RENCANA KERJA DINAS TANAMAN PANGAN DAN PERKEBUNAN TAHUN 2015 DINAS TANAMAN PANGAN DAN PERKEBUNAN 2014
KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-nya sehingga penyusunan Rencana Kerja Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Tahun Anggaran 2015 dapat diselesaikan dengan baik. Rencana Kerja Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan ini bagian-bagiannya terdiri dari penelaahan isu-isu strategis dan evaluasi pelaksanaan program pada tahun sebelumnya; dan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2015. Dalam penyusunan Rencana Kerja Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan ini masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki dan dibahas lebih lanjut dan forum untuk membahas tersebut salah satunya adalah forum SKPD yang akan dilaksanakan sebagai salah satu tahapan dalam proses perencanaan. Selanjutnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan penyusunan Rencana Kerja ini Kami ucapkan terima kasih. Akhirnya besar harapan kami semoga Rencana Kerja ini bermanfaat dan bisa berguna dalam kemajuan pelaksanaan pembangunan pertanian selanjutnya. Muaro Sijunjung, Pebruari 2014 KEPALA DINAS TANAMAN PANGAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN SIJUNJUNG, Ir. NIZAM UL MULUK, M.Si. NIP. 19670315 199202 1 002 i
DAFTAR ISI Hal KATA PENGANTAR..... i DAFTAR ISI.... ii BAB I. PENDAHULUAN.. 1 BAB II. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU.. 3 BAB III. TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN... 16 BAB IV. PENUTUP. 20 LAMPIRAN..... 30 ii
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dominannya sektor pertanian, terutama subsektor tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan didukung adanya fakta bahwa persentase terbesar penduduk bekerja disektor pertanian artinya bahwa mata pencaharian sebagian besar penduduk adalah di sektor pertanian khususnya subsektor tanaman pangan dan perkebunan. Fakta lain dapat ditunjukkan dengan pola penggunaan lahan di masyarakat yang sebagian besar diperuntukkan untuk sektor pertanian. Pentingnya peran sektor pertanian terutama subsektor tanaman pangan dan perkebunan tidak dibarengi dengan perkembangan yang cepat terhadap perbaikan kesejahteraan masyarakat khususnya petani. Untuk itu masih diperlukan programprogram yang konfrehensif dan berkelanjutan yang dapat menyelesaikan permasalahanpermasalahan yang terdapat pada sektor pertanian. Dalam menangani permasalahan dan mempercepat pembangunan di sektor pertanian maka Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan, tetap dan terus menyusun dan melaksanakan program dan kegiatan yang dapat mendorong peningkatan produksi, produktivitas, serta kualitas komoditi pertanian yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dan petani. Dalam penyusunan, pelaksanaan maupun evaluasi program/kegiatan harus mempunyai ukuran sesuai dengan Anggaran Berbasis Kinerja sehingga setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat dinilai baik itu keberhasilan dalam pelaksanaan maupun dari manfaat yang dihasilkan serta kesesuaian arah dan kebijakan pembangunan khususnya dibidang pertanian. Untuk itu dalam sebagai acuan dalam mencapai tujuan perlu disusun sebuah rencana kerja tahunan berupa dokumen Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD) Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Tahun 2015. 1.2. Landasan Hukum Dasar pelaksanaan penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD) Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Tahun 2015 adalah : 1
1) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. 2) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008. 3) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah kabupaten Sijunjung 2010-2015. 4) Peraturan Daerah Kabupaten Sijunjung Nomor 5 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Sijunjung. 1.3. Maksud dan Tujuan Tujuan dari penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja- SKPD) Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Tahun 2015 ini adalah : 1) Sebagai penjabaran dan tindak lanjut dari Rencana Strategis (Renstra) Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan 2011-2015. 1.4. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja - SKPD) Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Tahun 2015 ini adalah : BAB I : PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang 1.2.Landasan Hukum 1.3.Maksud dan Tujuan 1.4.Sistematika Penulisan BAB II : EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU 2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun 2013 dan Capaian Renstra SKPD 2.2. Analisis Kinerja Pelayanan SKPD 2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD 2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD 2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan masyarakat BAB III. : TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 4.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional 4.2. Tujuan dan Sasaran Renja SKPD 4.3. Program dan Kegiatan BAB IV : PENUTUP 2
