Geo Image 5 (2) (2016) Geo Image.

dokumen-dokumen yang mirip
BADAN PUSAT STATISTIK Kabupaten Pati

Geo Image (Spatial-Ecological-Regional)

BAB 5 PENUTUP Kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis pada bab sebelumnya, dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu sebagai berikut:

BAB IV GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Bab I Berisi: 1.1 Pemerintahan 1.2 Kepegawaian 1.3 Kondisi Geografis Daerah 1.4 Gambaran Umum Demografi 1.

LAPORAN HASIL SURVEI INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) LAYANAN KEMAHASISWAAN DI POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA TAHUN 2015

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PATI NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH

BAB III MATERI DAN METODE. Aliran Sungai Jratunseluna dilaksanakan pada bulan November - Desember 2015.

BAB 4 ANALISIS HASIL PERHITUNGAN EFISIENSI RELATIF PUSKESMAS- PUSKESMAS DI KABUPATEN PATI

GAMBARAN WILAYAH PEGUNUNGAN KENDENG

dilaksanakan pada suatu lembaga layanan publik.

PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN PADA PUSKESMAS PADURAKSA DAN PUSKESMAS PETARUKAN KAB. PEMALANG

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan deskripsi kualitatif dengan menggunakan metode

BAB 3 GAMBARAN UMUM Gambaran Umum Kabupaten Pati

BAB III METODE PENELITIAN. di mana analisis diuraikan secara kualitatif ditambah sedikit perhitungan

Geo Image (Spatial-Ecological-Regional) ANALISIS SPASIAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN BREBES BAGIAN TENGAH

ABSTRAK. Kata kunci : pelayanan, indek kepuasan masyarakat. Universitas Kristen Maranatha

TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP LAYANAN DRIVE THRU DI SISTEM MANUNGGAL SATU ATAP KABUPATEN BANTUL JURNAL

Sekretariat Daerah Bappeda A. LEGALISASI RAPERDA RTRW B. PERWUJUDAN STRUKTUR RUANG. program :

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu dengan cara survei untuk

Geo Image (Spatial-Ecological-Regional)

Laporan Hasil Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) BBPP Batangkaluku Tahun 2017

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

GLOBAL HEALTH SCIENCE ISSN

LAPORAN HASIL PENYUSUNAN SURVEI INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT ( IKM ) KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2012

BAB II GAMBARAN UMUM KABUPATEN PATI DAN BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN PATI

Gambaran Indeks Kepuasan Masyarakat di Puskesmas Tegal Angus pada Era Jaminan Kesehatan Nasional

Geo Image (Spatial-Ecological-Regional)

Mengukur Indeks Kepuasan Masyarakat dan Menentukan Prioritas Perbaikan Melalui Potential Gain In Customer Value (Studi Kasus: Samsat Kota Cilegon)

Geo Image 1 (1) (2012) Geo Image.

[ IKM UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG ] Tahun 2015

Geo Image (Spatial-Ecological-Regional)

HASIL PENGUKURAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) BALAI BESAR LITBANG PASCAPANEN PERTANIAN. Periode Januari Juni 2017

HASIL PENGUKURAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) BB PASCAPANEN. Periode Januari Juni 2016

INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT

KUALITAS PELAYANAN PEMBUATAN KARTU TANDA PENDUDUK ELEKTRONIK DI KECAMATAN COLOMADU KABUPATEN KARANGANYAR. Oleh Povie Nur Rahayu

PEMERINTAH KABUPATEN SINJAI DINAS KESEHATAN PUSKESMAS MANIMPAHOI KEC. SINJAI TENGAH Alamat :JlnPoros Malino Desa Saotengnga Kec.

PELAKSANAAN KEGIATAN

LAPORAN SURVEY IKM BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PERIKANAN (BPPP) BANYUWANGI 2015

LAPORAN HASIL SURVEY INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) BALAI BESAR KARANTINA PERTANIAN SOEKARNO-HATTA SEMESTER II TAHUN ANGGARAN 2016 BAB I PENDAHULUAN

S - 12 PENGELOMPOKKAN STASIUN POS HUJAN KABUPATEN PATI BERBASIS METODE WARD DALAM PETA ANALISIS KERAWANAN BANJIR

INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM)

PELAKSANAAN KEGIATAN

Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Permenpan No. 14 Tahun Makassar, 20 Februari 2018

LAPORAN HASIL SURVEI INDEKS KEPUASAN MAHASISWA (IKM) UNIVERSITAS HALU OLEO (UHO) TAHUN AKADEMIK 2013/2014

BAB II METODE PENELITIAN. saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau bagaimana adanya.

