SATUAN ACARA PERKULIAHAN

dokumen-dokumen yang mirip
SILABUS. 1. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : Apresiasi Drama Indonesia (Praktikum) Nomor Kode : IN 207

SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SILABUS MATAKULIAH KAJIAN SASTRA LISAN IN 426 DRS. MEMEN DURACHMAN, M.HUM. JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SILABUS MATAKULIAH SASTRA NUSANTARA IN 109 DRS. MEMEN DURACHMAN, M.HUM. JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Perencanaan Pembelajaran Bahasa Perancis PR 502

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

PROSEDUR. Sosiolinguistik IN329. Dr. Andoyo Sastromiharjo, MPd. Afi Fadlilah, S.S., M.Hum.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SILABUS. Apresiasi Bahasa dan Seni BS300. Drs. Dudung Gumilar, M.A., M.Sc.

SILABUS PEMBELAJARAN MEMBACA (IN 405) Dr. Hj. Yeti Mulyati, M.Pd. Dr. Hj. Vismaia S. Damaianti, M.Pd. Rosita Rahma, M.Pd.

PROSEDUR PELAKSANAAN PERKULIAHAN SILABUS SEMINAR PENDIDIKAN MUSIK SM305. Drs. Zujadi Ansor, M.Pd. NIP

SILABUS KEWIRAUSAHAAN BS301 PROSEDUR PELAKSANAAN PERKULIAHAN. Drs. Zujadi Ansor, M.Pd. NIP

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SILABUS DAN SAP MATA KULIAH

SILABUS PEMBELAJARAN MEMBACA (IN 405) Dr. Hj. Yeti Mulyati, M.Pd. Dr. Hj. Vismaia S. Damaianti, M.Pd. Rosita Rahma, M.Pd.

SILABUS PSIKOLINGUISTIK (IN 303) Drs. Kholid A. Harras, M.Pd. JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

Media Pembelajaran Bahasa Perancis PR 503

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAERAH S I L A B U S

SILABUS PENYUNTINGAN IN116. Dadang S. Anshori, S.Pd, M.Si

SILABUS. Instrumen Pilihan Wajib II (TIUP) SM 414

SILABUS MENULIS BUKU AJAR/ILMIAH (IN309) Dra. Yeti Mulyati, M.Pd

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

PROSEDUR PELAKSANAAN PERKULIAHAN SILABUS PERENCANAAN PEMBELAJARAN MUSIK SM502. Drs. Zujadi Ansor, M.Pd. NIP

SILABUS. 1. Identitas Matakuliah : TELAAH KURIKULUM DAN BUKU TEKS BAHASA INDONESIA Kode Matakuliah : IN 308

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SILABUS PENGANTAR STATISTIKA SM 304

SILABUS MONOLOG DR 424

SILABUS. Instrumen Pilihan Wajib IV (TIUP) SM 416

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN SILABUS

SILABUS PERKULIAHAN. Pendidikan Seni Musik. Oleh: Ai Sutini, M.PD. Uus Kusnadi, M.PD PROGRAM PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

PROSEDUR SATUAN ACARA PERKULIAHAN. Dr. Dadang S. Anshori, M.Si JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI

SILABUS PERKULIAHAN PENGANTAR PENELITIAN BAHASA DAN SASTRA IN111. Dadang S. Anshori, S.Pd, M.Si NIP

SILABUS PRAGMATIK (DR 417) Dr. Hj. Nunuy Nurjanah, M.Pd. Retty Isnendes, S.Pd., M.Hum.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SILABUS MATA KULIAH :STRATEGI PENGAJARAN SASTRA. SIL/JUR... Revisi : Juli 2008 Hal. (Nomor Jurusan) Semester Judul praktek Jam pertemuan

SILABUS KOMPOSISI 2 SM 408

SILABUS. Instrumen Pilihan Wajib IV (Tiup Logam) SM 416

SILABUS. Manajemen Pertunjukan SM 418 JURUSAN PENDIDIKAN SENI MUSIK UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN III

SILABUS DAN SAP PERKULIAHAN

SILABUS KAMPUS CIBIRU / /

SILABUS KHAT WA IMLA AR102

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

tersebut, seperti diskusi, tanya-jawab, ceramah bervariasi, simulasi, latihan, dan penugasan.

SILABUS SEMINAR LINGUISTIK (Praktikum/IN511)

Pengantar Statistik PR 410

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

BAB I PENDAHULUAN. materi yang harus diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra

SEMINAR PENDIDIKAN BAHASA JEPANG (JP406)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR KAMPUS CIBIRU UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA SILABUS DAN SAP PERKULIAHAN

SILABUS PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN BAHASA INDONESIA (IN 306)

SILABUS. Mata Kuliah TEMBANG (SM 103)

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAERAH

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

B. SILABUS 1.Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : Pembelajaran Membaca Kode Mata Kuliah : IN405 Jumlah SKS : 2

SILABUS. Instrumen Pilihan Wajib IV (Tiup Kayu) SM 416

DESKRIPSI MATA KULIAH

Oleh Dra. Nenden Ineu Herawati, M.Pd.