Lampiran 3
II. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU (2013) 2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun 2013 dan Capaian Renstra SKPD 1). Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun 2013 Tabel 1. Realisasi Fisik dan Keuangan Program dan Kegiatan TA. 2013 NO NAMA PROGRAM & KEGIATAN PAGU ANGGARAN (Rp.) I FISIK REALISASI KEUANGAN (%) (Rp.) (%) SISA ANGGARAN (Rp.) 1 2 3 4 5 6 7 Program Pelayanan Adm. Perkantor 1 a. Penunjang operasional Adm. perkantoran 318.008190 100.00 301.652.010 94,86 16.356.180 2 b. Penunjang operasional Jasa perkantoran 200.348,000 100.00 173.325.377 86,51 27.021.623 II 3 Program Sarana dan Prasarana Aparatur a. Peningkatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana kantor 761.907.000 100.00 656.430.622 85,16 105.476.378 III Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur 4 a. Peningkatan Sumberdaya Aparatur 10,000,000 100.00 8.327.500 83,28 1.672.500 IV Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian/Perkebunan 5 a. Pengelolaan Statistik Pertanian 127.485.180 100.00 122.765.550 96,30 4.719.630 6 b. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan 54.312.000 100.00 52.270.500 96,24 2.041.500 V 7 Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing Pemasaran Hasil Pertanian a. Pengembangan Usaha dan Investasi Pertanian 65,000,000 100 52.043.500 80,07 12.956.500 8 b. Pengembangan Pemasaran Hasil Pertanian 101.245,000 100.00 88.653.500 87,56 12.591.500 c. Pengembangan Pasca Panen dan 9 Pengolahan Hasil Pertanian 275.820.000 100 267.609.000 96,67 8.211.000 Program Penyediaan dan Pengembangan VI Prasarana dan Sarana Pertanian 10 a. Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Tanaman Perkebunan 485.634.605 100.00 474.377.764 97,68 11.256.841 11 b. Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Tanaman Pangan 2.383.908.000 100,00 2.237.555.800 93,86 146.352.200 12 c. Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Tanaman Hortikultura 493.659.000 99.63 487.919.400 98,84 5.739.600 13 e. Pengelolaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Perlindungan Tanaman 2.300.492.000 100.00 2.214.495.800 96,26 85.594.200 VII 14 Program Peningkatan Produksi Pertanian / Perkebunan a. Pengembangan Bibit unggul Tanamana pangan 284.177.500 100.00 151.682.200 53,38 132.495.300 3
1 2 3 4 5 6 7 b. Dukungan Manajemen dan Teknis 15 Pembangunan Tanaman Pangan 264,126,500 96.75 204.705.410 80 59.421.090 16 c. Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Pangan 839,760,000 99.77 769,557,425 91.64 70,202,575 17 d. Pengelolaan Perbenihan Tanaman Pangan 55,000,000 97.89 42,462,450 77.20 12,537,550 18 e. Pengembangan Benih Unggul Tanaman Perkebunan 1,050,027,500 100.00 970,528,500 92.43 79,499,000 19 f. Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Perkebunan 391.715.500 100.00 369.499.370 94.33 22.216.130 20 g. Pengembangan Perbenihan Hortikultura 83.075.000 97.67 59.297.500 71,38 23.777.500 21 h. Pengelolaan Perbenihan Perkebunan 1,143,310,000 100.00 1,096,626,876 95.92 46,683,124 22 i. Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Hortikultura 569,200,000 100.00 546,833,650 96.07 22,366,350 23 j. Dukungan Manajemen dan Teknis Pembangunan Perkebunan 264.126.500.000 100.00 204.705.410 77.50 59.421.090 24 k. Dukungan Manajemen dan Teknis Pembangunan Hortikultura 99.795.000 88.54 82.116.000 82,28 17.679.000 2). Capaian Renstra SKPD Tabel 2. Capaian Kinerja Tanaman Pangan Tahun 2013 No 1. PADI Komoditi/ Indikator Satuan Target Realisasi % Ket. Produksi Ton 127.546 101.373 79,48 Produktivitas Ton/Ha 5,26 5,37 102,09 Luas Panen Ha 24.043 18.876 78,51 Luas Tanam Ha 24.043 18.363 76,38 Indeks Pertanaman (IP) % 204 173 84,80 2 JAGUNG Produksi Ton 3.100 437 14,10 Produktivitas Ton/Ha 6,20 5,39 86,94 Luas Panen Ha 500 81 16,20 Luas Tanam Ha 500 84 16,80 3 UBI KAYU Produksi Ton 2.470 7073 286,36 Produktivitas Ton/Ha 24,70 38,86 157,33 Luas Panen Ha 100 182 182,00 Luas Tanam Ha 100 140 140,00 4