Edu Geography 3 (7) (2015) Edu Geography.

ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI PUSKESMAS BANDARHARJO DI KECAMATAN SEMARANG UTARA ABSTRAK

LAPORAN HASIL PELAKSANAAN SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN SLEMAN PERIODE DESEMBER TAHUN 2015

SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT

LAPORAN HASIL SURVEY INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) BALAI BESAR KARANTINA PERTANIAN SOEKARNO-HATTA SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2016 BAB I PENDAHULUAN

[ SURVEI INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT ] Periode Tahun 2014

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM)

LAPORAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PUBLIK PADA BALAI EMBRIO TERNAK CIPELANG

ALOKASI TAMBAHAN FORMASI PENGADAAN CPNS DARI PELAMAR UMUM PEMERINTAH KABUPATEN PATI TAHUN 2008

Edu Geography

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

ANALISIS KETERSEDIAAN SARANA PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) KABUPATEN PATI TAHUN2007 dan 2012

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di Puskesmas Pamarayan Kabupaten Serang

BAB III METODE PENELITIAN. Terhadap Kualitas Pelayanan Puskesmas Menganti Gresik, peneliti

LAPORAN HASIL MONITORING DAN EVALUASI INDIKATOR KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) DI LINGKUNGAN BPTP BENGKULU

INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) PERIODE JANUARI S/D DESEMBER 2016

KAJIAN KONVERSI SAWAH MENJADI NON SAWAH DI KABUPATEN PATI TAHUN

INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Edu Geography 3 (5) (2015) Edu Geography.

Geo Image (Spatial-Ecological-Regional)

LAPORAN HASIL SURVEY INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT PERIODE KESATU TAHUN 2015

LAPORAN HASIL SURVEY INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT PERIODE KEDUA TAHUN 2017

Laporan Survei Indeks Kepuasan Masyarakat Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas LIPI Tahun 2016

HASIL PENGUKURAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) BB PASCAPANEN. Periode Juli Desember 2015

PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 90 TAHUN 2011 TENTANG

Edu Geography 3 (1) (2014) Edu Geography.

PENGUKURAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) SEMESTER II TAHUN 2017

Geo Image (Spatial-Ecological-Regional)

INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) PADA DINAS TENAGA KERJA KOTA BANDUNG TAHUN 2016

BAB IV METODE PENELITIAN. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

Techno.COM, Vol. 14, No. 4, November 2015:

INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PADA RUMAH SAKIT

LAPORAN HASIL SURVEY INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT PERIODE KESATU TAHUN 2016

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : KEP/25/M.PAN/2/2004

BAB 5 PENUTUP. merupakan kategori Amat Baik karena berada pada rentang nilai Interval

Edu Elektrika Journal

LAPORAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) SEMESTER I

LAPORAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT SEMESTER II TAHUN 2016

LAPORAN HASIL SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT

STUDI TENTANG INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN KLANDASAN ILIR KOTA BALIKPAPAN.

Geo Image (Spatial-Ecological-Regional)

INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PUBLIK PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA BANJARMASIN. Abstract

Transkripsi:

Geo Image 5 (2) (2016) Geo Image http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/geoimage ANALISIS DAYA LAYAN DAN EFEKTIFITAS LOKASI PUSKEMAS DI KABUPATEN PATI Rizki Yulianto, Rahma Hayati & Ananto Aji Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang, Indonesia Info Artikel Diterima Juli 2016 Disetujui Agustus 2016 Dipublikasikan November 2016 Keywords: Services, Health Center, Peoples, Satisfaction Index Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pola sebaran spasial fasilitas kesehatan di Kabupaten Pati.(2) daya layan Puskesmas di Kabupaten Pati.(3) efektifitas lokasi Puskesmas di Kabupaten Pati. Hasil penelitian ini menunjukkan pola sebaran spasial Puskesmas di Kabupaten Pati yang mempunyai pola seragam dengan nilai T = 1,26. Daya layan puskesmas di Kabupaten Pati berfariasi. Daya layan fasilitas Puskesmas yang termasuk rendah dengan nilai <1 yaitu di Kecamatan Sukolilo, Kayen, Jaken, Batangan, Juwana, Pati, Margorejo, Trangkil, dan Dukuhseti. Daya layan fasilitas Puskesmas yang termasuk tinggi dengan nilai daya layan >1 yaitu di Kecamatan Winong, Pucakwangi dan Gabus. Sedangkan daya layan fasilitas Puskesmas yang termasuk sedang dengan nilai daya layan =1 yaitu di Kecamatan Tambakromo, Jakenan, Gembong, Wedarijaksa, Margoyoso, Cluwak dan Tayu. Tingkat kepuasaan masyarakat terhadap pelayanan fasilitas kesehatan di diperoleh indeks tingkat kepuasan masyarakat sebesar 91,74 yang artinya masyarakat merasa sangat puas dengan pelayanan fasilitas kesehatan yang tersedia. Abstract This study aims to determine (1) the pattern of the spatial distribution of Puskesmas in the district of Pati. (2) power serviceability Puskesmas in the district of Pati. (3) the effectiveness of the Puskesmas locations in Pati regency. The results of this study show the spatial distribution pattern of the Puskesmas in the Pati regency have a uniform pattern with a value of T = 1.26. Power serviceability berfariasi health centers in Pati regency. Power serviceability PHC facilities that include a lower value <1 which is in District Sukolilo, Kayen, Jaken, Bars, Juwana, Pati, Margorejo, Trangkil, and Dukuhseti. Power serviceability PHC facilities that include high-power value serviceability> 1 which is in District Winong, Pucakwangi and Gabus. While power serviceability facilities including health centers moderately intellectually power value = 1 which is in District Tambakromo, Jakenan, Gembong, Wedarijaksa, Margoyoso, Cluwak and Tayu. The level of public satisfaction with the services at the health facilities obtained level of community satisfaction index of 91.74, which means people feel very satisfied with the services available health facilities. 2016 Universitas Negeri Semarang Alamat korespondensi: Gedung C1 Lantai 2, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229 Email: geografiunnes@gmail.com ISSN 2252-6285

PENDAHULUAN Perkembangan penduduk dan kegiatannya akan berdampak pada perkembangan wilayah dengan peningkatan kebutuhan fasilitas baik fasilitas umum maupun fasilitas sosial. Biasanya kebutuhan penduduk meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Salah satunya adalah kebutuhan akan kesehatan yang merupakan faktor penting dalam menjaga kelangsungan hidup manusia. Faktor pelayanan kesehatan, ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan yang berkualitas akan berpengaruh pada status kesehatan masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya adalah dengan menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Upaya kesehatan di Kabupaten Pati sejauh ini telah di arahkan untuk dapat meningkatkan mutu dan pelayanan kesehatan yang makin terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, tapi pada kenyataannya, penempatan fasilitas kesehatan di Kabupaten Pati belum merata yaitu hampir seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Pati berada di pusat pemerintahan padahal menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang pengelolaan tata ruang harus dilakukan secara bijaksana, berdaya guna, dan berhasil guna dengan berpedoman pada kaidah penataan ruang sehingga tidak menimbulkan kesenjangan antar daerah. Ketersediaan dan penempatan fasilitas kesehatan di Kabupaten Pati belum optimal, seperti pelayanan Puskesmas yang masih kurang optimal cenderung memusat di sekitar pusat pemerintahan. Hal ini sangat menyusahkan masyarakat yang tinggal di pelosok kecamatan yang tidak terjangkau layanan puskesmas di khawatirkan fungsi pelayanan fasilitas kesehatan kepada masyarakat kurang optimal sehingga kebutuhan masyarakat akan pelayanan fasilitas kesehatan tidak terpenuhi. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan yang akan diungkap yaitu: (1) Bagaimana pola sebaran Puskesmas di Kabupaten Pati?; (2) Bagaimana daya layan Puskesmas di Kabupaten Pati?; (3) Bagaimana efektifitas lokasi Puskesmas di Kabupaten Pati?; Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini yaitu mengetahui: (1) pola sebaran spasial fasilitas kesehatan di Kabupaten Pati. (2) daya layan Puskesmas di Kabupaten Pati.(3) efektifitas lokasi Puskesmas di Kabupaten Pati. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif kuantitatif. Populasi adalah keseluruhan dari objek penelitian yang diamati. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh puskesmas di Kabupaten Pati dan yang menjadi target populasi yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat yaitu seluruh masyarakat yang memanfaatkan fasilitas kesehatan dalam artian seluruh penduduk Kabupaten Pati sebanyak 1.218.016 jiwa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive area random sampling, sampel di ambil di desa yang dekat dan jauh dari pusat pemerintahan yaitu Puskesmas Pati 1, Pati 2, Margorejo, Sukolilo 1, Sukolilo 2 dan Juwana. Variabel dalam penelitian ini meliputi 3 aspek yaitu: (1) Variabel untuk sebaran wilayah Puskesmas di Kabupaten Pati yaitu lokasi meliputi lokasi absolut dan lokasi relatif.; (2) Variabel untuk daya layan meliputi jumlah fasilitas puskesmas dan jumlah penduduk Kabupaten Pati.; (3) Variabel untuk efektifitas lokasi meliputi jaringan jalan (utama dan arteri), lokasi fasilitas puskesmas dan pemukiman. Metode pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis skalogram, analisis tetangga terdekat dengan menggunakan rumus T = Ju/Jh, analisi kelas daya layan, dan analisis tingkat kepuasan masyarakat. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Pola Sebaran Puskemas di Kabupaten Pati Pola sebaran spasial fasilitas kesehatan di Kabupaten Pati di analisis menggunakan analisis tetangga terdekat dan di klasifikasikan menjadi 3 bentuk yaitu pola sebaran randomatau acak T= 1,26. Karena setiap kecamatan telah memiliki puskesmas. 2. Tingkat Daya Layan Puskesmas di Kabupaten Pati Berdasarkan hasil penelitian tingkat daya layan fasilitas kesehatan di Kabupaten Pati diklasifikasikan dalam tiga klasifikasi kelas daya layan, yakni daya layan rendah untuk tingkat kecukupan <1, daya layan sedang untuk tingkat kecukupan =1 dan daya layan tinggi untuk tingkat kecukupan >1. 2

Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada tabel 1 berikut : No. Kecamatan Jumlah Penduduk Rizki Yulianto / Geo Image 5 (2) (2016) Kebutuhan Puskesmas Ketersediaan Puskesmas Daya Layan Kelas Daya layan 1 Sukolilo 87.476 3 2 0,6 Rendah 2 Kayen 71.480 2 1 0,5 Rendah 3 Tambakromo 48.772 1 1 1 Sedang 4 Winong 49.671 1 2 2 Tinggi 5 Pucakwangi 41.564 1 2 2 Tinggi 6 Jaken 42.453 1 1 1 Sedang 7 Batangan 41.910 1 1 1 Sedang 8 Juwana 92.992 3 1 0,3 Rendah 9 Jakenan 40.527 1 1 1 Sedang 10 Pati 105.172 3 2 0,6 Rendah 11 Gabus 52.227 1 2 2 Tinggi 12 Margorejo 58.732 2 1 0,5 Rendah 13 Gembong 43.345 1 1 1 Sedang 14 Tlogowungu 49.974 2 1 0,5 Rendah 15 Wedarijaksa 58.986 2 2 1 Sedang 16 Trangkil 60.480 2 1 0,5 Rendah 17 Margoyoso 71.814 2 2 1 Sedang 18 Gunungwungkal 35.536 1 1 1 Sedang 19 Cluwak 42.981 1 1 1 Sedang 20 Tayu 64.933 2 2 1 Sedang 21 Dukuhseti 56.991 2 1 0,5 Rendah Sumber: Data Diolah, 2016. Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat tingkat daya layan Puskesmas di Kabupaten Pati sangat bervariasi. Untuk Puskesmas yang mempunyai tingkat daya layan rendah dengan nilai <1 yaitu di Kecamatan Sukolilo, Kayen, Juwana, Batangan, Pati, Margorejo, Tlogowungu, Trangkil, dan Dukuhseti. Puskesmas yang mempunyai tingkat daya layan tinggi >1 yaitu di Kecamatan Winong, Pucakwangi, dan Gabus sedangkan Kecamatan Tambakromo, Jakenan, Gembong, Margoyoso, Gunungwungkal, Cluwak dan Tayu berdaya layan sedang dengan nilai daya layan = 1. Secara keseluruhan daya layan fasilitas Puskesmas di Kabupaten Pati cukup untuk kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. 3. Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Puskesmas Di Kabupaten Pati Penilaian/ tanggapan terhadap pelayanan Puskesmas ini dilakukan oleh masyarakat yang notabene sebagai pelanggan/konsumen atas pelayanan publik tersebut di Kabupaten Pati. Dalam hal ini, masyarakat diminta untuk melakukan serangkaian penilaian terhadap petugas pelayanan dalam kaitannya dengan kinerjanya dalam melayani masyarakat. Dalam menilai tersebut, masyarakat untuk mengisi jawaban yang telah disajikan dalam sejumlah pertanyaan berupa angket. Masyarakat yang menilai tersebut adalah masyarakat yang pernah melakukan pengobatan di Puskesmas. Data masyarakat tersebut kemudian dilakukan sampling acak sederhana untuk diambil 90 responden sesuai teknik analisis yang digunakan dalam metode penelitian yang akan mewakili masyarakat Kabupaten Pati untuk melakukan penilaian terhadap kinerja pelayanan Puskesmas. Setelah pengambilan sampel tersebut, kemudian tahap selanjutnya adalah melakukan penyebaran angket kepada masyarakat responden yang ditentukan. Langkah tersebut ditempuh dengan cara menitipkan angket pada tiap-tiap Puskesmas masing-masing untuk disebarkan ke masyarakat responden. Proses penitipan sampai terkumpulnya kembali angket tersebut memakan waktu hingga 2 minggu setelah angket tersebut diisi oleh responden. Selanjutnya, penilaian yang telah dilakukan oleh responden tersebut kemudian dianalisis ke dalam Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Indeks tersebut menggambarkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja pelayanan publik berupa pelayanan pengobatan di Puskesmas Kabupaten Pati. Serangkaian kegiatan rekapitulasi dan tabulasi dilakukan setelah data angket penelitian terhadap kinerja tersebut terkumpul. Hasil penelitian tersebut dapat digambarkan pada tabel 2 sebagai berikut. 3

