X. SUPERNETTING. Hand Out : Piping Supriatna 65

dokumen-dokumen yang mirip
IX. Pembentukan Sub Jaringan (Subnetting)

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Supernet

Universitas Indraprasta PGRI / Teknik Informatika. CONTOH 1 : IP Address : Kelas C IP Address : Subnet Mask :

Pertemuan XII. Subnetting Cara Cepat I (IP Kelas C)

Andi Dwi Riyanto, M.Kom

SUBNETTING IP ADDRESS (NETWORK LAYER) Budhi Irawan, S.Si, M.T

JARINGAN KOMPUTER IP VERSI 4

PENGANTAR SUBNETTING

Modul Praktikum Subnet dan Supernet

9/27/2013. Elisabeth,S.Kom -FTI UAJM. Pertemuan 5. Subnetting

SUBNETTING. Gambar 1. Satu jaringan dengan IP Address

IP dan Netmask. Mohamad Irsan. Electronic Engineering Polytechnic Institut of Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo 60111

Cara Cepat Belajar Mneghitung Subnetting IP Address Bagian 1

Jaringan Komputer. Pengalamatan Logis Internet Protocol versi 4 (IPV4)

Subnetting. Pertemuan XI. Contoh Subneting 1

NETWORK LAYER. Lapisan jaringan atau Network layer adalah lapisan ketiga dari bawah dalam model referensi jaringan OSI

Satu Physical Network dengan host yang banyak

JARINGAN KOMPUTER Alokasi IP Address (pertemuan 5)

32 bit dibagi menjadi 4 bagian setiap bagian terdiri dari 8 bit. Untuk kemudahan dikonversi menjadi desimal.

Skema IP Addressing. IP Address terdiri 32 bits. Terbagi menjadi dua bagian Bagian networkid dan Bagian HostID, hal ini tergantung dari subnetmask

subnetting Subnetting berarti memecah jaringan menjadi beberapa jaringan kecil. Untuk memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, di

Teknik Komputer dan Jaringan SMKN 2 Kota Bandung SMK-TI TRAINING AND CERTIFICATION. Modul 10 DESAIN LAN. Team Training SMK TI 78

VLSM (Variable Length Subnet Mask) Joko Christian,S.Kom

Untuk memahami maksud istilah-istilah di atas, selanjutnya dapat disimak langkah-langkah berikut. Misal diketahui alamat sebagai berikut :

Modul 3. Praktikkum Subnetting. A. Tujuan

Memahami IP Address 17 th of November 2001

32 bit dibagi menjadi 4 bagian setiap bagian terdiri dari 8 bit. Untuk kemudahan dikonversi menjadi desimal.

SMK-TI TRAINING AND CERTIFICATION. Modul 5 IP ADDRESS. Team Training SMK TI 37

KONSEP IP ADDRESS DAN PERHITUNGAN SUBNETTING

BAB 3: IPV4 SUBNETTING & VLSM

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Subnnetting

Konsep Bilangan Biner & Desimal. Contoh :

Subnetting. Electronic Engineering Polytechnic Institut of Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111

IP Addressing. Oleh : Akhmad Mukhammad

IP dan Netmask Muhammad Ze Muhammad Z n S n S. Hadi, ST ST. MSc. 1

SUBNETTING IP ADDRESS

IP Address & Subnetting

Muhammad Zen S. Hadi, ST. MSc.

IP Class

Di dalam jaringan TCP/IP setiap terminal diidentifikasi dengan sebuah alamat IP unik. Kecuali Router dapat memiliki lebih dari sebuah alamat IP,

Praktikum Jaringan Komputer

Studi Kasus Subnetting dan Routing Static

MODUL 3 SUBNETTING & PENGATURAN IP PADA LOKAL AREA NETWORK

Penggunaan IP Address

IP Address dan Netmask

Subnetting. Analogi subnetting dalam bentuk jalan

MODUL 6 KONSEP SUBNETTING

LEBIH MENGENAL PROSES SUBNNETING

JARINGAN KOMPUTER SUBNETTING

1. Mengetahui node IP Address versi 4

IP Address and Subnet Address

IP Address. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Tekonolgi Sepuluh Nopember Surabaya

Pe P rhit i u t ngan IP I P Ad A dress ICT Center Majene

IP (INTERNET PROTOCOL) ADDRESSING

UNIT I IP Address, Subnetting, VLSM dan IP Assignment

KONSEP SUBNETTING IP ADDRESS UNTUK EFISIENSI INTERNET

IP Addressing. Ir. Risanuri Hidayat, M.Sc.