Tabel 3. Capaian Kinerja Komoditi Hortikultura Tahun 2013 No 1 Pisang Komoditi/ Indikator Produksi Ton 728 Produktivitas Ton/Pohon 0,028 Luas Panen Pohon 26.000 2 Rambutan Produksi Ton 7.280 Produktivitas Ton/Pohon 0,56 Luas Panen Pohon 13.000 3 Durian Produksi Ton 3.000 Produktivitas Ton/Pohon 0,375 Luas Panen Pohon 8.000 4 Duku/Langsat Produksi Ton 712,5 Produktivitas Ton/Pohon 0,285 Luas Panen Pohon 2.500 5 Manggis Produksi Ton 5.670 Produktivitas Ton/Pohon 0,270 Luas Panen Pohon 21.000 Satuan Target Realisasi % Ket. Tabel 4. Capaian Kinerja Komoditi Perkebunan Tahun 2013 No Komoditi/ Indikator Satuan Target Realisasi % Ket. 1 2 3 4 5 6 7 1 Karet Produksi Ton 86.487 Produktivitas Ton/Ha 3,00 Luas Areal Ha a. Produktif Ha 28.829 b. Belum Produktif Ha 3.399 c. Tidak produktif Ha 5.991 2 Kelapa Sawit Produksi Ton 31.476 Produktivitas Ton/Ha 6,00 Luas Areal Ha a. Produktif Ha 5.246 b. Belum Produktif Ha 2.304 c. Tidak produktif Ha - 3 Kakao Produksi Ton 1.388 5
1 2 3 4 5 6 7 Produktivitas Ton/Ha 1,20 Luas Areal Ha 1.834 a. Produktif Ha 1.157 b. Belum Produktif Ha 527 c. Tidak produktif Ha - 2.2. ANALISIS KINERJA PELAYANAN SKPD 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran a. Kegiatan Penunjang Operasional Administrasi Perkantoran Capaian indikator kinerja output pada kegiatan ini adalah 100% dengan terlaksananya penyediaan alat dan kebutuhan administrasi kantor untuk penunjang operasional kegiatan kantor Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan selama 1 tahun sehingga lancarnya administrasi kantor Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan. Untuk capaian kinerja hasil juga tercapai 100%. b. Kegiatan Penunjang Operasional Jasa Perkantoran Capaian kinerja output pada kegiatan ini adalah sebesar 100% dengan terlaksananya pembayaran honor pegawai kontrak, honor petugas kebun, honor penjaga kantor, honor petugas kebersihan, honor pencatat klimatologi, tunjangan untuk penambahan kesejahteraan pegawai kontrak, serta terlaksananya operasional jasa kantor selama 1 tahun sesuai dengan target yang ditetapkan sehingga lancarnya administrasi dan jasa kantor Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan. Sedangkan untuk capaian kinerja hasil juga tercapai 100%. 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur c. Kegiatan Peningkatan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor Capaian kinerja output pada kegiatan ini adalah sebesar 100% dengan terlaksananya peningkatan sarana dan prasarana kantor yang antara lain terdiri dari pemeliharaan peralatan kantor dan rumah tangga, belanja perawatan kendaraan bermotor, dan belanja pemeliharaan gedung kantor (pengecatan gedung kantor), pengadaan kendaraan bermotor roda dua sebanyak 6 unit, pengadaan hand traktor sebanyak 1 paket, mesin genset sebanyak 1 unit, almari 1 unit, laptop dan printer sebanyak 9 unit dan 7 unit, meja kerja dan kursi tamu 1 set, kamera sebanyak 1 unit, televisi sebanyak 1 unit, faximili 1 6
unit, GPS sebanyak 6 unit, rehab gedung pertemuan dinas, pembangunan toilet dan tempat wudhuk, serta pengadaan pintu ruang pertemuan. Capaian kinerja hasil juga 100% dengan tersedianya sarana dan prasarana kantor yang layak. 3. Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur d. Peningkatan Sumber Daya Aparatur Capaian kinerja output kegiatan ini adalah 100% dengan telah terlaksananya pelatihan-pelatihan (job training)/ worskshop/ bimbingan teknis yang diikuti oleh pegawai Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan. Capaian kinerja hasil kegiatan ini juga tercapai 100% dengan meningkatnya kualitas pengetahuan dan wawasan SDM pegawai Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan yang telah mengikuti pelatihan tersebut. 4. Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian/ Perkebunan e. Pengelolaan Statistik Pertanian Capaian kinerja out put Kegiatan Pengelolaan Statistik Pertanian Tahun Anggaran 2014 adalah 100% dengan tercapainya target output kegiatan yang telah ditetapkan. Untuk capaian kinerja hasil sejalan dengan capaian kinerja output juga tercapai 100% dengan tersedianya data luas lahan sawah Kecamatan Sumpur Kudus yang terbaru dengan total 1.726,1 Ha, tersedianya laporan statistik pertanian kecamatan se-kabupaten Sijunjung selama 1 tahun, tersedianya data produktivitas tahun 2013, dan terbenahinya data statistik pertanian Tahun Anggaran 2013. f. Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Capaian kinerja output kegiatan ini untuk tahun 2013 adalah 100% dengan telah terlaksananya monitoring dan evaluasi kegiatan dinas sebanyak 24 kegiatan. Sedangkan capaian kinerja hasil kegiatan ini juga 100% dengan tersedianya data/hasil monitoring dan evaluasi serta pelaporan kegiatan dinas tahun 2013. 5. Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing Pemasaran Hasil Pertanian g. Pengembangan Usaha dan Investasi Pertanian Capaian kinerja output kegiatan Pengembangan Usaha dan Investasi Pertanian tercapai 100% dengan telah terlaksananya pelatihan kewirausahaan, 7