SEMANTIK DR 416. Dr. Yayat Sudaryat, M. Hum/1033 Hernawan, S.Pd., M.Pd./2226

SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH PSIKOLOGI PERKEMBANGAN II

SILABUS ESTETIKA (DR 439)

SILABUS. Shokyuu Sakubun II JP 205

SILABUS PERKULIAHAN DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SILABUS MENULIS (IN204) Dosen: Drs. Khaerudin Kurniawan, M.Pd

TINDAK TUTUR DALAM BERCERITA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 CIAMIS

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KAMPUS CIBIRU PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR SILABUS

SILABUS SHOKYUU BUNPO II JP 107. Dra. Melia Dewi Judiasri, M.Hum.,M.Pd. Drs. Aep Saeful Bachri, M.Pd. Juju Juangsih, S.Pd., M.Pd.

JR219, SCHREIBEN II: S1, 3 sks, Semester II

SILABUS. Instrumen Pilihan Wajib II (Tiup Kayu) SM 414

SILABUS INSTRUMEN PILIHAN WAJIB V (PERKUSI) SM 417

7. DAFTAR BUKU Ahman. (1998). Bimbingan Perkembangan Model Bimbingan di SD. Bandung : Disertasi PPS IKIP Bandung Depdikbud. (1994/1995).

SILABUS PERKULIAHAN PENULISAN EDITORIAL DAN OPINI IN322

SILABUS. III. Strategi Perkuliahan A. Perkuliahan Tatap Muka 1. Diskusi 2. Tugas 3. Ceramah

SILABUS PRODUCTION ECRITE V PR303. Drs. Kamaludin M, MA., M.Hum. Dr. Riswanda Setiadi MA.

SILABUS PIANO II SM 401

PENDIDIKAN LINGKUNGAN UNTUK SD

JR214, SCHREIBEN I: S1, 3 sks, Semester I

SILABUS KAJIAN PUISI INDONESIA (IN 209)

SILABUS INSTRUMEN PILIHAN WAJIB IV (PERKUSI) SM 416

SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN. Mata Kuliah : Apresiasi Sastra Bobot SKS : 2 Waktu : 100 menit Dosen : Prana D. Iswara, S.Pd., M.Pd.

BAB V PENUTUP. bahasa Jawa dalam bahasa Indonesia pada karangan siswa kelas VII SMPN 2

SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK Kode Mata Kuliah : UD 405

PENULISAN ARTIKEL IN516

SILABUS: KONSEP DASAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SD Revisi: 02 Tgl berlaku Hal... dari... Semester... Nama Mata Kuliah Jam...

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SILABUS SHOKYUU KAIWA I JP 104

SILABUS PENULISAN BERITA DAN FEATURE (IN322) Dosen: Drs. H. Khaerudin Kurniawan, M.Pd

BAB V PENUTUP. ini dilakukan untuk mengetahui sikap bahasa siswa kelas VII di SMPN 9

SILABUS ESTETIKA DR 439. Agus Suherman, S.Pd.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SILABUS ESTETIKA DR 435

SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN PROGRAM PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KAMPUS CIBIRU 2013

DESKRIPSI MATA KULIAH

Transkripsi:

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH KODE : APRESIASI BAHASA DAN SENI : BS 300/3 SKS DR. HJ. ISAH CAHYANI, M.PD. DRA. NOVI RESMINI, M.PD. RIKA WIDAWATI, M.PD. JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA 2013

Tujuan Pembelajaran Khusus Pokok Bahasan/Sub Pokok Bahasan Pertemuan Pengantar ke-1: Membahas 1. Tujuan kuliah. 2. Ruang kuliah: 1. 2. 3. mata 4. 5. lingkup mata kuliah. 3. Kebijaksanaan pelaksanaan perkuliahan. 4. Kebijaksanaan penilaian hasil belajar. 5. Tugas harus diselesaikan. 6. Buku ajar digunakan sumber lainnya. belajar Pembelajaran Media Orientasi Apresepsi Motivasi Kerangka acuan Diskusi Tugas Latihan Evaluasi 1. Pembentukan kelompok untuk 1. Portofoli mengobservasi berbagai pokok o laporan bahasan: manfaat bahasa, sikap observasi bahasa, seni pakaian, perumahan, bela diri, wa, seni bertutur, seni makanan, seni berbahasa. Buku Sumber