KONSEP SUBNETTING. Mata kuliah Jaringan Komputer Iskandar Ikbal, S.T., M.Kom

JARINGAN KOMPUTER S1SI AMIKOM YOGYAKARTA

Subnetting. Contoh analogi :

INTERNETWORKING. Dosen Pengampu : Syariful Ikhwan ST., MT. Submitted by Dadiek Pranindito ST, MT,. SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM LOGO

IP address adalah sistem pengalamatan pada TCP/IP yang tersusun atas 32 bit angka biner, angka yang hanya dapat bernilai 0 atau 1.

Subnetting. Dua alasan utama melakukan subnetting: 1. Mengalokasikan IP address yang terbatas supaya lebih efisien.

VARIASI & TEKNIK PERHITUNGAN IP ADDRESS A) SOAL SUBNETMASK DENGAN PERSYARATAN JUMLAH HOST ATAU SUBNET

Materi Praktikum Studi Kasus Penyelesaian Subnetting dan Routing Static

DASAR JARINGAN. TCP (Transmission Control Protocol) merupakan protokol (penterjemah) dalam

JARINGAN KOMPUTER SUBNETTING. Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Subnetting. Modul 4. Subnetting. Kelas-kelas jaringan

Minggu 5 Network Layer

Untuk memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, dimana sebagaian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat ID tambahan

SUBNETTING. S. Indriani L., M.T

TCP dan Pengalamatan IP

VIII. IMPLEMENTASI & PENGEMBANGAN JAR.KOM.

PENGALAMATAN IP DAN SUBNETTING

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI KALKULATOR SUBNETTING BERBASIS WEB

CIDR DAN VLSM. Budhi Irawan, S.Si, M.T

A.3. Tool network traceroute Untuk mengecek koneksi digunakan protokol ICMP dengan perintah ping atau traceroute.

JARINGAN KOMPUTER. INTERNET PROTOKOL dan NETMASK. Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs

Pembagian Kelas IP Address dan Subnetting. By :

PENGENALAN JARINGAN KOMPUTER

IP ADDRESS DAN SUBNETTING

IP ADDRESS dan SUBNETTING

Subnetting & CIDR. Fakultas Rekayasa Industri Institut Teknologi Telkom

PENGANTAR SUBNETTING II

TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mahasiswa memahami konsep subnetting 2. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi jaringan memakai IP Subnetting

AKHMAD FAJRI YUDIHARTO( ) Tugas 3. Vlan Menggunakan 2 Switch

PENGHITUNGAN SUBNETTING

Pertemuan 2: ARP dan Ping

- FREE EDITION - BUKU JAGO SUBNETTING MOHAMMAD AFDHAL JAUHARI

BAB IV INTERNET PROTOCOL

pengenalan IP Address

CARA MENGHITUNG IP ADDRESS, SUBNET MASK DAN NET ID April 18, 2014 Leave a comment

! Sebenarnya subnetting itu apa? Kenapa harus. ! Hasil: hierarki 3-layer. ! Lalu:

Jaringan Komputer: Ch. 3 Network Protocols and Communications

JARINGAN KOMPUTER SUBNETTING

Percobaan VLAN. Konfigurasi VLAN


MODUL 3 SUBNETTING DAN PENGATURAN IP PADA LINUX

Transkripsi:

X. SUPERNETTING Subnetting dilakukan untuk tujuan memadukan teknologi dari topologi jaringan yang berbeda, membatasi jumlah node dalam satu segmen jaringan dan mereduksi lintasan transmisi yang ditimbulkan oleh broadcast maupun tabrakan (collision) pada saat transmisi data. Subnetting dilakukan dengan mengambil beberapa bit HOST untuk dijadikan bit NETWORK, sehingga terjadi pemindahan garis pemisah antara bit-bit network dengan bit-bit host, dengan memperhatikan kebutuhan jumlah Nomor Host untuk setiap Subnet. Namun adakalanya suatu network tidak mampu menampung sejumlah Host yang diperlukan (sebagai contoh, jumlah Host maksimum dari kelas C adalah 254 buah), dan jika hal ini terjadi (misalkan jumlah Host yang akan digabung >1000 buah), maka untuk mengatasinya dilakukanlah penggabungan dari beberapa jaringan kelas C. Gb.X-1 : Supernetwork dengan anggota > 1000 workstation Hand Out : Piping Supriatna 65