pembuatan leaflet perizinan usaha perkebunan, dan terlaksananya pembinaan pelaku/kelompok usaha. Capaian kinerja hasil kegiatan ini juga tercapai 100% dengan meningkatnya wawasan dan keterampilan kewirausahaan pelaku/kelompok usaha pertanian sebanyak 30 orang, tersedianya 1 paket leaflet perizinan usaha perkebunan, serta terbinanya 35 kelompok usaha pertanian. h. Pengembangan Pemasaran Hasil Pertanian Capaian kinerja output kegiatan ini adalah 100% dengan telah tercapainya target kinerja output yang telah ditetapkan yaitu terlaksananya 1 kali pameran pembangunan komoditi pertanian/ perkebunan, terlaksananya 1 kali promosi hasil produksi pertanian/ perkebunan, terlaksanaya 1 kali pertemuan pengembangan kemitraan usaha dan pasar, terlaksananya survey harga pasar komoditi pertanian/perkebunan selama 12 bulan, dan terlaksananya pengadaan 1 paket alat pengolahan UP3HP. Capaian kinerja hasil kegiatan ini juga 100% dengan terpamerkannya hasil pembangunan komoditi pertanian/perkebunan, terpromosikannya hasil produksi pertanian/perkebunan di tingkat kabupaten, provinsi, dan tingkat nasional, terlatihnya KWT dan kelompok usaha tentang pengembangan kemitraan usaha dan pasar sebanyak 30 orang yang membuka peluang kemitraan dengan pelaku usaha yang sudah maju, tersedianya data/informasi harga pasar komoditi pertanian/ perkebunan selama 12 bulan tahun 2013, dan tersedianya alat pengolahan UP3HP yang dapat membantu kelancaran produksi produk olahan hasil pertanian di kelompok UP3HP. i. Pengembangan Pasca Panen Pengolahan Hasil Pertanian Capaian kinerja output kegiatan ini tidak tercapai 100% hanya sekitar 98,89% karena adanya target kinerja output yang tidak tercapai yaitu tidak terlaksananya paket pekerjaan pembuatan kolam limbah akibat kelalaian pelaksana kegiatan dalam melihat DPA/DPPA yang telah disusun. Capaian kinerja hasil kegiatan juga 98,89% dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan SDM kelompok dalam pengolahan hasil pertanian (tanaman pangan 25 orang, hortikultura 25 orang, dan perkebunan 25 orang), tersedianya data lossis padi dari 8 kecamatan, terpantaunya kondisi dan keberadaan alat pasca panen yang diterima kelompok tani, terbinanya 8
KWT/P2HP yang di tingkat kecamatan, terdampinginya kegiatan dana tugas pembantuan P2HP selama tahun 2013, dan tersedianya alat pasca panen dan pengolahan hasil pertanian untuk menunjang usaha kelompok pengolahan hasil pertanian yang ada di tingkat nagari. 6. Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian j. Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Tanaman Perkebunan Capaian kinerja output kegiatan ini pada tahun 2013 adalah 100% dengan telah terlaksananya optimalisasi lahan perkebunan, perluasan areal (peral), pembuatan JUT dan jalan produksi perkebunan. Capaian kinerja hasil kegiatan ini juga tercapai 100% dengan terpeliharanya perkebunan rakyat melalui optimalisasi lahan seluas 75 Ha, terbangunnya kebun rakyat melalui peral perkebunan seluas 80 Ha, tersedianya JUT perkebunan 18 paket, dan tersedianya jalan produksi perkebunan sebanyak 12 paket. k. Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Tanaman Pangan Berdasarkan target indikator kinerja output kegiatan ini, maka capaiannya adalah 100% dengan terlaksananya pembuatan JUT tanaman pangan, peningkatan JUT tanaman pangan, pompanisasi, embung, damparit, lomba P3A, mimbar sarasehan, rapat koordinasi dan pembinaan kelompok tani. Capaian kinerja hasil kegiatan ini sejalan dengan capaian kinerja output juga 100% dengan tersedianya JUT tanaman pangan 14 paket dan tersedianya peningkatan JUT tanaman pangan 8 paket, pompanisasi 6 paket, embung 10 paket, dan damparit 5 paket, terlaksananya lomba P3A 1 kali, mimbar sarasehan 1 kali, terkoordinasikannya kegiatan TA. 2013, dan pembinaan kelompok tani selama tahun 2013. l. Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Hortikultura Capaian kinerja output kegiatan ini tercapai sebesar 100% dengan telah terlaksananya perluasan areal (peral) hortikultura, optimalisasi lahan hortikultura, pembuatan JUT hortikultura, dan pembuatan jalan produksi hortikultura. Capaian kinerja hasil kegiatan ini juga tercapai 100% dengan tersedianya perluasan areal hortikultura 25 Ha, optimalisasi lahan hortikultura 50 Ha, tersedianya JUT hortikultura 7 paket dan jalan produksi hortikultura 10 paket. 9
m. Pengelolaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Perlindungan Tanaman Capaian kinerja output Kegiatan Pengelolaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Perlindungan Tanaman sampai akhir Tahun Anggaran 2014 adalah 100%, dimana telah terlaksana operasional pengendalian OPT/HPT, pembinaan Pos IPAH, bimtek petugas Pos IPAH, eksplorasi biang, surveylance, dan pengadaan sarana dan prasarana UPTD Labor PHT. Capaian kinerja hasil kegiatan juga tercapai 100% dengan lancarnya operasional pengendalian OPT/HPT selama TA. 2013, terbinanya Pos IPAH pada 8 kecamatan sehingga bergerak lebih aktif, meningkatnya wawasan dan pengetahuan petugas os IPAH, tersedianya agens hayati pada 8 kecamatan, terpantaunya serangan OPT di 8 kecamtan, dan sarana dan prasarana UPTD Labor PHT (kantor UPTD Labor PHT 1 unit dan perlengkapan penunjangnya). 7. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan n. Pengembangan Benih Unggul Tanaman Pangan dan Hortikultura Capaian kinerja output Kegiatan Pengembangan Benih Unggul Tanaman Pangan dan Hortikultura tahun 2013 adalah 100% dengan telah terlaksananya penangkaran benih padi, processing benih padi, pengadaan sarana produksi benih, pertemuan teknis, dan pemurnian varietas local. Capaian kinerja hasil kegiatan ini juga 100% dengan tersedianya penangkaran benih padi seluas 20 Ha, tersedianya benih padi berlabel 24 ton, tersedianya 1 paket sarana produksi benih padi, serta terlaksananya proses pemurnian varietas lokal. o. Dukungan Manajemen dan Teknis Pembangunan Tanaman Pangan Capaian kinerja output kegiatan ini adalah 100% dengan telah terlaksananya SID kegiatan dana TP-PSP, sosialisasi program, field day SLPTT, pembinaan kegiatan dana tugas pembantuan, dan identifikasi CP/CL kegiatan dana TP Pangan dan TP PSP 2015. Capaian kinerja hasil kegiatan juga tercapai 100% dengan tersedianya SID kegiatan dana TP-PSP, tersosialisasikannya program pada 8 kecamatan, terwujudnya field day SLPTT sebanyak 4 kali, terbinanya kegiatan dana tugas pembantuan 2 paket, serta tersedianya data CP/CL kegiatan TP PSP dan TP Pangan 2015. p. Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Pangan 10
Capaian kinerja output kegiatan ini adalah 100% dengan telah terlaksananya penyusunan target tanam dan panen, penyusunan RDKK pupuk bersubsidi, pengadaan alsintan, pelatihan pengelola alsintan, pengembangan ubi kayu dan SRI. Capaian kinerja hasil kegiatan juga 100% dengan tersedianya target tanam dan panen tanaman pangan 8 kecamatan, tersedianya RDKK pupuk bersubsidi 8 kecamatan, tersedianya alsintan 33 unit, terlatihnya pengelola alsintan 1 kali, tersedianya pengembangan ubi kayu 25 Ha dan SRI 15 Ha. q. Pengelolaan Perbenihan Tanaman Pangan Capaian kinerja output kegiatan ini sebesar 100% dengan telah terlaksananya forum perbenihan, dan pembinaan kelompok penangkar. Capaian kinerja hasil kegiatan juga tercapai 100% dengan terlaksananya forum perbenihan 3 kali dan meningkatnya fungsi kelompok penangkar benih tanaman pangan 16 kelompok. r. Pengembangan Benih Unggul Tanaman Perkebunan Capaian kinerja output kegiatan ini 100% dengan telah terlaksananya pemeliharaan kelapa sawit (2013), pembibitan karet stump mata tidur, pembibitan batang bawah, pemeliharaan kebun entrees, dan pembangunan shading net. Capaian kinerja hasil kegiatan tercapai 100% dengan tersalurnya 4.250 batang bibit kelapa sawit (2013), tersalurnya bibit karet sebanyak 15.000 batang, tersedianya kebun entrees karet 3 Ha, dan tersedianya shading net 1 paket. s. Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Perkebunan Capaian indicator kinerja output kegiatan ini adalah 100% dengan terlaksananya pembangunan rumah jaga kebun gaboyo, pengadaan bibit sawit gaboyo, pengadaan pupuk gaboyo, pengembangan penanaman kebun gaboyo, pelatihan dan bimtek tanaman kakao dan karet, serta pengamatan OPT perkebunan. Capaian kinerja hasil kegiatan juga tercapai 100% dengan tersedianya rumah jaga kebun gaboyo 1 unit, tersedianya bibit sawit gaboyo 1.250 batang, tersedianya pupuk gaboyo 6.875 kg, bertambahnya luasan penanaman kebun gaboyo 10 ha, meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani kakao dan karet (masing -masing 50 orang), serta tersedianya data pengamatan OPT perkebunan. 11
t. Pengembangan Perbenihan Hortikultura Capaian kinerja output Kegiatan Pengembangan Perbenihan Hortikultura ini adalah 100% dengan terlaksananya pengadaan benih sayuran, proses launching durian unggul lokal, pengadaan shading net, dan pengadaan bibit unggul buah-buahan. Capaian kinerja hasil kegiatan juga tercapai 100% dengan tersedia dan tersalurnya 2 paket benih sayuran, terlaksananya proses launching durian unggul lokal, tersedianya 1 unit shading net, tersedia dan tersalurnya bibit unggul buah-buahan seperti manggis, lengkeng, sirsak ratu, jeruk kasturi, jeruk nipis, jeruk purut, dan bibit unggul durian. u. Pengelolaan Perbenihan Perkebunan Capaian indikator kinerja output Kegiatan Pengelolaan Perbenihan Perkebunan adalah 100%. Capaian kinerja output dilihat dari terlaksananya pelatihan okulasi karet, pembangunan kebun entrees, pengadaan bibit karet dan pengadaan bibit kelapa sawit. Capaian kinerja hasil kegiatan ini juga tercapai 100% dengan meningkatnya kemampuan dan keterampilan petani dalam okulasi karet sebanyak 50 orang, tersedianya kebun entrees 0,5 Ha, tersedianya bibit karet siap salur 1 paket, meningkatnya wawasan petugas dan pelaku usaha tani perkebunan, tersedianya bibit kakao, dan tersedianya kecambah karet untuk kebun entrees, dan tersedianya bibit kelapa sawit untuk kebun eks plasma nutfah. v. Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Hortikultura Capaian indikator kinerja output Kegiatan Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Hortikultura adalah 100% dengan terlaksananya registrasi kebun buah-buahan, SLGAP manggis, SLPHT manggis, pelatihan teknis perbanyakan buah-buahan, terlaksananya pelatihan teknis perbanyakan buah-buahan, terlaksananya menghadiri iven pertemuan nasional/pertemuan koordinasi hortikultura, pembuatan rumah jamur tiram, pengadaan prasarana dan sarana teknologi jamur tiram, dan pengadaan bibit buah-buahan, obatobatan, dan bahan-bahan untuk perkampungan adat. Capaian kinerja hasil kegiatan ini juga tercapai 100% dengan terregistrasinya kebun buah-buahan, tersedianya kelompok petani yang sudah melaksanakan GAP manggis 25 orang, tersedianya kelompok petani yang sudah melaksanakan PHT manggis 25 orang, tersedianya petani terampil dalam melaksanakan perbanyakan buah- 12
buahan sebanyak 30 orang, tersedianya SDM yang terampil dalam bidang hortikultura, tersedianya rumah jamur tiram 2 paket, tersedianya sarana dan prasarana teknologi jamur tiram 2 paket, tersedianya bibit buah-buahan, obatobatan, dan bahan-bahan untuk perkampungan adat 76 rumah gadang. w. Dukungan Manajemen dan Teknis Pembangunan Perkebunan Capaian indikator kinerja output Kegiatan Dukungan Manajemen dan Teknis Pembangunan Perkebunan adalah 100% dengan terlaksananya pengawalan kegiatan dana TP Perkebunan dan TP PSP, revitalisasi perkebunan, pendampingan pupuk bersubsidi, sosialisasi kegiatan dan ISPO. Capaian kinerja hasil kegiatan ini juga tercapai 100% dengan terkawalnya 2 paket kegiatan dana TP Perkebunan dan TP PSP, terfasilitasinya pelaksanaan kegiatan revitalisasi perkebunan, terdampinginya pupuk bersubsidi, tersosialisasikannya kegiatan 8 kali, dan tersosialisasikannya ISPO kepada 40 orang. x. Dukungan Manajemen dan Teknis Pembangunan Hortikultura Berdasarkan aspek target indikator kinerja output Kegiatan Dukungan Manajemen dan Teknis Pembangunan Hortikultura maka capaiannya adalah 75% karena tidak terlaksananya SID peral manggis dan pengembangan kawasan manggis, sedangkan pengawasan peral dan OPL manggis, sosialisasi program, pertemuan koordinasi, pembinaan kelompok hortikultura, dan field day dapat terlaksana sesuai target. Capaian kinerja hasil kegiatan ini juga tercapai 75% dengan terawasinya 2 paket peral dan OPL manggis, tersosialisasikannya program hortikultura kepada 180 orang terkait, terciptanya 2 kali koordinasi hortikultura, terbinanya kelompok hortikultura selama tahun 2013, dan terlaksananya 1kali field day hortikultura. 2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD Isu sentral yang menjadi tugas sektor pertanian secara umum adalah terkait dengan penyediaan pangan yang meliputi produksi, distribusi dan keamanan pangan. Upaya swasembada pangan masih banyak dihadapkan pada beberapa faktor mulai dari ketersediaan lahan, infrastruktur, sarana produksi lainnya dan faktor sosio cultural lainnya. Kecenderungan degradasi lahan sawah produktif akhir-akhir ini memerlukan perhatian serius, dimana alih fungsi lahan sawah menjadi bukan sawah semakin 13
meningkat. Sawah-sawah produktif sudah banyak yang beralih fungsi menjadi permukiman, kawasan industry dan bahkan pertambangan. Di sisi lain upaya pencetakan sawah baru masih banyak kendala dengan ketersediaan lahan yang layak dicetak untuk menjadi sawah. Infrastruktur pertanian baik infrastruktur transportasi, penyediaan air irigasi masih perlu peningkatan. Air irigasi merupakan factor yang strategis dalam upaya pencapaian swasembada pangan. Sumber-sumber air untuk irigasi harus terus dieksplorasi, karena selama ini air irigasi dominan dipenuhi oleh sumber air aliran permukaan. Aliran permukaan identik dengan sungai yang kondisinya saat ini debit airnya juga semakin menurun akibat daerah hulu yang merupakan catcment area hujan sudah semakin memprihatinkan kondisi hutannya, sehingga tidak dapat menjamin kontinuitas dan stabilitas debit air pada sungai sungai di hilirnya. Perencanaan program dan kegiatan yang efektif dan efisien akan membawa pada keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran namun demikian tidak semua permasalahan yang ada pada periode pelaksanaan pembangunan pertanian sebelumnya dapat menyelesaikan semua masalah. Dengan dinamika kehidupan perekonomian di masyarakat juga membawa dampak permasalahan baru yang harus diselesaikan. Permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan harus menjadi isu-isu strategis yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan rencana strategis Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan. Isu-isu strategis dalam Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan yaitu: 1. Rendahnya produksi dan produktivitas tanaman pangan dan perkebunan yang menyebabkan rendahnya pendapatan yang diterima petani sehingga mengurangi daya beli dan pemenuhan kebutuhan hidup 2. Masih rendahnya tingkat penerapan teknologi tepat guna yang dilaksanakan oleh petani sehingga lahan yang diusahakan tidak menghasilkan secara optimal dimana petani hanya tidak secara konprehensif. 3. Belum berkembangnya komoditi perkebunan secara maksimal dimana masih luasnya lahan yang tersedia yang dapat dikembangkan untuk perluasan komoditi unggulan tanaman perkebunan 4. Belum berkembangnya komoditi tanaman pangan strategis lainnya seperti jagung dan ubi kayu yang mempunyai potensi untuk dikembangkan dan prospek pasar yang cukup baik. 14
5. Masih luasnya lahan tidur dan lahan yang tidak diusahakan secara optimal oleh masyarakat baik untuk tanaman pangan maupun tanaman perkebunan sehingga suatu sumber pendapatan yang harus diterima tidak dimanfaatkan. 6. Penyediaan prasarana dan sarana pertanian yang masih terbatas khususnya untuk pengembangan tanaman pangan menyebabkan optimalisasi pemanfaatan lahan jadi terkendala. 7. Masih rendahnya sumber daya manusia petani untuk menerima, memahami dan melaksanakan peningkatan mutu dan daya saing produk, baik dalam proses panen, pasca panen maupun pengolahan hasil. 8. Adanya trend pengurangan baku lahan sawah yang disebabkan adanya peralihan fungsi lahan sawah baik yang disebabkan oleh pertambangan maupun untuk kepentingan bangunan. 9. Belum stabilnya pemasaran komoditi hasil pertanian sehingga memberikan ketidakpastian harga dan pemasaran yang akan berakibat pada rendahnya posisi tawar dari petani. 15
III. TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional Rencana Strategis, Arah Kebijakan dan Strategis Kementerian Pertanian mengacu kepada kebijakan dan strategi nasional. Dari 11 prioritas nasional prioritas yang terkait dengan Kementerian Pertanian yang utama adalah ketahanan pangan dan yang menjadi prioritas adalah peningkatan ketahanan pangan dan lanjutan revitalisasi pertanian untuk mewujudkan kemandirian pangan, peningkatan daya saing produk pertanian, peningkatan pendapatan petani, serta kelestarian lingkungan hidup dan sumber daya alam. Target utama kementerian Pertanian terdapat 4 target utama yaitu pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan, peninkatan diversifikasi pangan peninkatan nilai tambah dan daya saing dan ekspor, serta peningkatan kesejahteraan petani. Dari 4 target utama yang berkaitan dengan kewenangan Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan adalah pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan dan peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor. Dalam Rencana Strategis Kementerian Pertanian yang selaras dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan maka arah kebijakan strategis diarahkan untuk: 1. Peningkatan produksi, produktivitas pangan, pertanian dan kehutanan untuk mendukung peningkatan ketersediaan pangan 2. Peningkatan nilai tambah dan daya saing dan pemasaran produk pertanian, perikanan dan kehutanan. 3.2. Tujuan dan Sasaran Renja SKPD Tujuan : 1. Meningkatkan produksi dan produktifitas tanaman pangan dan perkebunan 2. Meningkatkan pengembangan komoditi unggulan tanaman perkebunan 3. Berkembangnya agribisnis tanaman pangan dan perkebunan dengan peningkatan daya saing melalui peningkatan mutu panen, pasca panen dan pengolahan hasil 4. Meningkatnya ketersediaan prasarana dan sarana serta penerapan teknologi 5. Meningkatnya kualitas sumber daya aparatur pertanian 6. Meningkatnya pelayanan ketata usahaan 16