Tabel. 2. Tingkat Kepuasan Masyarakat No. UNSUR PELAYANAN Jumlah skor Jumlah angket yang terisi Nilai rata-rata (NRR) (3)(4) NRR tetimbang (5)x0,071 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1 Pengetahuan Wilayah 288 90 3,2 0,23 2 Kunjungan Fasilitas 255 90 2,83 0,2 3 Jarak Rumah dengan Fasilitas 280 90 3,11 0,22 4 Pemahaman Prosedur Pelayanan 255 90 2,83 0,2 5 Kesamaan Persyaratan Pelayanan 290 90 3,22 0,23 6 Kejelasan dan Kepastian pelayanan 276 90 3,07 0,22 7 Kedisiplinan Petugas 256 90 2,84 0,2 8 Tanggungjawab Petugas 287 90 3,19 0,23 9 Kemampuan Petugas 290 90 3,22 0,23 10 Kecepatan Pelayanan 259 90 2,88 0,2 11 Keadilan Mendapatkan Pelayanan 12 Kesopanan dan Keramahan Petugas 13 Kewajaran Biaya Mendapatkan 279 90 3,1 0,22 273 90 3,03 0,22 248 90 2,76 0,2 14 Kesesuaian Biaya 277 90 3,08 0,22 15 Ketepatan Pelaksanaan Pelayanan 16 Keamanan di Lingkungan Unit Pelayanan 274 90 3,04 0,22 276 90 3,07 0,22 17 Keamanan pelayanan 290 90 3,22 0,23 Jumlah 3,69 IKM Pelayanan Puskesmas (x25) 91,74 Mutu Pelayanan Kinerja Pelayanan Puskesmas Sumber: Data diolah 2016 A Sangat Puas Pada tabel 2 di atas ditunjukkan hasil rekapitulasi penilaian masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Kabupaten Pati yang terdiri atas jumlah skor, jumlah angket yang terisi, nilai rata-rata (NRR), dan NRR tertimbang. Jika ingin mengetahui nilai indeks pelayanan kinerja secara keseluruhan dapat dihitung secara manual berdasarkan tabel 4.23 di atas sebagai berikut Nilai Indeks Pelayanan = Nilai per unsur x nilai penimbang Dimana tiap unsur pelayanan memiliki nilain penimbang yang sama sebagai berikut. Bobot nilai rata-rata tertimbang = Jumlah bobot/jumlah unsur = 1/17 = 0,071 Sehingga nilai indeks Pelayanan kesehatan di Puskesmas Kabupaten Pati dapat dihitung sebagai berikut. Nilai indeks Pelayanan = (3,2 x 0,071) + (2,83 x 0,071) + (3,11 x 0,071) + (2,83 x 0,071) + (3,22 x 0,071) + (3,07 x 0,071) + (2,84 x 0,071) + (3,19 x 0,071) + (3,22 x 0,071) + (2,88 x 0,071) + (3,10 x 0,071) + (3,03 x 0,071) + (2,76 x 0,071) + (3,08 x 0,071) + (3,04 x 0,071) + (3,07 x 0,071) + (3,22 x 0,071) = 3,69 Dengan demikian nilai indeks unit pelayanan hasilnya dapat disimpulkan sebagai berikut. 1.Nilai IKM setelah dikonversi = Nilai Indeks Pelayanan X Nilai dasar = 3,69 X 25 = 91,74 2. Mutu Pelayanan A. 3. Kinerja unit pelayanan Sangat Puas. 4