7. Hal-hal esensial pelaksanaan perkuliahan. Pertemuan ke-2: Kegiatan Memahami 1. 2. 3. 4. 5. Orientasi Apersepsi 1. Situasi Motivasi kebahasaan: Kerangka acuan Presentasi terdapat diskusi tentang beraneka bahasa situasi diglosia 6. Perbandingan digunakan negara-negara dwibahasawan 7. Laporan situasi masyarakat. perlu kebahasaan di dipahami lingkungan sekitar 8. Simpulan mengapa terjadi situasi demikian. 2. Memahami kedudukan 1. Mengamati peristiwa Angket situasi penggunaan aneka bahasa di kebahasaan masyarakat. Memahami Amran Halim (ed.), mengapa terjadi hal seperti Pusat itu. Jakarta : 1976 2. Membaca situasi teori aneka kedudukan, bahasa. Politik Bahasa Nasional 1 2, Bahasa, tentang bahasa, fungsi Yus Rusyana, Perihal Kedwibahasaan, Direktorat jenderal Pendidikan Tinggi, Dep. P K., fungsi bahasa: situasi Jakarta: 1998

aneka bahasa, setiap bahasa mempunyai kedudukan fungsi masing- masing. Pertemuan ke-3: Kegiatan: 1. Memahami sikap seseorang masyarakat 1. 2. 3. 4. 5. terhadap bahasa : sikap menghargai atau 6. tidak menghargai, 7. penyebabnya, akibatnya terhadap bahasa 8. kehidupan. 2. Memahami sikap 9. Orientasi Apersepsi Motivasi Kerangka acuan Presentasi diskusi tentang sikap berbahasa Membangun sikap berbahasa baik. Diskusi perbandingan sikap berbahasa nasional, daerah, asing Laporan situasi kebahasaan di lingkungan sekitar Simpulan 1. Mengamati Basuki Suhardi, Sikap Bahasa, mendiskusikan penggunaan Fakultas bahasa Universitas berbagai Sastra media atau lingkungan Indonesia, Depok : menganalisis 1996. sikap berbahasa terjadi di nya. 2. Menyusun pedoman sikap berbahasa baik bagi kalangan tertentu.

terhadap bahasa daerah, bahasa nasional, bahasa asing. Membangun sikap berbahasa baik. Pertemuan ke-4: Kegiatan: 1. Mengenali memahami penggunaan bahasa kehidupan: bahasa terkait dengan kegiatan manusia. 2. Mengenali memahami kemanfaatan 1. 2. 3. 4. 5. Orientasi Tugas: Apersepsi 1. Menyusun wacana Motivasi Kerangka acuan baik untuk digunakan Presentasi konteks tertentu. diskusi tentang manfaat bahasa 2. Membawakan wacana itu di 6. Perbandingan hadapan umum. pemakaian bahasa tulis lisan, jenis tulisan menggambarkan penginderaan penalaran 7. Praktik menggunakan bahasa untuk berbagai Bacaan: Yus Rusyana, Bahasa Sastra gamitan Pendidikan, C. V. Diponegoro, Bandung : 1984

bahasa bagi kehidupan: keperluan 8. Simpulan membahas, menyadari, menghargai kemanfaatan bahasa. Pertemuan ke-5: 1. Mengenal, memahami, menikmati bahasa digunakan deksripsi keadaan alam, masyarakat, budaya, serta menemukan nilainilai Orientasi Apersepsi Motivasi Kerangka acuan Presentasi diskusi tentang manfaat bahasa 3. Perbandingan bahasa deskripsi pengindraan tentang 1. 2. 3. 4. 5. pengindraan tentang alam, 1. Membaca penjelasan literatur tentang wacana deskripsi. serta Soeseno Kartomihardjo, Bahasa 2. Membaca penjelasan Masyarakat, alam, Direktorat masyarakat, 3. Membaca penjelasan jenis-jenis nilai. Cermin kehidupan literatur tentang pengertian literatur tentang pengertian masyarakat, menemukan budaya. keadaan budaya, Tugas: Pendidikan Tinggi, Jakarta: 1988.