Sasaran : 1. Meningkatnya produksi dan produktivitas tanaman pangan dan perkebunan 2. Optimalnya pengelolaan sumber daya tanaman pangan dan perkebunan 3. Meningkatnya penerapan teknologi pertanian oleh petani 4. Tersedianya prasarana dan sarana pertanian yang memadai 5. Tumbuhnya kelompok tani berwawasan agribisnis 6. Meningkatnya mutu dan daya saing produk pertanian 7. Meningkatnya kemampuan aparatur 8. Akurasi data dan laporan 9. Lancarnya aktifitas ketatausahaan dinas 3.2. Program dan Kegiatan APBD Kabupaten 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran a. Kegiatan Penunjang Operasional Administrasi Perkantoran b. Kegiatan Penunjang Operasional Jasa Perkantoran 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur a. Peningkatan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor 3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur a. Kegiatan Peningkatan Sumber Daya Aparatur 4. Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian/ Perkebunan a. Kegiatan Pengelolaan Statistik Pertanian b. Kegiatan Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan 5. Program Peningkatan Nilai Tambah Daya Saing Pemasaran Hasil Pertanian a. Kegiatan Pengembangan Usaha dan Investasi Pertanian b. Kegiatan Pengembangan Pemasaran Hasil Pertanian c. Kegiatan Pengembangan Pasca Panen Pengolahan Hasil Pertanian 17
2. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan a. Kegiatan Pengembangan Benih Unggul Tanaman Pangan dan Hortikultura b. Kegiatan Dukungan Manajemen dan Teknis Pembangunan Tanaman Pangan c. Kegiatan Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Pangan d. Kegiatan Pengelolaan Perbenihan Tanaman Pangan e. Kegiatan Pengembangan Benih Unggul Tanaman Perkebunan f. Kegiatan Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Perkebunan g. Kegiatan Pengembangan Perbenihan Hortikultura h. Kegiatan Pengelolaan Perbenihan Perkebunan i. Kegiatan Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Hortikultura j. Kegiatan Dukungan Manajemen dan Teknis Pembangunan Perkebunan k. Kegiatan Dukungan Manajemen dan Teknis Pembangunan Hortikultura 3. Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian a. Kegiatan Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Tanaman Perkebunan b. Kegiatan Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Tanaman Pangan c. Kegiatan Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Tanaman Hortikultura d. Kegiatan Pengelolaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Perlindungan Tanaman APBN (Dekonsentrasi dan Tugas Perbantuan) 1. Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan a. Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia b. Pengelolaan Produksi Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian c. Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan d. Pengelolaan Sistem Penyediaan dan Pengawasan Sarana Produksi Tanaman Pangan e. Penguatan Perlindungan Tanaman Pangan dari Ganguan OPT dan DFI 18
f. Pengembangan Metoda Pengujian Mutu Benih dan Penerapan Sistem Mutu laboratorium Pengujian Benih. 2. Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Produk Tanaman Hortikultura Berkelanjutan a. Peningkatan Mutu, Produktivitas, Mutu Produk Tanaman Buah b. Peningkatan Produksi, Produktivitas, Mutu Produk Tanaman Sayuran dan Biofarmaka c. Pengembangan Sistem Perbenihan Pupuk dan Sarana produksi Lainnya. d. Pengembangan Sistem Perlindungan Tanaman Hortikultura 3. Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Produk Perkebunan Berkelanjutan a. Peningkatan Produksi, Produktivitas, Mutu Tanaman Semusim b. Peningkatan Produksi, produktivitas, Mutu Tanaman Tahunan c. Dukungan Penyediaan Benih Unggul Bermutu dan Sarana Produksi Perkebunan d. Dukungan Perlindungan Perkebunan dan Penanganan Gangguan Usaha Perkebunan 4. Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian a. Perluasan Areal Pertanian b. Pengelolaan Air Untuk Pertanian c. Pengembangan Pengelolaan Lahan Pertanian 5. Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, Industri Hilir, Pemasaran dan Ekspor Hasil Pertanian a. Pengembangan Penanganan Pasca Panen Hasil Pertanian b. Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian c. Pengembangan Mutu dan Standarisasi Pertanian d. Pengembangan Pemasaran Domestik 19
IV. PENUTUP Rencana Kerja Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan tahun 2015 pada prinsipnya adalah merupakan lanjutan pelaksanaan program dan kegiatan tahun-tahun sebelumnya dalam kurun periode Rencana Strategis. Perubahan-perubahan yang signifikan hanya diperlukan terkait dengan pencapaian target-target strategis yang terkait dengan pencapaian pemenuhan kebutuhan pangan. Hal ini didasarkan pada isu utama terkait sektor pertanian adalah dalam rangka tugas penyediaan pangan baik produksi, distribusi maupunkeamanan pangan. Untuk komoditi perkebunan target utama adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan industry dan kebutuhan produk ekspor, oleh karena itu untuk komoditi perkebunan, komoditi strategis yang akan difasilitasi adalah karet, kelapa sawit dan kakao. Diharapkan Rencana Kerja ini dapat menjadi kerangka acuan dalam rangka pencapaian target-target kinerja. 20