Supernetting merupakan kebalikan dari Subnetting, dimana dalam hal ini penambahan jumlah Host dalam jaringan dilakukan dengan meminjam beberapa bit network untuk dijadikan bit Host dalam membentuk IP- Address pada Supernet, dengan memperhatikan jumlah Nomor Host yang akan digabung. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini : Gb.X-2 : Proses Subnetting dan Supernetting. Hand Out : Piping Supriatna 66

Pengaturan IP-Address pada super jaringan (supernet) ada prosedurnya tersendiri, yaitu sebagai berikut : Prosedur Supernetting 1. Pada Supernet bit Host yang bernilai nol semua berfungsi sebagai Supernet Address, bit Host yang bernilai satu semua berfungsi sebagai Broadcast Address. 2. Pada proses netmasking, IP-Address untuk Supernet-mask ditentukan dengan mengganti semua bit Network dengan bit 1, dan mengganti semua bit Host (termasuk bit Host yang dipinjam dari bit Network) dengan bit 0. Contohnya pembentukan supernet dari gabungan 4 buah jaringan Kelas-C dengan meminjam 2 bit Network, maka komposisi bit 1 dan bit 0 pada proses netmasking : Sebelum Subnetting : 10nnnnnn.nnnnnnnn. nnnnnnnn.hhhhhhhh Proses netmasking : 11111111. 11111111. 11111111. 00000000 Subnet-mask Kls-C : 255. 255. 255. 0 Setelah Supernetting : 10nnnnnn.nnnnnnnn. nnnnnnhh.hhhhhhhh Proses netmasking : 11111111.11111111.11111100.00000000 Supernet-mask : 255. 255. 252. 0 Untuk menghitung nilai desimal dari Subnet pada proses netmasking di atas, digunakan tabel konversi Biner (Tabel IX.1). Contoh soal : Enam buah jaringan Kelas-C dengan Nomor Network 192.168.32, 192.168.33, 192.168.34, 192.168.35, 192.168.36 dan 192.168.37, yang masing-masing memiliki 254 Host, akan digabungkan membentuk suatu Supernet. Hand Out : Piping Supriatna 67

a. Tentukan penambahan bit Host yang dibutuhkan, dan Supernet Mask dari gabungan jaringan tersebut! b. Tentukan jumlah Host maksimum yang bisa ditampung oleh Supernet tersebut! c. Tentukan Supernet ID (Address), Host Range dan Supernet Broadcast untuk Supernet tersebut! Jawab : a. Jumlah bit Host yang dibutuhkan untuk menggabungkan 6 buah jaringan : - untuk 2 bit dapat menggabungkan maksimum 4 jaringan ( 2 2 = 4 ). - untuk 3 bit dapat menggabungkan maksimum 8 jaringan ( 2 3 = 8 ). Jadi jumlah bit Host tambahan yang diperlukan adalah 3 bit. Sebelum Supernetting : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh Setelah Supernetting : 10nnnnnn.nnnnnnnn.nnnnnHHH.hhhhhhhh Proses netmasking : 11111111. 11111111. 11111000. 00000000 Supernet-mask : 255. 255. 248. 0 b. Untuk Supernet dari kelas C dengan penambahan 3 bit Host, maka : - jumlah Host maksimum yang bisa ditampung adalah : 2 (8+n) - 2 = 2 (8+3) - 2 = 2048-2 = 2046 Host. c. Supernet ID (Address), Host Range dan Subnet Broadcast untuk gabungan jaringan tersebut, adalah : Supernet Address : 192. 168. 8. 0 (alternatif lain : 192.168.16.0; 192.168.24.0; 192.168...0;...; 192.168.248.0 ) Catatan : Yang dibentuk hanya sebuah Supernet. Supernetmask : 255. 255. 248. 0 Hand Out : Piping Supriatna 68