terkandung di nilai-nilai nya. terkandung 2. Praktik di nya. menggunakan bahasa untuk mendeskripsikan keadaan alam, masyarakat budaya, serta menyatakan nilainilai 6. Laporan analisis berbagai tulisan deskripsi keadaan alam, masyarakat budaya, serta menyatakan nilainilai berkaitan dengannya. 7. Simpulan berkaitan dengannya. Pertemuan ke-6: 1. Mengenal, memahami, menikmati bahasa digunakan berfikir 1. 2. 3. 4. 5. Orientasi Apersepsi Motivasi Kerangka acuan Presentasi diskusi tentang manfaat bahasa sebagai alat berpikir 6. Praktik Tugas: 1. Membaca penjelasan Alexander literatur tentang hubungan Luria, berbahasa dengen berfikir. and 2. Membuat tulisan berisi pemikiran tentang hubungan R. Language Cognation, John Wiley E Son, New York:1982

tentang keadaan alam, masyarakat budaya, serta menemukan nilainilai terkandung di nya. 2. Praktik menggunakan bahasa untuk menyatakan pemikiran tentang keadaan masyarakat, budaya, alam, serta menyatakan nilainilai berkaitan dengannya. menggunakan bahasa untuk menyatakan pemikiran tentang keadaan alam, masyarakat, budaya, serta menyatakan nilainilai berkaitan dengannya. 7. Simpulan manusia dengen alam.

Pertemuan ke-7: 1. Mengenal, memahami, menikmati bahasa digunakan menggambarkan perasaan tentang keadaan alam, masyarakat, budaya, serta menemukan nilainilai terkandung di nya. 2. Praktik menggunakan bahasa untuk menggambarkan perasaan 1. 2. 3. 4. 5. Orientasi Apersepsi Motivasi Kerangka acuan Presentasi diskusi tentang manfaat bahasa 6. menikmati pemakaian bahasa digunakan menggambarkan perasaan tentang keadaan alam, masyarakat, budaya, serta menemukan nilai-nilai terkandung di nya. 7. Praktik menggunakan bahasa untuk menggambarkan perasaan. 8. Simpulan Membuat tulisan A.Teeuw, Karya mengekspresikan perasaan Sastra sehubungan keadaan Bahasanya, sekeliling. dengan Sastra Sastra, Ilmu Pustaka Jaya, Jakarta : 1984

sehubungan dengan keadaan alam, masyarakat, budaya, serta menyatakan nilainilai berkaitan dengannya. Pertemuan UTS ke-8: Pertemuan ke-9: kegiatan : 1. Mengenal, memahami, menikmati bahasa digunakan menggambarkan imajinasi tentang keadaan alam, 1. 2. 3. 4. 5. Orientasi Apersepsi Motivasi Kerangka acuan Presentasi diskusi tentang manfaat bahasa menikmati pemakaian bahasa digunakan menggambarkan imajinasi tentang keadaan alam, Membuat tulisan pembicaraan mengekspresikan sehubungan sekeliling. atau dengan imajinasi keadaan

masyarakat, budaya, serta menemukan nilainilai terkandung di nya. 2. Praktik menggunakan bahasa untuk menggambarkan imajinasi sehubungan dengan keadaan alam, masyarakat, budaya, serta menyatakan nilainilai berkaitan dengannya. masyarakat, budaya, serta menemukan nilai-nilai terkandung di nya. 6. Simulasi penggunaan bahasa untuk menggambarkan imajinasi sehubungan dengan keadaan alam, masyarakat, budaya, serta menyatakan nilainilai berkaitan dengannya. 7. Simpulan

Pertemuan ke-10: 1. Mengenali jenisjenis rumah pemukiman segi dari pengertian, unsur, tata ruang, tata letak, wilayah budaya. 2. Memahami fungsi 1. 2. 3. 4. 5. Orientasi Apersepsi Motivasi Kerangka acuan Presentasi diskusi tentang jenis-jenis rumah pemukiman. 6. Mengapresiasi fungsi rumah 7. Simpulan Menggambar atau membuat Yayasan denah atau membuat maket Pendidikan rumah atau pemukiman khas Nusantara, Kurikulum berbagai nusantara. daerah di Seni Berbasis Kompetensi Pendidikan Seni Nusantara, arti rumah Bahan Workshop, Jakarta, pemukiman dari segi pribadi, komunitas pemerintahan. 3. Menemukan nilai-nilai terkandung rumah pemukiman. 7 Februari 2003. 8

Pertemuan ke-11: 1. Mengenali ragam makanan masyarakat, tentang bahan, cara pengolahan kebiasaan makan di Nusantara. 2. Memahami 1. 2. 3. 4. 5. Orientasi Apersepsi Mengamati memahami Motivasi Kerangka acuan ragam makanan upacara Presentasi adat, hari besar keagamaan, diskusi tentang ragam makanan sebagainya. masyarakat. 6. Mengapresiasi nilai-nilai terkandung makanan di Nusantara. 7. Simpulan Kusnaka Adimihardja, Makanan khazanah Budaya, DISBUDPAR, Jawa Barat UPT UNPAD, Bandung : 2005. fungsi Doddy makanan Higan Budaya Nusantara. Jawa Khas Barat, Pt. Umum, Jakarta: terkandung 2000. makanan W.J. Nusantara. Pamudji, Gramedia Pustaka 3. Menemukan nilai-nilai INRIK konsep makanan konteks di Carputhy, Pengetahuan

