dan fisologi Mata Gambar 2.1 Anatomi Mata Yang termasuk media refraksi antara lain kornea, pupil, lensa, dan vitreous. Media refraksi targetnya di retina sentral (macula).
2. MATA DAN KACAMATA A. Bagian Bagian Mata Diagram mata manusia ditunjukkan pada gambar berikut.
1. PENGERTIAN ALAT OPTIK Alat optik adalah alat penglihatan manusia, baik alamiah maupun buatan manusia. Alat optik alamiah adalah mata dan alat optik buatan adalah alat bantu penglihatan manusia untuk
qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq
qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq ALAT ALAT wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui OPTIK Sri Cahyaningsih
Sumber : Tortora, 2009 Gambar 2.1. Anatomi Bola Mata
6 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Anatomi dan Fisiologi Mata Mata adalah suatu organ yang rumit dan sangat berkembang yang peka terhadap cahaya. Mata dapat melewatkan cahaya dengan bentuk dan intensitas cahaya
MYOPIA. (Rabun Jauh)
MYOPIA (Rabun Jauh) Disusun Oleh : Fahmi Firmansyah Fauza Kariki T.S Shindy Intan D.S (01.12.000.3..) (01.12.000.350) (01.12.000.366) Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Jenjang S-1 Sekolah Tinggi
BAB 1 PENDAHULUAN. keberadaannya sejak abad 19 (Lawson, 1989). Flora konjungtiva merupakan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Adanya mikroorganisme yang normal pada konjungtiva manusia telah diketahui keberadaannya sejak abad 19 (Lawson, 1989). Flora konjungtiva merupakan populasi mikroorganisme
Diagnosa banding MATA MERAH
Diagnosa banding MATA MERAH Konjungtivitis Keratitis Uveitis Anterior Glaukoma Kongestif Akut Visus Normal Tergantung letak infiltrat Menurun perlahan, tergantung Menurun ak letak radang Hiperemi konjungtiva
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Infeksi nosokomial adalah infeksi yang ditunjukkan setelah pasien
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Infeksi Nosokomial Infeksi nosokomial adalah infeksi yang ditunjukkan setelah pasien menjalani proses perawatan lebih dari 48 jam, namun pasien tidak menunjukkan gejala sebelum
BAB I PENDAHULUAN. yang memiliki efek yang kuat dalam menurunkan tekanan intraokular (TIO)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Latanoprost merupakan salah satu obat anti glaukoma terkait prostaglandin yang memiliki efek yang kuat dalam menurunkan tekanan intraokular (TIO) dengan meningkatkan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. dalam proses refraksi ini adalah kornea, lensa, aqueous. refraksi pada mata tidak dapat berjalan dengan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Mata merupakan suatu organ refraksi yang berfungsi untuk membiaskan cahaya masuk ke retina agar dapat diproses oleh otak untuk membentuk sebuah gambar. Struktur
BAB II LANDASAN TEORI. bagian depan orbita (Moore et al., 2010). Pada anak baru lahir, rata-rata. atau dewasa (Vaughan dan Asbury, 2009)
BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Anatomi Bola Mata Bola mata merupakan organ penglihatan manusia yang menempati bagian depan orbita (Moore et al., 2010). Pada anak baru lahir, rata-rata diameter
REFRAKSI dan KELAINAN REFRAKSI. Prof. Dr. H. Sidarta Ilyas SpM Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. 6/12/2012 1
REFRAKSI dan KELAINAN REFRAKSI Prof. Dr. H. Sidarta Ilyas SpM Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. 6/12/2012 1 Media penglihatan kornea lensa badan kaca retina selaput jala ( serabut penerus ) 6/12/2012
Agia Dwi Nugraha Pembimbing : dr. H. Agam Gambiro Sp.M. KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT MATA RSUD Cianjur FK UMJ
Agia Dwi Nugraha 2007730005 Pembimbing : dr. H. Agam Gambiro Sp.M KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT MATA RSUD Cianjur FK UMJ Fisiologi lensa : Fungsi utama memfokuskan berkas cahaya ke retina. Kerjasama
commit to user BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Intensitas Penerangan a. Pengertian Intensitas Penerangan
BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Intensitas Penerangan a. Pengertian Intensitas Penerangan Intensitas penerangan adalah banyaknya cahaya yang tiba pada satu luas permukaan (Ahmadi, 2009). Intensitas
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN TRAUMA PADA KORNEA DI RUANG MATA RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA. Trauma Mata Pada Kornea
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN TRAUMA PADA KORNEA DI RUANG MATA RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA I. Pengertian Ulkus kornea adalah hilangnya sebagian permukaan kornea akibat kematian jaringan kornea. Sedang
BAB I PENDAHULUAN. dimana kedua mata terdapat perbedaan kekuatan refraksi. 1,2
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Anisometropia yang merupakan salah satu gangguan penglihatan, adalah suatu keadaan dimana kedua mata terdapat perbedaan kekuatan refraksi. 1,2 Anisometropia pada anak
II. TINJAUAN PUSTAKA. Seseorang dengan katarak akan melihat benda seperti tertutupi kabut, lensa mata
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Katarak Asal kata katarak dari bahasa Yunani cataracta yang berarti air terjun. Seseorang dengan katarak akan melihat benda seperti tertutupi kabut, lensa mata yang biasanya bening
OPTIKA CERMIN, LENSA ALAT, ALAT OPTIK. PAMUJI WASKITO R, S.Pd GURU MATA PELAJARAN FISIKA SMK N 4 PELAYARAN DAN PERIKANAN
OPTIKA CERMIN, LENSA ALAT, ALAT OPTIK PAMUJI WASKITO R, S.Pd GURU MATA PELAJARAN FISIKA SMK N 4 PELAYARAN DAN PERIKANAN Pembentukan Bayangan pada Cermin Pembentukan bayangan maya pada cermin datar CERMIN
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Anatomi Mata Gambar 2.1. Anatomi Mata Yang termasuk media refraksi antara lain kornea, pupil, lensa, dan vitreous. Media refraksi targetnya di retina sentral (macula). Gangguan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berdasarkan data dari World Health Organization penyebab kebutaan paling banyak di dunia adalah kelainan refraksi, katarak, dan disusul oleh glaukoma. Dari semua kelainan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dalam kandungan dan faktor keturunan(ilyas, 2006).
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Katarak adalah keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa atau terjadi akibat kedua-duanya.
OTC (OVER THE COUNTER DRUGS)
OTC (OVER THE COUNTER DRUGS) Obat adalah bahan atau panduan bahan-bahan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis,
3.1.3 menganalisis pembentukan bayangan pada lup,kacamata, mikroskop dan teropong
ALAT-ALAT OPTIK UNTUK SMk KELAS XII SEMESTER 1 OLEH : MUJIYONO,S.Pd SMK GAJAH TUNGGAL METRO MATERI : ALAT-ALAT OPTIK TUJUAN PEMBELAJARAN : Standar Kompetensi: 3. Menerapkan prinsip kerja alat-alat optik
BAB I PENDAHULUAN. penyebarannya sangat cepat. Penyakit ini bervariasi mulai dari hiperemia
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Konjungtivitis merupakan penyakit mata paling umum didunia. Penyakit konjungtivitis ini berada pada peringkat no.3 terbesar di dunia setelah penyakit katarak dan glaukoma,
kacamata lup mikroskop teropong 2. menerapkan prnsip kerja lup dalam menyelesaikan permasalahan yang berhubungan
alat-alat optik adalah benda/alat yang menerapkan sifat-sifat cahaya mata indra untuk melihat ALAT - ALAT OPTIK kacamata alat-alat optik lup mikroskop teropong alat optik yang digunakan untuk membuat sesuatu
ALAT ALAT INDERA, ALAT PERNAPASAN MANUSIA, DAN JARINGAN TUMBUHAN
ALAT ALAT INDERA, ALAT PERNAPASAN MANUSIA, DAN JARINGAN TUMBUHAN Kompetensi yang hendak dicapai: Siswa dapat memahami bagian tubuh manusia dan hewan, menjelaskan fungsinya, serta mampu mengidentifikasi
KLINIK MATA PANGKALAN BUN Dr.AGUS ARIYANTO,SpM
1 PROPOSAL KLINIK MATA KLINIK MATA PANGKALAN BUN Dr.AGUS ARIYANTO,SpM Pendahuluan Memiliki mata yang sehat sudah menjadi impian semua orang, karena mata merupakan salah satu indra terpenting dan paling
BAHAN AJAR. 1. Mata. Diagram susunan mata dapat dilihat pada gambar berikut.