Dengan mendasarkan pada tabel 2 tentang nilai persepsi, interval IKM, interval konversi IKM, mutu pelayanan dan kinerja unit pelayanan, maka dengan nilai indeks pelayanan kesehatan di puskesmas Kabupaten Pati sebesar 3,69 nilai ini dapat dikonversikan dengan nilai dasar 25 yang hasilnya adalah 91,74. Berdasarkan perhitungan tersebut dapat dikatakan bahwa mutu pelayanan di unit pelayanan kesehatan tersebut adalah A, yang artinya tingkat kinerja pelayanan kesehatan di Puskesmas Kabupaten Pati adalah sangat puas. 4. Analisis Efektifitas Lokasi Puskesmas Jangkauan lokasi Puskesmas, seperti disebutkan dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 378/KPTS/1987 tanggal 31 Agustus 1987 yang telah disahkan menjadi SNI 03-1733-2004 tentang Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan Sederhana Tidak Bersusun di Daerah Perkotaan, bahwa salah satu standar fasilitas sosial dan ekonomi khususnya fasilitas kesehatan Puskesmas jangkauan maksimun adalah 3 km, maka dalam penelitian ini buffer jangkauan layanan puskesmas ditetapkan 3 km atau 3000 m. Berdasarkan sebaran lokasi Puskesmas yang ada di Kabupaten Pati seperti terlihat dalam Gambar 4.2 dapat diketahui bahwa sebagian besar Puskesmas tersebar merata di semua kecamatan di Kabupaten Pati. Dengan memperhatikan peta tersebut diatas terlihat bahwa jangkauan lokasi puskesmas sejauh radius 3 km akan mengakibatkan overlaping jangkauan lokasi puskesmas yang berdekatan. Jika jangkauan lokasi puskesmas dibuatkan buffer sejauh 3 km, dapat dilihat bahwa semua pemukiman di Kabupaten Pati tersebut masuk ke dalam jangkauan lokasi Puskesmas, namun untuk buffer jangkauan lokasi Puskesmas yang ditetapkan 3 km maka masih akan ada beberapa pemukiman, khususnya di wilayah pinggiran yang tidak akan termasuk kedalam jangkauan pelayanan lokasi Puskesmas. Hasil overlay peta jangkauan pelayanan lokasi Puskesmas terhadap sebaran pemukiman di Kabupaten Pati menunjukkan bahwa sebagian besar lokasi Puskesmas terjangkau oleh pemukiman, namun tidak menutup adanya permukiman yang tidak termasuk dalam jangkauan puskesmas di Kabupaten Pati. Dengan metode buffer yang ada pada aplikasi SIG dapat dihasilkan daerah-daerah yang terjangkau ataupun daearah yang belum terjangkau dengan adanya Puskesmas di Kabupaten Pati. Dalam peta diatas (terlampir) dapat disimpulkan bahwa jangkauan pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pati tidak dapat menjangkau di semua kecamatan di Kabupaten Pati. Apabila dikaji bahwa daerah yang tidak terlayani merupakan daerah yang termasuk daerah yang permukiman jarang penduduk. Tidak hanya itu saja tetapi juga jalan utama yang ada dan tidak memotong jangkauan pelayanan agar semua daerah di Kabupaten Pati terlayani. Pola sebaran fasilitas kesehatan sangatlah penting supaya mudah di jangkau oleh masyarakat untuk mendapatkan pelayanan fasilitas kesehatan yang ada. Berdasarkan analisis tetangga terdekat pola sebaran fasilitas Puskesmas di Kabupaten Pati yaitu pola sebaran seragam dengan nilai indeks penyebaran tertangga terdekat (T) = 1,26. Kabupaten Pati mempunyai Puskesmas dengan tingkat daya layan yang berfariasi, tingkat daya layan untuk puskesmas di Kecamatan Tambakromo, Jakenan, Gembong, Margoyoso, Gunungwungkal, Cluwak dan Tayu mempunyai tingkat daya layan sedang yang artinya daya layan fasilitas tersebut sudah memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Pati. Untuk Puskesmas di Kecamatan Sukolilo, Kayen, Juwana, Batangan, Pati, Margorejo, Tlogowungu, Trangkil, dan Dukuhseti tingkat daya layannya masih rendah dikarenakan jumlahnya belum sesuai dengan ratio jumlah penduduk di masing-masing kecamatan. Tingkat daya layan puskesmas di Kecamatan Winong, Pucakwangi, dan Gabus termasuk tinggi artinya jumlah ketersediaan Puskesmas lebih dari cukup dibandingkan dengan jumlah penduduk masing-masing kecamatan tersebut. Tinggi rendahnya daya layan fasilitas kesehatan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor ketersediaan fasilitas kesehatan itu sendiri dan faktor tingkat kebutuhan fasilitas kesehatan. Selain itu faktor kependudukan merupakan faktor utama yang berpengaruh tingkat daya layan. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan fasilitas kesehatan di Kabupaten Pati diperoleh indeks kepuasaan masyarakat sebesar 91,74 yang artinya masyarakat sudah merasa puas dengan pelayanan Puskesmas yang sudah tersedia di Kabupaten Pati. Meskipun masyarakat di Kabupaten Pati sudah merasa puas dengan pelayanan fasilitas kesehatan yang tersedia akan tetapi masih banyak masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan atau masyarakat yang tinggal di wilayah yang berbatasan dengan Kecamatan lain mengeluhkan jauhnya jarak antara fasilitas kesehatan dengan tempat tinggalnya sehingga mereka harus menempuh jarak yang jauh untuk mencapai fasilitas kesehatan tersebut karena letak fasilitas kesehatan yang cenderung mengelompok di pusat pemerintahan. KESIMPULAN Berdasarkan uraian pembahasan hasil penelitian yang telah disampaikan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Ketersediaan Fasilitas Puskesmas di Kabupaten Pati masih kurang walaupun di setiap kecamatan sudah mempunyai tersebut. Dilihat dari luas wilayah Kabupaten Pati belum semua Puskesmas bisa menjangkau wilayah tersebut.. 2. Pola sebaran fasilitas puskesmas di Kabupaten Pati T = sebesar 1,26. Dengan nilai tersebut dapat dikatakan bahwa pola sebarannnya adalah pola seragam. 5