Barang Makanan, Balai Pustaka, Jakarta: 1984. Pertemuan ke-12: 1. Mengenali jenisjenis tekstil pakaian dari segi teknis, motif, warna, gaya berpakaian di Nusantara. 2. Memahami peranan tekstil pakaian masyarakat dari segi fungsi makna. 3. Menemukan nilai-nilai 1. 2. 3. 4. 5. Orientasi Apersepsi Mengamati tekstil pakaian Motivasi Kerangka acuan ada di Presentasi masyarakat/museum/perusahaan diskusi tentang jenis-jenis tekstil membuat laporan tentang pakaian dari hasil pengamatan itu. segi teknis, motif, warna, gaya berpakaian di Nusantara. 6. Mengapresiasi nilai-nilai terkandung makanan di Nusantara. 7. Simpulan. Cut Kamariul Wardhani Ratna Panggabean, Tekstil, Pendidikan Seni Nusantara, Jakarta: 2003.

terkandung tekstil pakaian di Nusantara. Pertemuan ke-13: 1. Mengenali berbagai seni bela diri di berbagai wilayah Nusantara. seni fungsi bela diri wilayah Nusantara. nilai-nilai masyarakat. Notosoejitno, Khazanah Silat, CV. Sagung Seto, Jakarta: 1997. O ong terkandung seni bela diri di berbagai seni bela diri di berbagai wilayah Nusantara. Maryono, Silat Menentang Waktu, Pustaka Pelajar, Yogyakarta: terkandung 3. Menemukan Pencak Pencak 6. Mengapresiasi nilai-nilai Orientasi Apersepsi Mendasar pertunjukan seni bela Motivasi Kerangka acuan diri mengamati beberapa Presentasi aspeknya, seperti teknik, diskusi tentang peralatan seni. berbagai seni bela diri di berbagai 2. Mengenal beberapa 1. 2. 3. 4. 5. 1998. Yus Tuturan Rusyana, tentang Pencak Silat

Nusantara. 7. Simpulan. Tradisi Lisan Sunda, Yayasan Obor Indonesia Yayasan Tradisi Aspirasi Lisan, Jakarta: 1996. Yahya A. Saputra H. Sjafi I, Irwan BEKSI, Gunung Jati, Jakarta: 2002. Pertemuan ke-14: 1. Mengenali memahami seni bertutur tradisi Nusantara. lisan 1. 2. 3. 4. 5. Orientasi Apersepsi Menuturkan cerita berasal Motivasi Kerangka acuan dari tradisi lisan Nusantara. Presentasi diskusi tentang seni bertutur Suripan sadi Hutomo. Kentrung, Yayasan Alam Mitra Sejati, Malang: 1998.

2. Mengenal memahami fungsi seni bertutur masyarakat. 3. Menemukan nilai-nilai tradisi lisan Nusantara. ke-15: Rusyana, Prasa Tradisional : 6. Mengapresiasi nilai-nilai terkandung seni bertutur tradisi lisan Nusantara. 7. Simpulan. Pengertian, Klasifikasi, Departemen Pendidikan Nasional, seni bertutur di 2000 1. Mengenal beberapa jenis wa dari beberapa wilayah Nusantara, dari segi jenis, bentuk, bahan, karakter, cara 1. 2. 3. 4. 5. Orientasi Apersepsi Menonton pertunjukan atau Motivasi Kerangka acuan mengamati wujud berbagai jenis Presentasi wa serta menceritakan diskusi tentang beberapa faktor. jenis wa ada di Nusantara. 3. Mengapresiasi nilai-nilai teks, Pusat Bahasa terkandung Nusantara. Pertemuan Yus Jakarta:

memainkannya. 2. Memahami berbagai wa fungsi wa ke-16: UAS fungsi wa senimannya senimannya kehidupan kehidupan sosial budaya. sosial budaya. Pertemuan terkandung 6. Simpulan.

SILABUS 1. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : APRESIASI BAHASA DAN SENI Nomor Kode : FS 300 Bobot Sks : 3 SKS Semester / Jenjang : 5/ S-1 Kelompok Mata Kuliah : Mata Kuliah Perluasan Penan (MKPP) Jurusan : Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia Program Studi : Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia Status Mata Kuliah :- Mata Kuliah Prasyarat :- Dosen/Kode Dosen : Dr. Isah Cahyani, M.P.