H o s t Range : 192. 168. 8. 1-192. 168. 8. 255 192. 168. 9. 0-192. 168. 9. 255 192. 168. 10. 0-192. 168. 10. 255 192. 168. 11. 0-192. 168. 11. 255 192. 168. 12. 0-192. 168. 12. 255 192. 168. 13. 0-192. 168. 13. 254 192. 168. 14. 0-192. 168. 14. 255 192. 168. 15. 0-192. 168. 15. 254 Supernet Broadcast : 192. 168. 15. 255 Host-range yang tersedia : 2046 IP-Address. Host-range digunakan hanya : 6 x 254 = 1524 IP-Address. Hasil dari proses Supernetting ini mengubah komposisi antara bit Network dengan bit Host, dengan demikian hal ini akan mempengaruhi nilai Network Address, Broadcast Address dan Subnetmask Jaringan. Sebagai contoh untuk kasus di atas : Host dengan IP-Address 192.168.12.81/21 adalah Host yang terdapat pada baris ke 5 dari supernet yang terbentuk. Network Address = 192.168.8.0 ; Broadcast Address = 192.168.15.255 ; Subnetmask Jaringan = 255.255.248.0 Hal ini bisa juga diperoleh melalui perhitungan sbb. : Masking 21 bit untuk kelas-c : 192.168.12.81/21 IP-Address 192 168 12 81 1100000 10101000 00001100 0 1010001 Supernet Mask 255 248 248 0 11111111 11111111 11111000 00000000 Network Address 144 128 8 0 1100000 10101000 00001000 00000000 Broadcast Address 192 135 15 255 1100000 10000111 00001111 11111111 Gb.X-3 : Perhitungan Supernet Mask. Hand Out : Piping Supriatna 69

Contoh perhitungan Supernet Mask untuk IP-Address lainnya : Masking 13 bit untuk kelas-b : 144.132.28.49/13 IP-Address 144 132 28 49 1001000 10000100 00011100 0 0110001 Supernet Mask 255 248 0 0 11111111 11111000 00000000 00000000 Network Address 144 128 0 0 1001000 10000000 00000000 00000000 Broadcast Address 192 135 255 255 1100000 10000111 11111111 11111111 Masking 20 bit untuk kelas-c : 203.172. 45.112/20 IP-Address 203 172 45 112 10001011 10101100 00101101 0 1110000 Supernet Mask 255 255 240 0 11111111 11111111 11110000 00000000 Network Address 203 172 32 0 10001011 10101100 00100000 00000000 Broadcast Address 203 172 47 255 10001011 10101100 00101111 11111111 Gb.X-4 : Perhitungan Supernet Mask untuk kelas-b dan kelas-c Hand Out : Piping Supriatna 70

Tugas : 1. Lima buah jaringan dari Kelas-C dengan Nomor Network 192.168.21, 192.168.22, 192.168.23, 192.168.24 dan 192.168.25, yang masingmasing memiliki 200 Host, akan digabungkan membentuk suatu Supernet. a. Tentukan penambahan bit Host yang dibutuhkan, dan Supernet Mask dari gabungan jaringan tersebut! b. Tentukan jumlah Host maksimum yang bisa ditampung oleh Supernet tersebut! c. Tentukan Supernet ID (Address), Host Range dan Supernet Broadcast untuk Supernet tersebut! 2. Enam buah jaringan dari Kelas-C dengan Nomor Network 192.168.41, 192.168.42, 192.168.43, 192.168.44, 192.168.45 dan 192.168.46, yang masing-masing memiliki 250 Host, akan digabungkan membentuk suatu Supernet. a. Tentukan penambahan bit Host yang dibutuhkan, dan Supernet Mask dari gabungan jaringan tersebut! b. Tentukan jumlah Host maksimum yang bisa ditampung oleh Supernet tersebut! c. Tentukan Supernet ID (Address), Host Range dan Supernet Broadcast untuk Supernet tersebut! 3. Dengan cara yang sama tentukan Network Address, Broadcast Address dan Supernetmask Jaringan untuk Host dengan IP-Address : 154.78.39.27/14; 194.45.39.27/25 dan 202.64.82.27/24! --------------------------- Hand Out : Piping Supriatna 71