BAHAN AJAR 1. Mata Diagram susunan mata dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 1. Diagram bagian-bagian mata manusia dan pembentukan Mata merupakan alat optik yang mempunyai cara kerja seperti kamera.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam baik sumber daya alam hayati maupun non hayati. Sumber daya alam hayati berupa tanaman yang ada di Indonesia
maka dilakukan dengan carafinger counting yaitu menghitung jari pemeriksa pada jarak 1 meter sampai 6 meter dengan visus 1/60 sampai 6/60.
Pemeriksaan Refraksi Subjektif dan Objektif 1. Pemeriksaan Visus Pemeriksaan tajam penglihatan dilakukan dengan memakai Snellen Chart atau dengan chart jenis lainnya. Jarak antara kartu Snellen dengan
Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman, penggunaan. lensa kontak sebagai pengganti kacamata semakin meningkat.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman, penggunaan lensa kontak sebagai pengganti kacamata semakin meningkat. Diperkirakan saat ini terdapat 125 juta
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. TINJAUAN PUSTAKA 1. Miopia a. Definisi Miopia atau rabun jauh adalah suatu kelainan refraksi pada mata dimana bayangan difokuskan di depan retina, ketika mata tidak dalam kondisi
biasanya dialami benda yang tidak tembus cahaya, sedangkan pembiasan terjadi pada benda yang transparan atau tembus cahaya. garis normal sinar bias
7.3 Cahaya Cahaya, apakah kamu tahu apa itu cahaya? Mengapa dengan adanya cahaya kita dapat melihat lingkungan sekitar kita? Cahaya Matahari yang begitu terang dapat membentuk pelangi setelah hujan berlalu?
ABSTRAK. EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI BEBERAPA CAIRAN PERAWATAN LENSA KONTAK TERHADAP Pseudomonas aeruginosa IN VITRO
ABSTRAK EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI BEBERAPA CAIRAN PERAWATAN LENSA KONTAK TERHADAP Pseudomonas aeruginosa IN VITRO Rizka Aprilia Irianti, 2011. Pembimbing I : Fanny Rahardja, dr., M. Si. Pembimbing II: Joshua
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Katarak Katarak berasal dari bahasa Yunani, Katarrhakies yang berarti air terjun. Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan
TEKNIK PEMERIKSAAN REFRAKSI SUBYEKTIF MENGGUNAKAN TRIAL FRAME dan TRIAL LENS
TEKNIK PEMERIKSAAN REFRAKSI SUBYEKTIF MENGGUNAKAN TRIAL FRAME dan TRIAL LENS Tujuan Pemeriksaan: 1. Menentukan jenis lensa bantu yang memberikan penglihatan paling jelas untuk mengkoreksi kelainan refraksi
BAB IV BIOOPTIK FISIKA KESEHATAN
BAB IV BIOOPTIK Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa akan dapat: a. Menentukan posisi dan pembesaran bayangan dari cermin dan lensa b. Menjelaskan proses pembentukan bayangan pada mata c. Menjelaskan
PENDAHULUAN. Perut terisi makanan lambung diperintah untuk mencerna
SISTEM SENSORIK PENDAHULUAN Sistem sensorik memungkinkan kita merasakan dunia Bertindak sebagai sistem peringatan Nyeri indikasi menghindari rangsangan yang membahayakan Mengetahui apa yang terjadi dalam
SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 3. Sistem Koordinasi dan Alat InderaLatihan Soal 3.3
SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 3. Sistem Koordinasi dan Alat InderaLatihan Soal 3.3 1. Kelainan pada mata yang menurun dan dikarenakan terjadinya kerusakan pada sel kerucut akan menyebabkan... Buta warna Rabun
10/6/2011 INDERA MATA. Paryono
INDERA MATA Paryono 1 INDERA PENGLIHATAN BOLA MATA TDD: 3 LAPISAN YAKNI, LAPISAN TERLUAR SKLERA, KERUH YG SEMAKIN KE DEPAN SE-MAKIN TEMBUS PANDANG KORNEA LAPISAN KEDUA KHOROID, HITAM (GELAP), KE DEPAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Katarak berasal dari bahasa Yunani cataracta yang berarti air terjun. Katarak adalah perubahan lensa mata yang semula jernih dan tembus cahaya menjadi keruh, sehingga
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
15 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Anatomi Bola Mata Gambar 1 : Anatomi Bola Mata Bola mata mempunyai bentuk bulat dengan panjang maksimal 24 mm. bagian depan bola mata (kornea) mempunyai kelengkungan yang