2. Tujuan Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu mengenal, memahami menghargai nilai-nilai terdapat bahasa seni, baik struktur maupun konteksnya. 3. Dekripsi Isi Dalam perkuliahan ini dibahas tentang 1) Situasi kebahasaan kedudukan serta fungsi bahasa 2) Sikap seseorang masyarakat terhadap bahasa 3) Manfaat bahasa bagi kehidupan 4) Penggunaan bahasa menggambarkan pengindraan 5) Penggunaan bahasa berpikir 6) Penggunaan bahasa menggambarkan perasaan 7) Penggunaan bahasa menggambarkan imajinasi 8) Seni konteks rumah pemukiman 9) Seni konteks makanan 10) Seni konteks tekstil pakaian 11) Seni tari 12) Seni bela diri

13) Seni bertutur 14) Seni wa 4. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan : Mahasiswa diusahakan agar mengenal, memahami, menghargai nilai-nilai terdapat bahasa seni dengan melakukan kegiatan berbahasa, kegiatan mengindra, kegiatan dengan anggota ba, kegiatan rohaniah (berpikir, merasa, berimajinasi) berkenaan bahan pembelajaran beserta konteksnya. Metode : Mengobservasi, mengalami, mendeskripsikan, menganalisis. Setelah itu dilakukan pembahasan dengan menggunakan landasan teori pada big bahasa seni. Tugas : Menyusun makalah berisi hasil pengamatan tentang bahasa seni, dianalisis dibahas dengan menggunakan teori dibaca literatur. Media : *. Bahan-bahan konket merupakan sampel dari fakta bahasa Seni *. OHP dsb.

5. Evaluasi Kehadiran partisipasi di kelas Tugas-tugas UTS UAS 6. Rincian Materi Perkuliahan Tiap Pertemuan Pertemuan I Membahas: 1) Tujuan mata kuliah 2) Ruang lingkup mata kuliah 3) Kebijakan pelaksanaan perkuliahan 4) Kebijakan penilaian hasil belajar 5) Tugas harus diselesaikan 6) Buku ajar digunakan sumber belajar lainnya 7) Hal-hal lain esensial pelaksanaan perkuliahan.

Pertemuan I Membahas: 1. Tujuan mata kuliah. 2. Ruang lingkup mata kuliah. 3. Kebijaksanaan pelaksanaan perkuliahan. 4. Kebijaksanaan penilaian hasil belajar. 5. Tugas harus diselesaikan. 6. Buku ajar digunakan sumber belajar lainnya. 7. Hal-hal esensial pelaksanaan perkuliahan. Pertemuan II Kegiatan Memahami 1. Situasi kebahasaan: terdapat beraneka bahasa digunakan masyarakat. perlu dipahami mengapa terjadi situasi demikian. 3. Memahami kedudukan fungsi bahasa: situasi aneka bahasa, setiap bahasa mempunyai kedudukan fungsi masing-masing. 1. Mengamati peristiwa penggunaan aneka bahasa di masyarakat. Memahami mengapa terjadi hal seperti itu.

2. Membaca teori tentang situasi aneka bahasa, kedudukan, fungsi bahasa. Amran Halim (ed.), Politik Bahasa Nasional 1 2, Pusat Bahasa, Jakarta : 1976 Yus Rusyana, Perihal Kedwibahasaan, Direktorat jenderal Pendidikan Tinggi, Dep. P K., Jakarta: 1998 Pertemuan III Kegiatan: 1. Memahami sikap seseorang masyarakat terhadap bahasa : sikap menghargaii atau tidak menghargai, penyebabnya, akibatnya terhadap bahasa kehidupan. 2. Memahami sikap terhadap bahasa daerah, bahasa nasional, bahasa asing. Membangun sikap berbahasa baik. 1. Mengamati mendiskusikan penggunaan bahasa berbagai media atau lingkungan menganalisis sikap berbahasa terjadi di nya. 2. Menyusun pedoman sikap berbahasa baik bagi kalangan tertentu.

Bacaan: Basuki Suhardi, Sikap Bahasa, Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Depok : 1996. Pertemuan IV Kegiatan: 1. Mengenali memahami penggunaan bahasa kehidupan : bahasa terkait dengan kegiatan manusia. 2. Mengenali memahamikemanfaatan bahasa bagi kehidupan : membahas, menyadari, menghargai kemanfaatan bahasa. Tugas: 1. Menyusun wacana baik untuk digunakan konteks tertentu. 2. Membawakan wacana itu dihadapan umum. Bacaan: Yus Rusyana, Bahasa Sastra gamitan Pendidikan, C. V. Diponegoro, Bandung : 1984 Pertemuan V 1. Mengenal, memahami, menikmatibahasa digunakan deksripsi pengindraan tentang keadaan alam, masyarakat, budaya, serta menemukan nilai-nilai terkandung di nya.