3. Daya layan fasilitas Puskesmas yang termasuk rendah dengan nilai <1 yaitu di Kecamatan Sukolilo, Kayen, Jaken, Batangan, Juwana, Pati, Margorejo, Trangkil, dan Dukuhseti. Daya layan fasilitas Puskesmas yang termasuk tinggi dengan nilai daya layan >1 yaitu di Kecamatan Winong, Pucakwangi dan Gabus. Sedangkan daya layan fasilitas Puskesmas yang termasuk sedang dengan nilai daya layan =1 yaitu di Kecamatan Tambakromo, Jakenan, Gembong, Wedarijaksa, Margoyoso, Cluwak dan Tayu. 4. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pati dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan publik menunjukkan hasil yang positif yaitu 91,74 yang artinya sangat puas dengan pelayanan tersebut. DAFTAR PUSTAKA DepkesRI. 2001. Profil Indonesia 2001 Menuju Indonesia Sehat 2010. Jakarta: Departemen RI. Kepmen PAN No. KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasaan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah. Kementriaan Pendayagunaan Aparatur Negara RI, 2004. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Tika, Pabundu. 2005. Budaya Organisasi dan Peningkatan Kinerja Perusahaan. Jakarta: Bumi Aksara. Yunus, Hadi Sabari. 2000. Struktur Tata Ruang Kota. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. LAMPIRAN 6