2. Praktik menggunakan bahasa untuk mendeskripsikan keadaan alam, masyarakat budaya, serta menyatakan nilai-nilai berkaitan dengannya. Tugas: 1. Membaca penjelasan literatur tentang wacana deskripsi. 2. Membaca penjelasan literatur tentang pengertian alam, masyarakat, budaya. 3. Membaca penjelasan literatur tentang pengertian jenis-jenis nilai. Soeseno Kartomihardjo, Bahasa Cermin kehidupan Masyarakat, Direktorat Pendidikan Tinggi, Jakarta: 1988. Pertemuan VI 1. Mengenal, memahami, menikmati bahasa digunakan berfikir tentang keadaan alam, masyarakat budaya, serta menemukan nilai-nilai terkandung di nya. 2. Praktik menggunakan bahasa untuk menyatakan pemikiran tentang keadaan alam, masyarakat, budaya, serta menyatakan nilai-nilai berkaitan dengennya. Tugas: 1. Membaca penjelasan literatur tentang hubungan berbahasa dengen berfikir. 2. Membuat tulisan berisi pemikiran tentang hubungan manusia dengen alam.

Alexander R. Luria, Language and Cognation, John Wiley E Son, New York:1982 Pertemuan VII 1. Mengenal, memahami, menikmati bahasa digunakan menggambarkan perasaan tentang keadaan alam, masyarakat, budaya, serta menemukan nilai-nilai terkandung di nya. 2. Parkatik menggunakan bahasa untuk menggambarkan perasaan sehubungan dengen keadaan alam, masyarakat, budaya, serta menyatakan nilai-nilai berkaitan dengannya. Membuat tulisan mengekspresikan perasaan sehubungan dengan keadaan sekeliling. A.Teeuw, Karya Sastra Bahasanya, Sastra Ilmu Sastra, Pustaka Jaya, Jakarta : 1984 Pertemuan VIII Ujian Tengah Semester Pertemuaan IX kegiatan : 1. Mengenal, memahami, menikmati bahasa digunakan menggambarkan imajinasi tentang keadaan alam, masyarakat, budaya, serta menemukan nilai-nilai terkandung di nya.

2. Praktik menggunakan bahasa untuk menggambarkan imajinasi sehubungan dengan keadaan alam, masyarakat, budaya, serta menyatakan nilai-nilai berkaitan dengannya. Membuat tulisan atau pembicaraan mengekspresikan imajinasi sehubungan dengan keadaan sekeliling. Pertemuaan X 1. Mengenali jenis-jenis rumah pemukiman dari segi pengertian, unsur, tata ruang, tata letak, wilayah budaya. 2. Memahami fungsi arti rumah pemukiman dari segi pribadi, komunitas pemerintahan. 3. Menemukan nilai-nilai terkandung rumah pemukiman. Menggambar atau membuat denah atau membuat maket rumah atau pemukiman khas berbagai daerah di nusantara. Yayasan Pendidikan Seni Nusantara, Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Seni Nusantara, Bahan Workshop, Jakarta, 7 8 Februari 2003.

Pertemuan XI 1. Mengenali ragam makanan masyarakat, tentang bahan, cara pengolahan kebiasaan makan di Nusantara. 2. Memahami konsep makanan fungsi makanan konteks Budaya Nusantara. 3. Menemukan nilai-nilai terkandung makanan di Nusantara. Mengamati memahami ragam makanan upacara adat, hari besar keagamaan, sebagainya. Kusnaka Adimihardja, Makanan khazanah Budaya, DISBUDPAR, Jawa Barat UPT INRIK UNPAD, Bandung : 2005. Doddy Pamudji, Higan Khas Jawa Barat, Pt. Gramedia Pustaka Umum, Jakarta: 2000. W.J. Carputhy, Pengetahuan Barang Makanan, Balai Pustaka, Jakarta: 1984. Pertemuan XII 1. Mengenali jenis-jenis tekstil pakaian dari segi teknis, motif, warna, gaya berpakaian di Nusantara. 2. Memahami peranan tekstil pakaian masyarakat dari segi fungsi makna.

3. Menemukan nilai-nilai terkandung tekstil pakaian di Nusantara. Mengamati tekstil pakaian ada di masyarakat/museum/perusahaan membuat laporan tentang hasil pengamatan itu. Cut Kamariul Wardhani Ratna Panggabean, Tekstil, Pendidikan Seni Nusantara, Jakarta: 2003. Pertemuan XIII 1. Mengenali berbagai seni bela diri di berbagai wilayah Nusantara. 2. Mengenal beberapa fungsi seni bela diri masyarakat. 3. Menemukan nilai-nilai terkandung seni bela diri di Nusantara. Mendasar pertunjukan seni bela diri mengamati beberapa aspeknya, seperti teknik, peralatan seni.

Notosoejitno, Khazanah Pencak Silat, CV. Sagung Seto, Jakarta: 1997. O ong Maryono, Pencak Silat Menentang Waktu, Pustaka Pelajar, Yogyakarta: 1998. Yus Rusyana, Tuturan tentang Pencak Silat Tradisi Lisan Sunda, Yayasan Obor Indonesia Yayasan Aspirasi Tradisi Lisan, Jakarta: 1996. Yahya A. Saputra H. Irwan Sjafi I, BEKSI, Gunung Jati, Jakarta: 2002. Pertemuan XIV 1. Mengenali memahami seni bertutur tradisi lisan Nusantara. 2. Mengenal memahami fungsi seni bertutur masyarakat. 3. Menemukan nilai-nilai terkandung seni bertutur di Nusantara. Menuturkan cerita berasal dari tradisi lisan Nusantara. Suripan sadi Hutomo. Kentrung, Yayasan Mitra Alam Sejati, Malang: 1998. Yus Rusyana, Prasa Tradisional : Pengertian, Klasifikasi, teks, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta: 2000

Pertemuan XV 1. Mengenal beberapa jenis wa dari beberapa wilayah Nusantara, dari segi jenis, bentuk, bahan, karakter, cara memainkannya. 2. Memahami berbagai fungsi wa senimannya kehidupan sosial budaya. Menonton pertunjukan atau mengamati wujud berbagai jenis wa serta menceritakan beberapa faktor. Yayasan Pendidikan Seni Nusantara, Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Seni Nusantara, Bahan Workshop, Jakarta, 7 8 Februari 2003. Pertemuan XVI : Ujian Akhir Semester (UAS): Tes Tertulis 7. Buku Sumber: Ahmadi, Mukhsin. 1990. Strategi belajar mengajar: Keterampilan berbahasa sastra Indonesia. Malang: Penerbit YA3. Amran Halim (ed.), Politik Bahasa Nasional 1 2, Pusat Bahasa, Jakarta : 1976 Basuki Suhardi, Sikap Bahasa, Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Depok : 1996. Cut Kamariul Wardhani Ratna Panggabean, Tekstil, Pendidikan Seni Nusantara, Jakarta: 2003.

Doddy Pamudji, Higan Khas Jawa Barat, Pt. Gramedia Pustaka Umum, Jakarta: 2000. Efendi, Anwar, dkk. 1998. Pengajaran Apresiasi Sastra. Jakarta: Depdikbud. Harymawan. 1988. Dramaturgi. Bandung: Remaja Rosdakarya. Hasanudin. 1998. Drama Karya Dua Dimensi Kajian Teori, Sejarah Analisis. Bandung: Angkasa. Ismail, Taufik dkk, editor. 2001. Horison Sastra Indonesia Kitab Drama. Jakarta: Horison. Kusnaka Adimihardja, Makanan khazanah Budaya, DISBUDPAR, Jawa Barat UPT INRIK UNPAD, Bandung : 2005. Luxemburg, dkk. 1984. Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Gramedia. Mulyana, Yoyo dkk. 1998. Sanggar Sastra. Jakarta: sanggar Sastra. O ong Maryono, Pencak Silat Menentang Waktu, Pustaka Pelajar, Yogyakarta: 1998. Notosoejitno, Khazanah Pencak Silat, CV. Sagung Seto, Jakarta: 1997. Soeseno Kartomihardjo, Bahasa Cermin kehidupan Masyarakat, Direktorat Pendidikan Tinggi, Jakarta: 1988. Suripan Sadi Hutomo. Kentrung, Yayasan Mitra Alam Sejati, Malang: 1998. Rahmanto, B. 1988. Metode Pengajaran Sastra. Yogyakarta:Kanisius. Rusyana, Yus. 1982. metode pengajaran sastra. Bandung: Gunung Larang. Surya, Mohamad. 2003. Psikologi Pengajaran. Bandung: Rosdakarya. Tarigan, Henry Guntur. 1993. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa. Waluyo, Herman. 2001. Drama Teori Pengajarannya. Yogyakarta: Hanindita. : 1984 W.J. Carputhy, Pengetahuan Barang Makanan, Balai Pustaka, Jakarta: 1984. Yahya A. Saputra H. Irwan Sjafi I, BEKSI, Gunung Jati, Jakarta: 2002. Yayasan Pendidikan Seni Nusantara, Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan

Seni Nusantara, Bahan Workshop, Jakarta, 7 8 Februari 2003. Yus Rusyana, Tuturan tentang Pencak Silat Tradisi Lisan Sunda, Yayasan Obor Indonesia Yayasan Aspirasi Tradisi Lisan, Jakarta: 1996. Yus Rusyana, Perihal Kedwibahasaan, Direktorat jenderal Pendidikan Tinggi, Dep. P K., Jakarta: 1998 Yus Rusyana, Prasa Tradisional : Pengertian, Klasifikasi, teks, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta: 2000